Akuntansi

Oleh Erifka Putri

33 tayangan
Bagikan artikel

Transkrip Akuntansi

1.Jelaskan jasa yang diberikan oleh akuntan publik
Sesuai dengan kompetensinya, jasa-jasa yang dapat diberikan Kantor Akuntan Publik (KAP) :
a. Jasa Audit Laporan Keuangan.
Dalam kapasitasnya sebagai auditor independen KAP melakukan audit umum atas laporan
keuangan untuk memberikan pernyataan pendapat mengenai kewajaran laporan keuangan suatu
entitas ekonomi dihubungkan dengan prinsip yang berlaku umum. Prinsip akuntansi yang berlaku
umum meliputi pernyataan standar akuntansi keuangan (PSAK) yang dikeluarkan Ikatan Akuntan
Indonesia dan Standar atau Praktek Akuntansi lain yang berlaku umum ( sepanjang belum diatur oleh
PSAK).
Pernyataan pendapat yang diberikan auditor mengenai kewajaran laporan keuangan, berdasarkan
audit yang dilakukannya, dapat berupa:
 Pendapat wajar tanpa pengecualian.
Dengan pendapat wajar tanpa pengecualian, auditor menyatakan bahwa laporan
keuangan menyajikan secara wajar, dalam semua hal yang material, posisi keuangan, hasil
usaha, dan arus kas satuan usaha tertentu sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku
umum.
 Pendapat wajar tanpa pengecualian dengan bahasa yang ditambahkan dalam laporan audit
bentuk baku.
Keadaan tertentu mungkin mengharuskan auditor menambahkan suatu paragraf
penjelasan (atau bahasa penjelasan yang lain) dalam laporan audit, meskipun tidak
mempengaruhi pendapat wajar tanpa pengecualian atas laporan keuangan.
 Pendapat wajar dengan pengecualian.
Dengan pendapat wajar dengan pengecualian, auditor dapat menyatakan bahwa
laporan keuangan menyajikan secara wajar, dalam semua hal yang material, posisi
keuangan, hasil usaha dan arus kas satuan usaha tertentu sesuai dengan prinsip akuntansi
yang berlaku umum, kecuali untuk dampak hal-hal yang berhubungan dengan yang
dikecualikan.
 Pendapat tidak wajar.
Dengan pendapat tidak wajar, auditor menyatakan bahwa laporan keuangan tidak
menyajikan secara wajar posisi keuangan hasil usaha dan arus kas satuan usaha tertentu
sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum.
 Tidak memberikan pendapat.
Dengan pernyataan tidak memberikan pendapat, auditor tidak menyatakan pendapat
bahwa
ia
tidak
menyatakan
pendapat
atas
laporan
keuangan.
b. Jasa Audit Khusus.
Disamping audit umum atas laporan keuangan, KAP juga memberikan jasa audit khusus,
sesuai dengan kebutuhan. Audit khusus dapat memberikan audit atas akun atau pos laporan
keuangan tertentu yang dilakukan dengan menggunakan prosedur yang disepakati bersama, audit
laporan keuangan yang disusun berdasarkan suatu basis akuntansi komprehensif. Selain prinsip
akuntansi yang berlaku umum, audit atas informasi keuangan untuk tujuan tertentu dan audit khusus
lainnya. Dalam melaksanakan audit khusus ini auditor tetap berpedoman pada standar auditing yang
dimuat dalam SPAP.
c. Jasa Atestasi.
Jasa atestasi yang diberikan KAP berkaitan dengan penerbitan laporan yang memuat suatu
kesimpulan tentang keandalan asersi (pernyataan) tertulis yang menjadi tanggung jawab pihak lain,
dilaksanakan melalui pemeriksaan, review dan prosedur yang disepakati bersama. Asersi yang
menjadi obyek dalam penegasan atestasi dapat berupa Proyeksi dan Perkiraan Keuangan (Laporan
Keuangan Prospektif Keuangan, Perkiraan Keuangan dan Proyeksi Keuangan), Pelaporan Informasi

Keuangan Proforma, Pelaporan tentang Struktur Pengendalian Intern atas Laporan Keuangan
tersebut. Dalam melaksanakan program ini KAP tunduk pada Standar Atestasi dalam SPAP.
d. Jasa Review Laporan Keuangan.
Review laporan keuangan merupakan salah satu jasa yang diberikan KAP untuk memberikan
keyakinan terbatas bahwa tidak terdapat modifikasi material yang harus dilaksanakan agar laporan
keuangan tersebut sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum atas basis akuntansi
komprehensif lainnya. Review dilakukan melalui prosedur pengajuan pertanyaan dan analisis
dengan berpedoman pada Standar Jasa Akuntansi dan Review yang terdapat dalam SPAP.
e. Jasa Kompilasi Laporan Keuangan.
KAP dapat melakukan kompilasi laporan keuangan berdasarkan catatan data keuangan serta
informasi lainnya yang diberikan managemen suatu entitas ekonomi. Dengan kompilasi ini,
KAP tidak memberikan pernyataan pendapat mengenai kewajaran laporan keuangan atas suatu
keyakinan apapun terhadap laporan tersebut. Tanggung jawab laporan keuangan sepenuhnya
tetap berada pada managemen entitas ekonomi yang bersangkutan. Pelaksanaan kompilasi
laporan keuangan oleh KAP dilakukan berpedoman pada Standar Jasa Akuntansi dan Review
yang terdapat dalam SPAP.
f. Jasa Konsultasi.
Jasa konsultasi yang diberikan KAP meliputi berbagai bentuk dan bidang sesuai dengan
kompetensi akuntan publik. Jasa yang diberikan KAP bervariasi mulai dari jasa konsultasi
umum kepada managemen, perancangan sistem dan implementasi sistem akuntansi,
penyusunan proposal keuangan, dan studi kelayakan proyek, penyelenggaran pendidikan dan
pelatiha, pelaksanaan seleksi dan rekrutmen pegawai, sampai pemberian jasa konsultasi
lainnya, termasuk konsultasi dalam pelaksanaan merger dan akuisisi. Dalam pemberian jasa
konsultasi ini KAP berpegang pada standar jasa konsultasi dalam SPAP.
g.
Jasa Perpajakan.
KAP juga memberikan jasa profesional dalam bidang perpajakan. Jasa yang diberikan
meliputi, tetapi tidak terbatas pada konsultasi umum perpajakan, perencanaan pajak, review
kewajiban pajak, pengisian SPT dan penyelesaian masalah perpajakan.

2.Jelaskan Tugas Akuntan Perusahaan
A. Mengidentifikasi dan mengukur data relevan untuk pengambilan keputusan.
Data yang relevan untk keputusan terdiri dari transaksi-transaksi dan kejadian dalam
perusahaan. Kalau berbicara tentang transaksi atau kejadian, maka hal tersebut akan selalu
berhubungan dengan tindakan yang telah di selesaikan, misalnya membeli barang
B. Memproses data dan kemudian melaporkan informasi yang di hasilkan.
Proses dan pelaporan data mencakup kegiatan pencatatan, penggolongan dan pengikhtisaran.
Pencatatan transaksi dapat di lakukan dengan berbagai cara, misalnya di tulis dengan pensil atau
pena. Pencatatan transaksi berarti mengumpulkan data secara kronologis, disamping di catat,
transakis perusahaan sekaligus di golong-golongkan dalam kelompok atau kategori yang
berhubungan.
C. Mengkomunikasikan informasi kepada pemakai laporan.
Laporan akuntansi (accounting reports) yang di hasilkan oleh suatu sistem akunatansi yang
beragam macamnya akan menimbulkan jenis laporan yang berbeda-beda tergantung pada pihak yang
akan menggunakan laporan tersebut, misalkan laporan keuangan, banyak pihak luar perusahaan yang
menggunakan informasi keuangan tersebut. Misalnya pemegang saham, calon pemegang saham,
kreditur, bank, pajak dan lainya

3.Macam-macam Prinsip Ekonomi







Prinsip Ekonomi Produsen
Menghasilkan barang yang berkualitas
Menekan biaya produksi serendah mungkin
Mencari keuntungan maksimal
Menghasilkan barang yang diminati dan selalu dicari oleh konsumen
Prinsip Ekonomi Distributor
Menyalurkan barang dan jasa pada konsumen tepat waktu
Memeratakan hasil produksi ke daerah-daerah yang memerlukan
Membuat harga barang stabil atau tidak mengalami gejolak
Prinsip Ekonomi Konsumen
Mendapatkan kepuasan semaksimal mungkin
Terpenuhinya kebutuhan hidup
Terhindar dari sifat konsumtif
Mendapatkan barang yang bermutu dengan harga murah
Terjadinya penghematan atau tidak

4.Spesialisasi dalam Bidang Akuntansi
a. Akuntansi Intern
Akuntansi intern merupakan serangkaian kegiatan akuntansi yang dilakukan di dalam
perusahaan (intem perusahaan). Beberapa bidang spesialisasi akuntansi yang terdapat di dalam
perusahaan adalah sebagai berikut
 Akuntansi Keuangan
Akuntansi keuangan adalah bidang akuntansi yang bertujuan menghasilkan informasi
keuangan yang terutama ditujukan untuk pihak luar yang berkepentingan terhadap
perusahaan. Informasi keuangan tersebut berupa laporan keuangan yang terdiri dari neraca,
laporan perhitungan rugi laba, laporan perubahan modal, dan laporan perubahan posisi
keuangan. Adapun pihak-pihak di luar perusahaan yang berkepentingan terhadap laporan
keuangan tersebut antara lain investor, kreditur, lembaga pemerintah, dan lain-lain. Selain
itu, informasi keuangan yang dihasilkan oleh akuntansi keuangan digunakan juga oleh
pihak intern perusahaan (manajemen) dalam pengambilan keputusan. Karena akuntansi
keuangan ditujukan untuk menyediakan informasi keuangan kepada semua pihak yang
berkepentingan maka laporan keuangan tersebut harus bersifat umum sehingga dapat
diterima oleh semua pihak.
 Akuntansi Manajemen
Akuntansi manajemen merupakan akuntansi yang bertujuan menghasilkan informasi
keuangan untuk kepentingan manajemen (pihak intern perusahaan) dalam usaha mencapai
tujuan perusahaan. Informasi tersebut diperlukan oleh manajemen untuk pengambilan
berbagai keputusan manajemen serta menilai hasil-hasil yang sudah diperoleh perusahaan.
Berbeda dengan akuntansi keuangan, akuntansi manajemen tidak terikat pada
pelaksanaan prinsip-prinsip akuntansi. Selain itu, akuntansi manajemen berorientasi pada
waktu yang akan datang yaitu memberikan gambaran mengenai altematif keputusan yang
mungkin akan diambil di masa yang akan datang.
 Akuntansi Biaya
Akuntansi biaya merupakan bidang khusus akuntansi yang bertujuan untuk mencatat,
menghitung, menganalisis, mengawasi, dan melaporkan pada manajemen mengenai biayabiaya yang terjadi selama proses produksi. Akuntansi biaya juga dimaksudkan untuk
menentukan harga pokok produksi dan pengendalian biaya produksi. Di samping itu,
akuntansi biaya juga berfungsi menyusun dan menaksirkan data biaya baik biaya

sebenarnya maupun biaya-biaya yang ditaksir, yang akan digunakan oleh pimpinan
perusahaan mengontrol operasi-operasi sekarang maupun merencanakan operasi-operasi
yang akan datang.
 Akuntansi Peranggaran
Akuntansi peranggaran merupakan suatu perencanaan dalam hal keuangan yang
dimaksudkan untuk mengadakan pengawasan dan pengendalian terhadap operasi
perusahaan. Untuk mengetahui sejauh mana rencana tersebut dapat terlaksana biasanya pada
akhir periode diadakan perbandingan antara rencana dan basil operasi yang sebenarnya
sehingga manajemen dapat mengetahui bagian mana yang mengalami penyimpangan, dan
menemukan cara mengatasinya.
 Pemeriksaan Intern
Pemeriksaan intern (internal audit) merupakan pemeriksaan terhadap data akuntansi
yang diolah dalam proses akuntansi (pembukuan) sehingga dapat diperoleh informasi
akuntansi yang tepat dan dapat dipercaya.
 Sistem Akuntansi
Sistem akuntansi merupakan bidang khusus dari akuntansi yang mencakup perencanaan dan penyusunan teknik, metode, dan prosedur pencatatan dan pelaporan data-data
keuangan perusahaan sehingga ada pengawasan intem yang baik. Pengawasan intern adalah
suatu sistem pengawasan dengan menciptakan suatu struktur organisasi yang
memungkinkan adanya pembagian tugas dan wewenang di antara personalia yang cakap dan
praktek-praktek yang sehat.
b. Akuntan Publik
Akuntansi publik merupakan suatu bidang kegiatan yang dilakukan oleh para akuntan
publik, akuntan publik menyediakan berbagai macam jasa untuk membantu perusahaan yang
antara lain berupa jasa perpajakan, jasa auditing atau pemeriksaan atas kewajaran laporan
keuangan, dan jasa konsultasi manajemen. Berbagai jasa yang diberikan oleh akuntan publik
tersebut memunculkan bidang-bidang spesialisasi dalam akuntansi yaitu Akuntansi
perpajakan, Pemeriksaan akuntansi, dan jasa konsultasi manajemen.
 Akuntansi Perpajakan
Setiap perusahaan selalu berhubungan dan berurusan dengan masalah perpajakan.
Untuk itu, sebuah perusahaan membutuhkan akuntan yang mengetahui konsep, metode, cara
pelaporan, dan peraturan/undang-undang perpajakan. Dalam hal ini, akuntan bertugas antara
lain membantu menetapkan besarnya pajak yang harus dibayar oleh perusahaan sesuai
dengan ketentuan yang berlaku. Penetapan pajak tersebut didasarkan pada Laporan
Perhitungan Rugi Laba perusahaan. Selain itu, akuntan juga berperan dalam perencanaan
pajak (misalnya memberikan nasihat tentang cara meminimalkan laba jika memungkinkan,
metode akuntansi yang diterapkan), pelaksanaan administrasi perpajakan (misalnya mengisi
Surat Pemberitahuan Pajak-SPT), atau mewakili perusahaan di kantor pajak. Berbagai
pekerjaan akuntan yang berhubungan dengan masalah perpajakan itulah yang
dinamakan akuntansi perpajakan.
 Pemeriksaan Akuntansi (Auditing)
Laporan keuangan suatu perusahaan perlu dinilai kelayakan dan kewajarannya
sebelum laporan itu diinformasikan kepada pihak luar. Suatu laporan keuangan dapat
dikatakan layak dan wajar apabila telah sesuai prinsip-prinsip akuntansi yang berlaku secara
umum. Untuk itu, sebelum laporan keuangan tersebut dikeluarkan untuk kepentingan publik
perlu diperiksa terlebih dahulu agar laporan itu dapat dipercaya. Pemeriksaan tersebut
diawali dengan melakukan pemeriksaan terhadap data-data akuntansi yang ada di
perusahaan serta memeriksa kecermatan dalam melakukan pembukuan terhadap data-data
tersebut. Pemeriksaan ini dilakukan oleh akuntan publik yang dipekerjakan oleh suatu
perusahaan untuk melakukan pemeriksaan secara berkala. Selain melakukan pemeriksaan

mereka memberikan pendapat dan penilaian secara bebas mengenai kejujuran dan
kebenaran dari laporan keuangan tersebut
 Jasa Konsultasi Manajemen (Management Advisory Service)
Jasa konsultasi manajemen merupakan pelayanan yang diberikan oleh akuntan publik
(ekstern) mengenai berbagai masalah manajemen yang timbul dalam perusahaan. Kegiatan
ini antara lain membantu pimpinan perusahaan dalam membuat anggaran sebagai alat
perencanaan dan pengawasan.
c. Akuntansi Pemerintahan
Lembaga-lembaga pemerintahan meskipun bukan merupakan lembaga yang bertujuan
mencari laba, seperti perusahaan, juga memerlukan akuntansi. Dalam menjalankan
fungsinya tembaga pemerintahan melakukan berbagai pengeluaran untuk membiayai
kegiatannya dan juga melakukan berbagai upaya untuk mendapatkan pemasukan guna
menutupi
biaya-biaya
yang
dikeluarkannya.
Dengan
demikianakuntansi
pemerintahan merupakan kegiatan akuntansi yang dilakukan oleh lembaga-lembaga
pemerintahan mengenai keuangan negara terutama realisasi pelaksanaan anggaran negara.
Akuntansi pemerintahan juga mencakup pengendalian dan pengawasan terhadap
pengeluaran melalui anggaran negara.
d. Akuntansi Sosial
Akuntansi sosial mencakup bidang yang luas yaitu memberikan informasi mengenai
data-data ekonomi makro. Data-data yang dihasilkan oleh akuntansi sosial biasanya
mengenai kondisi perekonomian nasional suatu negara, seperti pendapatan nasional,
konsumsi nasional, investasi nasional, pembelanjaan nasional, dan lain-lain. Akuntansi
sosial sering disebut juga dengan akuntansi pendapatan nasional,
e.
Akuntansi Internasional
Akuntansi internasional mencakup berbagai transaksi yang terjadi dalam perdagangan
internasional (antarnegara). Perdagangan internasional ini biasanya terjadi antara perusahaanperusahaan multinasional yaitu perusahaan yang beroperasi di lebih dari satu negara.

5. Prinsip Dasar Akuntansi
 Prinsip Biaya Historis (Historical Cost Principle)
GAAP mewajibkan sebagian besar aktiva dan kewajiban diperlakukan dan dilaporkan
berdasarkan harga akuisi. Hal ini seringkali disebut prinsip biaya historis. Prinsip ini
menghendaki digunakannya harga perolehan dalam mencatat aktiva. utang, modal, dan biaya.
 Prinsip Pengakuan Pendapatan (Revenue Recognition Principle)
Prinsip Pengakuan Pendapatan adalah aliran masuk harta-harta (aktiva) yang timbul dari
penyerahan barang atau jasa yang dilakukan oleh suatu unit usaha selama suatu periode tertentu.
Dasar yang digunakan untuk mengukur besamya pendapatan adalah jumlah kas atau
ekuivalennya yang diterima dari transaksi penjualan dengan pihak yang bebas.
 Prinsip Mempertemukan (Matching Principle)
Yang dimaksud prinsip mempertemukan biaya adalah mempertemukan biaya dengan pendapatan
yang timbul karena biaya tersebut.
 Prinsip Konsistensi (Consistency Principle)
Agar laporan keuangan dapat dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya, maka metode dan
prosedur-prosedur yang digunakan dalam proses akuntansi harus diterapkan secara konsisten
dari tahun ke tahun. Sehingga bila terdapat perbedaan antara suatu pos dalam dua periode, dapat
segera diketahui bahwa perbedaan itu bukan selisih akibat penggunaan metode yang berbeda.
 Prisip Pengungkapan Penuh (Full Disclosure Principle)
Yang dimaksud dengan prinsip pengungkapan lengkap adalah menyajikan informasi yang
lengkap dalam laporan keuangan. Karena infomasi yang disajikan itu merupakan ringkasan dari
transaksi-transaksi dalam satu periode dan juga saldo-saldo dari rekening-rekening tertentu,
tidaklah mungkin untuk memasukkan semua informasi-informasi yang ke dalam laporan
keuangan.

Anggota Kelompok :
1. Andri Susilo
2. Nurul Alvinadia
3. Nurul Faizah
4. One Saidatun Nahar
5. Putri Erifka Purba
Kelas : X Ak2

Judul: Akuntansi

Oleh: Erifka Putri


Ikuti kami