Akuntansi

Oleh Ara Prawira

30 tayangan
Bagikan artikel

Transkrip Akuntansi

1. PT “AB” adalah perusahaan yang baru dibentuk dari penggabungan PT “A” dan PT “B”.
Diketahui data-data sbb
PT”A”
PT”B”
Kekayaan bersih
Rp2.000,Rp1.000,Laba yg dikontribusikan
500,100,Kekayaan bersih relatif PT “A” terhadap kekayaan total adalah :
a. 67%
b. 33%
c. 83%
d. 17%
e. 10%
2. Perusahaan yg memiliki sebagian besar dari atau seluruh saham yg beredar dari perusahaan lain
sehingga berhak untuk mengendalikan operasi & manajemen perusahaan lain tersebut di sebut :
a. Perusahaan Induk
c. Perusahaan anak
b. Holding Company
d. Controlling Interest
e. Pooling interest
3. Perusahaan yg dibentuk dengan tujuan khusus untuk memiliki saham-saham &
mengendalikan operasi perusahaan lain, dimana pendapatannya berupa deviden dari
seluruh saham yg dimilikinya
a. Perusahaan Induk
c. Perusahaan anak
b. Holding Company
d. Controlling Interest
e. Pooling interest
4. Neraca
PT “X
PT “Y”
Debit
( Prshn Induk) (Prshn Anak)
Investasi shm PT “Y” Rp 3.750,Mcm-mcm aktiva
5.000,Rp 4.500,Rp 8.750,
Rp 4.500,Kredit
Mcm-mcm hutang
Rp 1.250,Rp 7.500,Mdl shm
5.000,5.000,Defisit
1.250,Laba
ditahan
2.500,Rp 8.750,- Rp 8.750,Modal saham PT “Y” dieliminasi disebelah :
a. D
c. D/K
b. K
d. Salah semua
e. benar semua
5. Suatu bentuk penjualan angsuran dimana barang telah di- serahkan, tetapi hak atas brg masih
berada ditangan penjual s/d seluruh pembayaran lunas disebut :
a. Conditional sales contract
c. Lease Purchase
b. Conditional purchase contract
d. Lease sales
e. Salesman
6. Jurnal untuk menutup realisasi laba kotor penjualan angsuran Rp100,- adalah :
a. Rugi-Laba
100
Realisasi laba kotor penjualan angsuran
100

b. Realisasi laba kotor penjualan angsuran
Rugi-Laba
c. Modal
Laba kotor penjualan angsuran

100
100
100
100

d. Realisasi laba kotor penjualan angsuran 100
Modal
100
e. semua benar
7. Suatu bentuk perjan perjanjian dimana salah satu pihak yg memiliki brg menyerahkan sejmlh
brg kepada pihak ttt utk dijualkan dgn memberikan komisi tertentu adalah :
a. Konsinyasi
c. Komisi
b. Lease purchase
d. Sales contract
e. Salesman
8. Pihak yg menyerahkan barang dalam konsinyasi disebut :
a. Consignee
c. Faktor
b. Commision Merchant
d. Consignor
e. Conduktor
9. PT”X” dan PT “Y” bergabung membentuk PT “XY”.
Kekayaan bersih tanpa goodwill PT “X” dan PT “Y” masing-masing Rp 2.000,- dan Rp5.000,Jika PT “XY” mengeluarkan 10 lbr saham biasa @ Rp1.000,- maka jurnal untuk mencatat
kontribusi kekayaan bersih jika Goodwill diakui adalah :
a. Mcm-mcm aktv 10.000
c. Mcm-mcm aktv 7.000
Modal saham
10.000
Modal saham 7.000
b. Goodwill
3.000
d. Goodwill
2.000
Mcm-mcm aktv 7.000
Mcm-mcm aktv 3.000
Modal saham
10.000
Modal saham 5.000
e. salah semua
10. Penggabungan usaha yang membentuk sebuah perusahaan baru dengan tujuan khusus untuk
membeli
aktiva dan mengakui hutang dari dua atau lebih perusahaan yang telah ada di sebut:
a. Konsolidasi
c. Merger
b. Likuidasi
d. Akuisisi
e. Bank
11. Pada penggabungan usaha melalui pembelian (purchases), alat tukar yang diberikan dapat
berupa :
a. Kas
c. Aktiva lainnya
b. Surat berharga
d. Betul semua
e. Salah semua
12. Rekening yang harus dibentuk oleh consignee dalam perjanjian konsinyasi adalah :
a. Barang-barang komisi
c. Consigment
b. Barang-barang konsinysi
d. salah semua
e. benar semua

13. PT “X” mengeluarkan produk barunya yg merupakan hasil inovasi produk lama dengan kualitas
yang lebih baik. Ini merupakan :
a. Internal Business expansions
b. External Business expansions
c. Penggabungan Horizontal
d. Penggabungan Vertikal
e. Penggabungan silang
14.
PT ”X” membutuhkan kepastian supply BB. Utk itu PT “X” membeli sebagian besar saham PT
“Y” yg jg sbg supplier- nya. Ini merupakan :
a. Internal Business expansions
b. Business combination
c. Penggabungan Horizontal
d. Penggabungan Vertikal
e. penggabungan silang
15. PT “AB” adalah perusahaan yang baru dibentuk dari penggabungan PT “A” dan PT “B”. PT “AB”
mengeluarkan saham sebagai alat pembayaran berupa Saham Biasa
100 Lembar @ Rp10,-. Goodwill yang terbentuk sebesar Rp200,-.
Maka dapat dipastikan nilai Macam-macam aktiva :
a. Rp1.000,b. Rp 800,c. Rp1.200,d. Rp 200,e. Rp. 100
16. Persoalan yang timbul dalam penggabungan perusahaan adalah kontribusi relatif perusahaan yg
bergabung jika perusahaan baru :
a. Membeli seluruh assets perusahaan lama
b. Mengeluarkan saham sebagai alat pembayaran
c. Membeli sebagian assets perusahaan lama
d. Semua benar
e. Semua salah
17. Yang bukan karakteristik Konsinyasi adalah :
a. Barang-barang konsinyasi hrs dilaporkan sbg persediaan
oleh Pengamanat
b. Brg-brg konsinyasi diperhitungkan sbg
persediaan
oleh komisioner
c. Pengiriman brg konsinyasi tidak mengakibatkan
timbulnya pendapatan
d. Komisioner wajib menjaga keamanan keselamatan barang komisi yg diterimanya
e. salah semua
18. Membuat laporan secara periodik tentang barang yg diterima, dijual & barang yg masih dalam
persediaan merupakan :
a. Hak consignor
c. Hak consignee
b. Kewajiban consignor
d. Kewajiban consignee
e. Benar semua
19. PT “AB” adalah perusahaan yang baru dibentuk dari penggabungan PT “A” dan PT “B”. PT “AB”
mengeluarkan saham sebagai alat pembayaran berupa Saham Biasa
100 Lembar @ Rp10,-. Goodwill yang terbentuk sebesar Rp200,-. Maka modal saham yang
dibentuk sebesar :

a. Rp1.000,b. Rp 800,c. Rp1.200,d. Rp 200,e. Rp. 100
20. Neraca
Debit

PT “X
PT “Y”
( Prshn Induk) (Prshn Anak)
Investasi shm PT “Y” Rp 3.750,Mcm-mcm aktiva
5.000,Rp 4.500,Rp 8.750,
Rp 4.500,Kredit
Mcm-mcm hutang
Rp 1.250,Rp 7500,Mdl shm
5.000,5.000,Defisit
1.250,Laba
ditahan
2.500,Rp 8.750,- Rp 8.750,Defisit PT”Y” dieliminasi disebelah :
a. D
c. D/K
b. K
d. Salah semua
e. benar semua
21. PT”X” dan PT “Y” bergabung membentuk PT “XY”.
Kekayaan bersih tanpa goodwill PT “X” dan PT “Y” masing-masing Rp 2.000,- dan Rp5.000,Jika PT “XY” mengeluarkan 10 lbr saham biasa @ Rp1.000,- maka jurnal untuk mencatat
kontribusi kekayaan bersih jika Goodwill tidak diakui adalah :
a. Mcm-mcm aktv 10.000
c. Mcm-mcm aktv 7.000
Modal saham
10.000
Modal saham 7.000
b. Goodwill
3.000
d. Goodwill
2.000
Mcm-mcm aktv 7.000
Mcm-mcm aktv 3.000
Modal saham
10.000
Modal saham 5.000
e. salah semua
22. Dijual barang tidak bergerak sebesar Rp.500,- dengan nilai buku Rp. 300- , maka jurnal
pencatatan apabila penetapan laba dalam periode penjualan ….
a. Piutang
500
c. Piutang
500
Brg tdk bergrk 300
Brg tdk bergrk 200
Laba atas Penj. 200
Laba atas Penj. 300
b. Piutang
500
d. Piutang
500
Brg tdk bergrk 300
Brg tdk bergrk 200
Laba Kotor yg
Laba Kotor yg
blm direalisasi 200
blm direalisasi 300
e. Semua benar
23. Neraca
PT “X
PT “Y”
Debit

( Prshn Induk) (Prshn Anak)
Investasi shm PT “Y” Rp 3.750,Mcm-mcm aktiva
5.000,Rp 4.500,-

ditahan

Mcm-mcm hutang
Mdl shm
Defisit
2.500,-

Rp 8.750,
Rp 1.250,5.000,-

Rp 4.500,Rp 7500,5.000,1.250,-

Kredit

Laba

Rp 8.750,- Rp 8.750,Modal saham PT “X” pada neraca konsolidasi sebesar :
a. Rp5.000,c. Rp9.500,b. Rp6.250,d. Salah semua
e. benar semua
24.Penjualan yg dilakukan dgn perjanjian, dimana pembayarannya dilakukan secara bertahap
disebut dgn :
a. Penjualan kredit
c. Penjualan angsuran
b. Penjualan tunai
d. Penjualan bersyarat
e. Penjualan minimum
25. Bentuk penjualan angsuran dimana pembayaran angsuran dianggap sewa s/d hrg dlm kontrak
dilunasi, baru sesudah itu hak milik berpindah ke tangan pembeli disebut :
a. Conditional sales contract
c. Lease Purchase
b. Conditional purchase contract
d. Lease sales
e. Salesman

Merger dan Akuisisi : Pengertian, jenis, Alasan, Kelebihan dan
Kekurangan Merger dan Akuisisi
Pengertian Merger dan Akuisisi, Merger adalah penggabungan dua perusahaan menjadi
satu, dimana perusahaan yang me-merger mengambil/membeli semua assets dan liabilities
perusahaan yang di-merger dengan begitu perusahaan yang me-merger memiliki paling tidak
50% saham dan perusahaan yang di-merger berhenti beroperasi dan pemegang sahamnya
menerima sejumlah uang tunai atau saham di perusahaan yang baru (Brealey, Myers, &
Marcus, 1999, p.598). Definisi merger yang lain yaitu sebagai penyerapan dari suatu
perusahaan oleh perusahaan yang lain. Dalam hal ini perusahaan yang membeli akan
melanjutkan nama dan identitasnya. Perusahaan pembeli juga akan mengambil baik aset
maupun kewajiban perusahaan yang dibeli. Setelah merger, perusahaan yang dibeli akan
kehilangan/berhenti beroperasi (Harianto dan Sudomo, 2001, p.640).
Akuisisi adalah pengambil-alihan (takeover) sebuah perusahaan dengan membeli saham atau
aset perusahaan tersebut, perusahaan yang dibeli tetap ada. (Brealey, Myers, & Marcus, 1999,
p.598).
Jenis-jenis Merger dan Akusisi

Menurut Damodaran 2001, suatu perusahaan dapat diakuisisi perusahaan lain dengan
beberapa cara, yaitu :
a. Merger
Pada merger, para direktur kedua pihak setuju untuk bergabung dengan persetujuan para
pemegang saham. Pada umumnya, penggabungan ini disetujui oleh paling sedikit 50%
shareholder dari target firm dan bidding firm. Pada akhirnya target firm akan menghilang
(dengan atau tanpa proses likuidasi) dan menjadi bagian dari bidding firm.
b.
Konsolidasi
Setelah proses merger selesai, sebuah perusahaan baru tercipta dan pemegang saham kedua
belah
pihak
menerima
saham
baru
di
perusahaan
ini.
c. Tender offer
Terjadi ketika sebuah perusahaan membeli saham yang beredar perusahaan lain tanpa
persetujuan manajemen target firm, dan disebut tender offer karena merupakan hostile
takeover. Target firm akan tetap bertahan selama tetap ada penolakan terhadap penawaran.
Banyak tender offer yang kemudian berubah menjadi merger karena bidding firm berhasil
mengambil alih kontrol target firm.
d. Acquisistion of assets
Sebuah perusahaan membeli aset perusahaan lain melalui persetujuan pemegang saham target
firm. (p.835).
Pembagian akuisisi tersebut berbeda menurut Ross, Westerfield, dan Jaffe 2002. Menurut
mereka hanya ada tiga cara untuk melakukan akuisisi, yaitu :
a. Merger atau konsolidasi
Merger adalah bergabungnya perusahaan dengan perusahaan lain. Bidding firm tetap berdiri
dengan identitas dan namanya, dan memperoleh semua aset dan kewajiban milik target firm.
Setelah merger target firm berhenti untuk menjadi bagian dari bidding firm. Konsolidasi
sama dengan merger kecuali terbentuknya perusahaan baru. Kedua perusahaan sama-sama
menghilangkan keberadaan perusahaan secara hukum dan menjadi bagian dari perusahaan
baru itu, dan antara perusahaan yang di-merger atau yang me-merger tidak dibedakan.
b. Acquisition of stock
Akuisisi dapat juga dilakukan dengan cara membeli voting stock perusahaan, dapat dengan
cara membeli sacara tunai, saham, atau surat berharga lain. Acquisition of stock dapat
dilakukan dengan mengajukan penawaran dari suatu perusahaan terhadap perusahaan lain,
dan pada beberapa kasus, penawaran diberikan langsung kepada pemilik perusahaan yang
menjual. Hal ini dapat disesuaikan dengan melakukan tender offer. Tender offer adalah
penawaran kepada publik untuk membeli saham target firm, diajukan dari sebuah perusahaan
langsung kepada pemilik perusahaan lain.
c. Acquisition of assets
Perusahaan dapat mengakuisisi perusahaan lain dengan membeli semua asetnya. Pada jenis
ini, dibutuhkan suara pemegang saham target firm sehingga tidak terdapat halangan dari
pemegang saham minoritas, seperti yang terdapat pada acquisition of stock (p.817-818).
Sedangkan berdasarkan jenis perusahaan yang bergabung, merger atau akuisisi dapat
dibedakan
:
a. Horizontal merger terjadi ketika dua atau lebih perusahaan yang bergerak di bidang
industri
yang
sama
bergabung.
b. Vertical merger terjadi ketika suatu perusahaan mengakuisisi perusahaan supplier atau
customernya.
c. Congeneric merger terjadi ketika perusahaan dalam industri yang sama tetapi tidak dalam
garis bisnis yang sama dengan supplier atau customernya. Keuntungannya adalah perusahaan
dapat
menggunakan
penjualan
dan
distribusi
yang
sama.

d. Conglomerate merger terjadi ketika perusahaan yang tidak berhubungan bisnis melakukan
merger. Keuntungannya adalah dapat mengurangi resiko. (Gitman, 2003, p.717).
Alasan-alasan
Melakukan
Merger
dan
Akuisisi
Ada beberapa alasan perusahaan melakukan penggabungan baik melalui merger maupun
akuisisi,
yaitu
:
a. Pertumbuhan atau diversifikasi
Perusahaan yang menginginkan pertumbuhan yang cepat, baik ukuran, pasar saham, maupun
diversifikasi usaha dapat melakukan merger maupun akuisisi. Perusahaan tidak memiliki
resiko adanya produk baru. Selain itu, jika melakukan ekspansi dengan merger dan akuisisi,
maka perusahaan dapat mengurangi perusahaan pesaing atau mengurangi persaingan.
b. Sinergi
Sinergi dapat tercapai ketika merger menghasilkan tingkat skala ekonomi (economies of
scale). Tingkat skala ekonomi terjadi karena perpaduan biaya overhead meningkatkan
pendapatan yang lebih besar daripada jumlah pendapatan perusahaan ketika tidak merger.
Sinergi tampak jelas ketika perusahaan yang melakukan merger berada dalam bisnis yang
sama karena fungsi dan tenaga kerja yang berlebihan dapat dihilangkan.
c. Meningkatkan dana
Banyak perusahaan tidak dapat memperoleh dana untuk melakukan ekspansi internal, tetapi
dapat memperoleh dana untuk melakukan ekspansi eksternal. Perusahaan tersebut
menggabungkan diri dengan perusahaan yang memiliki likuiditas tinggi sehingga
menyebabkan peningkatan daya pinjam perusahaan dan penurunan kewajiban keuangan. Hal
ini memungkinkan meningkatnya dana dengan biaya rendah.
d. Menambah ketrampilan manajemen atau teknologi
Beberapa perusahaan tidak dapat berkembang dengan baik karena tidak adanya efisiensi pada
manajemennya atau kurangnya teknologi. Perusahaan yang tidak dapat mengefisiensikan
manajemennya dan tidak dapat membayar untuk mengembangkan teknologinya, dapat
menggabungkan diri dengan perusahaan yang memiliki manajemen atau teknologi yang ahli.
e. Pertimbangan pajak
Perusahaan dapat membawa kerugian pajak sampai lebih 20 tahun ke depan atau sampai
kerugian pajak dapat tertutupi. Perusahaan yang memiliki kerugian pajak dapat melakukan
akuisisi dengan perusahaan yang menghasilkan laba untuk memanfaatkan kerugian pajak.
Pada kasus ini perusahaan yang mengakuisisi akan menaikkan kombinasi pendapatan setelah
pajak dengan mengurangkan pendapatan sebelum pajak dari perusahaan yang diakuisisi.
Bagaimanapun merger tidak hanya dikarenakan keuntungan dari pajak, tetapi berdasarkan
dari tujuan memaksimisasi kesejahteraan pemilik.
f. Meningkatkan likuiditas pemilik
Merger antar perusahaan memungkinkan perusahaan memiliki likuiditas yang lebih besar.
Jika perusahaan lebih besar, maka pasar saham akan lebih luas dan saham lebih mudah
diperoleh sehingga lebih likuid dibandingkan dengan perusahaan yang lebih kecil.
g. Melindungi diri dari pengambilalihan
Hal ini terjadi ketika sebuah perusahaan menjadi incaran pengambilalihan yang tidak
bersahabat. Target firm mengakuisisi perusahaan lain, dan membiayai pengambilalihannya
dengan hutang, karena beban hutang ini, kewajiban perusahaan menjadi terlalu tinggi untuk
ditanggung oleh bidding firm yang berminat (Gitman, 2003, p.714-716).
Kelebihan
dan
Kekurangan
Merger
dan
Akuisisi
Kelebihan
Merger
Pengambilalihan melalui merger lebih sederhana dan lebih murah dibanding pengambilalihan
yang
lain
(Harianto
dan
Sudomo,
2001,
p.641)

Kekurangan
Merger
Dibandingkan akuisisi merger memiliki beberapa kekurangan, yaitu harus ada persetujuan
dari para pemegang saham masing-masing perusahaan,sedangkan untuk mendapatkan
persetujuan tersebut diperlukan waktu yang lama. (Harianto dan Sudomo, 2001, p.642)
Kelebihan
dan
Kekurangan
Akuisisi
Kelebihan
Akuisisi
Keuntungan-keuntungan akuisisi saham dan akuisisi aset adalah sebagai berikut:
a. Akuisisi Saham tidak memerlukan rapat pemegang saham dan suara pemegang saham
sehingga jika pemegang saham tidak menyukai tawaran Bidding firm, mereka dapat menahan
sahamnya
dan
tidak
menjual
kepada
pihak
Bidding
firm.
b. Dalam Akusisi Saham, perusahaan yang membeli dapat berurusan langsung dengan
pemegang saham perusahaan yang dibeli dengan melakukan tender offer sehingga tidak
diperlukan
persetujuan
manajemen
perusahaan.
c. Karena tidak memerlukan persetujuan manajemen dan komisaris perusahaan, akuisisi
saham dapat digunakan untuk pengambilalihan perusahaan yang tidak bersahabat (hostile
takeover).
d. Akuisisi Aset memerlukan suara pemegang saham tetapi tidak memerlukan mayoritas
suara pemegang saham seperti pada akuisisi saham sehingga tidak ada halangan bagi
pemegang saham minoritas jika mereka tidak menyetujui akuisisi (Harianto dan Sudomo,
2001,
p.643-644).
Kekurangan
Akuisisi
Kerugian-kerugian
akuisisi
saham
dan
akuisisi
aset
sebagai
berikut
:
a. Jika cukup banyak pemegang saham minoritas yang tidak menyetujui pengambilalihan
tersebut, maka akuisisi akan batal. Pada umumnya anggaran dasar perusahaan menentukan
paling sedikit dua per tiga (sekitar 67%) suara setuju pada akuisisi agar akuisisi terjadi.
b. Apabila perusahaan mengambil alih seluruh saham yang dibeli maka terjadi merger.
c. Pada dasarnya pembelian setiap aset dalam akuisisi aset harus secara hukum dibalik nama
sehingga menimbulkan biaya legal yang tinggi. (Harianto dan Sudomo, 2001, p.643)

Judul: Akuntansi

Oleh: Ara Prawira


Ikuti kami