Akuntansi Ekasma Widgeo

Oleh Sriwulan Dari

21 tayangan
Bagikan artikel

Transkrip Akuntansi Ekasma Widgeo

AKUNTANSI EKASMA widgeo.net Senin, 06 Mei 2013 JURNAL PENYESUAIAN
PERUSAHAAN DAGANG Penyusunan jurnal penyesuaian dalam perusahaan dagang
sebenarnya tidak jauh berbeda dengan penyusunan jurnal penyesuaian pada perusahaan jasa.
Namun dalam perusahaan dagang terdapat ayat jurnal penyesuaian yang tidak terdapat dalam
perusahaan jasa, yaitu ayat jurnal penyesuaian untuk persediaan barang dagangan. Persediaan
barang dagangan harus dilakukan penyesuaian karena pada ahir periode akuntansi jumlah
persediaan awal barang dagangan disesuaikan menjadi persediaan ahir barang dagangan. Dalam
pencatatan ayat jurnal penyesuaian untuk persediaan barang dagangan terdapat dua pendekatan
yang ada dalam teori akuntansi yaitu pendekatan ikhtisar laba rugi dan pendekatan HPP. Ketika
perusahaan memutuskan untuk menggunakan pendekatan ikhtisar laba-rugi dalam pencatatan
ayat jurnal penyesuaian persediaan barang dagangan, maka ada dua langkah yang dilakukan
yaitu:
1. Memindahkan jumlah persediaan awal barang dagangan ke akun baru, yaitu akun ikhtisar
laba-rugi. Akibat dari langkah ini adalah terjadi perubahan status akun persediaan barang
dagangan yang tergolong dalam akun rill menjadi akun ikhtisar laba rugi yang tergolong dalam
akun nominal, hal ini karena persediaan awal merupakan bagian dari harga pokok barang yang
telah terjual.
2. Menimbulkan (mendebet) jumlah akun persediaan ahir barang dagangan dan mengkredit akun
ikhtisar laba rugi untuk melihat pengurangan nilai barang dagangan yang tersedia untuk dijual.
Apabila dilakukan pencatatan, maka kedua langkah diatas dibuatkan jurnal penyesuaian sebagai
berikut: langkah
1 Ikhtisar laba-rugi..................RP xxx
Persediaan barang dagangan........Rp xxx
Langkah 2
Persediaan barang dagangan .........Rp xxx
Ikhtisar laba-rugi ...............Rp xxx
Jurnal diatas merupakan jurnal penyesuaian yang dibuat untuk menyesuaian akun persediaan
barang dagangan menggunakan pendekatan ikhtisar laba-rugi, apabila anda telah memahami
postingan ini silahkan pahami penyusunan jurnal penyesuaian dengan pendekatan HPP. Seperti
yang dikatakan diawal bahwa sebenarnya jurnal penyesuaian yang dibuat atau disusun dalam
perusahaan dagang tidak jauh berbeda, adapun ayat jurnal penyesuaian yang disusun dalam
perusahaan dagang meliputi penyesuaian untuk akun persediaan barang dagangan, akun beban
dibayar dimuka, pemakaian aktiva lancar (misalnya pemakaian perlengkapan), penyusutan aktiva
tetap, dan beban yang belum dibayar. Untuk memperjelas pemahaman tentang jurnal
penyesuaian perusahaan dagang silahkan anda pahami ilustrasi berikut ini: Jurnal Perusahaan
dagang Data penyesuaian per 31 September 2012
a. Persediaan barang dagangan Rp 7.900.000
b. Inventaris disusutkan 15% per tahun
c. Perlengkapan yang terpakai Rp 192.000
d. Telah dibayar sewa gudang pada bulan ini untuk 2 bulan (september da oktober 2012) sebesar
Rp 500.000
e. Iklan yang belum dibayar Rp 20.000
Buatlah ayat jurnal penyesuaian berdasarkan data diatas dengan menggunakan pendekatan
ikhtisar laba-rugi! Pembahasan soal jurnal penyesuaian perusahaan dagang a. Persediaan barang
dagangan Akun persediaan barang dagangan menggunakan dua ayat jurnal, yaitu ayat jurnal

persediaan awal (ada di neraca awal) dan ayat jurnal persediaan ahir (ada di data penyesuaian).
Jurnal penyesuaian yang disusun adalah sebagi berikut:
1. Persediaan awal barang dagangan Ikhtisar laba-rugi Rp 7.500.000 Persediaan barang daganga
Rp 7.500.000
2. Persediaan ahir barang dagangan
Persediaan barang dagangan Rp 7.900.000
Ikhtisar laba-rugi Rp 7.900.000
b. Penyusutan inventaris Beban penyusutan inventaris terjadi karena terpakainya inventaris
tersebut sepanjang periode operasi perusahaan, dilain pihak, penurunan nilai inventaris ini dicatat
dalam akun baru yaitu akumulasi penyusutan inventaris dengan jumlah yang sama. Perhitungan
penyusutan inventaris bulan september 2012 adalah:
Penyusutan Inventaris dalam 1 tahun Penyusutan inventaris sebesar 15% pertahun dari nilai
inventaris dalam neraca, Perhitungan 15% x 4000.000 = Rp 600.000
Penyusutan inventais 1 bulan berjalan (september) Perhitungan Rp 600.000 : 12 = Rp 50.000.
Jurnal Penyesuaian yang dibuat adalah sebagai berikut:
Beban penyusutan Inventaris Rp 50.000
Akl. Penyusutan Inv Rp 50.000
c. Penyesuaian Perlengkapan Perlengkapan yang telah terpakai selama periode operasi
perusahaan diperlakukan sebagai beban, bukan lagi sebagai harta sehingga perlu dilakukan
penyesuaian dengan cara mengurangi saldo perlengkapan tersebut.
Jurnal penyesuaian yang dibuat untuk menyesuaiakan perlengkapan adalah sebagai berikut:
Beban Perlengkapan Rp 192.000
Perlengkapan Rp 192.000
d. Penyesuaian Sewa dibayar dimuka Beban sewa yang dibayarkan sebesar Rp 500.000,
Namun beban sewa yang terjadi selama satu periode bejalan (1 bulan) adalah sebesar Rp
250.000, Hal ini berarti Saldo beban sewa dibayar dimuka berkurang sebesar jumlah saldo beban
sewa yang telah terjadi, sehingga perlu dibuat penyesuaian.
Jurnal penyesuaian yang dibuat adalah sebgai berikut:
Sewa gudang dibayar dimuka Rp 250.000
Beban sewa gudang Rp 250.000
e. Biaya Iklan yang belum dibayar Biaya iklan yang menjadi beban dalam periode akuntansi
tersebut adalah Rp 20.000 karena belum dibayar, sehingga terjadi utang iklan dengan jumlah
yang sama. Jurnal penyesuaian yang dibuat adalah sebagai berikut:
Beban Iklan Rp 20.000
Utang iklan Rp 20.000
Kesimpulan Jurnal penyesuaian merupakan jurnal yang dibuat agar saldo akun-akun
sebagai komponen dalam laporan keuangan sesuai dengan keadaan yang sebenarnya, sehingga
informasi keuangan yang dihasilkan akurat dan dapat dipertanggungjawabkan.
Dalam perusahaan dagang jurnal penyesuaian yang harus disusun adalah penyesuaian
untuk akun persediaan barang dagangan, akun beban dibayar dimuka, pemakaian perlengkapan,
penyusutan aktiva tetap, dan beban yang belum dibayar. Jurnal penyesuaian antara perusahaan
jasa dan perusahaan dagang memiliki perbadaan kecil hal ini karena dalam perusahaan dagang
terdapat akun persediaan barang dagangan, akun ini perlu dilakukan penyesuaian karena

persediaan barang dagangan awal dan persediaan ahir nilainya tidak sama, hal ini karena dalam
periode akuntansi tersebut terjadi penambahan maupun pengurangan yaitu karena adanya
pembelian maupun penjualan barang dagangan. Pencatatan jurnal penyesuaian persediaan barang
dagangan terdapat dua pendekatan yaitu pendekatan ikhtisar laba rugi dan pendekatan HPP.
Description: Membahas Proses penyusunan jurnal penyesuaian perusahaan dagang menggunakan
pendekatan ikhtisar laba-rugi.

Judul: Akuntansi Ekasma Widgeo

Oleh: Sriwulan Dari


Ikuti kami