Akuntansi Biaya

Oleh Fhia Alisya

18 tayangan
Bagikan artikel

Transkrip Akuntansi Biaya

Bab 5. Sistem Harga
Pokok Proses-FIFO

Program Studi Akuntansi
Fakultas Ekonomi-Universitas Kristen Petra
2011

Tujuan Pembelajaran
1.Menjelaskan metode FIFO dan perbedaannya dengan metode
weighted average dalam perhitungan harga pokok proses.
2.Menerapkan langkah-langkah dalam menghitung harga pokok
proses dengan metode FIFO untuk Departemen awal
3.Menerapkan langkah-langkah dalam menghitung harga pokok
proses dengan metode FIFO untuk Departemen lanjutan
4.Mencatat dan melaporkan aliran biaya proses dengan metode
FIFO
5.Memperlakukan spoilage baik normal dan tidak normal dalam
perhitungan harga pokok produksi dengan metode FIFO dan
weighted average

Sistem Harga Pokok Proses
1. Metode Weighted Average (bab 4)
2. Metode FIFO
Asumsi metode FIFO :
unit yang selesai diproses pada periode berjalan berasal dari
unit awal awal periode dan sisanya baru berasal dari unit baru
yang diproses periode berjalan
Contoh : unit yang selesai 30,000 unit, sedangkan unit di WIP
awal adalah 2,000 unit, maka unit yang selesai tersebut,
sebesar 2,000 adalah dari unit awal, sisanya (28,000 unit) dari
unit baru periode berjalan.

Perbedaan Metode Weighted average
dan FIFO
Metode Weighted Average
Perhitungan
unit ekivalen

Metode FIFO

Unit selesai periode berjalan ditambah Unit yang berasal dari awal periode
tingkat penyelesaian unit yang ada dalam diselesaikan terlebih dulu ditambah unit
pekerjaan dalam proses akhir
yang selesai dari periode berjalan ditambah
proporsi unit persediaan akhir yang telah
diselesaikan

Total biaya diperhitungkan yaitu biaya yang
Perhitungan
biaya per unit berasal dari unit awal ditambah biaya periode
berjalan
ekivalen

Biaya yang diperhitungkan hanya biaya
yang berasal dari periode berjalan, karena
biaya
awal
periode
pasti
telah
diperhitungkan dalam komponen unit yang
selesai diproses.

PT. Sejahtera Sentosa memproduksi sepatu, proses produksi
dimulai dari proses pemotongan dan persiapan, proses
assembling, yang masing masing dikerjakan di Departemen
Persiapan dan Departemen Pemasangan. Berikut ini adalah data
produksi di Departemen Persiapan :

Unit baru yang diproses

Tingkat Penyelesaian
1,500 BB dan unit 100%
dan Konversi 60%
10,800

Unit selesai diproses

11,200

Unit di WIP awal

Unit di WIP akhir

1,100 BB dan unit 100%
dan Konversi 40%

Biaya produksi untuk unit awal sebesar Rp 67 juta, biaya produksi
periode berjalan terdiri dari biaya bahan baku Rp226.8 juta dan biaya
konversi Rp289.98juta

Perhitungan Unit Ekivalen
Alternatif 1

Unit selesai diproses + (Tingkat penyelesaian di PDP*)
akhir X unit di PDP) – (Tingkat penyelesaian di PDP
awal X unit di PDP awal )
Alternatif 2
(100%-Tingkat penyelesaian di PDP awal) X unit di PDP awal
+ (Unit selesai – unit PDP awal) + (Tingkat penyelesaian di unit
akhir X unit di PDP akhir)

Skedul Aliran Fisik Unit dan Perhitungan Unit Ekivalen-Alternatif 1
Langkah 1
Unit

Unit di Pekerjaan dalam proses awal
Tingkat penyelesaian :
- Biaya Bahan Baku
- Biaya Konversi
Unit yang baru dimulai proses bulan Agustus
Total unit yang dihitung
Unit yang telah selesai di proses
Unit di Pekerjaan dalam proses akhir
Tingkat penyelesaian :
- Biaya Bahan Baku
- Biaya Konversi
Total unit yang dihitung
Dikurangi : tingkat penyelesaian di awal proses
Total Ekivalen unit

Langkah2
Unit Ekivalen -Alternatif 1
Tingkat
Biaya
Biaya
penyelesaian Bahan Baku Konversi

1,500
100%
60%
10,800
12,300
11,200
1,100

11,200

100%
40%

11,200

1,100
440

12,300
12,300
(1,500)
10,800

11,640
(900)
10,740

Skedul Aliran Fisik Unit dan Perhitungan Unit Ekivalen-Alternatif 2
Langkah 1
Unit

Unit di Pekerjaan dalam proses awal
Tingkat penyelesaian :
- Biaya Bahan Baku
- Biaya Konversi
Unit yang baru dimulai proses bulan Agustus
Total unit yang dihitung
Unit yang telah selesai di proses
Unit di Pekerjaan dalam proses akhir
Tingkat penyelesaian :
- Biaya Bahan Baku
- Biaya Konversi
Total unit yang dihitung
Total Ekivalen unit

Langkah2
Unit Ekivalen -Alternatif 2
Tingkat
Biaya
Biaya
penyelesaian Bahan Baku Konversi

1,500
100%
60%

600

10,800
12,300
11,200
1,100

9,700

100%
40%

9,700

1,100
440

12,300
10,800

10,740

Langkah 3 dan 4 :
Menghitung total biaya produksi dan biaya per unit ekivalen
Total Biaya Produksi

(dalam ribu rupiah)

Biaya di Pekerjaan dalam proses a
awal untuk unit yang baru dimulai b
Biaya
periodeBiaya
berjalan
Total
Produksi

Bahan Baku Konversi
Total
NA
NA
Rp67,000
Rp226,800 Rp289,980 Rp516,780
Rp583,780

Biaya Per Unit Ekivalen

(dalam ribu rupiah)

Biaya di Pekerjaan dalam proses
awal untuk unit yang baru dimulai
Biaya
periode
Unit
Ekivalen
berjalan
(dari langkah no. 2)
Biaya per ekivalen unit

a
b
c
d=b/c

Bahan Baku Konversi
Total
NA
NA
Rp67,000
Rp226,800 Rp289,980 Rp516,780
10,800
10,740
Rp
21 Rp
27 Rp
48

Langkah 5 :
Membebankan Biaya produksi
(dalam ribu rupiah)

Unit
Ekivalen

Unit Selesai 11,200 unit
- Biaya yang berasal dari unit awal
- Biaya untuk menyelesaikan unit awal
Konversi
Total biaya dari unit awal
- Biaya periode berjalan (11,200 unit-1,500 unit)
Total biaya untuk unit yang selesai diproses
Unit dalam persediaan akhir
- Bahan Baku
- Konversi
Persediaan akhir Pekerjaan dalam proses
Total biaya produksi yang dihitung

Biaya per
ekivalen
unit

Unit Selesai

Unit di
Pekerjaan
dalam proses
akhir

Total

Rp 67,000
600
9,700

Rp27 Rp 16,200
Rp 83,200
Rp48 Rp 465,600

1,100
440

Rp21
Rp27

Rp 548,800
Rp 548,800
Rp
Rp

23,100
11,880
Rp 34,980
Rp 583,780

Proses berikutnya dari Departemen Persiapan adalah proses
pemasangan yang dilakukan di Departemen Pemasangan, Data
didepartemen pemasangan sebagai berikut :
Unit di WIP awal
Unit dari dept. sebelumnya
(transferred-in)
Unit selesai diproses
Unit di WIP akhir

850

Tingkat Penyelesaian
BB dan unit 100% dan
Konversi 70%

11,200
10,900
?

BB dan unit 100% dan
Konversi 40%

Transferred-in Bahan Baku Konversi
Unit di WIP awal
Unit transferred- Rp 548.8 juta
in dari Dept.
pencampuran

Rp 218 juta

Rp 129.8 juta

Total Biaya
Rp 133.59 juta

Langkah 1
Unit

Unit di Pekerjaan dalam proses awal
Tingkat penyelesaian :
- Transferred-in
- Biaya Bahan Baku
- Biaya Konversi
Unit yang baru dimulai proses bulan Agustus
Total unit yang dihitung
Unit yang telah selesai di proses
Unit di Pekerjaan dalam proses akhir
Tingkat penyelesaian :
- Transferred-in
- Biaya Bahan Baku
- Biaya Konversi
Total unit yang dihitung
Total Ekivalen unit

Langkah 2
Unit Ekivalen -Alternatif 2
Tingkat
Transferred- Biaya Bahan
penyelesaian
in
Baku

Biaya
Konversi

850
100%
100%
70%

255

11,200
12,050
10,900
1,150

10050

100%
100%
40%

10,050

10,050

1150
1,150
460

12,050
11,200

11,200

10,765

(dalam ribu rupiah)

Transferred- Bahan Baku Konversi
in
Langkah 3
Biaya di Pekerjaan dalam proses
awal
Biaya untuk unit yang baru dimulai
periodeBiaya
Total
berjalan
Produksi
Langkah 4
Unit Ekivalen (dari langkah no. 2)
Biaya per ekivalen unit

a
b

NA
Rp 548,800

c
d=b/c

11,200
Rp
49 Rp

NA
NA
Rp112,000 Rp129,180

Total

Rp133,590
Rp789,980
Rp 923,570

11,200
10,765
10 Rp 12 Rp

71

(dalam ribu rupiah)

Unit
Biaya per Unit Selesai
Ekivalen unit ekivalen
Unit Selesai 10,900 unit
- Biaya yang berasal dari unit awal
- Biaya untuk menyelesaikan unit awal
- Konversi
Total biaya dibebankan ke unit awal
- Biaya periode berjalan (10,900 unit- 850 unit)
Total biaya untuk unit yang selesai diproses
Unit dalam persediaan akhir
- Trasferred-in
- Bahan Baku
- Konversi
Persediaan akhir Pekerjaan dalam proses
Total biaya produksi yang dihitung

Unit di
Pekerjaan
dalam proses
akhir

Total

Rp 133,590
255
10,050

1150
1,150
460

Rp12 Rp
3,060
Rp 136,650
Rp71 Rp 713,550

49
Rp10
Rp12

Rp 850,200
Rp 850,200
Rp
Rp
Rp

56,350
11,500
5,520
Rp 73,370
Rp 923,570

Jurnal Untuk Sistem Harga Pokok
Proses-FIFO
•Pemakaian biaya bahan baku langsung
a

Pekerjaan dalam proses-Dept. Persiapan
Pekerjaan dalam proses-Dept. Pemasangan
Persediaan bahan baku
(untuk mencatat pemakaian bahan baku yang ditambahkan
dalam proses periode berjalan)

Rp 226,800
Rp 112,000
Rp 338,800

•Pemakaian tenaga kerja langsung
Dalam contoh ini, biaya tenaga kerja langsung sebesar 30% komponen
biaya konversi, karena 70% nya merupakan biaya overhead pabrik–
applied

b

Pekerjaan dalam proses-Dept. Persiapan
Pekerjaan dalam proses-Dept. Pemasangan
Hutang Gaji

Rp
Rp

86,994
38,754
Rp 125,748

(untuk mencatat biaya tenaga kerja langsung yang yang
terjadi periode berjalan)

Pemakaian biaya overhead pabrik
c

Pekerjaan dalam proses-Dept. Persiapan
Pekerjaan dalam proses-Dept. Pemasangan
Biaya overhead pabrik
(untuk mencatat pembebanan biaya overhead pabrik
(applied) periode berjalan)

Rp
Rp

202,986
90,426
Rp 293,412

•Transfer dari Departemen
Pemasangan-metode FIFO
d

Persiapan

Pekerjaan dalam proses-Dept. Pemasangan
Pekerjaan dalam proses-Dept. Persiapan

ke

Departemen

Rp 548,800
Rp 548,800

(untuk mencatat harga pokok - metode FIFO untuk unit
yang telah selesai diproses dan dipindahkan ke departemen
pemasangan )

Memindahkan unit yang telah selesai diproses di Departemen
Pemasangan ke persediaan barang jadi-metode FIFO

e

Persediaan barang jadi
Pekerjaan dalam proses-Dept. Pemasangan
(untuk mencatat harga pokok - metode FIFO untuk unit
yang telah selesai diproses sebagai barang jadi dan
dipindahkan ke Persediaan barang jadi)

Rp 850,200
Rp 850,200

Laporan Laba Rugi
PT. Sejahtera Sentosa
Laporan Laba Rugi
Periode 1-31 Agustus 2011
(dalam ribu rupiah)

Penjualan kotor
dikurangi:
- Retur Penjualan
- Potongan Penjualan
Penjualan bersih
Dikurangi :
Harga pokok Penjualan (lihat skedul 1)
Laba Kotor
Dikurangi : Biaya Operasional
Biaya Penjualan
Biaya Administrasi
Total Biaya Operasional
Laba bersih sebelum pajak

Rp1,629,000
Rp11,700
Rp16,290
(Rp27,990)
Rp1,601,010
Rp847,080
Rp2,448,090
Rp640,404
Rp320,202
(Rp960,606)
Rp1,487,484

Lampiran Perhitungan Harga Pokok Penjualan
PT. Sejahtera Sentosa
Laporan Harga Pokok Penjualan
Periode 1-31 Agustus 2011
(dalam ribu rupiah)

Persediaan awal pekerjaan dalam proses
Ditambah biaya produksi :
Biaya Bahan Baku *)
Biaya tenaga kerja langsung*)
Biaya Overhead*)
Total Biaya produksi
Total Pekerjaan dalam proses
Dikurangi : Persediaan akhir pekerjaan dalam proses
Harga Pokok Produksi
Ditambah : Persediaan awal barang jadi
Harga Pokok Barang yang tersedia untuk dijual
Dikurangi : Persediaan akhir barang jadi
Harga Pokok Penjualan

Rp200,590
Rp338,800
Rp125,748
Rp293,412
Rp757,960
Rp958,550
(Rp108,350)
Rp850,200
Rp53,040
Rp903,240
(Rp56,160)
Rp847,080

Selama bulan September 2011, PT Nusantara Satu memiliki data
produksi sebagai berikut
Unit di WIP awal

Tingkat Penyelesaian
2,500 BB dan unit 100% dan Konversi 60%

Unit baru yang diproses

8,500

Unit selesai diproses

8,500

Unit cacad
Unit di WIP akhir

-

700
1,800 BB dan unit 100% dan Konversi 80%

Biaya Bahan
Baku
Biaya di Pekerjaan dalam proses Rp 109 juta
awal
Biaya periode berjalan
Rp 221 juta

Biaya
Konversi
Rp 75.7 juta
Rp 137.1 juta

Perusahaan menetapkan bahwa unit cacad normal adalah 5% dari total
unit yang diproses periode berjalan.

Laporan Harga Pokok Produksi-Spoilage-Metode FIFO
PT. Nusantara Satu
Laporan Harga Pokok Produksi-metode FIFO
Periode 1-30 September 2011
Langkah 1. Aliran Fisik Unit
Langkah2. Menghitung unit ekivalen
Alternatif 2
Unit
Tingkat
Biaya Bahan
Biaya
penyelesaian
Baku
Konversi
Unit di Pekerjaan dalam proses awal
Tingkat penyelesaian :
- Biaya Bahan Baku
- Biaya Konversi
Unit yang baru dimulai proses bulan Agustus
Total unit yang dihitung

2,500
100%
60%

1,000

8,500
11,000

Unit yang telah selesai di proses
Unit cacad normal
Unit cacad tidak normal

8,500
550
150

Unit di Pekerjaan dalam proses akhir
Tingkat penyelesaian :
- Biaya Bahan Baku
- Biaya Konversi
Total unit yang dihitung
Total Ekivalen unit

1,800

6,000
550
150

100%
80%

6,000
550
150

1,800
1,440

11,000
8,500
Bahan Baku

Langkah 3. Total Biaya Produksi
Biaya di Pekerjaan dalam proses awal
Biaya untuk unit yang baru dimulai periode berjalan
Total Biaya Produksi
Langkah 4. Menghitung biaya per unit ekivalen
Unit Ekivalen (dari langkah no. 2)
Biaya per ekivalen unit

-

a
b

c
d=b/c

Konversi

NA
Rp221,000

Rp

8,500
26

Total

NA
Rp137,100

Rp

9,140

9,140
15

Rp184,700
Rp358,100
Rp542,800

Rp

41

Laporan Harga Pokok Produksi-Spoilage-Metode
FIFO
Langkah 5. Membebankan Biaya
Biaya per
ekivalen
unit
Unit Selesai 8,500 unit
- Biaya yang berasal dari unit awal
- Biaya untuk menyelesaikan unit awal
Konversi : 1,000 unit ekivalen
- Biaya periode berjalan (8,500 unit-2,500 unit)
- Biaya unit cacad normal-550 unit ekivalen
Total biaya untuk unit yang selesai diproses
- Biaya unit cacad tidak normal-150 unit ekivalen
Unit dalam persediaan akhir
- Bahan Baku-1,800 unit ekivalen
- Konversi-1,440 unit ekivalen
Persediaan akhir Pekerjaan dalam proses
Total biaya produksi yang dihitung

Unit Selesai

Unit di
Pekerjaan dalam
proses akhir

Total

Rp 184,700
Rp15 Rp 15,000
Rp41 Rp 246,000
Rp41 Rp 22,550
Rp41 Rp
Rp26
Rp15

Rp 468,250
Rp
6,150

6,150
Rp
Rp

46,800
21,600
Rp 68,400
Rp 542,800

Soal 1
PT. Surya Cemerlang, bergerak dalam industri pengolahan kertas.
Perusahaan memiliki dua departemen produksi, yaitu dapartemen
pencampuran dan departemen pencetakan.
Data produksi di departemen pencampuran selama bulan Maret 2011,
sebagai berikut:





Unit yang berasal dari pekerjaan dalam proses awal periode : 10,000 unit (dengan
tingkat penyelesaian bahan baku 70% dan konversi 60%)
Unit baru yang di proses periode berjalan 40,000 unit, sebesar 38,000 unit telah
selesai diproses di departemen pencampuran dan dipindahkan ke departemen
pencetakan. Tingkat penyelesaian unit yang ada di Pekerjaan dalam proses akhir,
bahan baku langsung 80% dan konversi 90%)

Biaya Produksi
Bahan baku langsung
Persediaan Pekerjaan dalam proses :Rp10,200 ribu
Bulan berjalan
Rp85,000 ribu

Konversi
Rp 26,400 ribu
Rp120,000 ribu

Soal 1-lanjutan
• Diminta :
a.
b.
c.
d.

e.

f.

Siapkan skedul aliran fisik unit dan unit ekivalen
Hitunglah Total biaya untuk unit yang diproses bulan Maret
Hitunglah biaya ekivalen per unit
Hitunglah pembebanan biaya produksi ke unit yang selesai
diproses dan unit yang masih ada di persediaan akhir
pekerjaan dalam proses
Siapkan jurnal untuk mencat transaksi penggunaan biaya
produksi oleh departemen pencampuran, jika diasumsikan
komponen biaya tenaga kerja langsung adalah 60% dari
konversi.
Siapkan jurnal untuk mencatat unit yang telah selesai diproses
dan dipindahkan ke departemen pencetakan

Soal 2
Melanjutkan soal no. 1 di atas, dan data produksi di departemen
lanjutan (departemen pencetakan), sebagai berikut :
Unit di persediaan awal pekerjaan dalam proses 15,000 unit, unit yang diterima
dari departemen pencampuran 38,000 unit, 1 unit yang diterima dari departemen
pencampuran setara dengan 5 unit produk di departemen pencetakan. Unit yang
telah selesai diproses periode berjalan sebesar 185,000 unit, dan unit di persediaan
akhir pekerjaan dalam proses adalah 20,000 unit.
Tingkat penyelesaian unit di pekerjaan dalam proses awal (60% transferred-in,
60% bahan baku dan 50% konversi), sedangkan tingkat penyelesaian di unit
pekerjaan dalam proses akhir adalah (75% transferred-in dan bahan baku, dan
50% konversi)
Data biaya di unit awal proses sebesar 15,000 unit adalah : transferred in
Rp110,000 ribu, bahan baku Rp50,000 ribu dan konversi Rp27,250 ribu.
Biaya yang ditambahkan periode berjalan: Bahan baku Rp 100,000 ribu dan
konversi Rp60,500 ribu

Soal 2 -lanjutan

• Diminta :
a. Siapkan skedul aliran fisik unit dan unit ekivalen
b. Hitunglah Total biaya untuk unit yang diproses
bulan Maret
c. Hitunglah biaya ekivalen per unit
d. Hitunglah pembebanan biaya produksi ke unit
yang selesai diproses dan unit yang masih ada di
persediaan akhir pekerjaan dalam proses

Soal 3
PT Dulux Indonesia memproduksi cat kualitas premium. Proses produksi
dimulai di Departemen Pencampuran dengan mencampurkan berbagai
macam bahan kimia di awal proses dan diakhiri dengan menuangkan
hasilnya ke dalam kaleng-kaleng cat, yang selanjutnya hasil tersebut dikirim
ke Departemen Pengepakan untuk dikemas dan dikirimkan ke berbagai
distributor.
Biaya tenaga kerja langsung dan biaya overhead pabrik ditambahkan secara kontinyu
dalam keseluruhan proses. Berdasarkan hasil pemeriksaan kualitas, diketahui bahwa
selama bulan Mei, sebesar 1500 galon merupakan produk cacat. Sebesar 60 %
dari produk cacad tersebut diterima sebagai normal spoilage dan sisanya
merupakan abnormal spoilage.
Data terkait proses produksi selama bulan Mei sebagai berikut

Soal 3 – lanjutan
Unit
Pekerjaan dalam proses 1 Mei (Tk penyelesaian
Biaya Konversi 60%)
Bahan baku (bahan-bahan kimia)
Tenaga kerja langsung (TKL)
Biaya overhead ( tarif Rp5,000 per jam
TKL)

8,000

Biaya yang ditambahkan bulan Mei
Bahan baku (bahan-bahan kimia)
Tenaga kerja langsung (TKL)
Biaya overhead ( tarif Rp5,000 per jam
TKL)

42,000

Unit yang selesai dan ditransfer ke Dept.

42,000

Pekerjaan dalam proses 31 Mei (Tk penyelesaian

Biaya (Rp000)
85,500
97,500

320,000
525,000

6,500

Diminta:
Siapkan Laporan Harga Pokok Produksi (Cost Production Report) dengan metode
FIFO .

Judul: Akuntansi Biaya

Oleh: Fhia Alisya


Ikuti kami