Akuntansi Internasional

Oleh Yossy Andreas

26 tayangan
Bagikan artikel

Transkrip Akuntansi Internasional

AKUNTANSI INTERNASIONAL

Disusun oleh:
Kelompok 4
Kelas FAP
Nur Salamah

(1210210045)

Putri Mulyaningsih

(1210210142)

Rifa Widianti

(1210210178)

Sari Indriyani

(1210210182)

Rahma Shinta N.

(1210210219)

FAKULTAS EKONOMI
JURUSAN AKUNTANSI
UNIVERSITAS PANCASILA
2013

A. 3 BURSA EFEK DUNIA
1. Tokyo Stock Exchange
Tokyo Stock Exchange, TSE adalah bursa saham yang terletak di Tokyo,
Jepang. Didirikan pada 15 Mei 1878, dan perdagangan dimulai di sana pada 1 Juni pada
tahun yang sama. Bursa ini ditutup selama Perang Dunia II; setelah pengorganisasian
kembali, perdagangan dilanjutkan pada 16 Mei 1949. Pada 18 Januari 2006, akibat
dugaan penggelapan uang di perusahaan Internet besar bernama Livedoor, terjadi
penjualan saham besar-besaran yang mengakibatkan TSE untuk pertama kalinya ditutup
lebih awal karena volume perdagangan pada hari tersebut telah mencapai jumlah yang
hampir melampaui kapasitas sistem komputer di TSE sebesar 4,5 juta perdagangan per
hari.
Jepang sebagai Negara kepulauan dan Negara maju memiliki 3 bursa efek dari
sebelum perang dunia kedua (1940-1945) yaitu di Tokyo, Osaka dan Nagoya. Setelah
perang usai bermunculan bursa efek baru menajdi 9 bursa efek. Jepang dengan kondisi
hancur lebur setelah perang dunia kedua, cepat pulih dengan mobilisasi dana masyarakat
melalui bursa efek di Fukuoka, Hirosima, Niigata, Kyoto dan Sapporo. Jepang juga
mendirikan pasar ketiga atau over the counter di Tokyo tahun 1941 yang diberi nama
Japan Securities Dealers Association (JSDA).
Sistem perdagangan bursa efek di kota tersebut mengikuti system perdagangan
di Tokyo Stock Exchange yaitu investor jual dan investor beli melakukan order kepada
broker efek, kemudian broker efek meneruskan order kepada saitori, yaitu petugas bursa
yang bertugas mempertemukan order jual dan order beli. Perdagangan efek dilakukan di
trading floor bursa efek oleh para broker dan saitori. Selain itu, investor juga dapat
memesan melalui kantor-kantor broker efek yang terletak di luar gedung bursa yang akan
meneruskan order investor tersebut kepada floor tradernya yang ada di trading floor bursa
efek.
2. Bursa Efek Indonesia (BEI)
Bursa Efek Indonesia (disingkat BEI, atau Indonesia Stock Exchange (IDX))
merupakan bursa hasil penggabungan dari Bursa Efek Jakarta (BEJ) dengan Bursa Efek
Surabaya (BES). Demi efektivitas operasional dan transaksi, Pemerintah memutuskan
untuk menggabung Bursa Efek Jakarta sebagai pasar saham dengan Bursa Efek Surabaya
sebagai pasar obligasi dan derivatif. Bursa hasil penggabungan ini mulai beroperasi pada
1 Desember 2007.

BEI menggunakan sistem perdagangan bernama Jakarta Automated Trading
System (JATS) sejak 22 Mei 1995, menggantikan sistem manual yang digunakan
sebelumnya. Sejak 2 Maret 2009 sistem JATS ini sendiri telah digantikan dengan sistem
baru bernama JATS-NextG yang disediakan OMX.
Pada dasarnya penyusunan laporan keuangan perusahaan dimaksudkan
sebagai alat bantu bagi manajemen (intern) untuk mengetahui kondisi keuangan sehingga
dapat menentukan kebijakan keuangan secara tepat.Sedangkan bagi pihak luar
(pemodal,maupun kreditur)laporan keuangan dapat dipakai sebagai alat untuk
pengambilan keputusan dalam melakukan investasi.
Jenis Laporan Keuangan
Laporan Keuangan yang lengkap terdiri dari atas 5 (lima) bagian, yaitu :
a) Neraca
b) Laporan Laba Rugi
c) Laporan Arus Kas
d) Laporan Perubahan Modal
e) catatan atas Laporan Keuangan.
Ketentuan Pelaporan Keuangan
Penyajian laporan keuangan di pasar modal mengacu kepada peraturan
Bapepam dan peraturan BEI,yaitu :
a) Peraturan BAPEPAM nomor X.K.2. tentang kewajiban penyampaian laporan
keuangan berkala.
b) Peraturan BAPEPAM nomor VIII.G.7. tentang pedoman penyajian laporan keuangan.
c) Peraturan BAPEPAM nomor VIII.G.11. tentang tanggung jawab direksi atas laporan
keuangan.
d) Surat edaran BAPEPAM tentang pedoman penyajian dan pengungkapan laporan
keuangan Emitan atau Peruasahaan Publik.
e) Peraturan Pencatatan BEI nomor I-E tentang kewajiban Penyampaian informasi.
3. NASDAQ
NASDAQ, aslinya sebuah singkatan untuk National Association of Securities
Dealers Automated Quotations, adalah sebuah bursa saham yang dioperasikan oleh
National Association of Securities Dealers. Ketika memulai perdagangan pada 4 Februari
1971, NASDAQ merupakan bursa saham elektronik pertama di dunia.

Sejak 1999, ia adalah bursa saham terbesar di Amerika Serikat dengan lebih
dari setengah jumlah perusahaan yang diperdagangkan di AS dicatat di sini. NASDAQ
terdiri dari NASDAQ National Market dan NASDAQ SmallCap Market. Bursa utamanya
terletak di Amerika Serikat, dengan cabang di Kanada dan Jepang. NASDAQ juga
mempunyai asosiasi dengan bursa saham di Hong Kong dan Eropa.
Pada 17 Juli 1995 NASDAQ ditutup pada level di atas 1.000 poin untuk
pertama kalinya. Puncaknya terjadi pada 10 Maret 2000, di mana indeks mencapai
5048,62 poin. NASDAQ ditutup dari 11 hingga 14 September 2001 akibat terjadinya
Serangan Teroris 11 September 2001.mBursa NASDAQ dimiliki oleh NASDAQ OMX
Group, yang juga memiliki jaringan bursa efek OMX.
B. SISTEM AKUNTANSI INTERNASIONAL DI TIGA NEGARA
1. JEPANG
Akuntansi dan pelaporan keuangan di Jepang mencerminkan gabungan
berbagai pengaruh domestic dan internasional. Dua badan pemerintah yang terpisah
bertanggung jawab atas regulasi akuntansi dan hukum pajak penghasilan perusahaan di
Jepang memiliki pengaruh lebih lanjut pula. Pada paruh pertama abad ke-20, pemikiran
akuntansi mencerminkan pengaruh Jerman; pada paruh kedua, ide-ide dari AS yang
berpengaruh. Akhir-akhir ini, pengaruh badan Badan Standar Akuntansi Internasional
mulai dirasakan dan pada tahun 2001 perubahan besar terjadi dengan pembentukan
organisasi sector swasta sebagai pembuat standar akuntansi.
Regulasi dan Penegakkan Aturan Akuntansi
a) Pemerintah nasional masih memiliki pengaruh paling signifikan terhadap akuntansi di
Jepang. Regulasi akuntansi didasarkan pada tiga undang-undang : Hukum Komersial,
Undang-undang Pasar Modal dan Undang-undang Pajak Penghasilan Perusahaan.
Hukum komersial diatur oleh kementerian Kehakiman (MOJ). Hukum tersebut
merupakan inti dari regulasi akuntansi di Jepang dan yang paling memiliki pengaruh
besar. Dikembangkan dari hukum komersial Jerman, hukum yang awal di berlakukan
pada tahun 1980, tetapi baru dilaksanakan tahun 1899. Perlindungan terhadap kreditor
dan pemegang saham merupakan prinsip utama dengan ketergantungan yang sangat
jelas atas pengukuran biaya historis. Pengungkapan atas kelayakan kredit dan
ketersediaan laba untuk pembagian dividen juga sama pentingnya. Seluruh
perusahaan yang didirikan diwajibkan untuk memenuhi provisi akuntansi, yang

dimuat dalam aturan-aturan menyangkut neraca, laporan laba rugi, laporan usaha dan
skedul pendukung perusahaandengan kewajiban terbatas
b) Perusahaan milik public harus memenuhi ketentuan lebih lanjut dalam Undangundang Pasar Modal (SEL) yang diatur oleh Kementerian Keuangan. SEL dibuat
berdasarkan Undang-undang Pasar Modal AS dan diberlakukan terhadap Jepang oleh
AS selama masa pendudukan setelah perang dunia II. Tujuan utama SEL adalah untuk
memberikan informasi dalam pengambilan keputusan investasi. Meskipun SEL
mewajibkan laporan keuangan dasar yang sama seperti hukum komersial,
terminology, bentuk dan isi laporan keuangan didefinisikan secara lebih spesifik oleh
SEL; beberapa pos laporan keuangan direklasifikasikan untuk keperluan penyajian
dan detail tambahan diberikan. Namun laba bersih dan ekuitas pemegang saham tetap
sama menurut Hukum Komersial dan SEL.
c) Dewan Pertimbangan Akuntansi Usaha (BADC) merupakan lembaga penasehat
khusus bagi kementerian keuangan yang bertanggung jawab untuk mengembangkan
standar akuntansi sesuai dengan SEL. BADC dapat dikatakan merupakan sumber
utama PABU di Negara Jepang sekarang ini. Tetapi BADC tidak dapat mengeluarkan
standar yang berbeda dengan hukum komersial. Para anggota BADC diangkat oleh
kementerian keuangan dan bekerja paruh waktu. Mereka berasal dari kalangan
akademisi, pemerintahan, lingkaran bisnis serta anggota Institut Akuntan Publik
Bersertifikat di Jepang (JICPA).
Perubahan besar dalam penetapan standar akuntansi di Jepang terjadi pada
tahun 2001dengan pembentukan Badan Standar Akuntansi Jepang (ASBJ) dan
lembaga pengawas yang terkait dengannya yang dikenal sebagai Lembaga Akuntansi
Keuangan (FASF). Sebagai organisasi sector swasta yang independen, ASBJ
diharapkan akan menjadi lebih kuat dan lebih transparan dan tidak terlalu terpengaruh
oleh tekanan politik dan bertujuan khusus, bila dibandingkan dengan BADC. ASBJ
bekerja sama dengan IASB dalam mengembangkan IFRS.
Pelaporan Keuangan
Perusahaan yang didirikan menurut hukum komersial diwajibkan
untuk menyusun laporan wajib yang harus mendapat persetujuan dalam rapat tahunan
pemegang saham yang berisi :neraca, lapioran laba rugi, laporan usaha, proposal atas
penentuan

penggunaan

(apropriasi)

laba

di

tahan,

skedul

pendukung.

Catatan yang menyertai neraca dan laporan laba rugi menjelaskan kebijakan akuntansi
dan memberikan detail pendukung . Laporan usaha berisi garis besar usaha dan
informasi mengenai operasi, posisi keuangan dan hasil operasi. Sejumlah skedul
pendukung juga wajib dibuat, terpisah dari catatan atas laporan keuangan, yang
meliputi:
a) Perubahan dalam modal saham dan cadangan wajib
b) Perubahan dalam obligasi dan utang jangka panjang dan jangka pendek
c) Perubahan dalam aktiva tetap dan akumulasi depresiasi
d) Aktiva dalam penjaminan
e) Jaminan utang
f) Perubahan dalam provisi
g) Jumlah yang terutang kepada dan yang tertagih dari pemegang saham pengendali
h) Kepemilikan ekuitas dalam anak perusahaan dan jumlah lembar saham
perusahaan yang dimiliki oleh anak perusahaan tersebut.
i) Piutang yang berasal dari anak perusahaan
j) Transaksi dengan direktur, auditor wajib, pemegang saham pengendali
dan pihak ketiga yang menimbulkan konflik kepentingan
k) Remunerasi

yang

dibayarkan

kepada

direktur

dan

auditor

wajib

Informasi ini disusun untuk satu tahun tunggal berdasarkan suatu induk
perusahaan dan diaudit oleh auditor wajib. Hukum komersial tidak mengharuskan
laporan arus kas.
Kebanyakan praktik akuntansi dilaksanakan dalam beberapa tahun
terakhir sebagai akibat dari Perubahan Besar dalam Akuntansi. Perubahanperubahan terakhir ini meliputi:
a) Mengharuskan

perusahaan

yang

mencatatkan

sahamnya

untuk

membuatlaporan arus kas
b) Memperluas jumlah anak perusahaan yang dikonsolidasikan berdasarkan
kendali yang dimiliki dan bukan persentase kepemilikan
c) Memperluas jumlah perusahaan afiliasi yang dicatat dengan menggunakan
metode ekuitas berdasarkan pengaruh signifikan dan bukan pada persentase
kepemilikan
d) Menilai investasi dalam surat berharga sebesar harga pasar dan bukan
biaya perolehan

e) Provisi penuh atas kewajiban tangguhan
f) Akrual

penuh

atas

pensiun

dan

kewajiban

pension

lainnya.

Akuntansi di Jepang sedang dibentuk ulang agar sesuai dengan IFRS.
2. INDONESIA
Berdasarkan sejarah, sistem akuntansi Indonesia didasari oleh sistem
akuntansi Belanda sebagai hasil dari pengaruh Belanda di negeri ini. Tetapi, ikatan antara
kedua negara rusak pada pertengahan tahun 1900. Indonesia berubah mengikuti praktik
akuntansi AS. IAI didirikan pada tahun 1959 untuk membimbing akuntan Indonesia. Pada
tahun 1970 IAI membuat kode dan diadopsi oleh prinsip dan dasar akuntansi berdasarkan
GAAP Aspada waktu itu. Sistem akuntansi Indonesia berfokus kepada informasi yang
dibutuhkan oleh investor diatas permintaan pemerintah. Pada tahun 1974, IAI membuat
komite standar akuntansi keuangan untuk membuat standar keuangan.Indonesia telah
membuat perkembangan ekonomi yang bagus pada dekade yang lalu. Tetapi krisis
fiansial asia membuat negara ini menuju ke arah kemiskinan. Sejak krisis, Indonesia telah
melakukan beberapa perubahan sosial dan politik. Yang menghasilkan perubahan
substansial dan merubah drajat kemakmuran sperti sebelum krisis.Pada tahun 1994,
komite standar akuntansi keangan direkonstruksi sebagai aturan standar akuntansi yang
lebih independen atas IAI, sekarang DSAK bekerja untuk mengharmonisasi standar
akuntansi indonesia dengan IFRS.
3. AMERIKA SERIKAT
Sitem akuntansi di Amerika Serika sangat mirip dengan di Inggris, mungkin
ini sebagai dampak dari sejarah dan hubungan investasi diantara kedua negara tersebut.
Sama halnya dengan bahasa dan sistem hukum dari Amerika Serikat yang berasal dari
Inggris, jadi sebagai bapak pendiri sistem akuntansi amerika serikat, termasuk pelopor
seperti Arthur Young (lulusan universitas Glasgow tahun 1880-an). Meskipun demikian
Amerika Serikat lebih banyak mengadaftasikan dibandingkan dengan menerima tradisi
akuntansi Inggris.
Di Amerika Serikat, akuntansi lebih fokus pada perusahaan besar dan
ketertarikan investor, kebutuhan kreditor dan pengguna yang lainnya. Informasi yang
relevan untuk kebutuhan bisnis adalah subyek puncak untuk batasan kemampuan
kembali.

Pasar sekuritas berpengaruh dominan terhadap peraturan akuntansi di Amerika
Serikat. Keamanan dan perlindungan investor diatur dan diwajibkan pada tingkat
pemerintah federal di bawah Securites Act of 1933 dan Securities Act of 1934.
The Securites and Exchange Commision (SEC) didirikan dengan toritas yang
sah untuk mewajibkan hukum dan rumus sekuritas sama halnya dengan mewajibkan
standar akuntansi. Meskipun, SEC diperkenalkan sebagai otoritas prinsip-prinsip
akuntansi diterima umum ( Generally Aceppted Accounting Principles/GAAP) yang
dijadikan standar oleh Financial Accounting Standards Board (FASB), yang didirikan
pada tahun 1973. FASB merupakan pendekatan yang sangat terbuka untuk seting standar
yang dikenal sebagai operasi “in the sunshine” Semua pertemuan terbuka untuk umum,
dan berbagai opini dicari dalam kerumitan “due process” untuk memastikan bahwa
kepentingan publik telah dilayani dengan baik. Untuk membantu merumuskan standarstandar baru dan meningkatkan yang telah ada. FASB telah mengembangkan konsep
kerangka kerja yang eksplist mengenai objektivitas dan kualitas karakteristik untuk
pelaporan keuangan. FASB mengumumkan Statement of Financial Accounting Standards
(SFAS). Standar FASB sangat detail dan juga banyak perbandingan, contohnya Standar
Inggris.
Akuntansi di Amerika Serikat diatur oleh Badan Sektor Swasta (Badan
Standar Akuntansi Keuangan, atau Financial Accounting Standards Boardi – FSAB),
namun sebuah lembaga pemerintah (Komisi Pengawas Pasar Modal atau Securities
Exchange Commission – SEC) juga memiliki kekuasaan untuk menerapakan standarnya
sendiri. Hingga tahun 2002 Institut Amerika untuk Akuntan Publik bersertifikat, badan
sektor swasta lainnya, menetapkan Standar Auditing. Pada tahun itu Badan Pengawas
Akuntansi Perusahaan Publik didirikan dengan kekuasaan yang luas untuk mengatur audit
dan auditor perusahaan publik. Perusahaan di AS dibentuk berdasarkan hukum negara
bagian, bukan hukum federal. Setiap negara bagian memiliki hukum perusahaannya
sendiri. Secara umum, hukum berisi ketentuan minimal atas pencatatan akuntansi dan
penerbitan laporan keuangan secara periodik. Banyak hukum perusahaan ini yang tidak
ditegakkan secara ketat, dan laporan yang diserahkan kepada badan-badan lokal sering
kali tidak tersedia untuk publik. Karenanya, ketentuan pelaporan keuangan dan audit
tahunan secara realitas hanya tedapat pada tingkat federal, seperti yang ditentukan oleh
SEC. SEC memiliki kekuasaan atas perusahaan-perusahaan yang mencatatkan sahamnya
pada bursa-bursa efek AS dan perusahaan yang sahamnya diperdagangkan over the
counter. Perusahaan dengan kewajiban terbatas lainnya tidak menghadapi ketentuan wajib

untuk pelaporan keuangan, sehingga menbuata Amerika Serikat terlihat tidak normal
menurut Standar Internasional. Laporan keuangan yang seharusnya dibuat oleh perusahan
di Amerika Serikat meliputi komponen:
a) Laporan manajemen
b) Laporan auditor independen
c) Laporan keuangan utama ( laporan laba rugi, lapooran arus kas, laporan
laba komprehensif, dan laporan ekuitas pemegang saham)
d) Diskusi manajemen dan analisis atau hasil operasi dan kondisi keuangan
e) Pengungkapan

atas

kebijakan

akuntansi

dengan

pengaruh

paling

penting

terhadap lapopran keuangan.
f) Catatan atas laporan keuangan
g) Perbandingan data keuangan tertentu selama lima atausepuluh tahun
h) Data kuartal terpilih
Laporan keuangan konsolidasi bersifat wajib dan laporan keuangan AS yang
diterbitkan biasanya tidak memuat hanya laporan induk perusahaan saja. Aturan
konsolidasi mengharuskan seluruh anak perusahaan yang dikendalikan (yaitu dengan
kepemilikan yang melebihi 50% dari saham dengan hak suara) harus dikonsolidasikan
secara penuh, walaupun operasi anak perusahaan tersebut tidak homogen. Laporan
keuangan intern (kwartalan) diwajibkan untuk perusahaan yang sahamnya tercatat pada
bursa efek utama. Laporan ini biasanya hanya berisi laporan keuangan ringkas yang tidak
diaudit dan komentar manajemen secara singkat.
Pengukuran akuntansi
Pengukuran dengan dasar akrual sangat luas dan pengakuan transaksi dan
peristiwa sangat bergantung pada konsep penandingan. Jika perubahan dalam praktik atau
prosedur terajadi, maka perubahan dan pengaruhnya harus diungkapkan. Penggabungan
usaha harus dicatat sebagai sebuah pembelian.G oodwill dikapitalisasi sebagai perbedaan
antara nilai wajar pemberian yang diberikan dalam pertukaran dan nilai wajar aktifa
bersih yang diperoleh (termasuk aktifa tidak berwujud lainnya).Goodwill tersebut harus
dikaji ulang terhadap penurunan nilai tiap tahunnya dan dihapus bukukan dan dibebankan
ke dalam laba jika nilai bukunya melebihi nilai wajarnya. Translasi mata uang asing
mengikuti ketentuan dalam SFAS NO. 52, yang menggunakan mata uang fungsional anak
perusahaan luar negeri untuk menentukan metodologi translasi.

C. IFRS
Pengertian IFRS
IFRS
oleh International

merupakan

standar

Accounting

akuntansi

Standard

internasional

Board (IASB).

yang

diterbitkan

Standar

Akuntansi

Internasional (International Accounting Standards/IAS) disusun oleh empat organisasi
utama dunia yaitu :
a) Badan Standar Akuntansi Internasional (IASB)
b) Komisi Masyarakat Eropa (EC)
c) Organisasi Internasional Pasar Modal (IOSOC)
d) Akuntansi Internasioanal (IFAC)
Badan Standar Akuntansi Internasional (IASB) yang dahulu bernama Komisi
Standar Akuntansi Internasional (AISC), merupakan lembaga independen untuk
menyusun standar akuntansi. Organisasi ini memiliki tujuan mengembangkan dan
mendorong penggunaan standar akuntansi global yang berkualitas tinggi, dapat dipahami
dan dapat diperbandingkan.
Penerapan IFRS
Semua persiapan ke arah sana harus diselesaikan karena ini akan dimulai pada
1 Januari 2012. Coba dilihat dampak pada biayanya karena pengalihan standar akan
menyebabkan timbulnya ongkos tambahan,” ungkap Menteri Keuangan Sri Mulyani
Indrawati di Jakarta, Rabu (5/5), saat menjadi pembicara kunci dalam seminar ”IFRS,
Penerapan dan Aspek Perpajakannya”.
Menurut Sri Mulyani, konvergensi akuntansi Indonesia ke IFRS perlu
didukung agar Indonesia mendapatkan pengakuan maksimal dari komunitas internasional
yang sudah lama menganut standar ini.
”Kalau standar itu dibutuhkan dan akan meningkatkan posisi Indonesia sebagai negara
yang bisa dipercaya di dunia dengan tata kelola dan pertanggungjawaban kepada rakyat
dengan lebih baik dan konsisten, tentu itu perlu dilakukan,” ujarnya.
Selain IFRS, kutub standar akuntansi yang berlaku di dunia saat ini adalah
United States General Accepted Accounting Principles (US GAAP). Negara-negara yang
tergabung di Uni Eropa, termasuk Inggris, menggunakan International Accounting
Standard (IAS) dan International Accounting Standard Board (IASB).
Setelah berkiblat ke Belanda, belakangan Indonesia menggunakan Pernyataan
Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) yang disusun oleh Ikatan Akuntan Indonesia (IAI).

Mula-mula PSAK IAI berkiblat ke Amerika Serikat dan nanti mulai tahun 2012 beralih
ke IFRS.
IFRS (Internasional Financial Accounting Standard) adalah suatu upaya untuk
memperkuat arsitektur keungan global dan mencari solusi jangka panjang terhadap
kurangnya transparansi informasi keuangan. Tujuan IFRS adalah :memastikan bahwa
laporan keungan interim perusahaan untuk periode-periode yang dimaksukan dalam
laporan keuangan tahunan, mengandung informasi berkualitas tinggi yang :
a) transparansi bagi para pengguna dan dapat dibandingkan sepanjang peiode yang
disajikan
b) menyediakan titik awal yang memadai untuk akuntansi yang berdasarkan pada IFRS
c) dapat dihasilkan dengan biaya yang tidak melebihi manfaat untuk para pengguna
Struktur IFRS
International Financial Reporting Standards mencakup:
a) International Financial Reporting Standards (IFRS) – standar yang diterbitkan setelah
tahun 2001
b) nternational Accounting Standards (IAS) – standar yang diterbitkan sebelum tahun
2001
c) Interpretations yang diterbitkan oleh International Financial Reporting Interpretations
Committee (IFRIC) – setelah tahun 2001
d) Interpretations yang diterbitkan oleh Standing Interpretations Committee (SIC) –
sebelum tahun 2001
Konversi PSAK ke IFRS
Sesuai dengan roadmap konvergensi PSAK ke IFRS (International Financial
Reporting Standart) maka saat ini Indonesia telah memasuki tahap persiapan akhir (2011)
setelah sebelumnya melalui tahap adopsi (2008 – 2010). Hanya setahun saja IAI (Ikatan
Akuntan Indonesia) menargetkan tahap persiapan akhir ini, karena setelah itu resmi per 1
Januari 2012 Indonesia menerapkan IFRS.
Dengan adanya standar global tersebut memungkinkan keterbandingan dan
pertukaran informasi secara universal. Konvergensi IFRS dapat meningkatkan daya
informasi dari laporan keuangan perusahaan-perusahaan yang ada di Indonesia. Adopsi
standar internasional juga sangat penting dalam rangka stabilitas perekonomian.

Manfaat dari program konvergensi IFRS diharapkan akan mengurangi
hambatantan-hambatan investasi, meningkatkan transparansi perusahaan, mengurangi
biaya yang terkait dengan penyusunan laporan keuangan, dan mengurangi cost of capital.
Sementara tujuan akhirnya laporan keuangan yang disusun berdasarkan Standar Akuntansi
Keuangan (SAK) hanya akan memerlukan sedikit rekonsiliasi untuk menghasilkan laporan
keuangan berdasarkan IFRS.
Konvergensi IFRS tahun 2012 adalah merevisi PSAK agar sesuai dengan
IFRS versi 1 Januari 2009 yang berlaku efektif tahun 2011/2012 dan konvergensi IFRS di
Indonesia dilakukan secara bertahap.
Manfaat Konvergensi IFRS
1. Memudahkan pemahaman atas laporan keuangan dengan penggunaan Standar
Akuntansi keuangan yang dikenal secara internasional
2. Meningkatkan arus investasi global melalui transparansi
3. Menurunkan modal dengan membuka peluang fund raising melalui pasar modal secara
global.
4. Meningkatkan kualitas standar akuntansi keuangan (SAK).
5. Mengurangi biaya SAK.
6. Meningkatkan kredibilitas dan kegunaan laporan keuangan.
7. Meningkatkan komparabilitas pelaporan keuangan.
8. Meningkatkan transparansi keuangan.
9. Menurunkan biaya modal dengan membuka peluang penghimpunan dana melalui pasar
modal.
10. Meningkatkan efisiensi penyusunan laporan keuangan.

Judul: Akuntansi Internasional

Oleh: Yossy Andreas


Ikuti kami