Akuntansi

Oleh Ara Prawira

133,1 KB 4 tayangan 0 unduhan
 
Bagikan artikel

Transkrip Akuntansi

1. PT “AB” adalah perusahaan yang baru dibentuk dari penggabungan PT “A” dan PT “B”. Diketahui data-data sbb PT”A” PT”B” Kekayaan bersih Rp2.000,Rp1.000,Laba yg dikontribusikan 500,100,Kekayaan bersih relatif PT “A” terhadap kekayaan total adalah : a. 67% b. 33% c. 83% d. 17% e. 10% 2. Perusahaan yg memiliki sebagian besar dari atau seluruh saham yg beredar dari perusahaan lain sehingga berhak untuk mengendalikan operasi & manajemen perusahaan lain tersebut di sebut : a. Perusahaan Induk c. Perusahaan anak b. Holding Company d. Controlling Interest e. Pooling interest 3. Perusahaan yg dibentuk dengan tujuan khusus untuk memiliki saham-saham & mengendalikan operasi perusahaan lain, dimana pendapatannya berupa deviden dari seluruh saham yg dimilikinya a. Perusahaan Induk c. Perusahaan anak b. Holding Company d. Controlling Interest e. Pooling interest 4. Neraca PT “X PT “Y” Debit ( Prshn Induk) (Prshn Anak) Investasi shm PT “Y” Rp 3.750,Mcm-mcm aktiva 5.000,Rp 4.500,Rp 8.750, Rp 4.500,Kredit Mcm-mcm hutang Rp 1.250,Rp 7.500,Mdl shm 5.000,5.000,Defisit 1.250,Laba ditahan 2.500,Rp 8.750,- Rp 8.750,Modal saham PT “Y” dieliminasi disebelah : a. D c. D/K b. K d. Salah semua e. benar semua 5. Suatu bentuk penjualan angsuran dimana barang telah di- serahkan, tetapi hak atas brg masih berada ditangan penjual s/d seluruh pembayaran lunas disebut : a. Conditional sales contract c. Lease Purchase b. Conditional purchase contract d. Lease sales e. Salesman 6. Jurnal untuk menutup realisasi laba kotor penjualan angsuran Rp100,- adalah : a. Rugi-Laba 100 Realisasi laba kotor penjualan angsuran 100 b. Realisasi laba kotor penjualan angsuran Rugi-Laba c. Modal Laba kotor penjualan angsuran 100 100 100 100 d. Realisasi laba kotor penjualan angsuran 100 Modal 100 e. semua benar 7. Suatu bentuk perjan perjanjian dimana salah satu pihak yg memiliki brg menyerahkan sejmlh brg kepada pihak ttt utk dijualkan dgn memberikan komisi tertentu adalah : a. Konsinyasi c. Komisi b. Lease purchase d. Sales contract e. Salesman 8. Pihak yg menyerahkan barang dalam konsinyasi disebut : a. Consignee c. Faktor b. Commision Merchant d. Consignor e. Conduktor 9. PT”X” dan PT “Y” bergabung membentuk PT “XY”. Kekayaan bersih tanpa goodwill PT “X” dan PT “Y” masing-masing Rp 2.000,- dan Rp5.000,Jika PT “XY” mengeluarkan 10 lbr saham biasa @ Rp1.000,- maka jurnal untuk mencatat kontribusi kekayaan bersih jika Goodwill diakui adalah : a. Mcm-mcm aktv 10.000 c. Mcm-mcm aktv 7.000 Modal saham 10.000 Modal saham 7.000 b. Goodwill 3.000 d. Goodwill 2.000 Mcm-mcm aktv 7.000 Mcm-mcm aktv 3.000 Modal saham 10.000 Modal saham 5.000 e. salah semua 10. Penggabungan usaha yang membentuk sebuah perusahaan baru dengan tujuan khusus untuk membeli aktiva dan mengakui hutang dari dua atau lebih perusahaan yang telah ada di sebut: a. Konsolidasi c. Merger b. Likuidasi d. Akuisisi e. Bank 11. Pada penggabungan usaha melalui pembelian (purchases), alat tukar yang diberikan dapat berupa : a. Kas c. Aktiva lainnya b. Surat berharga d. Betul semua e. Salah semua 12. Rekening yang harus dibentuk oleh consignee dalam perjanjian konsinyasi adalah : a. Barang-barang komisi c. Consigment b. Barang-barang konsinysi d. salah semua e. benar semua 13. PT “X” mengeluarkan produk barunya yg merupakan hasil inovasi produk lama dengan kualitas yang lebih baik. Ini merupakan : a. Internal Business expansions b. External Business expansions c. Penggabungan Horizontal d. Penggabungan Vertikal e. Penggabungan silang 14. PT ”X” membutuhkan kepastian supply BB. Utk itu PT “X” membeli sebagian besar saham PT “Y” yg jg sbg supplier- nya. Ini merupakan : a. Internal Business expansions b. Business combination c. Penggabungan Horizontal d. Penggabungan Vertikal e. penggabungan silang 15. PT “AB” adalah perusahaan yang baru dibentuk dari penggabungan PT “A” dan PT “B”. PT “AB” mengeluarkan saham sebagai alat pembayaran berupa Saham Biasa 100 Lembar @ Rp10,-. Goodwill yang terbentuk sebesar Rp200,-. Maka dapat dipastikan nilai Macam-macam aktiva : a. Rp1.000,b. Rp 800,c. Rp1.200,d. Rp 200,e. Rp. 100 16. Persoalan yang timbul dalam penggabungan perusahaan adalah kontribusi relatif perusahaan yg bergabung jika perusahaan baru : a. Membeli seluruh assets perusahaan lama b. Mengeluarkan saham sebagai alat pembayaran c. Membeli sebagian assets perusahaan lama d. Semua benar e. Semua salah 17. Yang bukan karakteristik Konsinyasi adalah : a. Barang-barang konsinyasi hrs dilaporkan sbg persediaan oleh Pengamanat b. Brg-brg konsinyasi diperhitungkan sbg persediaan oleh komisioner c. Pengiriman brg konsinyasi tidak mengakibatkan timbulnya pendapatan d. Komisioner wajib menjaga keamanan keselamatan barang komisi yg diterimanya e. salah semua 18. Membuat laporan secara periodik tentang barang yg diterima, dijual & barang yg masih dalam persediaan merupakan : a. Hak consignor c. Hak consignee b. Kewajiban consignor d. Kewajiban consignee e. Benar semua 19. PT “AB” adalah perusahaan yang baru dibentuk dari penggabungan PT “A” dan PT “B”. PT “AB” mengeluarkan saham sebagai alat pembayaran berupa Saham Biasa 100 Lembar @ Rp10,-. Goodwill yang terbentuk sebesar Rp200,-. Maka modal saham yang dibentuk sebesar : a. Rp1.000,b. Rp 800,c. Rp1.200,d. Rp 200,e. Rp. 100 20. Neraca Debit PT “X PT “Y” ( Prshn Induk) (Prshn Anak) Investasi shm PT “Y” Rp 3.750,Mcm-mcm aktiva 5.000,Rp 4.500,Rp 8.750, Rp 4.500,Kredit Mcm-mcm hutang Rp 1.250,Rp 7500,Mdl shm 5.000,5.000,Defisit 1.250,Laba ditahan 2.500,Rp 8.750,- Rp 8.750,Defisit PT”Y” dieliminasi disebelah : a. D c. D/K b. K d. Salah semua e. benar semua 21. PT”X” dan PT “Y” bergabung membentuk PT “XY”. Kekayaan bersih tanpa goodwill PT “X” dan PT “Y” masing-masing Rp 2.000,- dan Rp5.000,Jika PT “XY” mengeluarkan 10 lbr saham biasa @ Rp1.000,- maka jurnal untuk mencatat kontribusi kekayaan bersih jika Goodwill tidak diakui adalah : a. Mcm-mcm aktv 10.000 c. Mcm-mcm aktv 7.000 Modal saham 10.000 Modal saham 7.000 b. Goodwill 3.000 d. Goodwill 2.000 Mcm-mcm aktv 7.000 Mcm-mcm aktv 3.000 Modal saham 10.000 Modal saham 5.000 e. salah semua 22. Dijual barang tidak bergerak sebesar Rp.500,- dengan nilai buku Rp. 300- , maka jurnal pencatatan apabila penetapan laba dalam periode penjualan …. a. Piutang 500 c. Piutang 500 Brg tdk bergrk 300 Brg tdk bergrk 200 Laba atas Penj. 200 Laba atas Penj. 300 b. Piutang 500 d. Piutang 500 Brg tdk bergrk 300 Brg tdk bergrk 200 Laba Kotor yg Laba Kotor yg blm direalisasi 200 blm direalisasi 300 e. Semua benar 23. Neraca PT “X PT “Y” Debit ( Prshn Induk) (Prshn Anak) Investasi shm PT “Y” Rp 3.750,Mcm-mcm aktiva 5.000,Rp 4.500,- ditahan Mcm-mcm hutang Mdl shm Defisit 2.500,- Rp 8.750, Rp 1.250,5.000,- Rp 4.500,Rp 7500,5.000,1.250,- Kredit Laba Rp 8.750,- Rp 8.750,Modal saham PT “X” pada neraca konsolidasi sebesar : a. Rp5.000,c. Rp9.500,b. Rp6.250,d. Salah semua e. benar semua 24.Penjualan yg dilakukan dgn perjanjian, dimana pembayarannya dilakukan secara bertahap disebut dgn : a. Penjualan kredit c. Penjualan angsuran b. Penjualan tunai d. Penjualan bersyarat e. Penjualan minimum 25. Bentuk penjualan angsuran dimana pembayaran angsuran dianggap sewa s/d hrg dlm kontrak dilunasi, baru sesudah itu hak milik berpindah ke tangan pembeli disebut : a. Conditional sales contract c. Lease Purchase b. Conditional purchase contract d. Lease sales e. Salesman Merger dan Akuisisi : Pengertian, jenis, Alasan, Kelebihan dan Kekurangan Merger dan Akuisisi Pengertian Merger dan Akuisisi, Merger adalah penggabungan dua perusahaan menjadi satu, dimana perusahaan yang me-merger mengambil/membeli semua assets dan liabilities perusahaan yang di-merger dengan begitu perusahaan yang me-merger memiliki paling tidak 50% saham dan perusahaan yang di-merger berhenti beroperasi dan pemegang sahamnya menerima sejumlah uang tunai atau saham di perusahaan yang baru (Brealey, Myers, & Marcus, 1999, p.598). Definisi merger yang lain yaitu sebagai penyerapan dari suatu perusahaan oleh perusahaan yang lain. Dalam hal ini perusahaan yang membeli akan melanjutkan nama dan identitasnya. Perusahaan pembeli juga akan mengambil baik aset maupun kewajiban perusahaan yang dibeli. Setelah merger, perusahaan yang dibeli akan kehilangan/berhenti beroperasi (Harianto dan Sudomo, 2001, p.640). Akuisisi adalah pengambil-alihan (takeover) sebuah perusahaan dengan membeli saham atau aset perusahaan tersebut, perusahaan yang dibeli tetap ada. (Brealey, Myers, & Marcus, 1999, p.598). Jenis-jenis Merger dan Akusisi Menurut Damodaran 2001, suatu perusahaan dapat diakuisisi perusahaan lain dengan beberapa cara, yaitu : a. Merger Pada merger, para direktur kedua pihak setuju untuk bergabung dengan persetujuan para pemegang saham. Pada umumnya, penggabungan ini disetujui oleh paling sedikit 50% shareholder dari target firm dan bidding firm. Pada akhirnya target firm akan menghilang (dengan atau tanpa proses likuidasi) dan menjadi bagian dari bidding firm. b. Konsolidasi Setelah proses merger selesai, sebuah perusahaan baru tercipta dan pemegang saham kedua belah pihak menerima saham baru di perusahaan ini. c. Tender offer Terjadi ketika sebuah perusahaan membeli saham yang beredar perusahaan lain tanpa persetujuan manajemen target firm, dan disebut tender offer karena merupakan hostile takeover. Target firm akan tetap bertahan selama tetap ada penolakan terhadap penawaran. Banyak tender offer yang kemudian berubah menjadi merger karena bidding firm berhasil mengambil alih kontrol target firm. d. Acquisistion of assets Sebuah perusahaan membeli aset perusahaan lain melalui persetujuan pemegang saham target firm. (p.835). Pembagian akuisisi tersebut berbeda menurut Ross, Westerfield, dan Jaffe 2002. Menurut mereka hanya ada tiga cara untuk melakukan akuisisi, yaitu : a. Merger atau konsolidasi Merger adalah bergabungnya perusahaan dengan perusahaan lain. Bidding firm tetap berdiri dengan identitas dan namanya, dan memperoleh semua aset dan kewajiban milik target firm. Setelah merger target firm berhenti untuk menjadi bagian dari bidding firm. Konsolidasi sama dengan merger kecuali terbentuknya perusahaan baru. Kedua perusahaan sama-sama menghilangkan keberadaan perusahaan secara hukum dan menjadi bagian dari perusahaan baru itu, dan antara perusahaan yang di-merger atau yang me-merger tidak dibedakan. b. Acquisition of stock Akuisisi dapat juga dilakukan dengan cara membeli voting stock perusahaan, dapat dengan cara membeli sacara tunai, saham, atau surat berharga lain. Acquisition of stock dapat dilakukan dengan mengajukan penawaran dari suatu perusahaan terhadap perusahaan lain, dan pada beberapa kasus, penawaran diberikan langsung kepada pemilik perusahaan yang menjual. Hal ini dapat disesuaikan dengan melakukan tender offer. Tender offer adalah penawaran kepada publik untuk membeli saham target firm, diajukan dari sebuah perusahaan langsung kepada pemilik perusahaan lain. c. Acquisition of assets Perusahaan dapat mengakuisisi perusahaan lain dengan membeli semua asetnya. Pada jenis ini, dibutuhkan suara pemegang saham target firm sehingga tidak terdapat halangan dari pemegang saham minoritas, seperti yang terdapat pada acquisition of stock (p.817-818). Sedangkan berdasarkan jenis perusahaan yang bergabung, merger atau akuisisi dapat dibedakan : a. Horizontal merger terjadi ketika dua atau lebih perusahaan yang bergerak di bidang industri yang sama bergabung. b. Vertical merger terjadi ketika suatu perusahaan mengakuisisi perusahaan supplier atau customernya. c. Congeneric merger terjadi ketika perusahaan dalam industri yang sama tetapi tidak dalam garis bisnis yang sama dengan supplier atau customernya. Keuntungannya adalah perusahaan dapat menggunakan penjualan dan distribusi yang sama. d. Conglomerate merger terjadi ketika perusahaan yang tidak berhubungan bisnis melakukan merger. Keuntungannya adalah dapat mengurangi resiko. (Gitman, 2003, p.717). Alasan-alasan Melakukan Merger dan Akuisisi Ada beberapa alasan perusahaan melakukan penggabungan baik melalui merger maupun akuisisi, yaitu : a. Pertumbuhan atau diversifikasi Perusahaan yang menginginkan pertumbuhan yang cepat, baik ukuran, pasar saham, maupun diversifikasi usaha dapat melakukan merger maupun akuisisi. Perusahaan tidak memiliki resiko adanya produk baru. Selain itu, jika melakukan ekspansi dengan merger dan akuisisi, maka perusahaan dapat mengurangi perusahaan pesaing atau mengurangi persaingan. b. Sinergi Sinergi dapat tercapai ketika merger menghasilkan tingkat skala ekonomi (economies of scale). Tingkat skala ekonomi terjadi karena perpaduan biaya overhead meningkatkan pendapatan yang lebih besar daripada jumlah pendapatan perusahaan ketika tidak merger. Sinergi tampak jelas ketika perusahaan yang melakukan merger berada dalam bisnis yang sama karena fungsi dan tenaga kerja yang berlebihan dapat dihilangkan. c. Meningkatkan dana Banyak perusahaan tidak dapat memperoleh dana untuk melakukan ekspansi internal, tetapi dapat memperoleh dana untuk melakukan ekspansi eksternal. Perusahaan tersebut menggabungkan diri dengan perusahaan yang memiliki likuiditas tinggi sehingga menyebabkan peningkatan daya pinjam perusahaan dan penurunan kewajiban keuangan. Hal ini memungkinkan meningkatnya dana dengan biaya rendah. d. Menambah ketrampilan manajemen atau teknologi Beberapa perusahaan tidak dapat berkembang dengan baik karena tidak adanya efisiensi pada manajemennya atau kurangnya teknologi. Perusahaan yang tidak dapat mengefisiensikan manajemennya dan tidak dapat membayar untuk mengembangkan teknologinya, dapat menggabungkan diri dengan perusahaan yang memiliki manajemen atau teknologi yang ahli. e. Pertimbangan pajak Perusahaan dapat membawa kerugian pajak sampai lebih 20 tahun ke depan atau sampai kerugian pajak dapat tertutupi. Perusahaan yang memiliki kerugian pajak dapat melakukan akuisisi dengan perusahaan yang menghasilkan laba untuk memanfaatkan kerugian pajak. Pada kasus ini perusahaan yang mengakuisisi akan menaikkan kombinasi pendapatan setelah pajak dengan mengurangkan pendapatan sebelum pajak dari perusahaan yang diakuisisi. Bagaimanapun merger tidak hanya dikarenakan keuntungan dari pajak, tetapi berdasarkan dari tujuan memaksimisasi kesejahteraan pemilik. f. Meningkatkan likuiditas pemilik Merger antar perusahaan memungkinkan perusahaan memiliki likuiditas yang lebih besar. Jika perusahaan lebih besar, maka pasar saham akan lebih luas dan saham lebih mudah diperoleh sehingga lebih likuid dibandingkan dengan perusahaan yang lebih kecil. g. Melindungi diri dari pengambilalihan Hal ini terjadi ketika sebuah perusahaan menjadi incaran pengambilalihan yang tidak bersahabat. Target firm mengakuisisi perusahaan lain, dan membiayai pengambilalihannya dengan hutang, karena beban hutang ini, kewajiban perusahaan menjadi terlalu tinggi untuk ditanggung oleh bidding firm yang berminat (Gitman, 2003, p.714-716). Kelebihan dan Kekurangan Merger dan Akuisisi Kelebihan Merger Pengambilalihan melalui merger lebih sederhana dan lebih murah dibanding pengambilalihan yang lain (Harianto dan Sudomo, 2001, p.641) Kekurangan Merger Dibandingkan akuisisi merger memiliki beberapa kekurangan, yaitu harus ada persetujuan dari para pemegang saham masing-masing perusahaan,sedangkan untuk mendapatkan persetujuan tersebut diperlukan waktu yang lama. (Harianto dan Sudomo, 2001, p.642) Kelebihan dan Kekurangan Akuisisi Kelebihan Akuisisi Keuntungan-keuntungan akuisisi saham dan akuisisi aset adalah sebagai berikut: a. Akuisisi Saham tidak memerlukan rapat pemegang saham dan suara pemegang saham sehingga jika pemegang saham tidak menyukai tawaran Bidding firm, mereka dapat menahan sahamnya dan tidak menjual kepada pihak Bidding firm. b. Dalam Akusisi Saham, perusahaan yang membeli dapat berurusan langsung dengan pemegang saham perusahaan yang dibeli dengan melakukan tender offer sehingga tidak diperlukan persetujuan manajemen perusahaan. c. Karena tidak memerlukan persetujuan manajemen dan komisaris perusahaan, akuisisi saham dapat digunakan untuk pengambilalihan perusahaan yang tidak bersahabat (hostile takeover). d. Akuisisi Aset memerlukan suara pemegang saham tetapi tidak memerlukan mayoritas suara pemegang saham seperti pada akuisisi saham sehingga tidak ada halangan bagi pemegang saham minoritas jika mereka tidak menyetujui akuisisi (Harianto dan Sudomo, 2001, p.643-644). Kekurangan Akuisisi Kerugian-kerugian akuisisi saham dan akuisisi aset sebagai berikut : a. Jika cukup banyak pemegang saham minoritas yang tidak menyetujui pengambilalihan tersebut, maka akuisisi akan batal. Pada umumnya anggaran dasar perusahaan menentukan paling sedikit dua per tiga (sekitar 67%) suara setuju pada akuisisi agar akuisisi terjadi. b. Apabila perusahaan mengambil alih seluruh saham yang dibeli maka terjadi merger. c. Pada dasarnya pembelian setiap aset dalam akuisisi aset harus secara hukum dibalik nama sehingga menimbulkan biaya legal yang tinggi. (Harianto dan Sudomo, 2001, p.643)

Judul: Akuntansi

Oleh: Ara Prawira

Ikuti kami