Akuntansi

Oleh Kinanthi Yurnalis

194,9 KB 4 tayangan 0 unduhan
 
Bagikan artikel

Transkrip Akuntansi

APLIKASI SMART CARD SEBAGAI KARTU PRA BAYAR INTERNET Makalah Seminar Tugas Akhir Dedy Pamungkas , L2F 099 589 Jurusan Teknik Elektro, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro, Semarang ABSTRAK Semakin semaraknya perkembangan teknologi internet khususnya di Indonesia, membawa dampak positif terhadap perkembangan bisnis jasa di bidang ini. Salah satunya adalah Warung Internet (Warnet) atau lebih dikenal dengan Cyber Cafe. Di sisi lain, salah satu tuntutan yang dihadapi dunia industri jasa saat ini adalah menciptakan sistem pelayanan terhadap publik yang memberikan kemudahan dalam tukar-menukar informasi, transaksi, dengan tingkat keamanan yang tinggi. Faktor-faktor tersebut memegang peranan penting dalam kelangsungan hidup industri karena berpengaruh langsung pada mutu produk atau layanan yang diberikan. Untuk mengatasi masalah tersebut, salah satunya adalah dengan smart card yang dapat diaplikasikan sebagai kartu pra bayar internet. Kartu ini dilindungi oleh kode PIN untuk menghindari penyalahgunaan oleh orang yang tidak berhak dan nominal uang yang tersimpan dalam kartu dapat diisi ulang atau pun ditambah. Dengan adanya aplikasi smart card sebagai kartu pra bayar internet, baik operator warnet maupun pengguna jasa internet tidak perlu lagi menyediakan uang tunai untuk bertransaksi, sehingga transaksi menjadi lebih efisien, mudah, dan cepat . Kata kunci: Smart card, kartu internet pra bayar. I. PENDAHULUAN smart card sebagai alat bayar pemakaian internet sehingga operator warnet dan pemakai tidak perlu lagi menyediakan uang tunai. Hal ini akan menjadikan transaksi lebih mudah, cepat dan efisien. Di samping itu juga, bagi pengguna jasa warnet, jika ia ingin menggunakan warnet di tempat lain, tetapi masih dalam pemilik warnet yang sama, ia masih bisa melakukan pembayaran melalui smart card. Latar Belakang Semakin semaraknya perkembangan teknologi khususnya di bidang internet di Indonesia, membawa dampak positif terhadap perkembangan bisnis jasa di bidang ini. Salah satunya adalah Warung Internet (Warnet) atau lebih dikenal dengan Cyber Cafe. Di warnet inilah para pengguna jasa warnet (netter) mengolah kemampuannya di dunia maya (Cyber). Di sisi lain, salah satu tuntutan yang dihadapi dunia industri jasa saat ini adalah menciptakan sistem pelayanan terhadap publik yang memberikan kemudahan dalam tukar-menukar informasi, transaksi, dengan tingkat keamanan yang tinggi. Masalah ini juga dapat dijumpai pada lingkungan kerja apa saja yang membutuhkan faktor-faktor, seperti : mobilitas tinggi, keamanan data, ketangguhan terhadap gangguan, kestabilan, dan unjuk kerja yang tinggi. Faktor-faktor tersebut memegang peranan penting dalam kelangsungan hidup industri karena berpengaruh langsung pada mutu produk atau layanan yang diberikan. Smart card diciptakan untuk menjadi solusi bagi masalah tersebut. Teknologi ini menawarkan banyak manfaat signifikan bagi para penyedia dan pengguna jasa, sekaligus menawarkan tantangan bagi siapa saja yang ingin mengembangkan inovasi ini lebih lanjut. Mobilitas tinggi didapatkan dari ukuran fisik yang kecil dengan dimensi chip hanya 85,6 mm x 54 mm. Keamanan data didukung oleh adanya mikroprosesor dalam chip yang dapat melakukan proses enkripsi data yang disimpan. Kestabilan dan kecepatan dapat dioptimalkan dengan makin banyaknya bahasa pemrograman yang mendukungnya. Melihat hal tersebut, maka perlu adanya aplikasi tagihan pemakaian internet yang dapat mengakses Tujuan Tujuan dari tugas akhir ini adalah membuat aplikasi yang dapat mengakses smart card melalui smart card reader yang dihubungkan dengan komputer pribadi (PC) sehingga smart card tersebut berfungsi sebagai kartu pra bayar internet. Pembatasan Masalah Dalam tugas akhir ini penulis membuat batasan permasalahan, antara lain: 1. Pembahasan lebih menitikberatkan pada teoriteori, prinsip kerja dasar smart card yang akan diaplikasikan sebagai kartu pra bayar internet. 2. Bahasa Pemrograman yang digunakan adalah Bahasa pemrograman Delphi versi 5.0 dengan MySQL sebagai aplikasi database server. 3. Smart card yang digunakan adalah jenis contact card yang di dalamnya terdapat memori 256 byte tanpa mikroprosesor. 4. Smart card reader yang digunakan adalah CHIPDrive Extern produksi Towitoko AG. 5. Pada Tugas Akhir ini tidak membahas jaringan komputer, TCP/IP dan struktur database yang digunakan. 6. Pada Tugas Akhir ini tidak membahas aspek bisnis dan aspek keamanan data dalam smart card. 1 II. DASAR TEORI 2.1.3 Jenis Memori pada Smart Card Secara umum ada 3 jenis memori yang digunakan, yaitu: 1. ROM (Read Only Memory), berfungsi untuk menyimpan program utama dan sifatnya permanen. 2. RAM (Random Access Memory), berfungsi untuk menyimpan data sementara ketika proses sedang berjalan atau hasil penghitungan selama mengeksekusi perintah. Data yang disimpan di dalamnya akan hilang begitu kartu dicabut (power hilang). 3. EEPROM (Electrically Erasable Programmable Read Only Memory), berfungsi untuk menyimpan program dan data yang sewaktuwaktu bisa diubah. Seperti halnya hard disk pada komputer, jenis memori ini akan tetap menyimpan data meskipun tidak ada power (permanen). 2.1 2.1.1 Smart Card Pengertian Smart card Smart card atau sering juga disebut ICC (Integrated Circuit Card) adalah kartu plastik yang berukuran sama dengan kartu kredit yang di dalamnya terdapat chip silikon yang disebut microcontroller. Chip merupakan rangkaian terintegrasi (integrated circuit) yang terdiri dari prosesor dan memori. Chip, seperti layaknya CPU (Central Processing Unit) di komputer, bertugas melaksanakan perintah dan menyediakan power ke smart card. 2.1.4 Arsitektur Smart Card Smart card merupakan sebuah mini komputer. Unit-unit pada Smart card tersusun atas input dan ouput, CPU (Central Proccessing Unit), ROM, dan RAM yang merupakan syarat minimum suatu komputer. Gambar 1 Bentuk smart card 2.1.2 Tipe-Tipe Smart Card Secara komersial, industri membuat smart card dalam beberapa tipe, yaitu: 1. Memory card. Smart card tipe ini tidak mempunyai processor atau sistem keamanan yang canggih melainkan hanya perlindungan fisik (karena smart card bersifat tamper proof). Smart card ini merupakan tipe pertama yang dikenal orang dan digunakan pertama kali untuk kartu telepon. Tipe kartu ini meyimpan data yang telah di-preload oleh manufakturnya, kemudian mesin pembaca akan mengurangi isi variabel yang disimpannya 2. Memory protected cards. Smart card tipe ini mempunyai sistem keamanan yang lebih canggih daripada memory cards, misalnya mekanisme password untuk mengakses smart card. 3. Microprocessor cards. Smart card tipe ini mempunyai processor sehingga dapat melakukan komputasi walaupun terbatas. Keterbatasaannya ada pada ukuran ROM yang dimiliki dan fungsi aritmatika yang masih sederhana. Kemampuannya antara lain mengorganisasikan berkas (file) yang dilindungi dengan password. 4. Java cards. Smart card ini dilengkapi dengan Java Virtual Machine sedemikian hingga dapat dimasukkan berbagai program ke dalamnya. 5. Public key cards. Smart card ini mendukung public key cryptography (kriptografi asimetris) sehingga proses enkripsi/dekripsi dapat dilakukan secara internal dan dapat menyimpan key. RST ROM (Operating System) CLK I/O CPU I/O System RAM (Temp Storage) EPROM (Application Storage) Vcc Gambar 2 Arsitektur smart card dengan mikroprosesor 2.1.5 Jarak dan fungsi masing-masing titik kontak Jarak masing-masing titik kontak yang menempel pada bagian permukaan kontak smart card sesuai dengan Tabel 1. D C C1 C5 C2 C6 C3 C7 C4 C8 A B Gambar 3 Letak titik kontak 2 Tabel 1 Jarak letak titik kontak Kontak A (mm) C1 10,25 C2 10,25 C3 10,25 C4 10,25 C5 17,87 C6 17,87 C7 17,87 C8 17,87 B (mm) 12,25 12,25 12,25 12,25 19,87 19,87 19,87 19,87 C (mm) D (mm) 19,23 20,93 21,77 23,47 24,31 26,01 26,85 28,55 19,23 20,93 21,77 23,47 24,31 26,01 26,85 28,55 Gambar 4 Smart card reader eksternal 2.3 Komunikasi Antara Smart Card SLE 4442 dan Reader Pada umumnya, smart card tidak berisi power supply, display atau keyboard. Smart card berinteraksi dengan dunia luar dengan menggunakan antarmuka komunikasi serial melalui 8 titik kontak. Ukuran dan letak dari kontak tersebut didefinisikan di dalam ISO 7816, bagian kedua. Aplikasi komunikasi dengan reader (yang kemudian akan berkomunikasi dengan smart card) menggunakan protokol yang standar, yaitu protokol International Standard Organization (ISO) 7816. Dalam operasinya ada dua kondisi yang terjadi bergantian pada smart card, yaitu: 1. Kondisi Aktif (Operating State) Smart card dikatakan berada dalam kondisi aktif bila smart card mengeksekusi suatu perintah. Transmisi data dari dan ke reader juga termasuk dalam kondisi ini. 2. Kondisi Idle Smart card hampir selalu berada pada kondisi ini. Dalam kondisi ini smart card akan menahan semua transmisi data. Smart card dapat berkomunikasi dengan reader dengan 2 cara, yaitu : 1. contact smart card. Koneksi dibuat ketika reader bersentuhan dengan chip yang ada di smart card. 2. contactless smart card. Dapat berkomunikasi melalui antena, mengurangi keperluan untuk memasukkan dan mengambil smart card. Dengan contactless, yang harus dilakukan hanya mendekatkan smart card ke reader, dan selanjutnya smart card akan berkomunikasi. Contactless smart card dapat digunakan di dalam aplikasi dimana pemasukan/penarikan smart card tidak praktis dan pertimbangan kecepatan. Smart card SLE4442 merupakan smart card jenis memory protected card di mana smart card jenis ini mempunyai kode pengaman untuk mengontrol akses penulisan maupun pembacaan ke dalam memori. Untuk keperluan ini SLE 4442 berisi 4 byte security memory dengan sebuah error counter (bit 0 sampai bit 2) dan 3 byte data referensi. 3 byte data ini disebut Programmable Security Code (PSC). Pada saat power aktif, seluruh memori dapat dibaca, kecuali data referensi. Hanya setelah memasukkan kode pengaman Fungsi dari masing-masing kontak yang ada pada plat permukaan chip smart card dapat dilihat pada Tabel 2 di bawah ini. Tabel 2 Kontak elektrik pada smart card Kontak Nama Vcc Kegunaan Masukan tegangan C1 RST Reset kartu C2 C3 C4 C5 C6 CLK RFU GND Vpp C7 I/O C8 RFU Sinyal Clock Penggunaan yang akan datang Ground Tegangan pemrograman ke EPROM Input-Ouput pada komunikasi half dulpex Penggunaan yang akan datang 2.2 Smart Card Reader Smart card reader atau biasa disebut reader adalah antarmuka yang menghubungkan komunikasi antara smart card dengan PC. Istilah lain yang digunakan untuk smart card reader adalah terminal, CAD (Card Acceptance Device) dan IFD (interface device/perangkat antarmuka). Smart card tidak berarti tanpa adanya smart card reader, yang berfungsi sebagai perantara komunikasi antara smart card dengan peralatan lain seperti komputer. Komputer membaca atau menulis data melalui smart card reader, kemudian smart card reader mengubah perintah membaca/menulis tersebut ke dalam bahasa yang dimengerti smart card. Reader membangun hubungan dengan mikroprosesor smart card melalui kontak elektrik pada permukaan smart card. Melalui hubungan elektrik ini, reader menyediakan power ke smart card dan membangun hubungan pertukaran data. Reader dapat berhubungan dengan PC biasanya melalui port keyboard, port serial atau port PCMCIA. Namun pada saat ini kebanyakan reader berhubungan dengan PC melalui port USB (Universal Serial Bus). 3 yang benar semua proses penulisan maupun penghapusan data pada memori dapat dilakukan. Sedangkan untuk komunikasi dengan reader dilakukan melalui kontak langsung dengan permukaan titik kontaknya. 2. 2.3.1 Protokol Transmisi Protokol transmisi data antara reader dengan smart card SLE4442 dilakukan melalui mode berikut: 1. Reset and Answer-to-Reset 2. Command Mode 3. Outgoing Data Mode 4. Processing Mode Personal Computer Card Reader Komputer Client Prosesor : Pentium 4 1,8 Ghz Sistem operasi : Microsoft Windows 98. Media tampilan : VGA (high color 24 bit, 1024x768 piksel). d. Media masukan : Papan ketik (keyboard) dan mouse. e. Memori : 128 Mbyte RAM. a. b. c. 3. Smart Card Reader Type : CHIPDRIVE Extern V4.1 Interface : PC, serial connection RS232, V.24 c. Power supply : port serial. d. Display : 3 Buah LED Status. Merah,Kuning dan Hijau. e. Protocols : T=0, T=1, 2-Wire, 3-Wire, I2C, f. Interface speed : T=0: 4800 .. 38400 Baud T=1: 4800 .115200 Bau g. CPU type : 4 MHz Microchip controller a. b. Smart Card Reset Answer To Reset (ATR) Command 4. Response Command a. Response b. Gambar 5 Komunikasi antara aplikasi dengan smart card melalui reader c. d. e. f. g. Command mode, outgoing data mode dan processing mode disebut juga sebagai mode operasional yaitu mode terjadinya operasi pembacaan, penulisan maupun penghapusan data dalam memori smart card. Format instruksi yang dikirim ke smart card terdiri dari 3 byte instruksi terdiri dari control, address dan data. Data pertama yang ditransmisikan dimulai dari bit LSB pada byte kontrol. Smart Card Produsen : Siemens Semiconductor Group, Jerman Type : Memory Protected Card SLE4442 Jenis memori : EEPROM 256-Byte Protection memory : 4 Byte Protokol : 2-Wire Answer-To-Reset : ISO 7816-3 Programming time : 2,5 ms per byte 3.2 Perangkat Lunak Program yang digunakan dalam pembuatan aplikasi tagihan internet ini menggunakan perangkat lunak Delphi 5.0 Enterprise Edition untuk pembuatan kode program dan MySQL sebagai aplikasi database server. Dalam perancangan aplikasi tagihan internet ini terdapat 3 buah aplikasi yang saling mendukung satu sama lain, yaitu: 1. Aplikasi manajemen kartu Aplikasi ini berfungsi untuk pengisian identitas baru maupun untuk pengisian ulang pulsa pada kartu. 2. Aplikasi client Aplikasi ini berfungsi untuk menghitung tagihan pemakaian internet pada saat kartu sedang dipakai. 3. Aplikasi server Aplikasi ini berfungsi untuk memonitor semua aktifitas pemakaian kartu baik pada saat kartu sedang dipakai maupun tidak sedang dipakai. III. PERANCANGAN PROGRAM Perangkat yang digunakan dalam pembuatan aplikasi tagihan pemakaian internet ini meliputi perangkat keras dan perangkat lunak sebagai berikut. 3.1 Perangkat Keras Perangkat keras yang digunakan untuk menjalankan aplikasi tagihan pemakaian internet ini adalah sebagai berikut. 1. Komputer Server a. Prosesor : Transmeta Crusoe 600 Mhz b. Sistem operasi : Microsoft Windows XP. c. Media tampilan : VGA (high color 24 bit, 1024x768 piksel). d. Media masukan : Papan ketik (keyboard) dan mouse. e. Memori : 128 Mbyte RAM. 3.2.1 Aplikasi Manajemen Kartu Aplikasi ini berfungsi untuk pengisian identitas baru pemegang kartu maupun untuk pengisian ulang pulsa pada kartu, menampilkan data seluruh pemegang kartu dan menampilkan laporan pengisian ulang pulsa setiap bulan. 4 3.2.1.1 Diagram Alir a. Pembuatan ID Kartu Baru 3.2.1.2 Desain Form Pada perancangan aplikasi manajemen kartu ini digunakan 3 buah desain form, yaitu MainForm, FpilihBulan dan Flaporan. a. MainForm MainForm berfungsi untuk melakukan pengisian identitas baru, isi ulang dan menampilkan daftar pemilik kartu b. FpilihBulan Sedangkan form FpilihBulan terdiri dari 2 buah komponen TComboBox yang berfungsi untuk menampilkan pilihan bulan dan tahun dan sebuah komponen TButton yang berfungsi untuk membuka form Flaporan sekaligus menutup form FpilihBulan. c. Flaporan Sedangkan form Flaporan terdiri dari empat buah komponen TQRDBText. Masing-masing berfungsi untuk menampilkan nomer identitas kartu, nama pemilik kartu, tanggal pengisian ulang kartu dan jumlah pulsa yang telah diisikan ke dalam kartu. M ulai M asukkan kartu M asukkan data (ID , N ama, PIN default G o lo ngan, P ulsa) T Apakah data sudah lengkap? Y S impan data ke m emo ri utama sm art card 3.2.2 Aplikasi Client 3.2.2.1 Diagram Alir Sebelum melakukan implementasi kode program terlebih dahulu dibuat diagram alir program yang menggambarkan aliran proses atau langkahlangkah yang harus ditempuh agar program dapat berjalan sebagaimana mestinya. Selesai Gambar 6 Diagram alir pembuatan ID kartu baru b. Pengisian Ulang Pulsa M u lai Mulai M asu kk an k artu Masukkan kartu Ba ca da ta k artu (ID , N am a, G o lo n ga n,P ulsa) Baca data kartu (ID, Nama, PIN default Golongan, Pulsa) A p ak ah ID K artu t erd aft ar? Y M asu kk an P IN Masukkan nominal pulsa isi ulang T A pa ka h P IN b enar? Y Pulsa akhir=Sisa pulsa+Pulsa isi ulang P u lsa > 0 ? Simpan data Pulsa akhir ke memori utama smart card T Y Jalan kan b illin g S elesa i Selesai Gambar 7 Diagram alir pengisian ulang pulsa Gambar 8 Diagram alir aplikasi client 5 T 3.2.2.2 Desain Form Pada perancangan aplikasi client ini digunakan 3 buah desain form, masing-masing form tersebut adalah: 1. MainForm, merupakan form utama yang berguna untuk menampilkan informasi tagihan biaya pemakaian jasa internet. 2. PINForm, merupakan form yang berguna untuk melakukan perubahan PIN pemilik kartu. 3. ShieldForm, merupakan form yang berfungsi sebagai penutup form utama sekaligus form untuk mencegah akses pemakaian komputer. pada aplikasi manajemen kartu. Penulisan dapat dilakukan jika pada form bagian bawah telah muncul pesan: “Kartu Telah Siap...”. Setelah muncul pesan tersebut kemudian operator atau administrator memasukkan data-data pada kolom isian kosong dan selanjutnya menekan tombol yang berada pada samping kanan kolom isian. Jika tidak ada pesan kesalahan setelah menekan tombol tersebut, maka berarti penulisan data ke dalam memori utama smart card sudah sukses. Aplikasi Server Aplikasi server berfungsi untuk memonitor semua aktifitas pemakaian kartu baik pada saat kartu sedang dipakai maupun tidak sedang dipakai sekaligus berfungsi untuk menampilkan laporan transaksi pemakaian kartu. 3.2.3.1 Desain Form a. MainForm dan TabSheet Monitoring Halaman TabSheet ini berfungsi untuk memonitor aktifitas pemakaian kartu pada saat pemilik kartu sedang memakai jasa internet. Halaman ini akan menampilkan terminal komputer yang dipakai, kondisi komputer client apakah dalam kondisi hidup atau mati, nomer seri kartu yang sedang aktif, waktu mulai pemakaian beserta durasinya, biaya pemakaian jasa internet dan nominal pulsa yang masih tersisa dalam smart card. b. MainForm dan Tabsheet Transaksi Halaman TabSheet ini berfungsi untuk menampilkan data-data transaksi yang berlangsung pada hari itu. c. Mainform dan TabSheet Setting Berfungsi untuk mengatur konfigurasi parameter-parameter tarif jasa pemakaian internet maupun konfigurasi alamat IP client beserta jumlah komputer client yang digunakan. d. MainForm dan TabSheet Laporan Halaman TabSheet ini hanya berisi tampilan gambar yang apabila di-klik akan menampilkan form FpilihTanggal atau FPilihBulan. IV. Gambar 9 Penulisan data identitas baru ke memori utama smart card 4.2 Pengujian Pembacaan Memori Utama Smart Card Sedangkan pengujian pembacaan memori utama smart card dapat dilakukan pada Tabsheet IsiUlang. Proses pembacaan kartu dapat dilakukan jika tombol “Baca Kartu” telah aktif. Setelah tombol “Baca Kartu” ditekan dan data-data dari smart card sudah menempati kolom isian kosong sesuai dengan semestinya, maka proses pembacaan memori utama pada smart card telah sukses. PENGUJIAN DAN ANALISA Hal-hal yang diujikan terhadap “Sistem Aplikasi Smart Card Sebagai Kartu Pra Bayar Internet” ini antara lain: pengujian dengan melakukan penulisan data ke memori utama smart card dan pembacaan data pada memori utama smart card serta Pengujian Efektifitas dan Tanggapan Responden tehadap pemakaian aplikasi tersebut. Gambar 10 Pembacaan data memori utama smart card Selain digunakan untuk pengujian pembacaan memori utama smart card, pada TabSheet IsiUlang ini juga dapat digunakan untuk pengujian penulisan ke memori utama smart card dengan cara mengisi kolom isi ulang dengan nominal pulsa yang telah ditentukan. Jika setelah menekan tombol Isi Ulang tidak ada pesan kesalahan, maka penulisan ke memori utama smart card sudah sukses. 4.1 Pengujian Penulisan Memori Utama Smart Card Pengujian penulisan data ke memori utama smart card untuk pengisian identitas baru dilakukan 6 V. PENUTUP DAFTAR PUSTAKA 5.1 Kesimpulan Berdasarkan analisa dan pengujian terhadap aplikasi smart card sebagai kartu pra bayar internet, dapat disimpulkan bahwa : 1. Smart card SLE4442 merupakan smart card jenis memory protected card di mana penulisan ke memori utama smart card dilindungi oleh kode PSC (Programmable Security Code), sehingga sangat cocok untuk diaplikasikan sebagai kartu pra bayar internet. 2. Penulisan data ke memori utama smart card SLE4442 hanya dapat dilakukan jika terlebih dahulu memasukkan kode PSC (Programmable Security Code) dengan benar. 3. Komunikasi antara aplikasi dengan smart card dilakukan melalui perantaraan smart card reader. 4. Parameter yang diperlukan untuk penulisan ke memori utama smart card adalah sebagai berikut: a. Alamat memori tempat penyimpanan data b. Panjang data yang akan ditransmisikan c. Data yang akan ditransmisikan 5. Parameter yang diperlukan untuk pembacaan data pada memori utama smart card adalah sebagai berikut: a. Alamat memori tempat penyimpanan data. b. Panjang data yang akan dibaca. 6. Agar smart card tidak bisa disalahgunakan oleh orang yang tidak berhak, maka perlu dilindungi dengan kode PIN pemegang kartu yang sudah dienkripsi. 7. Semakin sering smart card digunakan semakin aus plat permukaan kontaknya, sehingga sering kali reader tidak dapat membaca isi data yang ada pada memori utama smart card. 8. Pemakaian smart card sebagai alat bayar penggunaan internet akan menjadikan transaksi lebih mudah, cepat dan efisien. 5.2 1. 2. 3. 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. 11. 12. 13. 14. Chaum, David, “Prepaid Smart Card Techniques: A Brief Introduction and Comparison”, http://ganges.cs.tcd.ie/mepeirce/Project/Chaum/ cardcom.html. Gurewich, Nathan & Gurewich, Ori, ”Teach Yourself Database Programming with Delphi in 21 Days”, Sams Publisher,1995. Martina, Inge, “Seri Pemrograman Database menggunakan Delphi”, Elexmedia Komputindo, Jakarta, 2001. Nugroho, Widodo, “Tip dan Trik Pemrograman Delphi”, Elex Media Komputindo, Jakarta, 2002. Oktaviano, Dani, “Panduan Belajar Borland Delphi 3.0”, Elex Media Komputindo, Jakarta, 1998. Pamitrapati, Dita, Siahaan, Krisdianto, “Trik Pemrograman Delphi”, Elex Media Komputindo, Jakarta, 2000. Prasetyo, Didik Dwi, ”Aplikasi Database Client/Server Menggunakan Delphi dan MySQL”, Elex Media Komputindo, Jakarta, 2004. Tocci Ronald J, “Digital Systems Principles and Applications”, Prentice-Hall International Inc. Zoreda, Jose Luis & Oton, Jose Manuel, “Smart cards”, Artech House Inc, London, 1994. -----, http://www.smartcardbasic.com/ -----, http://www.pcscworkgroup.com/ -----, http://www.cardwerk.com/ -----,http://unix.be.eu.org/docs/smart-carddeveloper-kit/ -----, http://www.txsystems.com/ Dedy Pamungkas (L2F 099 589) Mahasiswa Jurusan Teknik Elektro, Fakultas Teknik Universitas Diponegoro Semarang, dengan pilihan konsentrasi Elektronika Telekomunikasi Saran Pengembangan aplikasi smart card tidak hanya terbatas pada aplikasi smart card sebagai kartu pra bayar internet saja, tetapi juga dapat dikembangkan untuk aplikasi lainnya yang membutuhkan kemudahan dalam tukar-menukar informasi dan transaksi dengan tingkat keamanan yang tinggi. Sebaiknya menggunakan smart card yang tidak hanya mempunyai kode proteksi terhadap penulisan memori utama saja, tetapi juga mempunyai kode proteksi terhadap pembacaan data pada memori utama smart card, sehingga data-data yang ada di dalam smart card akan lebih aman. Dikarenakan harga reader cukup mahal, sebaiknya menggunakan satu buah reader saja untuk semua komputer client. Reader tersebut dapat dipasang di pintu masuk ruangan warnet. Menyetujui/Mengesahkan: 7 Pembimbing I Pembimbing II Sumardi, ST, MT NIP. 132 125 570 Trias Andromeda, ST, MT NIP. 132 283 185

Judul: Akuntansi

Oleh: Kinanthi Yurnalis

Ikuti kami