Akuntansi

Oleh Kinanthi Yurnalis

22 tayangan
Bagikan artikel

Transkrip Akuntansi

APLIKASI SMART CARD
SEBAGAI KARTU PRA BAYAR INTERNET
Makalah Seminar Tugas Akhir
Dedy Pamungkas , L2F 099 589
Jurusan Teknik Elektro, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro, Semarang
ABSTRAK
Semakin semaraknya perkembangan teknologi internet khususnya di Indonesia, membawa dampak positif
terhadap perkembangan bisnis jasa di bidang ini. Salah satunya adalah Warung Internet (Warnet) atau lebih dikenal
dengan Cyber Cafe.
Di sisi lain, salah satu tuntutan yang dihadapi dunia industri jasa saat ini adalah menciptakan sistem
pelayanan terhadap publik yang memberikan kemudahan dalam tukar-menukar informasi, transaksi, dengan tingkat
keamanan yang tinggi. Faktor-faktor tersebut memegang peranan penting dalam kelangsungan hidup industri karena
berpengaruh langsung pada mutu produk atau layanan yang diberikan.
Untuk mengatasi masalah tersebut, salah satunya adalah dengan smart card yang dapat diaplikasikan sebagai
kartu pra bayar internet. Kartu ini dilindungi oleh kode PIN untuk menghindari penyalahgunaan oleh orang yang tidak
berhak dan nominal uang yang tersimpan dalam kartu dapat diisi ulang atau pun ditambah. Dengan adanya aplikasi
smart card sebagai kartu pra bayar internet, baik operator warnet maupun pengguna jasa internet tidak perlu lagi
menyediakan uang tunai untuk bertransaksi, sehingga transaksi menjadi lebih efisien, mudah, dan cepat
.
Kata kunci: Smart card, kartu internet pra bayar.
I.

PENDAHULUAN

smart card sebagai alat bayar pemakaian internet
sehingga operator warnet dan pemakai tidak perlu lagi
menyediakan uang tunai. Hal ini akan menjadikan
transaksi lebih mudah, cepat dan efisien. Di samping
itu juga, bagi pengguna jasa warnet, jika ia ingin
menggunakan warnet di tempat lain, tetapi masih
dalam pemilik warnet yang sama, ia masih bisa
melakukan pembayaran melalui smart card.

Latar Belakang
Semakin semaraknya perkembangan teknologi
khususnya di bidang internet di Indonesia, membawa
dampak positif terhadap perkembangan bisnis jasa di
bidang ini. Salah satunya adalah Warung Internet
(Warnet) atau lebih dikenal dengan Cyber Cafe. Di
warnet inilah para pengguna jasa warnet (netter)
mengolah kemampuannya di dunia maya (Cyber).
Di sisi lain, salah satu tuntutan yang dihadapi
dunia industri jasa saat ini adalah menciptakan sistem
pelayanan terhadap publik yang memberikan
kemudahan dalam tukar-menukar informasi, transaksi,
dengan tingkat keamanan yang tinggi. Masalah ini juga
dapat dijumpai pada lingkungan kerja apa saja yang
membutuhkan faktor-faktor, seperti : mobilitas tinggi,
keamanan data, ketangguhan terhadap gangguan,
kestabilan, dan unjuk kerja yang tinggi. Faktor-faktor
tersebut
memegang
peranan
penting
dalam
kelangsungan hidup industri karena berpengaruh
langsung pada mutu produk atau layanan yang
diberikan.
Smart card diciptakan untuk menjadi solusi bagi
masalah tersebut. Teknologi ini menawarkan banyak
manfaat signifikan bagi para penyedia dan pengguna
jasa, sekaligus menawarkan tantangan bagi siapa saja
yang ingin mengembangkan inovasi ini lebih lanjut.
Mobilitas tinggi didapatkan dari ukuran fisik yang
kecil dengan dimensi chip hanya 85,6 mm x 54 mm.
Keamanan data didukung oleh adanya mikroprosesor
dalam chip yang dapat melakukan proses enkripsi data
yang disimpan. Kestabilan dan kecepatan dapat
dioptimalkan dengan makin banyaknya bahasa
pemrograman yang mendukungnya.
Melihat hal tersebut, maka perlu adanya aplikasi
tagihan pemakaian internet yang dapat mengakses

Tujuan
Tujuan dari tugas akhir ini adalah membuat
aplikasi yang dapat mengakses smart card melalui
smart card reader yang dihubungkan dengan komputer
pribadi (PC) sehingga smart card tersebut berfungsi
sebagai kartu pra bayar internet.
Pembatasan Masalah
Dalam tugas akhir ini penulis membuat batasan
permasalahan, antara lain:
1. Pembahasan lebih menitikberatkan pada teoriteori, prinsip kerja dasar smart card yang akan
diaplikasikan sebagai kartu pra bayar internet.
2. Bahasa Pemrograman yang digunakan adalah
Bahasa pemrograman Delphi versi 5.0 dengan
MySQL sebagai aplikasi database server.
3. Smart card yang digunakan adalah jenis contact
card yang di dalamnya terdapat memori 256
byte tanpa mikroprosesor.
4. Smart card reader yang digunakan adalah
CHIPDrive Extern produksi Towitoko AG.
5. Pada Tugas Akhir ini tidak membahas jaringan
komputer, TCP/IP dan struktur database yang
digunakan.
6. Pada Tugas Akhir ini tidak membahas aspek
bisnis dan aspek keamanan data dalam smart
card.

1

II. DASAR TEORI

2.1.3 Jenis Memori pada Smart Card
Secara umum ada 3 jenis memori yang
digunakan, yaitu:
1. ROM (Read Only Memory), berfungsi untuk
menyimpan program utama dan sifatnya
permanen.
2. RAM (Random Access Memory), berfungsi
untuk menyimpan data sementara ketika proses
sedang berjalan atau hasil penghitungan selama
mengeksekusi perintah. Data yang disimpan di
dalamnya akan hilang begitu kartu dicabut
(power hilang).
3. EEPROM (Electrically Erasable Programmable
Read Only Memory), berfungsi untuk
menyimpan program dan data yang sewaktuwaktu bisa diubah. Seperti halnya hard disk
pada komputer, jenis memori ini akan tetap
menyimpan data meskipun tidak ada power
(permanen).

2.1
2.1.1

Smart Card
Pengertian Smart card
Smart card atau sering juga disebut ICC
(Integrated Circuit Card) adalah kartu plastik yang
berukuran sama dengan kartu kredit yang di dalamnya
terdapat chip silikon yang disebut microcontroller.
Chip merupakan rangkaian terintegrasi (integrated
circuit) yang terdiri dari prosesor dan memori. Chip,
seperti layaknya CPU (Central Processing Unit) di
komputer, bertugas melaksanakan perintah dan
menyediakan power ke smart card.

2.1.4

Arsitektur Smart Card
Smart card merupakan sebuah mini komputer.
Unit-unit pada Smart card tersusun atas input dan
ouput, CPU (Central Proccessing Unit), ROM, dan
RAM yang merupakan syarat minimum suatu
komputer.

Gambar 1 Bentuk smart card

2.1.2 Tipe-Tipe Smart Card
Secara komersial, industri membuat smart card
dalam beberapa tipe, yaitu:
1. Memory card. Smart card tipe ini tidak
mempunyai processor atau sistem keamanan
yang canggih melainkan hanya perlindungan
fisik (karena smart card bersifat tamper proof).
Smart card ini merupakan tipe pertama yang
dikenal orang dan digunakan pertama kali untuk
kartu telepon. Tipe kartu ini meyimpan data
yang telah di-preload oleh manufakturnya,
kemudian mesin pembaca akan mengurangi isi
variabel yang disimpannya
2. Memory protected cards. Smart card tipe ini
mempunyai sistem keamanan yang lebih
canggih daripada memory cards, misalnya
mekanisme password untuk mengakses smart
card.
3. Microprocessor cards. Smart card tipe ini
mempunyai
processor
sehingga
dapat
melakukan komputasi walaupun terbatas.
Keterbatasaannya ada pada ukuran ROM yang
dimiliki dan fungsi aritmatika yang masih
sederhana.
Kemampuannya
antara
lain
mengorganisasikan berkas (file) yang dilindungi
dengan password.
4. Java cards. Smart card ini dilengkapi dengan
Java Virtual Machine sedemikian hingga dapat
dimasukkan berbagai program ke dalamnya.
5. Public key cards. Smart card ini mendukung
public key cryptography (kriptografi asimetris)
sehingga
proses
enkripsi/dekripsi
dapat
dilakukan secara internal dan dapat menyimpan
key.

RST

ROM
(Operating System)

CLK
I/O

CPU

I/O
System

RAM
(Temp Storage)

EPROM
(Application Storage)

Vcc

Gambar 2 Arsitektur smart card dengan mikroprosesor

2.1.5

Jarak dan fungsi masing-masing titik
kontak
Jarak masing-masing titik kontak yang
menempel pada bagian permukaan kontak smart card
sesuai dengan Tabel 1.

D

C

C1

C5

C2

C6

C3

C7

C4

C8

A
B

Gambar 3 Letak titik kontak

2

Tabel 1 Jarak letak titik kontak

Kontak A (mm)
C1
10,25
C2
10,25
C3
10,25
C4
10,25
C5
17,87
C6
17,87
C7
17,87
C8
17,87

B (mm)
12,25
12,25
12,25
12,25
19,87
19,87
19,87
19,87

C (mm) D (mm)
19,23
20,93
21,77
23,47
24,31
26,01
26,85
28,55
19,23
20,93
21,77
23,47
24,31
26,01
26,85
28,55

Gambar 4 Smart card reader eksternal

2.3

Komunikasi Antara Smart Card SLE 4442
dan Reader
Pada umumnya, smart card tidak berisi power
supply, display atau keyboard. Smart card berinteraksi
dengan dunia luar dengan menggunakan antarmuka
komunikasi serial melalui 8 titik kontak. Ukuran dan
letak dari kontak tersebut didefinisikan di dalam ISO
7816, bagian kedua.
Aplikasi komunikasi dengan reader (yang
kemudian akan berkomunikasi dengan smart card)
menggunakan protokol yang standar, yaitu protokol
International Standard Organization (ISO) 7816.
Dalam operasinya ada dua kondisi yang terjadi
bergantian pada smart card, yaitu:
1. Kondisi Aktif (Operating State)
Smart card dikatakan berada dalam kondisi aktif
bila smart card mengeksekusi suatu perintah.
Transmisi data dari dan ke reader juga termasuk
dalam kondisi ini.
2. Kondisi Idle
Smart card hampir selalu berada pada kondisi
ini. Dalam kondisi ini smart card akan menahan
semua transmisi data.
Smart card dapat berkomunikasi dengan reader
dengan 2 cara, yaitu :
1. contact smart card. Koneksi dibuat ketika
reader bersentuhan dengan chip yang ada di
smart card.
2. contactless smart card. Dapat berkomunikasi
melalui antena, mengurangi keperluan untuk
memasukkan dan mengambil smart card.
Dengan contactless, yang harus dilakukan hanya
mendekatkan smart card ke reader, dan
selanjutnya smart card akan berkomunikasi.
Contactless smart card dapat digunakan di
dalam aplikasi dimana pemasukan/penarikan
smart card tidak praktis dan pertimbangan
kecepatan.
Smart card SLE4442 merupakan smart card
jenis memory protected card di mana smart card jenis
ini mempunyai kode pengaman untuk mengontrol
akses penulisan maupun pembacaan ke dalam memori.
Untuk keperluan ini SLE 4442 berisi 4 byte security
memory dengan sebuah error counter (bit 0 sampai bit
2) dan 3 byte data referensi. 3 byte data ini disebut
Programmable Security Code (PSC). Pada saat power
aktif, seluruh memori dapat dibaca, kecuali data
referensi. Hanya setelah memasukkan kode pengaman

Fungsi dari masing-masing kontak yang ada
pada plat permukaan chip smart card dapat dilihat pada
Tabel 2 di bawah ini.
Tabel 2 Kontak elektrik pada smart card

Kontak

Nama
Vcc

Kegunaan
Masukan tegangan

C1
RST

Reset kartu

C2
C3
C4
C5
C6

CLK
RFU
GND
Vpp

C7

I/O

C8

RFU

Sinyal Clock
Penggunaan yang akan datang
Ground
Tegangan pemrograman ke
EPROM
Input-Ouput pada komunikasi
half dulpex
Penggunaan yang akan datang

2.2

Smart Card Reader
Smart card reader atau biasa disebut reader
adalah antarmuka yang menghubungkan komunikasi
antara smart card dengan PC. Istilah lain yang
digunakan untuk smart card reader adalah terminal,
CAD (Card Acceptance Device) dan IFD (interface
device/perangkat antarmuka).
Smart card tidak berarti tanpa adanya smart
card reader, yang berfungsi sebagai perantara
komunikasi antara smart card dengan peralatan lain
seperti komputer. Komputer membaca atau menulis
data melalui smart card reader, kemudian smart card
reader mengubah perintah membaca/menulis tersebut
ke dalam bahasa yang dimengerti smart card.
Reader
membangun
hubungan
dengan
mikroprosesor smart card melalui kontak elektrik pada
permukaan smart card. Melalui hubungan elektrik ini,
reader menyediakan power ke smart card dan
membangun hubungan pertukaran data.
Reader dapat berhubungan dengan PC biasanya
melalui port keyboard, port serial atau port PCMCIA.
Namun pada saat ini kebanyakan reader berhubungan
dengan PC melalui port USB (Universal Serial Bus).

3

yang benar semua proses penulisan maupun
penghapusan data pada memori dapat dilakukan.
Sedangkan untuk komunikasi dengan reader
dilakukan melalui kontak langsung dengan permukaan
titik kontaknya.

2.

2.3.1

Protokol Transmisi
Protokol transmisi data antara reader dengan
smart card SLE4442 dilakukan melalui mode berikut:
1. Reset and Answer-to-Reset
2. Command Mode
3. Outgoing Data Mode
4. Processing Mode

Personal Computer

Card Reader

Komputer Client
Prosesor
: Pentium 4 1,8 Ghz
Sistem operasi : Microsoft Windows 98.
Media tampilan : VGA (high color 24 bit,
1024x768 piksel).
d. Media masukan : Papan ketik (keyboard)
dan mouse.
e. Memori
: 128 Mbyte RAM.
a.
b.
c.

3.

Smart Card Reader
Type
: CHIPDRIVE Extern V4.1
Interface
: PC, serial connection
RS232, V.24
c. Power supply
: port serial.
d. Display
: 3 Buah LED Status.
Merah,Kuning dan Hijau.
e. Protocols
: T=0, T=1, 2-Wire,
3-Wire, I2C,
f. Interface speed : T=0: 4800 .. 38400 Baud
T=1: 4800 .115200 Bau
g. CPU type
: 4 MHz Microchip
controller
a.
b.

Smart Card

Reset
Answer To Reset (ATR)
Command

4.

Response
Command

a.

Response

b.

Gambar 5 Komunikasi antara aplikasi dengan smart card melalui
reader

c.
d.
e.
f.
g.

Command mode, outgoing data mode dan
processing mode disebut juga sebagai mode
operasional yaitu mode terjadinya operasi pembacaan,
penulisan maupun penghapusan data dalam memori
smart card.
Format instruksi yang dikirim ke smart card
terdiri dari 3 byte instruksi terdiri dari control, address
dan data. Data pertama yang ditransmisikan dimulai
dari bit LSB pada byte kontrol.

Smart Card
Produsen

: Siemens Semiconductor
Group, Jerman
Type
: Memory Protected
Card SLE4442
Jenis memori
: EEPROM 256-Byte
Protection memory : 4 Byte
Protokol
: 2-Wire
Answer-To-Reset : ISO 7816-3
Programming time : 2,5 ms per byte

3.2

Perangkat Lunak
Program yang digunakan dalam pembuatan
aplikasi tagihan internet ini menggunakan perangkat
lunak Delphi 5.0 Enterprise Edition untuk pembuatan
kode program dan MySQL sebagai aplikasi database
server.
Dalam perancangan aplikasi tagihan internet
ini terdapat 3 buah aplikasi yang saling mendukung
satu sama lain, yaitu:
1. Aplikasi manajemen kartu
Aplikasi ini berfungsi untuk pengisian identitas
baru maupun untuk pengisian ulang pulsa pada
kartu.
2. Aplikasi client
Aplikasi ini berfungsi untuk menghitung tagihan
pemakaian internet pada saat kartu sedang
dipakai.
3. Aplikasi server
Aplikasi ini berfungsi untuk memonitor semua
aktifitas pemakaian kartu baik pada saat kartu
sedang dipakai maupun tidak sedang dipakai.

III. PERANCANGAN PROGRAM
Perangkat yang digunakan dalam pembuatan
aplikasi tagihan pemakaian internet ini meliputi
perangkat keras dan perangkat lunak sebagai berikut.
3.1

Perangkat Keras
Perangkat keras yang digunakan untuk
menjalankan aplikasi tagihan pemakaian internet ini
adalah sebagai berikut.
1.
Komputer Server
a. Prosesor
: Transmeta Crusoe
600 Mhz
b. Sistem operasi : Microsoft Windows XP.
c. Media tampilan : VGA (high color 24 bit,
1024x768 piksel).
d. Media masukan : Papan ketik (keyboard)
dan mouse.
e. Memori
: 128 Mbyte RAM.

3.2.1

Aplikasi Manajemen Kartu
Aplikasi ini berfungsi untuk pengisian
identitas baru pemegang kartu maupun untuk pengisian
ulang pulsa pada kartu, menampilkan data seluruh
pemegang kartu dan menampilkan laporan pengisian
ulang pulsa setiap bulan.
4

3.2.1.1 Diagram Alir
a. Pembuatan ID Kartu Baru

3.2.1.2 Desain Form
Pada perancangan aplikasi manajemen kartu
ini digunakan 3 buah desain form, yaitu MainForm,
FpilihBulan dan Flaporan.
a. MainForm
MainForm berfungsi untuk melakukan pengisian
identitas baru, isi ulang dan menampilkan daftar
pemilik kartu
b. FpilihBulan
Sedangkan form FpilihBulan terdiri dari 2 buah
komponen TComboBox yang berfungsi untuk
menampilkan pilihan bulan dan tahun dan sebuah
komponen TButton yang berfungsi untuk
membuka form Flaporan sekaligus menutup form
FpilihBulan.
c. Flaporan
Sedangkan form Flaporan terdiri dari empat buah
komponen TQRDBText. Masing-masing berfungsi
untuk menampilkan nomer identitas kartu, nama
pemilik kartu, tanggal pengisian ulang kartu dan
jumlah pulsa yang telah diisikan ke dalam kartu.

M ulai

M asukkan kartu

M asukkan data
(ID , N ama, PIN default
G o lo ngan, P ulsa)
T

Apakah data
sudah lengkap?

Y
S impan data ke m emo ri
utama sm art card

3.2.2
Aplikasi Client
3.2.2.1 Diagram Alir
Sebelum melakukan implementasi kode
program terlebih dahulu dibuat diagram alir program
yang menggambarkan aliran proses atau langkahlangkah yang harus ditempuh agar program dapat
berjalan sebagaimana mestinya.

Selesai

Gambar 6 Diagram alir pembuatan ID kartu baru

b.

Pengisian Ulang Pulsa

M u lai

Mulai
M asu kk an k artu

Masukkan kartu
Ba ca da ta k artu
(ID , N am a, G o lo n ga n,P ulsa)

Baca data kartu
(ID, Nama, PIN default Golongan,
Pulsa)

A p ak ah ID K artu
t erd aft ar?

Y

M asu kk an P IN

Masukkan nominal pulsa isi ulang
T
A pa ka h
P IN b enar?

Y

Pulsa akhir=Sisa pulsa+Pulsa isi ulang

P u lsa > 0 ?

Simpan data Pulsa akhir ke memori
utama smart card

T

Y
Jalan kan b illin g

S elesa i

Selesai

Gambar 7 Diagram alir pengisian ulang pulsa

Gambar 8 Diagram alir aplikasi client

5

T

3.2.2.2 Desain Form
Pada perancangan aplikasi client ini
digunakan 3 buah desain form, masing-masing form
tersebut adalah:
1. MainForm, merupakan form utama yang
berguna untuk menampilkan informasi tagihan
biaya pemakaian jasa internet.
2. PINForm, merupakan form yang berguna untuk
melakukan perubahan PIN pemilik kartu.
3. ShieldForm, merupakan form yang berfungsi
sebagai penutup form utama sekaligus form
untuk mencegah akses pemakaian komputer.

pada aplikasi manajemen kartu. Penulisan dapat
dilakukan jika pada form bagian bawah telah muncul
pesan: “Kartu Telah Siap...”. Setelah muncul pesan
tersebut kemudian operator atau administrator
memasukkan data-data pada kolom isian kosong dan
selanjutnya menekan tombol yang berada pada
samping kanan kolom isian. Jika tidak ada pesan
kesalahan setelah menekan tombol tersebut, maka
berarti penulisan data ke dalam memori utama smart
card sudah sukses.

Aplikasi Server
Aplikasi server berfungsi untuk memonitor
semua aktifitas pemakaian kartu baik pada saat kartu
sedang dipakai maupun tidak sedang dipakai sekaligus
berfungsi untuk menampilkan laporan transaksi
pemakaian kartu.
3.2.3.1 Desain Form
a. MainForm dan TabSheet Monitoring
Halaman TabSheet ini berfungsi untuk
memonitor aktifitas pemakaian kartu pada saat
pemilik kartu sedang memakai jasa internet.
Halaman ini akan menampilkan terminal
komputer yang dipakai, kondisi komputer
client apakah dalam kondisi hidup atau mati,
nomer seri kartu yang sedang aktif, waktu
mulai pemakaian beserta durasinya, biaya
pemakaian jasa internet dan nominal pulsa
yang masih tersisa dalam smart card.
b. MainForm dan Tabsheet Transaksi
Halaman TabSheet ini berfungsi untuk
menampilkan data-data transaksi yang
berlangsung pada hari itu.
c. Mainform dan TabSheet Setting
Berfungsi untuk mengatur konfigurasi
parameter-parameter tarif jasa pemakaian
internet maupun konfigurasi alamat IP client
beserta jumlah komputer client yang
digunakan.
d. MainForm dan TabSheet Laporan
Halaman TabSheet ini hanya berisi tampilan
gambar
yang
apabila
di-klik
akan
menampilkan form FpilihTanggal atau
FPilihBulan.

IV.

Gambar 9 Penulisan data identitas baru ke memori utama smart card

4.2

Pengujian Pembacaan Memori Utama
Smart Card
Sedangkan pengujian pembacaan memori
utama smart card dapat dilakukan pada Tabsheet
IsiUlang. Proses pembacaan kartu dapat dilakukan jika
tombol “Baca Kartu” telah aktif. Setelah tombol “Baca
Kartu” ditekan dan data-data dari smart card sudah
menempati kolom isian kosong sesuai dengan
semestinya, maka proses pembacaan memori utama
pada smart card telah sukses.

PENGUJIAN DAN ANALISA

Hal-hal yang diujikan terhadap “Sistem
Aplikasi Smart Card Sebagai Kartu Pra Bayar
Internet” ini antara lain: pengujian dengan melakukan
penulisan data ke memori utama smart card dan
pembacaan data pada memori utama smart card serta
Pengujian Efektifitas dan Tanggapan Responden
tehadap pemakaian aplikasi tersebut.

Gambar 10 Pembacaan data memori utama smart card

Selain digunakan untuk pengujian pembacaan
memori utama smart card, pada TabSheet IsiUlang ini
juga dapat digunakan untuk pengujian penulisan ke
memori utama smart card dengan cara mengisi kolom
isi ulang dengan nominal pulsa yang telah ditentukan.
Jika setelah menekan tombol Isi Ulang tidak ada pesan
kesalahan, maka penulisan ke memori utama smart
card sudah sukses.

4.1

Pengujian Penulisan Memori Utama Smart
Card
Pengujian penulisan data ke memori utama
smart card untuk pengisian identitas baru dilakukan
6

V. PENUTUP

DAFTAR PUSTAKA

5.1 Kesimpulan
Berdasarkan analisa dan pengujian terhadap
aplikasi smart card sebagai kartu pra bayar internet,
dapat disimpulkan bahwa :
1. Smart card SLE4442 merupakan smart card
jenis memory protected card di mana penulisan
ke memori utama smart card dilindungi oleh
kode
PSC (Programmable Security
Code),
sehingga
sangat
cocok
untuk
diaplikasikan sebagai kartu pra bayar internet.
2. Penulisan data ke memori utama smart card
SLE4442 hanya dapat dilakukan jika terlebih
dahulu memasukkan kode PSC (Programmable
Security Code) dengan benar.
3. Komunikasi antara aplikasi dengan smart card
dilakukan melalui perantaraan smart card
reader.
4. Parameter yang diperlukan untuk penulisan ke
memori utama smart card adalah sebagai
berikut:
a. Alamat memori tempat penyimpanan data
b. Panjang data yang akan ditransmisikan
c. Data yang akan ditransmisikan
5. Parameter yang diperlukan untuk pembacaan
data pada memori utama smart card adalah
sebagai berikut:
a. Alamat memori tempat penyimpanan data.
b. Panjang data yang akan dibaca.
6. Agar smart card tidak bisa disalahgunakan oleh
orang yang tidak berhak, maka perlu dilindungi
dengan kode PIN pemegang kartu yang sudah
dienkripsi.
7. Semakin sering smart card digunakan semakin
aus plat permukaan kontaknya, sehingga sering
kali reader tidak dapat membaca isi data yang
ada pada memori utama smart card.
8. Pemakaian smart card sebagai alat bayar
penggunaan internet akan menjadikan transaksi
lebih mudah, cepat dan efisien.
5.2
1.

2.

3.

1.

2.

3.

4.

5.

6.

7.

8.
9.
10.
11.
12.
13.
14.

Chaum, David, “Prepaid Smart Card
Techniques: A Brief Introduction and
Comparison”,
http://ganges.cs.tcd.ie/mepeirce/Project/Chaum/
cardcom.html.
Gurewich, Nathan & Gurewich, Ori, ”Teach
Yourself Database Programming with Delphi in
21 Days”, Sams Publisher,1995.
Martina, Inge, “Seri Pemrograman Database
menggunakan Delphi”, Elexmedia Komputindo,
Jakarta, 2001.
Nugroho, Widodo, “Tip dan Trik Pemrograman
Delphi”, Elex Media Komputindo, Jakarta,
2002.
Oktaviano, Dani, “Panduan Belajar Borland
Delphi 3.0”, Elex Media Komputindo, Jakarta,
1998.
Pamitrapati, Dita, Siahaan, Krisdianto, “Trik
Pemrograman
Delphi”,
Elex
Media
Komputindo, Jakarta, 2000.
Prasetyo, Didik Dwi, ”Aplikasi Database
Client/Server Menggunakan Delphi dan
MySQL”, Elex Media Komputindo, Jakarta,
2004.
Tocci Ronald J, “Digital Systems Principles and
Applications”, Prentice-Hall International Inc.
Zoreda, Jose Luis & Oton, Jose Manuel, “Smart
cards”, Artech House Inc, London, 1994.
-----, http://www.smartcardbasic.com/
-----, http://www.pcscworkgroup.com/
-----, http://www.cardwerk.com/
-----,http://unix.be.eu.org/docs/smart-carddeveloper-kit/
-----, http://www.txsystems.com/

Dedy Pamungkas
(L2F 099 589)
Mahasiswa Jurusan Teknik Elektro,
Fakultas
Teknik
Universitas
Diponegoro Semarang, dengan
pilihan konsentrasi Elektronika
Telekomunikasi

Saran
Pengembangan aplikasi smart card tidak hanya
terbatas pada aplikasi smart card sebagai kartu
pra bayar internet saja, tetapi juga dapat
dikembangkan untuk aplikasi lainnya yang
membutuhkan kemudahan dalam tukar-menukar
informasi dan transaksi dengan tingkat
keamanan yang tinggi.
Sebaiknya menggunakan smart card yang tidak
hanya mempunyai kode proteksi terhadap
penulisan memori utama saja, tetapi juga
mempunyai kode proteksi terhadap pembacaan
data pada memori utama smart card, sehingga
data-data yang ada di dalam smart card akan
lebih aman.
Dikarenakan harga reader cukup mahal,
sebaiknya menggunakan satu buah reader saja
untuk semua komputer client. Reader tersebut
dapat dipasang di pintu masuk ruangan warnet.

Menyetujui/Mengesahkan:

7

Pembimbing I

Pembimbing II

Sumardi, ST, MT
NIP. 132 125 570

Trias Andromeda, ST, MT
NIP. 132 283 185

Judul: Akuntansi

Oleh: Kinanthi Yurnalis


Ikuti kami