Akuntansi Auditting

Oleh Hendri Sandoval'theindie-poetradias

27 tayangan
Bagikan artikel

Transkrip Akuntansi Auditting

BAB I
PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG

Bukti audit sangat besar pengaruhnya terhadap kesimpulan yang ditarik oleh auditor dalam
rangka memberikan pendapat atas laporan keuangan yang diauditnya. Oleh karena itu auditor
harus mengumpulkan dan mengevaluasi bukti yang cukup dan kompeten agar kesimpulan yang
diambilnya tidak menyesatkan bagi pihak pemakai dan juga untuk menghindar dari tuntutan
pihak – pihak yang berkepentingan di kemudian hari apabila pendapat yang diberikannya tidak
pantas. Tipe bukti audit berupa dokumentasi (bukti dokumenter) juga penting bagi auditor.
Namun, dokumentasi pendukung yang dibuat dan hanya digunakan dalam organisasi klien
merupakan bukti audit yang kualitasnya lebih rendah karena tidak adanya pengecekan dari
pihak luar yang bebas.
Bukti audit yang diperoleh selama pekerjaan lapangan harus didokumentasi- kan dengan baik
dalam kertas kerja audit, disertai dengan keterangan mengenai klasifikasi bukti auditnya. Hal
tersebut dimaksudkan agar auditor mudah dalam melakukan analsisis dan evaluasi lebih lanjut,
sehingga proses pengembangan temuan audit dapat dilakukan dengan baik berdasarkan unsurunsurnya.
Kertas kerja (working paper) merupakan mata rantai yang menghubungkan catatan klien
dengan laporan audit. Oleh karena itu, kertas kerja merupakan alat penting dalam profesi
akuntan publik. Dalam proses auditnya, auditor harus mengkumpulkan atau membuat berbagai
tipe bukti. Untuk mendukung simpulan dan pendapatnya atas laporan keuangan auditan. Untuk
kepentingan pengumpulan dan pembuata bukti itulah auditor membuat kertas kerja. SA Seksi
339 kertas kerja memberikan panduan bagi auditor dalam penyusunan kertas kerja dalam audit
atas laporan keuangan atau perikatan audit lainnya, berdasarkan seluruh standar auditing yang
ditetapkan Ikatan Akuntan Indonesia.

Kertas kerja audit (KKA) merupakan media yang digunakan auditor untuk mendokumentasikan
seluruh catatan, bukti dan dokumen yang dikumpulkan dan simpulan yang dibuat auditor dalam
setiap tahapan audit. Kertas kerja audit akan berfungsi mendukung laporan hasil audit. Begitu
pentingnya KKA ini sehingga KKA harus dijaga mutunya melalui proses reviu secara berjenjang.
Berdasarkan latar belakang diatas penulis tertarik mengangkat judul Bukti Audit dan Kertas
Kerja Audit.

B.

RUMUSAN MASALAH

Berdasarkan latar belakang masalah di atas, maka dapat diidentifikasi permasalahannya, yaitu :
1.

Bagaimana Bukti Audit?

2.

Bagaimana Kertas Kerja Audit?

C. TUJUAN MASALAH
Berdasarkan latar belakang dan rumusan masalah di atas maka penulisan makalah ini bertujuan
untuk mengetahui bagaimana Bukti Audit dan Kertas Kerja Audit.

PEMBAHASAN .
Bukti Audit
Bukti audit adalah segala informasi yang mendukung data yang disajikan dalam laporan
keuangan , yang terdiri dari data akuntansi dan informasi pendukung lainnya , yang dapat
digunakan oleh auditor sebagai dasar untuk menyatakan pendapatnya mengenai kewajaran
laporan keuangan tersebut.
Dasar pembahasan bukti audit adalah Standar Pekerjaan Lapangan khususnya standar
ketiga ,mendasari pembahasan bukti audityang berbunyi : “ Bukti audit kompeten yang cukup
harus diperoleh melalui inspeksi, pengamatan, permintaan keterangan dan konfirmasi sebagai
dasar untuk menyatakan pendapat atas laporan keuangan yang diaudit “.

Bukti kurang kompeten

Faktor Kompetensi

Dari luar perusahaan yg
independen

Dari dalam perusahaan

Pengendalian intern lemah

SUMBER

Perolehan atau pengetahuan
tidak langsung

Relevan tidak langsung

Subyektif

Pengendalian intern baik
Perolehan atau
pengetahuan langsung

RELEVANSI

OBYEKTIVITAS

Bukti di terapkan pada selain
pada tgl neraca

Bukti Lebih Kompeten

SAAT/WAKTU

Relevan langsung

Obyektif

Bukti diterapkan pada tgl
neraca

Elemen Kunci Program Audit dapat digambarkan sebagai berikut :
Top-down : Mengevaluasi bukti tentang laporan keuangan yang diharapkan dari pengetahuan atas
entitas serba bisnis dan industrinya.

Prosedur analitis
Prosedur awal
Pengujian estimasi akuntansi
Pengujian penyajian dan pengungkapan
Pengujian pengendalian

Pengujian transaksi
Pengujian saldo
Bottom-Up : Mengevaluasi bukti transaksi pendukung dan akumulasinya dalam laporan keuangan

Bukti audit (audit evidence) mendukung laporan keuangan yang terdiri dari data akuntansi dan
semua informasi penguat yang tersedia bagi auditor.
Jurnal, buku besar dan buku pembantu, dan buku pedoman akuntansi yang berkaitan, serta
catatan seperti lembaran kerja (work sheet) dan spread sheet yang mendukung alokasi biaya,
perhitungan, dan rekonsiliasi keseluruhannya merupakan bukti yang mendukung laporan
keuangan.
Ukuran keabsahan (validity) bukti tersebut untuk tujuan audit tergantung pada pertimbangan
auditor independen; dalam hal ini bukti audit berbeda dengan bukti hukum (legal evidence) yang
diatur secara tegas oleh peraturan perundang-undangan.
Bukti audit (audit evidence) mendukung laporan keuangan yang terdiri dari data akuntansi dan
semua informasi penguat yang tersedia bagi auditor.
Jurnal, buku besar dan buku pembantu, dan buku pedoman akuntansi yang berkaitan, serta
catatan seperti lembaran kerja (work sheet) dan spread sheet yang mendukung alokasi biaya,
perhitungan, dan rekonsiliasi keseluruhannya merupakan bukti yang mendukung laporan
keuangan
Standar Pekerjaan Lapangan Ketiga (IAI) :
“Bukti audit kompeten yang cukup harus diperoleh melalui inspeksi, pengamatan, pengajuan
pertanyaan dan konfirmasi sebagai dasar yang memadai untuk menyatakan pendapat atas laporan
keuangan yang diaudit”
Kompetensi Bukti Audit
Kompetensi bukti audit : berhubungan dengan kualitas atau keandalan data akuntansi dan
informasi penguat Kompetensi Data Akuntansi Keandalan catatan akuntansi dipengaruhi secara
langsung oleh efektivitas pengendalian intern.Terdiri dari : Jurnal, Buku Besar dan Buku
Pembantu, Buku Pedoman Akuntansi yang berkaitan, lembar kerja dan spread sheet) Kompetensi
Informasi Penguat Informasi tertulis maupun elektronik (cek, catatan eketronik fund system,
faktur, surat kontrak, notulen rapat, konfirmasi dan representasi tertulis dari pihak yang
mengetahui, informasi melalui permintaan keterangan, pengamatan, inspeksi dan pemeriksaan
phisik, serta informasi lain yang dikembangkan oleh dan atau tersedia bagi auditor.
Bahan bukti adalah segala informasi yang digunakan oleh auditor untuk menentukan apakah
laporan keuangan yang diaudit telah sesuai dengan kriteria yang ditetapkan.

Keputusan Bahan Bukti Audit
Keputusan utama yang dihadapi auditor terkait bahan bukti adalah menentukan jenis dan jumlah
bahan bukti, agar memperoleh keyakinan memadai bahwa seluruh komponen laporan keuangan
telah disajikan wajar, dan bahwa klien telah menerapkan pengendalian intern yang efektif.
Tipe Auditor
Auditor Independen
Auditor profesional yang menyediakan jasanya kepada masyarakat umum, terutama dalam
bidang audit atas laporan keuangan yang dibuat oleh klienya.
Auditor Pemerintah
Auditor profesional yang bekerja di instansi pemerintah yang tugas pokoknya melakukan audit
atas pertanggungjawaban keuangan yang disajikan oelh unti-unti organisasi atau entitas
pemerintahan atau pertanggungjawaban yang ditujukan kepada pemeintah.
Auditor Intern
Auditor yang bekerja dalam perusahaan (perusahaan negara maupun perusahaan swasta) yang
tugas pokoknya adalah menetukan apakah kebijakan dan prosudur yang ditetapkan oleh
manajmen puncak dipatuhi, menentukan baik atau tidaknya penjagaan terhadap kekayaan
organisasi, menetukan efisiensi dan efektivitas prosedur kegiatan organisasi serta menetukan
keandalan informasi yang dihasilkan oleh berbagai bagian organisasi

KERTAS KERJA AUDIT (WORKING PAPER)
Kertas kerja audit merupakan kertas-kertas yang diperoleh akuntan selama melakukan
pemeriksaan dan dikumpulkan untuk memperlihatkan pekerjaan yang telah dilaksanakan, metode
dan prosedur pemeriksaan yang diikuti serta kesimpulan-kesimpulan yang telah dibuatnya.
Contoh kertas kerja antara lain :Catatan memo ; Hasil analisa jawaban konfirmasi, Clients
Representation Letter ; Komentar yang dibuat atau didapat oleh akuntan pemeriksa ; Tembusan
(copy) dari dokumen penting dari suatu daftar baik yang diperoleh ataupun yang didapat dari
klien dan diverifikasi oleh akuntan.
Persuasivitas bahan bukti dapat dilihat dari 2 sisi, yaitu:

Kompetensi Bahan Bukti. Mengacu kepada reliabilitas bahan bukti, sejauh mana bahan bukti
tersebut dapat diyakini kebenarannya.
7 Karakteristik kompetensi bahan bukti :
1. Relevansi. Bahan bukti yang dikumpulkan harus selaras dengan tujuan audit.
2. Independensi penyedia data. Bahan bukti/data yang berasal dari sumber luar lebih dapat
dipercaya daripada data yang berasal dari dalam perusahaan.
3. Efektifitas Pengendalian Intern. Bahan bukti yang diperoleh dari suatu perusahaan yang
memiliki pengendalian intern yang efektif lebih dapat diandalkan daripada jika
pengendalian intern lemah
4. Pemahaman langsung yang diperoleh auditor. Informasi yang diperoleh langsung sendiri
oleh auditor lebih dapat diandalkan daripada jika informasi tersebut berasal dari orang
lain
5. Kualifikasi orang yang menyediakan informasi. Informasi dari orang yang memiliki
kualifikasi lebih dapat dipercaya daripada informasi yang berasal dari orang yang tidak
memiliki kualifikasi.
6. Tingkat Obyektifitas. Bahan bukti obyektif adalah bahan bukti yang bersumber dari
luar/ekstern perusahaan, seperti konfirmasi, faktur pembelian dll. Bahan bukti subyektif
adalah bahan bukti yang bersumber dari intern perusahaan, seperti salinan faktur
penjualan, ayat-ayat jurnal, dll.
7. Ketepatan Waktu. Ketepatan waktu ini mengacu, baik kepada kapan bahan bukti tersebut
dikumpulkan, dan periode akuntansi yang dicakup oleh audit.
Kecukupan Bahan Bukti. Mengacu kepada jumlah bahan bukti yang dikumpulkan, berapa
besar ukuran sampel yang akan diambil.
2 faktor yang mempengaruhi keputusan ukuran sampel adalah:
1. Ekspektasi auditor akan kemungkinan salah saji material
2. Efektifitas pengendalian intern klien
Tipe Audit
 Audit Laporan Keuangan (Finacial Statemen Audit)
 Audit yang dilakukann oleh auditor independen terhadap laporan keuangan yang
sisajikan oleh kliennya untuk menyatakan pendapat mengenai kewajaran laporan
keuangan tersebut.
 Audit kepatuhan (Compliance Audit)
 Audit yang tujuannya untuk menentukan apakah yang diaudit sesuai dengan
kondisi atau peraturan tertentu.
 Audit Oprasional (Operational Audit)
Review secara sistematik kegiatan organisasi atau bagian daripadanya, dalam hubungan
dengan

JENIS-JENIS BAHAN BUKTI AUDIT
Pengujian Fisik. Yaitu menguji/menghitung fisik aktiva berwujud. Umumnya yang diuji adalah
persediaan, kas, surat-surat wesel, dll.
Konfirmasi. Yaitu penerimaan tanggapan dari pihak ketiga yang independen mengenai akurasi
informasi sebagaimana yang dimaksud oleh auditor. Contoh: konfirmasi atas piutang usaha,
hutang usaha, dll.
Dokumentasi. Yaitu pemeriksaan terhadap catatan-catatan yang dibuat oleh klien. Biasanya
disebut vouching.
Prosedur Analitis. Yaitu evaluasi informasi keuangan dengan cara mempelajari hubungan logis
antara data keuangan dengan data non keuanagan, meliputi rasio dan perbandingan antara jumlah
yang tercatat dengan ekspektasi auditor.
Tanya jawab dengan klien. Mendapatkan informasi dengan cara mengajuan pertanyaan baik
secara lisan maupun tertulis kepada klien/pegawai klien.
Reperformance/Pelaksanaan Ulang/Uji hitung. Auditor menguji perhitungan yang dilakukan
klien. Misalnya menghitung kembali penjumlahan ke bawah, menghitung kembali perkalian
antara harga jual per unit dengan kuantitas barang yang terjual, dll.
Observasi/Pengamatan. Penggunaan alat indera untuk menentukan aktivitas tertentu, seperti
penglihatan, pendengaran, penciuman, perasaan, dll.

Isi Kertas Kerja Audit
Kertas kerja harus cukup memperlihatkan bahwa catatan akuntansi cocok dengan laporan
keuangan atau informasi lain yang dilaporkan serta standar auditing yang dapat diterapkan telah
dilaksanakan.
Dalam SA 339 dikemukakan bahwa kertas kerja biasanya berisi dokumentasi yang
memperlihatkan :

Pemeriksaan telah direncanakan dan disupervisi dengan baik, yang menunjukkan
dilaksanakannya standar pekerjaan lapangan yang pertama.


Pemahaman yang memadai atas struktur pengendalian intern telah diperoleh untuk
merencanakan audit dan menentukan sifat, saat, dan lingkup pengujian yang telah dilakukan.

Bukti audit telah diperoleh, prosedur pemeriksaan yang telah diterapkan dan pengujian
yang telah dilaksanakan, yang memberikan bukti kompeten yang cukup sebagai dasar yang
memadai untuk menyatakan pendapat atas laporan keuangan auditan, yang menunjukkan
dilaksanakannya standar pekerjaan lapangan yang ketiga.
Tujuan Pembuatan Kertas Kerja Audit


Untuk mengkoordinasi dan mengorganisasi semua tahap pengauditan


Sebagai pendukung yang penting terhadap pendapat akuntan atas laporan keuangan yang
diauditnya


Sebagai penguat kesimpulan akuntan dan kompetensi pengauditannya.



Sebagai Pedoman dalam pengauditan berikutnya.

Tipe Kertas Kerja :


Audit program

Agar tak menimbulkan kerancuan istilah maka perlu dipisahkan pengertian Audit program dan
Audit Procedure. Audit program (program pemeriksaan) merupakan daftar prosedur pengauditan
untuk seluruh pemeriksaan elemen tertentu. Sedangkan Procedure audit adalah instruksi terinci
untuk mengumpulkan tipe bukti pemeriksaan tertentu yang harus diperoleh pada saat
pemeriksaan. Program pemeriksaan dapat digunakan untuk merencanakan berapa orang yang
diperlukan untuk melaksanakan pemeriksaan, serta jadwal pemeriksaan yang direncanakan.


Working Trial Balance

Merupakan suatu daftar yang memuat saldo dari seluruh rekening buku besar pada akhir tahun
yang diperiksa dari akhir tahun sebelumnya, koreksi yang diusulkan serta saldo menurut hasil
pemeriksaan. Kertas kerja ini dapat pula dipisahkan menjadi Working Balance Sheet dan
Working Profit and Loss.


Summary of adjusment journal entries

Ringkasan ini merupakan daftar yang berisikan journal-journal koreksi yang diusulkan kepada
klien yang diperoleh selama pemeriksaan berlangsung.


Top Schedules

Merupakan kertas kerja pemeriksaan yang digunakan untuk meringkas informasi yang dicatat
dalam daftar pendukung untuk rekening-rekening yang berhubungan.



Supporting schedules

Merupakan kertas kerja yang memuat detail dari pada temuan hasil pemeriksaan, serta koreksikoreksi yang ada, serta memuat berbagai informasi dan teknik pemeriksaan yang dilaksanakana
oleh akuntan.
Dengan kata lain supporting schedule merupakan rincian dari pada top schedule.
TAHAP PENYUSUNAN AUDITED FINANCIAL STATEMENTS.
a). Pembuatan atau pengumpulan daftar pendukung (supporting schedules) sebagai langkah
pengumpulan bukti pemeriksaan.
b). Penyusunan daftar utama (lead schedules atau top schedules) dengan cara meringkas
supporting schedules dan summary of adjustment journals entris.
c). Meringkas informasi yang tercantum dalam daftar utama dan daftar pendukung ke dalam
Working Trial Balance.
d). Menyusun Audited Financial Statements.
PENGARSIPAN KERTAS KERJA AUDIT.
Current File, yaitu arsip pemeriksaan tahunan yang diperoleh dari pemeriksaan tahun berjalan,
informasi dari current file pada umumnya mempunyai manfaat untuk tahun yang
diperiksa.Contoh : Neraca saldo, Berita acara kas opname, Rekonsiliasi bank, Rincian piutang,
Rincian persediaan Rincian utang, Rincian biaya dan lain lain.
Permanent File, merupakan arsip kertas kerja yang secara relatif tidak mengalami perubahan.
Arsip ini dapat digunakan berulang ulang untuk beberapa periode pengauditan.
Contoh : Akte pendirian,Accounting manual (pedoman akuntansi), Kontrak kontrak,Notulen
rapat

Tujuan dari permanent file :


Sebagai acuan yang digunakan untuk pemeriksaan tahun-tahun mendatang.


Memberikan ringkasan mengenai kebijakan dan organisasi klien bagi staff yang baru
pertamakali menangani pemeriksaan laporan keuangan.

Untuk menghindari pengulangan pembuatan kertas kerja yang sama dari tahun ke tahun.
Corespondence file, merupakan arsi surat menyurat, facsimili dan lain lain.

KEPEMILIKAN KERTAS KERJA AUDIT.
Kertas kerja audit akuntan yang disusun selama pelaksanaan audit, baik yang disusun oleh
auditor sendiri maupun yang disusunkan oleh klien untuk auditor, adalah milik auditor (akuntan
publik) ; oleh karena itu semua kertas kerja tersebut harus disimpan oleh auditor dengan sebaikbaiknya, dalam arti disimpan secara teratur sesuai dengan urutan yang logis.
Walaupun kertas kerja tersebut milik auditor, tetapi auditor dilarang memperlihatkan atau
membocorkan informasi yang ada pada kertas kerja tersebut kepada pihak ketiga tanpa seizin
kliennya, kecuali atas perintah pengadilan atau profesi akuntan. Selama melaksanakan audit,
auditor memperoleh sejumlah informasi yang sifatnya rahasia antara lain berupa informasi
tentang gaji karyawan penting (key personels), rencana advertensi, data biaya produksi dan
metode penentuan harga jual produk. Jika auditor membocorkan informasi-informasi pada pihak
ketiga atau kepada karyawan kliennya, maka auditor tersebut dapat dimintai pertanggung
jawabannya atau dituntut ke pengadilan.

BAB III
PENUTUP

A.

Kesimpulan

Bukti Audit merupakan segala informasi yang mendukung angka - angka atau informasi lain
yang disajikan dalam laporan keuangan, yang dapat digunakan oleh auditor sebagai dasar untuk
menyatakan pendapatnya. Bukti audit yang mendukung laporan keuangan terdiri dari data
akuntansi dan semua informasi penguat (corroborating information) yang tersedia bagi auditor.
Kertas kerja audit merupakan kertas-kertas yang diperoleh akuntan selama melakukan
pemeriksaan dan dikumpulkan untuk memperlihatkan pekerjaan yang telah dilaksanakan, metode
dan prosedur pemeriksaan yang diikuti serta kesimpulan-kesimpulan yang telah dibuatnya.

Kertas kerja audit berfungsi sebagai; jembatan/mata rantai yangmenghubungkan antara catatan
auditi dengan laporan hasil audit, dan dapatpula dipergunakan auditor untuk mempertanggung
jawabkan prosedur/langkahaudit yang dilakukannya, mengkoordinir dan mengorganisir semua
tahap auditmulai dari perencanaan sampai pelaporan, dan sebagai dokumen yang dapatdigunakan
oleh auditor berikutnya.
Kertas kerja yang baik harus lengkap, teliti, ringkas, jelas dan rapi, disimpan dan dijaga
kerahasiannya. Agar mudah diakses, lazimnya kertas kerja audit dikelompokkan dalam berkas
permanen (permanent file), berkas berjalan (current file), berkas lampiran dan berkas khusus.

B.

Saran-saran

Diharapkan pada pambaca makalah ini dapat dengan mudah memahami tantang Bukti Audit dan
Kertas Kerja Audit. Dan diharapkan juga kepada pembuat makalah selanjutnya agar lebih
mengembangkan pembahasan tentang pengauditan yang telah kami buat.

Judul: Akuntansi Auditting

Oleh: Hendri Sandoval'theindie-poetradias


Ikuti kami