Akuntansi

Oleh Komang Trinadi

117,3 KB 38 tayangan 0 unduhan
 
Bagikan artikel

Transkrip Akuntansi

1. Perbedaan Akuntansi Manual dengan Akuntansi Komputerisasi Kelebihan Akuntansi Manual : a. Pembagian tugas dalam menjalankan sistem. Dengan adanya pembagian tugas, laporan keuangan tidak rawan kekeliruan dan penyimpangan yang dilakukan oleh staff akuntan. Lain halnya dengan sistem akuntansi yang hanya dikerjakan satu orang menjadi rentan kesalahan dan kecurangan. Sistem akuntansi manual juga dapat meminimalisir biaya. Pada perusahaanperusahaan kecil berkembang, sistem ini cocok digunakan karena tidak perlu mengeluarkan biaya untuk membeli software akuntansi. Kelemahan Akuntansi Manual: a. Harus mencatat banyak hal secara manual pada beberapa kertas kerja/buku, kecepatan cenderung lambat b. Menyusun jurnal double entry yang cukup membingungkan bagi mereka yang tidak mengerti akuntansi, serta sangat memakan waktu dan beresiko apabila tidak teliti. c. Untuk penjualan barang dagangan, proses pembuatan jurnal juga menjadi rumit, karena harus mengetahui rekening apa untuk barang tersebut, dan harus menghitung harga pokok barang manual. Satu persatu dari kartu stok tiap barang, apakah menggunakan metode FIFO, atau Average. d. Tingkat kesalahan juga sering terjadi. Karena sistem akuntansi manual yang harus menekan kalkulator dan rentan kesalahan penulisan e. Akan sulit mengawasi keuangan perusahaan jika menggunakan akuntansi secara manual. Data finansial atau pembukuan perusahaan hanya dipegang oleh 1 orang atau 1 departemen sehingga akan kesulitan untuk mengendalikan keuangan perusahaan. f. Membutuhkan biaya besar, karena harus menggaji seorang in-house accountant untuk menyelesaikan pembukuan. Belum lagi biaya auditor yang harus memeriksa laporan keuangan. g. Tidak banyak melibatkan manusia h. Tidak banyak melibatkan manusia. Manusia dilibatkan hanya untuk kegiatan keyin transaksi (mencatat hasil dokumen) ke dalam computer Kelebihan Akuntansi Komputerisasi: a. Sistem akuntansi komputer lebih cepat dalam mengelola laporan dikarenakan sistem posting otomatis dan penyusunan laporan otomatis. Pengguna hanya perlu memasukan data dalam bukti transaksi yang tersedia, setelah itu sistem akan langsung memproses data dan informasi dapat segera diperoleh. b. Sistem akuntansi komputer memiliki tingkat ketelitian yang lebih tinggi. Dibanding dengan akuntansi manual c. Data akan lebih akurat dalam menjumlahkan hasil. Karena sudah secara otomatis dilakukan oleh komputer d. Menetralisir terjadinya kecurangan karena data dapat dilacak (ditrace), data dapat dipertanggung jawabkan karena bukti transaksi akan diupload e. Akuntansi komputer juga lebih menghemat kertas, karena perusahaan hanya perlu mencetak informasi yang diinginkan saja sementara informasi lain yang tidak diperlukan hanya akan disimpan di dalam software Kelemahan Akuntansi Komputerisasi: a. Menimbulkan resiko kehilangan data apabila adanya virus pada komputer b. Terjadinya human error (kesehatan) yang biasanya disebabkan kelelahan mata karena memandang layar komputer terlalu lama. c. Memerlukan sumber energi listrik yang berarti adanya pengeluaran biaya tambahan. 2. Pembagian Account Utama A. Akun Riil/Akun Dalam Neraca (Balance sheet accounts) Akun riil disebut juga akun neraca yang sifatnya permanen. Artinya, tetap berkelanjutan dari satu periode pembukuan ke periode pembukuan berikutnya. 1. Harta/Aktiva (Assets) adalah setiap sumber daya yang dimiliki perusahaan yang berguna pada waktu sekarang dan waktu yang akan datang. Atau dengan kata lain, aktiva adalah sumber-sumber ekonomis yang dimiliki perusahaan dan masih akan mendatangkan manfaat di kemudian hari . Penggolongan harta berdasarkan likuidasinya (kemudahan untuk dicairkan atau diuangkan) antara lain: a. Aktiva Lancar (Current Assets) adalah harta yang tingkat likuidasinnya tinggi, artinya harta tersebut dapat dengan segera berubah dalam waktu kurang dari satu tahun atau kekayaan lain yang dapat dicairkan menjadi uang tunai serta habis dipakai dalam jangka waktu kurang dari satu tahun. Harta lancar antara lain: - Kas (Cash), adalah jumlah uang tunai yang tersedia di tangan (cash on hand) atau di bank (cash in bank)dicairkan menjadi uang tunai atau habis dipakai dalam jangka waktu kurang dari satu tahun (dalam siklus normal perusahaan). Misalnya, uang tunai, cek, dan giro bank kecuali deposito. - Surat-surat berharga (Market able securities) adalah saham atau obligasi yang dimiliki perusahaan-perusahaan dan setiap saat siap diperjualbelikan. Misalnya, saham dan obligasi. - Piutang wesel atau wesel tagih (Notes receivable)adalah hak tagih atas janji tertulis yang menyatakan sanggup untuk membayar pada waktu tertentu dengan jumlah tertentu. - Piutang usaha atau piutang dagang (Account Receivable) adalah tagihan kepada pihak lain. Tagihan ini timbul akibat penjualan barang atau jasa secara kredit. - Persediaan barang dagangan (Merchandise inventory)adalah jumlah barang yang dibeli perusahaan untuk dijual kembali dengan tujuan untuk mencari laba. - Persediaan barang (Inventory of supplies) adalah sejumlah barang yang dimiliki oleh perusahaan untuk dipakai dalam kegiatan usaha ciri utama adalah bahwa perelngkapan ini proses pemakaiannya sekaligus habis atau tidak sekaligus habis, dan diperkirakan masa penggunaannya relatif singkat, kurang dari satu tahun. Misalnya : perlengkapan toko (store supplies), seperti kertas pembungkus, plastik. - Beban dibayar di muka (Prepaid expenses) adalah beban yang dikeluarkan tetapi belum dianggap sebagai beban selama hasil yang diperoleh dari pengeluaran beban tersebut belum dimanfaatkan atau dikonsumsi. Misalnya : asuransi dibayar di muka (prepaid insurance),sewa dibayar di muka (prepaid rent). - Pendapatan yang masih harus diterima (Accrued revenues) adalah suatu pengorbanan berupa jasa yang waktunya sudah berlalu tetapi imbalan atau balas jasanya belum diterima. Misalnya : bunga yang masih harus diterima (accrued interest receivable), sewa yang masih harus diterima(accrued rent receivable) b. Aktiva Investasi (Investment Assets) atau Investasi Jangka Panjang (Long Term Investment) adalah penanaman modal dalam jangka panjang (lebih dari satu tahun) terhadap perusahaan lain. Misalnya : - Investasi dalam saham (investment in stock), investasi dalam obligasi (investment in bond), dan surat berharga lainnya. - Investasi dalam bentuk dana yang akan digunakan pada masa mendatang (untuk kepentingan ekspansi). - Investasi dalam bentuk aktiva lainnya (tanah, dengan rencana penggunaan di masa yang akan datang. c. Aktiva Tetap Berwujud (Tangible Fixed Assets) adalah harta kekayaan perusahaan yang digunakan untuk operasional usaha. Sifat pemakaiannya relatif tetap dan jangka waktu pemakaiannya tahan lama atau lebih dari satu tahun. Aktiva tetap berwujud antara lain: - Peralatan (Equipment) adalah harta yang digunakan untuk operasional perusahaan yang manfaat pemakaiannya relatif tahan lama dan biasanya terdiri dari berbagai jenis barang. - Bangunan (Building) adalah bangunan yang siap digunakan untuk operasional usaha. - Akumulasi penyusutan harta tetap (Accumulated depreciation of fixed assets) adalah pengelompokkan nilai penyusutan aktiva tetap akibat manfaatnya berkurang setiap kali digunakan. - Tanah (Land) adalah tanah tempat usaha. - Perabot dan perlengkapan (Furniture and fixture). - Peralatan lainnya serta hak atas tanah ataupun sumber-sumber lainnya. d. Aktiva Tetap Tidak Berwujud (Intangible Fixed Assets) adalah aktiva yang tidak memiliki bentuk dan wujud fisik (abstrak) tetapi memiliki nilai yang dicerminkan oleh hak atau hak istimewa atau posisi yang menguntungkan perusahaan dalam memperoleh pendapatan. Aktiva tidak berwujud ini digunakan oleh perusahaan dan tidak dimaksudkan untuk dijual kembali dalam rangka kegiatan perusahaan serta memiliki masa manfaat yang relatif permanen. Berdasarkan masa manfaatnya, aktiva ini diklasifikasikan menjadi dua, yaitu: 1. Aktiva yang tidak berwujud, yang masa manfaatnya dibatasi oleh Undangundang, Peraturan Pemerintah, atau oleh sifat aktiva itu sendiri, seperti: - Hak Paten (Patens) adalah hak untuk memproduksi atau menggandakan suatu penemuan agar memberikan penghasilan bagi pemilik hak. - Hak cipta (Copyright) adalah hak yang diberikan kepada seseorang karena menciptakan sesuatu yang belum dikenal sebelumnya. - Hak monopoli suatu usaha (Franchise) adalah hak yang diberikan kepada seseorang atau perusahaan untuk menggunakan barang atu nama pemberi hak. 2. Aktiva yang tidak berwujud yang masa manfaatnya tidak terbatas, seperti: 3. Good will adalah nama baik perusahaan yang merupakan suatu kelebihan untuk memperoleh keuntungan atau laba lebih baik dibandingkan dengan perusahaan lain. 4. Merek dagang (Trade mark) yaitu hak yang diberikan oleh pemerintah kepada perusahaan atau seseorang untuk menggunakan suatu merk tertentu yang dilindungi hukum. e. Aktiva Lain-lain (The Other Assets) adalah harta tetap perusahaan yang belum/tidak digunakan dalam operasional perusahaan antara lain, pembelian tanah untuk cadangan perusahaan dan bangunan yang masih dalam proses. 2. Kewajiban / Utang (Liabilities) merupakan utang perusahaan yang harus dibayar kepada pihak lain dalam jangka waktu tertentu atau tuntutan (klaim) seseorang atau kelompok perorangan terhadap kekayaan perusahaan, kewajiban digolongkan dengan urutan berdasarkan jangka waktu pelunasan. Kewajiban terdiri dari kewajiban lancar dan kewajiban jangka panjang. a. Kewajiban lancar (Current Liabilities) / Utang Jangka Pendek (Short Term Liabilities) Kewajiban lancar adalah utang yang harus dilunasi dalam jangka waktu kurang dari satu tahun. Kewajiban lancar antara lain: 5. Utang wesel atau wesel bayar (notes payable) adalah surta janji pengakuan bersedia untuk membayar sejumlah uang tertentu pda waktu tertentu kepada siapa saja yang tercantum dalam surta tersebut atau yang ditunjuk. 6. Utang dagang atau utang usaha (account payable) adalah segala pembelian barang dagangan maupun barang yang digunakan untuk operasional usaha secara kredit. 7. Beban yang masih harus dibayar (accerued expenses) adalah kewajiban yang timbul karena perusahaan telah menerima jasa dari pihak lain pada waktu satu periode tetapi belum dibayar. Contoh : utang gaji, utang pajak, dan utang bunga. 8. Pendapatan yang diterima di muka (unearned revenue)adalah kewajiban yang timbul karena perusahaan menerima uang yang lebih dahulu sedangkan penyerahan barang atau jasa dilakukan pada periode mendatang. Contoh : sewa diterima di muka dan komisi diterima di muka. Porsekot pendapatan (deferred revenue) b. Kewajiban jangka panjang (Long Term Liabilities/Debt) adalah utang yang akan dilunasi dalam jangka waktu lebih dari satu tahun dengan pembayaran baik diangsur maupun sekaligus. Kewajiban jangka panjang antara lain: 9. Utang obligasi (bond payable) adalah kewajiban yang timbul karena perusahaan menerbitkan surat-surat obligasi. 10. Utang hipotek (mortgage payable) adalah kewajiban yang harus dijamin dengan harta tidak bergerak, misalnya tanah dan bangunan. 11. Kredit investasi adalah kewajiban yang timbul karena perusahaan memperoleh pinjaman dari pihak lain untuk melakukan investasi. c. Kewajiban lain-lain (Other liabilities) adalah utang yang tidak dapat secara layak diklasifikasikan sebagai kewajiban lancar maupun kewajiban jangka panjang. Misalnya, utang kepada pemilik saham. 3. Modal (Capital) adalah hak milik atau kekayaan pemilik (owners equity)dalam perusahaan, yaitu sebesar selisih antara total aktiva dengan kewajiban perusahaan. Modal untuk perusahaan perseroan disebut kekayaan pemegang saham (stockholders equity). Modal juga dapat diartikan sebagai kewajiban perusahaan membayar hak pemilik bila diperlukan, misalnya ketika ada anggota yang keluar atau perusahaan dilikuidasi (dibubarkan). Contoh akun modal adalah: a. Modal pribadi b. Modal saham (untuk PT) c. Laba yang ditahan d. Modal simpanan (untuk koperasi atau modal anggota) B. Akun nominal / Akun dalam laporan laba/rugi Akun nominal adalah akun yang digunakan untuk mencatat sumber-sumber penghasilan dan penyebab terjadinya beban-beban, dari satu kesatuan ekonomi untuk menunjukkan suatu jumlah penghasilan atau kerugian bersih pada satu periode tertentu. Laporan ini sering disebut dengan “laporan rugi /laba atau Ikhtisar rugi/laba, profit dan loss statement, earning statement dan income statement”. Secara umum, urutan klasifikasi akun nominal dalam laporan rugi/laba dapat dikelompokkan menjadi: a. Pendapatan (Income, Revenue) adalah peningkatan jumlah aktiva atau penurunan kewajiban perusahaan, yang timbul dari penyerahan barang atau jasa atau kegiatan usaha yang lain di dalam satu periode akuntansi. Tidak termasuk dalam pengertian pendapatan adalah peningkatan aktiva atau penurunan kewajiban perusahaan yang timbul dari adanya pembelian harga, investasi oleh pemilik diperolehnya pinjaman, dan koreksi laba/rugi periode yang lalu. Pendapatan yang berasal dari penyerahan barang dagangan (untuk Perusahaan Dagang) atau pendapatan yang berasal dari penyerahan barang hasil produksi (untuk Perusahaan Manufaktur) umumnya menggunakan istilah “penjualan”, sedangkan istilah “pendapatan usaha/jasa” umumnya digunakan untuk menyatakan pendapatan yang berasal dari penyerahan jasa (Perusahaan Jasa). Berdasarkan sumber pendapatan tersebut diperoleh, pendapatan dapat dikelompokkan menjadi: Pendapatan Usaha, yaitu pendapatan yang diperoleh dari hasil usaha pokok atau utama perusahaan, yaitu berupa pendapatan jasa/usaha (Fees Income), penjualan/barang dagangan atau barang hasil produksi (sales income). Pendapatan di Luar Usaha/Pendapatan Lain-lain (The Other Income), yaitu pendapatan yang diperoleh dari hasil di luar usaha pokok atau utama perusahaan. Misalnya: 1. Pendapatan bunga 2. Pendapatan sewa (rent income) 3. Penjualan aktiva tetap (gain on sales of fixed assets) 4. Beban usaha (beban operasi) b. Beban operasi (Operating-expense) adalah beban-beban yang berhubungan dengan aktivitas usaha pokok perusahaan. Umumnya beban ini dikelompokkan menjadi dua, yaitu: 1. Beban Penjualan(selling-expense) Yaitu beban-beban yang terjadi sehubungan dengan aktivitas penjualan dan pemasaran barang/jasa. Misalnya: - Beban Gaji Bagian Penjualan (Sale Salaries) - Beban Komisi Penjualan (Sales Commission) - Beban Iklan (Advertising Expense) - Beban Supplies (Supplies Expense), dll. 2. Beban Umum dan Administrasi (General and Administrative Expense) Yaitu beban-beban yang terjadi sehubungan dengan aktifitas perusahaan dalam bidang administrasi dan beban-beban umum. Misalnya: - Gaji Bagiam Umum dan Administrasi (Office Salaries) - Beban Jasa Profesional (Profesional Service Exp) - Beban Asuransi (Insurance Expense) - Beban Telepon, Listrik, dan Air (Telephone, Electric, and Water Expense) - Beban Supplies Kantor (Office Supplies Expense) - Beban Penyusutan Gedung, dll. Persamaan Dasar Akuntansi Keseimbangan Antara Harta dan Modal Harta merupakan kekayaan yang dimiliki oleh perusahaan dan merupakan sumber pembelanjaan untuk melakukan kegiatan usaha tersebut. Oleh karena itu, harta harus sama atau seimbang dengan sumber pembelanjaan. Sumber pembelanjaan yang diperoleh dari pemilik disebut ekuitas/modal. Keseimbangan atau kesamaan biasanya dinyatakan dalam suatu persamaan yaitu persamaan akuntansi. Hubungan kedua hal di atas dapat dinyatakan sebagai keseimbangan antara harta dan modal, sehingga persamaannya dapat ditulis sebagai berikut: HARTA = MODAL Harta Sama Dengan Utang Ditambah Modal Harta perusahaan yang digunakan sebagai sumber pembelanjaan dalam kegiatan diperoleh melalui dua sumber, yaitu dari pemilik dan kreditur. Sumber pembelanjaan dari pemilik disebut ekuitas. Sedangkan sumber pembelanjaan yang diperoleh dari kreditur bagi pemilik akan menjadi suatu kewajiban untuk mengembalikan , hal ini disebut sebagai kewajiban/utang. Sehingga persamaannya dapat ditulis sebagai berikut: HARTA = UTANG = MODAL Dalam operasi usaha dimungkinkan adanya pendapatan dan beban. Pendapatan adalah kenaikan harta yang diperoleh dari hasil penjualan barang atau jasa. Sedangkan beban adalah penurunan harta, karena merupakan pengorbanan untuk memperoleh pendapatan. Pendapatan mempunyai sifat menambah modal, sedangkan beban mempunyai sifat mengurangi modal. Dengan demikian pendapatan dan beban akan mempengaruhi keadaan modal dalam perasamaan dasar akuntansi, dicatat dalam komponen modal. Namun, untuk pengembangan akuntansi pencatatan pendapatan dan beban dapat dipisahkan dari modal. Sehingga bentuk persamaan dapat dinyatakan sebagai berikut : HARTA = UTANG = MODAL = PENDAPATAN – BEBAN Pengaruh Transaksi Terhadap Pencatatan Persamaan Dasar Akuntansi Setiap transaksi yang terjadi akan mempengaruhi posisi keuangan perusahaan. Pengaruh transaksi tersebut dapat menambah atau mengurangi komponen keungan perusahaan yaitu, hartam utang, dan modal. Perubahan komponen posisi keuangan pada persamaan dasar akuntansi dapat dikelompokan sebagai berikut: 1. Setiap transaksi dapat mempengaruhi harta, yang terjadi akibat perubahan harta yang diikuti dengan perubahan harta yang lain dalam jumlah yang sama. 2. Setaip transaksi dapat mempengaruhi harta dan utang dalam jumlah yang sama. 3. Setiap transaksi dapat mempengaruhi harta dan modal dalam jumlah yang sama. 4. Setiap transaksi dapat mempengaruhi harta dengan perubahan utang dan modal dalam jumlah yang sama. Berikut tabel pengaruh transaksi-transaksi tertentu dalam Persamaan Dasar Akuntansi : No 1 2 Jenis Transaksi Investasi pemilik dalam perusahaan Pengambilan pemilik dari perusahaan untuk keperluan pribadi (prive) 3 Membayar beban usaha 4 Menerima pendapatan 5 Membayar liabilitas (utang) 6 Menerima piutang 7 Pembelian Kredit 8 Pembelian tunai Pengaruh PDA Aset bertambah Ekuitas bertambah Aset (sesuai jenis aset) berkurang Ekuitas berkurang Aset berkurang Ekuitas berkurang Aset bertambah Ekuitas bertambah Aset berkurang Liabilitas/utang berkurang Aset bertambah (kas) Aset berkurang (piutang) Aset bertambah Ekuitas bertambah Aset bertambah Aset berkurang Contoh bagan Persamaan Dasar Akuntansi : Tangga l Ka s Piutan g Usaha Aktiva = Perlengka -pan Utan g Usah a Peralata n Liabilita s+ Ekuitas Modal T. xxx Keteranga n

Judul: Akuntansi

Oleh: Komang Trinadi

Ikuti kami