Akuntansi Biaya

Oleh Marina Rina

23 tayangan
Bagikan artikel

Transkrip Akuntansi Biaya

PERTEMUAN PERTAMA
AKUNTANSI BIAYA (PENDAHULUAN)

1. Biaya mempunyai dua pengertian, yaitu sebagai Beban / Expense atau sebagai Harga Pokok / cost.
Berikan penjelasan mengenai perbedaan dari masing-masing pengertian tersebut.
-

Arti Luas Biaya/Expense
Pengorbanan sumber ekonomi yang diukur dalam satuan uang yang telah terjadi atau
kemungkinan akan terjadi untuk tujuan tertentu.
contoh : Beban penyusutan, Beban Pemasaran, Beban Administrasi

-

Arti Sempit Harga Pokok/Cost
Pengorbanan sumber ekonomi untuk memperoleh aktiva, contoh : Persediaan bahan baku,
Persediaan produk dalam proses, persediaan produk selesai

2. Sebutkan jenis-jenis biaya sesuai dengan Tendensi Perubahannya terhadap aktivitas atau volume. Beri
penjelasan dimasing-masing jenis tersebut.
-

Biaya Tetap / Fixed Cost
Biaya yang jumlah totalnya tetap dalam kisar volume kegiatan tertentu, contoh : Gaji direktur
produksi, biaya penyusutan aktiva tetap dengan metode garis lurus, gaji bulanan mandor.

-

Biaya Variable/ Variable Cost
Biaya yang jumlah totalnya berubah sebanding dengan perubahan volume kegiatan, contoh : Biaya
bahan baku, biaya tenaga kerja langsung.

-

Biaya Semi Variable / Semi Variable Cost
Biaya yang berubah tidak sebanding dengan perubahan volume kegiatan, biaya semi variable
mengandung unsur biaya tetap dan unsur biaya variable, contoh : Biaya kerja tidak langsung, biaya
operasi kendaraan, biaya reparasi, pemeliharaan aktiva tetap.

3. Biaya produksi terdiri dari Biaya Bahan Baku, biaya tenaga kerja langsung dan biaya overhead pabrik.
Jelaskan pengertian dari masing-masing biaya tersebut.
-

Biaya Bahan Baku
Seluruh biaya untuk memperoleh sampai dengan bahan siap untuk digunakan yang meliputi hatga
bahan, ongkos angkut, penyimpanan dan lain-lain.

-

Biaya tenaga kerja langsung
Tenaga kerja di pabrik yang secara langsung terlibat pada proses produksi dan biayanya dikaitkan
pada biaya produksi atau pada barang yang dihasilkan.

-

Biaya Overhead Pabrik
Biaya produksi selain biaya bahan baku langsung dan tenaga kerja langsung.

4. Terdapat dua metode pengumpulan harga pokok jika digolongkan berdasarkan cara berproduksinya.
Sebutkan dan jelaskan dua metode tersebut.
-

Metode Harga Pokok Pemesanan / Job Order Cost Method

-

Adalah metode pengumpulan harga produk dimana biaya dikumpulkan setiap pesanan atau
kontrak atau jasa secara terpisah dan setiap pesanan atau kontrak dapat dipisahkan identitasnya.

-

Metode Harga Pokok Proses / Process Cost Method
Adalah metode pengumpulan harga produk dimana biaya dikumpulkan untuk setiap satuan waktu
tertentu, misalnya bulan, triwulan, semester, tahun.

5. Metode harga pokok pesanan dan metode harga pokok proses mempunyai perbedaan jika dilihat dari
segi dasar kegiatan produksi, tujuan produksi, bentuk produk, pengumpulan biaya produksi, waktu
perhitungan biaya produksi dan cara menghitung HP/unit. Jelaskan perbedaan dimasing-masing segi
tersebut.
Segi Perbedaan

HP. Pesanan

HP. Proses

Dasar Kegiatan Produksi

Pesanan pelanggan

Anggaran

Tujuan Produksi

Untuk melayani pesanan

Untuk persediaan barang
digudang

Bentuk Produk

Tergantung spesifikasi pemesanan dan

Homogeny dan standar

dapat dipisahkan identitasnya
Pengumpulan Biaya

Setiap perusahaan

Setiap satuan waktu/periode

Pada saat suatu pesanan selesai

Pada saat akhir periode waktu

HP suatu perusahaan Jumlah unit pesanan

HP Periode tertentu unit

Produksi
Waktu Perhitungan Biaya
Produksi
Menghitung HP per unit

produksi periode tersebut

PERTEMUAN KEDUA
METODE HARGA POKOK PESANAN
Pada bulan Januari 2013 PT. Aulia Advertisment (sebuah perusahaan percetakan) menerima pesanan
10.000 brosur dari Bina Saran Informatika dengan harga Rp. 2.000,- per brosur dan pesanan diberi nomor
01-0113, dimana pembayaran akan dilakukan secara kredit.
Untuk memproduksi pesanan tersebut perusahaan membeli bahan baku dan bahan penolong secara kredit
sebagai berikut :
Kertas jenis A

100 rim

@ 25.000

=

2.500.000

Tinta jenis 1

20 ltr

@ 150.000

=

3.000.000

Bahan penolong X

50 kg

@

5.000

=

250.000

Bahan penolong Y

75 ltr

@ 10.000

=

750.000

Jumlah pembelian

6.500.000

Setelah pemesanan selesaidiproduksi didapat data sebagai berikut :
Penggunaan Bahan Baku :
Kertas jenis A

80 rim

@ 25.000

=

2.000.000

Tinta jenis 1

15 ltr

@200.000

=

3.000.000

=

5.000.000

Jumlah penggunaan bahan baku
Penggunaan Bahan Penolong :
Bahan penolong X

40 kg

@ 5.000

=

200.000

Bahan penolong Y

70 ltr

@ 10.000

=

700.000

=

900.000

=

2.000.000

=

1.000.000

Jumlah penggunaan bahan penolong
Biaya Tenaga Kerja :
Upah Langsung

200 jam

@ 10.000

Upah Tidak Langsung
Jumlah upah

=

Gaji Bagian Administrasi & Umum

=

2.000.000

Gaji Bagian Pemasaran

=

1.000.000

Jumlah Gaji
Jumlah Upah & Gaji
Tariff Biaya Overhead Pabrik :
BOP Pesanan dibebankan atas dasar tariff 120% dari BTKL

3.000.000

=

5.700.000

=

8.700.000

Biaya Overhead Pabrik Sesungguhnya :
BOP yang sesungguhnya terjadi selain BTKTL dan Bahan Penolong adalah :
-

Biaya depresiasi mesin

=

400.000

-

Biaya depresiasi gedung pabrik

=

600.000

-

Biaya asuransi gedung pabirik & mesin

=

300.000

-

Biaya pemeliharaan mesin

=

500.000

-

Biaya pemeliharaan gedung

=

200.000

Total BOP sesungguhnya

=

2.000.000

Diminta

:

Buatlah Jurnal-jurnal yang diperlukan :
1. Mencatat persediaan BB & BP
Persediaan BB

Rp. 5.500.000
Persediaan BP

Rp. 1.000.000

2. Mencatat Pembelian BB
BDP- BBB

Rp. 5.000.000
Persediaan BB

Rp. 5.000.000

3. Mencatan Pemakaian BP
BOP sesungguhnya

Rp. 900.000

Persediaan BP

Rp. 900.000

4. Mencatat Biaya Tenaga Kerja
a. Saat BTK terhutang (seluruh pegawai)
Gaji &Upah

Rp. 8.700.000
Hutang Gaji & Upah

Rp. 8.700.000

b. Mencatat distribusi Gaji & Upah
BDP –BTKL

Rp. 2.000.000

BOP Sesungguhnya

Rp. 1.000.000

Biaya Adm & Umum

Rp. 2.100.000

Biaya Pemasaran

Rp. 3.600.000

Gaji & Upah

Rp. 8.700.000

5. Mencatat Biaya Overhead Pabrik
a. Pembebanan BOP (Upah Langsung X 120%)
BDP – BOP

Rp. 2.400.000
BOP dibebankan

b. Pencatatan BOP sesungguhnya

Rp. 2.400.000
Rp. 2.000.000

Biaya depresiasi mesin

Rp. 400.000

Biaya gedung pabrik

Rp. 600.000

Biaya asuransi gedung pabrik & mesin

Rp. 300.000

Biaya pemeliharaan mesin

Rp. 500.000

Biaya pemeliharaan gedung

Rp. 200.000

6. Mencatat Produk Jadi
Persediaan produk jadi

Rp. 9.400.000

BDP BBB

Rp. 5.000.000

BDP BTK

Rp. 2.000.000

BDP BOP

Rp. 2.400.000

7. Mencatat harga pokok yang dijual/penjualan
Harga pokok penjualan

Rp. 9.400.000

Persediaan produk jadi

Rp. 9.400.000

8. Mencatat barang dagang/penjualan (10 brosur X Rp. 2000)
Piutang dagang
Penjualan

Rp. 20.000.000
Rp. 20.000.000

PERTEMUAN KETIGA
METODE HARGA POKOK PROSES (1)
1. Produk Diolah Melalui Satu Departement Produksi
PT. Yudhistira Telecomm (perusahaan yang memproduksi komponen smartphone) mengolah
produknya secara masal melalui satu department produksi. Adapun biaya yang dikeluarkan selama
bulan Januari 2013 adalah sebagai berikut :
Biaya Bahan Baku

Rp. 162.500.000

Biaya Bahan Penolong

Rp. 100.000.000

Biaya Tenaga Kerja

Rp. 185.000.000

Biaya Overhead Pabrik

Rp. 200.000.000

Total

Rp. 647.500.000

Jumlah produk yang dihasilkan adalah :
-

Barang Jadi sebanyak 4.500 kg

-

Barang Dalam Proses 500 kg (100% BBB dan BB Penolong 80% BTK, 60% BOP)

Diminta :
a. Hitunglah Harga Pokok Produksi Per Satuan
b. Hitunglah harga Pokok Produk Jadi dan Persediaan Produk Dalam Proses
c. Buatlah Jurnal Pencatatan Biaya Produksi yang diperlukan.
2. Produk Diolah Melalui Lebih Dari Satu Departement Produksi
PT. Yudhistira Automotive (perusahaan yang memproduksi interior-part mobil) memiliki dua
departement produksi. Departement A dan Departement B. Data produksi dan biaya kedua
departement pada bulan Januari 2013 adalah sebagai berikut :

Keterangan

Dept A

Dept B

Dimasukkan ke dalam proses

60.000 kg

Produk selesai & ditransfer ke departement B

45.000 kg

Produk selesai & ditransfer ke gudang
Produk dalam proses akhir

40.000 kg
15.000 kg

5.000 kg

Biaya yang dikeluarkan selama Januari 2013 :
Biaya Bahan Baku

10.000.000

Biaya Tenaga Kerja

15.000.000

25.000.000

Biaya Overhead Pabrik

30.000.000

35.000.000

Tingkat penyelesaian BDP akhir :
Biaya Bahan Baku

100%

Biaya Konversi

60%

80%

Diminta :
a. Hitunglah Harga Pokok Produksi Per Satuan Departement A
b. Hitunglah Harga Pokok Produk Selesai dan Ditransfer ke Departement B serta Persediaan Produk
Dalam Proses Akhir Departement A
c. Hitunglah Biaya Produksi Per Satuan yang ditambahkan dalam Departement B
d. Hitunglah Harga Pokok Produk Jadi dan Persediaan Produk Dalam Proses Departement B
JAWABAN:
1. A. Harga Pokok produksi persatuan
Biaya

Total Biaya

Unit ekuivalen

HP per Unit

4.500 + (100% * 500) = 5.000

Rp. 162.500.000 : 5.000 = 32.500

4.500 + (100% * 500) = 5.000

Rp. 100.000.000 : 5.000 = 20.000

4.500 + (80% * 500) = 4.900

Rp. 185.000.000 : 4.900 = 37.755

4.500 + (60% * 500) = 4.800

Rp. 200.000.000 : 4.800 = 41.667

Rp
BBB

162.000.000
Rp

BBP

100.000.000
Rp

BTK

185.000.000
Rp

BOP

200.000.000
Rp

Total

647.500.000

131.922

B. Harga Pokok Jadi dan Harga Pokok Persediaan BDP
Hp produk jadi 4.500 * Rp. 131.922=

Rp. 593.649.000

Hp persediaan BDP :
-

BBB = 500 * 100% * 32.500 = Rp. 16.250.000

-

BBP = 500 * 100% * 20.000 = Rp. 10.000.000

-

BTK = 500 * 80% * 37.755 = Rp. 15.102.000

-

BOP = 500 * 60% * 41.667 = Rp. 12.500.100
Rp. 53.852.100
Jumlah Biaya produksi selama Jan 2013

Rp. 647.501.100

C. Jurnal :
1. Pencatatan pemakaian bahan baku :
BDP-BBB

Rp. 162.500.000

Persediaan Bahan Baku

Rp. 162.500.000

2. Mencatat pemakaian BBP :
BDP-BBP

Rp. 100.000.000

Persediaan Bahan Penolong

Rp. 100.000.000

3. Mencatat BTK :
BDP-BTK

Rp. 185.000.000

Gaji dan Upah

Rp. 185.000.000

4. Mencatat BOP :
BDP-BOP
Berbagai Rek yang dikredit

Rp. 200.000.000
Rp. 200.000.000

5. Mencatat produk jadi ditransfer ke Dept. selanjutnya :
Persediaan produk jadi

Rp. 593.649.000

BDP-BBB (4.500 * 32.500)

Rp. 146.250.000

BDP-BBP (4.500 * 20.000)

Rp. 90.000.000

BDP-BTK (4.500 * 37.755)

Rp. 169.897.500

BDP-BOP (4.500 * 41.667)

Rp. 187.501.000

2. A. HP produksi per satuan Dept A
Element Biaya

Jumlah Biaya

Unit Ekuivalen

HP perunit

45.000 + (100% * 15.000) =
BBB

Rp

10.000.000

60.000

10.000.000 / 60.000 = 166,7

45.000 + (60% * 15.000) =
BTK

Rp

15.000.000

54.000

15.000.000 / 54.000 = 277,8

45.000 + (60% * 15.000) =
BOP

Rp

30.000.000

TOTAL

Rp

55.000.000

54.000

30.000.000 / 54.000 = 555,6
1000,1

B. HP produk jadi dan ditransfer ke Dept B persediaan produk dalam proses Dept A.
HP Produksi Jadi :
HP produk dalam proses

45.000 * 1.000 = Rp. 45.000.000

BBB = 15.000 * 100% * 166,7 = Rp. 2.500.500
BTK = 15.000 * 60% * 277,8 = Rp. 2.500.200
BOP = 15.000 * 60% * 555,6 = Rp. 5.000.000
Rp. 10.001.100
Rp. 55.001.100

C. Unit ekuivalen = Pers. Produk jadi + (TP * Pers. BOP akhir)
Element Biaya

Jumlah Biaya

Unit Ekuivalen

HP perunit

40.000 + (80% * 5.000) = 44.000

25.000.000 / 44.000 = 568

40.000 + (80% * 5.000) = 44.000

35.000.000 / 44.000 = 795

Rp
BBB

25.000.000
Rp

BOP

35.000.000
Rp

TOTAL

60.000.000

1.363

D. HP produk jadi dan pers. BDP Dept. B
HP produk jadi yang ditransfer Dept. B ke gudang :
HP dari Dept A

40.000 * 1.000

= 40.000.000

Biaya yang ditambahkan ke Dept B 40.000 * 1.363

= 54.520.000

Total HP produk jadi Dept B yang ditransfer ke gudang

= 94. 520.000

HP produk dalam proses akhir Dept B :
HP pers BDP dar Dept A

5.000 * 1.000

= 50.000.000

Biaya yang ditambahkan ke Dept B :
BTK = 5.000 * 80% * 568

= 2.272.000

BOP = 5.000 * 80% * 795

= 3.180.000

Total HP pers BOP akhir Dept B

= 5.452.000

Jumlah biaya produksi kumilatif Dept B

= 104.972.000

PERTEMUAN KEEMPAT
HARGA POKOK PROSES (2)

Produk Hilang Pada Awal Proses
PT.Yudistira memproduksi produk melalui dua departemn yaitu A dan B . Data produksi dan biaya prduk
departemn B padsa bulan februari 2013 adalahsebagai berikut :
Jumlah prdouk yang diterima dari departemn A

50.000 kg

Jumlah produk jadi yang ditransfer ke gudang

40.000 kg

Jumlah produk dalam jumlah akhir

8.000 kg

(BBB 80% Biaya Konversi 40%)
Jumlah produk hilang pada awal proses awal

2.000 kg

Biaya yang diterima dari departeman A @ Rp.3.000

Rp. 150.000.000

Biaya produksi yang terjadi :
-

Biaya Bahan Baku

Rp. 17.000.000

-

Biaya Tenaga Kerja

Rp. 32.000.000

-

Biaya Overhead Pabrik

Rp. 19.500.000

Diminta :
A. Hitunglah penyesuain Harga pokok per unit dari departeman A
B. Hitunglah biaya produksi per unit departeman B
C. Hitunglah biaya produksi departem B

Produk Hilang pada Akhir Proses
PT. Tropikana Hadware memiliki dua departemen produksi untuk menghasilkan produk yaitu departeman A-1
dan A-2 . Data produksi selama februari 2013 untuk dua departemen prosukai adalah sebagai berikut

Dept. A-1
Produksi yang dimasukan kedalam proses

10.000

Produk selesai ditransfer kedepartemen A-2

8.000

Produk selesai dan ditaransfer ke gudang

Dept. A-2

6.000

Produk dalam proses Akhir
100% BB dan Bpenolong , 40% Bkonversi

1.500

60% B penolong , 50% Bkonversi
Produk hilang akhir proses

1.800
500

Produk hilang awal proses

200

Data Biaya produksi sebagi berikut :
Dept A-1

Dept A-2

Biaya bahan baku

30.000.000

Biaya bahan penolong

20.000.000

10.000.000

Biaya tenaga kerja

35.000.000

15.000.000

Biaya overheadpabrik

40.000.000

20.000.000

Jumlah baiay produksi

125.000.000

45.000.000

Diminta :
A. Hitunglah harga pokok prosuksi per satuan departeman A-1
B. Hitunglah harga pokok produk selesai dan ditransfer kedepartemen A-2 serta persedian produk dalam
proses akhir departemen A-1
C. Hitunglah penyesuain harga pokok perunit dari departemen A-1
D. Hitunglah biaya produksi persatuan yang ditambahkan dalam departeman A-2
E. Hitunglah harga pokok jadi dan persediaan produk dalam proses departemen A-2
JAWABAN :
1. A.Penyesuain HP per unit dep 1
Hp per unit yg disesuaikan =

total biaya dari departement 1
(unit diterima dep 1−unit produksi hilang awal proses)
=

150.000 .000
= 3125
(50.000−2000)

Hp produksi persatuan produksi dari dep A
=

150.000.000
= 3000
50.000.000

Penyesuaian hp produksi persatuan dari dep A = 125

1. B. Biaya produksi perunit dep B
Unsur biaya

Jumlah biaya

Unit ekuivalen

Hp per unit

BBB

17.000.000

40.000+(80%x8000)

17.000.000:46.400

=46.400

=366,37

40.000+(40%X8000)

32.000.000:43.200

=43.200

=740,74

40.000+(40%X8000)

19.500.000:43.200

=43.200

=451,38

BTK
BOP
Total

32.000.000
19.500.000

1.558

1. C. HP Produk jadi
40.000 x (1558x3125)
BBB =8.000 X 80% X366 =2.342.400
BTK =8.000 X 40% X 451 =2.371.200
BOP =8.000 X 40% X 451 =

1.443.200
6.156 .880

2.A
Unsur biaya

Jumlah Biaya

Unit equavalen

Hp/Unit

BBB

30.000.000

8.000(100%X1.500

30.000.000/10.000=3000

) X 300=10.000
BBP

20.000.000

8.000(100%X1.500)

20.000.000/10.000=2000

X 300=10.000
BTK

35.000.000

8.000X(40%X1.500)

35.000.000/9.100=3846

X500=9.100
BOP

40.000.000

8.000X(40%X1.500)

40.000.000/9.100=4306

X 500=9.100
125.000.000

13.242

2.B
Hp prodak jadi yang di transfer kedepartemen A-2
8.000 x 13.240

= Rp. 105.956.000

Penyesuaian hp prodak jadi kedepartemen A-1
Prodak hilang akhir persdiaan 500 x 13.242

= Rp. 6.621.000

Hp ditransfer kedepartemen A-2
(8.000 x 1.407

)

= Rp. 112.557.000

Catatan :

112.557 .000
8.000

Persediaan BOP akhir departemen A-1
BBB

1.500 X 100% X 3.000 = 4.500.000

BBP

1.500 X 100% X 2000 = 3.000.000

BTK

1.500 X 40% X 3846 = 2.307.600

BOP

1.500 X 40% X 4396 = 2.637.000

= Rp. 12.445.200
= Rp . 125.000.200

2.C
Hp produksi persatuan dari departemen A-1
= 112.557 / 8.000

= Rp. 4070

Hilang awal persediaan :
Total biaya departemen A-1 = (unit yan g diterima dari A-1 – produk hilang awal persediaan )
112.557.000 / (8.000- 200)

= Rp. 14430

Penyesuaian Hp persatuan dari departemen A-1

= Rp. 360

2D
Unsur Biaya

Jumlah Biaya

Unit Equivalen/p jd

Hp /Perunit

BBP

10.000.000

6.000x(60% X1.800)

10.000.000 /1.080=1.412

=7080
BTK

15.000.000

6000x(50%X1.800=6.900

15.000.000/6.900=2.174

BOP

20.000.000

6000x(50%X1.800=6.900

20.000.000/6.900=2.879

JUMLAH

45.000.000

6.485

2E
Hp prodak jadi yang ditansfer kegudang :
6000 x (14.430+6.485
Hp BOP akhir A-2 =
Hp BOP dari departeman A -1
1.800 x 430

= Rp 25.974.000

Hp BOP yang di kembalikan departemen A-2
BPB 1.800 X 60% = 1.412

= Rp 1.524960

BTK 1.800 X 50% = 2.174

=Rp 1.956.600

BOP 1.800 X 50% = 2.899

=Rp 2.609.100

Jumlah biaya kumulatif departemen A-2

= 32.064.660

=157.554.660

PERTEMUAN KELIMA
METODE HARGA POKOK PROSES (3)
Metode Harga Pokok Rata-Rata Tertimbang
PT.E-Software memproduksi produknya melalui dua departemen,yaitu departemen B-1 dan B2.Data produksi
selama Maret 2013 adalah sebagai berikut:
Dept. B-1

Dept. B-2

Data Produksi
Produk Dalam Proses Awal:
100%BBB dan 60%B Konversi

4.000 kg

40%BTK dan 70%BOP

6.000 kg

Dimasukkan dalam proses bulan ini

41.000 kg

Unit yang ditransfer ke departemen B-2

40.000 kg

Unit yabg diterima dari departemen B-1

40.000 kg

Produk jadi yang ditransfer ke gudang

42.000 kg

Produk dalam proses akhir :
100%BBB dan 80%B Konversi

5.000 kg

60% Biaya Konversi

4.000 kg

Harga Pokok Produk Dalam Proses
Awal
Harga pokok dari departemen B-1

15.000.000

Biaya Bahan Baku

2.500.000

Biaya Tenaga Kerja

1.500.000

1.000.000

Biaya Overhed Pabrik

2.000.000

4.000.000

Biaya Produksi
Biaya Bahan Baku

20.000.000

Biaya Tenaga Kerja

25.000.000

30.000.000

Biaya Overhead Pabrik

35.000.000

40.000.000

Diminta : Dengan menggunakan Metode Rata-Rata Tertimbang
A.Hitunglah Harga Pokok Produksi per kg Departemen B-1

B.Hitunglah Harga Pokok Produk Selesai dan Ditransfer ke Departemen B-2 serta Persediaan

Produk Dalam

Proses Akhir Departemen B-1
C.Hitunglah Biaya Produksi per kg yang Ditambahkan dalam Deparemen B-2
D.Hitunglah Harga Pokok Produk Jadi dan Persediaan Produk Dalam Proses Departemen B-2
Jawaban :
METODE LIFO
 A. HP PRODUKSI PER KG DEPT B-1
UNSUR BIAYA

BDP AWAL

BDP PRO

TOTAL BIAYA

SEKARANG

UNIT

HP / KG

EQUIVALEN

BBB

RP. 2,500,000

RP. 20,000,000

RP. 22,500,000

45,000

500

BTK

RP. 1,500,000

RP. 25,000,000

RP. 26,500,000

44,000

602

BOP

RP. 2,000,000

RP. 35,000,000

RP. 37,000,000

44,000

841

TOTAL

RP. 6,000,000

RP. 80,000,000

RP. 1,943

 B. HP PROD SELESAI & DI TRF KEDEPARTEMENT B-2 SERTA PERSED. PDP AKHIR
DEPARTEMENT B-1
- HP Produk selesai I trf ke dept B-2

40,000 x RP. 1,943

RP. 77,720,000

- HP PDP akhir
BBB

5,000 X 100% X RP. 500 = RP. 2,500,000

BTK

5,000 X 80% X RP. 602 = RP. 2,408,000

BOP

5,000 X 80% X RP. 841 = RP. 3,364,000
RP. 8,272,000

Jumlah biaya produksi dibebankan ke dept B-2

RP. 85,992,000;

 C. BIAYA PRODUKSI PER KG YG DITAMBAHKAN DALAM DEPT B-2
UNSUR

BDP AWAL

BIAYA

BDP

TOTAL BIAYA

UNIT EQUIVALEN

HP / KG

RP.92,720,000

42.000 +

92,720,000/46,000=

(100%X4000)=46,000

2016

42.000 +

31,000,000/44,400=

(60%x4.000)=44,400

698

42.000 +

44,000,000/44,400=

(60%x4,000=44,400

991

PRODUKSI
SEKARANG

HP DR DEP

RP.15,000,000

RP.77,720,000

B-1
BTK

RP. 1,000,000

BOP

RP. 4,000,000

RP.30,000,000
RP.40,000,000

RP.31,000,000
RP.44,000,000

Jumlah

3,705

 D. HP. Prod selesai di trf ke dept B-2 serta persed. PDP akhir dept B-2
- HP prod selesai di trf ke dept B-2 RP.42,000 X 3,705
- HP prod akhir dr dept B-1 & dept B-2

RP. 4,000 X 2016

RP. 155,610,000
RP.

8,064,000

BTK 4,000 X 60% X 698 =

RP.

1,675,200

BOP 4,000 X 60% X 991 =

RP. 2,378,400
Rp. 12.177.600

Jumlah B.produksi dibebankan ke dept B-2

RP. 167,727,600

Metode Masuk Pertama Keluar Pertama
Jika PT.E-Software diatas menggunakan metode masuk pertama keluar pertama,maka:
A.Hitunglah Harga Pokok Produksi per kg Departemen B-1
B.Hitunglah Harga Pokok Produk Selesai dan Ditransfer ke Departemen B-2 serta Persediaan Produk Dalam
Proses Akhir Departemen B-1
C.Hitunglah Biaya Produksi per kg yang Ditambahkan dalam Departemen B-2

JAWABAN:
METODE FIFO
 A. HP PROD PER KG DEPT B-1
UNSUR BIAYA

TOTAL BIAYA

UNIT EQUIVALEN

HP /KG

BBB

RP.20,000,000

(100%-100%)X4,000) + (40,000 -4,000) +

20.000.000/41,000=

(5,000X100%)=41,000

488

(100%-60%)X4,000) + (40,000 -4,000) +

25,000,000/41,600=6

(5,000X100%)=41,600

01

(100%-60%)X4,000) + (40,000 -4,000) +

35,000,000/41,600=8

(5,000X100%) =41,600

41

BTK

RP.25,000,000

BOP

TOTAL

RP.35,000,000

RP.80,000,000

1930

 B. HP. Produksi selesai di trf ke dept B-2 serta persed PDP akhir dept B-1
HP prod selesai terdiri dari :
HP PDP awal

= RP.6,000,000

B PENYELESAIAN
BTK = 4,000X 60% X 601 = RP. 1,442,400
BOP= 4,000X 60% X 841 = RP. 2,018,400
RP. 9,460,800
HP PRODUKSI SEKARANG
(40,000 – 4,000) X RP. 1930
HP PRODUK SELESAI DI TRF KE DEPT B-2

RP. 69,480,000
RP. 78,940,800

HP PDP AKHIR
BBB

5,000 X 100% X 488

= RP. 2,440,000

BTK

5,000 X 80% X 601

= RP. 4,404,000

BOP

5,000 X 80% X 841

= RP. 3,364,000
RP. 8,208,000

Jumlah yang dibebankan pd dept B-1

RP.87,148,800

 C. PRODUKSI PER KG YANG DITAMBAHKAN DALAM DEPT B-2
UNSUR BIAYA

TOTAL BIAYA

UNIT EQUIVALEN

HP / KG

HP DR DEPT B-1

RP. 78,940,800

(100%-100%X6,000) +

78,940,800/40,000=1,974

(42,000-6,000) + (110% X
4,000) = 40,000
BTK

RP. 30,000,000

(100%-40%X6,000) +

30,000,000/42,000=714

(42,000-6,000) + (60% X
4,000) = 42,000
BOP

RP. 40,000,000

(100%-70%X6,000) +

40,000,000/40,200=995

(42,000-6,000) + (60% X
4,000) = 40,200
Jumlah

148,940,800

3,683

PERTEMUAN 6
BIAYA BAHAN BAKU (BBB)
PT. Yudhistira Telecomm mengunakan metode preptual untuk pencatatan pembelian dan pengunaan bahan
baku . Data pembelian serta pemakian bahan baku jenis A dalam bulan januari 2013 adalah sebagai berikut :
Tanggal

Keterangan

Unit Beli

Harga/Unit

1 Januari

Saldo Awal

200

1.500

2 Januari

Pembelian

100

1.700

5 Januari

Pemakaian

200

10 Januari

Pemakaian

150

15Januari

Pembelian

100

1.800

17 Januari

Pembelian

50

1.600

20 Januari

Pemakaian

Diminta :
Jika Perusahaan mengunakan metode Last In Frist Out (LIFO) maka hitunglah :
a. Biaya Pemakaian Bahan Baku selama Januari 2013
b.

Persedian Bahan Baku Akhir Januari 2013

Jika Perusahaan mengunakan Metode Frist In Frist Out (FIFO) maka hitunglah :
a. Biaya Pemakaian Bahan Baku selama Januari 2013
b.

Persedian Bahan Baku Akhir Januari 2013

Unit Dipakai

150

JAWABAN :
A. METODE FIFO
Tanggal

IN

OUT

Unit

Harga

Jumlah

AMOUNT

Unit

Harga

Jumlah

1 Jan 13
2 Jan 13

300

1.700

510.000

Unit

Harga

Jumlah

200

1.500

300.0000

300

1.700

510.000

5 Jan 13

200

1.500

300.000

300

1.700

510.000

10 Jan 13

150

1.700

255.000

150

1.700

255.000

150

1.700

255.000

100

1.800

180.000

150

1.700

255.000

100

1.800

180.000

50

1.600

80.000

100

1.800

180.000

50

1.600

80.000

15 Jan 13
17 Jan 13

100
50

1.800
1.600

180.000
80.000

20 Jan 13

150

1.700

770.000

810.000

A. Bahan baku januari 2013 = 810.000
B. Persedian bahan baku akhir januari 2013 = 260.000
1. Metode Fase FIFO
1/3

Saldo Awal

200 @ 1.500 =

300.000

2/3

Pembelian

300 @ 1.700 =

510.000

15/3

Pemakaian

100 @ 1.800 =

180.000

17/3

Pembelian

50 @ 1.600 =

80.000

===

======

Persediaan Awal 650

1.070.000

5/3

Pemakaian

200

10/3

Pemakaian

150

20/3

Pemakian

150

255.000

260.000

====
500
Persediaan Akhir 650 Kg – 500 Kg
150 Kg
17/3

Pembelian

50 @ 1.600 =

80.000

15/3

Pembelian

100 @ 1.800 =

180.000
======

Persediaan Akhir

260.000

HPP : Barang Persediaan untuk Dijual – Persediaan Akhir
= 1.070.000 – 260.000
= 810.000
B. METODE LIFO
Tanggal

IN
Unit

OUT
Hrg/Kg

Jumlah

Unit

AMOUNT
Hrg/Kg

Jumlah

1
2

300

1.700

510.00

5

200

10
15
17

100
50

1.800
1.600

1.700

340.000

100

1.700

170.000

50

1.500

75.000

180.000
80.000

20

50

1.600

80.000

100

1.800

100.000

770.000

A. Bahan Baku Januari 2013 = 765.000
B. Persedian Bahan Baku Akhir Januari 2013 = 225.000

765.000

Unit

Hrg/Kg

Jumlah

200

1.500

300.000

200

1.500

300.000

300

1.700

510.000

200

1.500

300.000

100

1.700

170.000

150

1.500

225.000

150

1.500

225.000

100

1.800

180.000

150

1.500

225.000

100

1.800

180.000

50

1.600

80.000

150

1.500

225.000
225.000

2. Metode Fase LIFO
1/3

Saldo Awal

200 @ 1.500 =

300.000

2/3

Pembelian

300 @ 1.700 =

510.000

15/3

Pemakaian

100 @ 1.800 =

180.000

17/3

Pembelian

50 @ 1.600 =

80.000

===

======

Persediaan Awal 650

1.070.000

5/3

Pemakaian

200

10/3

Pemakaian

150

20/3

Pemakian

150
====
500

Persediaan Akhir 650 Kg – 500 Kg
150 Kg
1/1

Saldo awal

150 @ 1.500 =

225.000
======

Persediaan Akhir

225.000

HPP : Barang Persediaan untuk Dijual – Persediaan Akhir
= 1.070.000 – 225.000
= 845.000

PERTEMUAN 9
BIAYA TENAGA KERJA (BTK)
1. PT. Aulia Advertisment , sebuah perusahaan percetakan melakukan perhitungan gaji setiap tanggal 23
dan melakukan pembayaran gaji pada akhir bulan.
Data Kariyawan dan data jumlah gaji yang diterima selama Februari 2013 sebagai berikut :
No.

Nama Kariyawan

Departement

Jumlah

1

Amanda

Marketing

3.500.000

2

Budi

Marketing

4.000.000

3

Chandra

Production

2.000.000

4

Dani

Production

1.800.000

5

Erwin

Production

1.900.000

6

Firman

Production

1.850.000

7

Gani

Production

1.950.000

8

Heni

Production

2.000.000

9

Indah

Administration

2.500.000

10

Jaka

Administration

2.700.000

Note : Perusahaan menetapkan sebesar 10% dari Gaji Departement Production adalah Idle Time Cost
Diminta :
Buatlah jurnal yang di perlukan untuk mencatat transaksi pengajian di atas.
2. PT. DEF Menerapkan sistem upah insentif dengan nertode Straight Piecework.
Dalam satu minggu ditetapkan dalam standar produk yang dihasilkan masing-masing kariyawan
sebanyak 200 unit dengan upah minimum yang di jamin Rp. 400.000 perminggu (Upah standar per unit
Rp. 2000).
Laporan produktifitas kariyawan selama seminggu terakhir dibulan maret 2010 adalah sebagai berikut :
Nama Kariyawan

Unit Yang Dihasilkan

Andi

180 Unit

Bambang

220 Unit

Charlie

200 Unit

Dian

230 Unit

Erli

190 Unit

Fitri

215 Unit

Jumlah Produksi

1.235 Unit

Diminta :
Hitunglah Upah dan insentif yang diterima setiap kariyawan .
3. Dengan mengunakan soal no.2 dima PT. DEF mengunakan metode taylor difrential rate plan , maka
hitunglah upah dan insentif yang diterima setiap kariyawan jika:
 U/kariyawan yang menghasilakn 200 unit diberikan tarif upah Rp. 2.000 per unit
 u/ kariyawan untuk menghasilkan lebih dari 200 unit diberikan tarif upah Rp. 2.200 perunit
 u/ kariyawan yang menghasilkan kurang dari 200 unit diberikan tarif upah Rp. 1.800 per unit
4. PT . E- Software menetapkan jam standar perminggu untuk kariyawannya 40 jam dengan upah Rp.
5.000 per jam. Jika seseorang kariyawan dalam 1 minggu dapat bekerja dalam waktu 35 jam, berapa
upah yang harus diberikan oleh perusahan oleh metode :
a. Sistem Premi Halsay
b. Sistem Premi Rowan

JAWABAN :
1. a) Mencatat hutang gaji
Gaji dan upah
Utang gaji dan upah : 24.200.000
b) Distribusi Gaji dan upah
BDP BTK
BOP Sesungguhnya
B admin umum
B Pemasaran
Gaji dan upah

: 24.200.000

c) Pada saat pembayaran gaji
Utang gaji dan upah / Kas : 24.200.000

2.
Nama

Unit

Upah/Minggu

Upah Standar x Unit

Total = upah +
upah standar

Andi

180

-

180 x2000 =360.000

360.000

Bambang

220

400.000

20 x2000=40.000

440.000

Charlie

200

400.000

Dian

230

400.000

30 x2000=60.000

460.000

Erlin

190

-

190x2000=380.000

380.000

Fitri

215

400.000

15x2000=30.000

430.000

400.000

2.
Charlie

= 200 unit x 2000 =400.000

Bambang

= 220 unit x 2200 =484.000

Dian

=230 unit x 2200 = 506.000

Fitri

=215 unit x 2200 = 473.000

Andi

=180 unit x 1800 = 324.000

Erlin

=190 unit x 1800 =324.000

3. Sistem Premi Halsay
G =

T (JS + 1/2 JH )

G =

5.000 (35 +1/2 (40-35)

G =

5.000 (35 + 1/2.5)

G =

5.000 (35 + 2.5)

G =

5.000 X 37.5

G =

187.500

Sistem Premi Rowan
G =

(1 + JH/JST) (JS X T )

G =

(1 + (40-35)/40)(35 X 5000)

G =

(1 + 5/40) (175.000)

G =

1.125 X 175.000

G =

196.875

PERTEMUAN SEPULUH
BIAYA OVERHEAD PABRIK (BOP)
1. PT. Aulia advertisement berproduksi berdasarkan pesanan dan pada bulan april 2013 mempunyai BOP
sesungguhnya sebagai berikut:
a. Biaya Bahan Baku

Rp.2.500.000

b. BIaya Penyusutan Mesin

Rp.5.000.000

c. Biaya Gaji Mandor

Rp.3.000.000

d. BOP lain-lain

Rp.6.000.000

Diminta :
Buatlah jurnal untuk mencatat BOP sesungguhnya jika biaya yang dibayar dengan kas adalah Biaya
Bahan Bakar.
2. PT. T-Shirt adalah perusahaan garmen berdasarkan pesanan yang mempunyai taksiran biaya
overhead pabrik selama setahun sebesar Rp.100.000.000 dengan perkiraan akan memproduksi 5.000
unit, berdasarkan mesin selama 25.000 jam dan jam tenaga kerja langsung selama 40.000 jam. PT.TShirt saat ini menerima pesanan 1000 baju yang membutuhkan 4000 jam mesin dan 3.500 jam kerja
langsung.
Diminta :
a. Hitunglah besarnya Biaya Overhead Pabrik jika tarif berdasarkan satuan unit.
b. Hitunglah besarnya Biaya Overhead Pabrik jika tarif berdasarkan jam mesin.
c. Hitunglah besarnya Biaya Overhead Pabrik jika tarif berdasarkan tenaga kerja langsung.

JAWABAN:
1A. BOP Sesungguhnya

Rp.16.500.000

Biaya Penyusutan Mesin

Rp.5.000.000

Biaya Gaji Mandor

Rp.3.000.000

BOP lain-lain

Rp.6.000.000

Kas

Rp.2.500.000

2A. Taksiran BOP

= Rp.100.000.000

Taksiran produk yg dihasilkan
Tarif Perunit
Besarnya BOP

= Rp.5.000
= Rp.20.000

= Tarif BOP x Pesanan
= 20.000 x 1000
= 20.000.000

2B. BOP dibudget

= Rp.100.000.000

Taksiran jam mesin yg dihasilkan
Tarif perunit

= Rp.25.000
= Rp.4.000

2C. Taksiran BOP

= Rp.100.000.000

Taksiran tenaga kerja

= Rp. 40.000

Tarif perunit

= Rp. 2.500

Besarnya BOP

= 2.500 x 3.500
= 8.750.000

PERTEMUAN 11
Departemenisasi BOP
PT.Organic Foods mempunyai dua departemen produksi yaitu departemen A dan B serta dua departemen
pembantu yaitu departemen X dan Y.Data mengenai biaya overhead pabrik dimasing-masing departemen
selama tahun anggaran 2013 siperkirakan sebagai berikut:
Departemen Produksi

Departemen Pembantu

Departemen A

25.000.000

Departemen X

6.000.000

Departemen B

30.000.000

Departemen Y

5.000.000

1.Apabila jasa yang dihasilkan departemen pembantu dibagikan menurut proporsi sebagai berikut :
Dipakai di
Departemen Produksi
Departemen A

Departemen B

Jasa Departemen X

60%

40%

Jasa Departemen Y

45%

55%

Diminta : Alokasikan Biaya Departemen Pembantu ke Departemen Produksi dengan Metode Alokasi Langsung
2.Apabila jasa yang dihasilkan Departemen Pembantu dibagikan menurut proporsi sebagai berikut :
Dipakai di
Departemen Produksi

Departemen Pembantu

A

B

X

Jasa Departemen X

60%

30%

Jasa Departemen Y

35%

45%

Y
10%

20%

Diminta : Alokasikan Biaya Departemen Pembantu ke Departemen Produksi dengan Metode Aljabar

JAWABAN:
1.Metode Alokasi Langsung
Departemen Produksi

Departemen Pembantu

Dept A

Dept B

X

Y

25.00.0000

30.000.000

6.000.000

5.000.000

Alokasi dept x

3.600.000

2.400.000

(6.000.000)

-

Alokasi dept y

2.250.000

2.750.000

-

(5.000.000)

Total BOP setelah

30.850.000

35.150.000

0

0

BOP sebelum
alokasi

alokasi

2.Metode Alokasi Aljabar
X=a+by
X=6.000.000+0,2y
Y=a+bx
=5.000.000+0,1x
X=6.000.000+0,2(5.000.000+0,1x)
=6.000.000+1.000.000+0,02x
X-0,02=7.000.000
0,98X=7.000.000
X=7.000.000 = 7.142.857
0,98
Y=5.000.000+0,1X

Y=5.000.000+0,1(7.142.857)
Y=5.000.000+714.286
Y=5.714.286

Dept Produksi

Dept Pembantu

A

B

X

Y

25.000.000

30.000.000

6.000.000

5.000.000

Alokasi BOP dept x

4.285.714

2.142.857

(7.142.857)

714.286

Alokasi BOP dept y

2.000.000

2.571.429

1.142.857

(5.714.286)

0

0

BOP sebelum
alokasi

BOP setelah alokasi

PERTEMUAN 12
Harga Pokok Produk Bersama Dan Produk Sampingan
PT.Book online menghasilkan empat jenis produk utama yaitu : X-1,X-2,Y-1 dan Y-2.Besarnya biaya bersama
(joint cost) pada bulan Mei 2013 adalah sebesar Rp.40.000.000
Adapun data produksi yang dihasilkan adalah sebagai berikut :
Jenis Produk

Jumlah Produk

Harga per Unit

Berat per Unit

X-1

30.000

Rp.1.200

4 kg

X-2

40.000

Rp.1.000

3 kg

Y-1

20.000

Rp.1.400

2 kg

Y-2

10.000

Rp.1.500

3 kg

Jumlah

100.000

Diminta :
Alokasikan biaya bersama dengan menggunakan :
A.Metode Nilai Jual Relatif
B.Metode Satuan Fisik
C.Metode Rata-Rata Biaya Per Satuan
D.Metode Rata-Rata Tertimbang
Jawaban :
A.
Produk

Jumlah Produk

Harga Per/unit

Nilai Jual

Nilai Jual Relatif

Bersama

Alokasi Biaya
Bersama

X-1

30.000

1.200

36.000.000

30%

12.000.000

X-2

40.000

1.000

40.000.000

34%

13.600.000

Y-1

20.000

1.400

28.000.000

23%

9.200.000

Y-2

10.000

Total

100.000

1.500

15.000.000

13%

5.200.000

119.000.000

40.000.000

B.
Jenis Produk

Jumlah Produk

Presentasi

Alokasi Biaya Satuan

X-1

30.000

30.000/100.000=30% 30%x40.000.000=12.000.000

X-2

40.000

40.000/100.000=40% 40%x40.000.000=16.000.000

Y-1

20.000

20.000/100.000=20% 20%x40.000.000=8.000.000

Y-2

10.000

10.000/100.000=10% 10%x40.000.000=4.000.000

Jumlah

100.000

40.000.000

C.Rata-Rata Biaya Persatuan
Biaya Bersama = 40.000.000 = Rp.400
Jumlah Produk

100.000

Jenis Produk

Jumlah Produk

Alokasi Persatuan

X-1

30.000

400x30.000=12.000.000

X-2

40.000

400x40.000=16.000.000

Y-1

20.000

200x20.000=8.000.000

Y-2

10.000

400x10.000=4.000.000

Jumlah

100.000

40.000.000

D.
Jenis

Jumlah

Berat

Nilai Jual

Presentasi

Biaya Rata-RataTertimbang

Produk

Produk

Per/unit

X-1

30.000

4

120.000

120.000/310.000x100%=39%

39%x40.000.000=15.600.000

X-2

40.000

3

120.000

120.000/310.000x100%=39%

39%x40.000.000=15.600.000

Y-1

20.000

2

40.000

40.000/310.000x100%=13%

13%x40.000.000=5.200.000

Y-2

10.000

Jumlah

100.000

3

30.000

30.000/310.000x100%=9%

310.000

9%x40.000.000=3.600.000
40.000.000

PERTEMUAN TIGA BELAS
HARGA POKOK TAKSIRAN
PT.E-Commerce menghasilkan satu jenis produk dengan menggunakan sistem harga pokok taksiran.Data
produksi pada akhir bulan Mei 2013 adalah sebagai berikut:
A.Produk Masuk Dalam Proses

50.000 unit

B.Produk Selesai

40.000 unit

C.Produk Dalam Proses

10.000 unit

(100%BBB,30%BTK,20%BOP)

Adapun Perincian Biaya Produksi adalah sebagai berikut :
Harga Pokok

Bahan Baku

BTKL

BOP

Jumlah

Taksiran

40.000.000

65.000.000

15.000.000

120.000.000

Sesungguhnya

45.000.000

75.000.000

12.500.000

132.500.000

BOP dibebankan pada produk berdasarkan jam mesin.Kapasitas normal perusahaan 150.000 jam mesin
sedangkan jam mesin sesungguhnya 145.000 jam mesin.
Selisih BOP yang dibebankan dengan jumlah Harga Pokok Taksiran bersifat menguntungkan sebesar
Rp.90.000.000
Penjualan pada bulan Mei 2013 sebanyak 30.000 unit dengan harga per unit Rp.10.000,biaya pemasaran
Rp.15.000.000,serta biaya administrasi dan umum Rp.10.000.000
Diminta:
A.Unit Ekuivalen BBB,BTK dan BOP

B.Harga Pokok Taksiran per satuan produk
C.Laba Bersih bulan Mei 2013
D.Buatlah jurnal untuk mencatat transaksi diatas

JAWABAN:
A dan B
Unsur Biaya

Biaya Taksiran

Unit Ekuivalen

BB

40.000.000

40.000+(100%X10.000)=50.000 40.000.000/50.000=800

BTKL

65.000.000

40.000+(30%X10.000)=43.000

65.000.000/43.000=1.512

BOP

15.000.000

40.000+(20%X10.000)=42.000

15.000.000/42.000=357

120.000.000

HP Taksiran/unit

2.669

C.
PT E-COMMERCE
LAP LABA RUGI
PER MEI 2013
Penjualan

300.000.000

HPP 30.000 unit x 2.669

(80.070.000)

Laba Kotor

219.930.000

Biaya Operasional:
Biaya Pemasaran
Biaya adm dan umum

15.000.000
10.000.000

Jumlah Operasional

25.000.000

Laba Bersih

194.930.000

D.
1.Mencatat BBB yang sesungguhnya
BDP-BBB

Rp.45.000.000

Persd BB

Rp.45.000.000

2.Mencatat BTKL yang sesungguhnya
BDP-BTKL

Rp.75.000.000

Gaji & upah

Rp.75.000.000

3.Mencatat BOP sesungguhnya
BDP-BOP

Rp.12.500.000

BOP sesungguhnya

Rp.12.500.000

4.Mencatat HP Produk Jadi
Perd.produk jadi Rp.106.760.000
BDP-BBB( 40.000x800)

Rp.32.000.000

BDP-BTK (40.000x1.512)

Rp.60.480.000

BDP-BOP (40.000x357)

Rp.14.280.000

5.Mencatat BDP Akhir
Pers.BDP

Rp.13.250.000

BDP-BBB (10.000x100%x800)

Rp.8.000.000

BDP-BTK(10.000x30%x1.512)

Rp.4.536.000

BDP-BOP(10.000x20%x357)

Rp 714.000

6.Mencatat Penjualan selama bulan oktober
Piut.dagang
Penjualan

Rp.300.000.000
Rp.300.000.000

7.Mencatat HP produk yang terjual
HPP

Rp.4.800.000.000.000
Persd.produk jadi

Rp.4.800.000.000.000

PERTEMUAN EMPAT BELAS
HARGA POKOK STANDAR

A.PT.Organic Farmer pada bulan Mei 2013 memiliki data mengenai Biaya Tenaga Kerja dan BOP sebagai
berikut:
Jam Sesungguhnya

145.000 jam

Jam Standar

150.000 jam

Tarif Biaya Tenaga Kerja Sesungguhnya per jam

Rp.5.000

Tarif Biaya Tenaga Kerja Standar per jam

Rp.4.500

Tarif BOP sesungguhnya per jam

Rp.1.800

Tarif BOP Standar per jam

Rp.2.000

Diminta:
Dari soal diatas hitunglah:
A.Besarnya selisih biaya tenaga kerja langsung dengan metode satu selisih
B.Besarnya selisih biaya tenaga kerja langsung dengan metode dua selisih
C. Besarnya selisih biaya tenaga kerja langsung dengan metode tiga selisih
JAWABAN:
A.Besarnya selisih BTKL dengan metode satu selisih
Selisih BTK

=(JKSTXTUST)-(JKSXTUS)
=(4.500X150.000)-(5.000-145.000)

=675.000.000-725.000.000
Selisih BTK

=50.000.000(R)

B.Selisih tarif upah

=(TUST-TUS)XJKS
=(150.000-145.000)X5000
=25.000.000(L)

Selisih efisiensi upah

=(JKST-JKS)XTUST
=(4.500-5.000)X150.000
=75.000.000(R)

C.Selisih harga

=(TUSTXTUS)XJKS
=(150X145)X5000
=21.750X5000
=108.750.000(L)

Selisih kuantitas

=(JKST-JKS)XTUST
=(4.500-5.000)X150.000
=75.000(R)

Selisih efisiensi

=(JKST-JKS)X(TUST-TUS)
=(4.500-5.000)X(150.000-145.000)
=500X5000
=2.500.000(R)

Judul: Akuntansi Biaya

Oleh: Marina Rina


Ikuti kami