Akuntansi I

Oleh Gita Kartika

20 tayangan
Bagikan artikel

Transkrip Akuntansi I

BAB I
SEJARAH, PENGERTIAN, PEMAKAI
DAN MACAM AKUNTANSI
A. SEJARAH AKUNTANSI
Seorang siswa pada akhir bulan menghitung jumlah uangnya berdasarkan buku
hariannya. Pengeluaran yang ada antara lain : untuk pembayaran SPP, transport,
membeli alat tulis, jajan, dan kebutuhan lainnya. Setelah di jumlahkan uang pemberian
dari orang tuanya siswa, sisanya tinggal sedikit. Hal itu dilaporkan kepada orang tua
untuk mendapatkan tambahan dana pada bulan berikutnya. Mengapa siswa itu perlu
membuat catatan untuk pengeluran dan pemasukan ?
Karena mereka akan dapat melihat, menilai dan memutuskan untuk tindakan berikutnya,
apakah mereka akan tetap jajan sehingga tidak mempunyai simpanan, dan lain-lain. Bagi
orang tua dia akan menentukan perlu atau tidaknya diberikan tambahan dana, atau hanya
akan diberikan tiap hari sesuai dengan kepentingannya.
Jika diperhatikan masalah diatas, sebenarnya setiap orang membutuhkan catatan,
begitu pula dengan para pedagang dari Genoa, untuk menghitung berapa
keuntungan/kerugian dalam berdagang, mereka akan membendingkan jumlah harta pada
waktu berangkat dengan jumlah harta pada waktu pulang.
Itulah awal mula
perkembangan timbulnya akuntansi, yang prosesnya bersamaan dengan perkembangan
bisnis.
Pada tahun 1494 lahirlah buku pertama “SUMMA DE ARITHMETICA
GEOMETRICA, PROPORTIONI ET PROPORTIONALITE” yang salah satu
babnya memuat akuntansi, dibuat oleh Lucas Pacioli yang kemudian dikenal sebagai
bapak akuntansi.
Pada abad ke 15 romawi jatuh, pusat perdagangan pindah kebelanda, sehingga
perkembangan akuntansi memakai system kontinental. Setelah belanda meninggalkan
Indonesia, maka pada zaman jepang terdapat kekosongan tenaga akuntansi. Oleh sebab
itu kursus akuntansi mulai ditingkatkan, dan disinilah awal mulanya keberadaan akuntan
di Indonesia.
Pada zaman kemerdekaan dimulai pengiriman akuntan dari Indonesia keluar negri
(AS), dan sejak itu pula system akuntansi bergeser dari system kontinental ke system
Anglo Saxon (AS). Perguruan tinggi mulai berlomba-lomba membuka jurusan akuntansi,
dan berawal tahun 1952. seiring dengan perkembangan akuntansi, maka pada tahun 1953
berdirilah Ikatan Akuntan Indonesia yang merupakan lembaga pengembangan akuntansi
di Indonesia.

1|Page

PENGERTIAN DAN KEGUNAAN
1.

Pengertian Akuntansi
Istilah akuntansi yang merupakan terjemahan bebas dari Accountancy, mempunyai
pengertian yang menurut ahli yang satu dengan yang lain tidak sama. Walaupun
demikian pada prinsipnya mempunyai pengertian yang sejenis. Menurut American
Accounting Association, yaitu lembaga yang bertugas memberikan gelar Akuntan di AS,
mendefinisikan sebagai berikut :
Proses pengidentifikasian, pengukuran dan pelaporan informasi ekonomi, untuk
memungkinkan adanya penilaian dan keputusan yang jelas dan tegas, bagi pihak
pemakai informasi.
Dari definisi tersebut dapat disimpulkan bahwa :
a.
Akuntansi merupakan proses identifikasi/pengenalan, pengkuran dan
pelaporan ekonomi.
b.
Informasi yang di hasilakan oleh akuntansi diharapkan berguna untuk
penilaian dan pengambilan keputusan bagi pihak yang memerlukannya.
2.

Kegunaan Akuntansi
Tujuan utama akuntansi adalah menyajikan informasi ekonomi
dari suatu
lembaga/badan usaha kepada pihak yang berkepentinagn, baik yang di dalam perusahaan
itu sendiri maupun pihak-pihak di luar perusahaan. Laporan keuangan yang bersifat
kuantitatif yang berupa angka-angka suatu uang yang dituangkan dalam bentuk laporan
keuangan, yang berguna untuk :
a. Perencanaan
Melalui informasi ekonomi yang tepat, maka manajemen perusahaan dapat menyusun
rencana, baik jangka pendek, menengah maupun jangka panjang.
b. Pengendalian
Melalui informasi ekonomi yang akurat, maka manajeman perusahaan dapat mengontrol,
menilai terhadap jalannya perusahaan.
c.
Pertanggung jawaban
Walaupun laporan keunagan bersifat kuantitatif, tetapi juga dapat dipergunakan untuk
menelusuri data kuantitatif (misal jumlah karyawan), sehingga dapat digunakan utuk
bahan pertanggungjawaban manajemen, yang akan dapat digunakan untuk mengambil
keputusan pada masa-masa yang kan datang.
C. PEMAKAI AKUNTANSI
Tujuan akuntansi adalah memberikan informasi keuanagn kepada pemakai/pihakpihak lain yang memerlukan :
Pihak-pihak yang memerlukan akuntansi antara lain :

2|Page

1.

Pihak intern

Manajemen berkepentingan langsung dan sangan membutuhkan informasi keuangan
untuk
tujuan
pengendalian/controlling,
pengkoordinasian/coordinating
dan
perencanaan/planning suatu perusahaan.
2.

Pihak extern

a.

Pemilik/investor dan calon pemilik
Pemilik memerlukan akuntansi untuk memenuhi posisi maju/mundurnya perusahaan,
sehingga ia dapat menentukan apakah akan mempertahankan perusahaannya, menjual
atau menanam modalnya di perusahaan lain.
Calon pemilik dapat menentukan apakah dia akan menanamkan modalnya pada
perusahaan itu.

b.

Kreditor dan calon kreditor
Informasi akuntansi berguna untuk menilai kemampuan perusahaan dalam
mengembalikan pinjaman, sehingga dapat dijadikan pedoman apakah akan di tambah
pinjamannya atau justru akan ditarik pinjaman yang telah diberikan.
Bagi calon kreditor berguna untuk menilai resiko yang akan terjadi sebelum pinjaman
diputuskan ataru diberikan.

c.

Pemerintah
Informasi akuntansi bai pemerintah sangan berguna untuk tujuan pajak dan
pengaturannya, pemeriksaan terhadap kebenaran jumlah pajak yang dilaporkan, dan
sebagai lat penilai apakah perusahaan mematuhi peraturan yang telah ditetapkan,
serta pemantauan perkembangan perusahaan melalui Biro Pusat Statistik.

d.

Karyawan
Informasi ekonomi bagi karyawan akan berguna untuk mengetahui kelangsungan
hidupnya, maju mundurnya perusahaan yang berguna untuk kemantapan kerja,
pertimbangan naik turunnya gaji dan jaminan social.

e.

Pelanggan
Informasi ekonomi berguna untuk mengevaluasi hubungan usaha hubungan usaha
dengan perusahaan, dan menentukan kelanjutan hubungan di masa mendatang.

D. MACAM-MACAM AKUNTANSI
1.

Akuntansi Keuangan
Adalah akuntansi yang berhubungan dengan pencatatan transaksi keuangan. Hasil
akhir akuntansi keuangan adalah Laporan Laba/rugi, Laporan perubahan modal,
neraca, Laporan perubahan posisi keuangan, catatan atas laporan keuangan. Dalam

3|Page

penyusunan laporan keuangan harus sesuai dengan prisip akuntansi yang berterima
umum.
2.

Akuntansi manajemen
Adalah akuntansi yang memberikan informasi baik keuanagn (kuantitatif) maupun
bukan keuanagan(kualitatif), untuk kepentinagn manajemen perusahaan. Bidang ini
bermanfaat untuk pengambilan keputusan dan pengendalian operasi perusahaan.
Macam-macam akuntansi yang lain :
a.
Akuntansi Biaya
b.
Akuntansi Pemerintah
c.
Akuntansi Sosial
d.
Akuntansi Internasional
e.
Akuntansi Pemeriksaan
f.
Akuntansi Perpajakan
g.
Akuntansi Peranggaran
Profesi di bidang akuntansi di sebut akuntan.
Macam-macam akuntan dan tugasnya, menurut UU No.34 th. 1945 :
a.

Akuntan Privat/Intern/Manajemen
Adalah akuntan yang bekerja dalam suatu perusahaan/ organisasi tertentu, bertugas
menjalankan fungsi akuntansi keuangan maupun akuntansi manajemen.

b.

Akuntan Publik (Extern)
Adalah akuntan yang menjalankan fungsi pemeriksaan secara bebas (indepeden)
terhadap laporan keuangan perusahaan dan organisasi lain. Hasil laporan keuangan
dinyatakan dalam laporan akuntansi yang berisi pendapat tentang kewajaran atau
kelayakan laporan keuangan yang diperiksanya.

Tugas selain pemeriksaan adalah :
-

Konsultasi perencanaan dan pelaporan pajak
Penyusunan anggaran
Penyusunan system akuntansi
Penyusunan system akuntansi
Penyususnan laporan keuangan

c.

Akuntan Pemerintah
Adalah akuntan yang bekerja di lembaga pemerintahan, misalnya : di BPK, Dirjen
pajak, BPKP, Departemen keuangan dan lain-lain.
Tugasnya adalah mengawasi keuangan dan kekayaan negara sampai pengelolaan
keuangan dan kekayaayn negara.

d.

Akuntan Pendidik
Akuntan yang bekerja di lembaga pendidikan untuk mengajarkan, melakukan riset
dan mengembangakan pengetahuan akuntansi.

4|Page

SOAL-SOAL
Jawablah pertanyaan-pertanyaan dibawah ini !
i.
Siapakah tokoh yang mendapatkan julukan Bapak Akuntansi ?
ii.
Akuntansi sering disebut juga bahasa dunia usaha, jelaskan !
iii.
Sebutkan pihak-pihak yang tergolong ekstern perusahaan !
iv.
Sebutkan 5 contoh perusahaan jasa !
v.
Jelaskan perkembangan akuntansi di Indonesia !
vi.
Bagaimana pengertian akuntansi menurut American
Accounting Association ?
vii.
Sebutkan pihak-pihak pemakai informasi akuntansi !
viii.
Jelaskan kegunaan akuntansi bagi :
a. Manager
b. Pemilik
c. Pemerintah
ix.
Sebutkan 2 macam akuntansi !
x.
Bedakan tujuan antara Akuntansi keuangan dengan akuntansi
manajemen !
xi.
Sebutkan 4 macam akuntan menurut profesinya !
xii.
Apakah perbedaan antara Akuntansi Publik dengan Akuntansi
Intern/Manajemen ?
xiii.
Apakah yang dimaksud dengan akuntansi Negara ?
xiv.
Apakah yang dimaksud dengan akuntansi Pendidik ?
xv.
Sebutkan tugas akuntan Publik !
xvi.
Sebutkan Undang-undang yang mengatur tentang gelar akuntan
di Indonesia !

5|Page

BAB II
TAHAP –TAHAP AKUNTANSI
A.

PENDAHULUAN

Pencatatan transaksi secara langsung dari transaksi ke laporan keuangan akan
menimbulkan kesalahan besar yang berakibat fatal.
Apa bila pencatatan terjadi kesalahan sulit untuk menemukan kembali. Oleh karena itu
pencatatan transaksi dilakukan secara bertahap. Prosedur pencatatan bertahap mulai dari
pencatatan transaksi sampai menjadi laporan keuangan disebut peoses akuntansi atau
tahap-tahap akuntansi atau siklus akuntansi.
B.

PENCATATAN

Siklus akuntansi dimulai dari adanya suatu transaksi dan kejadian yang harus dicatat.
Transaksi (transaction) adalah tindakan yang mengakibatkan perubahan harta, utang dan
modal yang berhubungan dengan pihak luar misalnya setoran modal keperusahaan,
pembelian barang, pembayaran utang. Kejadian (Event) adalah tindakan yang terjadi di
dalam perusahaan, misalnya: penyusutan aktiva, pemakaian perlengkaan kantor.
Sebelum transaksi dicatat harus dibuatkan bukti transaksi yang disebut dokumen sumber
atau bukti transaksi.
Bukti pembukuan terdiri dari bukti transaksi dan bukti pencatatan (bukti jurnal).
Dokumen sumber atau bukti transaksi baik yang diterima dari pihak luar (kwitansi, nota,
faktur) maupun pihak intern (bukti kas masuk atau keluar) harus diteliti lebih dahulu
keabsahannya. Setelah bukti transaksi dicatat maka langkah berikutnya dicatat dalam
jurnal, secara kronologis atau urutan waktu.
Langkah berikutnya adalah memindahkan jurnal ke buku besar.
Tahap pencatatan dapat dilihat dibawah ini:
Bukti pembukuan
Pengidentifikasian
Dan Pengukuran

Jurnal
Pencatatan

Tahap Pencatatan

6|Page

Buku Besar
Penggolongan

C.

PENGIKHTISARAN
Dari tahap pencatatan (bukti pembukuan-jurnal-buku besar) maka prosedur
berikutnya adalah tahap pengikhtisaran yang terdiri dari:
a.

Neraca saldo
Adalah daftar yang berisi saldo-saldo dari rekening buku besar.

b. Kertas kerja atau neraca lajur
Neraca saldo adalah merupakan bahan utama penyusunan laporan keuangan tetapi
ternyata tidak semuanya rekening yang ada di neraca saldo langsung dapat
digunakan, namun masih ada yang belum menunjukkan posisi atau keadaan yang
sebenarnya.
Untuk mempermudah penyusunan laporan keuangan karena adanya hal-hal di atas
maka perlu dibuat kertas kerja atau neraca lajur. Kertas kerja adalah daftar yang
berlajur-lajur yang dipergunakan untuk mempermudah penyusunan laporan
keuangan.
c. Laporan keuangan
Berdasarkan kertas kerja atau neraca lajur lajur di atas maka dapat dibuat laporan
keuangan.
d. Jurnal Penutup
Untuk menutup rekening sementara atau rekening nominal maka beban dan
Pendapatan dipindahkan ke rekening laba/rugi melalui jurnal penutup yang dibuat di
jurnal umum. Secara formal jurnal penyesuaian dn jurnal penutup dipindahkan ke
buku besar untuk menutup rekening sementara.
e. Neraca saldo penutupan
Setelah buku besar ditutup maka dapat dihitung saldo dalam buku besar dan dapat
disusun neraca saldo setelah penutupan, sekaligus berfungsi untuk mengontrol
kebenaran jumlah debet dan kredit.
f. Jurnal Pembalik
Ayat pembalik merupakan alternatif. Artinya boleh dibuat boleh tidak, tergantung ayat
penyesuaian sebelumnya. Jika ayat sebelumnya misalnya: mendebit rekening biaya dan
mengkredit aktiva, maka sesuai dengan azas konsistensi maka perlu dibuat jurnal
pembalik setelah buku besar ditutup, tetapi jika sebaliknya maka tidak perlu dibuat
jurnal pembalik.

7|Page

Tahap pengikhtisaran dapat dilihat sebagai berikut:

Neraca

Jurnal

Saldo

Penyusuaian

Jurnal
Penutup

Neraca Saldo
Penutupan

Kertas Kerja
Tahap Pengikhtisaran

D.

PELAPORAN

Sebagai hasil akhir dan tujuan akutansi adalah menghasilkan informas ekonomi, untuk
mengambil keputusan bagi pihak yang memerlukannya. Agar hasil akhir mudah
dimengerti dan mudah memberikan gambaran yang jelas maka data perusahan perlu
diproses melalui tahap-tahap dalam siklus akutansi, berdasarkan suatu prinsip yang
berterima umum.
Laporan keuangan dibuat pada akhir periode kutansi misalsetiap 3 bulan, persemester
atau setahun sekali dan sebagainya.
Laporan keuangan terdiri dari:
1. Neraca
2. Laporan rugi/laba
3. Laporan perubahan modal
4. Laporan perubahan posisi keuangan.
5. Catatan atas laporan keuangan
6. Laporan atau informasi lain sebagai pelengkap
Didalam buku ini hanya akan dibahas naraca, laporan rugi/laba dan laporan perubahan
modal.
Ad. 1. Neraca
adalah daftar yang menggambarkan posisi keuangan perusahaan pada saat
tertentu, meliputi harta, utang dan modal.
Ad. 2. Laporan rugi/laba
adalah laporan yang menggambarkan hasil usaha suatu perusahaan pada periode
tertentu. Dalam laporan rugi/laba disajikan semua penghasilan dan beban.
Ad. 3. Laporan perubahan modal
8|Page

adalah laporan yangmenunjukan perubahan modal selama satu periode. Dalam
perubahan laporan modal disajikan modal awal, rugi/laba, prive dan modal akhir.
Proses lengkap siklus akutansi dapat digambarkan sebagai berikut:
Tahap Pengikhtiaran

Bukti
Pembukuan

Identifikasi
& Pengukuran

Jurnal

Pencatatan

Buku
Besar

Penggolongan

Neraca

Jurnal

Saldo

Penyesuaian
Kertas Kerja

Tahap Pencatatan

SOAL-SOAL
Jawablah pertanyaan-pertanyaan di bawah ini!
1.
Sebutkan tahap-tahap akutansi!
2.
Jelaskan yang dimaksud dngan tahap pencatatan!
3.
Jelaskan yang dimaksud dengan pengikhtisaran!
4.
Jelaskan yang dimaksud dengan tahap pelaporan!
5. Buatkan bagan siklus akutansi secara lengkap!

9|Page

Jurnal
Penutup

Laporan Keuangan

Neraca
Saldo
Penutupan

BAB III
REKENING NERACA RUGI / LABA
A.

PENDAHULUAN
Laporan keuangankan hasil akhir dari siklus akuntansi. Laporan keuangan yang
utama adalah neraca laporan rugilaba yang dimulai dari pengidentifikasian dan
pengukuran data sumber/bukti transaksi yang selanjutnya dicatat dalam jurnal
kemudian dipindahkan kedalam buku besar. Untuk selanjutnya dilakukan proses
peringkasan kedalam neraca saldo. Jika rekening yang menunjukan saldo yang
sebenarnya sudah disesuaikan, maka dengan alat kertas kerja/ neraca lajur akan dapat
dibuat laporan keuangan.
Neraca menggambarkan posisi keuangan suatu perusahaan pada suatu saat
tertentu. Neraca terdari dari 2 bagian yaitu:
1. Aktiva
berisi daftar keuangan yang dimiliki suatu perusahaan.
2. Passiva
menunjukan sumber atau asal aktiva yang terdiri dari utang dan modal.
Laporan rugi/laba adalah laporan yang menunjukan pendapatan dan beban
perusahaan untuk jangka waktu tertentu.

B.

REKENING NERACA

Rekening neraca terdiri dari 3 bagian yaitu:
1. Harta/aktiva
2. Utang
3. Modal
ad. 1. Harta/aktiva
Adalah daftar kekayaan yang dimiliki perusahaan bik yang berwujud
maupun
yang tida berwujud dan mempunya nilai uang.
Harta dapat dibagi menjadi:
a. Harta lancar
Adalah kekayaan perusahaan yang berupa Kas/Bank dan kekayaan lain yang dapat
diharapkan dicairkn menjadi kas Bank, dijuaal atau dipakai habis dlam satu tahun
atau daalaam siklus kegiatan normal perusahaaan, jika melampaui satu tahun.
Termasuk dalam harta laancar antara lain :
a.1. Kas/Bank

10 | P a g e

Alat pembayaran/rekening giro perusahaaan yang siap bebas digunakan untuk
membiayai kegiatan umum perusahaan

a.2. Surat Berharga
Adalah saham/obligasi dan sejenisnya yang
dicairkan/diuangkan baik di Bank maupun di bursa

dapat

segera

untuk

a.3. Piutang wesel
Adalah surat janji yang diterima dari debitur. Promes adalah piutang yang
tertulis untuk membayar sejumlah uang tanggal yang telah ditetapkan.
a.4. Piutang usaha
Adalah tagihan kepada pihak lain tanpa disertaibukti tertulis piutang ini timbul
karena penjualan barang/jasa secara kredit
a.5. Persediaan
Dalam perusahaaan dagang barang-barang yang dibeli untuk dijual kembali,
sedang dalam perusahaan industri , barang dalam proses, persediaan bahan
pembantu dan persediaan barang jadi.
a.6. Beban dibayar di muka
Adalah beban yang telah dilakukan pembayarannya untuk digunakan dalam
aktifitas perusahaaan dimana yang akan tiba
a.7. Perlengkapan/Bahan habis pakai (supplies)
Adalah barang atau bahan yang sengaja diperoleh dan disediakan dalam rangka
operasi umum perusahaan.
b.

Investasi jangka panjang
Adalah investasi /penyertaan /penaanaman modal yang dilakukan untuk jangka
panjang dengan tujuan untuk mengontrol perusahaan dan untuk mendapatkan
pendapatan tetap.
Termasuk di dalamnya antara lain :
- Inventasi dalam saaham dan obligasi
- Dana yang dicadangkan untuk pelunasan utang jangka panjang
- Aktiva lain-lain untuk dimanfaatkan dimasa yang akan datang

c.

Aktiva tetap
Adalah aktiva berwujud yang diperoleh dalm bentuk siap pakai atau lebih dahulu,
digunakan untuk operasi perusahaan dan tak dijual sertai mempunyai manfaat lebih
dari satu tahun, antara lain : Peralatan, mesin mesin,kendaraan, gedung, tanah.

d.

11 | P a g e

Aktiva tidak berwujud

Adalah hak istimewa atau posisi yang menguntungkan perusahaan dalam
memperoleh pendaapatan.
Aktiva tidak berujud antara lain :

d.1. Hak Paten
Adalah hak yang diberikan oleh pemerintah melalui Direkorat Paten
Kepada perseorangan /badan usaha untuk menggunakan penemuan baru.
d.2. Hak Cipta
Adalah hak yang diberikan oleh pemerintahh kepada badan
usaha/perseorangan untuk memperbanyak/memperjuallkan barang-barang
hasil karya seni/tulisan.
d..3. Merk Dagang
Adalah hak yang diberikan oleh pemerintah kepada baddan usaha untuk
menggunkan nama, cap atau lambang baggi usahanya..
d.4. Franchese
Adalah hak istimewa yang diperoleh perusahaan/perseorangan dari pihak
lain untuk mengkomersilkann produk, tehhnik atau formula.
d.5. Good Will
Adalah keistimewaan yang diimiliki perusahaan karena letak strategis,
nama baik perusahaan, personalia yang baik, sehingga memperoleh
pendapatan yang lebih besar dibanding dengan perusahaan yang sejenis.
d.6. Hak Sewa (Leasing)
Adalah hak untuk menggunakan aktiva tetap dari pihak lain.
e.

Aktifa lain-lain
Adalah aktifa yang tidak dapat secara layak dterhadap keempat aktifa di atas
Misalnya : Mesin yang tidak dipakai
Biaya pendirian
Biaya emisi saham

Ad.2. Utang/Kewajiban
Kewajiban merupakan pengorbanan ekonomi yang wajib dilakukan oleh
perusahaan dimasa yang akan datang dalam bentuk penyerahan aktiva atau
pemberian jasa yang disebabkan oleh tindakan atau transaksi sebelumnya.
berdasarkan jangka waktu pelunasannya maka kewaajiban dapat dibagi menjadi :
a.
Kewajiban lancar
adalah kewajiban yang harus dilunasi tidak lebih dari satu tahun atau satu
siklus normal operasi perusahaan. Termasuk kewajiban lancar :
Utang Usaha
Utang Wesel
Utang biaya/biaya yang masih harus dibayar
Utang bunga
Utang pendapatann/pendapatan yang diterima di muka

12 | P a g e

b.

Kewajiban jangka panjang
Adalah kewajibann yang harus dilunassi dalam jangka waktu lebih dari satu
tahun/satu siklus normal operassi perusahaan.. termasuk dalam utang jangka
panjang :

-

Utang hipotik
Adalah pinjaman jangka panjang dari Bak dengan jaminan aktiva tetap, jika
pada saatnya pinjaman tidak dilunasi maka bannk akan menjuall jaminannya
dan diperhitungkan dengan jumlah pinjaman.

-

Utang Obligasi
Adalah pinjaman jangka panjang yang timbul karena perusahaan
menjual/mengeluarkann surat-surat obligassi. Obligassi merupakan janji
tertulis untuk membayar pinjaman pada saat pelunasannya dan memberikan
bunga tetapp yang dibayarkan secara berkala.

-

Kredit Investasi
Adalah pinjaman jangka panjang yang timbul karena perusahaan memperoleh
pinjaman dari Bank untuk pembayaran atau perluassan perusahan.

c.

Kewajiban lain-lain
Utang ini meliputi semua utang yang tidak diklasifikasikan sebagai kewajiban
lancar maupun kewajiban jangka panjaang..
Misalnya :Utang kepada direksi
Jaminan yang diterima dari langganan

d.3. Modal
Adalah hak pemmilik atass aktiva perusahaan.
Dari segi perusahaan modal adalah utang perusahaan kepadda pemilik. Besarnya
modal pemilik sama dengan akktiva dikurangi utang. Modal terdiri dari setoran
pemilik dan sisa laba yang belum dibagi.
Pemberian nama modal tergantung dari jenis perusahaan.
Sebagai contoh :
Bentuk perusahaan
Nama Modal
- Perseroan
- Modal Pemilik
- Persekutuan
- Modal Sekutu
- Perseroan Terbatass
- Modal Saham
- Koperasi
- Modal Anggota
C.

REKENING RUGI LABA
Elemen atau unsur rekening Rugi Laba antara lain :
1.

13 | P a g e

Pendapatan

Adalah penambahan terhadap moddal sebagai hassil operasi perusahaan.
Pendapatan timbul dari penyerahan barang dagangan//jassa atau aktivitass lainnya
dalam satu periode.
Contoh rekening pendapatan sebagai berikut :
- pendapatan jasa angkutan
- pendapatan servis
- pendapan komisi
- pendapan bunga
2. Beban
Adalah pengorbanan yang dikeluarkan dalam memperoleh pendapatan.
Contoh :
- Beban Gaji
- Beban Sewa
- Beban Bunga

SOAL - SOAL
Jawaban pertanyaan-pertanyan di bawah ini !
i.
ii.
iii.
iv.
v.
vi.
vii.
viii.
ix.
x.

14 | P a g e

Apakah yang dimaksud dengan Harta ?
Buatlah klasifikasi rekening Harta !
Apakah yang dimakksud dengan Utang ?
Buatlah klassifikassi rekening Utang !
Apakah yang diimaksud dengan Modal ?
Buatlah baggan Neraca !
Apakah yang dimaksud dengan Beban ?
Sebutkan 3 macamm rekening Beban !
Apakah yang diimakksud dengan Pendappatan ?
Sebutkan 3 macam rekening Pendapatan !

BAB IV
KODE REKENING
A. PENDAHULUAN
Untuk mempermudah identifikasi dan pengelompokan rekening, mka perlu
dibuatkan pedoman akuntansi yang memuatt daftar rekening beserta nomor kodenya.
Banyak sedikitnya angka/nomer/digit tergantung dari besar/kecilnya jenis usaha.
pemberian nomer kode rekening tergantung pada manajemen perusahaan.
B. MACAM-MACAM KODE REKENING
1.

Sistem Numeralia
Adalah cara pemberian namer kode rekening dengan mengggunakan angka/noomer.
Pemberiann nomer sebaiikknya urut, agar mudah dimengerti hubungan yang satu
dengan lainnya..
Sistem nomeralia terbaggi atas :

a.

Kode Kelompok
Adalah pemberian nomor kode dengan memberikan angka tertentu pada kelompok,
golongan dan jenis rekenning. Jika rekening diberi kode 3 angka, maka angka kesatu
menunjukkan kelompok, angka kedua menunjukkan golongan dan angka ketiga
menunjukkann jenis rekening.
Contoh : Kas
dengan nomer
1
1
1
Kelompok
Golongan
Jenis
Contoh nomor kode kelompok :
Kelompok
Harta
Utang
Modal
Pendapatan
Beban
Masing-masing kelompok dibagi menjadi beberapa golongan.
Contoh : Kelompok Harta dibagi menjadi golongan :

15 | P a g e

Nomer Kode
1
2
3
4
5

Golongan :
Harta Lancar
Investasi Jangka Panjang
Harga Tetap
Harta Tak Berwujud
Harta Lain – lain

Nomor Kode
11
12
13
14
15

Masing – masing golongan dibagi menjadi beberapa jenis rekening.
Contoh pembagian Harta Lancar menjadi rekkening :
Jenis Rekening :
Nomor Kode :
Kas
111
Surat Berharga
112
Piutang Wesel
113
Piutang Dagang
114
Persediaan Barang Dagangan
115
Beban dibayar dimuka
116
b.

Kode Blok
Adalah cara pemberian nomor rekening dengan cra menyediakan satu blok angka
setiap kelompok perkiraan.
Contoh Kode Blok :
Kelompok :
Harta
Utang
Modal
Pendapatan
Beban

Nomor Kode
100 – 199
200 – 299
300 – 399
400 – 499
500 – 599

Masing – masing kelompok dibagi menjadi beberapa golongan .
Contoh :
Kelompok harta dibagi menjadi beberapa golongan antara lain sebagai berikut :
Golongan :
Nomor Kode
Harta Lancar
100 – 149
Investasi jangka Panjang
150 – 159
Harta Tetap
160 – 169
Harta tak berwujud
170 – 179
Harta Lain – lain
180 – 189
Masing – masing golongan dibagi menjadi beberapa jenis rekening .Contoh:
Golongan harta lancar dibagi menjadi jenis rekening :
Jenis Rekening :
Nomor Kode :
Kas
110
Piutang
120
Persediaan barang dagangan
130
Beban dibayar dimuka
140
16 | P a g e

2.

Sistem Desimal
Adalah pemberian nomor kode dengan kode dengan menggunakan dasar angka 10
unit dari 0 sampai 9. Masing – masing angka//digit menunjukkan kelompok,
golongan dan jenis.
Rekening dibagi dalam 10 rubrik, tiap rubrik dibagi menjadi 10 golongan, dan tiap
golongn dibagi menjadi 10 jenis rekening, seperti tampak dibawah ini :
Rubrik 0
Rubrik 1
Rubrik 2
Rubrik 3
Rubrik 4
Rubrik 5
Rubrik 6
Rubrik7
Rubrik 8
Rubrik 9

:Rekening harta tetap dan modal
: Rekening keuangan
: Rekening Netral
: Rekening persediaan bahan baku, bahan pembantu, dan bahan yang habis
dipakai
: Rekening Jenis – jenis biaya/beban
: Rekening Temppat – tempat Biaya/beban
: Rekening Fabrikasi/pemikul beban
: Rekening Persediaan barang jadi
: Rekening Pendapatan
: Rekening Rugi/Laba Umum

Contoh ;
5
50
501
5011
3.

Beban
Beban Penjualan
Gaji Salesmen
Gaji Salesmen Produk A

Sistem Mneumonic
Adalah pemberian kode rekening dengan menggunakan singkatan huruf awal dari
kelompok rekening yang bersangkutan.
Contoh :
Nama Rekening
Aktiva
Aktiva Lancar
Kas
Aktiva Tetap
Peralatan
Utang
Utang Lancar
Utang Dagang
Modal
Pendapatan
Beban

17 | P a g e

Kode
A
AL
AL – K
AT
AT – P
U
UL
UL – UD
M
P
B

4.

Sistem Kombinasi Angka dan Huruf
Adalah pemberian kode rekening dengan menggunakan kombinasi huruf dan angka.
Huruf paling depan sebagai golongan rekening dan nomor perkiraan dengan angka.
Contoh :
Upah dengan kode “U”
Produksi dengan kode “”9”
Benang Sutra dengan kode “2”
Jadi upah produksi benang sutra dengan kode : “U-9-2”

SOAL – SOAL
Jawablah pertanyaan dibawah ini :
1.

Jelaskan yang dimaksud dengan
kode rekening !

2.

Apakah

kegunaan

dari

kode

rekening !
3.

Apakah yang dimaksud dengan
kode rekening Numeralia ?

4.

Apakah 3 macam contoh kode
rekening Numeralia dengan :
a.
b.

5.

Apakah

yang

Kode Kelompok
Kode Blok
dimaksud dengan kode rekening

Decimal ?
6.
7.
8.
9.

Berilah 2 contoh kode Decimal !
Apakah yang dimaksud dengan kode Mnemonic ?
Berikan 5 macam contoh dari kode Mnemonic !
Apakah yang dimaksud dengan kode kombinasi angka
dan huruf !

10.

Berikan contoh penggunaan kode kombinasi angka dan
huruf !

18 | P a g e

BAB V
KESEIMBANGAN NERACA
A. PENDAHULUAN
Setiap perusahaan bertujuan untuk mendapatkan laba. Agar dapat diketahui rugi atau
laba suatu perusahaan, maka setiap transaksi atau kejadian harus dicatat secara catat
secara cermat dan teliti. Hal ini dimaksudkan agar laporan keuangan yang dibuat dapat
dipertanggungjawabkan perusahaan kepada pemiliknya atau pihak lain. Oleh sebab itu
laporan keuangan harus disusun berdasarkan konsep – konsep atau prinsip – prinsip
akuntansi.
Konsep dasar akuntansi yang penting dan berpengaruh terhadap laporan keuangan
adalah konsep kesatuan usaha. ( Business Entity Concept ) yang menyatakan bahwa
perusahaan dianggap sebagai kesatuan ekonomi yang terpisah –pisah dari pihak – pihak
yang berkepentingan dengan sumber – sumber perusahaan. Perusahaan dipandang sebgai
unit organisasi yang terpisah daripemiliknya. Dengan konsep kesatuan usaha tersebut
akuntansi berkepentingan untuk melaporkan kegiatan perusahaan bukan kefiata
pemiliknya, sebab pemilik dianggap sebagai pihak eksternn.
B. PERSAMAAN AKUNTANSI
1.

Harta = Modal
Dengan adanya pandangan konsep kesatuan usaha yang menyatakan bahwa
perusahaan itu menyaatakan bahwa perusahaan itu merupakan unit organisasi yang
terpisah baik dari pemilik maupun kreditornya, maka segala kekayaan perusahaan
diperoleh dari pihak lur perusahaann. Kekayaan atau harta perusahaan yang diperoleh
dari pihak luar adalah merupakan kewajiban atau utang.
Kekayaan perusahaan yang pertama kali dipperoleh bersumber dari pemilik, maka
pada saat itu pula peusahaan mempunyai kewajiban atau utang kepada pemilik yang
kemudian disebut sebagai modal pemilik.

19 | P a g e

Misalnya pada tanggal 16 Maret 1991 Tuan Achmad hendak mendirikan sebuah
bengkel motor yang diberi nama Bengkel Kasih Sejati. Pada tanggal tersebut Tuan
achmad menyerahkan uang tunai sebesar Rp. 2.000.000,00 ke dalam bengkel tersebut.
Akibat transaksi ini pengaruhnya dapat digambarkan sebagai berikut :
BENGKEL KASIH SEJATI
Kas

Rp. 2.000.000,00

Pemilik

Utang

Rp. 2.000.000,00

( Tuan Achmad )

Transaksi tersebut diatas dapat diartikan bahwa Tuan Achmad meminjamkan uang
kepada perusahaannya.Peristiwa tersebut sebenarnya dapat digambarkan sebagai berikut :
Macamnya Aktiva
Kas

Sumber Dananya
Rp. 2.000.000,00

Utang Tuan Achmad

Rp.2.000.000,00

Karena utang kepada pemilik merupakan modal pemilik maka dari persamaan tersebut
diatas dapat dijabarkan lebih lanjut menjadi :
Macamnya harta
Kas

Sumber Dananya
Rp. 2.000.000,00

Modal Tuan Achmad

Rp. 2.000.000,00

Dengan demikian dapatlah disimpulkan bahwa besrnya harta = modal atau H = M
2.

Harta = Utang + Modal

Karena dengan kekayaan perusahaan yang bersumber dari pemilik saja masih
dirasakan kurang, maka pimpinan perusahaan dapat mencari tambahan kekayaan ( harta)
perusahaan yang bersumber bukan dari pemilik misalnya dari kreditor. Sebaggai misal
Bengkel Kasih Sejati pada tanggal 25 Maret 1991 meminjam uang kepada Bank Niaga
sebesar Rp. 3.000.000,00. Akibat transaksi tersebut maka harta Bengkel Kasih Sejati
berupa kas akan bertambah menjadi Rp. 5.000.000,00 yang bersumber dari Modal Tuan
Achmad Rp. 2.000.000,00 dan utang Bank sebesar Rp. 3.000.000,00. Akibat transaksi ini
dapat digambarkan sebagai berikut :
Macamnya Harta

20 | P a g e

Sumber Dananya

Kas

Rp. 5.000.000,00

Utang Bank
Rp. 3.000.000,00
Modal Tuan Ahmad Rp. 2.000.000,00

Sehingga dalam persamaan akuntansi hal tersebut diatas dapat digambarkan bahwa
Harta = Utang + modal atau dinotasikan H = U + M
3.

Pengaruh
Transaksi
Keuangan Terhadap Persamaan Akuntansi
Transaksi keuangan adalah segala kejadian atau pristiwa yang emperngaruhi struktur
posisi keuangan perusahaan ( harta, utang dan modal ) yang dapat dinilai dengan uang.
Setiap transaksi keuangan suatu perusahaan akan mengakibatkan timbulnya berbagai
perubahan dalam ketiga unsur ( harta, utang dan modal ). Perubahan tersebut dapat terjadi
antara :
a.
b.
c.
d.

Harta dengan harta
Harta dengan utang
Harta dengan modal
Harta dengan utang dan
modal..

Untuk menggambarkan pengaruh transaksi keuangan terhadap ketiga unsur tersebut,
maka perhatikanlah contoh dibawah ini .
TRANSAKSI I
Nona Retno Endrawati setelah menyelesaikan kursus salon kecantikan,
mendirikan sebuah salon kecantikan diberi nama Retno Beauty Salon, dengan
menyerahkan uang tunai sebesar Rp. 2.500.000,00.
Akibat transaksi tersebut maka harta perusahaan berupa kas bertambah sebesar
Rp. 2.500.000,00 dan modal perusahaan bertambah sebesar Rp.2.500.000,00 dan modal
perusahaan bertambah sebesar Rp. 2.500.000,00. Pembinaan ini dinyatakan dalam
perusahaan akuntansi sebagai berikut :
Harta/Aktiva = Modal
No
1.
Jml

Kas
2.500.000,00
2.500.000,00

( dalam rupiah )
Modal Nona retno
2.500.000,00
2.500.000,00

Keterangan
Investasi Modal Awal

TRANSAKSI II
Retno Beauty Salon menyewa sebuah ruangan untuk kegiatan tersebut pada bulan
pertama sebesar Rp. 50.000,00.
Transaksi ini mengakibatkan aktiva perusahan berupa kas berkurang Rp.
50.000,00 untuk membayar beban sewa. Setelah transaksi ini maka persamaan akuntansi
akan terlihat sebagai berikut :
Harta/Aktiva = Modal
(dalam rupiah)

21 | P a g e

No
Jml.
2.
Jml

Kas
2.500.000,00
(50.000,00)
2.450.000,00

Modal Nona retno
2.500.000,00
(50.000,00)
2.450.000,00

Keterangan
Beban sewa

TRANSAKSI III
Retno Beauty salon membeli peralatan salon sebesar Rp.250.000,00 dan
pelengkapan salon sebesar Rp. 50.000,00 secara tunai.
Akibat transaksi ini aktiva perusahaan berupa kas berkurang Rp.300.000,00 dan
aktiva perusahaan berupa perlengkapan salon dan peralatan salon masing-masing
bertambah Rp.50.000,00 dan Rp.250.000,00. Setelah transaksi ini maka persamaan
akuntansi akan terlihat sebagai berikut :

Harta/Aktiva = Modal
(dalam rupiah)
No

Kas

Perlengkapan salon

Peralatan salon

Jml.
3.
Jml

2.450.000,00
(300.000,00)
2.450.000,00

50.000,00
50.000,00

250.000,00
250.000,00

Modal
Nona Retno
2.450.000,00
2.450.000,00

Keterangan

TRANSAKSI IV
Untuk menambah uang kass perusahaannya maka Retno Beauty Salon meminjam
uang dari bank sebesar Rp.500.000,00.
Akibat transaksi ini maka aktiva perusahaanberupa kas bertambah sebesar
Rp.500.000,00 dan utang perusahaan bertambah sebesar Rp.500.000,00. Setelah
transaksi ini perasaan akuntansiinya akan terlihat sebagai berikut :
Harta/Aktiva = Modal
No

Kas

Jml.
4.
Jml

2.150.000,00
500.000,00
2.650.000,00

(dalam rupiah)
Perlengkapan
salon
50.000,00
50.000,00

Peralatan
salon
250.000,00
250.000,00

Utang
Bank
500.000,00
500.000,00

Modal
Nona Retno
2.450.000,00
2.450.000,00

Keterangan

TRANSAKSI V
Hasil jasa dari pemotongan rambut, cuci muka dan lain-lain selama satu bulan
sebesar Rp.265.000,00.
Akibat transaksi ini maka aktiva perusahaan berupa kas bertambah sebesar
Rp.265.000,00 dan modal perusahaan sebesar Rp.265.000,00 yang diaibatkan penerimaan
pendapatan jasa salon. Setelah transaksi ini maka persamaan akuntansinya terlihat
sebagai berikut :
22 | P a g e

Harta/Aktiva = Modal
(dalam rupiah)
No

Kas

Jml.
5.
Jml

2.650.000,00
265.000,00
2.915.000,00

Perlengkapan
salon
50.000,00
50.000,00

Peralatan salon
250.000,00
250.000,00

Utang
Bank
500.000,00
500.000,00

Modal
Nona Retno
2.450.000,00
265.000,00
2.715.000,00

Keterangan
Pendapatan jasa salon

TRANSAKSI VI
Retno Beuty Salon membayar tenaga yang membantu di salon tersebut sebesar
Rp. 50.000,00.
Transaksi ini mengakibatkan aktiva perusahaan berupa kas berkurang
Rp. 50.000,00 dan modal perusahaan berkurang sebesar Rp. 50.000,00 yang
mengakibatkan untuk membayar beban upah. Setelah transaksi ini maka persamaan
akuntansi terlihat sebagai berikut :
Aktiva/harta = Utang + Modal
( dalam rupiah )
No
Jml.6
Jml.

Kas
2.915.000,00
( 50.000,00 )
2.865.000,00

Perlengkapan
Salon
50.000,00
50.000,00
Jumlah aktiva

Peralatan
Salon
250.000,00
250.000,00

Utang
Bank
500.000,00

Modal Nona
Retno
2.715.000,00

Keterangan
Beban Upah

500.000,00
2.665.000,00
= Jumlah utang + Modal

TRANSAKSI VII
Dibayar sebagian utang Bank sebsar Rp. 300.000,00.
Transaksi ini mengakibatkan aktiva perusahaan juga berkurang Rp. 300.000,00
dan utang perusahaan juga berkurang Rp. 300.000,00. Setelahtransaksi ini maka
persamaan akuntansinya terlihat sebagai berikut :
Aktiva/harta = Utang + Modal
( dalam rupiah )
No
Jml.
7
Jml

Kas

Perlengkaan
Salon
2.865.000,00
50.000,00
( 300.000,00 )
2.565.000,00
50.000,00
Jumlah aktiva

Peralatan
Utang
Modal Nona
salon
Bank
Retno
250.000,00
500.000,00
2.665.000,00
500.000,00
250.000,00
200.000,00
2.665.000,00
= Jumlah utang + Modal

Keterangan

TRANSAKSI VIII
Nona Retno Endrawati mengambil uang di salonnya untuk keperluan priibadi sebesar Rp.
25.000,00.
23 | P a g e

Akibat transaksi ini maka aktiva perusahaan berupa kas berupa Rp. 25.000,00 dan
modal perusahaan juga berkurang Rpp. 25.000,00 yang diakibatkan adanya pengambilan
pribadi pemilik. Setelah transaksi tersebut maka persamaan akuntansi terlihat sebagai
berikut :
Aktiva/harta = Utang + Modal
( dalam rupiah )
No
Jml.
8
Jml

Kas
2.565.000,00
( 25.000,00 )
2.565.000,00

Perlengkaan
Salon
50.000,00
50.000,00
Jumlah aktiva

Peralatan
salon
250.000,00
250.000,00

Utang
Bank
200.000,00

Modal Nona
Retno
2.665.000,00
(25.000,00)
200.000,00
2.640.000,00
= Jumlah utang + Modal

Keterangan

TRANSAKSI IX
Pada akhir bulan dinyatakan perlengkapan salon yang sudah terpakai sebesar
Rp. 20.000,00
Transaksi ini mengakibatkan aktiva perusahan berupa perlengkapan salon
berkurang
Rp. 20.000,00 dan modal perusahaan juga berkurang Rp. 20.000,00 yang
diakibatkan adanya beban perlengkapan salon. Setelah transaksi ini maka persamaan
akuntansi terlihat sebagai berikut :
Aktiva/harta = Utang + Modal
( dalam rupiah )
No

Kas

Jml.
9
Jml

2.540.000,00
2.540.000,00

Perlengkaan
Salon
50.000,00
(20.000,00)
30.000,00
Jumlah aktiva

Peralatan
salon
250.000,00
250.000,00

Utang
Bank
200.000,00

Modal Nona
Retno
2.665.000,00
(20.000,00)
200.000,00
2.620.000,00
= Jumlah utang + Modal

Keterangan
Beban Perl.
Salon

TRANSAKSI X
Pada akhir bulan dinyatakan peraltan salon disussutkan sebesar Rp. 25.000,00.
Transaksi ini mengakibatkan aktiva prusahaan berupa peralatan salon berkurang
nilainya sebesar Rp. 25.000,00 dan modal perusahaan berkurang sebsar rp. 25.000,00
yang diakibatkan adanya beban penyusutan peralatan salon
Dalam hal ini penguragan nilai peralatan salon tidak langsung dilakukan pada
peraltan salon, namun sebaiknya dibuatkan rekening atau kolom tersendiri dengan nama
akumusi penyusutan peralatan salonsebagai kotra rekening ( rekening tandingan )
daripada rekening peralatan salon. Rekening akumulasi penyusutan peralata salon
kedudukannya mengurangi rekening peralatan salon. Transaksi ini tidak langsung
dikurangkan pada peralatan salon alasannya agar nilai perolehan peralatan salon dapat
segera diketahui pada setiap saat. Setelah transaksi ini maka prsamaan akuntansi terlihat
secara keseluruhan sebagai berikut

24 | P a g e

Aktiva/harta = Utang + Modal
( dalam rupiah )
No

Kas

1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8..
9.
10.

Ak.
Peny.
Peralatan salon
-

Peralatan
salon
-

Utang Bank

2.500.000,00

Perlengkaan
Salon
-

-

Modal Nona
Retno
2.500.000,00

(500.000,00)

-

-

-

-

(50.000,00)

2.450.000,00
(300.000,0)
2.150.000,00
500.000,00
2.650.000,00
265.000,00

50.000,00
50.000,00
50.000,00
-

250.000,00
250.000,00
250.000,00
-

-

500.000,00
500.000,00
-

2.450.000,00
2.450.000,00
2.450.000,00
265.000,00

2.915.000,00
(50.000,00)
2.865.000,00
(25..000,00)
2.565.000,00
(25.000,00)

50.000,00
50.000,00
50.000,00
-

250.000,00
250.000,00
250.000,00
-

-

500.000,00
500.000,00
(300.000,00)
200.000,00
-

2.715.000,00
(50.000,00)
2.665.000,00
2.665.000,00
(25.000,00)

2.540.000,00
2.540.000,,00
-

50.000,00
(20.000,00)
30.000,00
-

250.000,00
250.000,00
-

(25.000,00)

200.000,00
200.000,00
-

2.640.000,00
(20.000,00)
2.620.000,00
(25.000,00)

2.540.000,00

30.000,00

250.000,00

(25.000,00)

200.000,00

2.595.000,00

Keterangan
Investasi modal
awal
Beban awal

Pendapatan jasa
salon
Beban upah

Prive Retno
Beban Per. Salon
B. Peny.peralatan
salon

Jumlah aktiva – Akumulasi penyusutan peralatan salon = Jumlah Utang + Modal

Jika kita perhatikan transaksi – transaksi yang dapat mempengaruhi modal dapat
disimpulkan sebagai berikut ;
1. Transaksi yang mengakibatkan bertambahnya modal yaitu :
- penerimaan pendapatan
- adanya transaksi setoran modal
2. Transaksi yang mengakibatkan berkurangnya modal yaitu :
- pembayaran beban
- pengambilan untuk keperluan pribadi
4.

Pengembangan

Persamaan

Akuntansi
Pada awal periode akuntansi posisi keuangan suatu prusahaan jika digambarkan
dalam notasi persamaan akuntansi aka terlihat sebagai berikut : H = U + M. Setelah
terjadi transaksi selama periode akuntansi maka ketiga unsur tersebut akan mengalami
perubahan. Sehingga pad aakhir periode akuntansi keadaan posisi keuangannya dapat
digambarkan dalam notasi persamaan akuntansi sebagai berikut : H’ = U’ + M’. Tanda
aksen tersebut menunjukkan bahwa ketiga unsur telah mengalami perubahan – perubahan
yang diakibatkan adanya transaksi selama satu periode akuntansi. Meskipun tiga unsur
tersebut mengalami perubahan namun komposisi jumlah aktifa selalu sama dengan
jumlah utang ditambah modal.
Pada kenyataannya bahwa peru8bahan modal itu akan diketahui pada akhir periode
akuntansi, bukan setiap saaat terjadinya transaksi. Oleh karena itu selama periode
25 | P a g e

terjadinya transaksi elemem – elemen yang terdapat dalam M’(M aksen) dapat di
pisahkan menjadi unsur-unsur:
a.
b.

Modal awal(M).
Pendapatan(P)

yang

Beban

yang

mengakibatkan bertambahnya modal awal (M).
c.

(B)

mengakibatkan berkurangnya modal awal (M).
d.

Setoran atau investasi
tambahan (S) yang mengakibatkan bertambahnya modal awal (M).
e.
Pengambilan pribadi (K)
yang mengakibatkan berkurangnya modal awal (M).
Karena M” (M aksen) itu terdiri dari unsur-unsur atau elemen-elemen M, P,B, S dan
K maka posisi keuangan perusahaan pada akhir periode akuntansi dapat digambarkan
dalam persamaan akuntansi sebagai berikut: H’ = U’ + M + P- B + S-K.
Untuk lebih jel;asnya pada contoh Retno Beauty Salon jika kita hendak memisahkan
elemen – elemen yang mempengaruhi M’ (M aksen) maka dapat digambarkan sebagai
berikut:

AKTIVA

= UTANG

+

MODAL

+ PENDAPATAN - BEBAN

+ SETORAN

- PRIVE

Kas

Utang

Modal

Pendapatan

Beban Sewa

Setoran

Prive

2.540.000.00

2.00.000,00

2.500.000,00

265.000,00

50.000,00

-

25.000,00

Perlengkapan
Salon

Beban Upah

30.000,00

50.000,00

Peralatan
Salon
250.000,00

B. Perleng.
Salon
20.000,00

Ak. Peny.
Salon

B. Peny.
Per. Salon

(25..000,00)

25.000,00

26 | P a g e

Dalam gambar tersebut diatas jumlah aktifa (H’) adalah Rp.2.795.000,00 yang
terdiri dari kas Rp.2.540.000,00 perlengkapan salon Rp.30.000,00 dan peralatan salon
Rp.225.000,00 (Rp.250.000,00)- Rp.25.000,00). Sedangkan jumlah U’ Rp.200.000,00 M
(modal awal) Rp.2.500.000,00 P= Rp 265.000,00 B = Rp.145.000,00 yang terdiri dari
(Beban sewa Rp.50.000,00 Beban upah Rp.50.000,00 Beban perlengkapan salon
Rp.20.000,00 dan Beban penyusutan peralatan salon Rp.25.000,00).Untuk setoran S =
Rp.0,00 dan K = Rp.25.000,00. Jadi H’ = U’ + M + P – B + S – K dapat dibuktikan
sebagai berikut: Rp.2.795.000,00 = Rp.200.000,00 + Rp. 2.500.000,00 + Rp.265.000,00 –
Rp.145.000,00 + Rp.0,00 – Rp.25.000,00.
SOAL – SOAL
A. SOAL TEORI
1
2
3
4
5
6
7

Jelaskan yang dimaksud denagn konsep kesatuan usaha !
Siapa sajakah yang menjadi pihak luar ( ekstern ) menurut sudut pandang konsp
kesatuan usaha ?
Sebutkan unsur – unsur persamaan akuntansi !
Berilah contoh trasaksi keuangna yang mempengaruhi perubahan harta dengan harta !
Berilah contoh transaksi keuangan yang mempngaruhi perubahan harta dengan utang
Berilah contoh transaksi keuangan ynag mempenggaruhi keuangan harta dengan
modal !
Berilah contoh transaksi keuangna ynag mempengaruhi perubahan modal !

B. SOAL LATIHAN
1

Tuan Budi setelah menyelesaikan gelar akuntan mendirikan sebuah
perusahaan akuntan publik yang diberi nama Kantor Akuntan Budi. Transaksi yang
terjadi selama bulan pertama adalah sebagai berikut :
a.
Tuan Budi menyerahkan uang tunai
pribadinya sebesar Rp. 5.000.000,00 ke dalam kas perusahaan.
b.
Dibayar sewa ruangan bulan pertama untuk
melakukan kegiatan sebesar Rp. 150.000,00 .
c.
Dibeli peraltan kantor dengan kredit dari
Toko Murah seharga Rp. 800.000,00
d.
Dibeli perlengkapan kantor seharga
Rp.100.000,00
e.
Dibayar biaya pemuatan iklan pada harian
Media Indonesia sebesar Rp. 50.000,00
f.
Diterima uang jasa pemeriksaan ( audit )
dari PT. Merpati sebesar Rp. 950.000,00

27 | P a g e

g.

Dibayar biaya listrik pada bulan pertama
Rp. 15.000,00

h.

Tuan Budi menyerahkan mesin tik untuk
keperluan dikantornya, nilai mesin tik tersebut Rp. 250.000,00
i.
Dibayar gaji para karyawan Rp. 250.000,00
j.
Tuan Budi mengambil uang perusahaan
untuk keperlun pribadi sebsar Rp. 50.000,00
Diminta :
Susunlah persamaan akuntansi dengan perincian sebagai berikut :
Harta : Kas, Perlengkapan kantor, Peralatan kantor.
Utang : Utang usaha
Modal : Modal Tuan Budi
2.

M. Yusuf serang penjahit amatir yang sudah lama
melakukan kegiatan menjahit merasa perlu melakukan pembukuan. Mulai tanggal 1
Januari 1991 diadakan pendataan yang hasilnya sebagai berikut :
Peralatan jahoit dan obras dinilai seharga Rp. 450.000,00 , perlengkapan jahit senilai
Rp. 50.000,00. Adapun transaksi yang terjadi selama bulan Januari 1991 adalah
sebagai berikut :
Januari 2 : M. Yusuf mengambil tabungannya di Bri sebesar Rp.200.000,00
untuk
menambah modalnya.
3 : Dibayar sewa ruangan yang digunakan kegiatan tersebut untuk bulan
Januari 1991 sebesarRp. 75.000,00
5 : Diterima ongkos obras sebesar Rp. 15.000,00
7 : Diterima ongkos jahit sebesar Rp. 50.000,00
10 : Dibeli mesin jahit merk Singer secara kredit dari Toko Swira dengan
harga Rp. 350.000,00.
20 : Dibayar upah tenaga yang membantunya sebsar Rp. 50.000,00
21 : Diterima dari langganan upah jahit sebesar Rp. 125.000,00
25 : Diserahkan hasil jahitan seragam sekolah kepada SMU Sadam sebesar
Rp. 250.000,00
28 : Dibayar hutang kepada Toko Swira Rp. 150.000,00
29 : Diterima tagihan dari SMU Sadam sebesar Rp. 150.000,00
30 : Dibayar upah tenaga yang membantu sebesar Rp. 75.000,00
31 ; M. Ysuf mengambil uang perusahaan sebesar Rp. 50.000,00 unutk
keperluan pribadi .
31 : Perlengkapan jahit tinggal seharga Rp. 10.000,00
31 : peralatan jahit dan obras disusutkan sebesar 10 % dari harga perolehan.

Diminta :
Susunlah persamaan akuntansi dan transaksi – transaksi tersebut diatas dengan perincian
sebagai berikut :

28 | P a g e

Harta : Kas, Piutang usaha, Perlengkapan jahit, Peralatan jahit dan Obras, dan akumulasi
penyusutan pralatan jahit dan obras.
Utang : Utang Usaha
Modal : Modal M. Yusuf
3.

Perusahaan reparasi sepeda motor “MAJU JAYA” ,
kepunyaan Jayadi memulai operasinya pada tanggal 1 Sepetember 1990 dan
melakukan transaksi – transaksi berikut ini selama bulan September itu :
1.

Jayadi menginfestasikan Rp.
7.500.000,00 dari uang pibadinya kedalam perusaan.
2.
Dibeli peralatan reparasi
sepeda motor dengan harga Rp. 4.500.000,00. Dari jumlah tersebut dibayar tunai
Rp. 2.500.000,00 sedangkan sisanya diberi waktu 30 hari.
3.
Dibeli perlengkapan perkas
seharga Rp. 450.000,00
4.
Jayadi
menerima
Rp.
750.000,00 dari para langganannya untuk servis danreparasi yang dilaksanakan.
5.
Dibayar sewa gedung unutk
bulan September 1990 Rp. 250.000,00
6.
Dibeli perlengkapan secara
kredir seharga Rp. 650.000,00.
7.
Diambil untuk keperluan
pribadi uang sebanyak Rp. 150.000,00
8.
Dibayar
sebanyak Rp.
450.000,00 dari harga perlengkapan yang dibeli menurut butir 6 diatas.
9.
Dibayar upah tenaga kerja
Rp. 125.000,00 .
10.
Sisa perlengkapan yang
masih ada pada akhir bulan September 1990 sebanyak Rp. 975.000,00
Diminta :
Susunlah persamaan akuntansi berdasarkan transaksi – transaksi tersebut diatas,
dengan judul –judul Aktiva, Utang dan Modal pemilik sebagai berikut :
AKTIVA
UTANG
MODAL PEMILIK
4.

: Kas, Perlengkapan, Peralatan
: Utang Usaha
: Modal Jayadi

Transaksi – transaksi yang dilaksanakan oleh prusahaan “
BINATU BERSIH “, selama bulan Mei 1991 adalah sebagai berikut :

29 | P a g e

1 Mei

3 Mei
6 Mei
9 Mei
11 Mei
13 Mei
15 Mei
17 Mei

19 Mei
21 Mei

24 Mei
26 Mei
28 Mei
30 Mei
31 Mei

Syahril memulai usahanya dengan menginvestasikan sebagai berikut modal
pertama berupa :
Uang tunai…………………………………………Rp. 4..500.000,00
Peralatan binatu……………………………………Rp. 600.000,00
Dibeli tunai perlengkapan binatu dengan harga Rp. 150.000,00
Telah diselesaikan pekerjaan binatu dengan atas suatu instansi dengan biaya
Rp. 525.000,00
dibeli dengan kredit dari Toko sakura jakarta :
Perlengkapan binatu
Diterima tunai pendapatan dari pekerjaaan binatu sebesar Rp. 450.000,00
Dibayara iklan sebesar Rp. 150.000,00
Syahril mengambil uang tunai unutk keperluan pribadinya sebesar
Rp. 175.000,00
Dibeli dari Toko Abadi Jakarta :
Perlengkapan binatu………………………………..Rp.
50.000,00
Peralatan binatu…………………………………….Rp.
575.000,00
Dari jjumlah tersebut dibayar tunai Rp. 300.000,00 dan sisanya akan
dibayar 30 hari lagi.
Dibayar angsuran utang Toko Sakura sebesar Rp. 350.000,00
Syahril mengadakan investasi tambahan kepada perusahaan binatunya
dengan menyetor :
Uang tunai………………………………………….Rp.
750.000,00
Peralatan binatu…………………………………….Rp.
300.000,00
Diterima angsuran pembayaran langganan atas pekerjaan binatu yang telah
diselesaikan tanggal 6 Mei yang lalu sebesar Rp. 275.000,00
Diterima uang tunai pendapatan atas pekerjaan binatu yang telah
diselesaikan sebesar Rp. 275.000,00
Dibeli perlengkapan dari Toko Karya dengan harga Rp. 275.000,00.
Dibayar tunai sisanya akan dibayar kemudian.
Dibayar upah karyawan Rp. 150.000,00
Nilai perlengkapan binatu yang masih ada sebanyak Rp. 350.000,00

Diminta :
Susunlah transaksi diatas dalam persamaan dasar akuntansi dengan perkiraan –
perkiraan sebagai berikut :
AKTIVA
: Kas, Piutang, Usaha, Perlengkapan binatu, Peralatan binatu
UTANG
: Utang usaha
MODAL PEMILIK : Modal Syahril
5.

Susunlah transaksi – transaksi dibawah ini dalam
persamaan akuntansi dengan bentuk mendatar, seperti berikut :

Tanggal

30 | P a g e

Aktiva
Kas

Piutang
Usaha

Perlengk.
Kantor

Peralatan
Kantor

Kewajiban
Utang
Usaha

Modal
Modal Agus

Transaksi selama bulan januari 1991 adalah sebagai berikut :
3 Januari

5 Januari
8 Januari
10 Januari
15 Januari
18 Januari
20 Januari
25 Januari
28 Januari
31 Januari
31 Januari

Agus memulai usaha dengan menginvestasikan sebagai modal
pertama :
Uang tunai
Rp. 2.500.000,00
Peralatan Kantor
Rp. 500.000,00
Dibeli tunai perlengkapan kantor Rp. 200.000,00
Dibeli dengan kredit dari Toko Harapan peralatan kantor seharga Rp.
300.000,00
Diselesaikan pekerjaan atas langganan . Biaya mengerjakan
diperhitungkan Rp. 450.000,00 jumlah tersebut terlah difakturkan
untuk di tagih.
Diterima hasil usaha sebesar Rp. 500.000,00
Dibayar rupa-rupa beban usaha sebesar Rp. 60.000,00
Agus mengambil uang tunai untuk keperluan pribadinya sebesar Rp. `
150.000,00
Dibayar sebagian utang pembelian peralatan kantor sebesar Rp.
100.000,00
Diterima pembayaran sebagiuan tagihan atas langganan (l8hat 10
Januari ) sebesar Rp. 250.000,00
Dibayar gajih pegawai bulan Januari Rp. 120.000,00
Setelah diadakan iventarisasi ternyata persediaan perlenglapan kantor
yang masih ada sebesar Rp. 50.000,00

BAB VI
LAPORAN KEUANGAN
A. PENDAHULUAN
Laporan keuangan adalah laporan yang di rancang untuk para pembuat keputusan
baik di dalam maupun diluar perusahaan mengenai posisi keuangan dan hasil usaha
31 | P a g e

perusahaan. Menurut Prinsip Akuntansi Indonesia (PAI) tahun 1984 yang di keluarkan
Ikatan Akuntan Indonesia (IAI) menyebutkan bahwa laporan keuangan meliputi neraca ,
perhitungan rugi/laba dan catatan atas laporan keuangan . Untuk lebih dapat
menggambarkan cara jelas sifat dan perkembangan perubahan yang di alami perusahaan
dari waktu ke waktu, sangat dianjurkan agar perusahaan menyusunlaporan keuangan
komparatif, setidaknya untuk duaa tahun terakhir.
Hasil akhir dari suatu proses akuntansi adalah berupa laporan keuangan. Setiap
perusahaan pada periode akhir akuntansi harus menyusun laporan keuangan, baik untuk
kepentingan intern maupun ekstern.
B. SYARAT – SYARAT LAPORAN KEUANGAN
Syarat laporan keuangan laporan yang baik harus memenuhi kriterua sebagai
berikut :
1.
2.
3.

4.
5.
6.

7.

Relevan
artinya
bahwa
informasi yang dijadikan harus ada hubungan dengan pihak-pihak yang memerlukan
untuk mengambil keputusan.
Dapat dimengerti artinya
bahwa laporan keuangan yang disusun berdasarkan secara jelas dan mudah difahami
oleh para pemakainya.
Daya uji artinya bahwa
laporan keuangan yang disusun berdasarkan konsep-konsep dasar akuntansidan
prinsip-prinsip akuntansi yang dianut, sehingga dapat diuji kebenarannya oleh pihak
lain.
Netral artinya bahwa laporan
keuangan yang disajikan bersifat umum, objektif dan tidak memihak pada
kepentingan pemakai tertentu.
Tepat waktu artinya bahwa
laporan keuangan harus di sajikan tepat pada waktunya .
Daya banding artinya bahwa
perbandingan laporan keuangan dapat diadakan baik antara laporan perusahaan dalam
tahun tertentu dengan tahun sebelumnya atau laporan keuangan perusahaan tertentu
dengan perusahaan lain pada tahun yang sama.
Lengkap artinya bahwa
laporan keuangan yang disusun harus memenuhi syarat-syarat tersebut diatas dan
tidak menyesatkan pembaca.

C. LAPORAN RUGI – LABA
Laporan rugi-laba adalah suatu laporan yang memberikan informasi keberhasilan
yang di capai atau kegagalan yang menimpa suatu perusahaan di dalam menjalankan
usahanya dalam jangka waktu (periode) tertentu yang dinilai atau diukur dengan jumlah
satuan uang. Rugi atau laba perusahaan dapat dihitung dengan perbandingan antara
jumlah pendapatan dan jumlah beban selama satu periode akuntansi. Jika jumlah
pendapatan lebih besar dibandingkan jumlah beban maka perusahaan tersebut
32 | P a g e

mendapatkan laba. Sebaiknya jumlah pendapatan lebih kecil dibandingkan jumlah beban
maka perusahaan tersebut menderita kerugian..
Dalam menyusun laporan rugi laba perlu diperhatikan judul; laporan, yang
memuat nama perusahaan, nama lapopran dan periode laporan tersebut dengan penulisan
secara berturut-turut menjadi tiga baris. Contoh:
RETNO BEAUTY SALON
LAPORAN RUGI-LABA
UNTUK PERIODE YANG BERAKHIRAN 31 DESEMBAR 1990
Adapun unsur – unsur dari laporan rugi-laba adalah sebagai berikut:
1.
Pendapatan
Pendapatan perusahaan selama satu periode akuntansi ini harus kita rinci, mana yang
termasuk pendapatan yang merupakan usaha pokok (pendapatan operasional) dan
mana yang merupakan pendapatan diluar usaha pokok (pendapatan non operasional).
2. Beban
Demikian juga beban yang dikeluarkan oleh perusahaan selama satu periode
akuntansi harus kita perinci mana yang termasuk beban operasional yaitu beban yang
dikeluarkan untuk membiayai kegiatan usaha pokok perusahaan, dan beban non
operasional yaitu beban yang di krluarkan untuk membiayai kegiatan diluar usaha
pokok perusahan.
3. Saldo rugi-laba
Saldo rugi-laba itu kita peroleh dengan jalan membandingkan antara jumlah rincian
pendapatan danjumlah rincian tersebut diatas.
Bentuk la[oran rugi-laba dapat dibuat dalam dua bentuk yaitu:
a. Laporan rugi-laba berbentuk singel step
Bentuk ini juga disebut bentuk langsung yaitu bentuk laporan rugi-laba yang
menggabungkan semua unsur pendapatan menjadi satu kelompok dan semua beban
menjadi satu kelompok. Cara menyusunnya adalah bagian pertama adalah perincian
pendapatan baik pendapatan operasional maupun pendapatan non oiperasional.
Kemudian bagian kedua merupakan perincian beban baik beban operasional maupun
beban non operasional. Setelah itu bagian ketiga adalah saldo rugi-laba yang
merupakan selisih antara juml;ah perincian pendapatan dan jumlah perincian beban.
b. Laporan rugi-laba berbentuk multiple step
Bentuk ini juga disebut bentuk bertahap yaitu bentuk laporan rugi-laba yang unsur
pendapatan maupun beban dipisahkan atas dasar operasional dan usaha non
operasional dan usaha non operasional. Cara penyusunannya adalah sebagai berikut :
Bagian pertama adalah perincian pendapatan operasional, kemudian bagian kedua
adalah perincian beban operasional. Bagian keempat untuk memerinci pendpatan
maupun beban non oprasoinl, kemudian bagian terakhir untuk mencari saldo rugi –
laba bersih.

33 | P a g e

Dalam menyusun laporan rugi – laba sebaiknya unsus beban disusun secara urut dari
jumlah terbesar ke jumlah terkecil kecuali unutk beban serba – serbi atau beba lain – lain.
Contoh soal :
Di bawah ini daftar rekening nomnal sebuah perusahaan Bengkel Mobil Anugerah pada
tanggal 31 Desember 1991.
Beban gaji
Rp. 3.500.000,00
Pendapatan servis
Rp. 6.450.000,00
Beban perlengkapan bengkel
Rp. 2.330.000,00
Beban administrasi bank
Rp. 156.000,00
Pendapatan cat duco
Rp. 7.200.000,00
Beban Penyususutan bengkel
Rp. 1.500.000,00
Pendapatan bunga
Rp. 1.345.000,00
Beban perlengkapan kantor
Rp. 845.000,00
Beban penyusutan peralatan kantor Rp. 1.200.000,00
Beban lain-lain
Rp. 450.000,00
Dari data tersebut di atas jika dibuat perhitungan rugi-laba dengan menggunakan bentuk
singel step maupun multiple step terlihat sebagai berikut:
1.
Bentuk single step.
BENGKEL MOBIL ANUGERAH
Perhitungan Rugi – Laba
Untuk periode yang berakhir 31 Desember 1991
Pendapatan :
- Pendapatan cat duko
- Pendapatan servis
- Pendapatan bunga

Rp. 7.200.000,00
Rp. 6.450.000,00
Rp. 1.345.000,00 +

Jumlah pendapatan

Rp. 14.995.000,00

Beban :
-

Beban gaji
Beban perlengkapan bengkel
Beban penyusutan peralatan kantor
Beban penyusutan kantor
Beban perlengkapan kantor
Beban administrasi Bank
Beban lain – lain

Rp. 3.500.000,00
Rp. 2.330.000,00
Rp. 1.500.000,00
Rp. 1.200.000,00
Rp. 845.000,00
Rp. 156.000,00
Rp. 450.000,00 +

Jumlah beban

Rp.

9.981.000,00 _

Laba bersih

Rp.

5.014.000,00

34 | P a g e

2. Bentuk Multiple Step
BENGKEL MOBIL ANUGERAH
Perhitungan Rugi – Laba
Untuk periode yang berakhir 31 Desember 1991
Pendapatan operasional :
-Pendapatan cat duco
-Pendapatan servis

Rp. 7.200.000,00
Rp. 6.450.000,00

+

Jumlah pendapatran operasional

Rp.13.650.000,00

+

Beban operasional:
-Beban gajih
-Beban perlengkapan bengkel
-Beban penyusutan peralatan bengkel
-Beban penyusutan peralatan kantor
-Beban peralatan kantor
-Beban lain-lain

Rp.
Rp.
Rp.
Rp.
Rp.
Rp.

3.500.000,00
2.330.000,00
1.500.000,00
1.200.000,00
845.000,00
450.000,00 +

Jumlah beban operasional

Rp. 9.825.000,00 -

Laba operasional

Rp. 3.825.000,00

Pendapatan /beban non operasional:
-Pendapatan bunga
-Beban administrasi bank
Laba non operasional

Rp. 1.345.000,00
Rp. 156.000,00 -

Laba bersih sebelum pajak

D.

Rp.
Rp.

1.189.000,00

+

5.014.000,00

LAPORAN PERUBAHAN MODAL

Laporan perubahan modal adalah suatu laporan atau informasi yang menggambarkan
perubahan-peubahan atas modal yang terjadi pada suatu periode akuntansi.
Dalam laporan perubahan modal ini akan terlihat adanya perubahan dari modal awal
menjadi modal akhir.
Adapun yang menjadi unsur-unsur laporan perubahan modal adalah:
1. Modal awal yaitu modal yang di tanamkan pada awal periode akuntansi.
2.
Rugi atau laba perusahaan dalam suatu periode
akuntansi. Jika perusahaan mendapat laba, maka besarnya laba akan menambah
modal awal. Sebaliknya jika perusahaan menderita rugi, maka besarnya rugi akan
mengurangi modal awal.
35 | P a g e

3.

Setoran modal atau tambahan investasi yaitu
penambahan investasi modal oleh pemilik selama periode akuntansi berjalan. Setoran
modal ini akan akan menambah besarnya modal awal.
4.
Pengambilan pribadi pemilik yaitu pengambilan
aktiva perusahaan untuk keperluan pribadi pemilik. Pengambilan pribadi ini akan
mengurangi besarnya modal awal.
Adapun bentuk laporan perusahaan modal adalah sebagai berikut :
BENGKEL MOBIL ANUGERAH
Perhitungan Rugi – Laba
Untuk periode yang berakhir 31 Desember 1991
Modal……………..per 1 Januari 1991
Setoran/tambahan investasi

Rp.
Rp.

xxxxxxx
xxxxxxx

Rp.

xxxxxxx

Penambahan/pengurangan modal

Rp.

xxxxxxx +/-

Modal…………..per 31 Desember 1991

Rp.

xxxxxxx

Rugi/laba
Prive…….

Rp.
Rp.

xxxx
xxxx +/-

Untuk perusahaan yang berbentuk Perseron Terbatas ( PT) dinamakan laporan laba
ditahan yang bentuknya sebagai berikut :
PT. ANJANGSANA
Laporan Laba Ditahan
Periode yang berakhir 31 Desemmber 1991
Laba ditahan, 1 Januari 1991

Rp.

xxxxxx

Penambahan laba ditahan

Rp.

xxxxxx +

Laba ditahan, 31 Desember 1991

Rp.

xxxxxx

Laba bersih tahun 1991
Deviden yang dibagikan tahun 1991

36 | P a g e

Rp.
Rp.

xxxx
xxxx -

E. NERACA
Neraca adalah laporan keuangan yang disusun secara sistematis yang
menggambarkan posisi keuangan pada suatu saat tertentu yang terdiri aktiva, uatang dan
modal. Neraca dapat dibuat dalam dua bentuk yaitu :
1.

Neraca

yang

berbentuk

rekening/skontro ( Account Form )
Bentuk ini memepunyai dua belah sisi yaiut sisi debit dan sisi kredit. Sisi debit untuk
merinci macamnya aktiva sedangkan sisi kredit unutk memerinci macamnya uatang dan
modal. Perincian aktiva lancar dalam neraca disusun berdasaekan urutan likuiditas, ari
yang paling lancar ke yang kurang lancar, sedangkan untuk aktiva tetap penyusunannya
berdasarkan urutan kekekalannya, yaitu dari yang paling kekal ke yang kurang kekal.
Perincian utang disusun berdasarkan jangka waktu pembayarannya yaitu dari yang
berjangka oendek ke yang berajangka panjang.
2.

Neraca berbentuk laporan

( Report Form )
Neraca bentuk ini susunan aktiva , uatng dan modal disusun berturut – turut dari atas
ke bawah . Prinsip penyusunan aktiva, utang dan modal sama sepeti bentuk rekening.
Contoh soal :
Data rekening riil dari Biro Iklan Jaya pada tanggal 31 Desember 1991 terlihat sebagai
berikut :
Kas
Tanah
Gedung
Kendaraan
Piutang usaha
Peralatan kantor
Perlengkapan kantor
Akumulasi penyusutan peralatan kantor
Utang usaha
Akumulasi penyusutan peralatan kantor
Wesel bayar
Modal Adi
Asuransi dibayar dimuka
Utang hipotik
Akumulasi penyusutan gedung

Rp
540.000,00
Rp. 8.500.000,00
Rp. 9.000.000,00
Rp. 15.000.000,00
Rp. 3.500.000,00
Rp. 2.900.000,00
Rp.
800.000,00
Rp. 3.000.000,00
Rp. 2.500.000,00
Rp. 1.160.000,00
Rp. 1.500.000,00
Rp. 24.310.000,00
Rp.
480.000,00
Rp. 6.000.000,00
Rp. 2.250.000,00

Dari data tersebut di atas jika dibuat neraca dengan bentuk rekening dan bentuk laporan
maka terlihat sebagai berikut :
37 | P a g e

a) Neraca bentuk rekening
BIRO IKLAN JAYA

Aktiva Lancar :
Kas
Piutang Usaha
Perlengkapan Kantor
Asuransi diibayar dimuka

Rp.
Rp.
Rp.
Rp.

Neraca
Per 31 Desember 1991
Utang Jangka Pendek:
540.000,00
Utang Usaha
3.500.000,00
Wesel bayar
800.000,00
480.000,00 +
Jumlah utang jangka pendek

Jumlah Aktiva Lancar

Rp.

5.320.000,00

Aktiva Tetap :
Tanah
Gedung
Ak.Peny.Gdg.

Rp.

8.500.000,00

Rp.19.000.000,00
Rp. 2.250.000,00

Perlt.Ktr.
Akumulasi Peny.
Peralatan Ktr.

Rp. 2.900.000,00

Kendaraan
Akumulasi Peny.
Kendaraan

Rp. 15.000.000,00

Rp.

6.750.000,00

Rp.

1.740.000,00

Rp. 2.500.000,00
Rp. 1.500.000,00 +
Rp. 4.000.000,00

Utang jangka panjang:
Utang Hipotik

Rp. 6.000.000,00 +

Jumlah utang

Rp. 10.000.000,00

Modal Adi

Rp. 24.310.000,00

Jumlah utang dan modal

Rp. 34.310.000,00

Rp. 1.160.000,00

Rp. 3.000.000,00
Rp. 12.000.000,00 +

Jumlah aktiva

38 | P a g e

Rp. 34.310.000,00

BIRO IKLAN JAYA
Neraca
Per 31 Desember 1991
Aktifa
Aktifva lancar:
- Kas
- Piutang usaha
- Perlengkapan kantor
- Asuransai dibayar dimuka

Rp.. 540.000,00
Rp. 3.500.000,00
Rp.
800.000,00
Rp.
480.000,00

Jumlah aktiva lancar

Rp.

5.320.000,00

Jumlah aktiva tetap

Rp.

28.990.000,00

Jumlah aktiva

Rp.

34.310.000,00

Aktiva Tetap
- Tanah
- Gedung
- Akumulasi peny gedung

Rp. 9.000.000,00
Rp. 2.250.000,00 _

Rp. 8.500.000,00

- Peralatan kantor
- Akumulasi peny. perlt. ktr

Rp. 2.900..000,00
Rp. 1.160.000,00 _

- Kendaraan
- Akumulasi peny. kendaraan

Rp.15.000.000,00
Rp. 3.000.000,00 _

Rp. 6.750.000,00

Rp. 1.740.000,00
Rp.12.000.000,00 +

Utang:
Utang jangka pendek :
- Utang usaha
- Wesel bayar
Jumlah utang jangka pendek

Rp. 2.500.000,00
Rp. 1.500.000,00 +
Rp. 4.000.000,00

Utang jangka panjang :
- Utang hipotik
Jumlah utang
Modal :
- Modal Adi
Jumlah utang dan modal

Rp. 6.000.000,00 +
Rp. 10.000.000,00
Rp. 24.310.000,00 +
Rp. 34.310.000,00

Laporan keuangan yang bahas dalam bab ini adalah laporan keungan yang dibuat
berdasarkan persamaan akuntansi. Untuk menggambarkan hubungan ketiga macam
laporan keuangan dari conoth persamaan akuntansi Retno Beuty Salon jika kita buat
laporan keuangannya yang terdiri dari :
Laporan rugi – laba
Laporan perubahan modal
Neraca
39 | P a g e

Aktiva = Utang + Modal
( dalam rupiah )
No

Kas

Perl. salon

Peralatan
salon

1.
2.

2.500.000,00
(500,000,00)
2.450.000,00
(300.000,00)
2.150.000,00
500.000,00
2.650.000,00
265.000,00
2.915.000,00
(50.000,00)
2.865.000,00
(300.000,00)
2.565.000,00
(25.000,00)
2.540.000,00
2.540.000,00
2.540.000,00

50.000,00
50..000,00
50.000,00
50.000,00
50.000,00
50.000,00
50.000,00
(20.000,00)
30.000,00
30.000,00

250.000,00
250.000,00
250.000,00
250.000,00
250.000,00
250.000,00
250.000,00
250.000,00
250.000,00

3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.
10.

Ak.
Peny.
Peralatan
Salon
(25.000,00)
(25.000,00)

Utang Bank

Modal Nona
Retno

Keterangan

500.000,00
500.000,00
500.000,00
500.000,00
(300.000,00)
200.000,00
200.000,00
200.000,00
200.000,00

2.500.000,00
(50.000,00)
2.450.000,00
2.450.000,00
2.450.000,00
265.000,00
2.715.000,00
(50.000,00)
2.665.000,00
2.665.000,00
(25.000,00)
2.640.000,00
(20.000,00)
2.620.000,00
(25.000,00)
2.595.000,00

Investasi modal awal
Beban sewa

Pendapatan jasa salon
Beban pajak

Prive Retno
Beban perl. salon
B.peny. perlt. salon

Jika akhir periode akuntansi pada Retno Beauty Salon tanggal 31 Desember 1990 maka
laporan keuangannya tampak sebagai berikut :
a) Laporan Rugi – Laba

RETNO BEAUTY SALON
Laporan Rugi – Laba
Untuk Periode yang berakhir 31 Desember 1990
Pendapatan
- Pendapatan jasa salon

Rp. 265.000,00

Beban :
- Beban sewa
- Beban upah
- Beban penyusutan peralatan salon
- Beban perlengkapan salon

Rp. 50.000,00
Rp. 50.000,00
Rp. 25.000,00
Rp. 20.000,00 +

Jumlah beban

Rp. 145.000,00 _

Laba bersih

Rp. 120.000,00

40 | P a g e

b) Laporan Perubahan Modal.
RETNO BEAUTY SALON
Laporan Perubahan Modal
Untuk periode yang berakhir 31 Desember 1990
Modal Nona Retno, 1 Desember 1990

Rp. 2.950.000,00

Laba bersih
Prive Retno

Rp. 120..000,00
Rp. 25.000,00 _

Penambahan Modal

Rp.

95.000,00 +

Modal Nona Retno, 31 Desember 1990

Rp. 2.595.000,00

c) Neraca
RETNO BEAUTY SALON
Neraca
Per 31 Desember 1991
Utang :
Utang Bank
Rp. 2.540.000,00
Rp.
30.000,00 +
Modal :
Modal Nona Retno
Rp. 2.570.000,00

Aktiva :
Aktiva Lancar
Kas
Perlengkapan salon
Jumlah aktiva lancar
Aktiva Tetap ;
Peralatan salon
Akumulasi peny.
Peralatan salon

Rp. 200.000,00
Rp. 2.595.000,00

Rp. 250.000,00
Rp. 25.000,00 +
Rp.

Jumlah aktiva

225.000,00 +

Rp. 2.795.000,00

Jumlah utang dan modal

Rp. 2.795.000,00

SOAL – SOAL
A. SOAL TEORI
1.
2.
3.
4.
5.

Apakah yang dimaksud laporan keuangan ?
Sebutkan syarat – syarat laporan keuangan yang baik !
Sebutkan unsur – unsur laporan rugi laba !
Sebutkan unsur – unsur laporan perubahan modal !
Jelaskan perbedaan laporan rugi – laba yang berbentuk
single step dan yang berbentuk multiple step !
6.
Sebutkan unsur – unsur neraca !

41 | P a g e

7.

Apakah perbedaaan neraca yang berbentuk rekening dan
neraca yang berbentuk laporan ?

B. SOAL LATIHAN
1.

Persamaan akuntansi perusahaan Gaya Ria Tailor
pada tanggal 31 Mei 1991 terlihat sebagai berikut :

No

Kas

Perlengkapan
Jahit

1.
2.

105.000,00
(30.000,00)
75.000,00
25.000,00
100.000,00
150.000,00
250.000,00
(20.000,00)
230.000,00
(40.000,00)
190.000,00
20.000,00
210.000,00
210.000,00
(50.000,00)
160.000,00
(40.000,00)
120.000,00

60.000,00
60.000,00
60.000,00
60.000,00
60.000,00
60.000,00
60.000,00
(30.000,00)
30.000,00
30.000,00
30.000,00

3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.
10.

Peralatan
jahit
dan
obras
550.000,00
550.000,00
550.000,00
550.000,00
550.000,00
550.000,00
550.000,00
550.000,00
550.000,00
550.000,00

Utang usaha

Modal Ria

50.000,00
(30.000,00)
20.000,00
20.000,00
20.000,00
20.000,00
20..000,00
20.000,00
20.000,00
20.000,00
20.000,00

665.000,00
690.000,00
150.000,00
690.000,00
150.000,00
840.000,00
(20.000,00)
820.000,00
(40.000,00)
780.000,00
20.000,00
800.000,00
(30.000,00)
770.000,00
(50.000,00)
720.000,00
(40.000,00)
680.000,00

Keterangan

Pendapatan obras
Pendapatan jahit
Beban listrik
Beban gaji
Pendapatan obras
Beban perlengkapan jahit
Prive Ria
Beban gaji

Pertanyaan :
Buatlah laporan keuangannya pada tanggsl 31 Mei 1991 yang terdiri dari :
a) Laporan rugi – laba
b) Laporan perubahan modal
c) Neraca
2.

Dokter Gita Handayani mendirikan sebuah klinik
bersalin dengan nama Klinik Bersalin Sejahtera. Transaksi – transaksi yang terjadi
selama bulan Juni 1991 adalah sebagai berikut :
Juni 1
:Dokter Gita Handayani menyerahkan uang tunai sebesar Rp.
25.000.000,00 sebagai modal
2
: Dibayar sewa sebuah rumah untuk kegiatan praktek sebesar Rp.
1.500.000,00 setahun.
4
: Dibeli peralatanmedis sebesar Rp. 10.000.000,00 dari Agam
Medical, dibayar tunai Rp. 2.000.000,00
6
: Dibeli perlengkappan medis dari Kimia Farma sebesar Rp.
4.000.000,00 tunai
7
: Dibayar biaya pemasangan iklan kepada harian Kompas sebesar
Rp. 75.000,00

42 | P a g e

8
10
15
18
23
25
30
30

: Dibayar rekening listrik sebesar Rp. 135.000,00
: Dibayar rekening telepon sebesar Rp. 80.000,00
: Penerimaaan jaa medis sampai hari ini dihitung sebesar Rp.
450.000,00
: Dibayar biaya keamanan sebesar Rp. 75.000,00
: Dibayar biaya pemuatan iklan pada harian Pagi sebesar Rp.
50.000,00
: Dipinjam uang dari BRI sebesar Rp. 3.000.000,00
: Penerimaan jasa edis dari taggal 16 s/d 30 Juni sebesar Rp.
100.000,00
: Dibayar gaji para karyawan sebesar Rp. 500.000,00

Pertanyaan
a) Buatlah persamaan akuntansi dengan perincian sebagai berikut :
Harta
: Kas, Perlengkapan medis, Sewa, dibayar dimuka, peralatan
medis.
Utang
: Utang Bank, Wesel bayar
Modal
: Modal dr. Gita Handayani.
b) Buatlah laporan keuangan pada tanggal 30 Juni 1991 yang terdiri dari :
Laporan rugi – laba
Laporan perubahan modal
Neraca
3. Biro Jasa Ekajaya memperlihatkan rekening – rekenig beserta saldonya pada tanggal
31 Maret 1991 sebagai berikut :
Kas
Bebaqn lain-lain
Piutang usaha
Beban gajih
Sewa di bayar dimuka
Beban listrik dan telepon
Perlengkapan kantor
Beban iklan
Peralatan kantor
Beban sewa
Akumulasi penyusutan peralatan kantor
Beban perlengkapan kantor
Gedung
Pendapatan komisi
Akumulasi penyusutan gedung
Prive Bambang
Tanah
Kendaraan
Modal Bambang (1Maret 1991)
43 | P a g e

Rp. 8.500.000,00
Rp.
500.000,00
Rp. 9.000.000,00
Rp. 5.000.000,00
Rp. 4.500.000,00
Rp.
250.000,00
Rp. 2.500.000,00
Rp.
480.000,00
Rp. 12.000.000,00
Rp. 1.500.000,00
Rp. 1.200.000,00
Rp.
800.000,00
Rp. 25.000.000,00
Rp. 22.500.000,00
Rp. 2.500.000,00
Rp. 2.500.000,00
Rp. 20.000.000,00
Rp. 35.000.000,00
Rp. 77.830.000,00

Utang hipotik
Akumulasi penyusutan kendaraan
Utang Usaha
Wesel bayar

Rp. 10.000.000,00
Rp. 3.500.000,00
Rp. 7.500.000,00
Rp. 2.500.000,00

Dari data tersebut diatas buatlah:
a.Laporan rugi-laba.
b.Laporan perubahan modal
c.Neraca.
4. Perusahaan reparasi sepeda motor “Jayus” kepunyaan Jayusman memulai operasinya
pada tanggal 1 September 1987 dan melakukan transaksi – transaksi yang berikut ini
selama bulan September itu:
a.
Jayusman
menginvestasikan Rp. 5.000.000,00 dari uang pribadinya ke dalam perusahaan.
b.
Dibeli
peralatan
reparasi sepeda motor dengan harga Rp. 3.000.000,00 untuk sisanya di beri
waktu 30 hari.
c.
Dibeli perlengkapan
per kas seharga Rp. 30.000,00
d.
Jayusman menerima
Rp. 500.000,00 dari langganan untuk servis reparasi yang sudah dilaksanakan.
e.
Dibayar sewa gedung
untuk bulan September Rp. 100.000,00
f.
Dibeli perlengkapan
denganm kredit seharga Rp. 500.000,00
g.
Dibayar
sebanyak
Rp. 250.000,00 dari harga perlengkapan yang dibeli menurut butir f diatas
h.
Dibayar upah para
tenaga kerja sebanyak Rp. 80.000,00
i.
Sisa
perlengkapan
yang masih ada pada akhir bulan September Rp. 350.000,00
Diminta :
a.

Susunlah judul- judul aktiva, kewajiban dan
modal pemilik dalam sebuah persamaan akuntansi : AKTIVA – Kas, perlengkapan,
Peralatan KEWAJIBAN – Utang Usaha, MODAL-Modal Jayusman.
Sudah itu diperlihatkan dengan jalan menambahkan dan mengurangkan akibat tiap
transaksi atas aktiva, kewajiban dan modal pemilik. Perlihatkan saldo-saldo baru
setelah tiap transaksi.
b. Susunlah sebuah perhitungan rugi-laba, neraca dan laporan perubahan modal.
(Ujian Nasional Akuntansi, Dasaar Satu, Sabtu, 20 Agustus 1988, Tanpa perubahan ).
3.

Imanudin memulai sebuah perwakilan real estate pada tanggal 1
januari 1991 dengan menginfestasikan uang tunai sebanyak Rp. 25.000.000,00. Pada

44 | P a g e

tanggal 31 Desember 1991 perusahaan yang diberi nama “Perwakilan real Estate
Iman “ memperlihatkan pos – pos berikut :
Beban gaji dan upah
Beban iklan
Beban penyuutan gedung
Beban penyusutan peralatan kantor
Beban perlengkkapan kantor
Beban rupa – rupa
Gaji yang masih harus dibayar
Gedung
Akumulasi penyusutan gedung
Utang Hipotek
Peralatan kantor
Akumulasi penyusutan peralatan kantor
Kas
Pendapatan komosi
Perlengkapan kantor
Piutang usaha
Tanah
Utang usaha
Prive Imanuddin

Rp. 12.000.000,00
Rp. 2.000.000,00
Rp. 3.000.000,00
Rp.
750.000,00
Rp.
250.000,00
Rp. 1.500.000,00
Rp.
125.000,00
Rp. 60.000.000,00
Rp. 3.000.000,00
Rp. 50.000.000,00
Rp. 7.500.000,00
Rp.
750.000,00
Rp. 1.000.0000,00
Rp. 58.125.000,00
Rp.
125.000,00
Rp. 2.125.000,00
Rp. 20.000.000,00
Rp.
750.000,00
Rp. 25.000.000,00

Diminta :
Susunlah laporan keuangan yang berikut ini :
a.
Perhitungan rugi – laba
b.
Laporan perubahan modal
c.
Neraca ( bentuk Skontro )

45 | P a g e

BAB VII
JURNAL

A. PENDAHULUAN
Jurnal merupakan pencatatan yangt di dasarkan pada bukti pembukuan. Bukti
pembukuan terdiri dari bukti transaksi dan bukti pencatatan. Bukti transaksi
merupakan dokkumen sumber seperti kwitansi, faktur, nota dan lain-lain. Sedangkan
bukti pencatatan merupakan buktri yang sudah di sahkan oleh pihak yang berwenang
untuk di catat pada proses selanjutnya.
B. BUKTI PEMBUKUAN
Setiap transaksi yang terjadi tidak begitu saja dicatat dalam catatan perusahaan,
tetapi harus didasarkan bukti pencatatan. Bukti pembukuan terdiri dari bukti transaksi
dan bukti pencatatan.
1. Bukti Transaksi
Perusahaan akan melakukan pencatatan kalau suatu transaksi benar-benar terjadi
dan sah, karena itu bukti pencatatan harus didukung oleh bukti transaksi yang sah
pula. Adapun macamnya bukti transaksi antara lain :
a. Kwitansi
Kwitansi adalah tanda bukti pembayaran sejumlah uang yang dibuat oleh pihak
penerima uang dan diberikan kepada pihak yang membayar. Kwitansi harus
dibubuhi materai pada jumlah-jumlah tertentu sesuai aturan yang berlaku.
Kwitansi ada yang memakai sus ada piula yang tidak memakai sus. Jika kwitansi
tersebut tidak memakai sus maka harus dibuat rangkap dua, yang aslinya di
serahkan kepada pihak yang membayar dan rangkapnya disimpan pihak yang
menerima sebagai bukti transaksi terhadap uang masuk. Bentuk kwitansi adalah
sebagai berikut:
Edy Tansil membayar sebuah mobil Terios seharga Rp. 151.000.000,00 Type
standar, kepada dealer mobil “ Jaya” di jalan Maju Gang Mundur No.
19999 Jakarta, pada tanggal 22 Januari 2007. Pembayaran telah diterima
Kasir Nelly dengan nomor 007/CB/07. Dari data di atas buatlah kuitansi
46 | P a g e

No 007/cb/07
Sudah diterima dari…E...dini Tanpa hasil
Banyaknya uang Seratus Lima Puluh Satu Juta Rupiah
Untuk
Pembayaran sebuah mobil Terios type standar
Jakarta, 22 Januari 2007
Materai Rp.6.000,00

Rp. 151.000.000,00

Nenek Lincah
Jurnal Umum
Penjual:
b. Nota
Nota adalah tanda bukti pembelian suatu barang secara tunai yang dibuat pihak
penjual dan diberikan kepada pihak pembeli. Nota minimal dibuat rangkap dua,
aslinya diserahkan kepada pihak pembeli dan rangkapnya disimpan penjualnya
sebagai bukti transaksi penjualan barang secara tunai. Nota bentyuknya adalah
sebagai berikut:
Toko RATNA
Jl. Mahakam No.2
Jakarta

Jakarta, 20 Maret 1991
Kepada Yth.
Tn.
Toko
Nota Kontan

Jumlah
2 buah
2 buah

Nama Barang
Mesin ketik merk Olmp.
Kalkulator merk ……….

Harga Satuan
Rp. 175.000,00
Rp. 25.000,00
Jumlah

Jumlah Harga
Rp. 350.000,00
Rp. 50.000,00
Rp. 400.000,00
Stempel

c

Faktur
Faktur adalah perhitungan penjualan secara kredit yang dibuat oleh pihak penjual dan
diberikan kepada pihak penjual dan diberikan kepada pihak pembeli . Faktur
umumnya dibuat rangkap tiga, yang asli ( lembar pertama ) setelah ditanda tangani
oleh pemebeli disimpan oleh penjual yang kelak akan digunakan sebagai bukti
penagihan. Lembar kedua diserahkan kepada pihak pembeli dan lembar ketiga

47 | P a g e

tertinggal pada buku faktur yang digunakan sebagai bukti transaksi penjualan secara
kredit. Bentuk faktur adalah sebagai berikut :

CV. RATNA
Jl. Otista No. 14
Jakarta Timur

No. Faktur : 103
Kepada
Toko Merapi
Jl. A. Yani Bogor
FAKTUR

Jumlah
2 buah

Nama Barang
Mesin tik merk Olimpia

Harga Satuan
Rp. 175.000,00
Jumlah

Jumlah Barang
Rp..1.750.000,00
Rp. 1.750.000,00

Barang tersebut telah kami terima
Tgl. 15 – 3 – 1991
Yang menerima

Jakarta, 15 Maret 1991

Risti Sukma Handayani

Retno Endrawati

Bagian Penjualan

d. Bukti Memo
Bukti memo yaitu bukti transaksi yang dibuat oleh pimpinan perusahaan untuk bagian
pembukuan yang berisikan perintah pencatatan suatu kejadian. Bentuk memo adalah
sebagai berikut :
CV. RATNA
Jl. Mahakam no. 2
Jakarta

Memo antar bagian

Kepada : Bagian Pembukuan
Hal.
: Penyusutan

Dari : Pimpinan
Tanggal 31 Desember 1991

Harap disusutkan :
1.
2.
3.

2. Bukti Pencatatan

48 | P a g e

Bangunan gedung sebesar 5 %
Peralatan kantor sebesar 10 %
Peralatan toko sebesar 20 %

Bukti pencatatan ini uga sering disebut bukti jurnal. Bukti – bukti transaksi tidak
langsung dicatat kedalam jurnal tetapi terlebih dahulu dicatat dalam bukti pencatatan.
Dari bukti pencatatan itulah suatu transaksi dicatat dalam jurnal. Bukti pencatatan
memperlihatkan nama – nama rekening yang di debit dan di kredit berikut nomor
rekening serta jumlahnya. Dalam bukti pencatatan dicantumkan nama dan tanda tangan
yang membuat dan menyetujui, dengn demikian akan terlihat siapa yang bertanggung
jawab atas kebenaran pencatatan tersebut. Tanggal yang tercantum dalam bukti
pencatatan harus sama dengan tanggal yang terdapat dalam bukti transaksi. Tidak semua
perusahaan menggunakan bukti pencatatan atau bukti jurnal sebagai bukti
pembukuannya. Bentuk bukti pencatatan adalah sebagai berikut :

CV. RATNA
Jl. Mahakam nomor 2
Jakarta
BUKTI PENCATATAN
No
: …………
( Lampiran bukti transaksi )
Tanggal

Uraian

13 Febuari 1991

Bukti Transaksi

Pembelian perlengkapan kantor secara tunai

Kwitansi

Harap dicatat / digunakan sebagai berikut :
Tanggal
13 Febuari 1991

Rekening / Keterangan
Perlengkapan kantor
Kas

Dibuat oleh :

Debet
Rp. 50.000,00
-

Kredit
Rp. 50.000,00
Diperiksa / disetujui oleh :

C. KONSEP DEBIT DAN KREDIT
Sebelum kita mempelajari jurnal maka terlebih dahulu harus mengetahui tentang koonsep
mendebit dan mengkredit suatu rekening. Rekening berarti tempat yang digunakan untuk
mencatat dan menggolongkan transaksi yang sejenis. Bentuk rekening yang paling
sederhana adalah rekening bentuk T yang bentuknya sebagai berikut :
( Sisi Debet )
49 | P a g e

( Sisi Kredit )

Mendebit rekening adalah mengadakan pencatatan suatu transaksi sebealah kiri ( debet )
pada rekening yang bersangkutan. Mengkredit rekening adalah mngadakan pencatatan
suatu transaksi disebelah kanan ( kredit ) pada rekening yang bersangkutan . Dalam
neraca rekening ( harta ) berada kedudukan setiap rekening dalam neraca dapat
digambarkan sebagai berikut :

Debet

Neraca

Debet

Aktiva
+

Kredit

Kredit
Debit

-

Utang

Kredit

Debet

+
Modal

Kredit

D

Beban

+
D
+

Prive

+
K

D Pendapatan

-

-

K

+

K
-

Penjelasan :
1.

Kelompok rekening neraca ( riil )
terdiri dari harta, utang dan modal. Penambahan dan pengurangannya ketiga rekening
tersebut berbeda pencatatannya sesuai dengan posisinya dalam neraca. Rekening
harta dalam neraca berada disisi debit maka penambahannya juga pda sisi debit
sedangkan pengurangannya pada sisi kredit. Rekening utang dan modal dalam neraca
berada di sisi kredit maka penambahannya juga pada sisi kredit sdangkan
pengurangannya pada sisi debit.
2.
Kelompok rekening nominal
( pendapatan dan beban ) dan rekening prive.
Rekening beban dan prive jika bertambah dicatat di sisi debit sebab rekening tersebut
akan mengurangi modal. Jika berkurang dicatat sebab rekening tersebut akan
mengurangi modal. Jika berkurang dicatat dikredit. Rekening pendapatan jika
bertambah dicatat di kredit sebab akan menambah modal, jika berkurang dicatat di
debit.
Misalnya terdapat transaksi sebagai berikut :
50 | P a g e

Tuan Budi menyetorkan uang tunai ke dalam kas perusahaan sebesar Rp. 200.000,00.
Dari transaksi tersebut berarti kita akan mendebit rekenign kas sebesar Rp. 200.000,00
dan mengkredit rekening Modal Tuan Budi sebear Rp. 200.000,00 . Dalam hal ini berarti
kita mencatat uang sejumlah Rp. 200.000,00 ke dalam rekening kas sebelah debit dan
mencatat uang sejumlah Rp. 200.000,00 kedalam rekening Modal Tuan Budi sebelah
kredit. Jika kita gambarkan ke dalam dua rekening tersebut tampak sebagai berikut .
Debet

Kas

Kredit

Debet

Modal Tuan Budi

Rp. 200.000,00

Kredit

Rp. 200.000,00

Dari uraian di atas maka dapat disimpulkan sebagai berikut :
No
1.
2.
3.
4.
5.
6.

Rekening
Aktiva / Harta
Utang
Modal
Prive
Pendapatan
Beban

Penambahan
Di debet
Di kredit
Di kredit
Di debet
Di kredit
Di debet

Pengurangan
Di kredit
Di debet
Di debet
Di kredit
Di debet
Di kredit

D. JURNAL
Sebenarnya pembukuan dapat dilakukan dari bukti pencatatan langsung ke
rekening buku besar. Pencatatan secara langsung memungkinkan banyak terjadi
kesalahan. Untuk menghindari hal itu maka bukti pencatatan dicatat terlebih dahulu
kedalam jurnal.
1. Fungsi Jurnal
Adapun fungsi jurnal adalah sebagai berikut :
a. Fungsi Analisa
Fungsi ini berarti bahwa sebelum dicatat transaksi di analisa, dalam rekening apa yang
didebet dan rekening apa yang dikredit, beserta jumlah uangnya.
b. Fungsi Historis
Fungsi ini berarti bahwa jurnl menggambarkan transaksi – transaksi yang telah terjadi
secara kronologis.
51 | P a g e

c. Fungsi Informatik
Fungsi ini berarti merupakan perintah untuk memindahkan kedalam rekening buku besar
sesuai dengan posisi debet dan kredit dalam jurnal.
d. Fungsi mencatat
Fungsi ini berarti bahwa setiap transaksi yang ada dalam perusahaan harus dicatat dalam
jurnal.
e. Instruktif
Fungsi ini berarti merupakan perintah untuk memindahkan kedalam rekening buku besar
sesuai dengan posisi debet dan kredit dalam jurnal.
2. Bentuk Jurnal
Bentuk juranl yang umum digunakan oleh perusahaan – perusahaan adalah
sebagai berikut :
Jurnal
Tanggal

Halaman
Rekening / Keterangan

Ref.

Debet

Kredit

Keterangan :
a.
b.

c.
d.
e.

Kolom tanggal untuk
mencatat tanggal, bulan, dan tahun terjadinya transaksi. Tahun dicantumkan paling
atas kemudian diikuti bulan, tanggal dicantumkan pada kolom disebelahnya.
Kolom
rekening/keterangan untuk mencatat rekening – rekening yang akan kita debet dan
rekening – rekening yang akan kita kredit serta keterangan seperlunya dari taransaksi
tersebut. Untuk rekening yang kita kredit penulisannya akan menjorok kedalam.
Kolom Ref. ( Referensi )
untuk mencatat nomor kode rekening yang bersangkutan jika sudah di vosting ke
rekening buku besar.
Kolom
debet
untuk
mencatat jumlah uang dari rekening yang kita debet.
Kolom
kredit
untuk
mencatat jumlah uang dari rekening yang kita kredit.

CONTOH SOAL :
52 | P a g e

Biro Reklame Budi didirikan oleh Tuan Budi pada tanggal 1Febuari 1991 bergerak dalam
jasa periklanan. Transaksi – transaksi yang terjadi selama bulan Febuari sebagai berikut :
Tgl. 1 Feb.

:

Tuan Budi menyetorkan uang tunai sebesar Rp. 500.000,00
kedalam kas perusahaan.
Tgl. 4 Feb.
:
Perusahaan membayar sewa ruangan untuk kegiatan bulan
pertama usahanya sebear Rp. 50.000,00
Tgl. 8 feb.
:
Dibeli perlengkapan kantor secara kredit seharga Rp.
100.000,00.
Tgl. 12 Feb. :
Diterima dari langganan jasa pasang iklan sebesar Rp.
75.000,00.
Tgl. 18 Feb. :
Dibayar rekening listrik untuk bulan Febuari 1991 sebesar Rp.
5.000,00.
Tgl. 25 Feb. :
Tuan Budi mengambil uang dari perusahaannya untuk
keperluan pribadi sebesar Rp. 25.000,00
Tgl. 28. Feb. :
Di pinjam dari Bank Rakyat Indonesia untuk memperbesar
usahanya sebesar Rp. 500.000,00.
Transaksi - transaksi tersebut diatas dicatat dalam jurnal sebagai berikut :
Jurnal

Halaman : 1

Tanggal
1991
Feb.

1.
4.
8.
12.
18.
25.
25.

Rekening / Keterangan
Kas
Modal Tuan Budi
( Setoran modal / investasi modal )
Beban Sewa
Kas
( Membayar sewa bulan pertama )
Perlengkapan Kantor
Utang Usaha
( Pembelian perlengkapan kantor )
Kas
Pendapatan Jasa
( Penerimaan Uang Jasa )
Beban Listrik
Kas
( Pembayaran beban listrik bln. Feb )
Prive Tuan Budi
Kas
( Pengambilan prive )
Kas
Utang Bank
( Pinjaman Bank Rakyat Indonesia )

Jumlah

53 | P a g e

Ref.

Debet

Kredit

500.000,00
-

500.000,00

50.000,00
-

50.000,00

100.000,00
-

100.000,00

75.000,00
-

75.000,00

5.000,00
-

5.000,00

25.000,00
-

25.000,00

500.000,00
-

500.000,00

1.225.000,00

1.225.000,00

SOAL-SOAL
A. SOAL TEORI
1. Sebutkan contoh bukti transaksi !
2. Apakah yang disebut dengan mendebit
3. Apakah yang dimaksud dengan mengkredit
4. Sebutkan nama-nama rekening yang penambahannya di sisi debit !
5. Sebutkan nama-nama rekening yang pengurangannya disisi debit !
6. Sebutkan dan jelaskan fungsi jurnal !
7. Apakah fungsi kolom referensi dalam jurnal !
8. Kapankah pencatatan dalam jurnal dilaksanakan !
B. SOAL LATIHAN
1.

H. Hasbullah pada tanggal 1 Juli 1991 mendirikan
sebuah perusahaan yang diberikan nama Biro Jasa Berkah. Transaksi – transaksi yang
teradi pada bulan pertama adalah sebagai berikut :
Juli

1
2
4
5
7
8
9
12
15
19
22
28.
31

54 | P a g e

: H. Hasbullah menyetorkan uang tunai ke perusahaan sebesar Rp.
5.000.000,00
: Disewa sebuah rumah untuk kegiatan usaha sebesar Rpp.
50.000,00 perbulan
: Dibeli perlengkapans kantor secara tunai dari Toko Anugerah
sebesar Rp. 100.000,00
: Dibeli sebuah mesin tik untuk keperluan kantor seharga Rp.
350.000,00
: Dibayar biaya untuk pemasangan iklan pada harian Kompas Rp.
75.000,00
: Diterima komisi untuk pengurusan surat – surat kendaraan
Rp.50.000,00
: Diselesaikan pengurusan surat jual beli sebidang tanah untuk PT.
Intra Komisi yang diperhitungakan sebesar Rp. 2.500.000,00 akan
diterima bulan berikutnya.
: Dibeli sebuah kendaraan sepeda motr untuk memeprlancar urusan
usahanya sebesar Rp. 3.200.000,00 dibayar tunai Rp. 1.050.000,00
sisanya dibayar diangsur bulanan.
: Diterima uang komisi untuk pengurusan surat – surat kendaraan
bermotor sebesar Rp. 75.000,00.
: Dibayar rekening telepon dan listrik sebesar Rp. 100.000,00
: Dibayar upah yang membantu sebesar Rp. 125.000,00
: Diterima uang komisi untuk kepengurusan perpanjangan SIM
sebesar Rp. 30.000,00.
: Dibayar gaji pegawai kantor sebesar Rp. 150.000,0

Rekening yang digunakan oleh Biro Jasa Berkah adalah sebagai berikut :
101. Kas
102. Piutang Usaha
103. Perlengkapan Kantor
111. Peralatan kantor
112. Kendaraan
201. Utang Usaha

301. Modal H. Hasbullah
401. Pendapatan Komisi
501. Beban Sewa
502. Beban upah dan gaji
503. Beban Iklan
504. Beban Telepon dan Listrik

Pertanyaan :
Buatlah jurnal umum dari transaksi – transaksi tersebut diatas !
2.

Ir. Baskara membuka sebuah kantor yang bergerak dalam
bidang arsitek pada tanggal 1 Agustus 1991 yang diberi nama Biro Arsitek Baskara.
Transaksi – transalsi yang terjadi selama bulan pertam adalah sebagai berikut :
Agustus 1

:

2

:

3

:

4

:

5
9

:
:

10

:

16

:

18
23

:
:

28

:

30
31

:
:

55 | P a g e

Ir. Baskara membuka sebuah rekening pada BNI ’46 atas nama
Biro Arsitek Baskara dan menyetor uang sebesar Rp.
10.000.000,00 sebagai modal.
Dibayar dengan cek sewa sebuah rumah untuk kegiatan usahanya
sebesar Rp. 100.000,00 sebulan
Dibeli peralatan gambar dari Toko Merbabu sebesar Rp.
5.000.000,00 dibayar dengan cek sebesar Rp. 3.000.000,00 dan
sisanya bulan depan.
Diambil dari Bank untuk mengisi kas perusahaan sebesar Rp.
1.000.000,00
Dibeli perkas perlengkapan gambar sebesar Rp. 300.000,00
Diserahkan kepada kontraktor PT. Bangun Indah satu set rencana
bangunan seharga Rp. 1.000.000,00 diterima tunai.
Dibeli dengan kredit perlengkapan gambar dari CV. Abadi
seharga Rp. 200.000,00
Telah diseleaikan dan diserahkan seperangkat gambar rencana
bangunan kepada kontraktor PT. Bangun Indah seharga Rp.
2.500.000,00 pembayaran kemudian.
Dibayar tunai gaji para juru gambar sebear Rp. 600.000,00
Diterima tunai dari PT. Bangun Indah sebesar Rp. 1.500.000,00
atas penyerahan gambar pada tanggal 16 Agustus yang lalu.
Ir. baskara mengambil uang tunai untuk keperluan pribadi Rp.
100.000,00
Dibayar bermacam – macam biaya sebesar Rp. 100.000,00
Dibayar dengan cek gaji juru gambar sebesar Rp. 400.000,00

Rekening buku besar yang digunakan oleh Biro Arsitek baskara adalah sebagai berikut :
101. Kas ditangan
102. Kas Gudang
103. Piutang Usaha
104. Perlengkapan Gambar
111. Peralatan Gambar
201. Utang Usaha

301. Modal Ir. Baskara
302. Prive Ir. Baskara
301. Pendapatan Jasa Arsitektur
501. Beban Gaji
502. Beban Sewa
503. Beban Serba – serbi

Pertanyaan :
Buatlah Jurnal Umum dari transaksi – transaksi tersebut diatas !
3.

Tirta Atmaja membuka kedua kolam renang “ Taman
Tirta “. Selama bulan Agustus 1991 ia melakukan transaksi – transaksi berikut ini
untuk perusahaan itu .
Agustus

1

:

2.
3

:
:

5
7

:
:

15

:

16
20

:
:

30

:

31

:

Di investasikan Rp. 30.000.000,00 ke dalam
perusahaan .
Dibayar sewa Agustus 1991 Rp. 500.000,00
Di beli meja , kursi dan peralatan lain dengan harga
Rp. 9.000.000,00. Dari jumlah tersebut dibayar
tunai Rp. 5.000.000,00 dan untuk sisanya dibayar
waktu 30 hari.
Di bayar Rp. 200.000,00 untuk iklan.
Di beli dengan kredit perlengkapan dengan harga
Rp. 750.000,00 dan tambahan peralataan Rp.
2.500.000,00.
Di catat pendapataan tunai yang di peroleh selama
setengah bulan pertama dari bulan Agustus 1991
sebesar Rp. 1.500.000,00.
Di bayar upah Rp. 450..000,00.
Di ambil Rp. 400.000,00 dari perusahaan untuk
keperluan pribadi.
Di catat pendapataan tunai yang di peroleh selama
setengah bulan kedua dari bulan Agustus 1991 Rp.
1.750.000,00.
Di bayar upah Rp. 450.000,00.

Rekening – rekening di dalam buku besar perusahaan itu adalah:
101 Kas
302 Prive R. Tirta atmaja
102 Perlengkapan
401 Pendapatan usaha
111 Peralatan
401 Pendapatan usaha
56 | P a g e

201 Utang usaha
301 Modal R. Tirta atmaja

502 Beban iklan
503 Beban upah

Diminta:
Buatlah ayat-ayat jurnal untuk mencatat transaksi-transaksi bulan Agustus tersebut di
atas!
4.

Catatlah transaksi dibawah ini dalam Jurnal Umum yang
bernomor halaman 1.
Maret

1
5
8
10
14
17
19
21
23
25
28
30

: Ramli mulai perusahaannya dengan menginvestasikan sebagai
modal pertama Rp. 7.500.000,00
: Dibayar sewa atas ruangan usaha sebesar Rp. 750.000,00
: Dibeli tunai dari Toko Sinar perlengkapan kantor seharga Rp.
150.000,00 dan peralatan kantor seharga Rp. 650.000,00
: Dibeli dengan kredit tambahan peralatan kantor dari Toko Mulia
Jakarta seharga Rp. 900.000,00.
: Ramli mengambil uang tunai dari prusahaan untuk keperluan
pribandinya sebesar Rp. 350.000,00
: Dibayar gaji karyawan sebesar Rp. 275.000,00
: Telah diselesaikan pekerjaan atas langganan dengan biaya
penyelesaian sebesar Rp. 750.000,00 jumlah tersebut difakturkan
untuk ditagih.
: Dibayar beban serba – serbi usaha sebesar Rp. 150.000,00
: Diterima pendapatan usaha sebesar Rp. 300.000,00
: Diterima angsuran utang sebesar Rp. 300.000,00 kepada Toko
Mulia Jaya jakarta.
: Diterima angsuran pembayaran langganan atas pekerjaan yang
telah selesai tanggal 19 Maret yang lalu sebesar Rp. 400.000,00.
: Dibayar beban serba – serbi uasaha sebesar Rp. 125.000,00

Perkiraan – perkiraan yang digunakan :
111
112
113
121
211
311

Kas
Piutang
Perlengkapan Kantor
Peralatan Kantor
Utang
Modal Ramli

312
411
511
512
513

Prive Ramli
Pendapatan Jasa
Beban Sewa
Beban Gaji
Beban serba – serbi

Ujian Nasional Akuntansi , Dasar Satu
Sabtu, 1 September 1990

57 | P a g e

5.

Berikut ini transaksi – transaksi yag dilakukan oleh
Bioskop Madya selama bula Juli tahun berjalan.
Juli
1 : Diterima dan setor ke rekening bank Rp. 80.000.000,00 uang yang
diterima dari Persero ( stock holder) untuk modal saham ( capital
stock ).
1 : Dibeli bioskop Top Rp. 125.000.000,00 yang dibebankan sebagai
berikut : peralatan Rp. 50.000.000,00 , gedung Rp. 45.000.000,00 ,
tanah Rp. 30.000.000,00 . Dibayar dengan cash Rp. 50.000.000,00
dan diberikan mortgage note ( hipotik ) untuk sisanya.
5 : Dibayar premi asuransi harta kekayaan dan kecelakaan Rp.
3.500.000,00
6 : Dibeli dengan kredit perlengkapan Rp. 975.000,00 dan peralatan
Rp. 2.500.000,00
6 : Dibayar poster dan iklan surat kabar bulan Juli Rp. 915.000,00
9 : Diterima per kas penjualan karcis masuk dalam minggu ini Rp.
3.750.000,00
11 : Dibayar beban lain – lain Rp. 125.000,00
15 : Diterima gaji setengah bulanan Rp. 2.850.000,00
16 : Diterima kas penjualan karcis masuk minggu ini Rp. 5.500.000,00
18 : Dibayar beban lain – lain Rp. 45.000,00
21 : Dibayar per kas kepada kreditur Rp. 2.400.000,00
23 : Diterima per kas dari penjualan karcis masuk minggu ini Rp.
6.200.000,00
24 : Dibayar perlengkapan dengan tunai Rp. 76.000,00
25 : Dibayar untuk pamflet iklan bulan Juli Rp. 135.000,00
28 : Dibukukan faktur sebesar Rp. 6.100.000,00 untuk sewa film bulan
Juli. Pembayarna jatuh tempoo tanggal 6 Agustus.
29 : Dibayar langganan listrik dan air sebesar Rp. 4.500.000,00
31 : Dibayar gaji//upah setengah bulanan Rp. 4.500.000,00
31 : Diterima tunai dari penjualan karcis untuk sisa bulan ini Rp.
8.750.000,00.
Diminta :
Bukukanlah transaksi – transaksi tersebut di atas ke dalam Jurnal Umum.
Rekening – rekenign buku besar yang dipergunakan :
101
103
104
111
113
115
201

58 | P a g e

Kas
Asuransi dibayar dimuka
Perlengkapan
Peralatan
Gedung
Tanah
Utang Usaha

301
401
501
502
503
504
505

Modal Saham
Pendapatan film
Beban gaji dan upah
Beban sewa film
Beban iklan
Beban listrik dan air
Beban lain –lain

212

Utang Hipotik
Ujian Nasional Akuntansi , Dasar Satu
Sabtu , 1 September 1990 dengan perubahan

BAB VIII
BUKU BESAR DAN NERACA SALDO
A.

PENDAHULUAN

Bukti pencatatan pertama – tama akan dicatat dalam sebuah buku yang
dinamakan jurnal. Catatan dalam jurnal tersebut secara kronologis dipindahkkan ke
rekening buku besar. Setelah akhir periode akuntansi maka saldo rekening – rekening
buku besar tersebut disusun ke dalam suatu daftar yang dinamakan neraca saldo. Neraca
saldo disini berfungsi sebagai alat pengontrol catatan dalam rekening buku besar.
B. BUKU BESAR
1. Pengertian Buku Besar
Setiap bukti transaksi yang sudah dibuatkan bukti pencatatannya ( bukti jurrnal )
akan dicatat dalam jurnal , selanjutnya secara kronologis dibukukan kedalam rekening.
Kumpulan dari rekening tersebut dinamakan buku besar. Pencatatan dari jurnal ke
rekening buku besar dinamakan posting.
2. Bentuk Rekening
Ada beberapa bentuk rekening diantaranya :
a. Rekening berbentuk T (T account )
Bentuk ini berbentuk bentuk yang paling sederhana yang menyerupai huruf T. Bentuk ini
mempunyai dua sisi yaitu sisi debit dan sisi kredit. Bentuknya adalah seagai berikut :
Nama

No
( Sisi debet )

( Sisi kredit )

b. Rekening bentuk T disempurnakan ( bentuk dua kolom )

59 | P a g e

Bentuk ini adalah merupakan penyempurnaan dari rekening bentuk T , dimana sisi debit
maupun sisi kredit masing – masing dibagi menjadi kkolom tanggal, keterangan, ref
( referensi ) dan jumlah. Bentuknya adalah sebagai berikut :
Nama :

No :

Tanggal

Keterangan

Ref

Jumlah

Tanggal

Keterangan

Ref

Jumlah

c. Rekening berbentuk tiga kolom
Bentuknya adalah sebagai berikut :
Nama :

No :

Tanggal

Keterangan

Ref

Debet

Kredit

D/K

Saldo

Keterangan :
-

Kolom tanggal unutk mencatat tanggal terjadinya transaksi.
Kolom keterangan untuk mencatat keterangan/uraian yang
terdapat dalam jurnal.
Kolom ref ( referensi) untuk mencatat nomor halamn jurnal.
Kolom debit untuk mencatat jumlah uang yang kita debit.
Kolom kredit untuk mencatat jumllah uang yang kita kredit.
Kolom D / K untuk mencatat macamnya saldo dari rekening yang
bersangkutan. Jika rekening tersebut bersaldo debit maka ditulis D dan sebaliknya
jika rekening tersebut bersaldo kredit ditulis K.
Kolom saldo untuk mencatat jumlah saldodari rekening tersebut.

d. Rekening berbentuk empat kolom
Bentuknya hampir sama dengan rekening berbentuk tiga kolom hanya bedanya
dalam kolom saldo terbagi dua yaitu kolom debit dan kolom kredit. Bentuknya adalah
sebagai berikut :
Nama

:

No :
Saldo

Tanggal

Keterangan :

60 | P a g e

Keterangan

Ref

Debet

Kredit

Debet

Kredit

-

Kolom tanggal untuk mencatat tanggal terjadinya transaksi.
Kolom keterangan utnuk mencatat keterangan /uraian yang
terdapat dalam jurnal..
Kolom ref ( referensi) untuk mencatat nomor halaman jurnal.
Kolom debit untuk mencatat jumlah uang yang kita debit.
Kolom kredit untuk mencatat jumlah uang yang kita kredit.Kolom
saldo untuk mencatat saldo dari rekening tersebut. Jika bersaldo debit dicatat pada
kolom debit dan sebaliknya jika bersaldo kerdit dicatat pada kolom kredit.

Pada umumnya perusahaan menggunakan rekenign yang berbentuk tiga kolom
maupun empat kolom, karena kedua bentuk tersebut setiap saat dapat diketahui saldonya
sehingga mempermudah pemeriksaan.
3. Pencatatan Dalam Rekening Buku Besar.
Langkah – langkah pencatatan dalam rekening besar adalah sebagai berikut :
a.

Mencatat saldo awal dari data neraca awal.
Rekening yang ada di isi debit neraca dicatat sebagai saldo debit dan rekening yang
ada diisi kredit neraca dicatat sebagai saldo kredit.

b.

Mencatat tanggal terjadinya transaksi yang
diambilkan dari tanggal transaksi pada jurnal ke kolom tanggal rekening buku besar
yang bersangkutan.

c.

Mencatat keterangan yang diambilkan dari
keterangan/uraian dalam jurnal ke kolom keterangan pada rekening buku besar yang
bersangkutan.

d.

Mencatat jumlah debit dalam jurnal ke
kolom debit rekening yang bersangkutan, dan mencatat jumlah kredit dalam jurnal ke
kolom kredit yang bersangkutan.

e.

Mencatat nomor halaman jurnal ke kolom
referensi (ref) rekening buku besar yang bersangkutan.

f.

Jika rekening dalam jurnal sudah dibukukan
ke dalam rekening buku besar maka di kolom referensi jurnal dicatat nomor kode
rekening yang bersangkutan.

g.

Jika digunakan rekening yang berbentuk
tiga kolom atau empat kolom maka carilah saldonya dengan cara membandingkan

61 | P a g e

antara jumlah saldo dengan pencatatan transaksi tersebut. Pencatatan debit akan
menambah saldo debit atau mengurangi saldo kredit, sedangkan pencatatan kredit
akan mengurangi debit atau menambah saldo kredit.

Agar lebih jelasnya pencatatan dari jurnal ke rekening buku besar maka perhatikanlah
bagan di bawah ini.

Jurnal :

Hal : 1

Tanggal
1991
Feb.
1

Rekening/keterangan
Kas
Modal Tuan Budi
( setoran modal )

Nama

Ref

Debet

Kredit

101
301

Rp. 500.000,00
-

Rp. 500.000,00

: Kas

No : 101

Tanggal
1991
Feb.

Keterangan

1

Satuan modal

Ref

1

Debet

Rp. 500.000,00

Kredit

-

Saldo
Debet

Kredit

Rp.500.000,00

-

Nama : Modal Tuan Budi
301
Tanggal
1991
Feb.

Keterangan

1

Satuan modal

No
Ref

1

Debet

-

Kredit

Rp. 500.000,00

:

Saldo
Debet

Kredit

-

Rp.500.000,00

CONTOH SOAL
Perusahaan Angkutan Pinggir Kota yang bergerak dalam bidang jasa angkutan
menunjukkan neraca per 1 Januari 1991 sebagai berikut:
Perusahaan Angkutan Pinggir Kota
Neraca

62 | P a g e

Per 1 Januari 1991

Kas
Piutang usaha
Perlengkapan
Kendaraan

Rp. 10.000.000,00
Rp. 15.000.000,00
Rp. 2.500.000,00
Rp. 50.000.000,00

Jumlah aktiva

Utang usaha
Modal budi

Rp. 77.500.000,00

Rp. 15.000.000,00
Rp 62.500.000,00

Jumlah pasivva

Rp. 77.500.00,00

Data Jurnal selama bulan Januari 1991 adalah berikut:
Jurnal umum

Halaman 4

Tanggal
1991
Jan

5



10



15



25

Rekening/keterangan
Perlengkapan
Kas
(pembelian perlengkapan)
Uang Usaha
Kas
(pembayaran utang)
Kas
Piutang usaha
(penerimaan piutang)
Kendaraan
Utang usaha
(Pembelian kendaraan kredit)

Ref.

Debet

Kredit

103
101

2.000.000,00
-

2.000.000,00

201
101

5.000.000,00
-

5.000.000,00

101
102

10.000.000,00
-

10.000.000,00

111
201

5.000.000,00
-

5.000.000,00

22.000.000,00

22.000.000,00

Dari data neraca dan jurnal tersebut diatas setelah di bukukan ke rekening buku besar
terlihat sebagai berikut:
Nama : Kas

No : 101
Saldo

Tanggal
1991
Jan.




1
5
10
15

Keterangan

Saldo
Pembayaran Perlengkapan
Pembayaran Utang
Penerimaaan Piutang

Nama : Piutang Usaha

63 | P a g e

Ref

Debet

Kredit

V
4
4
4

10.000.000,00

2.000.000,00
5.000.000,00
-

Debet

Kredit

10.000.000,00
8.000.000,00
3.000.000,00
13.000.000,00

-

No : 102

Saldo
Tanggal
1991
Jan.


Keterangan

1
5

Saldo
Penerimaan Piutang

Ref

Debet

Kredit

V
4

-

10.000.000,00

Debet

Kredit

15.000.000,00
5.000.000,00

-

Nama : Perlengkapan

No : 103
Saldo

Tanggal
1991
Jan.


Keterangan

1
5

Saldo
Pembelian Perlengkapan

Ref

Debet

Kredit

V
4

2.000.000,00

-

Debet

Kredit

2.500.000,00
4.500.000,00

-

Nama : Kendaraan

No : 103
Saldo

Tanggal
1991
Jan.


1
25

Keterangan

Saldo
Pembelian Kendaraan

Ref

Debet

Kredit

V
4

5.000.000,00

-

Debet

Kredit

50.000.000,00
55.000.000,00

Nama : Utang Usaha

No : 201
Saldo

Tanggal
1991
Jan.



1
10
25

Keterangan

Saldo
Pembayaran Utang
Pembelian Kendaraan

Ref

Debet

Kredit

V
4
4

5.000.000,00
-

5.000.000,00

Debet
-

Kredit
15.000.000,00
10.000.000,00
15.000.000,00

Nama : Modal Budi

No : 301
Saldo

Tanggal

64 | P a g e

Keterangan

Ref

Debet

Kredit

Debet

Kredit

1991
Jan.

1

Saldo

-

-

-

-

62.000.000,00

C. NERACA SALDO
Keseimbangan antara jumlah debit dan jumlah kredit dalam rekenig buku besar
harus diperiksa. Pemerikasaan keseimbangan sebaiknya dilakukan tiap – tiap akhir bulan.
Alat yang digunakan untuk memeriksa atau mengontrol adalah neraca saldo. Neraca
saldo dapat diartikan suatu data yang memuat daftar – daftar nomor, nama dan saldo dari
masing – masing rekening buku besar. Sumber pencatatan neraca saldo diambilkan dari
saldo – saldo rekening buku bear yang ada dalam perusahaan tersebut.
Jika perusahaan menggunakan bentuk rekening tiga kolom atau empat kolom
maka penyusunan neraca saldo tinggal mencatat jumlah saldo dari masing – masing
rekening yang terlihat dalam neraca saldo. Rekening yang bersaldo debit maka kita catat
saldo tersebut pada kolom debit dan sebaliknya rekening yang bersaldo kredit kita catat
saldo tersebut pada kolom kredit. Tapi bila perusahaan menggunakan bentuk rekening T
( T account ) atau rekening T account yang disempurnakan ( dua kolom ) maka
penyusunan neraca saldo terlebih dahulu harus menghitung dari masing – masing
rekening yang ada dalam perusahaan. Cara mencari saldonya dengan jalan menjumlahkan
sisi debit dan menjumlahkan sisi kredit dari setiap rekening. Kemudian kita bandingkan
antara jumlah debit dan jumlah kredit, jika jumlah debit lebih besar dari jumllah kredit
maka selisihnya merupakan saldo debit. Sebaliknya jika jumlah kerdit lebih besar dari
umlah debit maka selisihnya merupakan saldo kredit. Dalam neraca saldo jumlah debit
akan sama besarnya dengan jumlah kredit. Bentuk neraca saldo adalah sebagai berikut :

No

Nama Rekening

Debet

Kredit

Keterangan :
1.

Kolom

nomor

untuk

mencatat nomor kode rekening yang bersangkutan.
2.

Kolom nama rekening untuk
mencatat nama – nama rekening yang ada dalam perusahaan tersebut.

65 | P a g e

3.

Kolom debit untuk mencatat
jumlah saldo uang dari rekening yang besaldo debit.

4.

Kolom kredit untuk mencatat
jumlah saldo uang dari rekening yang bersaldo kredit.

Pada contoh rekeing buku besar Perusahaan Angkutan Pinggir Kota tersebut di atas jika
dibuat neraca saldonya terlihat sebagai berikut :

Perusahaan Angkutan Pinggir Kota
Neraca Saldo
Per 31 Januari 1991
No
101
102
103
111
201
301

Nama Rekening
Kas
Pitang Usaha
Perlengkapan
Kendaraan
Utang Usaha
Modal Budi

Debet

Kredit

Rp. 13.000.000,00
Rp. 5.000.000,00
Rp. 4.500.000,00
Rp. 55.000.000,00
-

Rp. 15.000.000,00
Rp. 62.500.000,00

Rp. 77.500.000,00

Rp. 77.500.000,00

Dari contoh di atas terdapat beberapa rekening yang bersaldo debit dan ada
beberapa rekening yang bersaldo kredit. Rekening kas tidak akan mungkin bersaldo
kredit, oleh sebab itu rekening kas dikatakan bersaldo normal debit. Saldo normal setiap
rekening sama dengan sisi penambahan dari rekening yang bersangkutan.
Agar jelasnya di bawah ini adalah tabel saldo normal dari setiap rekening :

66 | P a g e

No
1.
2.
3.
4.
5.
6.

Nama Rekening

Saldo Normal
Debet
Kredit
Kredit
Debet
Kredit
Debet

Harta
Utang
Modal
Prive
Pendapatan
Beban

SOAL – SOAL
A. SOAL TEORI
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.

Apakah yang dimaksud dengan buku besar ?
Sebutkan bentuk – bentuk rekening buku besar !
Sebutkan kelemahan – kelemahannya jika kita
menggunakan rekening buku besar yang berbentuk T account !
Sebutkan langkah – langkah dalam posting !
Di sisi manakah saldo normal rekening harta, utang, modal,
pendapatan dan beban !
Apakah yang dimaksud dengan neraca saldo ?
Dari manakah sumber pencatatan neraca saldo ?

B. SOAL LATIHAN
1.
2.

Perusahaan Binatu Merah yang
didirikan oleh Kasman pada tangggal 1 Febuari 1991 menunjukkan data jurnal
sebagai berikut :

Jurnal Umum
Tanggal
1991
Feb.

( dalam rupiah )
Rekening/keterangan
1



2



3



4



5

‘’

7



8



9

67 | P a g e

Kas
Modal Kasman
Beban Sewa
Kas
Perlengkapan Kantor
Utang Usaha
Perlengkapan cuci
Kas
Peralatan kantor
Peralatan cuci
Utang Uasaha
Kas
Piutang Usaha
Pendapatan jasa cuci
Peralatan binatu
Perlengkapan binatu
Kas
Kendaraan
Kas

Ref

Halaman : 001
Debet

Kredit

6.000.000,00
50.000,00
50.000,00
150.000,00
400.000,00
100.000,00
150.000,00
100.000,00
25.000,00
2.500.000,00
-

6.000.000,00
50.000,00
50.000,00
150.000,00
200.000,00
300.000,00
150.000,00
125.000,00
2.500.000,00



10



11



13



14



15



17



18



20



22



23



26



27



28



28

Beban Iklan
Kas
Kas
Pendapatan jasa binatu
Utang Usaha
Kas
Tanah
Kas
Prive Kasman
Kas
Kas
Pendapatan jasa cuci
Beban gaji
Kas
Perlengkapan kantor
Wesel bayar
Kas
Piutang Usaha
Beban lain –lain
Kas
Kas
Piutang Usaha
Pendapatan jasa binatu
Beban listrik
Kas
Beban gaji
Kas
Beban Telepon
Kas

60.000,00
250.000,00
150.000,00
2.000.000,00
50.000,00
300.000,00
75.000,00
50.000,00
150.000,00
25.000,00
200.000,00
300.000,00
50.000,00
75.000,00
30.000,00
-

60.000,00
250.000,00
150.000,00
2.000.000,00
50.000,00
300.000,00
75.000,00
50.000,00
150.000,00
25.000,00
500.000,00
50.000,00
75.000,00
30.000,00

13.590.000,00

13.590.000,00

Dafttar rekening buku besar yang disediakan oleh perusahaan Binatu Murah adalah
sebagai berikut:
101. Kas
202. Wesel bayar
102. Piutang usaha
301. Modal Kasman
103 Perlengkapan cuci
302. Prive Kasman
104. Perlengkapan binatu
401. Pendapatan jasa cuci
105. Perlengkapan kantor
402. Pendapatan jasa binatu
111. Tanah
501. Beban sewa
112. Peralatan kantor
502. Beban gajih
113. Peralatan binatu
503. Beban iklan
114. Peralatan cuci
504. Beban listrik
115. Kendaraan
505. Beban telepon
201. Utang usaha
506. Beban lain-lain
Dari data jurnal tersebut di atas maka:
1.
Bukukanlah (posting) ke dalam buku besar.
2.
Susunlah neraca saldonya pada tangggal 28 Februari
1991.

68 | P a g e

2. Data Perusahaan Ekspedisi Lancar memperlihatkan rekening-rekening beserta
saldonya pada tanggal 1 Maret 1991 sebagai berikut:
101. Kas
Rp. 2.650.000,00
102. Piutang usaha
Rp. 3.840.000,00
103. Perlengkapan kantor
Rp.
900.000,00
111. Tanah
Rp. 10.000.000,00
112. Gedung
Rp. 6.500.000,00
113. Akumulasi penyusutan gedung
Rp. 1.625.000,00
114. Peralatan kantor
Rp. 5.000.000,00
115. Akumulasi penyusutan peralatan kantor Rp. 1.000.000,00
116. Kendaraan
Rp.140.000.000,00
117. Akumulasi penyusutan kendaraan
Rp. 28.000.000,00
201. Utang usaha
Rp. 6.300.000,00
301. Modal Risti
Rp. 94.190.000,00
302. Prive Risti
Rp.
500.000,00
401. Pendapatan ekspidisi
Rp. 43.450.000,00
501. Beban gajih
Rp. 4.500.000,00
502. Beban sewa
Rp.
450.000,00
503. Beban perlengkapan kantor
Rp.
504. Beban penyusutan gedung
Rp.
505. Beban penyusutan peralatan kantor
Rp.
506. Beban penyusutan kendaraan
Rp.
507. Beban servis kendaraan
Rp..
508. Beban lain-lain
Rp. 225.000,00

Selama bulan Maret 1991 terjadi transakllsi-transaksi sebagai berikut:
Maret

1

:

3
6

:
:

7

:

9

:

10

:

12

:

15

:

16

:

69 | P a g e

Di beli perlengkapan kantor dari toko Merdeka sebesar Rp.
250.000,00 di bayar tunai Rp. 200.000,00 sisanya bulan depan.
Di terima tagihan dari PT. Mega Jaya sebesar Rp. 150.000,00.
Di bayar iuran keamanan lingkungan untuk bulan Maret 1991
sebesar Rp. 50.000,00
Di bayar biaya servis kendaraan pada bengkel Agung Jaya Rp.
875.000,00.
Dibayar sewa parkir kendaraan untuk bulan Maret 1991 sebesar Rp.
225.000,00
Di beli seperangkat komputer untuk keperluan kantor dari PT. IBM
dengan kredit seharga Rp. 3.000.000,00.
Di bayar utang kepada toko Cempaka Motor sebesar Rp.
500.000,00
Di terima uang jasa mengangkut barang dari langganan sebesar Rp.
2.745.000,00.
Risti mengambil uang tunai dari perusahaan untuk keperluan
pribadi sebesar Rp. 250.000,00.

18

:

20

:

23
24

:
:

26

:

28

:

30

:

Di bayar uang makan sopir untuk pertengahan bulan pertama Rp.
180.000,00.
Di bayar gajih karyawan untuk pertengahan bulan pertama Rp.
500.000,00.
Di terima uang jasa anggkutan sebesar Rp. 1.500.000,00.
Di selesaikan pekerjaan angkut untuk PT. Melati seharga Rp.
4.500.000,00.
Di beli sebidang tanah untuk perluasan kantor seharga Rp.
5.000.000,00 di bayar tunai Rp. 2.000.000,00 sisanya di angsur
lima kali.
Di bayar uang makan sopir untuk akhir bulan sebesar Rp.
180.000,00.
Di bayar gaji karyawan sebesar Rp. 500.000,00.

Pertanyaan:
a.
Buatlah jurnal umum untuk transaksi-transaksi
yang tejadi selama bulan Maret 1991.
b.
Bukukanlah jurnal tersebut ke dalam rekening
buku beesar.
c.
Susunlah neraca saldonya pada tanggal 31
Maret 1991.
3. Berdasarkan neraca dan jurnal berikut ini, susunlah:
a.
b.

Buku besar
Neraca saldo

Neraca
Per 1 Januari 1991

101 Kas
102 Piutang usaha
121 Peralatan kantor

Rp. 1.525.000,00
Rp.
750.000,00
Rp. 1.000.000,00

Rp. 3.275.000,00

70 | P a g e

201 Utang usaha
301 Modal Yasin

Rp.
Rp.

800.000,00
2.475.000,00

Rp.

3.275.000,00

Jurnal

Halaman : 03
Tanggal

Jan.

Keterangan
1.
4.
8.
10.
15.
19.
22.
25.
30.

Utang Usaha
Kas
Perlengkapan kantor
Kas
Peralatan Kantor
Kas
Utang Usaha
Kas
Piutang Usaha
Kas
Pendapatan Jasa
Uatang Usaha
Kas
Piutang Usaha
Pendapatan Jasa
Prive Yasin
Kas
Beban Gaji
Kas
Jumlah

Ref

Debet
500.000,00
300.000,00
1.150.000,00
500.000,00
900.000,00
800.000,00
600.000,00
200.000,00
350.000,00
5..3000.000,00

Kredit
500.000,00
300.000,00
150.000,00
1.000.000,00
500.000,00
900.000,00
800.000,00
600.000,00
200.000,00
350.000,00
5..300.000,00

4. Servis dan TV “ CERIA “ mempunyai daftar rekening dan saldonya pada tanggal 1 Juli
1991 sebagai berikut :
101
102
103
121
122
201
301
302
401
402

Kas
Piutang Usaha
Perlengkapan
Peralatan servis
Akumulasi penyusutan
Utang Usaha
Modal Marjuki
Prive Marjuki
Pendapatan Jasa
Pendapatan Komisi

71 | P a g e

Rp. 2.545.000,00
Rp. 800.000,00
Rp. 225.000,00
Rp. 600.000,00
Rp. 240.000,00
Rp. 500.000,00
Rp. 2.660.000,00
Rp. 150.000,00
Rp. 1.950.000,00
Rp.


501
502
503

Beban Gaji
Beban Sewa
Beban Iklan

Rp. 750.000,00
Rp.

Rp. 250.000,00

Selama bulan Juli 1991 terjadi transaksi – transaksi berikut ini :
2 Juli
5 Juli
9 Juli
12 Juli
15 Juli
18 Juli
20 Juli
25 Juli
27 Juli
28 Juli
30 Juli

Diterima pendapatan jasa Rp. 450.000,00
Dibeli perlengkapan Rp. 400.000,00 secara kredit
Dibayar utang kepada Toko Aneka Rp. 300.000,00
Dibeli peralatan servis Rp. 700.000,00 di antaranya Rp. 100.00,00 dibayar
tunai sisanya kredit
Marjuki mengambil uang tunai Rp. 200.000,00 untuk keperluan rumah
tangga
Dibayar iklan pada harian Media Rp. 150.000,00
Diterima pelunasan tagihan dari M. Yakub Rp. 600.000,00
Diterima komisi atas penjualan TV Rp. 50.000,00
Dibayar sewa ruangan Rp. 500.000,00
Diterima pendapatan jasa Rp. 650.000,00
Dibayar Gaji karyawan untuk bulan Juli Rp. 300.000,00

Diminta :
a.

Buatlah jurnal umum untuk
transaksi – transaksi tersebut

b.
c.

Susunlah buku besar
Susunlah Neraca Saldo pada
tanggal 31 Juli 1991.

BAB IX
JURNAL PENYESUAIAN
A. PENDAHULUAN
Neraca saldomerupakan bahan pokok untuk menyususn laporan keuangan Rekening
yang sudah menunjukkan keadaan yang sebenarnya digunakan untuk menyusun laporan
keuangan, sedangkan yang belum menunjukkan keadaaan sebenarnya harus disesuaikan
lebih dahulu.

72 | P a g e

B. REKENING YANG PERLU DISESUAIKAN
Rekening yang biasanya memerlukan penyesuaian antara lain :
1.
2.
3.
4.
5.

Perlengkapan / Bahan habis pakai ( Supplies )
Beban dibayar di muka ( Prepaid Expense )
Pendapatan diterima di muka ( Deffered Revenue )
Beban yang masih harus dibayar ( Accrued Expense )
Pendapatan yang masih harus diterima//piutang
pendapatan ( Accrued Income )
6.
Penyusutan aktiva tetap ( Depreciation )
Contoh data penyesuaian dan jurnalnya.
1. Perlengkapan ( Supplies )
Perlengkapan di neraca saldo memeprlihatkan jumlah Rp. 600.000,00 . Setelah dihitung
secara phisik persediaan perlengkapan pada tanggal 31 Desember Rp. 200.000,00. Ini
berarti perlengkapan yang telah dipakai untuk kegiatan persahaan berjumlah Rp.
200.000,00. Ini berarti perlengkapan yn telah dipakai untuk kegiatan perusahaan
berjumlah Rp. 400.000,00.
Jurnal Penyesuaian :
Beban Perlengkapan
Perlengkapan
3.

Rp. 4000.000,00
Rp. 400.000,00
Beban dibayar dimuka ( Prepaid

Expense )
Ada dua cara pencatatan pada waktu melakukan pembayaran beban ( biaya ) :
a.
Pendekatan Neraca, yaitu
pembayaran beban dicatat dalam rekening “ Beban dibayar di muka “
b.
Pendekatan Rugi Laba, yaitu
pembayaran beban dicatat dalam rekening “ Beban….”
Contoh :
Pada Tanggal 1 April 1990 membayar premi asuransi untuk satu tahun Rp.
240.000,00.
a.

Jika menggunakan pendekatan neraca, transaksi
tersebut dicatat dalam rekening :
Asuransi dibayar dimuka ( Debet )
Kas ( Kredit )

73 | P a g e

Rp. 240.000,00
Rp. 240.000,00

Jumlah tersebut akan tetap terlihat pada rekening asuransi dibayar di muka di neraca
saldo 31 Desember 1990.
Sampai dengan tanggal 31 Desember 1990 tersebut sebenarnya asuransi yang sudah
dimanfaatkan adalah 9 bulan ( 1 April 1990 – 31 Desember 1990 ). Ini berarti
sejumlah Rp. 180.000,00 ( 9/12 x Rp. 240.000,00 ) sudah menjadi beban tahun 1990.
Maka jumlah tersebut harus dipindahkan dari rekening “ Asuransi dibayar dimuka “
ke rekening “ Beban Asuransi “ dengan jurnal penyesuaian :
Beban Asuransi
Asuransi dibayar di muka
b.

Rp. 180.000,00
Rp. 180.000,00

Jika menggunakan Pendekatan Rugi Laba , transaksi pada contoh di
atas pada tanggal 1 April 1990, dicatat dalam rekening :
Biaya Asuransi ( debet )
Kas ( Kredit )

Rp. 240.000,00
Rp. 240.000,00

Sampai dengan tanggal 31 Desember 1990 sebenarnya yang sudah menjadi beban
baru 9 bulan ( Rp. 180.000,00 ). Sedangkan sisanya ( Rp. 60.000,00 ) bukan
merupakan beban tahun 1990.
Maka jumlah yang eblum merupakan beban tersebut harus di pindahkan dari rekening
” Biaya Asuransi “ ke rekening “Asuransi dibayar di muka “ , dengan jurnal
penyesuaian :
Asuransi dibayar di muka
Beban Asuransi

Rp. 60.000,00
Rp. 60.000,00

Untuk lebih jelasnya, perhitungan mana yang sudah, dan mana yang belum menjadi
beban dapat dilukiskan dalam gambar ( garis waktu ) berikut ini :

¼ - 90

31/12 – 90

9 Bulan

3 bulan

Sudah menjadi beban

Belum menjadi beban

Dari contoh dan uraian diatas dapat disimpulkan bahwa :
74 | P a g e

¼ -91

a.

Jika pada saat pembayaran belum dicatat dalam
rekening asuransi dibayar di muka, maka penyesuaiannya : Rekening Asuransi
dibayar di muka di kredit sebesar yang sudah menjadi beban, dan rekening Beban
asuransi di debet sejumlah itu .
b.
Jika pada saat pembayaran dicatat dalam
rekening beban Asuransi, maka penyesuaiannya : Rekening Beban asuransi dikredit
sebesar yang belum menjadi beban, dan rekening Asuransi dibayar dimuka di debet
sejumlah itu.
3. Pendapatan diterima di muka ( Deffered Revenue )
Pada waktu menerima pendapatn pada umumnya dicatat dalam rekening
pendapatan ( Pendekatan Rugi – Laba ), tetapi kadang – kadang pendapatan yang
diterima untuk lebih dari satu periode dicatat dalam rekening Pendapatan diterima di
muka ( Pendekatan neraca ).
Contoh :
Pada tanggal 1 Juli 1990 diterima sewa untuk 2 tahun Rp. 2.000.000,00.
a.

Jika
pendekatan neraca transaksi tersebut di catat dalam rekening :
Kas ( debit )
Sewa diterima di muka ( kredit )

mengunakan

Rp. 2.000.000,00
Rp. 2.000.000,00

Jumlah tersebut akan tetap terlihat pada rekening sewa diterima di muka di neraca
saldo 31 Desember 1990.
Sampai dengan tanggal 31 Desember 1990 tersebut, sebenarnya yang sudah
merupakan pendapatan tahun 1990, adalah 6 bulan ( 1 Jli 1990 – 31 Desember 1990)
= 6/24 x Rp. 2.000.000,00 = Rp. 500.000,00. Sedang selebihnya ( Rp. 1.500.000,00 )
belum merupakan pendapatan tahun 1990.
Karena pada saat penerimaan sewa dicatat dalam rekening sewa diterima di muka
maka untuk jumlah yang sudah merupakan pendapatan tahun 1990 harus dipindahkan
ke rekening Pendapatan Sewa dengan jurnal Penyesuaian sebagai berikut :
Sewa diterima di muka
Pendapatan sewa
b.

Rp. 500.000,00
Rp. 500.000,00

Jika menggunakan pendekatan Rugi – Laba, transaksi di atas dicatat
dalam rekening :
Kas ( debit )
Pendapatan sewa ( kredit )

75 | P a g e

Rp. 2.000.000,00
Rp. 2.000.000,00

Sampai dengan tanggal 31 Desemmber 1990, sebenarnya yang sudahmerupakan
pendapatan tahun 1990 adalah Rp. 500.000,00. Sedang selebihnya ( Rp. 1.500.000,00
) belum merupakan pendapatan.
Jumlah ini harus dipindahkan ke rekening Pendapatan Sewa diterima di muka dengan
jurnal penyesuaian :
Pendapatan sewa
Sewa diterima di muka

Rp. 1.500.000,00
Rp. 1.500.000,00

Untuk lebih jelasnya perhitungan mana yang sudah dan mana yang belum merupakan
pendapatan , dapat dilakukan dalam gambar ( garis waktu ) berikut ini :
4. Beban yang masih harus dibayar ( Accrued Expense )
Perusahaan membayar gaji pegawai mingguan tiap hari sabtu. Tarif gaji Rp.
40.000,00 per hari. Pembayaran gaji terakhir tanggal 27 Desember dengan demikian gaji
karyawan tanggal 29, 30, dan 31 Desember belum di bayar karena baru akan di bayar
pada hari Sabtu tanggal 3 Januari tahun berikutnya. Ini berarti sampai akhir periode
akuntansi terdapat gaji yang beluum di bayar 3 hari @ Rp. 40.000,00 = Rp. 120.000,00.
Jurnal penyesuaiannya:
Beban gaji
Utang gaji

Rp. 120.000,00
Rp. 120.000,00

5. Pendapatan yang harus di terima/piutang pendapatan (Accrued Income)
Suatu perusahaan menyimpan uang di Bank Pasifik, Rp. 1.000,000,00 pada
tangggal 1 September 1990. Suku bunga 18%, bunga di terima 6 bulan sekali (tiap 1
Maret – 1 September).
Ini berarti bunga 6 bulan pertama baru akan di terima tanggal 1 Maret 1991 sehingga
sampai akhir periode akuntansi, terdapat bunga yang di tunda penerimaannya selama 4
bulan (1 September – 31 Desember) yaitu 4/12 x 18% x Rp. 1.000.000,00 = Rp.
60.000,00.
Jurnal penyesuaiannya:
Piutang bunga
Pendapatan bunga

Rp. 60.000,00
Rp. 60.000,00

6. Penyusutan Aktiva Tetap (depreciation)
Dineraca saldo rekening peralatan kantor memperlihatkan jumlah Rp.
1.000.000,00 di putuskan untuk mengadakan penyusutan 10% per tahun. Ini berarti
penyusutan tiap tahun = 10% x Rp 1.000.000,00 = Rp. 100.000,00.
76 | P a g e

Jurnal pnyesuaiannya:
Beban pnyusutan peralatan
Akumulasi pnyusutan peralatan

Rp. 100.000,00
Rp. 100.000,00

CONTOH SOAL
Neraca saldo Perusahaan Angkutan “Nyaman”. Pada tanggal 31 Desembar 1990
adalah sebagai berikut:

No.
101
102
103
104
121
122
201
301
302
401
501
502
503
509

Nama Rekening

Debet

Kas
Piutang usaha
Perlengkapan
Sewa di bayar dimuka
Kendaraan
Akumul;asi penyusutan Kendaraan
Utang usaha
Modal H. Ahmad
Prive H. Ahmad
Pendapatan angkutan
Beban gaji
Beban bunga
Beban asuransi
Beban lain-lain

Rp. 1.800.000,00
Rp. 1.500.000,00
Rp.
500.000,00
Rp. 2.000.000,00
Rp. 100.000.000,00
Rp.
600.000,00
Rp. 16.000.000,00
Rp.
700.000,00
Rp. 1.800.000,00
Rp.
100.000,00
Rp. 125.000.000,00

Kredit

Rp.
Rp.
Rp.
Rp.

Rp.

40.000.000,00
5.000.000,00
50.000.000,00
30.000.000,00
125.000.000,00

Data Penyesuaian:
a.

Persediaan

perlengkapaan

paadaa

tanggal

31

Desember Rp. 200.000,00.
b.
c.
d.

Sewa di bayar tanggal 1 April 1990 untuk 1 tahun.
Kendaraan di susutkan 20% setahun.
Pendapatan angkutan yang masih harus diterima
Rp. 1.500.000,00.

e.

Gaji karyawan yaang maasih harus di bayar Rp.
300.000,00.

f.
g.

Bunga yang masih harus di bayar Rp. 50.000,00.
Asuransi dibayr tangggal 1 September 1990 untuk 1

tahun.
Berdasarkan Neraca saldo dan data penyesuaian di atas, buatlah jurnal Penyesuaian!
77 | P a g e

Jawab:
Tanggal
1990
Des.
31
31
31
31
31
31
31

Uraian
Beban Perlengkapan
Perlengkapan
Beban Sewa
Sewa dibayar di muka
Beban Penyusutan Kendaraan
Akumulasi Penyusutan Kendaraan
Piutang Pendapatan Angkutan
Pendapatan Angkutan
Beban Gaji
Utang Gaji
Beban Bunga
Utang Bunga
Asuransi dibayar di muka
Beban Asuransi

Ref.

Debet

Kredit

300.000,00
1.500.000,00
20.000.000,00
1.500.000,00
300.000,00
50.000,00
1.200.000,00
-

3 00.000,00
1.500.000,00
20.000.000,00
1.500.000,00
300.000,00
50.000,00
1.200.000,00

24.850.000,00

24..850.000,,00

Penjelsan :
a.
b.
c.
d.
e.
f.
g.

Perlengkapam yang sudah di
pakai = Rp. 500.000,00 – Rp. 200.000,00 = Rp. 300.000,00.
Sewa yang sudah menjadi
beban tahun 1990 9 bulan ( 1 April – 31 April Desember 1990 = 9/12 x Rp.
2.000.000,00 = Rp. 1.500.000,00.
Penyusutan kendaraan 1
tahun = 20 % x Rp. 100.000.000,00 = Rp. 20.000.000,00.
Pendapatan Angkutan yang
masih harus diterima sudah merupakan pendapatan tetapi belum diterima
pembayarannya.
Gaji yang masih harus
dibayar merupakan utang perusahaan kepada karyawan yang sebenarnya sudah
menjadi beban tahun 1990.
Bunga yang masih harus
dibayar merupakan bunga yang sudahh menjadi beban tahun 1990 tetapi masih
ditangguhkan pembayarannya.
Asuransi yang sudah menjadi
beban tahun 1990 adalah 4 bulan ( 1 September – 31 Desember 1990 ) = 4/12 x Rp.
1.800.000,00 = Rp. 600.000,00. Sisa ( Rp. 1.200.000,00 ) belum merupakan tehun
1990, maka harus dipindahkan ke rekening Asuransi di bayar di muka.

78 | P a g e

SOAL – SOAL
A. SOAL TEORI
2.Jawablah pertanyaan di bawah ini !
a.)Apakah fungsi jurnal penyesuaian ?
b.)Apakah yang dimaksud beban dibayar di muka ?
c.)Apakah yang dimaksud uatng beban ?
d.)Apakah yang dimaksud pendapatan diterima di muka ?
e.)Apakah yang dimaksud piutang pendapatan ?
f.)Pada tanggal 1 Maret 1991 dibayar sewa kantor untuk 1 tahun Rp. 1.500.000,00.
Berapakah yang sudah menjadi beban tahun 1991 dan berapa yang bukan beban tahun
1991 ?
g.)Pada tanggal 1 Juli 1991 dibayar sewa kantor untuk 2 tahun Rp. 2.000.000,00 dicatat
dalam rekening beban sewa . Berapakah yang sudah menjadi beban tahun 1991 ?
h.)Sebutkan 3 rekening neraca yang perlu disesuaikan ?
B. SOAL LATIHAN
3.Buatlah jurnal penyesuaian yang diperlukan pada tanggal 31 Desember 1991 dari data
berikut ini :
a.)Pembelian perlengkapan selama tahun 1991 Rp. 750.000,00. Pada tanggal 31
Desember 1991 perlengkapan yang tersisa Rp. 150.000,00.
b.)Pada tanggal 1 April 1991 membayar premi asuransi untuk 1 tahun sebesar Rp.
600.000,00 dicatat dalam rekening assuransi dibayar dimuka.
c.)Pada tanggal 1 April 1991 membayar sewa kantor untuk satu tahun sebesar Rp.
1.200.000,00 dicatat dalam rekenig beban sewa
d.)Pada tanggal 1 Agustus 1991 dibayar iklan Rp. 1.000.000,00 untuk 10 kali penerbitan
dan dicatat dalam rekening iklan dibayar di muka.
e.)Pinjaman di bank Rp. 2.000.000,00 dengan bunga 18 % setahun, dibayar dielakang
tiap tanggal 1/3 – 1/9.
f.)Suatu perusahaan membayar upah karyawan seminggu sekali setiap hari Sabtu sebesar
Rp. 1.500.000,00, akhir periode akuntansi jatuh hari Kamis.
g.)Sebuah mesin dengan harga Rp. 800.000,00 tiap tahuanan disusutkan 20 %.
79 | P a g e

h.)Sebuah kendaraan dibeli pada awal bulan oktober 1991 dengan harga Rp.
18.000.000,00 umur ekonomis kendaraan tersebut ditaksir 6 tahun, dengan nilai sisa pada
akhir tahun ke enam Rp. 3.000.000,00
i.)Pada bulan Desember mencatat pendapatan diterima di muak Rp. 5.000.000,00 untuk
pengangkutan 100 ton barang dagang dari pelabuhan ke gudang. Sampai dengan akhir
bulan Desember sudah 40 ton yang diangkut.

4.“ Rita Salon “ pada tanggal 31 Desember 1991 mempunyai data berupa Neraca Saldo
dan data Penyesuaian sebagai berikut :
a.)Neraca Saldo
No.
11
12
13
14
16
21
31
41
51
52

Nama Rekening
Kas
Piutang usaha
Perlengkapan ( supplies )
Sewa di bayar dimuka
Peralatan salon
Utang usaha
Modal Ny. Rita
Pendapatan jasa
Beban iklan
Beban gaji

Debet
Rp.
Rp.
Rp.
Rp.
Rp.

Rp.
Rp.

600.000,00
700.000,00
300.000,00
1.000.000,00
800.000,00
200.000,00
900.000,00

Rp. 4.500.000,00

Kredit

Rp.
Rp.
Rp.

Rp.

600.000,00
2.000.000,00
1.900.000,00
-

4.500.000,00

b.Data Penyesuaian
4.

Persediaan

perlengkapan

Rp.

100.000,00
5.

Sewa yang telah kadarluwarsa
Rp. 250.000,00

6.
7.

Peralatan disusutkan 10 %
Iklan yang sudah diterbitkan 6
kali dari 10 kali penerbitan.

8.

Gaji bulan Desember yang belum
dibayar Rp. 50.000,00.
Buatlah jurnal penyesuaian !

80 | P a g e

4.

Neraca saldo “ Konsulen Pajak Bina Usaha “ pada atanggal 31
Desember 1991 sebagai berikut :

No.
101
102
103
104
105
121
122
201
301
302
401
501
502
503

Nama Rekening
Kas
Piutang usaha
Bahan habis pakai ( supplies )
Asuransi dibayar di muka
Sewa di bayar di muka
Peralatan kantor
Akumulasi penyusutan peralatan
Utang Usaha
Modal M Daud
Prive M. Daud
Pendapatan jasa
Beban iklan
Beban Bunga
Beban gaji

Debet
Rp.
Rp.
Rp.
Rp.
Rp.
Rp.

Rp.
Rp
Rp.
Rp.

1.800.000,00
500.000,00
600.000,00
300.000,00
1.200.000,00
2.000.000,00
200.000,00
300.000,00
150.000,00
1.500.000,00

Rp. 8.550.000,00

Data Penyesuaian :
a.Persediaan bahan habis pakai Rp. 400.000,00
b.Premi asuransi dibayar tanggal 1 Maret 1991 untuk 1 tahun
c.Sewa dibayar tanggal 1 Juli 1991 untuk 2 tahun
d.Peralatan kantor disusutkan 10 %
e.Pendapatan jasa yang masih harus diterima Rp. 150.000,00
f.Bunga yang masih harus dibayar Rp. 25.000,00
g.Gaji bulan Januari1992 yang sudah dibayar Rp. 100.000,00
Buatlah jurnal penyesuaian !

81 | P a g e

Kredit

Rp.
Rp.
Rp.
Rp.

Rp.

600.000,00
700.000,00
4.000.000,00
3.250.000,00
8.550.000,00

BAB X
KERTAS KERJA
A. PENDAHULUAN
Tahap akhir siklus Akuntansi adalah menyususn laporan Keuangan yang dibuat
sebagai Laporan Pertanggungjawaban pimpinan Perusahaan kepada pemilik, dan juga
disajikan kepada piha luar yang memerlukan. Untuk itu diprlukan alat bantu yang dapat
mempermudah penyusunan Laporan Keuangan. Alat bantu tersebut adalah Kertas Kerja
( Work Sheet ) yang disebut juga Neraca Lajur.
B. BENTUK KERTAS KERJA
Sesuai dengan sifatnya sengaia kertas kerja yaitu konsep untuk menyusun Laporan
Keuangan, maka belum ada keseragaman dalam pemakaian bentuk.
Pada umumnya Kertas Kerja berbentuk 10 kolom , tetapi dapat juga dibuat dengan
8 kolom , 12 kolom , sesuai dengan kebutuhannya. Untuk lebih jelasnya perhatikan
gambar di bawah ini .
Kertas Kerja 10 Kolom
No

Rekening

Neraca Saldo
D

K

Penyesuaian
D

K

Ns. Disesuaikan
D

K

Rugi/Laba
D

K

Kertas Kerja 8 Kolom
No

Rekening

Neraca Saldo
D

Kertas Kerja 12 Kolom

82 | P a g e

K

Penyesuaian
D

K

Rugi/Laba
D

K

Neraca
D

K

Neraca
D

K

No

Rekening

Neraca Saldo
D

K

Penyesuaian
D

K

Ns. Disesuaikan
D

K

Rugi/Laba

Modal

D

D

K

K

Neraca
D

K

C. PENYUSUNAN KERTAS KERJA
Langkah – langkah penyusunan Kertas Kerja 10 Kolom :
1. Menyiapkan Kertas Kerja dan mengisi kolom neraca saldo berdasarkan neraca salso
yang telah disiapkan atau dari saldo yang ada di Buku Besar.
2. Memindahkan jurnal penyesuaian kedalam kolom penyesuaian. Apabila nama
rekening yang harus disesuaikan belum ada di neraca saldo, maka rekening tersebut
dicantumkan di bawahnya.
3. Mengisi kolom neraca saldo disesuaikan dengan jumlah – jumlah yang diperoleh dari
penggabungan neraca saldo dengan jurnal penyesuaian untuk masing – masing
rekening :
a.
Jika letaknya sama
dijumlahkan kemudian dipindahkan ke kolom neraca saldo disesuaikan pada sisi
yang sama.
b.
Jika
letaknya
berlawanan diselisihkan, hasilnya dipindahkan ke kolom neraca saldo
disesuaikan, pada sisi yang lebih besar.
4. Memindahkan jumlah – jumlah yang ada pada neraca saldo disesuaikan ke dalam
kolom Rugi laba atau neraca, pada sisi yang sama dengan cara :
a.
Untuk rening Riil, yaitu Harta , Utang, dan
Modal ( termasuk rekening Prive ) dipindahkan ke kolom neraca.
b.
Untuk rekening Nominal, yaitu Pendapatan
dan Beba dipindahkan ke koom Rugi – Laba.
5. Menjumlahkan angka – angka dalam koom Rugi Laba, kemudian menuliskan selisih
antara umlah debet dan kredit disisi jumlah yang lebih kecil, sehingga jumlah debet
dan kredit sama.
6. Menuliskan kata “ Laba Bersih “ atau “Rugi Bersih “ dalam kolom rekening dengan
ketentuan :
a.
Jika jumlah debet lebih besar dari jumlah
krediit ( kolom Rugi Laba ) , sehingga selisihnya ditulis di Kredit, berarti “ Rugi
Bersih “.

83 | P a g e

b.

Jika jumlah kredit lebih besar dari jumlah
debet ( koom Rugi Laba ), sehingga selisihnya ditulis di debet berarti “ Laba
Bersih “.

7. Memindahkan laba Rugi bersih ke kolom neraca pada sisi yang berlawanan.
8. Menjumlah kolom neraca sehingga jumlah debet dan kredit menjadi sama, kemudian
seluruh jumlah yang ada di Kertas Kerja di garis dua.

Contoh :
Bengkel mobil Perkasa pada tanggal 31 Desember 1990 mempunyai data
Akuntansi sebagai berikut :

No.
101
102
103
104
105
121
122
201
301
302
401
402
501
502
503

Nama Rekening
Kas
Piutang usaha
Perlengkapan / Supplies
Asuransi dibayar di muka
Sewa di bayar di muka
Peralatan Servis
Akumulasi penyusutan peralatan
Utang Usaha
Modal H. Ali
Prive H. Ali
Pendapatan Servis
Pendapatan Komisi
Beban Gaji
Beban Iklan
Beban Bunga

Debet
Rp.
Rp.
Rp.
Rp.
Rp.
Rp.

Rp.
Rp.
Rp.
Rp.

Kredit

1.400.000,00
700.000,00
500.000,00
600.000,00
1.200.000,00
2.000.000,00
300.000,00
3.700.000,00
750.000,00
150.000,00

Rp. 11.300.000,00

Rp.
Rp.
Rp.
Rp.
Rp.

Rp.

600.000,00
500.000,00
3.000.000,00
6.800.000,00
400.0000,00
11..3000.000,00

Data untuk penyesuaian :
a.

Persediaan

perlengkapan

tanggal

31

Desember 1990 sebesar Rp. 200.000,00
b.

Asuransi yang telah kadarluwarsa Rp.
400.000,00

c.

Sewa dibayar tanggal 1 Agustus 1990 untuk
1 tahun

d.
e.

Penyusutan peralatan 10 % 1 tahun
Pendapatan servis yang masih
diterima Rp 350.000,00

84 | P a g e

harus

f.

Persekot gaji untuk bulan Januari 1991 Rp.
150.000,00

g.
h.

Iklan yang telah diterbitkan Rp. 500.000,00
Bunga yang masih harus dibayar Rp.
100.000,00

Rekening baru yang harus dibuka :
504 Beban perlengkapan, 505 Beban asuransi , 506 beban sewa, 507 Beban
penyusutan peralatan, 106 Piutang pendapatan, 107 Gaji dibayar dimuka, 108 Iklan
dibayar dimuka, 202 Utang bunga.
Berdasarkan data akuntansi di atas, susunlah kertas kerja dan jurnal penyesuaian.

Jawab :
a.

Jurnal Penyesuaian :

Tanggal
1990
Des.
31
31
31
31
31
31
31

Uraian
Beban Perlengkapan
Perlengkapan
Beban Asuransi
Asuransi dibayar di muka
Beban Sewa
Sewa dibayar di muka
Beban Penyusutan Peralatan
Akumulasi Penyusutan Peralatan
Piutang Pendapatan
Pendapatan Servia
Gaji dibayar di muka
Beban Gaji
Iklan dibayar di muka
Beban Iklan
Beban Bunga
Utang Bunga

Ref.

Debet

Kredit

300.000,00
400.000,00
500.000,00
200.000,00
350.000,00
150.000,00
250.000,00
100.000,00
2.250.000,00

3 00.000,00
400.000,00
500.000,00
200.000,00
350.000,00
150.000,00
250.000,00
100.000,00
2..250.000,,00

Penjelasan :
a.

Perlengkapan
yang
terdapat dalam neraca saldo Rp. 500.000,00. Pda tanggal 31 Desember 1991
persediaan perlengkapan yang ada Rp. 200.000,00 berarti yang telah di pakai seharga
Rp. 300.000,00. Jumlah tersebut dipindahkan sebagai beban tahun 1990, dengan cara
mendebet rekening beban perlengkapan dan mengkredit rekening perlengkapan.

85 | P a g e

b.

Asuransi tersebut yang
kadarluwarsa Rp. 400.000,00 berarti sudah menjaddi beban tahun 1990, maka harus
dipindahkan dari rekening asuransi dibayar di muka ke rekening beban asuransi
dengan cara mendebet rekening Beban asuransi dan mengkredit rekening Asuransi
dibayar di muka.

c.

Sewa Rp. 1.200.000,00
untuk 1 tahun dibayar tanggal 1 agustus 1990, berarti yang telah menjadi beban tahun
1990 dalam 5 bulan ( 1/8 – 31/21 1990 ) = 5/12 x Rp. 1.200.000,00 = Rp. 500.000,00.
Jumlah ini harus di pindahkan dari rekening Sewa dibayar di muka ke rekeing Beban
sewa dengan cara mendebet rekening beban sewa dan mengkredit rekening sewa
dibayr di muka.

d.

Penyusutan peralatan Rp.
200.000,00 ( 10 % dari Rp. 2.000.000,00 ) dicatat dengan cara mendebet rekening
Beban penyusutan Peralatan dan mengkredit rekning Akumulasi Penyusutan
peralatan.

e.
f.

Pendapatan servis yang
masih harus diterima Rp. 350.000,00 merupakan piutang , maka harus dicatat dengan
cara mendebet rekening. Piutang pendapatan dan mengkredit rekening Pendapatn
Servis.
g.
Beban
gaji
Rp.
3.700.000,00 termasuk gaji untuk bulan Januari 1991 Rp. 150.000,00. Jumlah ini
sebenarnya bukan merupakan beban tahun 1990, maka harus di pindahkan dari
rekening beban gaji ke rekening gaji di bayar di muka, dengan cara mendebet
rekening gaji dibayar di muak dan megkredit rekening Beban gaji.
h.

Iklan
yang
telah
diterbitkan Rp. 500.000,00 berarti jumlah tersebut yang sebenarnya sudah menjadi
beban tahun 1990, selebihnya sebenarnya Rp. 250.000,00 ( Rp. 750.000,00 – Rp.
500.000,00 ) harus dipindahkan dari rekening beban Iklan ke rekening iklan dibayar
dimuka dengan cara mendebet rekening ikalan di bayar di muka dan mengkredit
rekening Beban Iklan.

i.

Bunga yang masih harus
dibayar Rp. 100.000,00 sebenarnya sudah menjadi beban tahun 1990, tetapi belum
dibayar maka harus dicatat sebagai beban dengan cara mendebet rekening Beban
bunga dan mengkredit Utang bunga.

SOAL –SOAL
86 | P a g e

A. SOAL TEORI
1. Jawablah pertanyaan – pertanyaan di bawah ini !
a.

Sebutkan fungsi kertas
kerja !

b.

Sebutkan

urutan

Lajur

Kertas Kerja !
c.

Rekening perlengkapan di
Neraca Saldo Rp. 500.000,00. Persediaan padaa tanggal 31 Desember 1990
sebesar Rp. 200.000,00. Bagimanakah penyelesaian rekening perlengkapan pada
kertas kerja !

d.

Rekening sewa dibayar di
muka di neraca saldo Rp. 1.500.000,00. Sewa tersebut di bayar tanggal 1Mei
1991 untuk satu tahun. Dengan jumlah berapa rekening sewa di bayar di muka di
pindahkan di kolom Neraca dan untuk sewa yang telah dijalani, berapa jumlahnya
dan dicatat dalam rekening apa serta dipindahkan ke kolom apa ?

e.

Biaya Iklan di Neraca
Saldo Rp. 400.000,00. Jumlah tersebut dibayar untuk 5 kali penerbitan. Sampai
tanggal 31 Desember 1991 sudah 3 kali terbit. Bagaimanakah penyelesaian dalam
kertas kerja untuk iklan yang sudah menjadi beban tahun 1991 dan yang belum
menjadi beban tahun 1991 ?

f.

Di Neraca Saldo terdapat
rekening Gedung Kantor Rp. 10.00.000,00 dan akumulasi penyusutan Rp.
2.000.000,00. Pada akhir periode, Gedung disusutkan 5 %. Bagaimanakah
penyelesaian rekening – rekening gedung, akumulasi penyusutan gedung, dan
biaya penyusutan Gedung di kertas kerja ?

g.
Rugi – Laba Rp. 15.000.000,00 dan sisi kredit
Berapakah rugi/labanya ?

Jumlah sisi Debet kolom
Rp. 18.750.000,00.

B. SOAL LATIHAN
1. Perusahaan “ Angkutan Selamat “ pada tanggal 1991 mempunyai data Neraca Saldo
dan data penyesuaian sebagai berikut
Neraca saldo

87 | P a g e

No.
101
102
103
104
151
152
153
154
201
202
301
302
401
501
502
503
402

Nama Rekening
Kas
Piutang usaha
Perlengkapan / Supplies
Sewa di bayar di muka
Kendaraan
Akumulasi penyusutan Kendaraan
Peralatan
Akumulasi Penyusutan Peralatan
Utang Usaha
Wesel Bayar
Modal H. Jalil
Prive H. Jalil
Pendapatan Jasa
Beban Gaji dan Upah
Beban Asuransi
Beban Bunga
Pendapatan Komisi

Debet

Kredit

Rp.
1.500.000,00
Rp.
2.000.000,00
Rp.
1.000.000,00
Rp.
3.000.000,00
Rp. 150.000.000,00
Rp.
5 00.000,00
Rp.
15.000.000,00
Rp.
600.000,00
Rp.
100.000,00
-

Rp.
Rp.
Rp.
Rp.
Rp.

Rp. 177.700.000,00

Rp.

Data Penyesuaian :
a.
b.
c.
d.
e.
f.
g.

Persediaan perlengkapan Rp. 300.000,00
Sewa gaeasi dibayar tanggal 1 April 1991 untuk satu tahun
Kendaraan disusutkan 15 %
Peralatan disusutkan 10 %
Gaji bulan Desember yang belum dibayar
Rp. 250.000,00
Asuransi yang telah jatuh tempo
Rp. 400.000,00
Bunga yang masih harus dibayar
Rp. 50.000,00

Buatlah
:
a. Jurnal penyesuaian
b. Kertas Kerja
Rekening baru yang harus di buka :
105
Asuransi dibayar di muka
203
Utang Bunga
504
Beban Perlengkapan
505
Beban Sewa
506
Beban Penyusutan Kendaraan
507
Beban penyusutan Peralatan
2. Dari soal bab IX no. 2 , buatlah kertas kerja !
3. Dari soal bab IX no. 3, buatlah kertas kerja !

88 | P a g e

Rp.

Rp.

33.000.000,00
800.000,00
50.000.000,00
1.000.000,00
50.000.000,00
42.500.000,00
400.000,00
177.7000.000,00

4. H. Munawar menyelenggarakan sebuah bngkel dengan nama Bengkel RAPIH. Dari
buku besar perusahaan itu disusun sebuah neraca saldo per 31 Desember 1991
sebagai berikut :
No.
101
102
103
111
112
201
202
301
302
401
501
502
503
504
505

Nama Rekening
Kas
Perlengkapan bengkel
Asuransi dibayar di muka
Peralatan Bengkel
Akumulasi Penyusutan Peralatan Bengkel
Utang usaha
PPh. Karyawan terutang
Modal H. Munawar
Prive H. Munawar
Pendapatan Bengkel
Beban Gaji
Beban Iklan
Beban Sewa
Beban Serba – serbi
Pajak Penghasilan

Rp.
Rp.
Rp.
Rp.

Rp.
Rp.
Rp.
Rp.
Rp.
Rp.

Debet

Kredit

1.985.000,00
1.775.000,00
810.000,00
36.565.000,00
12.000.000,00
13. 00.000,00
750.000,00
3.000.000,00
1.555.000,00
895.000,00

9.640.000,00
5.000.000,00
150.000,00
19.700.000,00
38.500.000,00
-

Rp. 72. 990.000,00

Rp.
Rp.
Rp.
Rp.
Rp.

Rp.

72.990.000,00

Data Penyesuaian per 31 Desember 1991 :
a. Nilai persediaan bengkel pada 31 Desember 1991 Rp. 550.000,00.
b. Asuransi yang telah kadarluwarsa Rp. 540.000,00
c. Penyusutan untuk tahun 1991 atas peralatan bengkel ditetapkan sebesar Rp.
3.875.000,00
d. Gaji terutang per 31 Desember 1991 berjumlah Rp. 315.000,00
e. Kontrak sewa ruangan yang dipakai perusahaan menyebur sewa tahunan sebesar 10
% dari pendapatan tahunan, dengan pembayaran angsuran tiapp bulan Rp.
250.000,00. Pembayaran bulanan ini harus dilunasi pertama tiap bulan dan didebitkan
pada rekening Beban Sewa.
f. Menurut taksiran jumlah Pajak Penghasilan yang harus dibayar tahun 1991 Rp.
980.000,00.
Diminta :
1. Menyusun Ayat Jurnal Penyesuaian per 31 Desember 1991 dalam bentuk jurnal
umum.
2. Menyusun Neraca lajur 10 kolom yang terdiri dari Neraca saldo, Penyesuaian, Neraca
Saldo disesuaikan, perhitungan Rugi – Laba, Neraca.
Perkiraan - perkiraan yang masih harus disediakan :

89 | P a g e

203
204
205
506
507
508

Gaji terutang
Sewa terutang
Pajak Penghasilan Terutang
Beban perlengkapan bengkel
Beban asuransi
Beban penyusutan peralatan bengkel

5. Neraca saldo perusahaan pengiriman Barang MOJOPAHIT pada
Desember 1991 sebagai berikut :
No
101
102
103
104
105
106
111
112
113
114
201
217
301
302
401
501
507
508
509
510
511
512

Nama Rekening
Kas
Piutang Usaha
Perlengkapan Kantor
Asuransi dibayar dimuka
Iklan dibayar di muka
Sewa dibayar di muka
Peralatan Kantor
Akumulasi penyusutan peralatan kantor
Kendaraan
Akumulasi penyusutan kendaraan
Utang Usaha
Pinjaman bank
Modal R. Wijaya
Prive R. Wijaya
Pendapatan Jasa pengiriman
Beban pengiriman
Beban air dan listrik
Beban telepon
Beban gaji dan upah
Beban kendaraan
Beban rupa – rupa
Beban bunga

tanggal 31

Jumlah Saldo
Rp.
7.900.000,00
Rp. 13.950.00.000,00
Rp.
2.850.000,00
Rp.
3.550.000,00
Rp.
2.500..000,00
Rp.
4.500.000,00
Rp.
9.250.000,00
Rp.
3.000.000,00
Rp.
65.000.000,00
Rp.
13.000.000,00
Rp.
5.400.000,00
Rp.
25.000.000,00
Rp.
40.000.000,00
Rp.
8.500.000,00
Rp. 175.000.000,00
Rp. 115.000.000,00
Rp.
1.500.000,00
Rp.
2.700.000,00
Rp.
9.600.000,00
Rp.
9.000.000,00
Rp.
5.520.000,00
Rp.
350.000,00

Data Penyesuaian per 31 Desember 1991 :
a. Menurut rekening koran yang diterima dari bank, bank telah mendebt rekening
perusahaan sebesar Rp. 12.500.000,00 sebagai beban administrasi bank, dan
mengkredit Rp. 27.500,00 sebagai jasa giro.
b. Persediaan perlengkapan kantor berdasarkna inventarisasi pada 31 Desember 1991
berjumlah Rp. 850.000,00
c. Premi asuransi yang telah kadarluwarsa sebesar Rp. 500.000,00
d. Iklan dibayar pada tanggal 16 Agustus 1991 untuk sepuluh kali penerbitan. Pada
tanggal 31 Desember 1991 masih belum diterbitkan dua kali.
90 | P a g e

e. Sewa dibayar tanggal 1 April 1991 untuk masa satu tahun
f. Beban penyusutan diperhitungkan sebagai berikut :
Peralatan kantor Rp. 1.600.000,00
Kendaraan Rp. 425.000,00
g. Ongkos reperasi kendaraan yang belum dibayar Rp. 110.000,00
h. Beban gaji dan upah yang masih harus dibayar per 31 Desember 1991 berjumlah Rp.
425.000,00.
Diminta :
Menyusun Neraca Lajur ( Kertas Kerja ) untuk periode yang berakhir 31 Desember 1991.
Perkiraan – perkiraanyang masih harus dibuka untuk penyusunan
Kertas Kerja :
203
204
402
513
514
515
516
517
518
519

Gaji dan upah terutang
Beban kendaraan yang masih harus dibayar
Pendapatan bunga
Beban administrasi bank
Beban perlengkapan kantor
Beban asuransi
Beban iklan
Beban sewa
Beban penyusutan peralatan
Beban Penyusutan kendaraan

BAB XI
LAPORAN KEUANGAN
Sesuai dengan uraian pada Bab VI , laporan keuangan yang akan dibahas dalam buku ini
adalah laporan Rugi Laba, laporan Perubahan Modal dan Neraca.
A. LAPORAN RUGI LABA
Laporan rugi laba menyajikan pendapatan dan beban suatu perusahaan pada
periode tertentu.
Langkah-langkah penyusunan laporan rugi laba dengan menggunakan kertas
kerja:
1.
Menuliskan
nama
perusahaan,
jenis
laporan
(“Perhitungan Rugi Laba”) dan periode Akuntansi.
91 | P a g e

2.

Menuliskan rekening-rekening pendapatan yang ada
dikertas kerja, kemudian di jumlah.
3.
Menuliskan rekening-rekening beban yang ada di kertas
kerja, kemudian di jumlah.
4.
Menyelisihkan jumlah pendapatan dengan jumlah beban.
-

Jika jumlah pendapatan > jumlah beban, berarti laba.
Jika jumlah pendapatan < jumlah beban, berarti rugi.

B. LAPORAN PERUBAHAN MODAL
Laporan perubahan modal menyajikan sebab-sebab terjadinya perubahan modal
perusahaan.
Langkah-langkah penyusunan laporan perubahan modal:
1. Menuliskan nama perusahaan, jenis laporan (“Laporan Perubahan Modal”) dan
periode Akuntansi.
2. Menuliskan modal awal, dari jumlah modal yang terdapat pada kertas kerja sisi kredit
kolom neraca.
3. Menuliskan Laba atau Rugi bersih, dan rekening pengambilan prive, kemudian
menghitung Modal akhir, dengan ketentuan:
Jika laba > Prive akan menambah modal
Jika laba < prive akan mengurangi modal
Jika rugi aakan mengurangi modal.

C. NERACA
Neraca yang terdiri dari tiga komponen (unsur) yaitu Aktiva (harta), Utang dan
Modal, sebaiknya disusun secara sistematis, yaitu:
1.
2.
3.
pelunasannya.
4.

Harta lancar disusun sesuai dengan urutan likuiditasnya.
Harta tetap disusun sesuai dengan sifat kekekalannya.
Utang disusun sesuai dengan jangka waktu
Modal disusun sesuai dengan sifat kekekalannya.

Langkah-langkah penyusunan Neraca:

92 | P a g e

1. Menuliskan nama perusahaan, jenis laporan (“Neraca”), tanggal penyusunan neraca.
2. Menuliskan rekening-rekening serta jumlahnya yang ada kolom neraca. Untuk
rekening Prive dan laba/rugi bersih digabungkan engan rekening Modal.
3. Menjumlahkan aktiva dan pasiva, sehingga keduanya menunjukkan jumlah yang
sama.
Contoh :
Dari kertas kerja Bengkel Perkasa dapat disusun laporan keuangan sebagai berikut :
1.

Laporan Rugi Laba
BENGKEL PERKASA
Perhitungan Rugi Laba
Untuk Periode Yang Berakhir 31 Desember 1990

Pendapatan
1. Pendapatan
2. Pendapatan Komisi

Rp. 7.150.000,00
Rp. 400.000,00 +
Rp. 7.550.000,00

Beban – beban
1. Beban Gaji
2. Beban Iklan
3. Beban Bunga
4. Beban Perlengkapan//Supplies
5. Beban Asuransi
6. Beban Sewa
7. Beban Penyusutan Peralatan

Rp. 3.550.000,00
Rp. 500.000,00
Rp. 250.000,00
Rp. 300.000,00
Rp. 400.000,00
Rp. 500.000,00
Rp. 200.000,00
Rp. 5.750.000,00 -

Laba bersih

Rp. 1.850.000,00

2. Laporan Perubahan Modal
BENGKEL PERKASA
Laporan Perubahan Modal
Untuk Periode yang berakhir 31 Desember 1990

Modal; H. Ali (1 Januari 1990)
Laba bersih
Prive H. Ali

Rp. 3.000.000,00
Rp. 1.850.000,00
Rp. 300.000,00 -

Penambahan Modal………………………………………………………………………………………

93 | P a g e

Rp. 1.550.000,00

Modal 1 Desember 1990………………………………………………………………………………….

Rp. 4.550.000,00

3. Neraca
a. Bentuk Skontro
BENGKEL PERKASA
Neraca
31 Desember 1990
Aktiva
Aktiva lancar

Passiva
Uang Jangka Pendek

Kas
Piutang Usaha
Perlengkapan/Supplies
Ass. Dibayar dimuka
Sewa dibayar dimuka
Piutang Pendapatan
Gaji dibayar dimuka
Ikan dibayar dimuka

Rp. 1.400.000,00
Rp. 700.0000,00
Rp. 200.000,00
Rp. 200.000,00
Rp. 700.000,00
Rp. 350.000,00
Rp. 150.000,00
Rp. 250.000,00

Jumlah Harta lancar

Rp. 3.950.000,00

Utang Usaha
Utang Bunga

Rp.
Rp.

500.000,00
100.000,00

Jumlah utang jangka pendek

Rp.

600.000,00

Modal H. Ali

Rp

4.550.000,00

Jumlah Passiva

Rp. 5.150.000,00

Modal

Aktiva Tetap
Peral . Servis
Akum .Penyusutan
Peralatan

Rp. 2.000.000,00
Rp.

800.000,00
Rp. 1.200.000,00

Jumlah Ativa

Rp. 5.150.000,00

b. Bentuk Laporan
BENGKEL PERKASA
Neraca
31 Desember 1990

Ativa
Aktiva lancar
Kas
Piutang Usaha
Perlengkapan/Supplies
Asuransi dibayar dimuka
Sewa dibayar dimuka

94 | P a g e

Rp. 1.400.000,00
Rp. 700.000,00
Rp. 200.000,00
Rp. 200.000,00
Rp. 700.000,00

Piutang Pendapatan
Gaji dibayar dimuka
Ikaln dibayar dimuka

Rp.
Rp.
Rp.

350.000,00
150.000,00
250.000,00

Jumlah Harta Lancar…………………………………………………………………………. Rp. 3.950.000,00
Ativa tetap
Peralatan Servis
Akumulasi Penyusutan Peralatan

Rp. 2.000.000,00
Rp. 800.000,00

Rp. 1.200.000,00 +

Jumlah Aktiva…………………………………………………………………………………. Rp. 5.150.000,00
Passiva
Utang Jangka Pendek
Utangn Usaha
Utang Bunga

Rp.
Rp.

500.000,00
100.000,00

Jumlah Utang Jangka Pendek………………………………………………………………….. Rp.

600.000,00

Modal
Modal H. Ali

Rp. 4.550.000,00

Jumlah Passiva………………………………………………………………………………… Rp. 5.150.000,00

SOAL-SOAL
A. SOAL TEORI
1..
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.

Apakah yang dimaksud dengan laporan rugi-laba?
Dari kolom manakah laporan rugi-laba disusun?
Bilamanakah laporan rugi-laba manunjukan adanya saldo rugi?
Sebutkan unsur-unsur laporan perubahan modal!
Sebutkan dua unsur yang menyebabkan bertambahnya modal!
Sebutkan dua unsur yang menyebabkan berkurangnya modal!
Sebutkan elemen/unsur Neraca!
Jika Neraca disusun dari kertas kerja, dari kolom mana jumlah-jumlahnya
diambil!
9. Rekening apakah yang jumlahnya terdapat dikolom neraca, tetapi tidak
dipindahkan ke Neraca?
10. Sebutkan isi judul laporan keuangan!

B. SOAL LATIHAN
1. Berdasarkan Kertas Kerja Servis Mobil “Agung Motor” dibawah ini, susunlah
laporan keuangan!

95 | P a g e

2.

Neraca Saldo dari “ New Teater “ pada tanggal 31 Desember 1991 sebagai
berikut :
NEW TEATER
Neraca Saldo
31 Desember 1991

No.
101
102
103
104

Nama Rekening
Kas
Perlengkapan Supplies
Asuransi dibayar di muka
Iklan dibayar di muka

96 | P a g e

Debet
Rp.
Rp.
Rp.
Rp.

1.700.000,00
900.000,00
2.400.000,00
3.000.000,00

Kredit
-

151
152
153
154
201
251
301
302
401
402
501
502
503
504
505

Gedung
Akumulasi Penyusutan Gedung
Peralatan
Akumulasi Penyusutan Peralatan
Utang Usaha
Utang Hipotik
Modal M. Dudung
PriveM. Dudung
Pendapatan penjualan tiket
Pendapatan Iklan
Beban Gaji
Beban Sewa Film
Beban Pemeliharaan Gedung
Beban Bunga
Beban Serba – serbi

Rp.

Rp.
Rp.
Rp.
Rp.
Rp.

80.000.000,00
25.000.000,00
1.000.000,00
6..500.000,00
8.500.000,00
1.500.000,00
895.000,00
600.000,00

Rp.

131.500.000,00

Rp.

Rp.

16.000000,00
7.500.000,00
5.000.000,00
10.000.000,00
50.000.000,00
40.000.000,00
3.000.000,00
-

Rp.
Rp.
Rp.
Rp.
Rp.
Rp.
Rp.

Rp.

131.500.000,00

Data penyesuaian per 31 Desember 1991
a.

Persediaan
perlengkapan Rp. 200.000,00

b.

Asuransi

dibayar

pada tanggal 1 Mei untuk 1 tahun
c.
d.
e.
f.
g.

Iklan dibayar di muka
Rp. 3.000.000,00 untuk 50 kali penerbitan. Ikaln yang telah diterbitkan sudah 40 kali.
Penyusutan gedung
ditetapkan 5 %
Penyusutan peralatan
ditetapkan 10 %
Gaji bulan Desember
yang belum dibayar Rp. 250.000,00
Bunga yang masih
harus dibayar Rp. 50.000,00
Berdasarkan Neraca Saldo dan Data Penyesuaian di atas, buatlah :
1. Jurnal Penyesuaian
2. Kertas Kerja
3. Laporan Keuangan

Rekening baru yang harus dibuka :
202
203
506
507
97 | P a g e

Utang Gaji
Utang Bunga
Beban Perlengkapan
Beban Asuransi

509
560

Beban Penyusutan Gedung
Beban Penyusutan Peralatan

508

Beban Iklan

3. Dari soal Bab X No. 1, buatlah laporan keuangan.
4. Dari soal Bab X No. 2. Buatlah laporan keuangan.
5. Dari soal Bab X No. 3, buatlah laporan keuangan.

BAB XII
MENUTUP BUKU BESAR
A PENDAHULUAN
98 | P a g e

Rekening buku besar yang sudah diisi selama periode akuntansi, tapi akhir periode
harus ditutup dan kemudian dibukukan kembali pada awal periode berikutnya.Menutup
buku adalah memindahkan saldo –saldo rekening nominal atau sementara rekening
Modal menunjukan saldo akhir sesuai dengan yang tercantum dalam Neraca (Laporan
Keuangan) dan rekening nominal bersaldo nol, sehingga dineraca akhir tidak tampak lagi.
Untuk rekening nominal perlu dibuat jurnal penutup.
B JURNAL PENUTUP
Tujuan dibuatnya jurnal penutup adalah untuk memindahkan saldo – saldo rekening
nominal dan pengambilan pribadi ke rekening modal.
Langkah – langkah dalam penyusunan juranl penutup :
1.

Mendebet rekening pendapatan sebear saldonya ( yang terdapat disisi kredit
kolom rugi laba pada kertas kerja ) dan mengkredit rekening ikhtisar rugi laba.

2.

Mengkredit rekening beban sebesar sadlso masing – masing ( sisi debit kolom
Rugi Laba ) dan mendebet rekening ikhtisar Rugi Laba.

3.

Memindahkan Rugi/Laba ke rekening Modal, dengan cara :
a.
Jika laba, dengan mendebet rekening ikhtisar Rugi Laba dan mengkredit
rekening modal.
b.
Jika rugi, dengan mengkredit rekeing ikhtisar Rugi Laba dan mendebet
rekening modal.

4.

Mengkredit rekeing prive sebesar saldonya ( sisi debit neraca akhir ) dan
mendebet rekening modal.

Contoh :
Berdasarkan Kertas Kerja “ Bengkel Mobil Perkasa “ ( Halaman……. ) dapat dibuat
jurnal penutup sebagai berikut :

Tanggal
Des

31



31

Uraian
Pendapatan servis
Pendapatn Komisi
Ikhtisar Rugi – Laba
Ikhtisar Rugi – Laba

99 | P a g e

Ref

Debet

Kredit

Rp. 7.150.000,00
Rp. 400.000,00
Rp. 5.700.000,00

Rp. 7.550.000,00
-



31



31

Beban gaji
Beban Iklan
Beban Bunga
Beban Perlengkapan
Beban Asuransi
Beban Sewa
Beban Penyusutan Peralatan
Ikhtisar Rugi Laba
Modal H. Ali
Modal H. Ali
Prive H. Ali

Rp. 1.850.000,00
Rp. 300.000,00
Rp.

15.400.000,00

Rp. 3.550.000,00
Rp.
500.000,00
Rp.
250.000,00
Rp.
300.000,00
Rp.
400.000,00
Rp.
500.000,00
Rp.
200.000,00
Rp. 1.850.000,00
Rp. 300.000,00
Rp.

15.400.000,00

C. MENUTUP BUKU BESAR
Dalam praktek, rekening buku besar yang akan ditutupp adalah rekening – rekening
yang sudah ada selama periode akuntansi.
Dalam contoh ini rekeing buku besar diambil dari data Neraca Saldo yang sudah ada
pada kertas kerja “ Bengkel Mobil Perkasa “, karena pada dasarnya saldo – saldo yan
sudah ada di neraca saldo diambil dari rekening buku besar.
Langkah – langkah sekanjutnya dalam menutup buku besar adalah :
a. Memindahkan ( posting ) jurnal penyesuaian ke rekening – rekeing buku besar yang
bersangkutan.
b. Memindahkan ( posting ) jurnal penutup ke rekening buku besar yang bersangkutan.
Setelah jurnal penyesuaian dan jurnal penutup dipindahkan ke buku besar, maka
rekening nominal dan pengambilan pribadi akan bersaldo nol dan rekening modal
jumlahnya sesuai dengan yang ada di neraca ( laporan keuangan )
Contoh :
Dari Buku Beasr Bengkel Mobil Perkasa ( data diambil dari kertas kerja ) setelah posting
jurnal penyesuaian dan jurnal penutup, akan tampak sebagai berikut :
Nama Rekening : Kas
101
Tanggal
Des

31

Keterangan
Saldo

No
Ref
-

Debet
-

Kredit
-

Saldo
Debet
Rp. 1.400.000,00

Nama Rekening : Piutang Usaha
102
Tanggal

100 | P a g e

Keterangan

Ref

Kredit
-

No
Debet

Kredit

:

Saldo

:

Des

31

Saldo

-

-

-

Rp.

Debet
700.000,00

Nama Rekening : Perlengkapan
103
Tanggal
Des

31
31

Keterangan
Saldo
Penyesuaian

Ref

No
Debet
-

Js.08

Kredit
Rp. 300.000,00

Des

31
31

Keterangan
Saldo
Penyesuaian

Ref
Js.08

-

Kredit
Rp. 400.000,00

Des

31
31

Keterangan

Rp.
Rp.

Saldo
Penyesuaian

Debet

Kredit

Js.08

-

Rp. 500.000,00

Des

31

Keterangan
Saldo

Ref

Debet
Rp. 1.200.000,00
Rp.
700.000,00

-

Kredit
-

No
Debet
-

Kredit
-

Saldo
Debet
Rp. 200.000,00

Kredit
-

Nama Rekening : Akumulasi Penyusutan Peralatan
No : 152
Tanggal

Keterangan

Ref

Debet

Kredit

Saldo
Debet

101 | P a g e

:

Saldo

Nama Rekening : Peralatan Servis
151
Tanggal

Kredit
-

No

Ref

:

Saldo
Debet
600.000,00
200.000,00

Nama Rekening : Sewa dibayar di muka
105
Tanggal

Kredit
-

No

Debet

:

Saldo
Debet
Rp. 500.000,00
Rp. 200.000,00

Nama Rekening : Asuransi dibayar di muka
104
Tanggal

Kredit
-

Kredit

:

Des

31
31

Saldo
Penyesuaian

-

Js.08

Rp. 200.000,00

-

Rp.600.000,00
Rp.800.000,00

Nama Rekening : Utang Usaha
201
Tanggal
Des

31

Keterangan

No

Ref

Saldo

Debet

Kredit

-

-

Saldo
Debet
-

Kredit
Rp. 500.000,00

Nama Rekening : Modal H. Ali
301
Tanggal
Des

31
31
31

Keterangan
Saldo
Penutupan
Penutupan

No

Ref

Debet

Kredit

Jt.09
Jt.09

Rp.300.000,00

Rp1.850.000,00
-

Des

31
31

Keterangan

Debet
-

Kredit
Rp.3.000.000,00
Rp.4.850.000,00
Rp. 4.550.000,00

Saldo
Penutupan

No
Ref

Debet

Kredit

Jt.09

-

Rp. 300.000,00

Des

31
31
31

Keterangan
Saldo
Penyesuaian
Penutupan

Ref

Debet
Rp. 300.000,00
-

Kredit
-

Js.08
Jt.09

No
Debet

Rp.7.150.000,00

Kredit
Rp. 350.000,00
-

Keterangan

Ref

Kredit
Rp.6.800.000,00
Rp.7.150.000,00
-

No
Debet

Kredit

Saldo
Debet

102 | P a g e

:

Saldo
Debet
-

Nama Rekening : Pendapatan Komisi
451
Tanggal

:

Saldo

Nama Rekening : Pendapatan Servis
401
Tanggal

:

Saldo

Nama Rekening : Prive H. Ali
302
Tanggal

:

Kredit

:

Des

31
31

Saldo
Penutupan

Js.09

Rp.400.000,00

-

-

Rp.400.000,00
-

Nama Rekening : Beban Gaji
501
Tanggal
Des

31
31
31

No

Keterangan
Saldo
Penyesuaian
Penutupan

Ref

Debet

Kredit

Js.08
Jt.09

-

Rp. 150.000,00
Rp.3.550.000,00

Saldo
Debet
Rp. 3.700.000,00
Rp. 3.550.000,00
-

Nama Rekening : Beban Iklan
502
Tanggal
Des

31
31
31

Keterangan
Saldo
Penyesuaian
Penutupan

Debet
-

Js.08
Jt.09

Kredit
Rp. 250.000,00
Rp. 500.000,00

Des

31
31
31

Keterangan

Rp.
Rp.

Saldo
Penyesuaian
Penutupan

Debet

Kredit

Js.08
Jt.09

Rp. 100.000,00
-

Rp. 250.000,00

Des

31
31

Keterangan
Saldo
Penyesuaian

Ref

Rp.
Rp.

Debet
150.000,00
250.000,00
-

Js.08
Jt.09

Nama Rekening : Beban Asuransi
505
103 | P a g e

Kredit
-

No
Debet

Rp. 300.000,00
-

Kredit
Rp. 300.000,00

:

Saldo

Nama Rekening : Beban Perlengkapan
504
Tanggal

Kredit
-

No

Ref

:

Saldo
Debet
750.000,00
500.000,00
-

Nama Rekening : Beban Bunga
503
Tanggal

Kredit
-

No
Ref

:

:

Saldo
Debet
Rp.300.000,00
-

Kredit
-

No

:

Tanggal
Des

31
31

Keterangan
Penyesuaian
Penutupan

Ref
Js.08
Jt.09

Debet
Rp. 400.000,00
-

Kredit
Rp. 400.000,00

Saldo
Debet
Rp.400.000,00
-

Nama Rekening : Beban Sewa
506
Tanggal
Des

31
31

Keterangan
Penyesuaian
Penutupan

No

Ref
Js.08
Jt.09

Kredit
-

Debet
Rp. 500.000,00
-

Kredit
Rp. 500.000,00

:

Saldo
Debet
Rp.500.000,00
-

Kredit
-

Nama Rekening : Beban Penyusutan Peralatan
No : 507
Tanggal
Des

31
31

Keterangan
Penyesuaian
Penutupan

Ref
Js.08
Jt.09

Debet
Rp. 200.000,00
-

Kredit
Rp. 200.000,00

Saldo
Debet
Rp.200.000,00
-

Nama Rekening : Piutang Pendapatan
106
Tanggal
Des

31

Keterangan
Penyesuaian

Ref
Js.08

No
Debet

Rp. 350.000,00

Kredit
-

Keterangan

Ref

Debet

Kredit
-

No
Kredit

Saldo
Debet

104 | P a g e

:

Saldo
Debet
Rp.350.000,00

Nama Rekening : Gaji Dibayar di muka
107
Tanggal

Kredit
-

Kredit

:

Des

31

Penyesuaian

Js.08

Rp. 250.000,00

-

Rp. 250.000,00

-

Nama Rekening : Iklan dibayar di muka
108
Tanggal
Des

31

Keterangan
Penyesuaian

Ref
Js.08

No

Debet

Kredit

Rp. 250.000,00

-

Saldo
Debet
Rp.250.000,00

Kredit
-

Nama Rekening : Utang Bunga
202
Tanggal
Des

31

Keterangan
Penyesuaian

No

Ref

Debet

Js.08

-

Kredit
Rp.100.000,00

Des

31
31
31

Keterangan

Kredit
Rp.100.000,00

Penutupan
Penutupan
Penutupan

No

Ref

Debet

Kredit

Jt.09
Jt.09
Jt.09

Rp. 5.700.000,00
Rp. 1.850.000,00

Rp. 7.550.000,00
-

:

Saldo
Debet
-

Nama Rekening : Ikhtisar Rugi Laba
303
Tanggal

:

:

Saldo
Debet
-

Kredit
Rp. 7..550.000,00
Rp. 1.850.000,00
-

D. NERACA SALDO SETELAH PENUTUPAN
Setelah buku besar ditutup, tahap berikutnya adaalaah menyusun neracaa saaldo
setelah penutupan.
Tujuan:
Penyusunan Neraca Saldo Penutupan adaalah untuk memastikan bahwa sebelum
mulai pencataataan data akuntansi periode berikutnya, rekening-reekening buku besar
dalam keadaan balance (seimbang).
Neraca saldo setelah penutupan berisi perkiraan riel (harta, uang, dan modal),
yang jumlahnya diambil dari saldo-saldo rekening buku besar.
Contoh:
105 | P a g e

Berdasarkan buku besar “Bengkel Mobil Perkasa” per 31 Desember, dapat dibuat
Neraca Saldo setelah penutupan sebagai berikut:
“BENGKEL MOBIL PERKASA”
Neraca Saldo Setelah Penutupan
31 Desember 1990

No.
101
102
103
104
105
106
107
108
151
152
201
202
301

Nama Perkiraan

Debet

Kas
Piutang Usaha
Perlengkapan(persedioaan BHP)
Asuransi dibayar dimuka
Sewa di bayar dimuka
Piutang Pendapatan
Gaji diobayar dimuka
Iklan dibayar dimuka
Peralatan servis
Akumulasi Penyusutan Peralatan
Utang Usaha
Utang Bunga
Modal H.Ali

Kredit

Rp. 1.400.000,00
Rp. 700.000,00
Rp. 200.000,00
Rp. 200.000,00
Rp. 700.000,00
Rp. 350.000,00
Rp. 150.000,00
Rp. 250.000,00
Rp. 2.000.000,00
-

800.000,00
500.000,00
100.000,00
4.550.000,00

Rp.
Rp.
Rp.
Rp.

Rp. 5.950.000,00

Rp. 5.950.000,00

E. JURNAL PEMBALIK (Reversing Entries)
Jika perhatikan contoh soal diatas (Bengkel Mobil Perkasa), Rekening-rekening
yang ada di neraca saldo setelah penutupan. Sebagai contoh di neraca saldo terdapat
rekening Beban gaji, Sedang di neraca saldo setelah penutupan timbul rekening gaji
dibayar dimuka.
Sedang biasanya jika membayar gaji dicatat dalam rekening beban gaji. Untuk
menjag konsistensi dari sistem pencatatan pada periode berikutnya perlu dibuat jurnal
pembalik lebih dulu.
Jurnal pembalik disusun dengan cara membalik jurnal penyesuaian yang
menimbulkan rekening riil yang baru, sehingga saldonya menjadi nol dan timbul
kembali rekening nominal yang sesuai dengan rekening yang terdapat pada neraca
saldo sebelumnya.
Contoh :
Dari kertas kerja dan jurnal penyesuaian “” Bengkel Mobil Perkasa “ di muka
dapatlah dibuat jurnal pembalik berikut ini :
Jurnal Pembalik :
Tanggal

106 | P a g e

Uraian

Ref

Debet

Kredit

Jan

1
1
1
1

Pendapatan Servis
Piutang Pendapatan
Beban Gaji
Gaji dibayar di muka
Beban Iklan
Iklan dibayar di muka
Utang Bunga
Beban Bunga

Rp. 350.000,00
Rp. 350.000,00
Rp. 150.000,00
Rp. 150.000,00
Rp. 250.000,00
Rp. 250.000,00
Rp. 100.000,00
Rp. 100.000,00
Rp. 850.000,00

Rp. 850.000,00

SOAL – SOAL
A. SOAL TEORI
1.
2.
3.
4.
5.
6.

Sebutkan 5 buah rekening yang harus ditutup pada akhir periode akuntansi !
Jelaskan secara singkat cara menutup buku besar !
Apakah tujuan penyusunan jurnal penutup ?
Jelaskan cara membuat jurnal penutup !
Apakah tujuan penyusunan neraca saldo setelah penututpan ?
Darimanakah sumber yang digunakan untuk menyusun neraca saldo setelah
penutupan ?
7. Apakah tujuan penyusunan jurnal pembalik ?
8. Jelaskan cara menyusun jurnal pembalik !

B. SOAL LATIHAN
1. Berdasarkan kertas kerja Bengkel Las Sentosa Jaya pada halaman 112 susunlah :
a.
b.
c.
d.

Jurnal Penutup
Menutup rekening –rekening buku besar
Neraca saldo setelah penutupan
Jurnal Pembalik

2. Dari buku besar Perusahaan reparasi Radio “”MERDU” untuk akhir periode 1990
memperlihatkan saldo – saldo sebagai berikut :
No
101
102

Nama Perkiraan
Kas
Asuransi dibayar di muka

107 | P a g e

Saldo
Rp. 2.250.000,00
Rp.
830.000,00

103
111
112
201
301
302
401
501
502
503

Perlengkapan reparasi
Peralatan reparasi
Akumulasi penyusutan peralatan reparasi
Utang Usaha
Modal H. arman
Prive H. Arman
Pendapatan reparsi
Beban Upah
Beban sewa
Beban Iklan

Rp. 3.100.000,00
Rp. 8.440.000,00
Rp. 2.240.000,00
Rp.
500.000,00
Rp. 7.330.000,00
Rp. 24.000.000,00
Rp. 46.950.000,00
Rp. 15.550.000,00
Rp.
450.000,00

Diminta :
1. Susunlah sebuh Neraca Lajur untuk tahun yang berakhir 31 Desember 1990 dengan
pertolongan saldo –saldo di atas dan keterangan berikut ini :
a. Asuransi yang telah kadarluwarsa Rp. 530.000,00
b. Nilai persediaan perlengkapan reparasi yang masih ada Rp. 760.000,00
c. Penyusutan atas peralatan reparasi Rp. 1.300.000,00.
d. Upah terutangg dan belum dicatat Rp. 50.000,00.
Perkiraan yang masih harus dibuka:
504
505
506
202

Beban asuransi
Beban perlengkapan
Beban penyusutan peralatan reparasi
Upah yang harus dibayar

2. Dengan pertolongan neraca lajur itu, susunlah:
a. Perhitungan Rugi-Laba
b. Laporan perubahan modal
c. Neraca
3. Buatlah ayat jurnal penutup.
4. Buatlah neraca saldo setelah penutupan.
3. Dari soal Bab XI No. 3, Anda diminta untuk:
a.
b.
c.
d.

Membuat jurnal penutup
Menutup rekening-rekeninh buku besar
Membuat neraca saldo setelah penutupan
Membuat jurnal pembalik

4. Pada tanggal 1 Agustus 1990 Hadi Susilo membuka sebuah kantor usaha agen real
estate dengan nama “Hadi Ssilo Real Estate”. Seolama bulan Agustus 1990
melakukan transaksi-transaksi berikut:
Agustus 1
Diinvestasikan ke dalam perusahaan berupa uang tunai Rp.
3.000.000,00 dan sebuah mobil dengan nilai Rp 13.000.000,00
2
Disewa kantor untuk bulan Agustus Rp. 700.000,00
108 | P a g e

2
3
12
15
30
31
32

Dibayar premi asuransi untuk 1 tahun Rp. 960.000,00
Dibeli tunai perl;engkapan kantor Rp. 250.000,00
Dijual sebuah rumah dan untuk itu diterima komisi sebesar Rp.
7.700.000,00
Dibayar gaji karyawan Rp. 600.000,00
Dibayar rekening telepon Rp. 100.000,00
Dibayar pemakaiaan bensin dan oli selama bulan Agustus untuk
mobil peerusahaan Rp. 120.000,00
Dibayar gaji karyawan Rp. 500.000,00
Diambil uang tunai untuk keperluan pribadi Rp. 125.000,00

Diminta:
1. Bukalah rekening - rekening ( empat kolom ) berikut ini :

2.
3.

4.

5.
6.

111 Kas
112 Asuransi dibayar di muka
113 Perlengkapan kantor
121 Mobil
122 Akumulasi penyusutan mobil
211 Gaji terutang
311 Modal Hadi Susilo
312 Prive Hadi Susilo
411 Pendapatan Komisi
501 Beban Sewa
502 Beban Gaji
503 Beban Bensil dan Oli
504 Beban Telepon
505 Beban Asuransi
506 Beban Perlengkapan
507 Beban Penyusutan mobil
Buatlah ayat jurnal untuk transaksi – transaksi tersebut di atas, dan posting ayat
jurnal tersebut ke dalam rekening yang sesuai.
Buatlah Neraca Lajur dengan menggunakan keterangan berikut :
a. Premi asuransi yang sudah kadarluwarsa Rp. 80.000,00
b. Perlengkapan kantor yang masih tersedia Rp. 190.000,00
c. Penyusutan atas mobil Rp. 200.000,00
d. Gaji karyawan yang terutang Rp. 75.000,00
Buatlah laporan keuangan :
- Perhitungan Rugi – Laba bulan Agustus 1990
- Laporan perubahan modal bulan Agustus 1990
- Neraca per 31 Agustus 1990
Buatlah yat jurnal penyesuaian dan ayat jurnal penutup yang diperlukan dan
masukkan ayat - ayat jurnal tersebut ke dalam rekening yang sesuai .
Susunlah Neraca Saldo setelah penutupan per 31 Agustus 1990.

109 | P a g e

Judul: Akuntansi I

Oleh: Gita Kartika


Ikuti kami