Akuntansi Hospitalitas Pendidikan Akuntansi Upi

Oleh Rizky Raksabumi

42 tayangan
Bagikan artikel

Transkrip Akuntansi Hospitalitas Pendidikan Akuntansi Upi

1501090

Pendidikan Akuntansi UPI

rizkyraksabumi@gmail.com

Akuntansi Hospitality
Akuntansi Hospitality adalah merupakan bidang akuntansi terapan dalam dunia
pariwisata. Dimana Akuntansi Hospitality berbeda dengan usaha lainnya karena merupakan
kombinasi antara jasa dan produksi. Dimana fokus yang utama adalah pelayanan yang dapat
memenuhi kebutuhan terhadap konsumen yang memakai jasa pelayanan. Contoh yang dapat
diambil adalah pelayanan dalam Hotel, Hotel merupakan usaha jasa pelayanan atau disebut
”hospitality service” yang seluruh atau sebagian bangunan digunakan untuk pelayanan
kamar, makanan, minuman serta rekreasi yang dikelola dengan tujuan komersial (Diatmika
dan Adi, 2010). Oleh karena itu hotel sebagai penyedia jasa harus menyediakan tiga hal,
diantaranya: fasilitas yang memadai, sumberdaya manusia yang terampil untuk melayani dan
pengelolaan yang profesional.
Definisi Jasa










Adrian Payne: jasa adalah aktivitas ekonomi yang mempunyai sejumlah elemen (nilai
atau manfaat) intangibel yang berkaitan dengannya, yang melibatkan sejumlah
interaksi dengan konsumen atau dengan barang-barang milik, tetapi tidak
menghasilkan transfer kepemilikan. Perubahan daiam kondisi bisa saja muncul dan
produksi suatu jasa bisa memiliki atau bisa juga tidak mempunyai kaitan dengan
produk fisik.
Christian Gronross: jasa adalah proses yang terdiri atas serangkaian aktivitas
intangible yang biasanya(namun tidak harus selalu) terjadi pada interaksi antara
pelanggan dan karyawan jasa dan atau sumber daya fisik atau barang dan atau sistem
penyedia jasa, yang disediakan sebagai solusi atas masalah pelanggan". Interaksi
antara penyedia jasa dan pelanggan kerapkali terjadi dalam jasa, sekalipun pihakpihak yang terlibat mungkin tidak menyadarinya. Selain itu, dimungkinkan ada situasi
di mana pelanggan sebagai individu tidak berinteraksi langsung dengan perusahaan
jasa.
jasa merupakan layanan yang ditawarkan oleh salah satu pihak ke pihak yang lain.
Proses tersebut tidak terkait dengan produk fisik, jasa tidak berwujud, dan biasanya
tidak menyebabkan kepemilikan dari salah satu faktor produksi. Lovelock (2007;5)
Jasa merupakan setiap aktifitas, manfaat atau performance yang ditawarkan oleh satu
pihak ke pihak lain yang bersifat intangible dan tidak menyebabkan perpindahan
kepemilikan apapun diman dalam produksinya dapat terikat maupun tidak dengan
produk fisik. Kotler & Keller (2012;214)
Jasa merupakan seluruh aktivitas ekonomi dengan output selain produk dalam
pengertian fisik, dikomsumsi dan diproduksi pada saat bersamaan, memberikan nilai
tambah dan secara prinsip tidak berwujud (intangible) bagi pembeli pertamanya.
Zeithaml dan Bitner dalam Ratih Hurriyati (2005;28)

Karakteristik Jasa
1. Intangibility
Yang membedakan jasa dari barang, apabila barang merupakan suatu objek, alat,
ataupun benda. Maka jasa merupakan perbuatan, kinerja atupun usaha. Begitu pun barang
bisa dimiliki, namun jasa hanya dapat dikonsumsi tidak dapat dimiliki oleh pelanggan.

1

1501090

Pendidikan Akuntansi UPI

rizkyraksabumi@gmail.com

Jasa bersifat intangibility ini mempunyai makna bahwa jasa tidak dapat dicium, dirasa
dilihat, didengar sebelum suatu jasa itu dibeli dan dikonsumsi oleh konsumen. Dalam hal ini
konsep intangibilitymempunyai dua pengertian menurut Barry dalam Enis dan Cox (1998),
yaitu :
1. Sesuatu yang tidak dapat disentuh dan dirasa.
2. Sesuatu yang sulit untuk didefinisikan, diformulasikan, ataupun dipahami secara
rohaniah.

Dengan begitu orang tidak akan dapat menilai kualitas dari sebuah jasa sebelum ia sendiri
mengkonsumsi jasa itu sendiri. Apabila suatu konsumen membeli suatu jasa , ia hanya kan
bisa menggunakan, menyewa, memanfaatkan jasa itu, akan tetapi tidak dapat memiliki jasa
yang sudah dibelinya.
Nah sebab itu, konsumen hendaknya dapat memperhatikan tanda-tanda ataupun bukti dari
kualitas jasa tersebut. Konsumen dapat menyimpulkan kualitas jasa dari tempat, orang,
peralatan, bahan-bahan komunikasi, simbol sera harga yang telah mereka amati.
Dengan demikian, tugas dari seorang pemasar (penjual jasa( adalah “manage the
evidence” dan ”tangibilize the intangible”. Adapun tantangan yang harus dihadapi oleh
seorang pemasar jasa adalah untuk dapat memberikan fisik dan perbandingan pada
penawaran abstraknya.
Ini sangatlah sulit dilakukan, dikarenakan sesuatu yang abstrak itu sulit untuk
digambarkan ataupun dibayangkan. Oleh sebab itu dibutuhkan keahlian dan juga ketrampilan
untuk dapat menggambarkan sesuatu yang abstrak itu kedalam duania real.
2. Iseparability
Biasanya barang kan akan diproduksi, kemuadian barang dijual kepada konsumen,
dan barang akan dikonsumsi untuk memenuhi sebuah kebutuhan. Akan tetapi berbeda dengan
jasa, umumnya jasa akan langsung dijual, baru kemudian akan diproduksi dan akan
dikonsumsi secara bersamaan.
Dalam hal ini interaksi antara kedua pihak penjual (penyedia) jasa dan pelanggan
merupakan ciri khusus dari sebuah pemasaran jasa. Dalam hubungan ini, efektivitas dari
individu yang menyampaikan jasa merupakan unsur penting.
Dengan begitu kita dapat simpulkan bahwa kunci sukses dari penyedia jasa (bisnis jasa) pada
saat rekrutmen, kompensasi, pelatihan dan juga pengembangan karyawannya.
Contoh: seperti perawatan tubuh di salon, selalu diproduksi langsung saat pelanggan
datang. Interaksi antar penyedia jasa dengan konsumen adalah ciri khusus dalam pemasaran
jasa. Kedua pihak mempengaruhi out come dari jasa yang bersangkutan. Dalam hubungan
peneydia jasa dan konsumen tersebut, efektivitas individu yang menyampaikan jasa adalah
unsur penting. Oleh karena itu, kunci keberhasilan bisnis jasa terletak proses rekrutmen,
pelatihan, kompensasi, dan pengembangan karyawan.
3. Perishability

2

1501090

Pendidikan Akuntansi UPI

rizkyraksabumi@gmail.com

Untuk karakteristik yang terakhir, menjelaskan bahwa jasa tidak dapat disimpan dan
juga tidak tahan lama. Ini tidak akan menjadi masalah apabila permintaannya tetap karena
mudah untuk menyiapkan pelayanan permintaan tersebut sebelumnya.
Apabila terjadi permintaan yang berfluktuasi, ini akan menyebabkan masalah yang
akan berkaitan dengan kapasitas menganggur dan pelanggan tidak akan teralayani dengan
baik. Ini akan menimbulkan resiko pelanggan akan merasa kecewa dan kemungkinan
terburuknya adalah mereka akan beralih kepada penyedia jasa lainnya.
Contoh: kamar hotel yang tidak huni, jam tertentu tanpa pasien ditempat praktik
dokter, dan kursi kereta api yang kosong akan berlalu atau hilang begitu saja karena tidak
dapat disimpan untuk dipakai diwaktu yang lain. Hal tersebut tentu tidak akan menjadi
masalah jika permintaannya tetap karena lebih mudah dalam menyiapkan pelayanan untuk
permintaan tersenut sebelumnya. Namun apabila permintaan berfluktuasi, biasanya berbagai
masalah akan muncul berhubungan dengan kapasitas menganggur dan konsumen tidak
terlayani dengan risiko mereka kecewa atau beralih ke penyedia jasa lain.
4. Labour Intensive
Perusahaan atau industri yang dalam memproduksi berang dan jasa menggunakan
input tenaga kerja dalam proporsi yang besar menggunakan modal dalam jumlah yang relatif
kecil. Perbandingan antara tenaga kerja dan modal yang digunakan sebuah perusahaan dalam
produksinya terutama tergantung pada harga relatif dan input tenaga kerja dan modal serta
pada produktivitas relatif inpit-input tersebut.
5. Repetitive
Dimana konsumen akan mengulangi kegiatan yang telah didapatkan dalam layanan
jasa yang telah diberikan oleh pemberi jasa, biasanya repetitive dalam pelayanan yang
bersifat personal antara penyedia jasa dengan konsumen.
Proses Akuntansi
Identifications

Recording

Internal user
Management

Communication

Eksternal User
Investor/creditor
Other user

3

1501090

Pendidikan Akuntansi UPI

rizkyraksabumi@gmail.com

Daftar pustaka
https://id.wikipedia.org/wiki/Jasa
http://rocketmanajemen.com/karakteristik-jasa/
http://www.ilmu-ekonomi-id.com/2016/12/4-karakteristik-jasa-dan-contohnya.html
Min, Mas. (2017) “Penjelasan terlengkap tentang Pengertian Jasa Menurut Pendapat Para
Ahli, Karakteristik,
Klasifikasi
dan
Jenis
Jasa”.
[Online]
tersedia:
http://www.pelajaran.co.id/2017/21/pengertian-jasa-menurut-ahli-karakteristikklasifikasi
dan-jenis-jasa-terlengkap.html
Yuniarta, G. (2013) PENGEMBANGAN SOFTWARE OF HOSPITALITY ACCOUNTING
DICTIONARY, Jurnal
Akuntansi
Profesi,
3(2),
99-100
tersedia:
https://ejournal.undiksha.ac.id/index.php/JAP/article/view/2004/1745

4

Judul: Akuntansi Hospitalitas Pendidikan Akuntansi Upi

Oleh: Rizky Raksabumi


Ikuti kami