Akuntansi Biaya

Oleh Arisa Harahap

21 tayangan
Bagikan artikel

Transkrip Akuntansi Biaya

Akuntansi biaya
Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Belum Diperiksa

Akuntansi

Konsep dasar

Akuntan · Pembukuan · Neraca percobaan ·Buku
besar · Debit dan kredit · Harga pokok ·Pembukuan
berpasangan · Standar praktik ·Basis kas dan akrual · PABU / IFRS

Bidang akuntansi

Biaya · Dana · Forensik · Keuangan ·Manajemen · Pajak

Laporan keuangan

Neraca · Laba rugi · Perubahan ekuitas · Arus kas · Catatan

Audit

Audit keuangan · GAAS · Audit internal ·Sarbanes-Oxley · Empat
Besar

Kotak ini:



lihat



bicara



sunting

Akuntansi biaya adalah suatu bidang akuntansi yang diperuntukkan bagi proses pelacakan,
pencatatan, dan analisis terhadap biaya-biaya yang berhubungan dengan aktivitas
suatu organisasi untuk menghasilkan barang atau jasa. Biaya didefinisikan
sebagai waktudan sumber daya yang dibutuhkan dan menurut konvensi diukur dengan
satuan mata uang. Penggunaan kata beban adalah pada saat biaya sudah habis terpakai.

Daftar isi
[sembunyikan]


1 Definisi



2 Objek biaya



3 Pendekatan akuntansi biaya



4 Revolusi dalam akuntansi biaya



5 Pengajaran dalam akuntansi biaya



6 Manfaat akuntansi biaya



7 Keterbatasan dalam sistem akuntansi biaya



8 Catatan dan referensi

Definisi[sunting | sunting sumber]
Pengertian dan Fungsi Akuntansi Biaya menurut beberapa pakar


Menurut Schaum

Akuntansi biaya adalah suatu prosedur untuk mencatat dan melaporkan hasil pengukuran
dari biaya pembuatan barang atau jasa. Fungsi utama dari Akuntansi Biaya: Melakukan
akumulasi biaya untuk penilaian persediaan dan penentuan pendapatan.


Menurut Carter dan Usry

Akuntansi biaya adalah penghitungan biaya dengan tujuan untuk aktivitas perencanaan
dan pengendalian, perbaikkan kualitas dan efisiensi, serta pembuatan keputusan yang
bersifat rutin maupun strategis.

Objek biaya[sunting | sunting sumber]
Objek biaya (cost object) atau tujuan biaya (cost objective)[1] adalah sebagai suatu item
atau aktivitas yang biayanya diakumulasi dan diukur. Berikut adalah aktivitas atau itemitem yang dapat menjadi objek biaya:


Produk, Proses



Batch dari unit-unit sejenis , Departemen



Pesanan pelanggan, Divisi



Kontrak, Proyek



Lini produk, Tujuan strategis

Pendekatan akuntansi biaya[sunting | sunting sumber]
Ada tiga pendekatan yang biasa dilakukan untuk akuntansi biaya, yaitu biaya standar
(standard costing), biaya berdasarkan kegiatan (activity-based costing), dan biaya
berdasarkan hasil (akuntansi throughput).

Revolusi dalam akuntansi biaya[sunting | sunting sumber]

Akuntansi biaya telah mengalami perubahan yang dramatis, dimana perkembangan
sistem komputer hampir menghapuskan pembukuan secara manual. Akuntansi biaya
kini telah menjadi kebutuhan nyata dalam semua organisasi termasuk bank, organisasi
profesional, serta lembaga pemerintah. Dewasa ini telah banyak perusahaan yang
memasang metode pabrikasi produk, perdagangan produk, atau pemberian jasa dengan
bantuan komputer. Adanya teknologi ini telah sangat memberikan dampak terhadap
akuntansi biaya.[2]

Pengajaran dalam akuntansi biaya[sunting | sunting sumber]
Banyak bahan pelajaran yang diajarkan dalam akuntansi biaya, dimana kesemuanya
selalu berkaitan dengan biaya-biaya yang mungkin timbul dalam proses produksi.
Pembelajaran yang dilakukan dalam akuntansi biaya antara lain mengenai penentuan
harga pokok produk: bersama dan sampingan, harga pokok proses, pembiayaan: biaya
variabel dan biaya tetap, biaya overhead pabrik, departementalasi biaya overhead, biaya
bahan baku, biaya tenaga kerja: langsung dan tidak langsung, pengendalian biaya, serta
analisis biaya pemasaran.

Manfaat akuntansi biaya[sunting | sunting sumber]
Akuntansi biaya adalah salah satu cabang akuntansi yang merupakan alat
bagi manajemen untuk memonitor dan merekam transaksi biaya secara sistematis, serta
menyajikan informasi biaya dalam bentuk laporan biaya. Manfaat biaya adalah
menyediakan salah satu informasi yang diperlukan oleh manajemen dalam mengelola
perusahaannya, yaitu untuk perencanaan dan pengendalian laba; penentuan harga
pokok produk dan jasa; serta bagi pengambilan keputusan oleh manajemen. [3]

Keterbatasan dalam sistem akuntansi biaya[sunting | sunting
sumber]
Dalam akuntansi biaya juga terdapat beberapa kekurangan yang menyertainya,
terutama dalam sistem akuntansi biaya yang telah ketinggalan zaman. Gejala-gejala dari
sistem biaya yang ketinggalan zaman diantaranya ialah hasil dari penawaran sulit
dijelaskan, harga pesaing nampak lebih rendah sehingga kelihatan tidak masuk
akal, produk-produk yang sulit diproduksi menunjukkan laba yang tinggi, manajer
operasional berkeinginan menghentikan produk-produk yang kelihatan menguntungkan,
marjin laba sulit dijelaskan, pelanggan tidak mengeluh atas biaya
naiknya harga, departemen akuntansi menghabiskan banyak waktu hanya untuk
memberi data biaya bagi proyek khusus, dan biaya produk berubah karena adanya
perubahan peraturan pelaporan.[3]

Catatan dan referensi[sunting | sunting sumber]
1. ^ Carter, William K. (2009). Akuntansi Biaya. Salemba Empat. ISBN 978-981-422785-8.
2. ^ Maher & Daken; Akuntansi Biaya; ed. 4; jilid 1; p. 11; Erlangga; Jakarta:1997
3. ^ a b Erlina, SE; Fungsi dan pengertian akuntansi biaya; Fakultas Ekonomi
Unibersitas Sumatera Utara, dalam situs Perpustakaan USU dalam format PDF

Artikel bertopik akuntansi ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia
dengan mengembangkannya.
Kategori:



Akuntansi

Judul: Akuntansi Biaya

Oleh: Arisa Harahap


Ikuti kami