Akuntansi

Oleh Selvi Maulidah

35 tayangan
Bagikan artikel

Transkrip Akuntansi

AKUNTANSI

Nama : fahraeji Nugraha
Kelas : X.2
Mata pelajaran : ekonomi

Madrasah Aliyah Raudlatul Irfan
Pagedangan-Tangerang
Banten

KATA PENGANTAR

Puji serta syukur Penulis panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa berkat rahmat
dan hidayah-Nya Penulis dapat menyelesaikan tugas mandiri ini tepat pada waktunya.
Penulis sangat tertarik unutk melakukan Penelitian dengan judul : PENGARUH
PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN TERHADAP SIKAP NASIONALISME BAGI
PESERTA DIDIK KELAS XI PADA SMK PANCA KARYA TANGERANG.
Adapun tujuan tugas mandiri ini diajukan untuk memenuhi syarat Ujian Akhir
Semester II Mata Pelajaran Ekonomi MA Raudlatul Irfan.
Penulis menghadapi hambatan dalam menyelesaikan tugas mandiri ini, oleh karena itu
Penulis mengucapkan terimakasih kepada :
-

Bapak Rudi chandra selaku Guru Pembimbing Mata pelajaran ekonomi.

-

Orang tua yang selalu memberikan motivasi dan semangat, serta doa.

- Teman-teman Penulis menyimpulkan bahwa tugas mandiri ini masih jauh dari
sempurna, oleh karena itu Penulis menerima kritik serta saran yang bersifat
membangun guna kesempurnaan tugas mandiri ini dan bermanfaat bagi Penulis
serta Pembaca pada umumnya.

Pamulang, Juni 2015

Penulis

ii

DAFTAR ISI

HALAM JUDUL .......................................................................................................................i
KATA PENGANTAR ..............................................................................................................ii
DAFTAR ISI ...........................................................................................................................iii
BAB I

PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah ....................................................................................1
B. Tujuan ................................................................................................................1

BAB II

PEMBAHASAN
A. Mengenal akuntansi ...........................................................................................2
a) Definisi Akuntansi ......................................................................................2
b) Sejarah Perkembangan Akuntansi ..............................................................2
c) Bidang Akuntansi ......................................................................................5
d) Pemakai Akuntansi ....................................................................................7
e) Tujuan Manfaat Akuntansi ......................................................................10
f) Profesi Akuntansi .....................................................................................10

BAB III

PENUTUP
1. Kesimpulan ......................................................................................................13

DAFTAR PUSTAKA

iii

BAB I
PENDAHULUAN

1. Latar Belakang
Suatu perusahaan sangat memerlukan ilmu akuntansi karena tujuan ilmu tersebut
adalah menyajikan informasi ekonomi dari suatu entitas kepada pihak-pihak yang
berkepentingan. Yang dimaksud dengan entitas adalah badan usaha/perusahaan/organisasi
yang mempunyai kekayaan sendiri.
2. Tujuan Penulisan
Tujuan dalam penulisan makalah ini adalah untuk menambah pengetahuan dan
diharapkan bermanfaat bagi kita semua

1

BAB II
PEMBAHASAN

A. MENGENAL AKUNTANSI
1. DEFINISI AKUNTANSI
1. Definisi menurut Kegunaan
Akuntansi merupakan aktifitas jasa yang berfungsi memberikan informasi kuantitatif
mengenai kesatuan-kesatuan ekonomi terutama yang bersifat keuangan yang bermanfaat
dalam pengambilan keputusan
2. Definisi menurut kegiatan
Akuntansi adalah seni mencatat, mengklasifikasi dan mengikhtisarkan transaksitransaksi / kejadian yang sekurang-kurangnya bersifat keuangan keuangan dengan cara
menginterpretasikan hasil-hasilnya.
Dari definisi yang telah dikemukakan di atas bisa di simpulkan bahwa, Akuntansi adalah
Proses mengidentifikasi mengukur dan melaporkan informasi ekonomiuntuk memungkinkan
dilakukannya penilaian serta pengambilan keputusan secara jelas dan tegas bagi pihak-pihak
yang menggunakan informasi tersebut.
2. SEJARAH PERKEMBANGAN AKUNTANSI
Setiap terjadi suatu peristiwa, orang selalu saja bertanya, awalnya bagaimana? Atau
seseorang akan berkata ceritanya bagaimana? Begitu juga halnya Akuntansi sering orang
bertanya bagaimana sejarah dari akuntansi itu.

2

Akuntansi sebenarnya sudah ada sejak manusia itu mulai bisa menghitung dan membuat
suatu catatan, yang pada awalnya dulu itu dengan menggunakan batu, kayu, bahkan daun
menurut tingkat kebudayaan manusia waktu itu. Pada abad XV terjadilah perkembangan dan
perluasan perdagangan oleh pedagang-pedagang Venesia. Perkembangan perdagangan ini
menyebabkan orang waktu itu memerlukan suatu sistem pencatatan yang lebih baik, sehingga
dengan demikian akuntansi juga mulai berkembang.
Setelah itu perkembangan akuntansi juga ditandai dengan adanya seorang yang bernama
Lucas Pacioli pada tahun 1494, ahli matematika mengarang sebuah buku yang
berjudul Summa de Aritmatica, Geometrica, Proportioni et Propotionalita, di mana dalam
suatu bab berjudul Tractatus de Computies et Scriptoris yang memperkenalkan dan
mengajarkan sistem pembukuan berpasangan yang disebut juga dengan sistem kontinental.
Sistem berpasangan adalah sistem pencatatan semua transaksi ke dalam dua bagian, yaitu
debet dan kredit. Kemudian kedua bagian ini diatur sedemikian rupa sehingga selalu
seimbang. Cara seperti ini menghasilkan pembukuan yang sistematis dan laporan keuangan
yang terpadu, karena perusahaan mendapatkan gambaran tentang laba rugi usaha, kekayaan
perusahaan serta hak pemilik.
Pertengahan abad ke 18 terjadi revolusi industri di Inggris yang mendorong pula
perkembangan akuntansi, di mana waktu itu para manajer pabrik misalnya, ingin mengetahui
biaya produksinya. Sebab dengan mengetahui berapa besar biaya produksi mereka dapat
mengawasi efektifitas proses produksi dan menetapkan harga jual. Sejalan dengan itu
berkembanglah akuntansi dengan bidang khusus yaitu akuntansi biaya. Akuntansi biaya
memfokuskan diri pada pencatatan biaya produksi dan penyediaan informasi bagi
manajemen.

3

Bagaimana perkembangan akuntansi di Indonesia?
Akuntansi di Indonesia pada awalnya menganut sistem kontinental, seperti yang
dipakai di Belanda saat itu. Sistem ini disebut juga dengan tata buku yang sebenarnya
tidaklah sama dengan akuntansi, di mana tata buku menyangkut kegiatan-kegiatan yang
bersifat konstruktif dari proses pencatatan, peringkasan, penggolongan dan aktivitas lain yang
bertujuan menciptakan informasi akuntansi berdasarkan pada data. Sedangkan akuntansi
menyangkut kegiatan-kegiatan yang bersifat konstruktif dan analitikal seperti kegiatan
analisis dan interpretasi berdasarkan informasi akuntansi. Sehingga dapat disimpulkan bahwa
pembukuan merupakan bagian dari akuntansi.
Perkembangan selanjutnya tata buku sudah mulai ditinggalkan orang. Di Indonesia
perusahaan atau orang semakin banyak menerapkan sistem akuntansi Anglo Saxon.
Berkembangnya sistem akuntansi Anglo Saxon di Indonesia disebabkan adanya penanaman
modal asing di Indonesia yang membawa dampak positif terhadap perkembangan akuntansi,
karena sebagian besar penanaman modal asing menggunakan sistem akuntansi Amerika
Serikat (Anglo Saxon). Penyebab lain sebagian besar mereka yang berperan dalam kegiatan
perkembangan akuntansi menyelesaikan pendidikannya di Amerika, kemudian menerapkan
ilmu akuntansi itu diIndonesia.
Profesor Robert Sterling, seotang ahli akuntansi dari amerika membagi perkembangan
akuntansi menjadi tiga tahap :
Tahap Perencanaan, dalam tahap ini input yang digunakan adalah hasil aspirasi masyarakat
yang dilakukan oleh Dewan dan Eksekutif, kemudian aspirasi tersebut dijabarkan dalam
Usulan Kegiatan/Aktivitas Unit Kerja masing pada entitas pemerintah yang bersangkutan
yang akan diproses dengan Standar Analisa Belanja (SAB) sehingga aktivitas yang diusulkan
mencerminkan target kinerja dan anggaran usulan masyarakt yang menjadi prioritas daerah
4

yang bersangkutan. Hasil akhir Rencana Anggaran Satuan Kerja di Unit Kerja diwujudkan
pada RAPBD yang kemudian diproses untuk mendapatkan justifikasi oleh Dewan sebagai
output perencanaan berupa APBD.
Tahap Pelaksanaan, inputnya adalah output dari tahap perencanaan yaitu berupa APBD.
Kemudian dalam tahap pelaksanaan ini prosesnya adalah APBD yang sudah ditetapkan
kemudian dilaksanakan menggunakan sistem akuntansi yang sudah disesuaikan untuk
menghasilkan informasi yang berguna bagi semua pihak yang berkepentingan atas
pelaksanaan APBD oleh Eksekutif baik berupa laporan triwulanan maupun laporan tahunan
sebagai laporan pertanggungjawaban Kepada Daerah.
Tahap Pengendalian, inputnya berupa laporan Pelaksanaan APBD kemudaian diproses
sebagai dasar evaluasi terhadap laporan tersebut sekaligus dapat digunakan sebagai penilaian
pertanggunjawaban Kepala Daerah yang outputnya berupa kebutusan hasil evaluasi maupun
penerimaan atau penolakan terhadap laporan Pertanggungjawaban Kepala Daerah
Saat ini sistem Anglo Saxon semakin populer di Indonesia baik dalam pendidikan akuntansi
maupun dalam praktek dunia bisnis. Sekarang dapatkah Anda menjelaskan perbedaan antara
sistem kontinental dengan sistem Anglo Saxon? Apakah perbedaannya? Untuk lebih jelasnya,
mari perhatikan tabel berikut ini!
3. BIDANG AKUNTANSI
Dengan pesatnya pertumbuhan ekonomi dan semakin kompleksnya masalah
perusahaan yang didorong kemajuan teknologi, bertambahnya peraturan pemerintah terhadap
kegiatan perusahaan, maka para Akuntan dituntut untuk mengkhususkan keahliannya dalam
Bidang Akuntansi. Bidang khusus Akuntansi itu, apa saja? Baik, mari kita lihat bidangbidang khusus Akuntansi berikut ini!

5

A. Akuntansi Keuangan (Financial Accounting)
Akuntansi keuangan disebut juga Akuntansi Umum (General Accounting), yaitu
Akuntansi yang berhubungan dengan pencatatan transaksi perusahaan dan penyusunan
laporan keuangan secara berkala yang berpedoman kepada prinsip Akuntansi. Laporan
keuangan itu bisa digunakan sebagai informasi intern maupun ekstern perusahaan.
B. Akuntansi Pemeriksaan (Auditing Accounting)
Akuntansi pemeriksaan merupakan kegiatan Akuntansi yang berhubungan dengan
pemeriksaan keuangan atau Akuntansi umum. Akuntansi publik melakukan pemeriksaan
terhadap catatan-catatan yang mendukung laporan keuangan dengan menyatakan kelayakan
dan dapat dipercayainya suatu laporan.
C. Akuntansi Manajemen (Management Accounting)
Titik sentral dalam Akuntansi manajemen adalah informasi untuk pihak-pihak di
dalam perusahaan. Kegunaan Akuntansi manajemen antara lain, mengendalikan kegiatan
perusahaan, memonitor arus kas, dan menilai alternatif dalam pengambilan keputusan.
Misalnya dalam hal penetapan harga jual, pembelajaan, metode produksi dan investasi.
Bidang Akuntansi ini juga mengolah masalah-masalah khusus yang dihadapi para manajer
perusahaan dari berbagai jenjang organisasi dengan menggunakan data historis maupun data
tafsiran.
D. Akuntansi Biaya (Cost Accounting)
Akuntansi biaya adalah Bidang Akuntansi yang menekankan kegiatan pada penetapan
biaya dan kontrol atas biaya. Terutama yang berhubungan dengan biaya produksi suatu
barang. Di samping itu salah satu fungsi utama Akuntansi biaya adalah pengumpulan dan
menganalisa data mengenai biaya, baik yang telah maupun yang akan terjadi untuk
digunakan oleh pemimpin perusahaan sebagai alat kontrol atas kegiatan yang telah dilakukan
serta alat untuk membuat rencana di masa mendatang.

E. kuntansi Perpajakan (Tax Accounting)
Bidang Akuntansi perpajakan mencakup penyusunansurat pemberitahuan pajak serta
mempertimbangkan konsekuensi perpajakan dari transaksi usaha yang direncanakan.
Akuntansi Anggaran (Budgeting Accounting)
Akuntansi anggaran adalah Bidang Akuntansi yang berhubungan dengan penyusunan rencana
keuangan mengenai kegiatan perusahaan untuk suatu jangka waktu tertentu di masa
mendatang serta analisa dan pengontrolannya.
Dengan selesainya pembahasan materi tentang Bidang-bidang Akuntansi tadi, tentunya telah
membuka wawasan Anda bahwa perkembangan Akuntansi juga sangat dipengaruhi oleh
kemajuan teknologi dan pesatnya perkembangan dunia usaha. Di mana secara tidak langsung
menuntut sumber daya yang berkualitas dan profesional Bidang Akuntansi , ya bukan?
Kemudian persoalannya sekarang akan timbul lagi pertanyaan baru, yaitu apakah tenaga ahli
Bidang Akuntansi itu termasuk tenaga profesional, layaknya seorang yang berprofesi sebagai
dokter, pengacara dan notaris? Jawabnya adalah benar! Seseorang yang memiliki keahlian di
Bidang Akuntansi yang berlatar belakang pendidikan minimal Diploma 3 jurusan Akuntansi.
Baiklah sekarang mari kita lanjutkan bahasan tersebut dengan profesi Akuntansi.
4. PEMAKAI AKUNTANSI
Pemakai Intern
Yang dimaksud dengan pemakai (pihak) intern adalah pihak yang menyelenggarakan
usaha, seperti rumah tangga konsumen (RTK) dan rumah tangga produksi (RTP) yang dalam
hal ini adalah pimpinan perusahaan (manajer) yang bertanggung jawab dalam pengambilan
suatu keputusan.
Setiap rumah tangga konsumen dan rumah tangga produksi memerlukan informasi keuangan
untuk mencapai tujuan yang diharapkan, yaitu mencapai laba maksimal dengan pengorbanan
7

tertentu. Oleh karena itu memerlukan suatu cara pencatatan yang sistematis agar dapat
menaganlisis transaksi keuangan menjadi informasi ekonomi yang berguna. Dapatkah Anda
memberi contoh rumah tangga konsumen? Baiklah, contohnya pemilik toko, setiap hari
membuat catatan tentang pengeluaran uang dan pemasukan uang. Dengan adanya kegiatan
pencatatan (akuntansi) tadi maka pemilik toko dapat mengetahui informasi keadaan keuangan
dari usahanya pada saat tertentu.
Kemudian bagaimana dengan contoh rumah tangga produksi? Sebenarnya peranan akuntansi
jauh lebih penting, lebih-lebih lagi dalam usaha yang sudah berbadan hukum, misalnya
manajer produksi memerlukan akuntansi sewaktu ia ingin mengetahui berapa besar harga
pokok barang, jumlah biaya produksi barang yang dihasilkan.
A. Pemakai Ekstern
Yang dimaksud dengan pihak ekstern adalah pihak-pihak yang berkepentingan
dengan suatu usaha atau perusahaan, tetapi merupakan pihak luar perusahaan. Contohnya,
bank sebagai pemberi kredit (pinjaman). Jadi bank perlu memastikan apakah debiturnya
(perusahaan) yang diberikan fasilitas kredit ini dapat melunasi seluruh pinjamannya pada
waktu yang telah ditetapkan, sehingga bank terhindar dari permasalahan kredit macet.
Bagaimana pihak bank mendapatkan data atau informasi yang berhubungan dengan
perusahaan sebagai debiturnya? Bank memperoleh data dan informasi berdasarkan catatan
akuntansi yang dibuat berupa laporan keuangan dari perusahaan yang mendapatkan kredit
tadi.
Dengan mengulangi lagi membaca materi pemakai akuntansi ini akan memudahkan Anda
untuk memahami dan membedakan pihak ekstern yang menggunakan informasi akuntansi.
Sekarang mari kita lanjutkan dengan sejarah singkat dari akuntansi.

8

a. Pemilik/investor dan calon pemilik
Pemilik memerlukan akuntansi untuk memenuhi posisi maju/mundurnya perusahaan,
sehingga ia dapat menentukan apakah akan mempertahankan perusahaannya, menjual atau
menanam modalnya di perusahaan lain.
Calon pemilik dapat menentukan apakah dia akan menanamkan modalnya pada perusahaan
itu.
b. Kreditor dan calon kreditor
Informasi akuntansi berguna untuk menilai kemampuan perusahaan dalam mengembalikan
pinjaman, sehingga dapat dijadikan pedoman apakah akan di tambah pinjamannya atau justru
akan ditarik pinjaman yang telah diberikan.
Bagi calon kreditor berguna untuk menilai resiko yang akan terjadi sebelum pinjaman
diputuskan ataru diberikan.
c. Pemerintah
Informasi akuntansi bai pemerintah sangan berguna untuk tujuan pajak dan pengaturannya,
pemeriksaan terhadap kebenaran jumlah pajak yang dilaporkan, dan sebagai lat penilai
apakah perusahaan mematuhi peraturan yang telah ditetapkan, serta pemantauan
perkembangan perusahaan melalui Biro Pusat Statistik.
d. Karyawan
Informasi ekonomi bagi karyawan akan berguna untuk mengetahui kelangsungan hidupnya,
maju mundurnya perusahaan yang berguna untuk kemantapan kerja, pertimbangan naik
turunnya gaji dan jaminan social.
e. Pelanggan
Informasi ekonomi berguna untuk mengevaluasi hubungan usaha hubungan usaha dengan
perusahaan, dan menentukan kelanjutan hubungan di masa mendatang.
9

5. TUJUAN / MANFAAT AKUNTANSI
a. Tujuan Akuntansi

Tujuan utama akuntansi adalah menyajikan informasi ekonomi dari suatu entitas kepada
pihak-pihak yang berkepentingan. Yang dimaksud dengan Entitas adalah badan
usaha/perusahaan/organisasi yang mempunyai kekayaan sendiri.
Informasi ekonomi yang dihasilkan oleh akuntansi berguna bagi pihak-pihak di dalam
organisasi itu sendiri (internal) maupun pihak-pihak di luar organisasi (eksternal). Pihak
manajemen merupakan contoh pemakai informasi dari kalangan internal. Informasi akuntansi
ini oleh manajemen dimanfaatkan untuk perencanaan, pengendalian dan evaluasi aktivitas
usahayangdilaksanakan.
Dari sisi pengguna informasi dari kalangan eksternal, terbagi menjadi dua yaitu

:

1. pemakai eksternal yang berkepentingan langsung terhadap informasi akuntansi contoh :
investor dan kreditor.
2. pemakai eksternal yang tidak berkepentingan langsung misalnya Analis Ekonomi, Pegawai
dan Lembaga-lembaga Pemerintah.
b. Manfaat Akuntansi
· Untuk mendapatkan informasi ekonomi (informasi keuangan perusahaan)
· Untuk memberikan pertanggungjawaban manajemen kepada pemilik perusahaan
· Untuk mengetahui perkembangan perusahaan dari tahun ke tahun
6. PROFESI AKUNTANSI
Perkembangan profesi akuntansi sejalan dengan jenis jasa akuntansi yang diperlukan oleh
masyarakat yang makin lama semakin bertambah kompleksnya. Gelar akuntan adalah gelar
10

profesi seseorang dengan bobot yang dapat disamakan dengan bidang pekerjaan yang lain.
Misalnya bidang hukum atau bidang teknik. Secara garis besar Akuntan dapat digolongkan
sebagai berikut:
a. Akuntan Publik (Public Accountant)
Akuntan publik adalah akuntan independen yang memberikan jasa-jasanya atas dasar
pembayaran tertentu. Mereka ini bekerja bebas dan umumnya mendirikan suatu kantor
akuntan. Seorang akuntan publik dapat melakukan pemeriksaan (audit), misalnya terhadap
jasa perpajakan, jasa konsultasi manajemen, dan jasa penyusunan sistem manajemen.
b. Akuntan Intern (Internal Accountant)
Akuntan intern adalah akuntan yang bekerja dalam suatu perusahaan atau organisasi.
Akuntan intern ini disebut juga akuntan perusahaan. Jabatan tersebut yang dapat diduduki
mulai dari Staf biasa sampai dengan Kepala Bagian Akuntansi atau Direktur Keuangan.
Tugas mereka adalah menyusun sistem akuntansi, menyusun laporan keuangan kepada pihakpihak eksternal, menyusun laporan keuangan kepada pemimpin perusahaan, menyusun
anggaran, penanganan masalah perpajakan dan pemeriksaan intern.
c. Akuntan Pemerintah
Akuntan pemerintah adalah akuntan yang bekerja pada lembaga-lembaga pemerintah,
misalnya di kantor Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP), Badan Pengawas
Keuangan (BPK).
d. Akuntan Pendidik
Akuntan pendidik adalah akuntan yang bertugas dalam pendidikan akuntansi, melakukan
penelitian dan pengembangan akuntansi, mangajar, menyusun kurikulum pendidikan
akuntansi di perguruan tinggi.
Apa saja persyaratannya bila seseorang ingin memperoleh gelar Akuntan itu? Seseorang itu
11

berhak menyandang gelar Akuntan bila telah memenuhi syarat antara lain: Pendidikan
Sarjana jurusan Akuntansi dari Fakultas Ekonomi Perguruan Tinggi yang telah diakui
menghasilkan gelar Akuntan, seperti UI, UGM, UNHAS, USU dan sebagainya, atau
perguruan tinggi swasta yang berafiliasi ke salah satu perguruan tinggi yang telah berhak
memberikan gelar Akuntan. Selain itu juga bisa mengikuti Ujian Nasional Akuntansi (UNA)
yang diselenggarakan oleh konsorsium Pendidikan Tinggi Ilmu Ekonomi yang didirikan
dengan SK Mendikbud RI tahun 1976.

12

BAB III
PENUTUP

1.1 Kesimpulan
Akuntansi merupakan aktifitas jasa yang berfungsi memberikan informasi kuantitatif
mengenai kesatuan-kesatuan ekonomi terutama yang bersifat keuangan yang bermanfaat
dalam pengambilan keputusan. Dan mempunyai beberapa bidang akuntansi yakni seperti
akuntansi keuangan,akuntansi pemeriksaan,akuntansi manajemen,akuntansi biaya dan
akuntansi perpajakan.

Judul: Akuntansi

Oleh: Selvi Maulidah


Ikuti kami