Akuntansi Internasional

Oleh Anii Masrianiode

18 tayangan
Bagikan artikel

Transkrip Akuntansi Internasional

BAB 1 DIMENSI INTERNASIONAL AKUNTANSI
PENGANTAR
Akuntansi merupakan sistem informasi organisasi baik bisnis maupun nonbisnis yang fungsinya menyajikan informasi keuangan untuk pihak-pihak
yang berkepentingan.
PERKEMBANGAN ILMU AKUNTANSI
Akuntansi continental berkembang di Jerman, Eropa Timur, Perancis. Ciri utama akuntansi continental adalah bersifat sangat konservatif dan lebih
tertutup.
Akuntansi anglosaxon lebih bersifat transparan dan kurang konservatif. Akuntansi anglosaxon dipakai dinegara Inggris, Amerika Serikat, negara bekas
jajahan Inggris (Commonwealth Nations) seperti Malaysia, Pakistan, India, Australia, New Zealand, Hong Kong, Afrika Selatan, Nigeria dan Singapura.
Pihak yang berkempentingan dalam penyusunan laporan keuangan terdiri dari 2 yaitu:
1. Pihak internal : manajemen perusahaan.
2. Pihak eksternal : investor, calon investor, kreditor, pemerintah dan pihak lainnya.
PERBEDAAN SISTEM AKUNTANSI
Beberapa aspek yang menyebabkan terjadinya perbedaan akuntansi didunia antara lain :
1. Faktor pertumbuhan ekonomi
Semakin pesat pertumbuhan ekonomi semakin berkembang kegiatan bisnis dengan demikian juga semakin besar tuntutan informasi akuntansi
perusahaan dari pemakai informasi. Tuntutan tersebut menyakup kualitas dan kuantitas informasi.
2. Inflasi
Bagi negara-negara yang mengalami inflasi cukup tinggi standar akuntansinya mencakup standar akuntansi inflasi, sedangkan bagi negara-negara yang
tidak pernah atau tidak sadar akan inflasi standar akuntansinya tidak mencakup masalah-masalah inflasi.
3. Sistem politik
Untuk negara-negara yang menganut sistem demokrasi, laporan keuangan yang disusun perusahaan dinegara tersebut cenderung lebih transparan, lebih
rinci dan lengkap.

4. Pendidikan
Semakin banyak akuntan ahli semakin caggih informasi akuntansi yang dapat diberikan kepada pemakai informasi.
5. Profesi akuntan
Di Amerika Serikat, Inggris dan Indonesia, laporan keuangan eksternal diatur dengan standar akuntansi keuangan yang berbeda dengan peraturan pajak.
Untuk kepentingan perpajakan, laporan keuangan komersial dinegara-negara yang disebut perlu dilakukan penyesuaian fiskal.
6. Pasar modal
Semakin maju pasar uang dan pasar modal disuatu negara semakin maju pula akuntansinya, hal ini disebabkan oleh persyaratan perusahaan yang akan
mendaftar sebagai perusahaan go publik dipasar modal.
EVOLUSI DAN PERAN BISNIS INTERNASIONAL
Perkembangan bisnis dapat dilihat dari wilayah operasi bisnis, dimulai dari :





Bisnis lokal yaitu operasi bisnis hanya meliputi daerah tertentu saja dalam suatu negara.
Bisnis nasional yaitu operasi bisnis yang meliputi wilayah satu negara.
Bisnis regional yaitu operasi perusahaan meliputi suatu kawasan regional tertentu seperti ASEAN, EU, atau NAFTA.
Bisnis internasional yaitu bisnis yang operasinya meliputi wilayah dunia/internasional.

ASPEK AKUNTANSI PADA BISNIS INTERNASIONAL
Kendala-kendala akuntansi yang dapat ditemukan pada penyampaian informasi keuangan dalam bisnis internasional adalah kendala perbedaan bahasa,
mata uang dan standar akuntansi keuangan, dengan demikian memerlukan bantuan ahli akuntansi internasional yang memahami berbagai bahasa, mata
uang asing dan standar akuntansinya.
BIDANG AKUNTANSI INTERNASIONAL
Akuntansi internasional meliputi dua aspek bahasan utama yaitu :



Deskripsi dan perbandingan akuntansi : yang membahas gambaran standar akutansi dan praktek akuntansi diberbagai negara didunia serta
membandingkan standard dan praktek akuntansi tersebut pada masing-masing negara yang dibahas.
Dimensi akuntansi atas transaksi internasional : membahas mengenai pelaporan keuangan, penjabaran dan transaksi valas, sistem informasi,
penganggaran, sistem penilaian kinerja, perpajakan dan audit internasional.

BAB 2 BISNIS INTERNASIONAL DAN STRATEGI MULTINASIONAL
ALASAN MENJALANKAN BISNIS INTERNASIONAL
Beberapa alasan utama dalam melakukan bisnis internasional adalah:




Memperluas pemasaran dan/atau penjualan
Memperoleh akses bahan baku dan faktor-faktor produksi lain.
Mendapatkan akses pengetahuan, khususnnya teknologi.

MACAM BISNIS INTERNASIONAL
Beberapa cara yang ditempuh oleh perusahaan dalam menjalankan bisnis internasional adalah :
a)
b)
c)
d)

Ekspor dan impor. Baik berupa barang atau jasa, contoh jasa travel, turisme dan transportasi.
Kontrak manajemen.
Pemakaian lisensi. Misalnya Mc. Donald’s, Kentucky Fried Chicken, California Fried Chicken dan Pizza Hut.
Investasi. Perusahaan melakukan investasi dinegara lain.

TREND MULTINATIONAL ENTERPRICES
Menurut United Nation Center on Transnational Corporations, beberapa trend pokok yang terjadi dalam aktivitas MNEs adalah :







Perusahaan-perusahaan jepang semakin besar jika diukur dari penjualan dan kapitilisasi pasar dan dalam ekspor kapital dalam tahun 1980-an.
MNEs Eropa Barat menjadi semakin penting.
MNEs Amerika Serikat masih berinvestasi diluar negeri dalam jumlah yang signifikan.
MNEs mengurangi ekspansinya dinegara-negara berkembang dan berkonsentrasi dipasar yang lebih stabil.
Yang paling banyak melakukan ekspansi global adalah MNEs yang berukuran besar.
Semakin meningkatnya global spread MNEs dari negara di Eropa Tengah dan Timur dan mantan Uni Soviet.

MULTIDOMESTIK VS GLOBAL
Dalam strategi multidomestik setiap cabang diluar negeri relatif diberi kebebasan untuk menjalankan operasinya. Alasan utama strategi ini adalah bisnis
tersebut mempunyai produk yang berbeda pada pasar masing-masing negara dan biaya transportasi yang tinggi, atau industri tersebut kurang memiliki
skala ekonomis untuk berkompetisi secara global.

Alasan munculnya strategi global bahwa potensi kesuksesan menjadi lebih besar karena diperolehnya keuntungan yang signifikan dengan adanya
worldwide volume, baik karena berkurangnya biaya per unit, reputasi maupun pelayanan yang lebih baik daripada biaya tambahan yang harus
dikeluarkan untuk menghasilkan volume yang besar tersebut.
Ada banyak hambatan lokal dan internasional yang mempengaruhi sebuah MNEs, yang dikelompokkan menjadi 4 :
1) Pendididkan. Mencakup tingkat melek huruf, ketersediaan pendidikan tinggi dan pendidikan khusus, sikap terhadap pendidikan, dan kemampuan
pendidikan menyediakan skill yang dibutuhkan untuk kegiatan ekonomi.
2) Sosiokultural. Meliputi pandangan terhadap manejer dan otoritas, kerjasama interorganisasional, pandangan terhadap prestasi dan kerja, struktur
kelas dan mobilitas individu, pandangan terhadap kekayaan, rasionalitas, pengambilan resiko, dan kesempatan.
3) Politik dan hukum. Diantaranya, hukum yang relevan dengan rules of game dan fleksibilitas penerapannya, stabilitas politik dan organisasi
politik.
4) Ekonomi. Karateristik ekonomi pokok adalah framework ekonomi secara umum, kebijakan fiskal dan moneter, stabilitas ekonomi, pasar modal,
faktor-faktor pendukung infrastruktur dan ukuran pasar.
DIMENSI AKUNTANSI ATAS STRATEGI GLOBAL
Beberapa dimensi akuntansi yang berkaitan dengan bisnis global adalah :






Harus dibuat laporan keuangan yang sesuai dengan undang-undang dan standar yang berlaku pada masing-masing cabang.
Harus disiapkan laporan keuangan yang konsisten dengan praktek dan standar akuntansi negara induk perusahaan beroperasi untuk keperluan
konsolidasi.
Dengan adanya aktivitas ekspor dan impor maka harus ada penyeragaman satuan mata uang.
Sistem pengendalian manajemen harus sesuai dengan kondisi dimana perusahaan beroperasi, dan juga harus memenuhi kebutuhan perusahaan
secara keseluruhan.
Harus mempertimbangkan aspek-aspek yang berkaitan dengan pajak.

BAB 3 SISTEM AKUNTANSI DALAM LINGKUNGAN GLOBAL
PENGARUH LINGKUNGAN TERHADAP BISNIS DAN MANAJEMEN
Terdapat dua poin untuk dapat memahami praktek bisnis dan akuntansi diberbagai negara yaitu :

a) Analisis lingkungan merupakan alat yang bernilai untuk menjelaskan dan memahami perbedaan cara beroperasi perusahaan disuatu negara.
b) Harus dimaklumi adanya relatifitas budaya. Artinya rasionalitas suatu perilaku harus dinilai berdasarkan konteks budaya yang ada dalam negara
itu sendiri, dan bukan budaya luar.
PENGARUH LINGKUNGAN TERHADAP AKUNTANSI
Faktor-faktor yang mempengaruhi praktek akuntansi dan pengungkapan informasi adalah :
1) Budaya
2) Regulasi akuntansi
3) Profesi akuntansi
4) Riset dan pendidikan akuntansi
5) Inflasi
6) Pembangunan dan pertumbuhan ekonomi
7) Sistem perpajakan
8) Pasar modal dan pasar uang
9) Aktivitas-aktivitas perusahaan
10) Sistem kepemilikan perusahaan
11) Sistem politik
12) Sistem hukum
13) Iklim sosial
14) Faktor-faktor internasional. Misal pemilikan saham oleh masyarakat, pertumbuhan manajemen professional, dan bursa surat berharga.
AKUNTABILITAS DAN MNEs
Perusahaan domestik operasi utamanya hanya disatu negara, sedangkan MNEs beroperasi dibeberapa negara dengan hukum dan mata uang yang
berbeda, dan biasanya terjadi transaksi dengan volume yang signifikan antara unit-unit yang berlokasi dinegara yang berbeda. Pengendalian terhadap
organisasi global ini menuntut adanya koordinasi harga, sumber daya, dan keputusan tentang lokasi yang bisa berakibat merugikan atau menguntungkan
negara yang ditempati.
BUDAYA DAN LINGKUNGAN GLOBAL
Gray (1988) memberikan skema hubungan antara budaya, sistem nilai dan akuntansi yang berlaku disuatu negara seperti gambar berikut :

External Influences

Institutional Consequences

Forces of nature
Trade
Investment
Concuest

Legal system
Corporate ownership
Capital markets
Professional associations
Educations
Religion

Ecological influences
Geographic
Economic
Demographic
Genetic/Hygienic
Historical
Technology
urbanization

Societal Values

Accounting Values
Accounting System

TEKANAN INTERNASIONAL UNTUK PERUBAHAN AKUNTANSI
Faktor-faktor tekanan internasional yang mempengaruhi perubahan akuntansi adalah interdependensi ekonomi/politik antarnegara, penanaman modal
asing langsung, perubahan strategi perusahaan miltinasional, dampak teknologi baru dan pertumbuhan yang cepat dari pasar uang internasional.

BAB 4 PERKEMBANGAN AKUNTANSI INTERNASIONAL
PERKEMBANGAN AKUNTANSI
A. Pendekatan deduktif
Berkaitan dengan pendekatan deduktif ini ada empat pendekatan dalam perkembangan akuntansi:
1. Macroeconomic pattern yang melihat bahwa akuntansi untuk bisnis berhubungan erat dengan kebujakan perekonomian nasional. Negara
yang memakai pendekatan ini adalah Swedia, Prancis dan Jerman.

2. Microeconomic pattern memandang akuntansi sebagai ekonomi bisnis dengan konsep bagaimana mempertahankan investasi modal dalam
sebuah entitas bisnis.
3. Independen discipline approach memandang akuntansi sebagai fungsi jasa dan diderivasikan dari praktek bisnis. Pendekatan ini dianut oleh
Negara Amerika dan Inggris.
4. Uniform accounting approach memandang akuntansi sebagai alat yang efisien untuk administrasi dan control, yang digunakan untuk
mempermudah penggunaan dan menyeragamkan baik pengukuran, pengungkapan dan penyajian serta sebagai alat control untuk semua tipe
bisni dan pemakai, termasuk manager, pemerintah dan otoritas perpajakan.
B. Pendekatan induktif
Nobes dalam journal of business and finance and accounting (Spring 1983) mengidentifikasi faktor-faktor yang membedakan system akuntansi yaitu:
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.

Tipe pemakai laporan keuangan yang dipublikasikan
Tingkat kepastian hukum
Peraturan pajak dalam pengukuran
Tingkat konservatisme
Tingkat keketatan dalam penerapan Historical Cost
Penyesuaian Replacement Cost
Praktek Konsolidasi
Kemampuan untuk memperoleh provisi
Keseragaman antar perusahaan dalam menerapkan peraturan

PENGARUH-PENGARUH TERHADAP PERKEMBANGAN DUNIA AKUNTANSI
Kultur dan sejarah merupakan elemen penting yang harus dipertimbangkan untuk mengetahui perubahan system social karena pengaruh kultur
yaitu pada norma dan nilai suatu system serta perilaku kelompok dalam interaksinya baik didalam maupun diluar system.
Elemen-elemen structural dan cultural yang mempengaruhi bisnis menurut Hofstede yaitu:
-

vs Collectivisme
Large and small poer distance
Strong vs Weak Uncertainty Avoidance
Masculin vs feminine

NILAI AKUNTANSI
Gray mengindetifikasi 4 nilai akuntansi yaitu:

-

Profesioanlisme vs statuatory control
Uniformity vs flexibility
Conservatisme vs optimism
Secrecy vs transparancy

BAB 5 PERBANDINGAN PRAKTEK DAN SISTEM AKUNTANSI
Beberapa system akuntansi dan prakteknya dinegara-negara industry tertentu yang mengacu pada klasifikasi cultural.
AKUNTANSI ANGLO-SAXON
Amerika Serikat
Hal yang berpengaruh
Pasar modal
Praktek dan prinsip akuntansi
- Laporan keuangan
Laporan keuangan konsolidasi, neraca dan
laporan arus kas
- Praktek pengukuran
Historical cost yang ketat tetapi jika
diperlukan dapat disesuaikan dengan harga
pasar
- Praktek konsolidasi
Metode Purchase (akuisisi) dan metode
pooling of interest (merger)

Inggris
Pemerintah, perkembangan harmonisasi internasional
Menggabungkan rugi laba yang dikonsolidasi, neraca dan laporan
aliran kas
Historical cost, namun diberikan peluang untuk menggunakan dasar
penilaian lain seperti current cost, market value atau general
indexation
Metode Purchase (akuisisi) atau metode creative accounting dan
metode pooling of interest (merger)

AKUNTANSI NORDIC
BELANDA
Hal yang berpengaruh
Company law dan profesi akuntansi
Praktek dan prinsip akuntansi
- Laporan keuangan
Neraca konsolidasi, laporan laba rugi dan laporan arus dana
bersamaan dengan laporan perusahaan induk
- Praktek pengukuran
Pernggunaan replacement value, civil code dan EC Fourth
Directive
- Praktek konsolidasi
Metode Purchase (akuisisi) dan EC seventh directive

SWEDIA
System hukum dan perpajakan

Historical cost, supplementary current cost
Metode Purchase (akuisisi) dan EC seventh directive

GERMANIC ACCOUNTING
JERMAN
SWITZERLAND
Hal yang berpengaruh
Company law dan perpajakan
Company law dan peraturan perpajakan
Praktek dan prinsip akuntansi
- Laporan keuangan
Neraca dan laporan laba rugi bersama dengan
Neraca perusahaan induk, laporan laba rugi, dan laporan tahunan
neraca dan laporan laba rugi perusahaan induk oleh direktur bersamaan dengan board proposal tentang income
- Praktek pengukuran
Historical cost
Historical cost
- Praktek konsolidasi
EC seventh directive
Full consolidation
LATIN ACCOUNTING
PERANCIS
ITALIA
Company law dan peraturan perpajakan

Hal yang berpengaruh
Company law
Praktek dan prinsip akuntansi
- Laporan keuangan
Neraca konsolidasi, laporan laba rugi, laporan
dana bersamaan dengan laporan perusahaan induk
- Praktek pengukuran
- Praktek konsolidasi
Purchase methode

Neraca perusahaan induk, laporan laba rugi dan laporan tahunan
direktur
Historical cost
Hanya sedikit yang menggunakan laporan keuangan konsolidasi
tetapi hal ini berubah dengan adanya seventh EC directive

JEPANG
Hal yang berpengaruh
Praktek dan prinsip akuntansi
- Laporan keuangan
-

Praktek pengukuran
Praktek konsolidasi

Pemerintah
Sesuai dengan commercial cde terdiri dari neraca dan laporan laba rugi perusahaan, bersamaan dengan laporan
bisnis dan proposal profit dari direktur
Historical cost

BAB 6 TEKANAN TERHADAP PENGUNGKAPAN DAN HARMONISASI AKUNTANSI INTERNASIONAL
Berbagai kelompok kepentingan yang berpengaruh terhadap pengungkapan dan harmonisasi akuntansi adalah:
1. PEMERINTAH
Peran pemerintah dalam penetapan isi dan sifat laporan keuangan telah mennjadi kajian. Informasi yang diminta dari perusahaan oleh pemerintah
bervariasi dipengaruhi oleh, misalnya, perencanaan dan peraturan pemerintah.
Secara faktual, pemerintah bukan pemakai penting dari laporan keuangan perusahaan yang dipublikasikan. Tetapi pemerintah dalam situasi tertentu
bertindak sebagai pengatur untuk tujuan-tujuan tertentu.
Beberapa kendala yang dihadapi pemerintah yang berperan dalam pengaturan pengungkapan informasi:
1) Informasi yang relevan terhadap operasi suatu perusahaan mungkin tidak tersedia dari perusahaan tersebut tetapi dari luar perusahaan.
Misalnya, dari perusahaan induk atau yang lain dalam kelompok perusahaan.
2) Peran penting perusahaan multinasional dalam perdagangan dunia dan pembangunan menyebabkan pemerintah secara langsung atau melalui
organisasi intergovernmental melakukan evaluasi dan monitor terhadap strategi, kinerja, dan perilaku perusahaan multinasional secara
keseluruhan.
3) Peran pemerintah dijalankan oleh fungsi-fungsi dari berbagai departemen. Misalnya, laporan yang ditujukan untuk kepentingan satu
departemen seperti dirjen pajak.
4) Pemerintah memang mempunyai kekuasaan untuk meminta informasi apapun yang dibutuhkan, tetapi kekuatan tersebut bukannya tidak
terbatas.
2. UNITED NATIONS
Keterlibatan pertama UN dalam debat pengungkapan informasi adalah pada tahun 1976 pada saat Group of Expert ditunjuk untuk membuat proposal
mengenai pengaruh perusahaan multinasional terhadap pembangunan dan hubungan internasional. Hasilnya dalah usulan secara komprehensif dan detail
terhadap laporan keuangan konsolidasi, informasi segmental, dan informasi nonfinansial dan informasi sosial.
3. ORGANIZATION FOR ECONOMIC COORPERATION AND DEVELOPMENT
Organisasi ini merupakan perwujudan kepentingan negara-negara industrialis dinegara-negara barat termasuk Australia, kanada, prancis, jerman,
jepang, belanda, inggris dan amerika.
4. EUROPEAN COMMUNITY
Harmonisasi akuntansi dan pelaporan dalam EC signifikan terhadap perusahaan multinasional karena dibanding dengan UN dan OECD, berbagai
kesepakatan yang mengambil bentuk directive mempunyai kekuatan hukum melalui negara-negara dalam komunitas serta tiap-tiap negara mempunyai
kewajiban memasukkan directive kedalam peraturan hukum nasional.
Directive yang populer adalah:

a) Fourth Directive
Disetujui pada tahun 1978, sebagai tambahan dari persyaratan yang lebih detail mengenai pengungkapan informasi, klasifikasi dan penyajian laporan
informasi, serta metode penilaian. Implementasinya membutuhkan waktu yang lebih lama dan negara Italia yang terakhir menerapkan yaitu pada tahun
1991.
Terdapat tingkat fleksibilitas mengenai penilaian saham, depresiasi dan perlakuan goodwill. Selain itu, pendekatan penilaian yang lain seperti current
replacement cost, revaluation to market value dan price level adjustment diizinkan baik dalam rekening-rekening utama maupun tambahan.
b) Seventh Directive
Pada tahun 1983, Seventh directive tentang rekening konsolidasi diadopsi. Pendekatan inggris berdasarkan kepemilikan saham dan hak untuk
mengontrol perusahaan lain dikontraskan dengan pendekatan jerman yang berdasarkan kontrol manajemen secara efektif.
c) Eighth Directive
Eighth directive diadopsi pada tahun 1984 mengenai kualifikasi dan pekerjaan auditor lintas negara anggota EC, termasuk persyaratan pendidikan
minimum sebagai usaha mendorong profesionalisme auditor. Harmonisasi akuntansi berhubungan juga dengan harmonisasi peraturan pasar modal. Hal
ini untuk memastikan bahwa investor baik yang potensial maupun yang aktual mempunyai kecukupan informasi.
Sejumlah directive relevan telah disepakati yang meliputi antara lain:
1. Kondisi minimum untuk listing.
2. Pengungkapan informasi untuk badan yang mengurusi pasar modal.
5. SERIKAT DAGANG DAN PEKERJA
Dalam konteks nasional, serikat dagang berusaha untuk mempengaruhi perilaku perusahaan multinasional maupun mempengaruhi dalam kebijakan
pemerintah. Hubungan antara serikat dagang dan perusahaan multinasional menjadi lebih kompleks dan bervariasi. Informasi yang dibutuhkan oleh
serikat dagang tergantung point-point spesifik berdasar bentuk perusahaan dan tujuan informasi tersebut dibuat. Organisasi serikat dagang yang
berpartisipasi pada tingkat Intergovernmental International Trade Union Confederation (ITUCs), contohnya adalah:




European Trade Union Confederation (ETUC),
Internatinal Confederation on Free Trade Unions (ICFTU),
World Confederation of Labour (WCL).

6. INVESTOR
Investor, termasuk analis keuangan, adalah mereka ynag mempunyai akses dan menggunakan laporan perusahaan dan informasi lain yang
dipublikasikan sebagai dasar keputusan investasi. Utamanya adalah investor yang menginvestasikan di perusahaan induk meskipun sejumlah sedikit
investor di anak perusahaan.
Kepentingan investor untuk memperoleh informasi dari perusahaan diwakili oleh organisasi analis keuangan internasional dan suatu badan seperti
International Organisation of Securities Commissions (IOSCO). Di samping tambahan pengungkapan informasi dan informasi mengenai prospek masa
depan, investor dan analis keuangan juga member perhatian terhadap kekurangan dalam perbandingan laporan keuangan. Tujuan dari perbandingan
laporan keuangan adalah untuk mengevaluasi alternatif-alternatif yang relevan mengenai pilihan antara konteks perusahaan dan nasional.

Jenis informasi yang relevan bagi investor dan analis keuangan adalah yang berhubungan dengan performance dan prospek masa depan operasi MNE
secara menyeluruh, khususnya berdasar segmentasi geografis dan line of business.
7. BANKIR DAN KREDITOR
Sama dengan investor, informasi yang dibutuhkan oleh bankir dan kreditor adalah difokuskan pada informasi perusahaan yang berkaitan dengan posisi
keuangan, performance, dan prospek masa depan. Di Negara-negara di mana bankir dan kreditor lain merupakan sumber keuangan yang lebih penting
dibandingkan dengan pemegang saham, seperti Jerman, Perancis, dan Jepang, maka akan mempunyai pengaruh konservatif dalam pengukuran
performance dan kekayaan perusahaan yang diungkapkan.
Dalam konteks harmonisasi akuntansi internasional, organisasi perbankan internasional terlibat dalam mendukung supaya informasi dari kliennya;
pemerintah, institusi keuangan, dan perusahaan lebih komparabel. Di antara yang terpenting adalah bank pembangunan internasional, misalnya the
Asian Development Bank, the European Development Bank, the European Bank for Reconstruction and Development, the International Bank for
Reconstruction and Development, dan the World Bank.
Bank Internasional sering mensyaratkan laporan keuangan special dan begitu juga International Finance Corporation sehingga mereka menerbitkan
booklet intruksi detail tentang standar akuntansi dan pelaporan. Hal ini akan berdampak pada praktek di banyak Negara berkembang.
8. PUBLIK
Kelompok pemakai informasi ini dan partisipan dalam proses pengungkapan informasi mencakup semua kelompok selain akuntan dan auditor (penyiap,
pemakai, dan pemverifikasi informasi) dan manajer termasuk direktur (yang bertanggung jawab terhadap pengungkapan informasi). Kelompok ini
misalnya adalah consumer dan pemegang saham. Tampaknya sangat bermanfaat mengidentifikasi ini dalam kaitannya dengan performance “sosial”
MNEs. Mereka yang mempertimbangkan aspek ini mencakup pemerintah, serikat dagang, investor, bankir, kreditor, konsumer, pembayar pajak dan
pihak lain yang dipengaruhi oleh performance social MNEs, sebagai ganti atau tambahan dari performance “finansial”.
Performance “sosial” mencakup isu hak hidup dan kualitas hidup berbeda dari performance “finansial” karena aktivitas MNE mungkin saja
menimbulkan cost dan benefit yang bukan refleksi transaksi itu sendiri. Hal ini dikenal dengan “externalities”, dan hal ini bias positif atau negative.
Misalnya MNE menerbitkan benefit yang merupakan jalan dan komunikasi, tetapi memberikan cost yang berupa polusi lingkungan.
9. AKUNTAN DAN AUDITOR
Sebagai penyiap dan pemakai informasi MNE, sangatlah nyata bahwa peran akuntan sangatlah penting. Mereka sangat berpengaruh dan bertanggung
jawab terhadap informs tersebut. Hal ini dikuatkan dengan peran akuntan sebagai auditor yang berfungsi sebagai pemverifikasi laporan yang
dikeluarkan oleh MNE bagi pihak luar. Bersamaan dengan tumbuhnya secara pesat perusahaan akuntan public internasional- sebagai respon atas MNEs
aktif dalam harmonisasi akuntansi dan pelaporan, maka pengembangan organisasi profesi secara internasional menjadi penting. Ada dua organisasi
profesi internasional utama, yaitu the International Accounting Standards Committee (IASC) dan the International Federation of Accountans (IFAC).

10. HARMONISASI DAN PENGUNGKAPAN
Harmonisasi dan pengungkapan akuntansi menolong mengembalokan keseimbangan persaingan antara MNEs dan perusahaan domestik Negara tujuan
tuan rumah dan meningkatkan posisi penawaran pemerintah tuan rumah. Akan tetapi peraturan adalah penting sebagai alternatif atau suplemen untuk
menekan dorongan pasar dalam Negara-negara tuan rumah dan dalam pasar keuangan internasional yang terlihat mengandalkan pada perluasan
lingkungan internasional yang lebih kompetitif.

BAB 7 PERSPEKTIF MANAJEMEN TERHADAP PENGUNGKAPAN INFORMASI DAN REGULASI
1. PEMAHAMAN PEMAKAI DAN PENGUNGKAPAN INFORMASI
Pemahaman pemakai terhadap pengungkapan informasi sangat bervariasi tergantung pengalaman dan kecakapannya. Pemakai dalam menghadapi
informasi ini ada yang secara sistematis memahami dan mampu menggunakan laporan tahunan perusahaan,tetapi ada juga yang tidak memahami dan
tidak mengerti secara proposional dalam membaca laporan tersebut,tetapi hanya menduga.Untuk dapat memahami laporan tersebut para pemakai dapat
menggunakan tenaga konsultan untuk menganalisis laporan keuangan suatu perusahan dalam rangka membuat keputusan investasi.
2. DORONGAN MANAJERIAL DALAM PENGUNGKAPAN INFORMASI
Manajmen perusahaan terdorong mengungkapkan informasi secara sukarela jika menyangkut kepentingan mereka dan adanya respon positif dari
pemakai informasi.informasi ini menggambarkan keadaan yang sebenarnya dari suatu perusahaan.tetapi bagi pemilik atau pemegang saham dan manajer
justru terdapat kekhawatiran jika informasi ini akan menguragi kemampuan bersaing dengan perusahaan lain.
Keuntungan adanya informasi adalah mengurangi ketidakpastian mengenai kinerja keuangan dan prospek di masa depan sehingga mempengaruhi
biaya,modal,dan modal saham.
Kerugian dari informasi adalah tanggapan negative dari informasi menimbulkan opini negatif terhadap perusahaan serta adanya penambahan beban
kerja bagi manajemen.
Agar pengungkapan informasi dapat lebih obyektif diperlukan komunikasi dengan edukasi dengan syarat:
 Kesamaan pandangan perusahaan
 pengetahuan pemakai akan kepentingan umum.
3. BIAYA INFORMASI
Pengukapan informasi mempunyai hubungan dengan biaya secara langsung.hal ini yang membuat perusahaan enggan untuk melakukan pengukapan
kecuali jika kenaikan manfaat melebihi kenaikan biaya secara langsung atau perusahaan diminta untuk mengukapkan informasi.biaya langsung ini
adalah nilai penggunaan sumber daya dalam menyusun,memproses,mengaudit serta mengkomunikasikannya. Informasi digunakan untuk tujuan internal
maupun eksternal.
Bagi tujuan internal, informasi disusun secara lengkap sedangkan untuk eksternal informasi yang dihasilkan diadakan pengurangan informasi penting
sesuai dengan biaya pengungkapan. Ada dua alas an mengapa hal tersebut dilakukan yaitu:




Legistimasi kebutuhan informasi pemakai eksternal seharusnnya diakui meskipun informasi tidak digunakan untuk tujuan manajerial.
Perbedaan-perbedaan tekanan atau perhatian perusahaan terhadap informasi yang diminta banyak juga seperti kebutuhan perusahaan sendiri
untuk tujuan kontrol dan perencanaan.

4. COMPETITIVE DISADVANTAGE
Perusahaan mungkin saja menderita kerugian kompetitif jika ternyata pengungkapan informasi yang dilakukan digunakan oleh pesaing.tak heran jika
penyediaan informasi kerap menolak mengungkapan informasi atau jika pengukapan dilakukan kurang memperhatikan aspek validitasnya.namun
pesaing berusaha mencari informasi di luar perusahaan yang terkadang justru lebih detail daan relevan.
5. INTERVENSI PEMERINTAH
Perusahaan yang beroperasi dinegara sendiri akan melakukan kontrol terhadap aktivitasnya lebih ekspensif sekaligus menimbulkan pengawasan yang
lebih ketat dari pemerintah khususnya jika bertentangan dengan kepentingan pemerintah. Pengawasan yang dilakukan pemerintah dapat dilonggarkan
jika perusahaan melakukan pengungkapan informasi tetapi sayangnya perusahaan tidak mau melakukannya scara sukarela. Perusahaan khawatir jika
pengungkapan tersebut dilaksanakan akan menjadi boomerang bagi mereka yaitu meningkatnya kontrol pemerintah terhadap perusahaan. Perusahaan
mempunyai keinginan bahwa pengungkapan informasi dilakukan hanya untuk kepentingan intern perusahaan. Jika prinsip nondiskriminasi antara
perusahaan multinasional dengan perusahaan domestik diterapkan, sebenarnya tidak ada alas an untuk takut terhadap kontrol yang dilakukan. Tetapi
dibeberapa Negara keseimbangan ini tidak diterima, dimana kontrol diberlakukan secara ketat terhadap perusahaan multinasional karena bebe rapa
aktivitasnya memang membutuhkan kontrol yang ketat tetapi terkadang hanya karena mereka orang asing.
6. SIKAP MANAJERIAL TERHADAP PENGUNGKAPAN SUKARELA
Permintaan atas pengungkapan tambahan berasal dari organisasi internasional, pemerintah dan masyarakat dimana perusahaan beroperasi. Pertumbuhan
pasar modal menunjukan adanya tekanan pasar pada tambahan informasi mengenai operasi, prospek, dan perhatian pada koordinasi internasional dari
peraturan pasar modal.
Item yang dapat meningkatkan biaya bersih utama dua Negara antara lain:
 Profit yang disesuaikan dengan inflasi
 Perkiraan yang dikuantifikasi
 Definnisi yang sempit mengenai segmen informasi
7. EVALUASI BIAYA MANFAAT
Menghitung biaya langsung masa lalu dan pengungkapan relatif mudah dipahami namun memiliki akurasi relative. Manfaat dan biaya tidak langsung
pengungkapan tidak mudah diidentifikasi dan diukur. Perusahaan tidak dapat membuat pengungkapan objektif kecuali dalam keadaan tidak biasa, sama
halnya dengan perhitungan biaya manfaat biaya saat biaya langsung dihitung dengan beberapa tingkat ketepatan, sebaliknya biaya dan manfaat tak
langsung tidak dapat dihitung.
Ketidakpastian dan ketidaktelitian konsekuensi pengungkapan berarti banyak pihak selain perusahaan yakin akan mendapat rugi atau untung dari
prningkatan pengungkapan informasi lokal dari kelompok partisipan dilebih dari satu Negara. Pengungkapan sukarela oleh perusahaan dalam
prakteknya menunjukan banyak yang percaya jika manfaat bersih akan dihasilkan.

BAB 8 KOMBINASI DAN KONSOLIDASI BISNIS INTERNASIONAL
Suatu kombinasi bisnis terjadi apabila suatu perusahaan bergabung dengan satu perusahaan lain atau lebih menjadi satu entitas akuntansi dan entitas
yang baru tersebut meneruskan aktivitas perusahaan-perusahaan terdahulu yang semula terpisah (APB Opinion No. 16).
Menggabungkan entitas-entitas bisnis yang semula terpisah adalah suatu alternative untuk memperluas usaha. Meskipun tujuan utama kombinasi bisnis
adalah profitabilitas, namun manfaat lain yang diperoleh adalah efisiensi operasi melalui integrasi operasi maupun diversifikasi risiko bisnis melalui
konglomerasi.
Kombinasi bisnis dapat dikategorikan menjadi salah satu bentuk di bawah ini:




Merger, yaitu apabila suatu perusahaan mengambil alih operasi suatu entitas bisnis lain dan entitas bisnis tersebut kemudian dilebur menjadi satu
dengan perusahaan yang mengambil alih.
Konsolidasi, yaitu apabila suatu perusahaan baru terbentuk dengan mengambil alih asset atau operasi dua atau lebih entitas bisnis yang terpisah
dan perusahaan – perusahaan lama tersebut dibubarkan.
Akuisisi, yaitu apabila suatu perusahaan membeli hak milik entitas lain, namun kedua entitas bisnis tersebut tetap beroperasi secara terpisah.

Kinerja kauangan dan prospek masa depan perusahaan sebagai sebuah entitas bisnis menarik perhatian berbagai kelompok seperti investor, banker,
pekerja dan manajer. Dalam konteks ini sebuah laporan keuangan yangdikontrol dan dikoordinasikan oleh perusahaan induk menjadi relevan.
1. LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI
Kebutuhan informasi dari perusahaan multinasional yang beroperasi mendunia menimbulkan kontroversi tentang bagaimana sebuah pelaporan informasi
yang terbaik. Konsolidasi pada umumnya diterima dalam praktek sebagai cara akuntansi untuk mombinasi bisnis secara internasional. Laporan
konsolidasi menjadi relevan bukan hanya terhadap pemakai luar tetapi digunakan manajemen untuk control dan koordinasi.
2. USAHA HARMONISASI INTERNASIONAL
Menyangkut harmonisasi internasional pada permasalahan konsolidasi, terdapat beberapa ide yang mengarah pada pemahaman secara bersamaan
mengenai konsolidasi terutama pada tingkat masyarakat Eropa dan IASC. Di Eropa langkah yang paling berharga bagi harmonisasi adalah adaptasi
Seventh Directive On Consolidated Account pada tahun 1983. Poin yang tercantum sangat penting dalam hal member arahan bagi konsolidasi secara
luas pada tingkat dunia. Arahan tersebut juga searah dengan praktek akuntansi Anglo- Amerika yang dominan pada saat ini. Meskipun demikian arahan
ini juga memasukkan praktek-praktek di Eropa.
Beberapa kompromi dilakukan untuk menggabungkan konsolidasi ala daratan Eropa dan khususnya praktek di Jerman. Masalah utama adalah
pendekatan Inggris mendorong kekuatan legal untuk control perusahaan lain melalui kepemilikan saham, sementara pendekatan Jerman meningkatkan
eksistensi melalui kontrol manajemen. Seventh Directive memberikan peluang untuk pemakaian kedua pendekatan tersebut.
Konsolidasi yang diminnta menurut Article 1 jika salah satu dari kondisi di bawah ini terpenuhi:





Sebagian besar dari pemegang saham dengan hak voting.
Pemegang saham dan hak untuk memilih mayoritas dewan direktur.
Pengaruh dominan sebagai hasil dari kontrak.

Di Prancis tiadanya peraturan yang baku mengenai konsolidasi mengakibatkan praktek yang banyak berbeda. Di tingkat internasional, harmonisasi yang
diprakarsai oleh IASC mengenai konsolidasi terwujud dalam salah satu bagian IAS (27 dan 28) yang menyatakan bahwa laporan keuangan konsolidasi
tingkat dunia harus disajikan bersama dengan informasi mengenai perusahaan anggota grup termasuk anak-anak perusahaan. Kombinasi meliputi semua
anak perusahaan kecuali dilakukan justifikasi dan diperlakukan dengan metode ekuiti.
Permasalah yang dihadapi IASC adalah membangun sebuah dasar teori yang kuat bagi alternatif-alternatif yang ditawarkan dalam usulan IASC. Yang
sering Nampak adalah IASC lebih banyak dipengaruhi oleh praktek-praktek akuntansi dan maksud-maksud untuk lebih menyeragamkan perlakuan
akuntansi. Salah satunya terlihat dalam kasus goodwill yang muncul karena konsolidasi, meskipun praktek perlakuan goodwill sebagai asset yang bias
diamortisasi telah banyak dilakukan.
3. LAPORAN ALIRAN KAS
Laporan aliran kas atau laporan posisi keuangan semakin diakui sebagai sebagai perangkat yang tidak kalah pentingnya dalam keseluruhan laporan
keuangan konsolidasi. Laporan ini menggambarkan aliran masuk dana dari operasi dan dari hal seperti pinjaman baru, modal atau penjualan asset
bersama dengan aliran keluar dana yang diperuntukkan bagi pembayaran dividen, pembayaran utang dan investasi.
Laporan ini member gambaran mengenai kinerja keuangan, stabilitas keuangan, dan prospek likuiditas dari suatu perusahaan. Berikut akan disajikan
table yang menggambarkan perbandinagn praktek di berbagai Negara.
4. AKUNTANSI JOINT VENTURE
Joint venture merupakan fenomena bisnis yang relative baru dan tumbuh dengan cepat beserta isu-isu yang melatarbelakangi. Baik antara perusahaan
multinasional itu sendiri dan antara perusahaan di Negara tempat operasinya maupun dengan pemerintah. Masalah yang terjadi adalah bagaimana untuk
melakukan koordinasi kultur dan tradisi akuntansi yang berbeda dengan cara yang dapat memberikan solusi kepada control keuangan, pengukuran laba
dan penilaian investasi joint venture. Jika terdapat perbedaan asset, depresiasi, perlakuan utang, dan penggunaan dana untuk berbagai tujuan dan
termasuk investasi baru dan manfaat social pegawai.
Gelombang baru joint venture juga memiliki banyak pertanyaan seputar pelaporan keuangan oleh perusahaan multinasional. Dalam hal ini, IASC
mencoba memberikan solusi dengan mengeluarkan IAS 31 pada Desember 1990 “Financial Reporting of International In Joint Ventures”. IAS 31
mendefinisikan joint venture sebagai ”penyajian control oleh dua atau lebih pihak yang sepakat melakukan aktivitas yang dapat dikontrol bersama”.
Ada tiga bentuk joint venture yaitu Operasi, Aset, dan Perusahaan meskipun secara umum lebih banyak berbentuk operasi dan asset daripada
perusahaan. Benchmark Treatment yang direkomendasikan untuk IASC, menggunakan pendekatan konsolidasi secara proporsioanal baik kombinasi
saham dari asset, utang, pendapatan dan biaya joint venture ke dalam dasar line-by-line dengan grup yang dikonsolidasi atau dengan memasukkan item
yang terpisah dalam laporan keuangan konsolidasi.
Adapun metode yang digunakan, pengungkapan informasi disyaratkan mengungkapkan mengenai ketidakpastian, komitmen modal, daftar dan deskripsi
kepentingan yang signifikan dan proporsi kepemilikan yang mengontrol suatu entitas.

BAB 9 AKUNTANSI INTERNASIONAL UNTUK GOODWILL DAN AKTIVA TAK BERWUJUD
Aktiva tidak berwujud adalah hak istimewa dan keuntungan kompetitif yang timbul dari kepemilikan suatu aktiva yang berumur panjang, yang tidak
memiliki wujud fisik tertentu. Bukti pemilikan Aktiva tidak berwujud bisa berupa kontrak, lisensi, atau dokumen lain. Aktiva tidak berwujud mungkin
timbul dari:
1) Pemerintah, misalnya hak paten, hak cipta, merk dagang, dan nama dagang.
2) Perusahaan lain, misalnya pembelian yang mencakup pembayaran untuk goodwill.
3) Perjanjian tertentu, misalnya franchaise dan lease.
METODE AKUNTANSI
GOODWILL

Aset Tanpa Amortisasi
Aset dengan Amortisasi yang
Sistematis
Penghapusan Langsung
Perbandingan Praktek di
Berbagai Negara

Amortisasi
goodwill
terhadap
pendapatan tidak diperlukan.
Sesuai dengan konsep akuntansi
akrual.
Goodwill bukanlah sebuah aset yang
berhubungan
dengan
laporan
keuangan.
 Jepang, Australia, Swedia 20
tahun.
 Kanada dan Amerika 40 tahun.

BRANDS, MERK DAGANG,PATEN,
DAN AKTIVA TAK BERWUJUD
LAINNYA

RISET DAN PENGEMBANGAN

Amortisasi
brand
terhadap
pendapatan tidak diperlukan.
Sesuai dengan konsep akuntansi Sesuai dengan konsep akuntansi
akrual.
akrual.
Biaya brand harus segera dihapus Dikapitalisasi dan diamortisasi.
terhadap modal atau pendapatan
sesuai dengan pengakuan goodwill.
 Inggris maksimun 20 tahun
 Italia, Jepang dan Swedia
tetapi untuk keadaan luar
5 tahun.
biasa bias sampai 40 tahun.
 Belanda 10 tahun.
 Australia maksimum 20 tahun.

BAB 10 PELAPORAN SEGMENTAL
1. PEMAKAI DAN PENGGUNAAN INFORMASI SEGMENTAL
Syarat pelaporan menurut segmen adalah cara pemilihan (disaggregation) informasi spesifik telah dikumpulkan dan dikonsolidasikan kedalam laporan
keuangan tahunan informasi dibutuhkan untuk dapat memngungkapkan setiap segmen: segmen pendapatan, laba atau rugi operasi, dan aktiva yang dapat
diidentifiikasi. Selain itu informasi yang dapat disegmentasi adalah merupakan suatu rekonsiliasi uuntuk mengkonsolidasikan pendapatan, operasi-

operasi yang menguntungkan dan untuk mengidentifikasi keuntungan yang disediakan kepada investor, kreditor, dan pengguuna lainnya untuk
mengevaluasi kemampuan memperoleh laba (profitability) resiko dan pertumbuhan potensial.
Tujuan penyajian informasi menurut segmen adalah menyediakan informasi bagi para pemakai laporan keuangan mengenai skala relatif, kontribusa
laba, dan tren pertumbuhan dari berbagai industri dan wilayah geografis perusahaan yang didiversifikasi untuk memungkinkan para pemakai laporan
keuangan membuat pertimbangan yang lebiih baik terhadap perusahaan secara keseluruhan.
Para pemakai inforasi pada laporan keuangan segmental:







Investor
Kreditor
Pemerintah
Manajemen
Karyawan
Akuntan.

2. KEUNTUNGAN PELAPORAN SEGMENTAL
Predictive ability test dilakukan dengan cara membandingkan keakuratan dalam meramalkan penjualan atau earnings periode yang akan datang,
menggunakan data yang dikonsolidasi dengan data yang tidak dikonsolidasi. Karena earnings yang akan menjadi variabel pokok dalam minat investor,
maka informasi yang dibutuhkan adalah informasi yang dapat digunakan untuk memprediksi earnings.
Stock market reaction test mempunyai validitas yang lebih tinggi. Jika informasi mempunyai pengaruh langsung terhadap pasar modal, maka informasi
ini harus digunakan. Dalam penelitian pasar modal terdapat bukti bahwa segmental disclosure baik secara line of business maupun geographical segment
dapat mengurangi risiko atau kesalahan dalam penaksiran pasar tentang perusahaan yang diungkapkan.
Penggunaan segmental reporting mempunyai keuntungan:



Lebih akurat dalam memprediksi earnings periode yang akan datang.
Lebih akurat dalam menentukan tingkat harga saham.

3. BIAYA PELAPORAN SEGMENTAL
Perusahaan mengungkapkan lebih jauh tentang segmen tunggal mereka daripada multisegmen perusahaan. Alas an utama perusahaan menentang
informasi segmen dalam beberapa kasus mungkin tidak sesuai sehingga menyebabkan informasi yang potensial menyesatkan. Pengungkapan informasi
yang potensial secara implisit mengasumsikan bahwa pelaporan segmen secara relatif antonomus dan tidak tergantung satu sama lainnya.

4. PERATURAN-PERATURAN TENTANG PELAPORAN SEGMENTAL
Persyaratan di Amerika Serikat
Persyaratan di Negara-negara Lain
SEC mensyaratkan pengungkapan segmen lini bisnis sejak
 Kanada dan Australia memiliki persyaratan yang sama dengan
1969.
Amerika Serikat.
 Sejak 1976 FASB memperkenalkan persyarartan yang lebih
 Di Eropa, EC Fourth dan EC Seventh Directives.
koprehensif didalam SFAS no. 14 “Financial Reporting for
 Di Jepang diperkenalkan persyaratan pelaporan segmental pada
Segmen os A Business Enterprise.
tahun 1990.
 Di London SSAP 25 dikeluarkan 1990 mengenai Segmental
Reporting.
5. THE INTERNATIONAL ACCOUNTING STANDARDS COMMITTEE (IASC)


IASC mengeluarkan suatu standar (IAS 14) pada tahun 1981 yang mendekati persyaratan di Amerika Serikat. Syarat ini mensyaratkan informasi atau
penjualan dengan penyajian pendapatan internal dan eksternal secara terpisah, hasil-hasil operasi dan aset-aset diidentifikasi, dalam bentuk absolute dan
relatif, ditambah dengan persyaratan rekonsiliasi atas rekening-rekening yang terkonsolidasi.
6. ISI PENGUNGKAPAN
Perusahaan multinasional mengungkapkan 3 sampai 9 segmen dengan rata-rata 6 segmen. Karena banyak perusahaan memakai pendekatan minimum
dalam pelaksanaan pemberian pengungkapan pada laporan segmental, dalam beberapa kasus terdapat bukti bahwa ada dorongan yang kuat untuk
memberikan informasi yang lebih tentang operasi-operasi lini bisnis dan geografis.
7. MASALAH-MASALAH PELAPORAN SEGMENTAL
Keharusan laporan segmental untuk diaudit, telah menimbulkan masalah mengenai pembuktian suatu informasi. Kendala tersebut:




Melibatkan alokasi biaya, transfer dalam perusahaan, dan harga transfer.
Identifikasi segmen dimana ketidakjelasan pedoman dalam penentuan segmen.
Munculnya masalah relevansi dan kesempatan untuk menyediakan informasi yang berguna bagi perusahaan.

Judul: Akuntansi Internasional

Oleh: Anii Masrianiode


Ikuti kami