Akuntansi Biaya

Oleh Tryadi Kusuma

17 tayangan
Bagikan artikel

Transkrip Akuntansi Biaya

Nama
NIM
No.Absen
Kelas

: Nyoman Tryadi Kusuma Yudha
: 1707531030
:9
: A4 Pagi
ANALISIS PERHITUNGAN BIAYA PRODUKSI
PADA CV. ISTANA BAKERY

Perhitungan harga pokok produksi yang tepat dan teliti sangat diperlukan oleh manajemen
perusahaan karena merupakan faktor penting didalam menentukan harga jual, memantau biaya
produksi, dan sebagai alat penetapan keputusan. Harga pokok produksi sangatlah penting bagi
CV Istana Bakery karena harga pokok produksi berfungsi sebagai informasi dalam penetapan
keputusan khususnya dalam penetapan harga jual suatu produk. Dalam hal ini produk yang
diproduksi adalah atas pesanan Kue Tar.
Laporan harga pokok produksi atas pesanan Kue Tar menunjukan bahwa perhitungan
harga pokok produksi belum tepat karena perhitungan harga pokok produksi tersebut belum
mencerminkan keadaan yang terjadi. Hal ini disebabkan karena unsur-unsur yang diperhitungkan
pada harga pokok produksi yang ada pada CV Istana Bakery belum diklasifikasikan secara tepat,
hal ini terlihat pada laporan harga pokok produksi atas pesanan 3000 Kue Tar pada tahun yang
berakhir 31 Desember 2017 dimana perusahaan hanya mencatat jumlah biaya bahan baku
langsung pesanan sebesar Rp.10.489.000,- tanpa memisahkan berapa jumlah bahan baku
langsung dan tidak langsungnya.

Analisis Terhadap Unsur-Unsur Harga Pokok Produksi
CV. Istana Bakery dalam mengelompokkan biaya bahan baku langsung belum
memisahkan antara bahan baku langsung dan bahan baku tidak langsung. Hal ini terlihat jelas
pada laporan harga pokok produksi untuk tahun yang berakhir 31 Desember 2017 pada CV Istana
Bakery. Dimana Perusahaan mencatat semua jumlah biaya bahan baku langsung sebesar Rp
10.489.000,Tabel 1
Biaya Bahan Baku Langsung untuk Pesanan 3000 Kue Tar
Tepung Terigu
Ragi
Bread Improver
Gula
Telur
Susu Bubuk
Garam
Margarin
Emulsifier
Total biaya bahan baku langsung

Rp.
Rp.
Rp.
Rp.
Rp.
Rp.
Rp.
Rp.
Rp.
Rp.

4,500,000
384,000
975,000
1,200,000
2,400,000
380,000
150,000
140,000
360,000
10,489,000

Perhitungan di atas memperlihatkan bahwa perusahaan belum tepat dalam
mengelompokkan biaya bahan baku langsung, karena perusahaan masih memasukkan biaya
bahan baku tidak langsung kedalam bahan baku langsung. Bahan Baku Langsung menurut
Bustami dan Nurlela (2006:10) ialah bahan baku yang merupakan bagian yang tidak dapat
dipisahkan dari produk selesai dan dapat ditelusiri langsung kepada produk selesai.
Analisis terhadap Biaya Tenaga Kerja Langsung
Pengklasifikasian yang tepat akan membantu perusahaan dalam memantau aliran biaya
yang digunakan dalam proses produksi secara tepat dan memudahkan dalam pengendalian atas
biaya yang akan dikeluarkan, begitu pula dengan biaya tenaga kerja langsung. Biaya tenaga kerja
langsung yang ada pada CV Istana Bakery, dibebankan pada setiap proses produksi. Berikut ini
merupakan perhitungan biaya tenaga kerja langsung menurut perusahaan.
Tabel 2
Biaya Tenaga Kerja Langsung untuk Pesanan 3.000 Kue Tar
Pengaduk
Cetak kue
Pengovenan
Total biaya tenaga kerja langsung

Rp.
Rp.
Rp.
Rp.

70,000
630,000
700,000
1,400,000

Analisis Biaya Overhead Pabrik
Selain biaya bahan baku langsung dan tenaga kerja langsung, biaya overhead pabrik juga
merupakan biaya yang menjadi unsur-unsur harga pokok produksi CV. Istana Bakery telah
mengklasifikasikan biaya overhead pabrik ke dalam perhitungan harga pokok produksi. Hal ini
terlihat dari laporan harga pokok produksi untuk ketiga pesanan yang telah memasukkan unsur
biaya overhead pabrik. Namun biaya yang dimasukkan sebagai biaya overhead pabrik oleh
perusahaan hanya biaya listrik, padahal biaya overhead pabrik menurut Usry dan Hammer
(2002:40), bahwa biaya overhead pabrik dapat didefinisikan sebagai biaya tidak langsung, pekerja
tidak langsung dan semua biaya pabrikasi lainnya yang tidak dapat dibebankan langsung ke
produk tersebut. Berikut ini biaya overhead pabrik menurut perusahaan :
Tabel 3
Biaya Overhead Pabrik untuk Pesanan 3.000 Kue Tar
Biaya listrik
Total biaya overhead pabrik

Rp.
Rp.

650,000
650,000

Berdasarkan perhitungan di atas dapat dilihat bahwa perusahaan belum tepat dalam
membebankan biaya overhead pabrik, karena perusahaan hanya memasukkan biaya listrik sebagai
biaya overhead pabrik untuk masing-masing pesanan, untuk pesanan 3.000 kue tar Rp.650.000,padahal biaya overhead pabrik tidak hanya biaya listrik saja.
Berdasarkan biaya-biaya yang dihitung diatas dapat diketahui bahwa CV.Istana Bakery
masih belum tepat dalam perhitungan harga produksi setiap pesanan, selisih lebih antara
perhitungan perusahaan dan perhitungan sebenarnya menurut penulis terhadap pesanan 3000 kue
tar Rp.928.000,- dikarenakan perusahaan belum memasukkan seluruh unsur biaya overhead
pabrik yang dipakai dalam memproduksi pesanan tersebut seperti biaya penyusutan gedung dan
mesin pabrik.

Tabel 4
Pengklasifikasian Harga Pokok Produksi Pesanan Kue Tar
Perusahaan
CV.Istana Bakery
Laporan Harga Pokok Produksi Kue Tar
(Untuk 3000 kue tar)
Untuk tahun yang berakhir 31 Desember 2017
Biaya bahan baku langsung
Tepung Terigu
Rp.4.500.000,Ragi
Rp.
384.000,Bread Improver
Rp.
975.000,Gula
Rp.1.200.000,Telur
Rp.2.400.000,Susu Bubuk
Rp.
380.000,Garam
Rp.
150.000,Margarin
Rp.
140.000,Emulsifier
Rp.
360.000,Total Biaya Bahan Baku
Langsung
Rp.10.489.000,Biaya Tenaga Kerja
Langsung
Pengaduk
Rp.
70.000,Cetak Kue
Rp.
630.000,Pengovenan
Rp.
700.000,Total Biaya Tenaga Kerja
Langsung
Rp.1.400.000,Biaya Overhead Pabrik
Biaya Listrik
Rp.
650.000,-

Hasil Analisis
CV.Istana Bakery
Laporan Harga Pokok Produksi Kue Tar
(Untuk 3000 kue tar)
Untuk tahun yang berakhir 31 Desember 2017
Biaya bahan baku langsung
Tepung Terigu
Rp.4.500.000,Ragi
Rp.
384.000,Bread Improver
Rp.
975.000,Gula
Rp.1.200.000,Telur
Rp.2.400.000,Susu Bubuk
Rp.
380.000,-

Total Biaya Bahan Baku
Langsung
Rp.9.839.000,Biaya Tenaga Kerja
Langsung
Pengaduk
Cetak Kue
Pengovenan
Total Biaya Tenaga Kerja
Langsung
Rp.1.400.000,Biaya Overhead Pabrik
Garam
150.000,Margarin
140.000,Emulsifier
360.000,Biaya Listrik
650.000,Biaya Penyusutan Gedung
786.700,Biaya Penyusutan Mesin
Pabrik

Rp. 70.000,Rp. 630.000,Rp. 700.000,-

Rp.
Rp.
Rp.
Rp.
Rp.

Rp.

Total Biaya Overhead
Pabrik
650.000,Harga Pokok Produksi
Rp.12.539.000,Harga Pokok Produksi per
Kue Tar
4.179,67,-

Rp.

Rp.

141.300,Total Biaya Overhead
Pabrik
Rp.2.228.000,Harga Pokok Produksi
Rp.13.467.000,Harga Pokok Produksi per
Kue Tar
4.489,-

Rp.

Berikut ini akan disajikan laporan harga pokok produksi CV. Istana Bakery atas pesanan
Kue Tar menurut hasil analisis penulis berdasarkan teori menggunakan tarif ditentukan dimuka
dalam membebankan biaya overhead pabrik.
Tabel 5
Laporan Harga Pokok Produksi Kue Tar
CV.Istana Bakery
Laporan Harga Pokok Produksi Kue Tar
( untuk 3000 Kue Tar )
Untuk tahun yang berakhir 31 Desember 2017
(hasil analisis)
Biaya bahan baku langsung
Tepung Terigu
Ragi
Bread Improver
Gula
Telur
Susu Bubuk
Total biaya bahan baku langsung

Rp.
Rp.
Rp.
Rp.
Rp.
Rp.

Biaya tenaga kerja langsung
Pengaduk
Cetak Kue
Pengovenan
Total biaya tenaga kerja langsung

Rp.
Rp.
Rp.

Biaya overhead pabrik
200 jam X Rp.12.706,04
Total biaya overhead pabrik

Rp.

4.500.000
384.000
975.000
1.200.000
2.400.000
380.000
Rp.

9.839.000

Rp.

1.400.000

Rp.

2.541.208

Harga Pokok Produksi

Rp.

13.780.208

Harga pokok produksi per kue tar

Rp.

4.593,4

70.000
630.000
700.000

2.541.208

Hasil Analisis berdasarkan data dari CV. Istana Bakery

PENUTUP
Simpulan yang ditarik pada pembahasan ini adalah belum tepatnya pengklasifikasian
unsur-unsur harga pokok produksi terutama biaya bahan baku langsung dan tidak langsung dalam
perhitungan harga pokok produksi yang mengakibatkan perusahaan tidak dapat memantau dan
mengendalikan biaya-biaya yang digunakan secara tepat. Selain itu, biaya penyusutan gedung dan
mesin pabrik yang belum dimasukkan ke dalam biaya overhead pabrik pada setiap pesanan
mengakibatkan penetapan harga pokok produksi yang dilakukan menjadi kecil dari yang
sesungguhnya.

Judul: Akuntansi Biaya

Oleh: Tryadi Kusuma


Ikuti kami