Akuntansi Biaya

Oleh Deny Aditya

21 tayangan
Bagikan artikel

Transkrip Akuntansi Biaya

MAKALAH
AKUNTANSI BIAYA
Materi
Sistem Biaya Taksiran

Dosen : Ir. Ahmad Rohendi.M.Ak

Di Susun Oleh:

1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.

Kelompok 2
Armida Mila Diani
Cahaya Ayu Maulina
Dina Marliana
Jihan Riskia Ningrum
Muhammad Ari Bahrudin
Novitriani
Rosiah
Sopan Sihabudin
Srinati

(11021700)
(1216)
(11021700110)
(11021700111)
(11021700015)
(11021700124)
(11021700)
(11021700)
(11021700030)

3D Akuntansi

Fakultas Ekonomi Dan Bisnis

Universitas Bina Bangsa
Serang
2019

KATA PENGANTAR
Puji syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karena
dengan rahmat, karunia, serta taufik dan hidayah-Nya kami dapat menyelesaikan
Makalah tentang “Sistem Biaya Taksiran” ini dengan baik meskipun banyak
kekurangan didalamnya. Dan juga kami berterima kasih pada Bapak Ir. Ahmad
Rohendi.M.Ak. selaku Dosen mata kuliah Akuntansi Biaya di Universitas Bina
Bangsa (UNIBA) yang telah memberikan tugas ini kepada kami.
Kami sangat berharap Makalah ini dapat berguna dalam rangka menambah
wawasan serta pengetahuan kita mengenai tata cara perhitungan sistem biaya
taksiran dengan benar dan tahu bagaimana cara mengaplikasikan nya di
perusahaan. Kami juga menyadari sepenuhnya bahwa di dalam paper ini terdapat
kekurangan dan jauh dari kata sempurna. Oleh sebab itu, kami berharap adanya
kritik, saran dan usulan demi perbaikan makalah yang telah kami buat di masa
yang akan datang, mengingat tidak ada sesuatu yang sempurna tanpa saran yang
membangun.
Semoga makalah sederhana ini dapat dipahami bagi siapapun yang
membacanya. Sekiranya makalah yang telah disusun ini dapat berguna bagi kami
sendiri maupun orang yang membacanya. Sebelumnya kami mohon maaf apabila
terdapat kesalahan kata-kata yang kurang berkenan dan kami memohon kritik dan
saran yang membangun dari Anda demi perbaikan makalah ini di waktu yang
akan datang.

Serang, Januari 2019
Tim Penyusun

Kata Pengantar | i

Daftar isi
Halaman judul
Kata pengantar.....................................................................................................i
Daftar isi...............................................................................................................ii

1. BAB I : Pendahuluan

2.

3.

A.

Latar belakang.................................................................................1

B.

Rumusan masalah...........................................................................1

C.

Tujuan Pembahasan........................................................................1

BAB III : Pembahasan senggigi beach hotel
A.

Pengertian sistem biaya taksiran.....................................................2

B.

Kebaikan Harga Pokok Taksiran....................................................2

C.

Kelemahan Harga Pokok Taksiran.................................................3

D.

Penentuan Besarnya Harga Pokok Taksiran...................................3

E.

Pemakaian sistem Harga Pokok Taksiran.......................................4

F.

Prosedur akuntansi Harga Pokok Taksiran.....................................5

G.

Contoh Soal Harga Pokok Taksiran................................................7

H.

Jawaban Soal Harga Pokok Taksiran..............................................8

BAB IV : Penutup
A.

Kesimpulan.....................................................................................

B.

Sa.....................................................................................................

Daftar Isi| ii

BAB 1
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
B. Rumusan masalah
1. Apa yang dimaksud dengan sistem biaya taksiran ?
2. Bagaimana cara menentukan harga pokok biaya taksiran ?
3. Bagaimana prosedur akuntansi sistem harga pokok produksi ?
C. Tujuan pembahasan
1. Mengetahui prosedur akuntansi sistem harga pokok produksi
2. Mahasiswa dapat menghitung biaya taksiran harga pokok produksi
3. Mahasiswa dapat membuat jurnal sistem biaya taksiran sesuai dengan
prosedur PSAK

SISTEM BIAYA TAKSIRAN | 1

BAB II
PEMBAHASAN
A. Pengertian Sistem Biaya Taksiran ( Estimated Costing )
Sistem harga pokok taksiran adalah salah satu sistem harga pokok yang
ditentukan di muka untuk mengolah produk atau jasa tertentu dengan jalan
menentukan besarnya biaya bahan baku (raw material cost), biaya tenaga kerja
langsung (direct labor cost) dan biaya overhead pabrik (factory overhead)
yang diperlukan untuk mengolah produk atau jasa tersebut di waktu yang akan
datang.
Harga pokok taksiran yang sudah ditentukan akan dipakai sebagai dasar
untuk :

a. Mencatat harga pokok produk atau jasa ke dalam rekening buku besar.
b. Membandingkan biaya taksiran dengan biaya yang sesungguhnya terjadi,
serta menentukan besarnya selisih yang timbul.
B. Kebaikan Sistem Harga Pokok Taksiran
a) Dapat mengurangi atau menekan biaya adminstrasi ( administrative
expense).
Penggunaan beberapa dokumen dasar pada sistem ini dapat dikurangi dan
perhitungan harga pokok atau jasa dapat dengan cepat diadakan, sehungga
dapat mengurangi besarnya biaya administrasi.

b) Dapat menyediakan informasi untuk pengambilan keputusan (decision
making) .
Manajemen memerlukan informasi biaya untuk pengambilan keputusan
tentang produk atau jasa sebelum diolah, dan pemakaian harga pokok
taksiran menyediakan informasi kepada manajemen untuk pengambilan
keputusan tersebut.

c) Mengantar ke pemakaian sistem harga pokok standar (standard costing ).

SISTEM BIAYA TAKSIRAN | 2

Sistem harga pokok taksiran merupakan transisi dari pemakaian sistem
harga pokok sesungguhnya menuju pemakaian sistem harga pokok
standar.
C. Kelemahan Sistem Harga Pokok Taksiran
a. Harga pokok taksiran yang ditentukan kurang teliti baru dapat dikoreksi
pada akhir periode setelah selisih biaya dihitung dan dialokasikan.

b. Timbulnya selisih biaya yang besar dapat mengakibatkan pengambilan
keputusan yang keliru, karena pengambilan keputusan dilakukan sebelum
produk atau jasa tersebut diolah.
D. Penentuan Besarnya Harga Pokok Taksiran
Tanggung jawab penyusunan besarnya harga pokok taksiran berada pada
cost estimator yang berada dibawah bagian teknik produksi dan memiliki
kapabilitas untuk pekerjaan tersebut.
a. Taksiran biaya bahan baku (estimated raw material cost)
Taksiran biaya bahan baku meliputi taksiran kuantitas (estimated
quantity) setiap jenis bahan baku yang diperlukan untuk mengolah setiap
satuan produk tertentu dan taksiran harga setiap jenis bahan baku yang
diperlukan terebut. Apabila di dalam pengolahan timbul sisa bahan(scrap)
yang mempunyai nilai, maka sisa bahan tersebut diperlakukan sebagai
pengurang taksiran biaya bahan baku. Dasar penentuan yang digunakan
dalam menentukan taksiran kuantitas bahan baku adalah :

 spesifikasi teknis dari produk yang akan diolah
 pilot runs
 catatan prestasi masa lalu
 rata-rata pemakaian bahan baku dari produk yang telah selesai dan
sebagainya.

SISTEM BIAYA TAKSIRAN | 3

Faktor-faktor yang dapat dipakai sebagai dasar penentuan taksiran
harga bahan baku dapat berasal dari beberapa sumber seperti :

 kontrak pembelian bahan jangka panjang
 daftar harga dari suplier
 trend dan prediksi harga pasar dan sebagainya.
b. Taksiran biaya tenaga kerja langsung (estimated direct labor cost)
Besarnya taksiran biaya tenaga kerja langsung dipengaruhi oleh
sistem pengupahan yang berlaku di perusahaan. Bila menggunakan sistem
upah perpotong (buah) rpoduk yang dihasilkan, besarnya taksiran biaya
tenaga kerja langsung dapat diperoleh dari penentuan taksiran upah
perpotong yang akan digunakan untuk waktu yang akan datang.
Bila sistem yang digunakan perusahaan sistem upah per jam kerja
langsung, besarnya taksiran biaya tenaga kerja langsung dapat ditentukan
dengan menaksir waktu yang diperlukan untuk mengolah satu satuan
produk dan menaksir besarnya tarif biaya tenaga kerja langsung perjam
yang akan berlaku untuk waktu yang akan datang.
Untuk perusahaan ygang menggunakan sistem upah tenaga kerja
langsung atas dasar upah tetap per bulan, maka besarnya taksiran biaya
tenaga kerja langsung ditentukan dengan menjumlah total biaya tenaga
kerja langsung dalam satu periode dibagi volume produksi yang ditaksir
(direncanakan) akan dihasilkan dalam periode tersebut.

c. Taksiran biaya overhead pabrik (estimated FOH)
Dimulai dengan menaksir besarnya setiap elemen biaya overhead
pabrik dalam periode tertentu yang dikelompokkan pula atas dasar tingkat
variabilitas biaya ( biaya tetap dan biaya variabel ). Untuk menentukan
biaya taksiran setiap buah produk yang dihasilkan maka jumlah taksiran
BOP tersebut dibagi dengan taksiran kapasitas yang akan dipakai sebagai
dasar pembebanan BOP.
SISTEM BIAYA TAKSIRAN | 4

E. Pemakaian Sistem Harga Pokok Taksiran
a) Metode harga pokok proses (process cost method).
Karakteristiknya adalah bentuk produk yang sifatnya homogen
tanpa dipengaruhi oleh spesifikasi yang diminta oleh pembeli. Pada
metode ini besarnya harga pokok taksiran ditentukan pada awal periode
untuk setiap produk yang dihasilkan, sedangkan apabila produk diproses
melalui beberapa departemen maka besarnya harga pokok taksiran
ditentukan untuk setiap departemen dimana produk tersebut diproduksi.

b) Metode harga pokok pesanan (job cost method).
Produk yang dihasilkan tergantung dari spesifikasi dari pemesan.
Besarnya harga pokok taksiran untuk setiap pesanan belum dapat
ditentukan pada awal periode akan tetapi harus dihitung pada saat akan
memnerima pesanan tertentu yang sekaligus harga pokok taksiran tersebut
dapat dipakai manajemen untuk memutuskan ditolak atau diterimanya
pesanan tersebut. Besarnya harga pokok taksiran pada metode ini
dipengaruhi oleh spesifikasi produk yang dipesan dan faktor-faktor
lainnya yang perlu dipertimbangkan.
F. Prosedur Akuntansi Sistem Harga Pokok Taksiran

a. Harga pokok taksiran disusun untuk dimasukkan kedalam sistem
akuntansi perusahaan

b. Rekening persediaan bahan baku, biaya gaji dan upah, serta rekening BOP
didebit dan dikredit sebesar harga pokok atau biaya yang sesungguhnya.

c. Rekening barang dalam proses untuk biaya bahan baku, biaya tenaga kerja
langsung dan biaya overhead pabrik dibebani (didebit) dengan biaya yang
sesungguhnya dinikmati. Rekening ini dikredit atas produk yang selesai
atau produk dalam proses pada akhir periode sebesar harga pokok taksiran.

SISTEM BIAYA TAKSIRAN | 5

d. Rekening persediaan produk selesai didebit sebesar harga pokok taksiran
aas produk selesai dan dikredit sebesar sebesar harga pokok taksiran atas
produk selesai yang dijual.

e. Rekening harga pokok penjualan didebit sebesar harga pokok taksiran atas
produk selesai yang dijual

f. Pada akhir periode harga pokok produk dalam proses dipindahkan dari
setiap rekening barang dalam proses ke dalam rekening persedian produk
dalam proses sebesar harga pokok taksirannya.

g. Pada akhir periode dihitung selisih biaya yang timbul, dengan jalan
membandingkan jumlah debit setiap rekening barang dalam proses
(menunjukkan biaya sesungguhnya) dengan sebelah kredit rekening
barang dalam proses yang sama (menunjukkan harga pokok taksiran),
serta memindahkan selisih biaya ke dalam rekening selisih biaya.

h. Setelah rekening selisih biaya dihitung, selanjutnya selisih tersebut
dialokasikan kembali ke dalam rekening harga pokok penjualan,
persediaan produk selesai, dan rekening persediaan produk dalam proses.

SISTEM BIAYA TAKSIRAN | 6

CONTOH SOAL SISTEM BIAYA TAKSIRAN
PT.ICHIBAN adalah sebuah perusahaan yang bergerak dalm produksi tas yang
diolah melalui satu departemen produksi. Dalam menentukan anggaran biaya
produksinya (budget of production costs), PT.ICHIBAN menggunakan sistem
biaya taksiran.
BBB (raw material cost)

Rp.4000

BTKL (direct labor cost)

Rp.3200

BOP (FOH)

Rp.1800

Jumlah biaya taksiran

Rp.9000

Data produksi selama bulan Oktober 1999 adalah sebagai berikut :
Produk jadi (finished goods) ditransfer ke gudang
Produk dlm proses akhir (goods in process)

1000 unit
200 unit

Data lain yang berkaitan dengan produksi selama bulan Oktober 1999 adalah:


Persed.awal Bhn Baku (beginning raw material inventory) Rp.300.000



Pembelian Bhn baku (raw material purchase) selama bulan Oktober yang
dilakukan secara kredit adalah Rp.4.000.000



Persed.akhir Bhn baku (ending raw material inventory) Rp.200.000



Produk yang terjual selama bulan Oktober adalah sebanyak 90 % dari produk
jadi.



Harga jual per unit Rp.11.000



BTKL (direct labor cost) sesungguhnya Rp.3.250.000



BOP (factory overhead) sesungguhnya Rp.1.810.000

Diminta :
Buatlah jurnal yang diperlukan untuk mencatat semua transaksi yang terjadi
selama bulan oktober 1999 beserta perhitungannya.

SISTEM BIAYA TAKSIRAN | 7

JAWABAN : CONTOH SOAL SISTEM BIAYA TAKSIRAN

1. Mencatat pembelian bahan baku.
Pembelian

Rp.4.000.000

Utang dagang

Rp4.000.000

2. Mencatat biaya bahan baku yang sesungguhnya dipakai (raw material used).
BDP-BBB

Rp.4.100.000

Persed.BB

Rp. 200.000

Persed.BB

Rp. 300.000

Pembelian

Rp.4.000.000

Perhitungan:
HP. Persed BB awal bulan

300.000

Pembelian

4.000.000 +
4.300.000

HP.Persed.BB akhir bulan

200.000 –

BBB selama bulan Oktober 2000

4.100.000

3. Mencatat BTKL yang sesungguhnya.
BDP-BTKL

Rp.3.250.000

Gaji dan upah

Rp.3.250.000

4. Mencatat BOP yang sesungguhnya terjadi.
BDP-BOP

Rp.1.810.000

BOP

Rp.1.810.000

5. Mencatat HP produk jadi.
Persed.produk jadi

Rp.9.000.000

BDP-BBB

Rp.4.000.000

BDP-BTKL

Rp.3.200.000

BDP-BOP

Rp.1.800.000

Perhitungan :
Kuantitas produk yang dihasilkan x bi. Taksiran per satuan.

SISTEM BIAYA TAKSIRAN | 8

BBB

= 1000 x 4000

= 4.000.000

BTKL

= 1000 x 3200

= 3.200.000

BOP

= 1000 x 1800

= 1.800.000 +

HP.Taks.produk jadi

9.000.000

6. Mencatat HP.Persed.produk dalam prosesakhir bulan.
Persed.produk dalam proses

Rp.1.300.000

BDP-BBB

Rp.800.000

BDP-BTKL

Rp.320.000

BDP-BOP

Rp.180.000

Perhitungan :
Unit ekuiv. BDP akhir x bi.taks.per satuan
BBB

= 200 x 100% x Rp.4000 = 800.000

BTKL

= 200 x 50 % x Rp. 3200 = 320.000

BOP

= 200 x 50 % x Rp. 1800 = 180.000 +

HP.persed.produk dlm proses akhir

1.300.000

7. Mencatat penjualan bulan Oktober 2000.
Piutang dagang

Rp.9.900.000

Hasil penjualan

Rp.9.900.000

Perhitugan: (90% x 1000 unit) x Rp.11.000 = 9.900.000

8. Mencatat HP produk yang terjual.
HPP

Rp.8.100.000

Persed.produk jadi

Rp.8.100.000

Perhitungan : (90% x 1000 unit) x Rp.9000 = 8.100.000

9. Mencatat selisih antara biaya taksiran dengan biaya sesungguhnya.
BDP-BBB

Rp.700.000

BDP-BTKL

Rp.270.000

BDP-BOP

Rp.170.000

Selisih

Rp.1.140.000

Perhitungan:
Selisih BBB

= 4.100.000 – 4.000.000 – 800.000 =

700.000

SISTEM BIAYA TAKSIRAN | 9

Selisih BTKL

= 3.250.000 – 3.200.000 – 320.000 =

270.000

Selisih BOP

= 1.810.000 – 1.800.000 – 180.000 =

170.000 +
1.140.000

BAB III
PENUTUP

SISTEM BIAYA TAKSIRAN | 10

Judul: Akuntansi Biaya

Oleh: Deny Aditya


Ikuti kami