Akuntansi

Oleh Suci Oktaviani

217,9 KB 4 tayangan 0 unduhan
 
Bagikan artikel

Transkrip Akuntansi

KATA PENGANTAR Puji syukur saya panjatkan ke hadirat Allah Subhanahu wata΄ala, karena berkat rahmat-Nya saya bisa menyelesaikan makalah yang berjudul Analisis Perubahan Standar Akuntansi Menuju IFRS. Makalah ini diajukan guna memenuhi tugas mata kuliah Pengantar Akuntansi. Kami mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu sehingga makalah ini dapat diselesaikan tepat pada waktunya. Makalah ini masih jauh dari sempurna, oleh karena itu kami mengharapkan kritik dan saran yang bersifat membangun demi kesempurnaan makalah ini. Semoga makalah ini memberikan informasi bagi masyarakat dan bermanfaat untuk pengembangan wawasan dan peningkatan ilmu pengetahuan bagi kita semua. Jakarta, Januari 20013 ii Suci Oktaviani Kustian Dewi DAFTAR ISI KATA PENGANTAR ............................................................................................. i DAFTAR ISI ........................................................................................................... ii KATA PENGANTAR ............................................................................................. 1 ISI MAKALAH ....................................................................................................... 2 o MENGENAL PERKEMBANGAN STANDAR AKUNTANSI ................. 2 o TENTANG IFRS .......................................................................................... 5 o PENGADOPSIAN IFRS ............................................................................. 13 o KENDALA DAN MANFAAT KONVERGENSI ...................................... 17 KESIMPULAN ........................................................................................................ 18 ii DAFTAR PUSTAKA .............................................................................................. 19 LATAR BELAKANG Saat ini akuntansi beroperasi antara lain dalam lingkungan perilaku, sektor publik dan Internasional. Akuntansi menyediakan informasi bagi pasar modal-pasar modal besar, baik domestik maupun internasional. Akuntansi telah meluas ke dalam area konsultasi manajemen dan melibatkan lebih besar porsi teknologi informasi dalam sistem dan prosedurnya. Dengan demikian akuntansi jelas tanggap terhadap stimulus lingkungan. Menurut Choi dan Muller (1998; 1) bahwa ada tiga kekuatan utama yang mendorong bidang akuntansi internasional kedalam dimensi internasional yang terus tumbuh, yaitu (1) faktor lingkungan, (2) Internasionalisasi dari disiplin akuntansi, dan (3) Internasionalisasi dari profesi akuntansi. Ketiga faktor tersebut dalam perjalanan/perkembangan akuntansi sangat berperan dan menentukan arah dari teori akuntansi yang selama bertahun-tahun dan dekade banyak para ahli mencurahkan tenaga dan pikirannya untuk mengembangkan teori akuntansi dan ternyata mengalami kegagalan dan hal tersebut menyebabkan terjadinya evolusi dari “Theorizing” ke 2 “Conceptualizing”. MENGENAL PERKEMBANGAN STANDAR AKUNTANSI Indonesia telah mengalami berbagai perkembangan / perubahan standar akuntansi sebelum menjadi IFRS. Berikut adalah perkembangan standar akuntansi Indonesia mulai dari awal sampai dengan saat ini yang menuju konvergensi dengan IFRS. a) Di Indonesia selama dalam penjajahan Belanda, tidak ada standar Akuntansi yang dipakai. Indonesia memakai standar (Sound Business Practices) gaya Belanda. b) Sampai Tahun 1955 : Indonesia belum mempunyai undang – undang resmi /peraturan tentang standar keuangan. c) Tahun 1974 : Indonesia mengikuti standar Akuntansi Amerika yang dibuat oleh IAI yang disebut dengan prinsip Akuntansi. d) Tahun 1984 : Prinsip Akuntansi di Indonesia ditetapkan menjadi standar Akuntansi. e) Akhir Tahun 1984 : Standar Akuntansi di Indonesia mengikuti standar yang bersumber dari IASC (International Accounting Standart Committee) f) Sejak Tahun 1994 : IAI sudah committed mengikuti IASC / IFRS. g) Tahun 2008 : diharapkan perbedaan PSAK dengan IFRS akan dapat diselesaikan. Indonesia telah memiliki sendiri standar akuntansi yang berlaku di Indonesia. Prinsip atau standar akuntansi yang secara umum dipakai di Indonesia tersebut lebih dikenal dengan nama Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK). PSAK disusun dan dikeluarkan oleh Ikatan Akuntan Indonesia. Ikatan Akuntan Indonesia adalah organisasi profesi akuntan yang ada di Indonesia. IAI yang didirikan pada tahun 1957 selain mewadahi para akuntan juga memiliki peran yang lebih besar dalam dunia akuntansi di Indonesia. Peran tersebut seperti yang telah disebutkan sebelumnya adalah peran adalam rangka penyusunan standar akuntansi. Standar akuntansi yang di Indonesia dikenal dengan nama PSAK (Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan) tersebut merupakan seperangkat standar yang mengatur tentang pelaksanaan 2 akuntansi di dunia bisnis di Indonesia. Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan yang dikeluarkan oleh Ikatan Akuntan Indonesia tersebut mengatur perlakuan akuntansi secara menyeluruh untuk berbagai aktivitas bisnis perusahaan di Indonesia. Standar-standar tersebut selain ditujukan untuk mengatur perlakuan akuntansi dari awal sampai ke tujuan akhirnya yaitu untuk pelaporan terhadap pengguna, standar-standar tersebut juga meliputi pedoman perlakuan akuntansi mulai dari perolehan, penggunaan, sampai dengan saat penghapusan untuk setiap elemen-elemen akuntansi. Standar-standar tersebut juga mengatur tentang pengakuan, pengukuran, penyajian dan pelaporan atas keuangan perusahaan. IAI selaku penyusun standar akuntansi di Indonesia tidak tinggal diam dalam menghadapi perubahan-perubahan yang turut berimplikasi kepada dunia akuntansi. Beberapa kali revisi terhadap beberapa pernyataan telah dilakukan untuk menyesuaikan standar akuntansi yang dibuatnya. Revisi pertama dilakukan pada tahun 1973 dengan melakukan kodifikasi atas standar-standar akuntansi dalam bentuk Prinsip Akuntansi Indonesia (PAI). Revisi berikutnya dilakukan pada tahun 1984 dengan hasilnya adalah revisi berupa Prinsip Akuntansi Indonesia 1984 (PAI 1984). Selanjutnya revisi dilakukan pada tahun 1994. Revisi pada tahun 1994 dilakukan secara total terhadap PAI 1984 dan hasilnya adalah Standar Akuntansi Keuangan (SAK) 1994. Dari revisi tahun 1994 IAI juga telah memutuskan untuk melakukan harmonisasi standar PSAK kepada International Financial Reporting Standard (IFRS). Selanjutnya harmonisasi tersebut diubah menjadi adopsi dan terakhir adopsi tersebut ditujukan dalam bentuk konvergensi terhadap International Financial Reporting Standard. Program konvergensi terhadap IFRS tersebut dilakukan oleh IAI dengan melakukan adopsi penuh terhadap standar internasional (IFRS dan IAS). Salah satu bentuk revisi standar IAI yang berbentuk adopsi standar international menuju konvergensi dengan IFRS tersebut dilakukan dengan revisi terakhir yang dilakukan pada tahun 2007. Revisi pada tahun 2007 tersebut merupakan bagian dari rencana jangka panjang 2 IAI yaitu menuju konvergensi dengan IFRS sepenuhnya pada tahun 2012. Skema menuju konvergensi penuh dengan IFRS pada tahun 2012 dapat dijabarkan sebagai berikut:  Pada akhir 2010 diharapkan seluruh IFRS sudah diadopsi dalam PSAK;  Tahun 2011 merupakan tahun penyiapan seluruh infrastruktur pendukung untuk implementasi PSAK yang sudah mengadopsi seluruh IFRS;  Tahun 2012 merupakan tahun implementasi dimana PSAK yang berbasis IFRS wajib diterapkan oleh perusahaan-perusahaan yang memiliki akuntabilitas publik. Revisi tahun 2007 yang merupakan bagian dari rencana jangka panjang IAI tersebut menghasilkan revisi 5 PSAK yang merupakan revisi yang ditujukan untuk konvergensi PSAK dan IFRS serta reformat beberapa PSAK lain dan penerbitan PSAK baru. PSAK baru yang diterbitkan oleh IAI tersebut merupakan PSAK yang mengatur mengenai transaksi keuangan dan pencatatannya secara syariah. PSAK yang direvisi dan ditujukan dalam rangka tujuan konvergensi PSAK terhadap IFRS adalah: 1. PSAK 16 tentang Properti Investasi 2. PSAK 16 tentang Aset Tetap 3. PSAK 30 tentang Sewa 4. PSAK 50 tentang Instrumen Keuangan: Penyajian dan Pengungkapan 5. PSAK 55 tentang Instrumen Keuangan: Pengakuan dan Pengukuran PSAK-PSAK hasil revisi tahun 2007 tersebut dikumpulkan dalam buku yang disebut dengan Standar Akuntansi Keuangan per 1 September 2007 dan mulai berlaku sejak tanggal 1 Januari 2008. 2 : TENTANG IFRS IFRS merupakan standar akuntansi internasional yang diterbitkan oleh International Accounting Standard Board (IASB). Standar akuntansi ini disusun oleh empat organisasi utama dunia yaitu Badan Standar Akuntansi Internasional (IASB), Komisi Masyarakat Eropa (EC), Organisasi Internasional Pasar Modal (IOSOC), dan Federasi Akuntansi Internasional (IFAC). Natawidnyana (2008) menyatakan bahwa sebagian besar standar yang menjadi bagian dari IFRS sebelumnya merupakan International Accounting Standard (IAS). Kemudian IASB mengadopsi seluruh IAS dan melanjutkan pengembangan standar yang dilakukan. Secara keseluruhan IFRS mencakup: a. International Financial Reporting Standard (IFRS) – standar yang diterbitkan setelah tahun 2001 b. International Accounting Standard (IAS) – standar yang diterbitkan sebelum tahun 2001 c. Interpretations yang diterbitkan oleh International Financial Reporting Interpretations Committee (IFRIC) – setelah tahun 2001 d. Interpretations yang diterbitkan oleh Standing Interpretations Committe (SIC) – sebelum tahun 2001 Secara garis besar standar akuntansi mengatur 4 hal pokok: a. Definisi laporan keuangan atau informasi lain yang berkaitan Definisi digunakan dalam standar akuntansi untuk menentukan apakah transaksi tertentu harus dicatat dan dikelompokkan ke dalam aktiva, hutang, modal, pendapatan dan biaya. b. Pengukuran dan penilaian Pengukuran dan penilaian digunakan untuk menentukan nilai dari suatu elemen laporan keuangan baik pada saat terjadinya transaksi keuangan maupun pada saat penyajian laporan keuangan. Pengakuan Kriteria ini digunakan untuk mengakui elemen laporan keuangan sehingga elemen tersebut dapat disajikan dalam laporan keuangan. 2 c. d. Penyajian dan pengungkapan laporan keuangan Peyajian dan pengungkapan laporan keuangan digunakan menentukan jenis informasi dan bagaimana informasi tersebut disajikan dan diungkapkan dalam laporan keuangan. Karakteristik IFRS IFRS menggunakan “Principles Base” yaitu :  Lebih menekankan Interpretasi dan aplikasi atas standar sehingga harus berfokus pada spirit penerapan prinsip tersebut.  Standard membutuhkan penilaian atas substansi transaksi dan evaluasi apakah presentasi akuntansi mencerminkan realitas ekonomi.  Membutuhkan professional judgement pada penerapan standard akuntansi. IFRS juga menggunakan fair value dalam penilaian, jika tidak ada nilai pasar aktif harus melakukan penilaian sendiri atau menggunakan jasa penilai. Selain itu IFRS mengharuskan pengungkapan(disclosure) yang lebih banyak baik kwantitatif maupun kualitatif. Jika kita bandingkan antara semua standar akuntansi yang dimiliki Indonesia dengan IFRS, dengan jelas kita temukan perbedan kuantitas sebagai berikut: PSAK IFRS 43 Standards (PSAK) 37 Standards 8 Syari’ah Standard - 8 IFRS 11 Interpretation (ISAK) - 29 IAS 4 Technical Bulletinsk 27 Interpretation 1 SAK ETAP (Entitas tanpa 16 IFRIC Interpretation akuntanbilitas publik/UKM) 11 SIC Di Indonesia juga masih terdapat Standar Akuntansi Pemerintah (SAP) yang masih mengacu pada PSAK lama. Kemungkinan besar setelah konvergensi PSAK ke IFRS akan menyusul 2 perubahan pada SAP. Tidak semua standar IFRS tersebut diatas dicontek habis dan dirubah menjadi PSAK, itulah mengapa IAI memilih konvergensi dari para adaption dan adoption. Sedikit gambaran saja untuk membedakan ketiga istilah tersebut saya jelaskan dalam tabel berikut: Perbedaan Adaption Convergence Full Adoption Arti harafiah Adaptasi/Penyelarasan Pertemuan pada suatu Adopsi/pemakaian titik Standart Membuat standar Membuat standar baru Mentranslet standar akuntansi yang benar benar baru dengan lama menjadi standar mempertimbangkan baru keadaan yang berlaku Contoh Negara Indonesia sebelum Indonesia setelah 2012 Australia, Hongkong IFRS Berikut saya sajikan perkembangan konvergensi PSAK ke IFRS sampai dengan saat ini:  PSAK/ISAK yang berlaku efektif 2008 -2010 No PSAK/ISAK Ref Issued Effective Date 1 PSAK 13 Properti Investasi IAS 40 2007 1-Jan-08 2 PSAK 16 Aset Tetap IAS 16 2007 1-Jan-08 3 PSAK 30 Sewa IAS 17 2007 1-Jan-08 4 PSAK 14 Persediaan IAS 2 2008 1-Jan-09 5 PSAK 26 Biaya Pinjaman IAS 23 2008 1-Jan-10 6 PSAK 50 Instrumen Keuangan: Penyajian dan IAS 32 2006 1-Jan-10 IAS 39 2006 1-Jan-10 IFRIC 4 2007 Sep-10 Pengungkapan 7 PSAK 55 Instrumen Keuangan: Pengakuan dan Pengukuran ISAK 8 Penentuan Apakah Suatu Perjanjian Mengandung Suatu Sewa dan Pembahasan Lebih Lanjut Ketentuan Transisi 2 8  PPSAK (Pencabutan Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan)/ISAK yang berlaku efektif 2008 -2010 No 1 PSAK/ISAK PPSAK No.1 Issued Effective Date 2009 1-Jan-10 2009 1-Jan-10 2009 1-Jan-10 2009 1-Jan-10 2009 1-Jan-10 Pencabutan: PSAK 32: Akuntansi Kehutanan PSAK 35: Akuntansi Pendapatan Jasa Telekomunikasi PSAK 37: Akuntansi Penyelenggaraan Jalan Tol 2 PPSAK No.2 Pencabutan: PSAK 41: Akuntansi Waran PSAK 43: Akuntansi Anjak Piutang 3 PPSAK No.3 Pencabutan: PSAK 54: Akuntansi Restrukturisasi Utang Piutang Bermasalah 4 PPSAK No.4 Pencabutan: PSAK 31: Akuntansi Perbankan PSAK 43: Akuntansi Perusahaan Efek PPSAK No.5 Pencabutan: ISAK 06: Interpretasi atas Par.12 dan 16 PSAK 55 (1999) Tentang Instrumen Derivatif Melekat pada Kontrak dalam Mata Uang Asing 2 5  PSAK yang berlaku efektif per 1 Januari 2011 No 1 2 3 4 5 6 7 PSAK Ref PSAK 1 IAS 1 Penyajian Laporan Keuangan Presentation of Financial Statement PSAK 2 IAS 7 Laporan Arus Kas Statement of Cash Flow PSAK 3 IAS 34 Laporan Keuangan Interim Interim Financial Reporting PSAK 4 IAS 27 Laporan Keuangan Konsolidasian dan Consolidated and Separated Financial Laporan Keuangan Tersendiri Statement PSAK 5 IFRS 8 Segen Operasi Segment Reporting PSAK 7 IAS 24 Pengungkapan Pihak-pihak yang Berelasi Related Party Disclosures PSAK 12 IAS 31Interest in Joint Ventures Bagian Partisipasi Dalam Ventura Bersama 8 9 10 11 12 13 14 PSAK 15 IAS 28 Investasi Pada Entitas Asosiasi Investment in Associates PSAK 19 IAS 38 Aset Tak Berwujud Intangible Assets PSAK 22 IFRS 3 Kombinasi Bisnis Business Combination PSAK 23 IAS 18 Pendapatan Revenue PSAK 25 IAS 8 Kebijakan Akuntansi, Perubahan Estimasi Accounting Policies, Change in Akuntansi & Kesalahan Accounting Estimated and Errors PSAK 48 IAS 36 Penurunan Nilai Aset Impairment of Assets PSAK 57 IAS 37 Provisi, Liabilitas Kontijensi&Aset Kontijensi Provisions, Contingent Liabilities PSAK 58 IFRS 5 2 15 Aset Tidak Lancar yang Dimiliki untuk Dijual Non-current Assets Held for sale and & Operasi yang Dihentikan Discontinued Operations  ISAK yang berlaku efektif per 1 Januari 2011 No 1 ISAK Ref ISAK 7 SIC 12 Konsoliasi Entitas Bertujuan Khusus Consolidation – Special Purposes Entities 2 ISAK 9 IFRIC 1 Perubahan Atas Liabilitas Purna Operasi, Change in Existing Liabilitas Restorasi & Liabilitas Serupa Decommissioning, Restoration and Similar Liabilities 3 4 ISAK 10 IFRIC 13 Program Loyalitas Pelanggan Customer Loyalty Programs ISAK 11 IFRIC 17 Distribusi Aset Non Kas Kepada Pemilik Distributions of Non-Cash Assets to Owners 5 6 ISAK 12 SIC 13 Pengendalian Bersama Entitas: Kontribusi Jointly Controlled Entities – Non Nonmoneter oleh Venturer Monetary Contributions by Venturers ISAK 14 SIC 32 Aset Tak Berwujud: Biaya Situs Web Intangible Assets – Web Site Costs  PSAK yang berlaku efektif per 1 Januari 2012 1 2 3 4 PSAK Ref PSAK 8 IAS 10 Peristiwa Setelah Tanggal Neraca Event After Balance Sheet Date PSAK 10 IAS 21 Pengaruh Perubahan Nilai Tukar Valuta The Effect of Change in Foreign Asing Exchange Rates PSAK 34 IAS 11 Akuntansi Kontrak Konstruksi Construction Contact PSAK 46 IAS 12 2 No 5 6 7 8 9 10 Akuntansi Pajak Penghasilan Income Taxes PSAK 24 IAS 19 Imbalan Kerja Employee Benefit PSAK 18 IAS 26 Akuntansi dan Pelaporan Program Manfaat Accounting and Reporting by Purnakarya Retirement Benefit Plans PSAK 56 IAS 33 Laba per Saham Earnings per Share PSAK 53 IFRS 2 Pembayaran Berbasis Saham Share-based payment PSAK 28 IFRS 4 Akuntansi Akuntansi Kerugian Insurance Contract PSAK 36 Akuntansi Akuntansi Jiwa 11 PSAK 29 IFRS 6 Akuntansi Minyak dan Gas Bumi Exploration for and Evaluation of Mineral Resources 12 New PSAK (ED PSAK 60) IFRS 7 Financial Instrument: Disclosure 13 New PSAK (ED PSAK 61) IAS 20 Accounting for Government Grants and Disclosure of Government Grant 14 New PSAK (ED PSAK 63) IAS 29 Financial Reporting in Hyper Inflationary New PSAK IAS 41 Agriculture 2 15  ISAK yang berlaku efektif per 1 Januari 2012 No 1 2 3 4 PSAK Ref ISAK 13 IFRIC 16 Lindung Nilai Investasi Neto dalam Kegiatan Hedges of Net Investment in a Usaha Luar Negeri Foreign Operation ED ISAK 16 IFRIC 12 Perjanjian Konsesi Jasa Service Concession Arrangements ED ISAK 15 IFRIC 14 PSAK 24 – Batas Aset Imbalan Pasti, IAS 19 – The Limit on a Defined Persyaratan Pendanaan Minimum dan benefit Asset, Minimum Funding Interaksinya Requirement and their Interaction ED ISAK 17 IFRIC 10 Laporan keuangan Interim dan penurunan Interim Financial Reporting and Nilai Impairment  PSAK akan dicabut, dikaji dan direvisi berlaku efektif per 1 Januari 2012 No PSAK Ref 1 PSAK 21 Ekuitas Akan dicabut 2 PSAK 27 Akuntansi Koperasi Akan dicabut 3 PSAK 38 Restrukturisasi Entitas Sepengendali Masih dikaji 4 PSAK 44 Aktivitas pengembangan Real Estat Masih dikaji, kemungkinan 5 PSAK 51 Kuasi Reorganisasi Masih dikaji 6 PSAK 45 Akuntansi Entitas Nirlaba Direvisi 7 PSAK 47 Akuntansi Tanah Masih dikaji 8 PSAK 39 Akuntansi Kerjasama Operasi Masih dikaji 2 diganti IFRIC 15 PENGADOPSIAN IFRS  Lalu Kenapa Indonesia mengadopsi IFRS ? Indonesia mengadopsi IFRS karena Indonesia adalah bagian dari IFAC yang sudah pasti harus mematuhi SMO(Statement Membership Obligation) yang menjadikan IFRS sebagai accounting standard. Selain itu konvergensi IFRS adalah kesepakatan pemerintah Indonesia sebagai anggota G20 Forum. Pada pertemuan pemimpin G20 di Wahington DC, pada 15 November 2008 didapati hasil : “Strengthening Transparency and Accountability” yang kemudian pada 2 April 2009 di London pertemuan tersebut menghasilkan kesepakatan untuk : Strengthening Financial Supervision and Regulation “to call on the accounting standard setters to work urgently with supervisors and regulators to improve standards on valuation and provisioning and achieve a single set of high‐quality global accounting standards.” IFRS / IAS yang sudah diadopsi hingga saat ini: IAS 2 Inventories IAS 10 Events after balance sheet date IAS 11 Construction contracts IAS 16 Property, plant and equipment IAS 17 Leases IAS 18 Revenues IAS 19 Employee benefits IAS 23 Borrowing costs IAS 32 Financial instruments: presentation IAS 39 Financial instruments: recognation and measurement IAS 40 Investment propert 2 IFRS / IAS yang telah diadopsi ke dalam PASK hingga 31 Desember 2008 IFRS / IAS yang telah diadopsi ke dalam PASK pada tahun 2009 IFRS 2 Shared-based payment IFRS 4 Insurance contracts IFRS 5 Non-current assets held for sale and discontinued operations IFRS 6 Exploration for and evaluation of mineral resources IFRS 7 Financial instruments: disclosure IAS 1 Presentation of financial statements IAS 27 Consolidated and separate financial statements IAS 28 Investments in associates IFRS 3 Business combination IFRS 8 Segment reporting IAS 8 Accounting policies, changes in accounting estimates and errors IAS 12 Income taxes IAS 21 The effects of charges in foreign changes rates IAS 26 Accounting and reporting by retirement benefit plans IAS 31 Interests in joint ventures IAS 36 Impairment of assets IAS 37 Provisions , contigent liabilities and contigent assets IAS 38 Intangible assets IAS 7 Cash flow statements IAS 20 Accounting for goverment grants and dislosure of goverment assistance IAS 24 Related party disclosure IAS 29 Financial reporting in hyperinflationary economics IAS 33 Earning per share IAS 34 Interim financial reporting IAS 41 Agriculture 2 IFRS / IAS yang telah diadopsi ke dalam PASK pada tahun 2008 Disisi lain tujuan konvergensi IFRS adalah agar laporan keuangan berdasarkan PSAK tidak memerlukan rekonsiliasi dengan laporan keuangan berdasarkan IFRS dan kalaupun ada diupayakan hanya relatif sedikit sehingga pada akhirnya laporan auditor menyebut kesesuaian dengan IFRS, dengan demikian diharapkan meningkatkan kegiatan investasi secara global, memperkecil biaya modal (cost of capital) serta lebih meningkatkan transparansi perusahaan dalam penyusunan laporan keuangan. Dengan konvergensi IFRS ini, PSAK akan bersifat principle-based, bukan rule-based lagi seperti selama ini. Hal itu memerlukan professional judgment, sehingga seiring peningkatan kompetensi harus pula dibarengi dengan peningkatan integritas. Peta arah (roadmap) program konvergensi IFRS yang dilakukan melalui tiga tahapan. Pertama, tahap adosi (2008 - 2011) yang meliputi Adopsi seluruh IFRS ke PSAK, persiapan infrastruktur yang diperlukan, evaluasi dan kelola dampak adopsi terhadap PSAK yang berlaku. Kedua, tahap persiapan akhir (2011) yaitu penyelesaian infrastruktur yang diperlukan. Ketiga, yaitu tahap implementasi (2012) yaitu penerapan pertama kali PSAK yang sudah mengadopsi seluruh IFRS dan evaluasi dampak penerapan PSAK secara komprehensif.  Permasalahan Dalam Pengadopsian IFRS Bukan perkara mudah ketika kita menghadapi sesuatu hal yang baru. Nah,begitu pula dengan konvergensi IFRS ini. Berikut adalah permasalahan-permasalahan yang dihadapi dalam proses implementasi dan adopsi IFRS: 1. Translasi standar internasional Terdapat kesulitan dalam penerjemahan IFRS (bahasa Inggris) ke bahasa masing-masing negara, seperti penggunaan kalimat bahasa Inggris yang panjang, tidak konsistennya dalam penggunaan istilah, keterbatasan pendanaan untuk penterjemahan,dll. 2. Ketidaksesuaian Standar Internasional dengan Hukum Nasional a) Pada beberapa negara, standar akuntansi sebagian dari hukum nasional dan ditulis dalam bahasa hukum. Disisi lain, standar akuntansi internasional tidak ditulis dengan bahasa hukum sehingga harus diubah oleh dewan standar masing-masing negara. b) Terdapat transaksi-transaksi yang diatur hukum nasional berbeda dengan yang diatur standar internasional. Seperti transaksi ekuitas untuk perusahaan di 2 Indonesia berbeda perlakuan untuk PT, Koperasi atau badan hukum lainnya. 3. Struktur dan Kompleksitas Standar Internasional a) Adanya kekhawatiran bahwa standar internasional akan semakin kompleks dan rule-based approach. Standar mengatur secara detil setiap transaksi sehingga penyusunan Laporan Keuangan harus mengikuti setiap langkah pencatatan. b) Penerapan standar sebaiknya menggunakan Principles-based approach. Standar hanya mengatur prinsip pengakuan, pengukuran dan pencatatan suatu transaksi. 4. Frekuensi Perubahan dan Kompleksitas Standar Internasional a) Standar internasional perlu dipahami secara jelas sebelum diterapkan. Tentunya butuh cukup waktu bagi penyusun laporan keuangan, auditor dan pengguna laporan keuangan untuk memahami suatu standar akuntansi. b) Bila standar akuntansi sering berubah-ubah maka akan sangat sulit dipahami 2 apalagi diterapkan. KENDALA DAN MANFAAT KONVERGENSI  Kendala konvergensi PSAK ke dalam IFRS 1. Dewan standar kauntansi yang kurang sumberdaya 2. IFRS berganti terlalu cepat sehingga ketika masih dalam proses adopsi satu standar IFRS dilakukan, pihak IASB sudah dalam proses mengganti IFRS tersebut 3. Kendala bahasa, karena stiap standar IFRS harus diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia dan seringkali ini tidaklah mudah 4. Infrastruktur profesi akuntansi yang belum siap 5. Kesiapan perguruan tinggi dan akuntan pendidik untuk berganti acuan ke IFRS 6. Support pemerintah terhadap issue konvergensi  Manfaat konvergensi IFRS 1. Memudahkan pemahaman atas laporan keuangan dengan Standar Akuntansi Keuangan yang dikenal secara internasional 2. Meningkatkan arus investasi dlobal melalui transparansi 3. Menurunkan biaya modal dengan membuka peluang fund raisingmelalui pasar modal secara global 4. Menciptakan efisiensi penyusunan laporan keuangan 5. Meningkatkan kualitas laporan keuangan, dengan antara lain, mengurangi kesempatan 2 untuk melakukan earning management KESIMPULAN Indonesia telah mengalami berbagai perkembangan / perubahan standar akuntansi sebelum menjadi IFRS, dari ikut memakai gaya Belanda sampai memakai IFRS. SAK indonesia direncanakan akan mengadopsi penuh IFRS pada tahun 2012, hal ini diharapkan akan semakin membawa perusahaan – perusahaan di Indonesia dapat bersaing dengan perusahaan internasional lainnya. Karena dengan melakukan adopsi ini tentunya penyajian laporan keuangan yang dilakukan oleh perusahaan juga akan semakin akuntabel dan transparan. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa terdapat beberapa kendala yang dihadapi dalam menerapkan full adoption terhadap IFRS, namun demi kepentingan semakin terciptanya proses akuntansi yang semakin baik IFRS harus diterapkan. Bagi akademisi tentunya juga harus mempelajari secara mendalam tentang IFRS ini, dengan harapan akan tersedia sumberdaya yang memadai untuk semakin 2 membawa ke arah yang positif dari adopsi IFRS ini. DAFTAR PUSTAKA Anjasmoro, Mega. 2010. Adopsi International Financial Repot Standard: “Kebutuhan atau Paksaan?” Studi Kasus Pada PT Garuda Airlines Indonesia. Skripsi. Universitas Diponegoro. Gamayuni, Rindu Rika. 2009. Perkembangan Standar Akuntansi Keuangan Indonesia Menuju International Financial Reporting Standards. DalamJurnal Akuntansi dan Keuangan, Vol. 14, No. 2, pp. 153-166. Ikatan Akuntan Indonesia, 2008. Zamzami, Faiz. Perkembangan Konvergensi International Financial Reporting Standards (IFRS) di Indonesia. Web: http://akuntansibisnis.wordpress.com/2011/01/06/perkembangan-konvergensi-psak-keifrs/ http://yusuf-arifin.blogspot.com/2011/03/kovergensi-ifrs-di-indonesia.html 2 www.lintasberita.web.id/standar-akuntansi-keuangan/

Judul: Akuntansi

Oleh: Suci Oktaviani

Ikuti kami