Akuntansi

Oleh Indra Gunanda

598,3 KB 6 tayangan 0 unduhan
 
Bagikan artikel

Transkrip Akuntansi

dodi be_x    Beranda standar KD Latihan soal Rabu, 07 November 2012 materi ekonomi kelas xi semester 2 Akutansi sebagai sistem informasi Sejarah Awal Akuntansi Menurut Ahmed Riahi-Belkaoui dalam bukunya Teori Akuntansi menguraikan beberapa usaha yang dilakukan untuk mengidentifikasi, tempat dan waktu lahirnya sistem pembukuan berpasangan atau sekarang disebut akuntansi adalah sebagai berikut : a. Akuntansi dalam berbagai peradaban Sistem pencatatan telah ada sejak kurang dari 300 SM, yakni  Peradaban Kaldea-Babilonia, Astria, dan Samaria.  Peradaban Mesir  Peradaban China  Peradaban Yunani yang memperkenalkan sistem akuntansi pada tahun 256 SM  Peradaban Roma  Peran Pedagang Italia  Metode pembukuan berpasangan atau akuntansi dikenal oleh pedagang Italia sekitar abad ke-14  Buku pertama yang membahas pembukuan berpasangan ditulis oleh Masari di tahun 1340  Menurut Raymond de Rover, pada tahun 1250 dan 1400, pedagang italia menggabungkan elemen-elemen yang beragam menjadi suatu sistem klasifikasi yang terintegrasi dimana lacinya disebut akun dan semua transaksi dimasukan dengan prinsip berpasangan. c. Peran Luca Pacioli Pada tahun 1494, pemuka agama dan ahli matematika terkenal bernama Luca Pacioli menulis buku berjudul “Summa de arithmatica, Geometrica, Proportioni et Proportionalita”, dimana dalam buku terdapat beberapa bagian yang berisi pelajaran pembukuan untuk para pengusaha yang berjudul “Tractatus de Computis et Scriptorio”. Pengertian dan manfaat Akuntansi 1. Pengertian Akuntansi  Akuntansi secara singkat diartikan sebagai The Language of Business atau bahasa dunia usaha.  Akuntansi dapat didefenisikan sebagai “ the process that aids these decisions by (1) recording, (2) Classifying, (3) summarizing, and (4) reporting business transaction and enterpreting their effect on the affairs of the business entity. (akuntansi adalah proses pencatatan, pengklasifikasian, pengikhtisaran dan pelaporan informasi ekonomi suatu perusahaan dan menafsirkan informasi keuangan tersebut untuk mengambil keputusan bisnis sebuah perusahaan)  2.Manfaat akuntansi a. Membantu dalam mengalokasikan sumber daya yang langka (modal) untuk mendapatkan hasil atau keuntungan yang besar/optimal b. Sebagai landasan para manajer dalam mengendalikan biaya, menetapkan harga dan menginvestasikan sumber daya perusahaan ke bidang yang dianggap paling tepat. Dengan pelaporan akuntansi perusahaan dapat menganalisis dan menilai bagaimana manajer atau pegawai menggunakan sumber daya tertentu dalam perusahaan 3. Pengertian Sistem Informasi Serangkaian prosedur formal dimana data dikumpulkan kemudian diproses menjadi informasi dan didistribusikan kepada para pengguna 4. Akuntansi sebagai sistem Informasi Sisten Informasi Akuntansi adalah sebuah sistem informasi yang menangani segala sesuatu yang berkenaan dengan akuntans 1. Pembagian SIA  Sistem pemrosesan transaksi Mendukung dan mengelola operasi bisnis harian meliputi pengelolaan administrasi kas dan bank, admin. Pembelian, admin. Utang, admin. Piutang, admin. penjualan, admin kas kecil, dan admin. persediaan .  Sistem Buku Besar/Pelaporan Keuangan Subsistem ini menghasilkan laporan keuangan (laba-rugi, neraca, arus kas, dan pengembalian pajak)  Struktur Dasar Akuntansi 1. Konsep Dasar Akuntansi dan Penggolongan Perusahaan a. Konsep Dasar Akuntansi Konsep dasar akuntansi suatu konsep yang berlaku secara umum tentang suatu asumsi, anggapan, pandangan maupun pendapat dalam menyajikan informasi keuangan kepada pihak-pihak yang berkepentingan. Seperti konsep kesatuan usaha, konsep harga perolehan, konsep kesinambungan, dan sebagainya. Baiklah, untuk lebih jelasnya mari dilanjutkan beberapa contoh konsep dasar akuntansi. 1) Konsep Kesatuan Usaha Dalam konsep kesatuan usaha ini, perusahaan merupakan suatu kesatuan ekonomi yang terpisah dari pihak yang berkepentingan dengan sumber perusahaan. Artinya keuangan perusahaan terpisah dari pemilik, terpisah dari keuangan karyawan dan terpisah pula dari keuangan pada direksi. Sehingga perusahaan dianggap sebagai satu kesatuan usaha. 2) Konsep Harga Perolehan Artinya konsep ini adalah setiap transaksi pembelian satu barang harus dicatat sebesar harga perolehan tersebut. Contohnya, dibeli sebuah mesin seharga Rp. 9.500.000,00 sebelum operasi masih diperlukan biaya pemasangan Rp. 400.000,00 maka harga perolehan menjadi Rp. 9.900.000,00 (Rp. Kegiatan Belajar 2 16 9.500.000,00 + Rp. 400.000,00). Sehingga nilai inilah yang dicatat dalam akuntansi. Harga perolehan adalah jumlah uang yang dikeluarkan untuk memperoleh satu unit barang atau jasa dalam pertukaran sampai barang tersebut siap dipakai. 3) Konsep Kesinambungan Perusahaan dalam melakukan kegiatan usahanya, tentunya berupaya untuk melaksanakan kegiatan perusahaan secara berkesinambungan atau terus menerus. Dalam proses usaha itu, senantiasa dibuat laporan keuangan perusahaan. Laporan keuangan yang disusun secara berkala dapat dibandingkan sehingga diperoleh informasi tentang kemajuan atau kemunduran usaha. Dengan membandingkan laporan keuangan dari satu periode dengan periode lainnya dapat diperoleh suatu data yang pasti tentang naik turunnya pendapatan dan beban, sebagai dasar dalam membuat suatu kebijaksanaan untuk kemajuan perusahaan. 4) Konsep Pengukuran dengan Uang Pengukuran dengan nilai uang artinya seluruh informasi utama dalam laporan keuangan itu diukur dengan satuan ukur uang, karena uang sudah umum digunakan untuk mengukur aktiva, kewajiban perusahaan serta perubahannya. 5) Periode Akuntansi Kegiatan perusahaan dipisahkan dalam periode-periode. Penyajian informasi berupa laporan keuangan dibuat secara berkala akan membantu pihak yang berkepentingan dalam mengambil suatu keputusan. Misalnya per tahun, triwulan atau semesteran. 6) Penetapan Beban dan Pendapatan Penetapan beban dan pendapatan perusahaan diakui dalam periode yang bersangkutan, sehingga beban dan pendapatan yang terjadi benar-benar sudah direalisasi. Perhitungan laba/rugi yang dilaporkan menggambarkan keadaan yang sebenarnya dalam suatu periode tertentu. b. Penggolongan Perusahaan Perusahaan biasanya mengambil salah satu bentuk dari tiga jenis badan usaha, dan dalam beberapa kasus, prosedur-prosedur akuntansi akan tergantung dari bentuk badan usaha tersebut. Sekarang bagaimana Anda harus dapat memahami perbedaan antara perusahaan perorangan, persekutuan dan perseroan terbatas. Untuk lebih jelasnya coba Anda perhatikan penjelasan berikut ini. 1) Perusahaan Perorangan Perusahaan perorangan mempunyai seorang pemilik yang disebut pemilik, dan biasanya sekaligus sebagai manajer. Perusahaan perorangan biasanya berupa perusahaan eceran dan usaha profesional milik pribadi seperti pengacara, dokter dan akuntan. Dari sudut akuntansi, akuntansi setiap perusahaan perorangan dibedakan dengan pemiliknya, sehingga catatan akuntansi dari perusahaan perorangan termasuk catatan kegiatan pribadi pemiliknya juga dibedakan/ dipisahkan. 17 2) Persekutuan (Firma dan CV) Persekutuan adalah perusahaan yang pemiliknya dua orang atau lebih. Setiap pemilik adalah partner/sekutu. Pemilik yang turut bekerja dalam perusahaan disebut dengan sekutu aktif yang mana bertanggungjawab penuh terhadap perusahaan. Perusahaan ini disebut juga berbentuk Firma. Bagaimana dengan perusahaan yang berbentuk CV? Pada perusahaan berbentuk CV terdapat (pemilik) sekutu aktif dan sekutu diam. Sekutu diam yaitu sekutu yang tidak bekerja dalam perusahaan dan sekutu aktif turut bekerja dalam perusahaan. Akuntansi memberlakukan persekutuan sebagai organisasi yang terpisah, yang dibedakan dari kegiatan-kegiatan pribadi setiap sekutu/partner. 3) Persekutuan Terbatas (PT) Persekutuan Terbatas adalah perusahaan yang dimiliki oleh para pemegang saham. Usaha tersebut akan dapat menjadi Perseroan Terbatas apabila pemerintah telah menyetujui akte pendirian perseroan tersebut. Sebuah Perseroan Terbatas adalah sebuah badan hukum, yaitu “pribadi buatan” yang memimpin usahanya dengan namanya sendiri. Seperti halnya perusahaan perorangan dan persekutuan, perseroan terbatas juga sebagai organisasi yang keberadaannya terpisah dari para pemiliknya. Walaupun demikian, dari sudut pandang hukum, perseroan terbatas sangat berbeda dari perusahaan perorangan atau persekutuan. Jika suatu perusahaan perorangan atau persekutuan tidak dapat melunasi utang-utangnya, si pemberi pinjaman dapat menyita kekayaan pribadi pemiliknya untuk menutupi utang-utang perusahaan. Tetapi jika suatu perseroan terbatas menjadi bangkrut, si pemberi pinjaman tidak dapat menyita harta/kekayaan pribadi dari para pemegang saham. Kewajiban pribadi yang terbatas dari para pemegang saham. Baiklah, sekarang mengapa bentuk perseroan terbatas adalah bentuk yang dominan dalam organisasi usaha? Benar! Orang dapat menanamkan modal dalam PT dengan resiko pribadi yang terbatas. Bagaimana? Sudah pahamkah Anda dengan beberapa bentuk perusahaan tadi? Agar lebih jelas lagi, Anda dapat membaca buku sumber lain seperti dalam bukubuku ekonomi lainnya. Sekarang dilanjutkan dengan penggolongan transaksi. c. Transaksi Keuangan Dalam kehidupan sehari-hari Anda mungkin pernah mengenal istilah transaksi bukan? Apa itu transaksi? Transaksi adalah semua peristiwa ekonomi yang bersifat keuangan. Peristiwa ekonomi ialah peristiwa yang mengakibatkan perubahan susunan harta, utang atau modal perusahaan. Perlu diketahui bahwa peristiwa ekonomi itu dapat dibedakan 2 macam, yaitu: 1) Transaksi (Transaction) Transaksi adalah peristiwa ekonomi yang menyangkut dua pihak antara 18 perusahaan dengan pihak luar perusahaan. Peristiwa ekonomi ini disebut juga transaksi ekstern. Contohnya: - Membeli perlengkapan kantor dengan tunai. - Menerima hasil penjualan jasa. - Membayar utang kepada kreditur. - Membayar gaji karyawan perusahaan. 2) Kejadian (Event) Kejadian adalah peristiwa ekonomi yang hanya menyangkut satu pihak (dalam perusahaan) yang disebut juga transaksi intern. Contoh: - Perhitungan pemakaian perlengkapan dengan bukti berupa memo dari manajer untuk menghitung pemakaian perlengkapan. - Penghapusan piutang dengan bukti memo manajer. - Penyusutan aktiva tetap dengan bukti dari manajer terhadap bagian pembukuan dan sebagainya. Dari uraian di atas, pahamkah Anda perbedaan transaksi intern dengan transaksi ekstern? Baiklah! Pemahaman Anda dengan materi ini sangat penting, karena berhubungan dengan materi modul berikutnya. Agar lebih jelas lagi, Anda dapat mempelajari kembali transaksi keuangan ini. 2. Standar Akuntansi Keuangan Standar Akuntansi Keuangan adalah himpunan prinsip, prosedur, metode dan teknik akuntansi yang mengatur penyusunan laporan keuangan, khususnya yang ditujukan kepada pihak luar perusahaan, seperti kreditur dan sebagainya. Berdasarkan Standar Akuntansi Keuangan, tujuan akuntansi dan laporan keuangan pada dasarnya untuk menyediakan informasi keuangan suatu badan usaha yang akan digunakan oleh berbagai pihak yang berkepentingan sebagai dasar pengambilan suatu keputusan ekonomi. Untuk lebih jelas lagi mari Anda perhatikan uraian yang lebih lengkap mengenai tujuan serta unsur-unsur laporan keuangan! a. Tujuan umum laporan keuangan 1) Memberikan informasi keuangan yang dapat dipercaya mengenai aktiva, kewajiban serta modal suatu perusahaan. 2) Memberikan informasi keuangan yang membantu pemakai laporan keuangan untuk menaksir kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba. 3) Memberikan informasi yang dapat dipercaya mengenai perubahan dalam aktiva netto (aktiva dikurangi kewajiban) suatu perusahaan yang timbul dari kegiatan usaha dalam rangka mencari laba. 4) Memberikan informasi penting lainnya mengenai perubahan dalam aktiva dan kewajiban suatu perusahaan, seperti informasi mengenai aktivitas pembiayaan dan investasi. 5) Mengemukakan informasi lainnya yang berhubungan dengan laporan keuangan yang relevan untuk kebutuhan pemakai laporan, seperti informasi tentang kebijakan akuntansi yang dianut perusahaan. Setelah Anda paham tujuan laporan keuangan, sekarang dilanjutkan mengenai tujuan kualitatif dari informasi keuangan. 19 b. Tujuan kualitatif informasi keuangan Informasi keuangan yang disajikan akan bermanfaat tentunya bila memenuhi beberapa kriteria atau standar. Berikut ini beberapa kriteria kualitas informasi keuangan: 1) Relevan Relevansi suatu informasi harus dihubungkan dengan maksud penggunaannya. Bila informasi tidak relevan untuk keperluan para pengambilan suatu keputusan, maka informasi demikian tidak ada gunanya, betatapun kualitas lainnya terpenuhi. Oleh karena itu sehubungan dengan relevansi informasi tadi maka perlu dipilih metode pelaporan akuntansi keuangan yang tepat. 2) Dapat diuji Pengukuran tidak dapat sepenuhnya lepas dari pertimbangan dan pendapat yang subjektif. Hal ini berhubungan dengan keterlibatan manusia dalam proses pengukuran dan penyajian informasi, sehingga proses pengukuran itu tidak lagi berlandaskan realitas objektif semata. Dengan demikian untuk meningkatkan manfaatnya informasi keuangan harus dapat diuji kebenarannya oleh para pengukur yang independen dengan menggunakan metode pengukuran yang sama. 3) Dapat dimengerti Informasi yang disajikan harus dapat dimengerti oleh pemakainya dan dinyatakan dalam bentuk yang disesuaikan dengan pengertian para pemakai. Dalam hal ini pihak pemakai informasi juga diharapkan adanya pengertian atau pengetahuan mengenai aktivitas ekonomi perusahaan, proses akuntansi keuangan serta istilahistilah teknis yang digunakan dalam laporan keuangan. 4) Netral Artinya laporan keuangan atau informasi keuangan itu diarahkan pada kepentingan umum dan tidak bergantung kepada kebutuhan pihak tertentu. 5) Tepat waktu Informasi hendaknya diberikan sedini mungkin agar dijadikan sebagai dasar pengambilan keputusan ekonomi. 6) Daya banding Informasi dalam laporan keuangan akan lebih berguna bila dapat dibandingkan dengan laporan keuangan sebelumnya dari perusahaan yang sama maupun dengan laporan keuangan perusahaan sejenis pada periode yang sama. 7) Lengkap Informasi keuangan lengkap bila memenuhi enam tujuan kualitatif di atas dan dapat memenuhi standar pengungkapan laporan keuangan. Standar itu menghendaki pengungkapan seluruh fakta keuangan yang penting dan penyajian fakta secara jelas agar tidak menyesatkan pemakainya. Pada Standar Akuntansi Keuangan juga dijabarkan konsep-konsep dasar akuntansi. Namun perlu diketahui bahwa konsep-konsep dasar akuntansi pada modul ini tidak 20 diterangkan secara rinci dan mendalam. Baiklah, berikut ini Anda dapat melanjutkan dengan materi tentang unsur-unsur laporan, yang akan dijumpai pada materi modul selanjutnya dan dalam praktek memerlukan banyak latihan-latihan yang akan Anda kerjakan. 3. Unsur-unsur Laporan Keuangan suatu Perusahaan a. Laporan Perhitungan Laba Rugi Merupakan ringkasan pendapatan (revenue) dan beban (expenses) dari suatu kesatuan usaha untuk periode waktu tertentu. Cara penyajian laporan laba/rugi, yaitu: 1) memuat secara rinci unsur-unsur pendapatan dan beban, 2) menyusun unsur-unsur tersebut dalam bentuk urutan ke bawah, 3) memisahkan antara pendapatan utama dengan pendapatan usaha lainnya serta pos luar biasa. Komponen perhitungan laba rugi adalah: penjualan neto, harga pokok penjualan, laba bruto, beban usaha dan beban lain-lain, laba sebelum pos luar biasa, laba sebelum pajak dan laba bersih. Laba rugi mencerminkan semua pos laba rugi selama satu periode, kecuali koreksi masa lalu. Koreksi masa lalu disajikan sebagai penyesuaian atas saldo awal laba yang ditahan. Sebagai pelengkap laporan perhitungan laba rugi sebaiknya disusun laporan perubahan laba yang ditahan. Cara penyajian laporan ini suatu perusahaan, dapat juga digabungkan dengan perhitungan laba rugi, sehingga dengan demikian dapat ditunjukkan sekaligus laba periode tertentu serta perbaikan laba yang ditahan. b. Laporan Perubahan Posisi Keuangan Tujuan penyusunan laporan perubahan posisi keuangan adalah untuk mengikhtisarkan semua pembiayaan dan investasi termasuk seberapa jauh perusahaan telah menghasilkan dana dari usaha selama periode bersangkutan. Dana dapat juga diinterpretasikan sebagai kas atau modal kerja neto yaitu aktiva lancar dikurangi kewajiban lancar. Laporan perubahan posisi keuangan harus menunjukkan seluruh aspek penting dari aktivitas pembiayaan dan investasi, tanpa memandang apakah transaksi tersebut berpengaruh langsung pada kas atau unsur-unsur modal kerja lainnya. Transaksi yang tidak mempengaruhi kas/modal kerja secara langsung, tetapi harus tetap ditunjukkan dalam laporan perubahan posisi keuangan, antara lain: 1) pembelian aktiva tetap dengan mengeluarkan saham, 2) konversi utang jangka panjang menjadi modal saham. c. Neraca Laporan neraca disusun secara sistematis sehingga dapat memberikan gambaran tentang posisi keuangan perusahaan pada suatu periode tertentu, berupa harta, kewajiban dan modal pemilik. 21 Komponen-komponen neraca dapat dikelompokkan sebagai berikut: Aktiva: 1) Aktiva lancar 2) Investasi (penyertaan) jangka panjang 3) Aktiva tetap 4) Aktiva yang tidak berwujud 5) Aktiva lain-lain Kewajiban: 1) Kewajiban lancar 2) Kewajiban jangka panjang 3) Kewajiban lain-lain Modal: 1) Modal saham 2) Agio saham (premium) 3) Laba yang ditahan Penyajian laporan di atas adalah pencerminan pos neraca, yaitu: 1) Aktiva diklasifikasikan berdasarkan tingkat likuiditas. 2) Kewajiban diklasifikasikan berdasarkan urutan jatuh tempo. 3) Modal diklasifikasikan berdasarkan sifat kekekalan. Akun lawan (contra account) atas suatu pos neraca tertentu disajikan sebagai unsur pengurang atas pos neraca yang bersangkutan. Contoh, Akun penyisihan piutang tak tertagih disajikan sebagai pengurangan terhadap jumlah piutang usaha. Akumulasi penyusutan suatu aktiva tetap disajikan sebagai pengurang terhadap jumlah aktiva tetap tersebut, dan lainnya. Pos-pos neraca yang tidak mempunyai contra account, baik aktiva, kewajiban maupun modal disajikan sendiri pada neraca. 4. Penggolongan Akun Pengertian Akun Seperti halnya Anda belajar di kelas, tentunya Anda memiliki catatan untuk setiap mata pelajaran bukan? Apa tujuannya? Di sini tujuan adalah agar memudahkan Anda mempersiapkan diri sebelum menempuh ujian. Mengapa demikian? Karena begitu banyak materi pelajaran yang harus dipelajari bukan? Baiklah, bagaimana dengan transaksi keuangan dalam suatu perusahaan? Dalam kegiatan dunia usaha setiap hari transaksi terjadi sangat kompleks baik dalam jenis maupun dalam jumlahnya. Kita tahu bahwa makin besar suatu perusahaan dengan bidang usahanya maka semakin banyak dan beragam pula transaksi yang terjadi. Dalam hal ini agar memudahkan pencatatan setiap transaksi keuangan dibukukan menurut jenis masing-masing. Misalnya setiap penerimaan dan pengeluaran uang dibukukan dalam suatu lembaran yang disebut akun (perkiraan) dengan nama akun kas. Akun atau perkiraan adalah suatu formulir yang digunakan sebagai tempat mencatat transaksi keuangan yang sejenis dan dapat merubah komposisi harta, kewajiban dan modal perusahaan. 22 Secara umum Akun dapat dibedakan menjadi 2 kelompok, yaitu: a. Akun riil (tetap) adalah akun yang dilaporkan dalam neraca, di mana saldo akunnya terbawa dari satu periode ke periode berikutnya. Akun riil terdiri dari tiga kelompok yaitu harta, kewajiban dan modal. b. Akun nominal (sementara) adalah akun yang disajikan dalam laporan laba rugi. Akun nominal terdriri dua kelompok yaitu pendapatan dan beban. Bagaimana?, dengan adanya penggolongan akun secara umum di atas, barangkali Anda ingin mengetahui secara khusus lagi, bagus! Sekarang mari pelajari penggolongan akun secara lebih rinci berikut ini. a. Akun Harta (Assets) Harta (Aktiva) adalah sumber ekonomis yang juga meliputi biaya-biaya yang terjadi akibat transaksi sebelumnya dan mempunyai manfaat di masa yang akan datang. Harta merupakan jumlah kekayaan yang dimiliki perusahaan untuk menjalankan usahanya. Harta dapat dikelompokkan atas kelancaran (likuiditas) yaitu harta lancar, investasi jangka panjang, harta tetap, harta tidak berwujud dan harta-harta lainnya. 1) Harta lancar, adalah harta yang berupa uang kas/bank dan harta yang sangat mudah dijadikan uang atau umur pemakaiannya kurang dari satu tahun. Yang termasuk harta lancar adalah: a) Kas Uang tunai yang siap digunakan dan bebas digunakan setiap saat baik yang ada dalam perusahaan maupun saldo rekening giro perusahaan yang terdapat dalam bank. b) Surat-surat berharga (efek) Surat-surat yang dimiliki perusahaan untuk diperjual-belikan. Gunanya untuk memanfaatkan dana kas/bank yang dipakai. c) Wesel tagih, adalah piutang yang diperkuat dengan promes. d) Piutang, adalah tagihan pada pihak lain baik perorangan maupun badan usaha. e) Persedian barang dagang, adalah persediaan barang yang tersedia untuk dijual (dalam perusahaan dagang), persediaan bahan baku, barang dalam proses dan barang jadi (dalam perusahaan manufaktur). f) Perlengkapan, adalah barang-barang yang digunakan untuk kegiatan perusahaan dan diperkirakan habis dipakai dalam setahun. Misalnya perlengkapan kantor, perlengkapan toko. (biasanya juga disebut bahan habis pakai). g) Beban dibayar di muka, biaya yang telah dibayar tetapi manfaat dari pembayaran belum diperoleh atau digunakan. Seperti asuransi dibayar di muka, sewa dibayar di muka dan iklan dibayar di muka. 2) Penyertaan (Investasi), adalah investasi jangka panjang dalam bentuk saham, obligasi atau surat berharga lainnya. Investasi bertujuan memperoleh keuntungan pada masa yang akan datang, atau dengan tujuan untuk menguasai perusahaan lainnya. Investasi umumnya dalam bentuk saham dan obligasi. 3) Harta Tetap, adalah harta berwujud yang digunakan untuk operasi perusahaan dan mempunyai masa manfaat lebih dari satu tahun, seperti tanah, bangunan, mesin-mesin, peralatan dan sebagainya. 4) Harta tak berwujud, adalah harta yang tidak mempunyai wujud fisik, tetapi merupakan hak-hak istimewa yang menguntungkan perusahaan dalam menghasilkan pendapatan. Contoh harta tak berwujud antara lain: Hak paten, yaitu hak istimewa atas suatu barang yang diberikan oleh pemerintah kepada perusahaan. Hak Cipta, yaitu hak karena menciptakan sesuatu yang diberikan oleh pemerintah kepada perusahaan. Misalnya hak cipta lagu. Goodwill, adalah nama baik perusahaan yang melekat pada perusahaan itu sendiri. Dengan goodwill maka barang yang diproduksi dipercaya dan dibeli oleh masyarakat. b. Akun Kewajiban Kewajiban adalah pengorbanan ekonomis yang harus dilakukan oleh perusahaan pada masa yang akan datang. Pengorbanan untuk masa yang akan datang ini terjadi akibat kegiatan usaha. Kewajiban ini dibedakan atas utang lancar dan utang jangkan panjang. 1) Utang Lancar Utang lancar adalah kewajiban yang harus dilunasi dalam jangka waktu kurang dari satu tahun. Utang lancar antara lain: a) Wesel bayar, adalah utang yang disertai promes. b) Utang usaha atau utang dagang, adalah kewajiban yang timbul karena pembelian jasa atau barang secara kredit. c) Biaya yang masih harus dibayar, adalah beban yang sudah terjadi tetapi belum dibayar. Misalnya utang sewa, utang gaji dan utang bunga. d) Pendapatan diterima di muka, adalah kewajiban yang disebabkan perusahaan menerima lebih dahulu uang sedangkan penyerahan jasa atau barang belum dilakukan. 2) Utang Jangka Panjang Utang jangka panjang adalah kewajiban yang jangka waktu pelunasannya lebih dari satu tahun. Utang ini timbul karena pelunasan perusahaan untuk membeli peralatan-peralatan baru atau mesin-mesain baru. Yang termasuk utang jangka panjang antara lain: a) Utang Bank, adalah pinjaman modal kerja dari Bank untuk perluasan usaha. b) Utang Hipotik, adalah pinjaman dari Bank dengan jaminan aktiva tetap. c) Utang Obligasi, adalah utang yang disebabkan perusahaan menerbitkan dan menjual surat-surat berharga. 3) Utang Lain-lain Utang lain-lain adalah utang yang tidak termasuk utang lancar maupun utang jangka panjang. Misalnya utang kepada direksi dan utang kepada pemegang saham. c. Akun Modal Modal adalah selisih antara harta dengan kewajiban dan merupakan hak pemilik perusahaan atas sebagian harta perusahaan. Akuntansi modal pada perusahaan perseorangan disertai nama pemilik, akuntansi modal pada persekutuan disertai dengan nama sekutu. Pada perusahaan Perseroan Terbatas, akuntansi modal disebut dengan modal saham. 24 d. Akun Pendapatan Pendapatan adalah hasil atau penghasilan yang diperoleh perusahaan. Pendapatan dibedakan atas: 1) Pendapatan Usaha, adalah pendapatan yang berhubungan langsung dengan kegiatan usaha. 2) Pendapatan di luar usaha, adalah pendapatan yang tidak berhubungan langsung dengan kegiatan usaha. Misalnya pendapatan sewa, pada perusahaan dagang menyewakan sebagian ruang yang tidak dipakai untuk kegiatan usaha, tetapi disewakan kepada pihak lain. e. Akun Beban Beban adalah pengorbanan yang terjadi selama melaksanakan kegiatan usaha untuk memperoleh pendapatan. Beban dapat dibedakan atas: 1) Beban Usaha, adalah pengorbanan yang langsung berhubungan dengan kegiatan usaha. 2) Beban Lain-lain, adalah pengorbanan yang tidak langsung berhubungan dengan kegiatan pokok usaha. Misalnya beban bunga. Beban (biaya) yang dibayar oleh perusahaan pada saat tertentu atas pinjaman yang diperoleh dari Bank. 5. Kode Akun a. Pengertian Kode Akun Pernahkah Anda mengirim surat kepada seseorang yang berada di daerah lain? Sebelum surat itu Anda masukkan ke Kantor Pos tentunya Anda lebih dahulu menulis kode pos alamat tujuan bukan? Mengapa penulisan kode pos itu selalu diingatkan oleh petugas pos? Tujuannya tak lain adalah untuk memudahkan pihak pos untuk menyampaikan surat kepada si penerima surat. Demikian pula halnya dengan kode akun dalam akuntansi. Kode akun itu dicantumkan untuk memudahkan proses pencatatan, pencarian dan penyimpanan serta pembebaban yang dituju pada setiap akun. Jadi apa yang dimaksud dengan kode akun itu? Kode akun adalah pemberian tanda/nomor tertentu dengan memakai angka, huruf atau kombinasi angka dan huruf pada setiap akun. Bagus! Sebagaimana dijelaskan di atas bahwa kode akun harus bersifat membantu memudahkan pencatatan, pengelompokkan dan penyimpanan setiap akun. Oleh karena itu kode akun hendaknya memiliki kriteria seperti, mudah diingat, konsisten, sederhana dan singkat serta memungkinkan adanya penambahan akun baru tanpa mengubah kode akun yang sudah ada. b. Jenis-jenis Kode Akun Dalam suatu sistem akuntansi perusahaan pemberian kode akun sangat tergantung pada keanekaragaman transaksi dan jumlah transaksi yang terjadi. Semakin banyak dan kompleksnya transaksi yang terjadi menyebabkan semakin banyak pula kode akun yang akan digunakan. Ada beberapa kode akun yang dapat digunakan seperti kode numerial, kode desimal, kode mnemonik serta kode kombinasi huruf dan angka. Dalam modul ini hanya membicarakan dua macam kode akun yang biasa digunakan. Kode akun yang dibahas adalah kode numerial dan kode desimal. Baiklah, sekarang mari kita lanjutkan dengan materi berikutnya. 25 1) Kode Numerial Kode numerial adalah cara pengkodean akun berdasarkan nomor secara berurutan, yang dapat dimulai dari angka 1, 2, 3 dan seterusnya. Contoh: Kode Akun Numerial Kode Akun Nama Akun - H a r t a: 1. Kas 2. Piutang usaha 3. Perlengkapan (Bahan habis pakai) 4. Peralatan 5. Tanah 6. Gedung - Kewajiban: 7. Utang usaha 8. Utang gaji 9. Utang bank - Modal: 10. Modal Vira - Pendapatan: 11. Pendapatan usaha 12. Pendapatan sewa - Beban: 13. Beban gaji 14. Beban perlengkapan 15. Beban listrik, air dan telepon 2) Kode Desimal Kode desimal adalah cara pemberian kode akun dengan menggunakan lebih dari satu angka. Setiap angka mempunyai arti, kode desimal ini dapat dibedakan atas kode kelompok dan kode blok. a) Kode Kelompok Kode kelompok merupakan cara pemberian kode akun dengan mengelompokkan akun. Setiap kelompok akun diberi nomor kode sendirisendiri. Amatilah ilustrasi berikut ini! 123 Kelompok akun Golongan akun Jenis akun Contoh: Akun piutang usaha termasuk kelompok akun harta diberi nomor 1 untuk harta. Kemudian termasuk golongan akun harta lancar yang diberikan nomor ➝ ➝ ➝ 26 kode 1, kemudian merupakan jenis harta lancar yang ketiga sehingga diberi nomor urut 3, dari cara mengelompokkan tersebut nomor akun piutang usaha diberikan nomor kode tiga angka yaitu 113. Agar lebih jelasnya, Anda perhatikan contoh yang lebih rinci berikut ini! Kode Kelompok Golongan Jenis Akun Akun Akun Akun 1. Harta 11 Harta Lancar 111 Kas 112 Piutang usaha 11... ................. 12 Harta Tetap 121 Peralatan 12 ... ................. 2. Kewajiban 21 Utang Lancar 211 Utang usaha 21 ... ................. 3. Modal 31 Modal Vira 311 Prive Vira 4. Pendapatan 41 Pendapatan Usaha 411 Pendapatan jasa service 42 Pendapatan di luar usaha 421 Pendapatan sewa 5. Beban 51 Beban usaha 511 Beban gaji 512 Beban perlengkapan 52 Beban luar usaha 521 Beban bunga 52 ... ................... b) Kode Blok Kode blok adalah pemberian kode akun dengan cara memberikan satu blok kode setiap kelompok akun. Misalnya harta diberikan nomo2 100 - 199, Kewajiban diberi nomor 200 - 299, Modal diberikan nomor 300 - 399, Pendapatan nomor 400 - 499 dan Beban nomor 500 - 599. Baiklah berikut ini dapat Anda perhatikan contoh yang lebih rinci. Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Berbagi ke TwitterBerbagi ke Facebook Diposkan oleh dodib_x di 07.11 Tidak ada komentar: Poskan Komentar Beranda Langganan: Poskan Komentar (Atom) Amazon SearchBox Cari Blog Ini Digital clock my foto Mengenai Saya dodib_x Bandung, Bandung. Jawa Barat, Indonesia Lihat profil lengkapku Share It Fish KALENDER M S S 3 10 17 24 4 11 18 25 5 12 19 26 Nopember 2013 R 6 13 20 27 K 7 14 21 28 J 1 8 15 22 29 Translate Diberdayakan oleh Terjemahan Arsip Blog Template Travel. Gambar template oleh timhughes. Diberdayakan oleh Blogger. S 2 9 16 23 30

Judul: Akuntansi

Oleh: Indra Gunanda

Ikuti kami