Akuntansi Firma

Oleh Moh Tholib

19 tayangan
Bagikan artikel

Transkrip Akuntansi Firma

LANDASAN TEORI
083144498602

A. BENTUK ORGANISASI PERUSAHAAN
1. Perusahaan Perorangan ( Proprietorship )
Merupakan bentuk perusahaan yang paling sederhana, karena hanya dimiliki oleh satu
orang. Sehingga apabila perusahaan memperoleh keuntungan atau kerugian ( profit or loss )
maka baik keuntungan dan kerugian ditanggung oleh pemilik sendiri.
Kelemahan dari perusahaan perseorangan ini adalah bahwa sumber dana/keuangan yang
tersedia bagi perusahaan hanya sebatas pada jumlah modal yang dimiliki oleh satu orang,
dengan kata lain jumlah sangat sedikit.
Tujuan pajak penghasilan dalanm perusahaan perorangan berlaku ketentuan non-taxable
entity, yang artinya bahwa penghasilan yang diperoleh perusahaan akan dikenakan pada level
individu, bukan entitas/perusahaan.
2. Perusahaan Persekutuan ( Partnership )
Perusahaan ini di miliki oleh dua orang atau lebih, yang dibentuk atas dasar kepercayaan.
Dalam partnership, keahlian yang dimiliki oleh salah seorang anggota sekutu dapat
dikombinasikan dengan sumber daya ( modal ) yang dimiliki oleh anggota sekutu lainnya.
Masing-masing anggota sekutu memiliki tanggung jawab yang tidak terbatas ( unlimited
liability ) kepada kreditor atas seluruh utang /kewajiban yang ditimbulkan oleh perusahaan.
Apabila perusahaan tidak dapat membayar utang kepada kreditor maka masing-masing
anggota sekutu perusahaan harus merelakan kekayaan pribadinya demi mencukupi
pembayaran utang perusahaan.
Partnership sama halnya dengan proprietorship yaitu non-taxable entity di mana
perusahaan atau entitas tidak dikenakan pajak.

Paj+ ak

hanya berlaku pada masing-masing

individu persekutuan.
Partnership memiliki umur yang terbatas artinya bahwa perusahaan dapat dibubarkan
apabila ada salah seorang anggota sekutu mengundurkan diri. Apabila perusahaan masih
ingin dijalankan maka partnership dapat menerima anggota sekutu baru dan membuat

Pengantar Akuntansi II ( Akuntansi Firma ) Halaman 1

kesepakatan /perjanjian firma yang baru baik penentuan modal, rasio pembagian laba/rugi
yang baru dan sebagainya.
3. Perusahaan Perseroan ( Corporation )
Kepemilikan perusahaan persero terbagi ke dalam lembar saham. Modal perusahaan
diperoleh dari hasil penjualan saham kepada para pemegang saham ( Stockholders ). Dalam
persero berlaku ketentuan limited liability yang artinya bahwa kewajiban pemegang saham
kepada kreditor perusahaan hanya sebatas pada besarnya investasi atau jumlah saham yang
dibeli ( dimiliki ).
Saham persero diperdagangkan secara umum/luas kepada public di bursa efek (pasar
modal) dinamakan public corporation, sedangkan persero yang tidak diperdagangkan kepada
publik melainkan hanya kepada sekelompok kecil investor dinamakan nonpublic investor.
Persero memiliki umur yang tidak terbatas atau sesuai dengan kesinambungan
usaha/going concern artinya bahwa persero tidak akan berhenti beroperasi (dibubarkan)
dengan adanya pengunduran diri salah seorang investor yang melepas kepemilikan sahamnya
dari perseroan.
Pajak perseroan adalah taxable entity dimana pajak dikenakan pada level individu dan
perusahaan. Bahkan persero cenderung mengarah pada timbulnya pajak berganda ( double
tax ). Dalam persero ketentuan pajak berganda ini timbul mengingat terdapatnya dua pihak
yang saling terpisah satu sama lain yang dianggap turut menikmati laba, yaitu perusahaan
selaku badan hukum dan para investornya selaku individu.
B. PENDIRIAN ( PEMBENTUKAN FIRMA )
Pengertian Firma
Firma (dari bahasa Belanda venootschap onder firma; secara harfiah: perserikatan dagang
antara beberapa perusahaan) atau sering juga disebut Fa, adalah sebuah bentuk persekutuan
untuk menjalankan usaha antara dua orang atau lebih dengan memakai nama bersama.

Pengantar Akuntansi II ( Akuntansi Firma ) Halaman 2

Kelebihan Firma
1. Cara pendiriannya cukup mudah
2. Mempunyai kekuatan keuangan
3. Pengambilan keputusan dan pertimbangan – pertimbangan dilakukan bersama sehingga
hasilnya jadi lebih baik.
4. Pajak yang dikenakan tidak begitu berat sebagaimana PT, firma hanya kena pajak untuk
keuntungan yang didapat badan usaha.
5. Adanya gabungan antara beberapa orang yang mempunyai keahlian dan kemapuan
masing
Kekurangan Firma
1. Setiap anggota mempunyai tangung jawab terbatas terhadap hutang perusahaan.
2. Apabila salah satu anggota firma keluar maka bubar pula firmanya.
3. Perbuatan sebagian annggota firma menjadi tanggung jawab anggota firma yang lain.
4. Apabila ada anggota firma yang tidak taat pada perjanjian firma akan membuat masalah
dan ketegangan dalam perusahaan, sehingga jalan nya perusahaan akan terganggu.
Dalam pendirian firma, setoran (investasi) dari masing-masing anggota sekutu akan
dicatat dalam jurnal terpisah di pembukuan firma. Asset yang disetor masing-masing anggota
sekutu ke dalam firma akan di debet ke akun Aktiva/Asset firma. Aktiva ini harus dicatat
sebesar nilai pasar wajar yang berlaku pada saat penyerahan aktiva ke dalam firma dan
nilainya harus disepakati oleh seluruh anggota sekutu yang ada. Demikian juga jika
kewajiban yang dibawa oleh masing-masing anggota sekutu disepakati akan ditanggung oleh
firma dan dicatat dalam jurnal dengan cara mengkredit akun kewajiban firma.
Ilustrasi ayat jurnal :
Asumsi tanggal 6 September 2016, Tn. James dan Tn. Alexander sepakat menggabungkan
perusahaan perorangannya tersebut ke dalam firma. Masing-masing anggota ini menyetor
sejumlah kas dan aktiva lainnya.


Tn. James menyetor uang kas sejumlah Rp. 450.000.000; dan sejumlah peralatan kantor
dengan nilai pasar wajar sebesar Rp. 30.000.000;. peralatan kantor yang diserahkan oleh

Pengantar Akuntansi II ( Akuntansi Firma ) Halaman 3

Tn. James ke dalam firma memeliki harga perolehan (cost) sebesar Rp. 60.000.000;.
dengan akumulasi penyusutan sebesar Rp. 40.000.000;.


Tn. Alexander menyetor kas sebesar Rp. 370.000.000 dan mentransfer sebesar piutang
usaha dengan realisasi bersih sebesar Rp. 180.000.000. Piutang usaha yang ditransfer Tn.
Alexander memiliki nilai bruto sebesar Rp. 200.000.000 dengan cadangan piutang tak
tertagih Rp. 20.000.000;

Jurnal Tn. James
Tanggal

Nama Perkiraan

Sep-16 Kas
Peralatan Kantor
Modal Tn. James

Debet

Kredit

450.000.000
30.000.000
480.000.000

Jurnal Tn. Alexander
Tanggal

Nama Perkiraan

Sep-16 Kas
Piutang Usaha
Cadangan Piutang Tak Tertagih
Modal Tn. Alexander

Debet

Kredit

370.000.000
200.000.000
20.000.000
550.000.000

C. PEMBAGIAN LABA RUGI BERSIH
Metode dasar perhitungan pembagian laba rugi bersih firma haruslah dinyatakan secara
tertulis dalam sebuah kontrak atau perjanjian yang ditandatangani (disahkan) oleh seluruh
anggota sekutu. Secara umum, metode pembagian laba rugi bersih firma dibedakan menjadi 5
yaitu :
1. Berdasarkan Rasio Tetap ( Fixed Ratio )
Dinyatakan dalam bentuk perbandingan, persentase ataupun bagian. Metode ini mudah
diterapkandan dapat dijadikan sebagai dasar dalam pembagian laba bersih yang adil.

Pengantar Akuntansi II ( Akuntansi Firma ) Halaman 4

Ilustrasi pembagian laba bersih :


Sebuah firma beranggotakan 3 orang sekutu yaitu : Tn. Edward, Tn. Brian, dan Tn.
Michael yang melaporkan adanya laba bersih pada akhir periode sebesar Rp.
120.000.000; Dalam hal ini Tn. Michael lebih terlibat penuh dalam kontribusi Firma
dibandingkan kedua anggota lainnya. Sehingga mereka sepakat pembagian laba bersih
firma berdasarkan rasio tetap dengan perbandingan 1:1:2. Perbandingan ini diubah dalam
bentuk prosentase maka ketentuannya menjadi 25% : 25% : 50%.
Tanggal

Nama Perkiraan

Des-16 Ikhtisar Laba Rugi

Debet

Kredit

120.000.000

Modal Tn. Edward

30.000.000

Modal Tn. Brian

30.000.000

Modal Tn. Michael

60.000.000

2. Berdasarkan rasio tertentu
Dinyatakan atas saldo modal dari masing-masing anggota sekutu pada awal periode, atau
saldo modal rata-rata sepanjang periode. Yang artinya bahwa metode ini dipakai berdasarkan
besar kecilnya jumlah dana yang disetor oleh masing-masing anggota sekutu ke dalam firma,
sehingga merupakan faktor yang paling utama ( menentukan ).

Ilustrasi pembagian laba bersih :


Asumsi sebuah firma beranggotakan 3 orang yaitu Tn. A, Tn. B, dan Tn. C melaporkan
bahwa memperoleh laba bersih akhir 2016 sebuah firma sebesar Rp. 90.000.000. Laba
bersih tersebut dibagi berdasarkan perbandingan modal.
a. Modal Tn. A : Rp. 200.000.000
b. Modal Tn. B : Rp. 300.000.000
c. Modal Tn. C : Rp. 400.000.000

Pengantar Akuntansi II ( Akuntansi Firma ) Halaman 5

Total saldo modal firma dalam periode tersebut sebesar Rp. 900.000.000. sehingga
diperoleh perhitungan sebagai berikut:
Tn. A : 200.000.000 : 900.000.000 x 90.000.000 = Rp. 20.000.000
Tn. B : 300.000.000 : 900.000.000 x 90.000.000 = Rp. 30.000.000
Tn. C : 400.000.000 : 900.000.000 x 90.000.000 = Rp. 40.000.000
Distribusi pembagian laba bersih ini akan dicatat dalam pembukuan firma melalui ayat
jurnal penutup sebagai berikut :

Tanggal

Nama Perkiraan

Des-16 Ikhtisar Laba Rugi

Debet

Kredit

90.000.000

Modal Tn. A

20.000.000

Modal Tn. B

30.000.000

Modal Tn. C

40.000.000

3. Berdasarkan gaji anggota sekutu, dan sisanya akan dibagi sesuai ratio tetap.
4. Berdasarkan bunga (hasil investasi) atas saldo modal masing-masing anggota
sekutu, dan sisanya akan dibagi sesuai ratio tetap.
5. Berdasarkan gaji anggota sekutu, bunga (hasil investasi) atas saldo modal masingmasing anggota sekutu dan sisanya akan dibagi sesuai ratio tetap.
D. LAPORAN KEUANGAN FIRMA
Laporan keuangan firma sama seperti laporan keuangan untuk perusahaan perorangan,
bedanya hanya pada jumlah pemilik. Laporan laba rugi firma sama seperti laporan laba rugi
perorangan, kecuali dalam hal pembagian (distribusi) laba atau rugi bersih.
Dalam perusahaan perseorangan, seluruh laba yang terjadi tentu saja akan dinikmati
sendiri oleh pemilik tunggal perusahaan, sedangkan laba yang dihasilkan firma akan
didistribusikan di antara para anggota sekutu.
Laporan perubahan modal untuk perusahaan perorangan dinamakan “Laporan modal
pemilik”

Pengantar Akuntansi II ( Akuntansi Firma ) Halaman 6

Laporan perubahan modal untuk firma dinamakan “Laporan modal sekutu”
Fungsi Laporan perubahan modal dalam firma adalah untuk menginformasikan kepada para
pemakai laporan keuangan mengenai perubahan saldo modal dari masing-masing anggota
sekutu, sekaligus jumlah keseluruhan modal firma sepanjang tahun.
Berikut ini adalah contoh format laporan perubahan modal dan neraca untuk firma :
Firma Aligandhi
Laporan Modal Sekutu
Per 31 Desember 2016
Modal
Albert
Saldo Modal 1 Jan
2016
Tambahan investasi
Laba Bersih
Prive
Saldo Modal 31 Des
2016

Modal
Ira

Modal
Gandhi

233.678.100
10.000.000
32.841.953

188.699.100

164.257.800

27.517.478
(5.000.000)

20.306.445

276.520.053

211.216.578

184.564.245

Total
Modal
586.635.000
10.000.000
80.665.876
(5.000.000)
672.300.876

Firma Aligandhi
Neraca/Laporan Keuangan
per 31 Desember 2016
Aktiva Lancar
Kas
Piutang Usaha
Cadangan Piutang

Utang Lancar
92.499.000
141.000.000

37.479.000

Pinjaman Bank

29.835.000

Total Utang Lancar

67.314.000

(7.050.000)

Persedian barang
dagang

225.000.000

Total Aktiva Lancar

451.449.000

Aktiva Tetap

Utang Usaha

Modal Firma

Pengantar Akuntansi II ( Akuntansi Firma ) Halaman 7

Tanah

175.665.876

Modal Albert

276.520.053

Peralatan
Akumulasi
Penyusutan

120.000.000

Modal Ira

211.216.578

Modal Gandhi

184.564.245

(7.500.000)

Total Aktiva Tetap

Total Aktiva

288.165.876

739.614.876

Total Modal Firma
Total Utang &
Modal

672.300.876

739.614.876

E. MASUKNYA SEKUTU BARU
Masuknya sekutu baru dapat berakibat pada bubarnya firma yang lama dan dimulainya
firma yang baru. Seseorang dapat diterima masuk ke dalam firma dengan cara membeli
bagian kepemilikan dari satu atau lebih anggota sekutu yang lama, maka besarnya modal
sekutu baru akan diperoleh dari modal sekutu lama, baik total aktiva maupun total modal
firma tidak akan terpengaruh.
Jurnal yang dibutuhkan hanyalah memindahkan jumlah modal dari akun modal sekutu
lama ke akun modal sekutu baru. Harga yang dibayar untuk membeli bagian kepemilikan
biasanya dirundingkan bersama-sama oleh individu yang terlibat, yaitu sekutu baru dengan
sekutu yang lama. Keuntungan maupun kerugian yang ditimbulkan dari penjualan bagian
kepemilikan akan diakui oleh sekutu lama sebagai keuntungan/kerugian individu, bukan
keuntungan atau kerugian firma.
Ilustrasi masuknya sekutu baru :
Asumsi bahwa sekutu A dan B masing-masing memiliki saldo modal Rp. 120.000.000;. Pada
tanggal 1 September 2016, masing=masing sekutu menjual 30% kepemilikan bagian
modalnya ke Tn. C. Maka Jurnal yang diperlukan dalam pembukuan firma untuk Tn. C
adalah :
Tanggal

Nama Perkiraan

Debet

01-Sep Modal Sekutu A

36.000.000

Modal Sekutu B

36.000.000

Pengantar Akuntansi II ( Akuntansi Firma ) Halaman 8

Kredit

Modal Sekutu C

72.000.000

Sehingga saldo modal tetap mempunyai dari jumlah sebelumnya yaitu sebesar Rp.
240.000.000 yang diperoleh dari perhitungan sebagai berikut :
Penjualan atas saldo modal Tn. A 120.000.000 - 30% x 120.000.000 = 84.000.000
Penjualan atas saldo modal Tn. B 120.000.000 - 30% x 120.000.000 = 84.000.000
Saldo modal yang diperoleh Tn. C sebesar Rp. 72.000.000
( A+B+C ) = (84.000.000+84.000.000+72.000.000) = Rp. 240.000.000.
F. REVALUASI AKTIVA
Menjelang masuknya sekutu baru, aktiva firma yang lama harus disajikan sebesar nilai pasar
wajarnya. Dalam hal ini, seluruh aktiva firma yang belum mendekati nilai pasar wajarnya
harus disesuaikan terlebih dahulu melalui revaluasi aktiva.
Kenaikan ataupun penurunan bersih yang terjadi atas nilai aktiva akan dibagi di antara akun
modal sekutu lama sesuai dengan rasio pembagian laba rugi. Dan hasil bersih dari revaluasi
aktiva ini akan menambah atau mengurangi besarnya saldo modal sekutu lama yang akan
dijadikan sebagai modal awal bagi sekutu lama untuk pembentukan firma yang baru.
G. LIKUIDASI FIRMA
Likuidasi terjadi karena beberapa sebab yaitu terjualnya perusahaan, meninggalnya
anggota sekutu, atau terjadinya kebangkrutan atas firma. Dengan dilakukannya likuidasi
firma , kegiatan bisnis atau operasional perusahaan akan menjadi berakhir. Dengan kata lain
legalitas maupun umur ekonomis perusahaan juga akan berakhir.
Dalam proses likuidasi aktiva akan dijual, lalu hasil penjualan aktiva akan dipakai
pertama kali untuk membayar utang firma kepada kreditor, sedangkan sisanya baru akan
dibagikan kepada seluruh anggota sekutu yang ada sesuai dengan saldo akun modal masingmasing.
Dari segi akuntansi, likuidasi diawali dengan menyelesaikan terlebi dahulu siklus
akuntansi untuk periode pembukuan yang terakhir. Yang meliputi :
1. Penyiapan ayat jurnal penyesuaian

Pengantar Akuntansi II ( Akuntansi Firma ) Halaman 9

2. Laporan keuangan
3. Ayat jurnal penutup
4. Neraca saldo
Ketika firma dilikuidasi, apabila seluruh anggota sekutu memiliki saldo modal di sebelah
kredit, maka dalam hal ini dikatakan tidak ada defisit (kekurangan) modal.
Ilustrasi proses likuidasi dimana tidak ada defisit modal sbb : Asumsi bahwa Firma Budi
Mulia dinyatakan dalam keadaan proses likuidasi sejak tanggal 2 Januari 2010 hingga Januari
2010. Berikut adalah posisi keuangan perusahaan pada tanggal 31 Desember 2009 :

Pengantar Akuntansi II ( Akuntansi Firma ) Halaman 10

Judul: Akuntansi Firma

Oleh: Moh Tholib


Ikuti kami