Akuntansi

Oleh Komang Trinadi

90 tayangan
Bagikan artikel

Transkrip Akuntansi

1. Perbedaan Akuntansi Manual dengan Akuntansi Komputerisasi
Kelebihan Akuntansi Manual :
a. Pembagian tugas dalam menjalankan sistem. Dengan adanya pembagian tugas,
laporan keuangan tidak rawan kekeliruan dan penyimpangan yang dilakukan oleh
staff akuntan. Lain halnya dengan sistem akuntansi yang hanya dikerjakan satu
orang menjadi rentan kesalahan dan kecurangan.
Sistem akuntansi manual juga dapat meminimalisir biaya. Pada perusahaanperusahaan kecil berkembang, sistem ini cocok digunakan karena tidak perlu
mengeluarkan biaya untuk membeli software akuntansi.
Kelemahan Akuntansi Manual:
a. Harus mencatat banyak hal secara manual pada beberapa kertas kerja/buku,
kecepatan cenderung lambat
b. Menyusun jurnal double entry yang cukup membingungkan bagi mereka yang
tidak mengerti akuntansi, serta sangat memakan waktu dan beresiko apabila tidak
teliti.
c. Untuk penjualan barang dagangan, proses pembuatan jurnal juga menjadi rumit,
karena harus mengetahui rekening apa untuk barang tersebut, dan harus
menghitung harga pokok barang manual. Satu persatu dari kartu stok tiap barang,
apakah menggunakan metode FIFO, atau Average.
d. Tingkat kesalahan juga sering terjadi. Karena sistem akuntansi manual yang harus
menekan kalkulator dan rentan kesalahan penulisan
e. Akan sulit mengawasi keuangan perusahaan jika menggunakan akuntansi secara
manual. Data finansial atau pembukuan perusahaan hanya dipegang oleh 1 orang
atau 1 departemen sehingga akan kesulitan untuk mengendalikan keuangan
perusahaan.
f. Membutuhkan biaya besar, karena harus menggaji seorang in-house
accountant untuk menyelesaikan pembukuan. Belum lagi biaya auditor yang harus
memeriksa laporan keuangan.
g. Tidak banyak melibatkan manusia
h. Tidak banyak melibatkan manusia. Manusia dilibatkan hanya untuk kegiatan keyin transaksi (mencatat hasil dokumen) ke dalam computer
Kelebihan Akuntansi Komputerisasi:
a. Sistem akuntansi komputer lebih cepat dalam mengelola laporan dikarenakan
sistem posting otomatis dan penyusunan laporan otomatis. Pengguna hanya perlu
memasukan data dalam bukti transaksi yang tersedia, setelah itu sistem akan
langsung memproses data dan informasi dapat segera diperoleh.
b. Sistem akuntansi komputer memiliki tingkat ketelitian yang lebih tinggi.
Dibanding dengan akuntansi manual
c. Data akan lebih akurat dalam menjumlahkan hasil. Karena sudah secara otomatis
dilakukan oleh komputer

d. Menetralisir terjadinya kecurangan karena data dapat dilacak (ditrace), data dapat
dipertanggung jawabkan karena bukti transaksi akan diupload
e. Akuntansi komputer juga lebih menghemat kertas, karena perusahaan hanya perlu
mencetak informasi yang diinginkan saja sementara informasi lain yang tidak
diperlukan hanya akan disimpan di dalam software
Kelemahan Akuntansi Komputerisasi:
a. Menimbulkan resiko kehilangan data apabila adanya virus pada komputer
b. Terjadinya human error (kesehatan) yang biasanya disebabkan kelelahan mata
karena memandang layar komputer terlalu lama.
c. Memerlukan sumber energi listrik yang berarti adanya pengeluaran biaya
tambahan.
2. Pembagian Account Utama
A. Akun Riil/Akun Dalam Neraca (Balance sheet accounts)
Akun riil disebut juga akun neraca yang sifatnya permanen. Artinya, tetap
berkelanjutan dari satu periode pembukuan ke periode pembukuan berikutnya.
1. Harta/Aktiva (Assets) adalah setiap sumber daya yang dimiliki perusahaan yang
berguna pada waktu sekarang dan waktu yang akan datang. Atau dengan kata lain,
aktiva adalah sumber-sumber ekonomis yang dimiliki perusahaan dan masih akan
mendatangkan manfaat di kemudian hari . Penggolongan harta berdasarkan
likuidasinya (kemudahan untuk dicairkan atau diuangkan) antara lain:
a. Aktiva Lancar (Current Assets) adalah harta yang tingkat likuidasinnya tinggi,
artinya harta tersebut dapat dengan segera berubah dalam waktu kurang dari satu
tahun atau kekayaan lain yang dapat dicairkan menjadi uang tunai serta habis
dipakai dalam jangka waktu kurang dari satu tahun. Harta lancar antara lain:
- Kas (Cash), adalah jumlah uang tunai yang tersedia di tangan (cash on
hand) atau di bank (cash in bank)dicairkan menjadi uang tunai atau habis
dipakai dalam jangka waktu kurang dari satu tahun (dalam siklus normal
perusahaan). Misalnya, uang tunai, cek, dan giro bank kecuali deposito.
- Surat-surat berharga (Market able securities) adalah saham atau obligasi
yang dimiliki perusahaan-perusahaan dan setiap saat siap
diperjualbelikan. Misalnya, saham dan obligasi.
- Piutang wesel atau wesel tagih (Notes receivable)adalah hak tagih atas
janji tertulis yang menyatakan sanggup untuk membayar pada waktu
tertentu dengan jumlah tertentu.
- Piutang usaha atau piutang dagang (Account Receivable) adalah tagihan
kepada pihak lain. Tagihan ini timbul akibat penjualan barang atau jasa
secara kredit.
- Persediaan barang dagangan (Merchandise inventory)adalah jumlah
barang yang dibeli perusahaan untuk dijual kembali dengan tujuan untuk
mencari laba.

-

Persediaan barang (Inventory of supplies) adalah sejumlah barang yang
dimiliki oleh perusahaan untuk dipakai dalam kegiatan usaha ciri utama
adalah bahwa perelngkapan ini proses pemakaiannya sekaligus habis
atau tidak sekaligus habis, dan diperkirakan masa penggunaannya relatif
singkat, kurang dari satu tahun. Misalnya : perlengkapan toko (store
supplies), seperti kertas pembungkus, plastik.
- Beban dibayar di muka (Prepaid expenses) adalah beban yang
dikeluarkan tetapi belum dianggap sebagai beban selama hasil yang
diperoleh dari pengeluaran beban tersebut belum dimanfaatkan atau
dikonsumsi. Misalnya : asuransi dibayar di muka (prepaid
insurance),sewa dibayar di muka (prepaid rent).
- Pendapatan yang masih harus diterima (Accrued revenues) adalah suatu
pengorbanan berupa jasa yang waktunya sudah berlalu tetapi imbalan
atau balas jasanya belum diterima. Misalnya : bunga yang masih harus
diterima (accrued interest receivable), sewa yang masih harus
diterima(accrued rent receivable)
b. Aktiva Investasi (Investment Assets) atau Investasi Jangka Panjang (Long Term
Investment) adalah penanaman modal dalam jangka panjang (lebih dari satu
tahun) terhadap perusahaan lain.
Misalnya :
- Investasi dalam saham (investment in stock), investasi dalam
obligasi (investment in bond), dan surat berharga lainnya.
- Investasi dalam bentuk dana yang akan digunakan pada masa mendatang
(untuk kepentingan ekspansi).
- Investasi dalam bentuk aktiva lainnya (tanah, dengan rencana
penggunaan di masa yang akan datang.
c. Aktiva Tetap Berwujud (Tangible Fixed Assets) adalah harta kekayaan
perusahaan yang digunakan untuk operasional usaha. Sifat pemakaiannya relatif
tetap dan jangka waktu pemakaiannya tahan lama atau lebih dari satu tahun.
Aktiva tetap berwujud antara lain:
- Peralatan (Equipment) adalah harta yang digunakan untuk operasional
perusahaan yang manfaat pemakaiannya relatif tahan lama dan biasanya
terdiri dari berbagai jenis barang.
- Bangunan (Building) adalah bangunan yang siap digunakan untuk
operasional usaha.
- Akumulasi penyusutan harta tetap (Accumulated depreciation of fixed
assets) adalah pengelompokkan nilai penyusutan aktiva tetap akibat
manfaatnya berkurang setiap kali digunakan.
- Tanah (Land) adalah tanah tempat usaha.
- Perabot dan perlengkapan (Furniture and fixture).
- Peralatan lainnya serta hak atas tanah ataupun sumber-sumber lainnya.
d. Aktiva Tetap Tidak Berwujud (Intangible Fixed Assets) adalah aktiva yang tidak
memiliki bentuk dan wujud fisik (abstrak) tetapi memiliki nilai yang dicerminkan

oleh hak atau hak istimewa atau posisi yang menguntungkan perusahaan dalam
memperoleh pendapatan.
Aktiva tidak berwujud ini digunakan oleh perusahaan dan tidak dimaksudkan
untuk dijual kembali dalam rangka kegiatan perusahaan serta memiliki masa
manfaat yang relatif permanen.
Berdasarkan masa manfaatnya, aktiva ini diklasifikasikan menjadi dua, yaitu:
1. Aktiva yang tidak berwujud, yang masa manfaatnya dibatasi oleh Undangundang, Peraturan Pemerintah, atau oleh sifat aktiva itu sendiri, seperti:
- Hak Paten (Patens) adalah hak untuk memproduksi atau menggandakan
suatu penemuan agar memberikan penghasilan bagi pemilik hak.
- Hak cipta (Copyright) adalah hak yang diberikan kepada seseorang
karena menciptakan sesuatu yang belum dikenal sebelumnya.
- Hak monopoli suatu usaha (Franchise) adalah hak yang diberikan kepada
seseorang atau perusahaan untuk menggunakan barang atu nama
pemberi hak.
2. Aktiva yang tidak berwujud yang masa manfaatnya tidak terbatas, seperti:
3. Good will adalah nama baik perusahaan yang merupakan suatu kelebihan
untuk memperoleh keuntungan atau laba lebih baik dibandingkan dengan
perusahaan lain.
4. Merek dagang (Trade mark) yaitu hak yang diberikan oleh pemerintah kepada
perusahaan atau seseorang untuk menggunakan suatu merk tertentu yang
dilindungi hukum.
e. Aktiva Lain-lain (The Other Assets) adalah harta tetap perusahaan yang
belum/tidak digunakan dalam operasional perusahaan antara lain, pembelian tanah
untuk cadangan perusahaan dan bangunan yang masih dalam proses.
2. Kewajiban / Utang (Liabilities) merupakan utang perusahaan yang harus dibayar
kepada pihak lain dalam jangka waktu tertentu atau tuntutan (klaim) seseorang atau
kelompok perorangan terhadap kekayaan perusahaan, kewajiban digolongkan dengan
urutan berdasarkan jangka waktu pelunasan. Kewajiban terdiri dari kewajiban lancar
dan kewajiban jangka panjang.
a. Kewajiban lancar (Current Liabilities) / Utang Jangka Pendek (Short Term
Liabilities) Kewajiban lancar adalah utang yang harus dilunasi dalam jangka
waktu kurang dari satu tahun. Kewajiban lancar antara lain:
5. Utang wesel atau wesel bayar (notes payable) adalah surta janji pengakuan
bersedia untuk membayar sejumlah uang tertentu pda waktu tertentu kepada
siapa saja yang tercantum dalam surta tersebut atau yang ditunjuk.
6. Utang dagang atau utang usaha (account payable) adalah segala pembelian
barang dagangan maupun barang yang digunakan untuk operasional usaha
secara kredit.
7. Beban yang masih harus dibayar (accerued expenses) adalah kewajiban yang
timbul karena perusahaan telah menerima jasa dari pihak lain pada waktu satu

periode tetapi belum dibayar. Contoh : utang gaji, utang pajak, dan utang
bunga.
8. Pendapatan yang diterima di muka (unearned revenue)adalah kewajiban yang
timbul karena perusahaan menerima uang yang lebih dahulu sedangkan
penyerahan barang atau jasa dilakukan pada periode mendatang. Contoh :
sewa diterima di muka dan komisi diterima di muka. Porsekot
pendapatan (deferred revenue)
b. Kewajiban jangka panjang (Long Term Liabilities/Debt) adalah utang yang akan
dilunasi dalam jangka waktu lebih dari satu tahun dengan pembayaran baik
diangsur maupun sekaligus. Kewajiban jangka panjang antara lain:
9. Utang obligasi (bond payable) adalah kewajiban yang timbul karena
perusahaan menerbitkan surat-surat obligasi.
10. Utang hipotek (mortgage payable) adalah kewajiban yang harus dijamin
dengan harta tidak bergerak, misalnya tanah dan bangunan.
11. Kredit investasi adalah kewajiban yang timbul karena perusahaan memperoleh
pinjaman dari pihak lain untuk melakukan investasi.
c. Kewajiban lain-lain (Other liabilities) adalah utang yang tidak dapat secara layak
diklasifikasikan sebagai kewajiban lancar maupun kewajiban jangka panjang.
Misalnya, utang kepada pemilik saham.
3. Modal (Capital) adalah hak milik atau kekayaan pemilik (owners equity)dalam
perusahaan, yaitu sebesar selisih antara total aktiva dengan kewajiban perusahaan.
Modal untuk perusahaan perseroan disebut kekayaan pemegang saham (stockholders
equity). Modal juga dapat diartikan sebagai kewajiban perusahaan membayar hak
pemilik bila diperlukan, misalnya ketika ada anggota yang keluar atau perusahaan
dilikuidasi (dibubarkan). Contoh akun modal adalah:
a. Modal pribadi
b. Modal saham (untuk PT)
c. Laba yang ditahan
d. Modal simpanan (untuk koperasi atau modal anggota)
B. Akun nominal / Akun dalam laporan laba/rugi
Akun nominal adalah akun yang digunakan untuk mencatat sumber-sumber
penghasilan dan penyebab terjadinya beban-beban, dari satu kesatuan ekonomi untuk
menunjukkan suatu jumlah penghasilan atau kerugian bersih pada satu periode tertentu.
Laporan ini sering disebut dengan “laporan rugi /laba atau Ikhtisar rugi/laba, profit dan loss
statement, earning statement dan income statement”.
Secara umum, urutan klasifikasi akun nominal dalam laporan rugi/laba dapat
dikelompokkan menjadi:
a. Pendapatan (Income, Revenue) adalah peningkatan jumlah aktiva atau penurunan
kewajiban perusahaan, yang timbul dari penyerahan barang atau jasa atau kegiatan
usaha yang lain di dalam satu periode akuntansi. Tidak termasuk dalam pengertian

pendapatan adalah peningkatan aktiva atau penurunan kewajiban perusahaan yang
timbul dari adanya pembelian harga, investasi oleh pemilik diperolehnya
pinjaman, dan koreksi laba/rugi periode yang lalu.
Pendapatan yang berasal dari penyerahan barang dagangan (untuk Perusahaan
Dagang) atau pendapatan yang berasal dari penyerahan barang hasil produksi (untuk
Perusahaan Manufaktur) umumnya menggunakan istilah “penjualan”, sedangkan istilah
“pendapatan usaha/jasa” umumnya digunakan untuk menyatakan pendapatan yang berasal
dari penyerahan jasa (Perusahaan Jasa).
Berdasarkan sumber pendapatan tersebut diperoleh, pendapatan dapat dikelompokkan
menjadi:
Pendapatan Usaha, yaitu pendapatan yang diperoleh dari hasil usaha pokok atau
utama perusahaan, yaitu berupa pendapatan jasa/usaha (Fees Income), penjualan/barang
dagangan atau barang hasil produksi (sales income).
Pendapatan di Luar Usaha/Pendapatan Lain-lain (The Other Income), yaitu
pendapatan yang diperoleh dari hasil di luar usaha pokok atau utama perusahaan. Misalnya:
1. Pendapatan bunga
2. Pendapatan sewa (rent income)
3. Penjualan aktiva tetap (gain on sales of fixed assets)
4. Beban usaha (beban operasi)
b. Beban operasi (Operating-expense) adalah beban-beban yang berhubungan
dengan aktivitas usaha pokok perusahaan. Umumnya beban ini dikelompokkan
menjadi dua, yaitu:
1. Beban Penjualan(selling-expense)
Yaitu beban-beban yang terjadi sehubungan dengan aktivitas penjualan dan
pemasaran barang/jasa. Misalnya:
- Beban Gaji Bagian Penjualan (Sale Salaries)
- Beban Komisi Penjualan (Sales Commission)
- Beban Iklan (Advertising Expense)
- Beban Supplies (Supplies Expense), dll.
2. Beban Umum dan Administrasi (General and Administrative Expense) Yaitu
beban-beban yang terjadi sehubungan dengan aktifitas perusahaan dalam
bidang administrasi dan beban-beban umum. Misalnya:
- Gaji Bagiam Umum dan Administrasi (Office Salaries)
- Beban Jasa Profesional (Profesional Service Exp)
- Beban Asuransi (Insurance Expense)
- Beban Telepon, Listrik, dan Air (Telephone, Electric, and Water
Expense)
- Beban Supplies Kantor (Office Supplies Expense)
- Beban Penyusutan Gedung, dll.

Persamaan Dasar Akuntansi
Keseimbangan Antara Harta dan Modal
Harta merupakan kekayaan yang dimiliki oleh perusahaan dan merupakan sumber
pembelanjaan untuk melakukan kegiatan usaha tersebut. Oleh karena itu, harta harus sama
atau seimbang dengan sumber pembelanjaan. Sumber pembelanjaan yang diperoleh dari
pemilik disebut ekuitas/modal.
Keseimbangan atau kesamaan biasanya dinyatakan dalam suatu persamaan yaitu
persamaan akuntansi. Hubungan kedua hal di atas dapat dinyatakan sebagai keseimbangan
antara harta dan modal, sehingga persamaannya dapat ditulis sebagai berikut:
HARTA = MODAL
Harta Sama Dengan Utang Ditambah Modal
Harta perusahaan yang digunakan sebagai sumber pembelanjaan dalam kegiatan diperoleh
melalui dua sumber, yaitu dari pemilik dan kreditur. Sumber pembelanjaan dari pemilik
disebut ekuitas. Sedangkan sumber pembelanjaan yang diperoleh dari kreditur bagi pemilik
akan menjadi suatu kewajiban untuk mengembalikan , hal ini disebut sebagai
kewajiban/utang. Sehingga persamaannya dapat ditulis sebagai berikut:
HARTA = UTANG = MODAL
Dalam operasi usaha dimungkinkan adanya pendapatan dan beban. Pendapatan adalah
kenaikan harta yang diperoleh dari hasil penjualan barang atau jasa. Sedangkan beban adalah
penurunan harta, karena merupakan pengorbanan untuk memperoleh pendapatan.
Pendapatan mempunyai sifat menambah modal, sedangkan beban mempunyai sifat
mengurangi modal. Dengan demikian pendapatan dan beban akan mempengaruhi keadaan
modal dalam perasamaan dasar akuntansi, dicatat dalam komponen modal. Namun, untuk
pengembangan akuntansi pencatatan pendapatan dan beban dapat dipisahkan dari modal.
Sehingga bentuk persamaan dapat dinyatakan sebagai berikut :
HARTA = UTANG = MODAL = PENDAPATAN – BEBAN

Pengaruh Transaksi Terhadap Pencatatan Persamaan Dasar Akuntansi
Setiap transaksi yang terjadi akan mempengaruhi posisi keuangan perusahaan.
Pengaruh transaksi tersebut dapat menambah atau mengurangi komponen keungan
perusahaan yaitu, hartam utang, dan modal. Perubahan komponen posisi keuangan pada
persamaan dasar akuntansi dapat dikelompokan sebagai berikut:

1. Setiap transaksi dapat mempengaruhi harta, yang terjadi akibat perubahan harta
yang diikuti dengan perubahan harta yang lain dalam jumlah yang sama.
2. Setaip transaksi dapat mempengaruhi harta dan utang dalam jumlah yang sama.
3. Setiap transaksi dapat mempengaruhi harta dan modal dalam jumlah yang sama.
4. Setiap transaksi dapat mempengaruhi harta dengan perubahan utang dan modal
dalam jumlah yang sama.
Berikut tabel pengaruh transaksi-transaksi tertentu dalam Persamaan Dasar Akuntansi :
No
1
2

Jenis Transaksi
Investasi pemilik dalam
perusahaan
Pengambilan pemilik dari
perusahaan untuk keperluan
pribadi (prive)

3

Membayar beban usaha

4

Menerima pendapatan

5

Membayar liabilitas (utang)

6

Menerima piutang

7

Pembelian Kredit

8

Pembelian tunai

Pengaruh PDA
Aset bertambah
Ekuitas bertambah
Aset (sesuai jenis aset)
berkurang
Ekuitas berkurang
Aset berkurang
Ekuitas berkurang
Aset bertambah
Ekuitas bertambah
Aset berkurang
Liabilitas/utang
berkurang
Aset bertambah (kas)
Aset berkurang (piutang)
Aset bertambah
Ekuitas bertambah
Aset bertambah
Aset berkurang

Contoh bagan Persamaan Dasar Akuntansi :

Tangga
l

Ka
s

Piutan
g
Usaha

Aktiva

=

Perlengka
-pan

Utan
g
Usah
a

Peralata
n

Liabilita
s+
Ekuitas
Modal
T. xxx

Keteranga
n

Judul: Akuntansi

Oleh: Komang Trinadi


Ikuti kami