Akuntansi Internasional

Oleh Lilin Indrayani

15 tayangan
Bagikan artikel

Transkrip Akuntansi Internasional

1. Latar belakang & sejarah akuntansi Negara ceko dan belanda
Ceko
Akunatansi di Republik Ceko telah berganti arah beberapa kali, seiring dengan sejarah politik
negaranya. Akuntansi di Republik Ceko telah berubah arah selama beberapa kali pada abad ke
20 yang menggambarkan sejarah politiknya. Praktik dan prinsip akuntansi mencerminkan praktik
dan prinsip akuntansi yang dianut oleh negara – negara eropa yang berbahasa Jerman hingga
akhir perang dunia II, kemudian karena perekonomian terencana oleh pusat sedang dibangun
praktik akuntansi didasarkan pada model soviet. Setelah tahun 1989, Cekoslowakia bergerak
dengan cepat menuju perekonomian berorientasi pasar. Pemerintah melakukan perbaikan besar
terhadap struktur hukum dan administrasi untuk mendorong perekonomian dan menarik investasi
asing.Hukum dan praktik komersial disesuaikan agar sesuai dengan standar barat.Akuntansi
beralih kembali kearah dunia barat, dan kali ini mencerminkan prinsip – prinsip yang ditetapkan
dalam Eropa
Belanda
Pada akhir abad 15, sejalan dengan menurunnya pengaruh romawi, pusat perdagangan bergeser ke
spayol, portugis, dan belanda. Akitbat nya system akuntansi yang telah berkembang romawi juga ikut
berpindah dan di gunakan di Negara Negara tersebut, sejak itu perhitungan rugi laba mulia dibuat secara
tahunan yang kemudian mendorong dikembangkan nya penyusunan neraca secara rutin pada akhir
jangka waktu tretentu. Belanda memiliki Undang-Undang Akuntansi dan persyaratan laporan

keuangan yang cukup bebas tetapi standar praktik profesional yang sangat tinggi. Akuntansinyya
diorientasikan ke arah kewajaran penyajian. Laporan keuangan dan akutansi pajak merupakan
dua aktifitas yang terpisah. Inggris dan Amerika telah mempengaruhi akuntansi Belanda.
Akuntansi di Belanda dianggap sebagai sebuah cabang ekonomi, banyak pemikiran dicurahkan
untuk topik akuntansi. Pemikiran akademis memiliki pengaruh dalam praktik berjalan. Belanda
merupakan penyokong awal dari Standar Internasional untuk akuntansi laporan keuangan dan
laporan IASB

2. Regulasi dan Penegakan Aturan Akuntansi
Ceko
Regulasi dan pelaksanaan akuntansi di Republik Ceko berdasarkan pada Commercial Code yang
baru dibuat oleh parlemen Ceko pada tahun 1991 dan mulai efektif pada 1 Januari 1992.
Dipengaruhi oleh akar undang-undang perdagangan Austria yang lama dan mencontoh pada
undang-undang perdagangan Jerman.Commercial Code memperkenalkan sejumlah legislasi
dasar yang berhubungan dengn bisnis. Legislasi ini berisi persyaratan untuk laporan keuangan
tahunan, pajak-pajak penghasilan, audit, dan pertemuan rapat pemegang saham. Undang-undang
dan praktik akuntansi Republik Ceko lebih menyesuaikan dengan standar Barat yang
menggambarkan prinsip-prinsip yang ditanamkan dalam European Union Directives.
Hukum Komersial yang baru disahkan oleh parlemen pada tahun 1991 dan dipengaruhi oleh
hukum komersial lama yang berakar di Austria serta dibentuk dari hukum komersial
jerman.Hukum tersebut memperkenalkan sejumlah aturan terkait dengan usaha. (Hukum Ceko
didasarkan pada sistem hukum kode sipil eropa kontinantal). Legislasi ini mencakup ketentuan
terhadap laporan keuangan tahunan, pajak penghasilan, audit, dan rapat pemegang saham.
Undang – undang akuntansi yang menetapkan ketentuan atas akuntansi dibuat berdasarkan
Direktif keempat dan ketujuh Uni Eropa. Undang-undang tersebut secara khusus menegaskan
penggunaan daftar akun yang digunakan untuk pembuatan catatan dan penyusunan laporan
keuangan. Undang – undang ini kemudian diamandenmen agar Ceko semakin dekat dengan
IAS / IFRS. Jadi, akuntansi di Republik Ceko dipengaruhi oleh hukum komersial, undang –
undang akuntansi dan keputusan kementerian keuangan.
Pelaksanaan Akuntansi
1.

Metode akuisisi (pembelian) digunakan untuk mencatat penggabungan usaha

2.

Goodwill yang timbul di suatu penggabungan usaha dihapusbukukan pada tahun pertama
konsolidasi atau dikapitalisasi dan diamortisasi tidak lebih dari 15 tahun

3.

Kurs nilai tukar pada akhir tahun digunakan ketika melakukan translasi atas laporan laba rugi
dan neraca anak perusahaan di luar negeri.

4.

Aktiva berwujud dan tidak berwujud dinilai sebesar biaya perolehannya dan dihapusbukukan
selama perkiraan masa manfaat ekonominya.

5.

Persediaan dinilai sebesar yang lebih rendah anatara biaya perolehan atau nilai pasar dan
metode FIFO dan rata – rata tertimbang merupakan asumsi arus biaya yang diperbolehkan.

6.

Penelitian dan pengembangan boleh dikapitalisasikan jika terkait dengan proyek – proyek yang
telah berhasil diselesaikan dan mampu menghasilkan pendapatan dimasa yang akan datang.

7.

Aktiva sewa guna usaha umumnya tidak dikapitalisasikan

8.

Pajak penghasilan tangguhan dicatat apabila mungkin terjadi dan dapat diukur dengan andal.

9.

Laba disisihkan tiap tahunnya hingga besarnya mencapai 20 persen dari saham untuk
perusahaan perseroan dan 10 persen untuk perusahaan dengan kewajiban terbatas.
Belanda
Belanda memiliki undang-undang akuntansi dan persyaratan laporan keuangan yang cukup bebas
tapi standar praktik profesional yang sangat tinggi. Belanda merupakan negara hukum, namun
akuntansinya berorientasi pada penyajian wajar. Pelaporan keuangan dan akuntansi pajak
merupakan dua aktivitas terpisah. Lebih lanjut lagi, orientasi kewajaran berkembang tanpa
adanya pengaruh dari pasar saham. Inggris dan Amerika Serikat telah mempengaruhi akuntansi
Belanda sama seperti negara-negara Eropa continental lainnya, dan tidak seperti Negara
continental lainnya, profesi akuntansi memiliki pengaruh yang sangat signifikan terhadap
standard dan aturan akuntansi.
Regulasi di Belanda tetap liberal hingga tahun 1970 ketika Undang-undang Laporan Keuangan
Tahunan diberlakukan. Undang-undang tersebut merupakan bagian dari program besar
perubahan dalam bidang hukum perusahaan dan diperkenalkan sebagian untuk mencerminkan
harmonisasi hukum perusahaan di dalam UE yang akan terjadi. Di antara provisi utama Undangundang tahun 1970 tersebut adalah sebagai berikut :

a.

Laporan keuangan tahunan harus menunjukkan gambaran yang wajar mengenai posisi dan
hasil keuangan selama suatu tahun, dan seluruh pos di dalamnya harus dikelompokkan dan
dijelaskan secara memadai

b.

Laporan keuangan harus disusun sesuai dengan praktik usaha yang baik (yaitu prinsip
akuntansi dapat diterima oleh kalangan usaha)

c.

Dasar penyajian aktiva dan kewajiban dan penentuan hasil operasi harus diungkapkan

d.

Laporan keuangan harus disusun sesuai dengan dasar yang konsisten dan pengaruh material
dari perubahan dalam prinsip akuntansi harus diungkapkan secukupnya

e.

Informasi keuangan komparatif untuk periode sebelumnya harus diungkapkan dalam laporan
keuangan dan catatan kaki yang menyertainya

3. Laporan keuangan
Ceko
Laporan keuangan pada negara Republik Ceko harus bersifat komparatif, terdiri atas:
1.

Neraca

2.

Akun keuntungan dan kerugian (laporan laba rugi)

3.

Catatan

Laporan keuangan ini konsisten dengan Direktif UE, catatan mencakup penjelasan atas
kebijakan akuntansi dan informasi lainnya yang relevan untuk menganalisis laporan
keuangan.Perusahaan – perusahaan di Ceko memiliki opsi untuk menggunakan IAS / IFRS atau
standar akuntansi Ceko pada saat menyusun laporan keuangan konsolidasi.
Belanda
Kualitas laporan keuangan Belanda sangat tinggi. Laporan keuangan yang menurut undangundang harus disimpan di Belanda, tapi Inggris, Prancis, dan Jerman juga bisa memakainya,
laporan keuangan meliputi hal-hal berikut:
1. Neraca
2. Laporan laba rugi
3. Catatan
4. Laporan direktur
5. Informasi lain yang sudah ditentukan
Sebuah laporan arus kas dianjurkan untuk disertakan, dan sebagian besar perusahaan Belanda
menyertakannya. Catatan harus menjelaskan prinsip-prinsip akuntansi yang digunakan dalam
valuasi dan penentuan hasil, dan pemikiran dibalik setiap perubahan akuntansi. Laporan
keuangan tahunan harus dipresentasikan pada dasar perusahaan induk dan gabungan.
Perusahaan-perusahaan kelompok untuk tujuan penggabungan merupakan perusahaan yang
membentuk sebuah satuan ekonomi dibawah kendali yang sama.

4. Ptoka atau standart akuntansi
Ceko
1. Metode Akuisisi (pembelian)
2. Goodwill dikapitalisasi atau diamortisasi.
3. Aset berwujud dan tidak berwujud dinilai berdasarkan biaya.
4. Persediaan dinilai pada biaya rendah (FIFO) atau metode rata-rata.
5. Biaya riset dan pengembangan dikapitalisasi.
6. Pajak penghasilan yang ditangguhkan diberikan sepenuhnya untuk semua selisih
sementara
Belanda
Pengukuran akuntansi,
1. Dasar penilaian yang di pakai adalah historial cost, dan intangible assets pun harus dinilai
berdasarkan historical cost
2. Depresiasi biasanya berdasarkan garis lurus dan diterapkan unutuk semua asset kecuali
bangunan, tanah tidak harus didepresiasi
3. Metode FIFO dan Weightcd-average adalah metode yang paling banyak dipakai dalam
menentukan cost, meskipun LIFO juga di izinkan
4. Goodwill dikapitalisasi dan diamortisasi selama estimasi manfaat hingga maksimal 20
tahun
5. Biaya penelitian dan pengembangan di kapitalisasi hanya jika jumlah tersebut dpat di
pulihkan dan cukup pasti.

Judul: Akuntansi Internasional

Oleh: Lilin Indrayani


Ikuti kami