Akuntansi Biaya

Oleh Syafiq Hibatullah

23 tayangan
Bagikan artikel

Transkrip Akuntansi Biaya

PENGERTIAN METODE HARGA POKOK PESANAN
Metode harga pokok pesanan adalah metode pengumpulan biaya produksi yang biasa diterapkan pada
perusahaan pabrik (manufaktur) yang memproduksi lebih dari satu jenis produk, atau perusahaan yang
berproduksi atas dasar pesanan. Misalnya perusahaan percetakan, perusahaan mebel, perusahaan sepatu,
perusahaan galangan kapal, kontraktor, dan perusahaan konfeksi.
Dalam perusahaan yang berproduksi atas dasar pesanan, produk yang dibuat tidak mempunyai ciri-ciri
yang sama. Jenis, bentuk, mutu, dan ukurannya disesuaikan dengan keinginan pemesan, sehingga biaya
produksi untuk pembuatan suatu jenis produk akan berbeda dengan biaya produksi untuk pembuatan
produk jenis lainnya.
Sesuai dengan karakteristik produksi pada perusahaan yang membuat barang berdasarkan pesanan, harga
pokok setiap jenis barang yang dibuat harus ditentukan dengan cara mengumpulkan biaya produksi untuk
masing-masing jenis barang yang dibuat secara tersendiri. Mungkin saja suatu jenis pesanan terdiri atas
beberapa satuan produk yang sama, dalam hal demikian biaya produksi untuk pesanan yang bersangkutan
dapat dibagikan sama rata kepada jumlah satuan produk pesanan itu.
Dari uraian di atas, dapat disimpulkan bahwa metode Harga Pokok Pesanan adalah metode pengumpulan
biaya produksi untuk menentukan harga pokok suatu jenis produk, apabila proses produksi ditujukan
untuk pembuatan beberapa jenis produk yang mempunyai ciri-ciri khusus.

KARAKTERISTIK PENGUMPULAN BIAYA DALAM METODE HARGA
POKOK PESANAN
Dari uraian diatas, dapat disimpulkan bahwa pengumpulan biaya produksi dalam metode harga pokok
pesanan mempunyai karakteristik sebagai berikut :
1.

Biaya produksi digolongkan menjadi dua golongan, yaitu biaya produksi langsung dan biaya

produksi tidak langsung.
2.

Biaya produksi untuk setiap jenis produk pesanan dikumpulkan secara tersendiri.

3.

Harga pokok setiap jenis produk, dihitung setelah produk yang bersangkutan selesai diproses.

Biaya produksi untuk menyelesaikan setiap jenis produk pesanan dicatat dalam kartu harga pokok. Dalam
hal ini kartu harga pokok berfungsi sebagai tempat mencatat biaya bahan langsung dan biaya tenaga kerja
langsung yang sesungguhnya terjadi. Sementara biaya produksi tidak langsung (BOP), biasanya dicatat
(dibebankan) setelah produk yang bersangkutan selesai diproses. Dengan demikian, apabila suatu produk

pesanan telah selesai diproses, harga pokoknya dihitung berdasarkan data biaya produksi yang telah
dicatat dalam kartu harga pokok produk yang bersangkutan.

PENCATATAN BIAYA PRODUKSI METODE HARGA POKOK
PESANAN
Biaya produksi adalah biaya-biaya yang berhubungan dengan proses pengolahan bahan baku menjadi
produk jadi. Secara umum terdiri atas biaya bahan baku, biaya tenaga kerja, dan biaya overhead pabrik.
Oleh karena itu, pencatatan biaya produksi pada dasarnya terdiri atas :
1.

Pencatatan biaya bahan baku

2.

Pencatatan biaya tenaga kerja

3.

Pencatatan biaya overhead pabrik

4.

Pencatatan harga pokok produk selesai, dan

5.

Pencatatan harga pokok barang dalam proses akhir periode (barang yang belum selesai).

Judul: Akuntansi Biaya

Oleh: Syafiq Hibatullah


Ikuti kami