Akuntansi Ijarah

Oleh En Iac

21 tayangan
Bagikan artikel

Transkrip Akuntansi Ijarah

Definisi
Ijarah adalah akad pemindahan hak guna atau manfaat atas suatu asset dalam waktu tertentu
dengan pembayaran sewa (ujrah) tanpa diikuti dengan pemindahan kepemilikan asset itu sendiri.
Sewa yang dimaksud adalah sewa operasi (operating lease). Sedangkan ijarah muntahiyah bittamlik
adalah akad ijarah dalam wa’ad (janji dari satu pihak pada pihak lain untuk melaksanakan sesuatu)
perpindahan kepemilikan asset yang di ijarahkan pada saat tertentu.
Bagi bank syariah, transaksi ijarah memiliki beberapa keunggulan dibandingkan dengan jenis akad
lainnya, yaitu :
1.

2.

Dibandingkan dengan akad murabahah, akad ijarah lebih fleksibel dalam hal objek
transaksi. Pada akad murabahah, objek transaksi haruslah berupa barang sedangkan pada
akad ijarah, objek transaksi dapat berupa jasa kesehatan, pendidikan, ketenagakerjaan,
pariwisata, dan ainnya yang tidak bertentangan dengan syariah.
Dibandingkan dengan investasi, akad ijarah mengandung resiko usaha yang lebih rendah,
yaitu adanya pendapatan ijarah yang relatif tetap.

Rukun Transaksi Ijarah
a.

Transaktor

Implikasi perjanjian sewa kepada bank syariah sebagai penyewa adalah sebagai berikut :




Menyediakan asset yang disewakan
Menanggung biaya pemeliharaan asset.
Menjamin bila terdapat cacat pada asset yang disewakan.

kewajiban nasabah sebagai penyewa adalah :




Membayar sewa dan bertanggung jawab untuk menjaga keutuhan asset yang disewa serta
menggunakannya sesuai kontrak.
Menaggung biaya pemeliharaan yang sifatnya ringan (tidak materiil).
Jika asset yang disewa rusak, bukan karena pelanggaran dari enggunaan yang dibolehkan,
juga bukan karena kelalaian pihak penyewa dalam menjaganya, ia tidak bertanggung jawab
atas kerusakan tersebut.

Objek Ijarah
Adapaun ketentuan objek ijarah adalah sebgai berikut :
1.
2.
3.
4.
5.

Objek ijarah adalah manfaat dari penggunaan barang dan / atau jasa.
Manfaat barang harus bisa dinilai dan dapat dilaksanakan dalam kontrak.
Fasilitasnya mubah (dibolehkan).
Kesanggupan untuk memenuhi manfaat harus nyata dan sesuai dengan syariah.
Manfaat harus dikenali secara spesifik sedemikian rupa untuk menghilangkan keidaktahuan
yang akan mengakibatkan sengketa.
6. Spesifikasi manfaat harus dinyatakan dengan jelas termaksud jangka waktunya. Atau bisa
juga dikenali dengan spesifikasi atau identifikasi fisik.
7. Sewa adalah sesuatu yang dijanjikan dan dibayar kepada LKS sebagai pembayaran manfaat.
Sesuatu yang dapat dijadikan harga dalam jual beli dapat pula dijadikan sewa dalam ijarah.
8. Ketentuan dalam menentukan sewa dapat diwujudkan dalam ukuran waktu, tempat dan
jarak.
9.

Ijab dan Kabul
Ijab dan Kabul dalam akad ijarah merupakan pernyataan dari kedua belah pihak yang
berkontrak, dengan cara penawaran dari pemilik asset (bank syariah) dan penerimaan yang
dinyatakan oleh penyewa (nasabah). Perjanjian dapat dilakukan dengan lisan, isyarat (bagi yang
tidak bisa bicara), tindakan maupun tulisan, bergantung pada praktik yang lazim di masyarakat dan
menunjukan keridahaan satu pihak untuk menyewa dan pihak lain untuk menyewakan tenaga /
fasilias.
Teknis perhitungan dan Penjurnalan Transaksi Ijarah bagi Bank Syariah
1. Teknis Perhitungan Transaksi Ijarah
Transaksi Ijarah
PT Namira membutuhkan sebuah mesin untuk keperluan produksi usahanya. Pada bulan Januari
20XA, PT Namira mengajukan permohonan ijarah kepada Bank Syariah. Adapun informasi atas
penyewaan tersebut adalah :
Biaya perolehan barang : Rp. 120.000.000
Umur ekonomis barang : 5 tahun (60 bulan)
Masa sewa
Nilai sisa umur ekonomis
Sewa per bulan
Biaya administrasi

: 24 bulan
: Rp.0
: Rp.2.400.000
: Rp. 480.000

2. Perhitungan Biaya Administrasi Ijarah
Biaya administrasi bisa diterapkan dengan menggunakan persentase tertentu dari modal
yang digunakan untuk persewaan. Misal bank syariah menggunakan kebijakan 1% dari modal
persewaan. Maka biaya administrasi ijarah adalah sebagai berikut :
Biaya administrasi ijarah = n% modal
Penjurnalan Transaksi Ijarah
1. Transaksi Pengadaan Aset Ijarah
Objek ijarah diakui pada saat objek ijarah diperoleh sebesar biaya perolehan.
Misalkan untuk keperluan transaksi ijarah PT Namira diatas, pada tanggal 5 Juni 20XA
bank syariah membeli aset kepada perusahaan yang menyuplai barang yang diperlukan.
Pembelian dilakukan via rekening pemasok tersebut. Jurnalnya adalah
2. Transaksi pada Saat Akad Disepakati
Pada saat akad disepakati, terdapat beberapa transaksi yang harus diakui oleh bank
syariah. Transaksi tersebut adalah konversi persediaan ijarah menjadi aset, sebagai bentuk
pengakuan atas adanya pengalihan hak guna kepada penyewa, dan penerimaan biaya
administrasi. Misalnya pada tanggal 10 Juni, PT Namira menandatangani akad ijarah atas
sebuah mobil. Maka jurnalnya adalah
3. Transaksi Pengakuan Penerimaan Pendapatan Ijarah
Misalkan rencana dan realisasi pembayaran sewa oleh PT Namira adalah sebagai berikut :
No. Tanggal

Sewa per Porsi

Porsi

Tanggal

Jumlah

Jatuh
Tempo

bulan(Rp ) pokok
(Rp)

Ujrah
(Rp)

Pembayaran

dibayar

1.

10 Juli XA

2.400.000

2.000.000

400.000

10 Juli XA

2.400.000

2.

10 Agt XA

2.400.000

2.000.000

400.000

10 Agt XA

2.400.000

3.

10 Sep XA

2.400.000

2.000.000

400.000

10 Sep XA

2.400.000

4.

10 Okt XA

2.400.000

2.000.000

400.000

10 Okt XA

2.400.000

5.

10 Nov XA

2.400.000

2.000.000

400.000

5 Des XA

2.400.000

6.

10 Des XA

2.400.000

2.000.000

400.000

10 Des XA
3 Jan XA

1.400.000
1.000.000

Pembayaran yang dilakukan oleh PT Namira dapat diklasifikasi dalam tiga bentuk. Pertama,
pembayaran pada saat jatuh tempo seperti pada bulan Juli sampai Oktober. Kedua, pembayaran
setelah tanggal jatuh tempo seperti pada bulan November. Ketiga, pembayaran sebagian pada saat
jatuh tempo dan sisanya setelah tanggal jatuh tempo seperti pada bulan Desember.
4. Pengakuan Penyusutan Aset yang Diperoleh untuk Ijarah
Berdasarkan PSAK 107, objek ijarah, jika berupa aset yang dapat disusutkan atau diamortisasi,
sesuai dengan kebijakan penyusutan atau penyusutan untuk aset sejenis selama umur manfaatnya
(umur ekonomis). Dalam hal ini, penyusutan asset ijarah, dapat diakui setiap bulan ketika
pendapatan diakui.
Tanggal

Rekening

Debit (Rp)

10/07/XA

Db. Beban penyusutan aset ijarah

2.000.000

Kr. Akumulasi penyusutan aset ijarah
10/08/XA

Db. Beban penyusutan aset ijarah

2.000.000
2.000.000

Kr. Akumulasi penyusutan aset ijarah
10/09/XA

Db. Beban penyusutan aset ijarah

2.000.000
2.000.000

Kr. Akumulasi penyusutan aset ijarah
10/10/XA

Db. Beban penyusutan aset ijarah

2.000.000
2.000.000

Kr. Akumulasi penyusutan aset ijarah
10/11/XA

Db. Beban penyusutan aset ijarah

2.000.000
2.000.000

Kr. Akumulasi penyusutan aset ijarah
10/12/XA

Db. Beban penyusutan aset ijarah

Kredit (Rp)

2.000.000
2.000.000

Kr. Akumulasi penyusutan aset ijarah

5. Perlakuan Akuntansi Beban Perbaikan dan Pemeliharaan

2.000.000

Misalkan pada tanggal 23 Desember 20XA dilakukan perbaikan asset ijarah sebesar
Rp.500.000. perbaikan tersebut dilakukan atas tanggungan bank syariah sebagai pemilik objek sewa
dengan system pembayaran langsung pada perusahaan jasa ruko, maka jurnalnya adalah
6. Penyajian pada Laporan Laba Rugi dan Laporan Perhitungan Bagi Hasil
Pada laporan laba rugi biasanya dibuat pada akhir tahun, sedangkan laporan perhitungan bagi hasil
biasanya disajikan setiap bulan untuk keperluan perhitungan bagi hasil dengan pemilik dana pihak
ketiga.

Judul: Akuntansi Ijarah

Oleh: En Iac


Ikuti kami