Akuntansi Internasional " Akuntansi Manajemen Internasional " Kelompok 11

Oleh Nonik Kartika

444,5 KB 4 tayangan 0 unduhan
 
Bagikan artikel

Transkrip Akuntansi Internasional " Akuntansi Manajemen Internasional " Kelompok 11

AKUNTANSI INTERNASIONAL “AKUNTANSI MANAJEMEN INTERNASIONAL” KELOMPOK 11 1. NI MADE GAYATRI (1502622010190) (11) 2. NI KM NONIEK PERMATASARI (1502622010210) (31) SEMESTER VI FAKULTAS EKONOMI AKUNTANSI UNIVERSITAS MAHASARASWATI DENPASAR 2018 PENGAUDITAN INTERNASIONAL A. LINGKUNGAN AUDIT INTERNASIONAL Auditor berfungsi memastikan bahwa representansi keuangan seutuhnya bebas dari bias dan tersaji secara wajar sesuai dengan prinsip-prinsip akuntansi yang diterima secara umum. Fungsi audit ini berkaitan dengan kerangka-kerangka konseptual seperti agency theory, information economics, permintaan dan penawaran audit, atribut-atribut produk audit, dan asuransi dan hipotesis informasi. Kesimpulan dasarnya adalah insentif-insentif ekonomi melandasi pihak-pihak untuk memiliki dan menawarkan suatu audit. Menurut Prof. Wallace, audit memenuhi 3 permintaan eksplisit, yakni : (1) Permintaan akan adanya suatu mekanisme pengawasan. (2) Permintaan bagi produksi informasi untuk memperbaiki keputusan-keputusan investor. (3) Permintaan bagi asuransi/jaminan agar terlindung dari kerugian yang diakibatkan oleh informasi yang menyimpang. Biaya operasi yang disebabkan oleh saran auditor untuk memperbaiki efisiensi operasi dapat dihemat, biaya properti dan asuransi kerugian keuangan menjadi lebih rendah, berkurangnya kerugian karena kesalahan-kesalahan, biaya jasa-jasa pendukung menjadi lebih rendah, dan semakin tinggi ketaatan pada peraturan. Suatu audit memungkinkan kreditor, banker, investor, dan pihak-pihak lain untuk menggunakan laporan keuangan dengan penuh keyakinan. Walaupun audit tidak menjamin ketepatan laporan keuangan, audit memberikan kepastian yang layak kepada para pemakai bahwa laporan keuangan entitas yang dimaksud menyajikan secara wajar, dalam semua yang material posisi keuangan, hasil-hasil operasi, arus kas sesuai GAAP. Suatu audit mempertinggi keyakinan pemakai bahwa laporan keuangan tidak mengandung salah saji yang material karena auditor adalah seorang yang independen, ahli yang objektif, yang paham mengenai bisnis dan kewajiban-kewajiban pelaporan keuangan dan entitas yang bersangkutan. Walaupun aspek teknis auditing secara internasional lebih homogen daripada akuntansi dan pelaporan keuangan internasional, sejumlah variasi penting 1 menyiratkan agar lebih banyak perhatian dicurahkan pada harmonisasi auditing internasional. Variasi-variasi ini dimulai dari aspek-aspek prosedural (penekanan pada laporan audit bentuk panjang di Eropa Daratan vs laporan pendek dan teknik-teknik kertas kerja yang rumit di Negara-negara yang berbahasa Inggris) hingga filosofi-filosofi mengenai kualifikasi-kualifikasi yang pantas (persyaratan minimal gelar Master di Jerman vs tidak ada persyaratan pendidikan sama sekali di Inggris). Tiga dimensi audit internasional untuk memungkinkan pengamatan yang agak lebih seksama: histories, karakteristik-karakteristik komparatif, dan bahasabahasa laporan auditor. Pembentukan kantor akuntan multinasional adalah Inggris. Badan akuntansi paling awal adalah Society of Accountants di Edinburg. Di AS, American Accountants dibentuk pada tahun 1887. Pada tahun 1913 dan 1914, akuntan AS memberlakukan pajak penghasilan federal dan pembentukan Federal Reserve Board dan Federal Trade Commission. Selama tahun 1980-an, kantor-kantor akuntan berkembang dan akuntansi profesional akan terus menjadi suatu sektor pertumbuhan dari ekonomi dunia. Walaupun aspek-aspek teknis dari auditing (yaitu definis, tujuan, kerangka, standar dan prosedur) secara internasional lebih homogen daripada akuntansi dan pelaporan keuangan internasional sejumlah variasi penting menyiratkan agar lebih banyak perhatian dicurahkan bagi harmonisasi auditing internasional. Variasi-variasi ini dimulai dari aspek-aspek prosedural (misalnya penekanan pada audit bentuk panjang di eropa Daratan vs laporan pendek dan teknik-teknik kertas kerja yang rumit di negara-negara yang berbahasa Inggris) hingga filosofi-filosofi mengenai kualifikasi-kualifikasi auditor yang pantas (misalnya persyaratan minimal gelar Master di Jerman dibandingkan dengan tidak adanya persyaratan pendidikan tinggi sama sekali di Inggris). Sebagai suatu cara untuk menjelaskan lingkungan audit internasional, kami memilih 3 dimensi audit internasional untuk memungkinkan pengamatan yang agak lebih seksama (1) Poin-poin historis (2) karakteristik-karakterisitk komparatif, dan (3) bahasa-bahasa laporan auditor. 2 Asal Muasal dan Pertumbuhan Perusahaan-Perusahaan Jasa Akuntansi Profesional Multinasional Basis awal pembentukan kantor-kantor akuntan multinasional adalah Inggris, yang merupakan Negara pertama yang memiliki profesi akuntansi yang terkelola. Pertumbuhannya selama abad ke-19 didorong oleh diundang-undangkannya, pada tahun 1845, ketentuan yang mewajibkan perusahaan untuk memelihara perkiraanperkiraan, yang harus diaudit oleh seseorang selain direktur. John L. Carey telah mengemukakan bahwa walaupun banyak auditor pada awalnya adalah amatir-amatir yang tak terlatih, hukum perusahaan “membuat perkembangan profesi akuntansi yang terorganisir tak terelakkan, yang praktisi-praktisinya kompeten dan independen.” Badan akuntansi paling awal adalan Society or Accountants di Edinburg yang dihadiahi Piagam Kerajaan tahun 1854. Namun, badan akuntansi nasional pertama adalah Institute Chartered Accountants in England dan Wales (the English Institute), yang didirikan tahun 1880 dan pada tahun 1882 telah memiliki 1200 anggota dan telah memprakarsai serangkaian profesi. Di AS, American Association of Public Accountants dibentuk pada tahun 1887, dengan anjuran dan partisipasi dari Akuntan-Akuntan resmi Inggris dan Skotlandia yang pada saat itu tinggal di AS. Karena tidak adanya kewajiban audit statustori, badan ini awalnya tumbuh lambat, dengan keanggotaan hanya 35 pada tahun 1892. Namun, pada saat namanya diubah menjadi Institute of Accountants in the United States of America tahun 1916, sudah ada 1.169 anggota. Perkembanganperkembangan tahun 1913 dan 1914 yang memicu permintaan akan akuntan AS adalah pemberlakuan pajak penghasilan federal dan pembentukan Federal Reserve Board dan Federal Trade Commission. Daya pemicu berikutnya muncul selama masa depresi, dengan dibentuknya SEC dan diwajibkannya audit bagi emitenemiten New York Stock Exchange. Bertahun-tahun, hubungan multinasional yang paling kuat terjadi antara kantorkantor akuntan AS dan Inggris. Dalam beberapa kasus, nama baru dibentuk untuk digunakan bersama-sama di AS dan Inggris dan di tempat-tempat lain kadangkadang setelah bertahun-tahun berasosiasi dibawah dua nama atau lebih. Contoh awal nama “internasional” adalah persetujuan yang dicapai tahun 1925 antara kantor 3 akuntan Inggris W.B. Peat & Co. dengan kantor akuntan AS Marwick, Mitchell & Co. Selama tahun 1980-an, terjadi lebih banyak persekutuan antara kantor-kantor akuntan besar nasional maupun internasional. Nama masing-masing kantor akuntan yang berpraktik secara internasional adalah :  Athur Andersen  Coopers & Lybrand  Deloitte Ross Tohmatsu  Ernst & Young  KPMG Peat Marwick  Price Waterhouse Di antara kantor-kantor akuntan internasional yang lebih kecil, juga terjadi persekutuan yang serupa. Di AS, misalnya, Alexander Grant & Co. dan Fox & Co. sekarang merupakan bagian dari Grant Thornton. Pada tahun 1990, Spicer & Oppenheim (New York) bubar dan Laventhol and Howart jatuh bangkrut. Di Eropa, paling tidak karena tekanan gerakan unifikasi Eropa 1992, terdapat berita yang terus-menerus mengenai kantor-kantor akuntan penting nasional yang bubar melakukan reorganisasi, dan/atau persekutuan. Hiruk-pikuk organisasional ini pada satu sisi merupakan konsekuensi dari meningkatnya kompetisi antar kantor-kantor akuntan professional, tetapi pada sisi lain juga menyiratkan pengharapan bahwa pendapatan bahwa pendapatan dan profitabilitas jasa-jasa akuntansi profesional akan terus tumbuh. Kami telah membahas persekutuan internasional bagi operasi-operasi kantor akuntan multinasional. Prof. K. W. Kubin telah menulis tentang "Continuum of Internationality" berkenaan dengan kantor kantor akuntan : “Pada sisi ekstrem yang satu adalah kantor kantor akuntan yang klien kliennya hanya menghadapi sedikit masalah akuntansi internasional, yang tidak mengharuskan auditor untuk pergi ke luar negeri, apalagi membuka kantor di luar negeri. Pada sisi ekstrem yang lain adalah kantor kantor akuntan besar dan bergengsi yang memiliki kantor sendiri hampir di semua pusat bisnis dunia. 4 Di antara dua titik ekstrem internasionalitas tersebut kita menemui (1) kantor kantor akuntan yang hanya memiliki kantor di AS, tetapi auditor-auditornya sering bepergian ke luar negeri untuk melakukan audit bagi perusahaan penisahaan anak dari klien klien mereka di luar negeri, (2) kantor kantor akuntan yang tergantung pada jaringan korespondensi antar kantor akuntan untuk melakukan semua pekerjaan akuntansi di luar negeri, dan (3) suatu sistem kemitraan afiliasi dengan kantor kantor akuntan lokal di negara negara lain”. Kutipan diatas menyiratkan dua poin : (1) Sebuah kantor akuntan bisa bergantung pada hubungan-hubungan yang berbeda di negara-negara yang berbeda. (2) Suatu hubungan di suatu negara tertentu bisa berkembang dari korespondensi menjadi kemitraan afiliasi. Terlepas dari persoalan-persoalan organisasional, dalam beberapa tahun terakhir tekanan-tekanan bagi pembentukan standar-standar profesional yang seragam untuk dipakai oleh kantor-kantor akuntan multinasional terus meningkat. Praktik “peer review” yang berawal di AS merupakan sumber dari sebagian tekanan ini. Sumbersumber lain berkaitan dengan kaidah bahwa laporan-laporan audit yang membawa nama kantor akuntan yang sama harus didasarkan pada kualitas kerja yang sama, apakah laporan tersebut ditanda-tangani di Baltimore, Berlin, Bombay, Brisbane atau Bogota. Walaupun sejumlah perusahaan mengklaim telah menyesuaikan diri dengan atau tengah mengarah pada standar-standar dan prosedur-prosedur auditing yang seragam, termasuk kebijakan independensi yang seragam, prinsip-prinsip akuntansi yang dipakai dalam laporan keuangan biasanya ditentukan oleh hukum negara tempat perusahaan klien dibentuk (prinsip-prinsip nasional). 5 Data-data berikut berkaitan dengan badan-badan akuntansi professional di negara-negara berbahasa Inggris : NAMA INSTITUSI JUMLAH ANGGOTA The Institute of Charteered Accountants in 1989 19,447 1990 20,690 Australia Canadian Institute of Chartered Accountants 48,297 50,359 Institute of Chartered Accountants in Ireland 6,817 7,181 New Zealand Society of Accountants 16,485 17,401 Institute of Chartered Accountants in England 91,762 95,935 and WalesInstitute of Certified Public American 286,358 304,654 *angka awal 1991. Accountants Sumber: The Accountant, April 1991. LINGKUNGAN AUDITING DI JERMAN, JEPANG DAN BELANDA 1. Lingkungan Auditing di Jerman Profesi akuntansi di Jerman berciri-ciri, standar pendidikan yang tinggi untuk dapat diterima, ukuran yang kecil (sekitar 7.500 anggota), kendala-kendala peraturan yang sangat kompleks, dan kepemimpinan internasional yang penting, terutama berkaitan dengan EC. Organisasi profesi di Jerman bercabang dua-oleh hukum semua Wirtschaftsprufer (WP) harus dimiliki oleh Chamber of Public Accountants. Sekitar 90% dari mereka juga merupakan anggota dari badan bebas, The Institute of WP. Chamber of Public Accountants mengeluarkan aturan-aturan etika dan meneliti keluhan-keluhan mengenai tingkah laku yang tidak profesional. Aturan-aturan etika yang dikeluarkan berkenaan dengan topik-topik seperti independensi status istimewa dari klien, dan periklanan dan pengumpulan klien. The Institute of WP melindungi kepentingan ekonomi dari profesi dan berfungsi sebagai partner dalam proses penyusunan standar. Dalam proses penyusunan standar, The Institute of WP berfungsi serupa dengan AICPA di AS. Berkaitan dengan auditing, The Institute of WP mempublikasikan pendapat-pendapat ahli, makalahmakalah, dan penjelasan-penjelasan. Biasanya, rekomendasi-rekomendasi ini diadopsi oleh badan-badan pemerintah dalam mengajukan usulan-usulan perubahan 6 bagi hukum perusahaan. Fungsi-fungsi proses ini sangat mirip dengan hubungan AICPA-SEC di AS. Sejak 1977, The Institute of WP telah mempublikasikan “Standar-standar yang diterima umum bagi Audit Laporan Keuangan”. Standar-standar ini terkait erat dengan hukum-hukum korporasi dan perusahaan-perusahaan swasta. Hal ini membuat Jerman menjadi satu dari sedikit Negara yang memiliki standar-standar auditing yang telah terbentuk dan diterapkan secara nasional. Jerman saat ini juga memiliki badan auditor (statutori) tingkat kedua-Vereidigte Buchprufer. Para auditor statutori ini boleh mengaudit laporan keuangan perusahaan-perusahaan swasta (GmbH). 1985 German Comprehensive Accounting Act mewajibkan audit tahunan bagi perusahaan-perusahaan swasta maupun perusahaan-perusahaan publik. Perusahaan-perusahaan kecil bebas dari kewajiban ini. 2. Lingkungan Auditing di Jepang Auditing profesional di Jepang sulit dimengerti. Walaupun hukum AP Jepang telah diratifikasi bulan Juni 1948, dan Japanese Institute of (JICPA) dibentuk tahun 1949, profesi akuntan di Jepang masih berjuang untuk memperoleh status sosial. Sulit untuk menarik lulusan universitas yang bagus ke dalam profesi akuntan. Pegawai sipil tingkat tinggi menikmati gengsi pribadi yang lebih tinggi dibandingkan para pratisi AP. Pertumbuhan jumlah akuntan di Jepang sedangsedang saja. Jumlah AP yang ada di Jepang pada akhir tahun 1990 adalah sekitar 9.000 orang. Kesulitan utama yang kedua berhubungan dengan fakta bahwa profesi akuntan di Jepang memiliki berbagai peran. Segala hal tampaknya serba beragam. Ada hukum perusahaan yang berlaku bagi semua perusahaan Jepang dan pada saat yang sama berlaku hukum SEC bagi perusahaan-perusahaan yang sahamnya diperdagangkan kepada publik. Korporasi-korporasi Jepang yang sebagian keperluan modal jangka panjangnya dibiayai dari luar Jepang biasanya mengikuti standar-standar pelaporan dan auditing Inggris-Amerika. Ini merupakan dimensi ke-3 dari auditing profesional di Jepang. 7 Proses penyusunan standar juga terpencar. Menteri kehakiman terlibat dalam proses tersebut karena menteri kehakiman mengatur kode etik perdagangan yang berlaku bagi semua perusahaan. Meteri keuangan juga terlibat karena menteri keuangan mengontrol legislasi SEC Jepang. JICPA terlibat karena institut menginginkan pengaruh profesi yang lebih besar dalam penyusunan standar. Business Accounting Deliberation Council (Badan Penasehat Menteri Keuangan) beranggotakan pejabat-pejabat pemerintah, profesor-profesor, eksekutif-eksekutif bisnis, dan AP mungkin merupakan “kekuatan dibelakang layar” yang sebenarnya. Dan sistem politik (yaitu, kepentingan publik) Jepang secara konsisten beranggapan bahwa setiap penyimpangan dari kode etik perdagangan atau ketetapan-ketetapan implementasi khususnya harus dipertimbangkan sebagai penyimpangan terhadap prinsip-prinsip akuntansi yang diterima umum. Standar ini dan perbedaan-perbedaan penerapannya menciptakan kesulitan yang tinggi bagi mereka yang berprofesi sebagai akuntan di Jepang. Keprihatinan ke-3 berkenaan dengan kecenderungan pelaporan dan auditing Jepang dewasa ini untuk meniru dan menyamai praktik-praktik dan organisasiorganisasi AS. Walaupun ini menyenangkan bagi egoism AS, kecenderungan tersebut tidak kondusif dengan infrastruktur Jepang, yang diantaranya melihat Akuntan Publik (AP) sebagai orang luar dimana pun mereka berada, menjunjung keseragaman kelompok daripada kinerja perorangan, dan tumbuh dan berkembang diatas “kewajiban saling bahu membahu” antar pribadi. Pengadopsian gaya AS secara besar-besaran tidak melayani kepentingan-kepentingan profesi dengan baik karena gaya baru tersebut tidak mengantikan apa yang telah hilang sebelumnya tetapi menimpa gaya sebelumnya dan keduanya berlaku secara bersamaan dewasa ini. Terakhir, kami mengamati bahwa Jepang tidak mau berinovasi. Standar-standar auditing yang berlaku dewasa ini meniru habis standar-standar AS. Dalam dewandewan dan komite-komite internasional, Jepang seringkali menyetujui saja konsensus yang timbul daripada mengejar titik pandangnya sendiri. Sebelum Jepang mengurangi sebagian sifat “multi peran”, menghimpun status politik dan sosial yang lebih tinggi bagi CPA-CPA-nya, dan mulai melaksanakan sejumlah kepemimpinan independen (diwilayah Asia pasifik paling tidak), kita harus setuju 8 dengan penilaian Stamp dan Moonitz bahwa peranan Jepang dalam proses-proses auditing internasional “kurang dari semestinya”. Bab 2 dari monograf AICPA’s Accounting Profession in Japan (1988) menggambarkan kewajiban, standar dan praktik auditing Jepang baik secara ringkas maupun secara komprehensif. Appendiks D dalam booklet ini memuat “Rincian bagi Perbandingan antara Generally Accepted Auditing Standards (GAAS) AS dengan Standar-standar Auditing Jepang”. Dalam menanggapi pertanyaan apakah GAAS ada di Jepang, AICPA memberikan jawaban berikut : “Standar Auditing Jepang terdiri dari 10 Standar Auditing (Auditing StandardsAS), dan Ketentuan Pekerjaan Lapangan (Working Rules of Field Work-WRFW) dan Ketentuan Pelaporan (Working Rules of Reporting-WRR) yang dikeluarkan oleh Business Accounting Deliberation Council, yang dilengkapi oleh makalahmakalah yang diterbitkan oleh Komite Audit JICPA (ACP). Commercial Code, Special Measures Law Concerning Audit, Segala Hukum yang menyangkut Kabushiki Kaisha, Peraturan yang Berkenaan dengan Laporan Audit Korporasi Berskala Besar (Menteri Kehakiman), dan Ministerial Ordinance of Audit and Certification of Financial Statements, dsb. (MOA) (Menteri Keuangan juga mengatur Auditing).” Kutipan diatas dengan jelas mengilustrasikan keanekaan kewajiban-kewajiban auditing Jepang. 3. Lingkungan Auditing di Belanda Orang Belanda merupakan profesional-profesional akuntansi yang mengagumkan. Mereka telah berada pada tingkat pengembangan profesional dan teknis yang tinggi secara internasional. Mereka telah mencapai status yang tinggi melalui penyusunan standar dan pembuatan ketentuan yang minimum. Dutch Institute (NIVRA) telah mengeluarkan pedoman-pedoman dan interpretasiinterpretasi code of conduct, telah mengumumkan sekitar selusin pendapat audit sebagai tuntunan umum bagi anggota-anggotanya, telah menerbitkan sekitar 20 laporan studi mengenai berbagai topik, dan mempublikasikan seri Pilot berbahasa Inggris yang penting bagi profesi. Meningkatnya kewajiban-kewajiban audit dari EC telah menciptakan bottleneck tidak hanya di Jerman, tetapi juga di semua Negara EC 9 yang berbahasa non-Inggris. Tidak terkecuali Belanda. 1974 Act mengenai Accountants-Administratieconsulenten (AA) telah menciptakan segmen profesi akuntan tingkat kedua di Belanda, yang bisa menawarkan jasa-jasa berikut : 1) Merancang dan memelihara catatan-catatan akuntansi, mengulas cara-cara pemeliharaan catatan-catatan tersebut, dan menyiapkan laporan keuangan. 2) Menganalisa dan menginterpretasikan dalam laporan-laporan penjelasan datadata yang diambil dari catatan-catatan perusahaan dan memberikan informasi dan nasihat berkaitan dengan data-data tersebut. Catat bahwa AA tidak berwewenang untuk melakukan audit independen dan mengeluarkan pendapat atas laporan keuangan. Meskipun begitu, kurangnya RA (CPA-nya Belanda) ditambah meningkatnya kewajiban audit telah memunculkan langkah-langkah tradisional terbatas untuk memudahkan kualifikasi AA tertentu menjadi RA. Aspek unik lain dari profesi akuntan di Belanda adalah keeratannya dengan pendidikan di universitas-universitas. Banyak praktisi terkemuka juga menjabat sebagai staf pengajar di universitas dan begitu juga sebaliknya. Ini merupakan situasi yang jarang ditemui dalam profesi kedokteran dan hukum di AS. Di Belanda syarat-syarat pendidikan dan pengalaman praktik sangat tinggi ditinjau dari standar internasional. LAPORAN AUDITOR Bahasa laporan auditor berbeda secara signifikan dari satu negara dengan negara lain. Laporan ini ada yang hanya berupa laporan sederhana mengenai ketaatan terhadap kewajiban-kewajiban hukum hingga berupa suatu prosa yang cukup panjang mengenai standar-standar dan prosedur yang dipakai; lingkup audit; proses yang digunakan hingga dikeluarkannya pendapat audit; kesesuaian dengan standar akuntansi yang terkait; konsistensi dari standar akuntansi, auditing, dan pelaporan yang dipakai; pembebasan manajemen dari tugas-tugasnya; dan sebagainya. Untuk memperjelas mengenai hal ini, 3 laporan audit telah dipilih secara acak dari 3 kelompok laporan keuangan non- AS, untuk tahun pelaporan 1990. Laporan-laporan ini direproduksi dalam Ekshibit 8.1, 8.2 dan 8.3. 10 Laporan-dual dalam Ekshibit 8.1 (Belanda) diambil dari laporan Tahunan 1990 Royal Dutch Petroleum Company. Pertama-tama kami mengamati bahwa dua laporan disajikan keduanya mengacu kepada laporan keuangan yang sama. Kedua, salah satu laporan menunjuk ketaatan terhadap sekelompok kebijakan-kebijakan akuntan si yang khusus di sebutkan satu persatu, sedangkan laporan kedua menegaskan “kesesuaian dengan kewajiban-kewajiban hukum Belanda yang berkenan dengan laporan tahunan”. Pada dimensi ke-3, salah satu laporan menjamin bahwa laporan keuangan yang di audit “menyajikan secara wajar”, sedangkan laporan yang lain menyatakan bahwa laporan keuangan memberikan “pandangan yang jujur dan wajar”. Terakhir, salah satu laporan ditanda tangani oleh 3 kantor akuntan besar, sedangkan yang lain cuma ditandatangani oleh satu kantor akuntan saja. Mengapa kedua laporan ini berbeda? Apakah laporan kedua laporan ini memiliki arti yang sama atau identik? Apakah laporan yang satu merupakan sesuatu yang “nyata” sedangkan yang lain merupakan dokumen ketaatan yang dimandatkan secara hukum? Jelas, pelaporan semacam ini oleh auditor independen menimbulkan lebih banyak pertanyaan dari yang mungkin ingin ditanyakan. EKSHIBIT 8.1 Laporan Auditor dari Belanda LAPORAN AUDITOR Kepada Royal Dutch Petroleum Company dan The "Shell Transport and Trading Company, p.l.c. Kami telah mengaudit laporan keuangan yang terdapat pada halaman 32 hingga 47 dari Grup Perusahaan Royal Dutch/Shell untuk tahun 1990,1989 dan 1988 sesuai dengan standar auditing yang diterima umum. Menurut pendapat kami. Laporan keuangan yang kami maksudkan diatas menyajikan secara wajar posisi keuangan dari Grup Perusahaan Royal Dutch/Shell pada tanggal 31 Desember 1990, sesuai dengan kebijakan kebijakan akuntansi yang dijelaskan pada halaman 32 dan 33. KPIVIG Klynveld, Den Haag Ernst & Young, London Price Waterhouse, New York 14 Maret 1991 11 Laporan dari Swiss, walaupun juga dua bagian, mungkin lebih mudah untuk dipahami. Laporan pertama berkaitan dengan “laporan-laporan konsolidasi grup”. Laporan tersebut memuat pendapat dari kantor akuntan yang menandatanganinya, memberitahukan kesesuaian dengan pedoman-pedoman auditing internasional, dan mungkin merupakan laporan paling ringkas yang bisa di buat. Laporan kedua berkebalikan dengan pertama, muncul sebagai suatu item diantara “laporan direktur”, dan laporan tersebut menyatakan secara khusus mengenai kesesuaian dengan hukum perusahaan swiss, dan mengundang pesan bahwa semacam ketaatan statutory telah dilibatkan. Bisa dilihat bahwa bahwa 4 auditor yang menandatangani laporan tersebut kualifikasi-kualifikasi profesionalnya tidak diketahui oleh pembaca. Walaupun laporan-laporan tersebut menyangkut sebuah korporasi yang berbasis di swiss, laporan tersebut menyangkut sebuah korporasi yang berbasis di Swiss, laporan pertama diselesaikan di Inggris dan laporan kedua diselesaikan di Swiss, mungkin saja penting bagi pembaca dan mungkin saja tidak. EKSHIBIT 8.2 Laporan Auditor dari Swiss Laporan Auditor Kepada Dewan Komisaris Nestle S.A. Kami telah mengaudit laporan keuangan konsolidasi yang terdapat pada halaman 42 hingga 56 sesuai dengan Pedoman Auditing Internasional. Menurut Pendapat kami laporan keuangan konsolidasi memberikan pandangan yang jujur dan wajar mengenai kondisi Grup pada tanggal 31 Desember 1990 dan mengenai laba dan sumber dan penggunaan dana untuk tahun yang berakhir 31 Desember 1990. KPIVIG Peat Marwick McLintock Chartered Accountants London 22 Maret 1991 Laporan Auditor kepada Rapat Umum Blasa Nestid S.A. Pada Tanggal 30 Mei 1991 Kepada para pemegang saham, Sebagai auditor dari Perusahaan anda, kami telah, sesuai dengan kewajiban kewajiban hukum, menguji laporan tahunan Nestle S.A. untuk tahun yang berakhir 31 Desember 1990 dan telah memperhatikan laporan yang bertanggal 31 Maret 1991 yang telah dibuat oleh KPIVIG Peat Marwick McLintock, Independent Chartered Accountants, sesuai dengan pasal 723 dari Tode des obligations". Kami puas bahwa : Neraca dan laporan laba rugi sesuai dengan buku buku perkiman, 12 Buku buku perkiman telah dipelihara dengan semestinya, Posisi keuangan dan hasil hasil operasi disajikan sesuai dengan prinsip prinsip penilaian hukum dan dengan ketentuan ketentuan dari Articles of Association. Berdasarkan hasil pengujian kami, kami merekomendasikan agar laporan laporan yang disampaikan kepada anda disetujui. Terakhir kami mengkonfirmasikan bahwa usulan dari Dewan Komisaris bagi penyisihan laba adalah sesuai dengan hukum dan Articles of Association. Vevey, 22 Maret 1991 Auditor : D. Von Schulthess W. de Rham D. Maret H.R. Stucki Laporan Astra Corporation dari Swedia adalah unik karena laporan tersebut mengindikasikan bahwa auditor tidak hanya menguji laporan keuangan tetapi juga menguji admnistrasi oleh dewan komisaris dan presiden untuk tahun 1990. Diantara rekomendasi yang diberikan oleh auditor kita menemukan bahwa anggota dari dewan komisaris dan presiden dibebaskan dari kewajibannya untuk tahun fiskal. Pemegang saham hanya dapat memberikan kekebalan/kebebasan semacam itu di Swedia. Laporan auditor yang ada dewasa ini diseluruh dunia menimbulkan banyak kebingungan yang tidak perlu. Walaupun mungkin ada sejumlah kesamaan dalam subtansinya jelas terdapat pebedaan besar dalam tujuan audit yang mendasarinya, standar akuntansi dan auditing yang menjadi acuan, dan format umum. Perbedaan ini saja cukup untuk melandasi upaya harmonisasi internasional dalam bidang auditing. EKSHIBIT 8.3 Laporan Auditor dari Swedia (Laporan Tahunan Astra 1990) LAPORAN AUDITOR Kami telah menguji Laporan Tahunan, Laporan Keuangan Konsolidasi, catatan-catatan akuntansi dan administrasi yang telah dilakukan oleh Dewan Kornisaris dan Presiden untuk tahun 1990. Pemeriksaan dilakukan sesuai dengan standar auditing yang diterirna umum. Perusahaan Induk Lapoan Tahunan telah disiapkan sesuai dengan Swedish Companies Act 13 Kami merekomendasikan agar Laporan Laba Rugi dan Neraca disetujui, agar laba yang tidak disishkan ditangani sesuai dengan usulan dalam laporan admininstrasi dan agar anggota anggota Dewan Kornisaris dan Presiden dibebaskan dari kewajiban untuk tahun fiskal yang bersangkutan. Kelompok Laporan Keuangan Konsolidasi telah disiapkan sesuai dengan Swedish Companies Laporan keuangan laporan keuangan dari perusahaan perusahaan anak di luar negeri telah di periksa oleh auditor – auditor lokal, yang telah mengirimkan laporan audit kepada kami. Kami merekomendasikan agar Laporan Laba Rugi Konsolidasi dan Neraca Konsolidasi disetujui. Sodertalje, 7 Maret 1991 Sven ErikJohansson Profesor Bo Linden Akuntan Publik yang berwenang B. AUDIT EKSTERN DAN INTERN UNTUK OPERASI DI LUAR NEGERI Akuntan bertanggung jawab menyediakan data ekonomi yang menunjukkan efisiensi dan produktivitas usaha dan bermanfaat untuk pembuatan kebijakan makro. Kualitas profesi audit merupakan fungsi dari beberapa faktor seperti reputasi audit dan akuntansi, kualitas sistem pendidikan dan profesi sertifikasi. Kualitas profesi audit merupakan fungsi dari beberapa faktor, seperti reputasi profesi akuntansi dan audit, kualitas sistem pendidikan, dan proses sertifikasi. Reputasi adalah penting karena akan menentukan apakah atau tidak profesi ini mampu menarik orang yang kompeten Di beberapa negara, seperti amerika serikat, nilai tinggi ditempatkan pada pengalaman universitas di pendidikan siswa, dan perusahaan yang merekrut di perguruan tinggi yang akrab dengan latar belakang siswa akan memiliki ketika mereka lulus. Di negara lain, pendidikan akuntansi mungkin tidak begitu penting atau bahkan tersedia. 14 Akhirnya, proses perizinan dilakukan oleh sektor swasta di beberapa negara dan sektor publik di lain Negara. Di Amerika Serikat, ujian nasional CPA disusun oleh dewan penguji dari lembaga amerika CPA (AICPA), sebuah organisasi sektor swasta. Sertifikasi di Inggris juga merupakan proses sektor swasta. Di Jerman dan Perancis, pemerintah lebih banyak terlibat di dalam proses sertifikasi. Proses sertifikasi atau lisensi juga merupakan fungsi dari beberapa faktor lain, seperti mengidentifikasi calon, persyaratan pendidikan, persyaratan pengalaman, dan pemeriksaan. aspek tambahan dari sertifikasi adalah masalah timbal balik atau kemampuan seorang akuntan bersertifikat di satu negara untuk berlatih di tempat lain. a. Identitas Identitas calon merupakan hal yang menarik. Dalam banyak kasus, seorang individu harus menjadi warga negara di mana ia ingin menjadi disertifikasi. Kadangkadang identitas menyiratkan bahwa calon haruslah anggota sebuah organisasi tertentu. Di Inggris, seorang kandidat haruslah anggota dari sebuah lembaga amal. Di Perancis, keanggotaan di dalam perkumpulan audit terbuka untuk warga Negara Perancis, warga Negara uni eropa lain, warga negara dari negara lain yang memperluas timbal balik Identitas merupakan syarat mengenai jati diri calon, menunjukkan bahwa calon adalah warga negara yang mendapat sertifikat, calon tak bangkrut, di bawah pengawasan pengadilan, atau calon merupakan anggota organisasi khusus. b. Persyaratan Pendidikan, Pengalaman, dan Pengujian Proses pendidikan mengacu pada apa yang diminta belajar untuk disertifikasi. Persyaratan pengalaman kerja yang melibatkan sebarapa banyak pengalaman yang diperlukan dan waktu pengalaman relatif terhadap pendidikan dan pengujian. Di Amerika Serikat, hukum akuntansi yang mengatur perizinan akuntan profesional telah diberlakukan di semua lima puluh negara bagian. Mengidentifikasi hukum pendidikan, ujian, pengalaman, dan persyaratan lainnya untuk lisensi dan mendirikan papan keadaan akuntansi untuk mengelola dan menegakkan hukum. Faktor-faktor lain yang diperlukan oleh beberapa negara adalah umur, kewarganegaraan nasional, melanjutkan pendidikan profesional, dan persyaratan residensi dan/atau kerja. Namun, semua negara mewajibkan ujian CPA sebagai 15 bagian dari persyaratan mereka. Ujian nasional CPA dikembangkan dan dikelola oleh AICPA, asosiasi profesional nasional. Di jerman, profesi akuntansi diawasi oleh organisasi akuntan independen, dan semua akuntan profesional di jerman harus menjadi anggota dari organisasi. Inggris adalah sebuah negara penting bagi profesi akuntansi karena filosofi perusahaan telah disalin dan dimodifikasi di seluruh dunia di negara-negara bekas persemakmuran inggris. Sertifikasi mensyaratkan calon menempuh jenjang pendidikan tertentu sebelum memperoleh sertifikat.Pengalaman kerja melibatkan berapa banyak pengalaman kerja dibutuhkan sedang pengujian menentukan calon lulus/tidak. c. Ukuran Profesi Sulit untuk membandingkan jumlah akuntan di salah satu negara dengan yang lain karena akuntan melakukan hal yang berbeda. Jumlah Akuntan juga tergantung pada hambatan untuk masuk ke profesi, seperti persyaratan pendidikan dan pengujian yang ketat. Jumlah akuntan mengacu pada jumlah akuntan yang menjadi anggota badan akuntansi yang mewakili negara untuk IFAC tersebut. Sangat menarik untuk dicatat bahwa negara-negara berkembang memiliki sejumlah kecil akuntan per kapita dibandingkan dengan negara-negara berpenghasilan tinggi. Sangat menarik bahwa negara-negara dengan jumlah tertinggi akuntan per seribu penduduk adalah negaranegara sangat dipengaruhi oleh tradisi Inggris. Mutu hasil kerja tak bisa dinilai masyarakat awam dan akuntan adalah profesional yang mengetahui kualitas kerja mereka.Oleh karena itu para profesional harus mengatur dirinya sendiri yang dalam hal ini dilaksanakan organisasi profesi.Jumlah akuntan tergantung barrier to entry untuk masuk profesi. d. Reciprocity Reciprocity berarti akuntan dapat memiliki izin di suatu negara untuk melakukan praktek di negara lain. Beberapa negara tak mengizinkan audit perusahaan di dalam negerinya dilakukan oleh auditor yang tidak memiliki izin profesi negara tersebut. e. Harmonisasi di Masyarakat Eropa World Trade Organization (WTO) juga melakukan usaha untuk menghapus hambatan/kendala pada perusahaan jasa melalui General Agreement on Trade in 16 Services (GATS). Pada Desember 1993, Uruguay Round GATT telah berhasil diselesaikan, yang berisi pengurangan tarif dan beberapa hambatan nontarif. 1 Januari 1995 GATT digantikan oleh WTO baru karena Uruguay Round kecewa dengan tidak adanya kemajuan yang signifikan. Usaha ini kemudian diteruskan oleh GATS yang berfokus pada hambatan regulasi untuk perdagangan lintas batas di bidang jasa, termasuk jasa professional seperti akuntansi dan hukum. GATS hanya menginginkan agar saling mengakui kualifikasi professional sepanjang kualitas pelayanan yang diberikan tidak terganggu dan kepentingan umum dilindungi. Ketentuan GATS diawasi oleh International Federation of Accountant (IFAC) karena salah satu tujuan utama dari IFAC adalah untuk mengembangkan dan meningkatkan profesi akuntansi. IFAC adalah organisasi non pemerintah yang bekerja dengan WTO untuk melanjutkan upaya harmonisasi. Fokus utama IFAC yaitu, pendidikan, pemeriksaan dan pengalaman. Masyarakat Eropa merilis rangkaian petunjuk, lalu diadopsi badan menteri Masyarakat Eropa pada 1984 mengulas : 1) Kualifikasi Statutory Auditor Untuk memperoleh sertifikasi calon harus memenuhi syarat pendidikan, pengalaman, dan pengujian. Khusus pengalaman minimal telah tiga tahun praktek pelatihan. 2) Reciprocity Kondisi yang harus dipenuhi auditor untuk praktek di negara lain : memenuhi persyaratan, harus menunjukkan bahwa ia mengerti undang-undang dan persyaratan mengaudit sesuai negara asal. 3) Independensi The Eight Directive memutuskan memberikan izin masing-masing negara untuk menentukan kondisi yang diinginkan untuk independensi. KAP internasional harus menyesuaikan operasi di tiap negara untuk mengikuti budaya dan kondisi perekonomian negara yang bersangkutan. KANTOR AKUNTAN GLOBAL Perbedaan latar belakang akuntan publik menyebabkan perlu standar akuntansi berterima umum yang berlaku di seluruh dunia. KAP besar yang berekspansi ke luar 17 negeri harus menyesuaikan pelayanan audit dari pengirim auditor ke luar negeri sampai penyusunan laporan dengan audit lokal. Tren persaingan KAP adalah merger dengan alasan peningkatan bisnis global. KAP umumnya membagi layanan dalam tiga area : akuntansi dan audit, pajak, dan konsultasi. Alasan-alasan Ekspansi Kantor akuntan publik secara tradisional dikeluarkan diluar negeri untuk pelayanan yang lebih baik ke pada klien mereka dan untuk memberikan garis pertahanan terhadap perusahaan akuntan lain global yang mungkin tergoda untuk menggangu dipangkalan klien mereka. Dalam sebuah survei terhadap perusahaan yang telah beralih dari auditor kecil atau menengah untuk auditor internasional yang lebih, alasan–alasan berikut ini diberikan untuk switch: “Kebutuhan untuk mencerminkan ukuran meningkatnya bisnis diluar negeri kami”, “Kami ingin mempunyai audit perusahaan disemua perusahaan dalam grup”, ”Untuk mencerminkan ekspansi terbaru kami diluar negeri”, “Kita membutuhkan layanan tersebut dari sebuah perusahaan akuntansi intensional’. Dua contoh menggambarkan pentingnya mempertahankan kehadiran global. Pada tahun 1990, KPMG Peat Marwick mengambil alih keterlibatan audit Varientas Corporation. Contoh lain yang lebih rahasia dan melibatkan akuisisi AS oleh sebuah perusahaan Perancis. Pada 1991, seorang perancis global layanan perusahaan, diaudit oleh salah satu perusahaan Big Six, membeli perusahaan AS di industri yang sama. Perusahaan AS telah diaudit oleh lain dari perusahaan Big Six, dan induk Perancis menginginkan AS. Alasan lain untuk memperluas internasional yang telah menjadi lebih kritis dalam beberapa tahun terakhir adalah meningkatnya basis klien dipasar dalam negeri. Terutama di Eropa, dimana pelaksanaan direktif keempat telah meminta lebih banyak perusahaan yang diaudit dari yang terjadi sebelumnya. Selain itu, pasar banyak yang membuka diri terhadap merger dan akuisisi dan investasi asing baru. Alasan lainnya adalah : Kebutuhan untuk mendeskripsikan peningkatan usaha yang memerlukan satu audit untuk semua perusahaan dalam satu kelompok. 18 Untuk menggambarkan ekspansi yang memerlukan pelayanan KAP internasional. Akuisisi global dan peningkatan klien pasar LN mempengaruhi ekspansi usaha audit. Pelayanan Klien Internasional Mengingat kebutuhan ekspansi, dalam hal apa uang memiliki kantor akuntan publik multinasional dilayani klien mereka? Cara termudah adalah bagi seorang profesional untuk perjalanan dari kantor pusat untuk melayani klien diluar negeri. Ini akan cukup selama sektor asing adalah bagian kecil dari keseluruhan operasi klien. Selain pendekatan auditor perjalanan dua pendekatan filosofis yang berbeda : pendekatan koresponden, yang akan kita jangkau pendekatan tidak langsung, dan cabang join ventura, atau pendekatan anak perusahaan, yang akan kita istilahkan pendekatan langsung. Cara sederhana KAP melayani klien multinasional adalah dengan mengirim auditor dari kantor pusat untuk melayani klien di luar negeri. Pendekatan berbeda antara lain : 1) Pendekatan Koresponden (Pendekatan Tidak Langsung) Hubungan koresponden yang beragam tetapi dapat berkisaran dari sangat lemah untuk sangat kuat. Di salah satu ujung skala, koresponden lokal mungkin menjadi wakil yang malakukan pelayanan selama lebih dari satu perusahaan akuntansi. Pada ujung lain skala, hubungan koresponden yang sangat kuat mungkin ada dimana perusahaan lokal melakukan pelayanan ekslusif untuk satu perusahaaan asing publik. Kunci hubungan korespondensi adalah bahwa tidak ada hubungan resmi antara ekuitas perusahaan. Hubungan korespondensi kuat jika koresponden lokal memberi pelayanan eksklusif untuk satu KAP asing, koresponden lemah jika memberi pelayanan lebih dari satu KAP asing. 2) Pendekatan Cabang (Pendekatan Langsung) Pendirian cabang di LN yang mungkin terpisah dari induk. Pendekatan langsung datang dalam berbagi bentuk, dan salah satu yang telah paling umum digunakan adalah mendirikan cabang diluar negeri. Cabang–cabang ini mungkin badan hukum tersendiri yang menggunakan nama perusahaan orang tua. Home personil kantor 19 sering mengisi posisi penting sampai personil sering mengisi posisi penting dalam personil domestik dapat dilatih untuk mengambil alih, dan rekening domestik aturan daripada pengecualian di Negara–Negara industri. Persekutuan Global Apakah sebuah perusahaan audit memperluas hubungan luar negeri melalui koresponden yang kuat atau lemah, para mitra di Negara-negara lain tetap terpisah, organisasi otonom. Tidak semua perusahaan, yang memegang kendali ekuitas selama operasi yang sangat luas, kerjasama ini dibangun dengan saling menguntungkan dan pelayanan. Ada situasi dimana sebuah perusahaan audit disatu Negara memiliki operasi di Negara-negara lain, namun mereka adalah pengecualian dari aturan. Sebagian besar dari Big Six telah mengadakan kemitraan diseluruh dunia untuk mengintegrasikan operasi. Setiap kemitraan Negara mempertahankan identitas terpisah, melainkan suatu upaya kerjasama yang lebih kohesif ada diantara perusahaan melalui hubungan internasional. KAP di luar negeri ialah organisasi otonom, berdasar keuntungan dan pelayanan bersama. Terdapat perbedaan dalam latar belakang dan kemampuan dari akuntan publik di seluruh dunia. Namun, kebutuhan akan jasa audit meluas di luar batasbatas nasional. Disamping itu tidak ada standar audit yang berlaku umum di seluruh dunia atau persyaratan seragam untuk menjadi bersertifikat, namun perbedaan ini harus ditangani dengan audit dalam lingkungan global. Di Amerika Serikat terdapat lebih dari 45.000 kantor akuntan publik. Dari perusahaan-perusahaan tersebut terdapat perusahaan akuntan publik terbesar, awalnya disebut dengan Big Eight, kemudian dari 8 perusahaan tersebut ada yang melakukan merger sehingga menjadi Big 5, dan sekarang menjadi Big 4. Isu Operasional Persekutuan Global Ada beberapa isu yang membuat audit internal kegiatan operasi luar negeri lebih rumit dari audit domestik. Alpha Kendala yang paling jelas untuk melakukan audit internal yang efektif adalah bahasa. Auditor juga perlu menjadi akrab dengan budaya dan adat istiadat setempat, karena dapat mempengaruhi jumlah pekerjaan 20 yang diperlukan dalam audit. Alpha Keakraban ini dapat membantu untuk menjelaskan beberapa perilaku yang ditemui dan mungkin dapat berguna dalam perencanaan audit. Fungsi penting lainnya dari auditor internal adalah untuk memastikan bahwa perusahaan sesuai dengan Foreign Corrupt Practices Act, yang melarang perusahaan AS dari membayar suap kepada pejabat pemerintah asing untuk mendapatkan bisnis. Auditor internal perlu memastikan bahwa kontrol internal di tempat untuk memberikan keyakinan memadai bahwa pembayaran ilegal tidak dibuat. Alpha Auditor eksternal menghadapi masalah yang sama dengan auditor internal dalam menangani kegiatan usaha luar negeri dari klien mereka. Auditor eksternal dengan klien perusahaan multinasional harus memiliki keahlian dalam berbagai perangkat akuntansi keuangan aturan serta standar audit di berbagai yurisdiksi di mana klien mereka beroperasi. Isu-isu akuntansi yang diciptakan oleh perdagangan internasional adalah di akuntansi itu sendiri mencakup beberapa proses yang luas : 1. Pengukurаn adalah proses mengidentifikasikan, mengelompokkan, dan menghitung aktivitas ekonomi atau transaksi. Pengukuran ini memberikan masukan mendalam mengenai profitabilitas operasi suatu perusahaan dan kekuatan posisi keuangannya. 2. Pengungkapan adalah proses di mana pengiktisaran akuntansi dikomunikasikan kepada para pengguna yang diharapkan. Bidang ini memusatkan perhatian pada isu-isu seperti apa yang akan dilaporkan, kapan, dengan cara apa, dan kepada siapa. 3. Auditing adalah proses di mana kalangan protesional akuntansi khusus (auditor) melakukan atestasi (pengujian) terhadap keandalan proses pengukuran dan komunikasi. Apabila auditor internal adalah karyawan perusahaan yang bertanggung jawab kepada manajemen, maka auditor eksternal adalah pihak bukan karyawan yang bertanggung jawab untuk melakukan atestasi bahwa laporan keuangan perusahaan disusun menurut standar akuntansi yang berlaku umum. 21 Auditor dari korporasi multinasioanal besar ini memiliki waktu yang sangat sulit menyulap jasa perusahaan dengan benar. Kemampuan auditor untuk melakukan audit yang baik tergantung pada berbagai faktor. Beberapa dari mereka berhubungan dengan faktor spesifik untuk setiap lingkungan Negara, seperti praktek bisnis dan adat istiadat, mata uang asing, bahasa, dan jarak; pembatasan pada penggunaan nama perusahaan; pembatasan hak–hak pendiri dan dasar; pembatasan ruang lingkup praktek; pembatasan repatriasi biaya, royalti dan keuntungan; diskriminasi pajak, dan kontrol kualitas. Kemampuan auditor menghasilkan laporan audit yang baik bergantung pada beberapa faktor spesifik, antara lain : 1. Pembatasan penggunaan nama kantor akuntan 2. Pembatasan hak pendirian dan asosiasi 3. Pembatasan ruang lingkup praktek 4. Pembatasan upah yang dikirim ke kantor akuntan pusat 5. Diskriminasi pajak 6. Pengendalian mutu PROSES AUDIT Pertumbuhan pasar modal nasional dan internasional telah mengubah sorotan pada auditor sebagai link kredibilitas penting antara perusahaan dan investorkreditur luar tertarik pada pandangan, tujuan independen dari laporan keuangan perusahaan. Penggunaan auditor internasional menekankan bahwa audit standar dan praktek-praktek, seperti standar akuntansi dan praktek, sangat bervariasi dari satu negara ke negara.  Pedoman Sumber dan Syarat-syarat Standar auditing berasal dari sektor (pemerintah) publik, sektor swasta, atau kombinasi dari keduanya. Sumber pertama dari pengaruh-sektor publik adalah lazim di negara-negara berkembang di mana profesi akuntansi tidak terorganisir dengan baik atau cukup kuat. Pemerintah sering mengambil arahan dengan memasukkan syarat-syarat audit dan, pada tingkat lebih rendah, standar ke dalam hukum. Arahan ini juga terlihat di negara-negara industri seperti Jerman, yang legalistik dan preskriptif dan yang profesi audit secara historis dibentuk dan diatur 22 oleh hukum. Kasus Jerman menarik karena profesi akuntansi yang ada membuat rekomendasi mengenai standar audit yang kemudian dimasukkan ke dalam hukum oleh pemerintah. Suatu audit kepatuhan adalah salah satu yang dilakukan untuk menentukan apakah auditee mengikuti prosedur atau pedoman yang ditetapkan oleh otoritas yang lebih tinggi. Di Amerika Serikat, audit independen tahunan yang diperlukan perusahaan diperdagangkan di bursa nasional maupun perusahaan dengan lebih dari lima ratus pemegang saham dan aset lebih dari $5 juta. Namun, kebanyakan perusahaan besar lain audit, dan banyak bank dan lembaga regulasi memerlukan mereka. Di Kanada, perusahaan publik, perusahaan swasta memenuhi test tertentu ukuran, kota, universitas, rumah sakit, dan kebanyakan organisasi nirlaba yang diperlukan untuk diaudit. Sebagai contoh kelonggaran, di Argentina audit independen diperlukan oleh hukum Perusahaan Argentina hanya dalam kasus luar biasa.  Perbedaan Standar Audit Ada banyak alasan mengapa standar audit yang bervariasi dari satu negara ke negara. Di Amerika Serikat dan Inggris, ada berbasis luas pasar modal dan sangat berkualitas profesi akuntansi. Pasar modal mengharuskan laporan keuangan diverifikasi secara independen, dan profesi telah dikembangkan dan disempurnakan standar audit dari waktu ke waktu. Udara skeptisisme telah mendorong tes cukup kaku. Budaya sering memainkan peran juga. Di Jepang, deposito bank dan hutang diperoleh dari perusahaan dan bukan oleh konfirmasi independen karena yang terakhir akan menunjukkan ketidakpercayaan terlalu banyak di karyawan perusahaan, yang bisa berarti kehilangan muka.  Opini audit Pada tahun 1983, The IFAC, global yang didirikan untuk memperkuat profesi akuntansi di seluruh dunia, yang dikeluarkan International Audit Pedoman 13, Laporan Auditor Laporan Keuangan, yang berisi sejumlah item dan kunci harus dimasukkan dalam laporan audit yang baik. Elemen dasar laporan auditor adalah sebagai berikut : 1) Judul 23 2) Penerima-untuk siapa laporan audit yang diterbitkan 3) Membuka atau ayat identifikasi-pengantar dari laporan keuangan yang diaudit dan pernyataan tanggung jawab manajemen entitas dan tanggung jawab auditor. 4) Lingkup ayat-referensi dengan standar yang relevan dan deskripsi pekerjaan yang dilakukan auditor 5) Opini ayat 6) Tanggal laporan 7) Auditor alamat, dan 8) Auditor tanda tangan Harmonisasi Standar Audit The IFAC terlibat harmonisasi standar audit dan praktek. Ini tumbuh dari Komite Koordinasi Internasional untuk Profesi Akuntansi (ICCAP), yang diselenggarakan pada tahun 1972 pada Kongres Internasional Akuntan di Sydney, Australia. Tujuan pembentukan ICCAP adalah untuk meletakkan dasar bagi organisasi formal lebih untuk membantu pembentukan Komite Standar Akuntansi Internasional (IASC) pada tahun 1973 dan IFAC di Munich pada tahun 1977 Kongres Internasional. Keanggotaan IFAC adalah terdiri dari wakil-wakil dari 113 badan akuntansi nasional profesional dari berbagai negara delapan puluh. Anggota badan-badan ini mewakili lebih dari 1,2 juta akuntan. Untuk mencapai tujuan aslinya, yang IFAC terdiri dari lima komite utama: Komite Pendidikan, Komite Etika, Keuangan dan Akuntansi Manajemen, Komite Audit Praktek Internasional Komite, dan Komite Sektor Publik. Selain itu, IFAC telah membentuk gugus tugas berbagai, termasuk gugus tugas pada negara-negara berkembang, GAAT, teknisi akuntansi, dan kewajiban auditor. The IFAC juga mengkoordinasikan kegiatan organisasi beberapa daerah: yang Interamerican Ikatan Akuntan, yang telah dua puluh sembilan badan anggota di dua puluh tiga negara, Federasi des Ahli Kompatibel Europeens, yang memiliki tiga puluh lima mayat anggota dalam dua puluh satu negara; yang Timur Tengah dan Afrika Selatan Federasi Akuntan, yang memiliki badan anggota enam belas di empat belas negara; 24 dan Konfederasi Akuntan Asia dan Pasifik, yang memiliki tiga puluh satu badan anggota di 23 negara. Beberapa mungkin mempertanyakan nilai berpartisipasi dalam upaya untuk menghasilkan standar auditing yang diterima secara internasional. Namun, mungkin lebih mudah untuk mengembangkan standar auditing daripada untuk mengembangkan standar akuntansi dan praktek yang dapat diterima karena bekas dapat digunakan sebagai alat untuk memverifikasi keakuratan dan keandalan yang terakhir. Selain itu, ada tujuh manfaat utama dari mengembangkan dan menerapkan standar auditing yang diterima secara internasional : (1) Keberadaan dari satu set standar auditing internasional, yang dikenal sebagai ditegakkan, akan memberikan pembaca laporan audit yang diproduksi di negaranegara lain keyakinan dibenarkan menurut auditor. Dengan demikian pinjaman kredibilitas kerja auditor asing mereka memungkinkan auditor yang dapat memberikan kredibilitas atas laporan keuangan atas nama pelaporan. (2) Standar auditing internasional akan memperkuat manfaat yang sudah mengalir dari adanya standar akuntansi internasional dengan menyediakan pembaca dengan jaminan yang lebih besar bahwa standar-standar akuntansi yang dipatuhi. (3) Dengan menambahkan kekuatan untuk standar akuntansi internasional, standar audit internasional akan membantu pembaca dalam membuat perbandingan keuangan internasional. (4) Standar auditing internasional akan memberikan insentif lebih lanjut untuk meningkatkan dan memperluas serangkaian standar akuntansi internasional. (5) Keberadaan standar audit internasional akan membantu aliran modal investasi, terutama untuk daerah tertinggal. (6) Pengembangan serangkaian standar internasional akan membuat lebih mudah bagi negara berkembang untuk menghasilkan standar auditing dalam negeri, dan ini akan menguntungkan mereka. (7) Audit yang efektif dan kredibel sangat diperlukan dalam semua kasus dimana ada pemisahan antara manajemen (yang menghasilkan laporan keuangan) dan luar (yang menggunakan laporan). Kebutuhan adalah semua semakin besar dalam hal MNEs karena manajemen dipisahkan dari orang luar dengan perbedaan yang lebih besar dalam budaya, sistem politik dan ekonomi, batas- 25 batas geografis, dan sejenisnya. Dengan demikian, standar audit internasional, dalam hal ini, bahkan lebih penting daripada yang nasional. Bahkan jika IFAC tidak mampu menyelaraskan standar audit dan praktek, pasar modal global pada akhirnya dapat mencapai hal yang sama. Sebagai pencarian perusahaan-perusahaan besar dunia untuk modal, mereka akan harus diaudit oleh salah satu perusahaan audit global, dan perusahaan-perusahaan akan meningkatkan tingkat standar audit dan praktek-praktek di seluruh dunia melalui koresponden mereka dan hubungan ekuitas. Akhirnya, praktek-praktek yang sama yang kemungkinan akan diterapkan untuk praktek nasional masing-masing. 26 DAFTAR PUSTAKA AGUSTIN, R. (2010). Analisis Hubungan Antara Kinerja Ekonomi Dan Kinerja Lingkungan Dengan Alokasi Dana CSR Pada Perusahaan Ekstraktif (Doctoral dissertation, UNIVERSITAS DIPONEGORO). Choi & Mueller. Akuntansi Internasional (terjemahan Indonesia), buku dua edisi kedua: Salemba Empat 1999. Eko Suwardi. 2000. Akuntansi Internasional, Edisi Pertama. Yogyakarta : BPFE Yogyakarta. Hartono, D. F., & Nugrahanti, Y. W. (2014). Pengaruh Mekanisme Corporate Governance Terhadap Kinerja Keuangan Perusahaan Perbankan. Dinamika Akuntansi Keuangan dan Perbankan, 3(2). Miraceti, K. (2011). Pengaruh Peran Dan Tanggung Jawab Auditor Internal Terhadap Peningkatan Efektivitas Sistem Pengendalian Internal. Putri, I. C. (2010). Pengaruh Penerapan Manajemen Risiko Perbankan Dan Penerapan Audit Internal Terhadap Kebijakan Pemberian Kredit. Septriani, Y. (2012). Pengaruh Independensi Dan Kompetensi Auditor Terhadap Kualitas Audit, Studi Kasus Auditor Kap Di Sumatera Barat. Jurnal Akuntansi & Manajemen, 7(2), 78-100. Solikhah, B., & Winarsih, A. M. (2016). Pengaruh Liputan Media, Kepekaan Industri, Dan Struktur Tata Kelola Perusahaan Terhadap Kualitas Pengungkapan Lingkungan. Jurnal Akuntansi dan Keuangan Indonesia, 13(1), 1-22. http://wartawarga.gunadarma.ac.id/2012/04/resume-akuntansi-internasional-5-8/, diakses pada tanggal 09 Maret 2018. 27

Judul: Akuntansi Internasional " Akuntansi Manajemen Internasional " Kelompok 11

Oleh: Nonik Kartika

Ikuti kami