Akuntansi Anggaran Dan Akuntansi Pendapatan

Oleh Stephania Mutiasari

137,2 KB 17 tayangan 0 unduhan
 
Bagikan artikel

Transkrip Akuntansi Anggaran Dan Akuntansi Pendapatan

A K U N TA N S I ANGGARAN DAN A K U N TA N S I P E N D A PATA N KELOMPOK 2 : 1. C H R I S T O P H E R R I C A R D O S I T O M P U L 2. S T E P H A N I A M U T I A S A R I 3. U L I A R I H T A B R G I N T I N G DASAR HUKUM Peraturan Pemerintah Nomor 71 Tahun 2010 tentang Standar Akuntansi Pemerintahan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 213/PMK.05/2013 tentang Sistem Akuntansi dan Pelaporan Keuangan Pemerintah Pusat Peraturan Menteri Keuangan Nomor 270/PMK.05/2014 tentang Penerapan Standar Akuntansi Pemerintahan Berbasis Akrual pada Pemerintah Pusat AKUNTANSI ANGGARAN Teknik pertanggungjawaban dan pengendalian manajemen yang digunakan untuk membantu pengelolaan pendapatan, belanja, transfer, dan pembiayaan • PSAP Nomor 02, Par. 18 STRUKTUR ANGGARAN 1 Pendapatan Negara dan Hibah xxxxxx 2 Belanja Negara : xxxxxx 3 Belanja Pemerintah Pusat xxxxxx 4 Transfer ke Daerah xxxxxx 5 Jumlah Belanja (3+4) xxxxxx 6 Surplus/Defisit (1–5) xxxxxx 7 Pembiayaan xxxxxx 8 Penerimaan Pembiayaan xxxxxx 9 Pengeluaran Pembiayaan xxxxxx 10 11 Pembiayaan Netto (8–9) SiLPA/SiKPA (6+10) xxxxxx xxxxxx JURNAL STANDAR ANGGARAN Dilakukan secara single entry Dilaksanakan ketika UU APBN dan DIPA terbit Jurnal APBN diselenggarakan oleh sistem kas umum negara (SAKUN) Jurnal DIPA diselenggarakan oleh sistem akuntansi instansi (SAI) DOKUMEN SUMBER DAN AKUN AKUNTANSI ANGGARAN No. Akun Dokumen Instasi 1 Kr Estimasi Pendapatan APBN Kemeneku (BUN) 2 Kr Estimasi Pendapatan yang Dialokasikan DIPA dan Revisi K/L atau Satker (selaku PA/ KPA) 3 Kr Estimasi Penerimaan Pembiayaan APBN Kemenkeu (BUN) 4 Kr Estimasi Penerimaan Pembiayaan yang Dialokasikan DIPA dan Revisi Satker di bawah Kemenkeu 5 Dr Apropriasi Belanja/ Transfer APBN Kemenkeu (BUN) 6 Dr Allotment Belanja/ Transfer DIPA Belanja = K/L atau Satker (selaku PA/KPA) Transfer = Satker di bawah Kemenkeu 7 Dr Apropriasi Pengeluaran Pembiayaan APBN Kemenkeu (BUN) 8 Dr Allotment Pengeluaran Pembiayaan DIPA Satker di bawah Kemenkeu ESTIMASI PENDAPATAN & ESTIMASI PENDAPATAN YANG DIALOKASIKAN Estimasi Pendapatan Pajak Estimasi Pendapatan Negara Bukan Pajak • Contoh Jurnal : Estimasi Pendapatan Kr Estimasi Pendapatan Pajak (sesuai MAP) xxxxx ESTIMASI PENERIMAAN PEMBIAYAAN & ESTIMASI PENERIMAAN PEMBIAYAAN YANG DIALOKASIKAN • Jurnal APBN : Kr Estimasi Penerimaan Pembiayaan (sesuai MAP) xxxxx • Jurnal DIPA dalam Buku Besar Kas : Kr Estimasi Penerimaan Pembiayaan (sesuai MAP) xxxxx APPROPRIASI BELANJA/TRANSFER & ALLOTMENT BELANJA/TRANSFER • Merupakan anggaran belanja/transfer dalam APBN (Appropriasi) maupun DIPA (Allotment) • Khusus untuk Allotment Transfer hanya dilakukan unit organisasi di bawah Kemenkeu, karena pengeluaran transfer hanya dilakukan Kemenkeu selaku BUN • Belanja dibagi berdasarkan jenis belanja : a. Belanja Pegawai e. Belanja Subsidi b. Belanja Barang f. c. Belanja Modal g. Belanja Bantuan Sosial d. Belanja Bunga h. Belanja Lain-lain Belanja Hibah APPROPRIASI BELANJA/TRANSFER & ALLOTMENT BELANJA/TRANSFER (2) • Contoh Jurnal : Dr Appropriasi Belanja Bunga (sesuai MAK) xxxxx Dr Allotment Belanja Pegawai (sesuai MAK) xxxxx APPROPRIASI BELANJA/TRANSFER & ALLOTMENT BELANJA/TRANSFER (3) • Jurnal Transfer dibagi menjadi : a. Dana Bagi Hasil Pajak b. Dana Bagi Hasil Sumber Daya Alam c. Dana Alokasi Umum d. Dana Alokasi Khusus • Contoh Jurnal : Dr Appropriasi Transfer Dana Alokasi Umum (sesuai MAK) xxxxx Dr Allotment Transfer Dana Alokasi Umum (sesuai MAK) xxxxx APPROPRIASI PENGELUARAN PEMBIAYAAN & ALLOTMENT PENGELUARAN PEMBIAYAAN • Jurnal APBN : Dr Appropriasi Pengeluaran Pembiayaan (sesuai MAP) xxxxx • Jurnal DIPA dalam Buku Besar Kas : Dr Allotment Pengeluaran Pembiayaan (sesuai MAP) xxxxx AKUNTANSI PENDAPATAN Pendapatan LRA Pemerintah Pusat • Semua penerimaan RKUN yang menambah Saldo Anggaran Lebih dalam periode tahun anggaran yang bersangkutan yang menjadi hak pemerintah, dan tidak perlu dibayar kembali oleh pemerintah (basis kas) Pendapatan LO Pemerintah Pusat • Hak pemerintah pusat yang diakui sebagai penambah ekuitas dalam periode tahun anggaran yang bersangkutan dan tidak perlu dibayar kembali (basis akrual) KLASIFIKASI PENDAPATAN PEMERINTAH PUSAT • Pengklasifikasian mengacu pada UU No 17 Tahun 2003 • Tidak ada perbedaan klasifikasi antara pendapatan LRA dengan pendapatan LO Pendapatan Negara Bukan Pajak 2 1 3 Pendapatan Perpajakan Pendapatan Hibah PENGAKUAN PENDAPATAN LRA (BASIS KAS) 1) Saat kas/uang telah diterima pada RKUN 2) Saat kas/uang telah diterima Bendahara Penerimaan meskipun pada tanggal pelaporan belum disetorkan ke RKUN, dengan ketentuan Bendahara Penerimaan tersebut merupakan bagian dari BUN 3) Saat kas/uang telah diterima Satker, yang digunakan langsung tanpa disetor ke RKUN, dengan syarat entitas penerima wajib melaporkannya kepada BUN untuk diakui sebagai pendapatan negara 4) Saat kas/uang yang berasal dari hibah langsung dalam/luar negeri diterima entitas, dan entitas penerima telah melaporkannya kepada BUN untuk diakui sebagai pendapatan negara 5) Saat kas/uang diterima entitas lain di luar entitas pemerintah berdasarkan otoritas yang diberikan oleh BUN, dan BUN mengakuinya sebagai pendapatan 6) Pendapatan BLU diakui pemerintah pada saat pendapatan tersebut dilaporkan atau disahkan oleh unit yang mempunyai fungsi perbendaharaan Pada akuntasi basis akrual, hibah dalam bentuk barang/jasa tidak diakui dan tidak dilaporkan dalam LRA PENGAKUAN PENDAPATAN LO • Pendapatan-LO diperoleh berdasarkan peraturan perundangundangan, diakui pada saat timbul hak untuk menagih pendapatan. • Pendapatan-LO diperoleh sebagai imbalan atas suatu pelayanan yang telah selesai diberikan berdasarkan peraturan perundang-undangan, diakui pada saat timbul hak untuk menagih imbalan. • Pendapatan-LO yang diakui pada saat direalisasi adalah hak yang diterima pemerintah tanpa didahului adanya penagihan. PENGAKUAN PENDAPATAN LO 1) Pengakuan Pendapatan Perpajakan-LO • Sistem Withholding : diakui pada saat pajak diterima di kas negara • Sistem official assessment : diakui pada saat timbulnya hak untuk menagih pendapatan dengan terbitnya SKP • Sistem self assessment : diakui pada saat kas diterima di kas negara tanpa didahului dengan surat ketetapan 2) Pengakuan Pendapatan Bukan Pajak-LO • Kas diterima dari Wajib Bayar atas manfaat yang telah diperoleh (contoh : biaya pelayanan pembuatan paspor) • Saat terbit surat ketetapan kurang bayar PNBP atau penetapan denda keterlambatan Kondisi unearned revenue : uang diterima dibukukan sebagai pendapatan, akhir tahun dilakukan penyesuaian PENGAKUAN PENDAPATAN LO 3) Pengakuan Pendapatan LO – Hibah • Pemberian hibah didasarkan sudah melaksanakan suatu kegiatan/persyaratan tertentu, hibah diakui saat entitas penerima hibah telah melaksanakan kegiatan/memenuhi persyaratan • Pemberian hibah tidak didarkan pada persyaratan : a. Diakui setelah timbulnya hak, ditandai penandatangan perjanjian hibah (jika ada) b. Diakui saat dana hibah/barang diterima (jika tidak ada perjanjian hibah) Pencatatan Hibah diteruspinjamkan/diterushibahkan : • Saat diterima : pendapatan hibah • Saat dipinjamkan : pengeluaran pembiayaan • Saat diterushibahkan : belanja hibah PENGUKURAN PENDAPATAN LRA Dibukukan sebesar nilai nominal/yang tertera dalam Surat Setoran Transaksi mata uang asing dibukukan dalam rupiah menggunakan kurs bank sentral pada tanggal transaksi Dilakukan dengan menggunakan asas bruto PENGUKURAN PENDAPATAN LO • Menggunakan ASAS BRUTO • KECUALI untuk migas, karena masih harus mempertimbangkan unsurunsur kewajiban pemerintah Hibah LO a. Hibah KAS, sebesar nilai kas yang diterima b. Hibah barang/jasa/surat berharga yang menyertakan nilai hibah, sebesar nilai nominal pada saat penerimaan hibah c. Hibah barang/jasa/surat berharga yang tidak menyertakan nilai hibah, dilakukan penilaian berdasarkan biaya, harga pasar, atau perkiraan/taksiran harga wajar d. Hibah tidak dapat diukur : diungkapkan dalam CaLK JURNAL STANDAR PENDAPATAN LRA DAN PENDAPATAN LO Jurnal pendapatan LRA dibuat saat kas diterima, sedangkan jurnal pendapatan LO dibuat ketika hak atas pendapatan timbul (kas diterima tanpa adanya penagihan) Adapun jurnal terkait realisasi pendapatan adalah 1. Pendapatan LO saat timbu piutang, hanya dibuat oleh SAI dalam Buku Besar Akrual. Piutang jangka pendek xxxxx Pendapatan LO xxxxx 2. Pendapatan tanpa didahului piutang yang diterima bendahara penerimaan. ---Buku besar kas SAI - Satker Kas di bendahara penerimaan Pendapatan LRA- PNBP xxxxx xxxxx ---Buku Besar Akrual SAI – Satker Kas di bendahara penerimaan xxxxx Pendapatan LO- PNBP xxxxx 3. Pendapaan tanpa didahului piutang yang diterima langsung di RKUN ---Buku besar Kas SAI – Satker Diterima dari Entitas Lain Pendapatan LRA PNBP ---Buku Besar Akrual SAI – Satker xxxxx Diterima dari Entitas Lain Pendapatan LO PNBP xxxxx xxxxx ---Buku Besar Kas dan Akrual (SAKUN) Kas di Kas Umum Negara Diterima dari Entitas Lain xxxxx xxxxx xxxxx 4. Penerimaan Pelunasn Piutang Pendapatan ---Buku Besar Kas SAI – Satker Diterima dari Entitas Lain Pendapatan LRA PNBP ---Buku Besar Akrual SAI – Satker xxxx Diterima dari Entitas Lain Piutang Pendapatan xxxxx xxxxx ---Buku Besar Kas dan Akrual (SAKUN) Kas di Kas Umum Negara Diterima dari Entitas Lain xxxxx xxxxx xxxxx 5. Jurnal Pendapatan Hibah a. Hibah terencana bentuk uang ---Buku Besar Kas – Satker Pengelola Diterima dari Entitas Lain Pendapatan LRA Hibah xxxxx xxxxx ---Buku Besar Akrual – Satker Pengelola Diterima dari Entitas Lain Pendapatan LO Hibah xxxxx xxxxx ---Buku Besar Kas dan Akrual (SAKUN) Kas di Kas Umum Negara Diterima dari Entitas Lain xxxxx xxxxx b. Hibah Langsung bentuk uang ---buku besar Kas – Satker Pengelola Diterima dari Entitas Lain xxxxx Pendapaan LRA Hibah xxxxx ---Buku Besar Akrual – Satker Pengelola Diterima dari Entitas Lain xxxxx Pendapaan LO Hibah xxxxx ---Buku Besar Akrual dan Kas – SAKUN Kas dan Setara Kas xxxxx Diterima dari Entitas Lain xxxxx ---Buku Besar Akrual – Satker Penerima Kas Hibah Ekuitas xxxxx xxxxx c. Pendapatan hibah langsung barang/ jasa/ surat berharga ---Buku Besar Akrual – SAKUN Diterima dari Entitas Lain xxxxx Pendapaan LO Hibah xxxxx ---Buku Besar Akrual – Satker Penerima Aset Tetap Ekuitas xxxxx xxxxx KOREKSI ATAS KESALAHAN MEMBUKUKAN PENDAPATAN Kesalahan yang membutuhkan koreksi ada yang sistemik dan berulang yaitu yang bersifat normal dari jenis transaksi tertentu dan diperkirakan akan berulang, dan yang tidak berulang yaitu kesalahan yang diharapkan tidak akan terjadi kembali. Adapun jurnal koreksi adalah 1. Koreksi pengembalian pendapatan yang sifatnya berulang dan sistemik. ---Buku besar kas SAI - Satker Pendapatan LRA xxxxx Diterima dari entitas lain xxxxx ---Buku besar akrual SAI - Satker Pendapatan LO xxxxx Diterima dari entitas lain xxxxx ---Buku besar kas dan akrual - SAKUN Diterima dari entitas lain Kas di KUN xxxxx xxxxx 2. Koreksi kekurangan pendapatan yang sifatnya berulang dan sistemik ---Buku besar Kas SAI – Satker Diterima dari Entitas Lain Pendapatan LRA …… ---Buku Besar Akrual SAI – Satker xxxxx xxxxx Diterima dari Entitas Lain Pendapatan LO …… xxxxx ---Buku Besar Kas dan Akrual (SAKUN) Kas di KUN …… Diterima dari Entitas Lain xxxxx xxxxx xxxxx 3. Koreksi kesalahan pendapatan yang sifatnya tidak berulang sebelum Laporan Keuangan terbit Koreksi dilakukan dengan pembetulan pada akun yang bersangkutan, baik pada akun pendapatan LRA maupun akun pendapatan LO (seperti penambahan/pengurangan transaksi pendapatan biasa) Jurnalnya sama dengan koreksi sebelumnya : - Pengembalian pendapatan dibukukan sebagai pengurang pendapatan - Penerimaan yang berasal dari setoran atas kekurangan pendapatan dibukukan sebagai penambah pendapatan 4. Koreksi kesalahan pendapatan yang sifatnya tidak berulang setelah Laporan Keuangan terbit Pembetulan pada akun SAL hanya dilakukan oleh SAKUN ---Buku Besar kas – SAKUN Saldo Anggaran Lebih xxxxx Kas di KUN xxxxx Pembetulan pada akun Kas ---Buku Besar akrual – SAI Ekuitas xxxxx Ditagihkan ke Entitas Lain xxxxx ---Buku Besar akrual – SAKUN Ditagihkan ke Entitas Lain Kas di KUN xxxxx xxxxx 4. Koreksi kekurangan pendapatan yang sifatnya tidak berulang setelah Laporan Keuangan terbit Pembetulan pada akun SAL hanya dilakukan oleh SAKUN ---Buku Besar kas – SAKUN Kas di KUN xxxxx Saldo Anggaran Lebih xxxxx Pembetulan pada akun Kas ---Buku Besar akrual – SAI Diterima dari Entitas Lain Ekuitas xxxxx xxxxx ---Buku Besar akrual – SAKUN Kas di KUN xxxxx Diterima dari Entitas Lain xxxxx PENYAJIAN DAN PENGUNGKAPAN Pendapatan LRA disajikan dalam Laporan Realisasi anggaran, sedanngkan Pendapatan LO disajikan dalam Laporan Operasional. Keduanya disajikan menurut jenis pendapatan dalam nilai mata uang rupiah. Rincian lebih lanjut mengenai jenis pendapatan ada pada Catatan Atas Laporan Keuangan. Transaksi dalam mata uang asing dikonversi ke dalam rupiah memakan nilai kurs tengah bank sentral pada tanggal terjadinya transaksi. TERIMA KASIH

Judul: Akuntansi Anggaran Dan Akuntansi Pendapatan

Oleh: Stephania Mutiasari

Ikuti kami