Akuntansi

Oleh Ulfa Nurainihusna

30 tayangan
Bagikan artikel

Transkrip Akuntansi

akuntansi bank
Posted on April 27, 2013

BAB I
PENDAHULUAN

Inkaso adalah kegiatan jasa Bank untuk melakukan amanat dari pihak ke tiga berupa
penagihan sejumlah uang kepada seseorang atau badan tertentu di kota lain yang telah
ditunjuk oleh si pemberi amanat. Sebagai imbalan atas jasa tersebut biasanya bank
menerapkan sejumlah tarif atau fee tertentu kapada nasabah atau calon nasabahnya.
Tarif tersebut dalam dunia perbankan disebut dengan biaya inkaso. Sebagai imbalan
bank meminta imbalan atau pembayaran atas penagihan tersebut disebut dengan biaya
inkaso.

Dalam inkaso ada warkat-warkat atau produk bank, tetapi tidak semua warkat tersebut
bisa di inkasokan. Yang dapat di inkasokan seperti warkat inkaso tanpa lampiran dan
warkat inkaso dengan lampiran.

BAB II
PEMBAHASAN

1. Pengertian Inkaso

Jasa bank yang banyak dipergunakan oleh masyarakat adalah jasa penagihan atas
warkat dari bank lain yang telah diterbitkan oleh nasabahnya yang pada lokasi yang
berbeda. Jasa ini dikenal dalami dunia perbankan sebagai inkaso .
Inkaso merupakan kegiatan jasa bank untuk melakukan amanat dari pihak ketiga
berupa penagihan sejumlah uang kepada seseorang atau badan tertentu di kota lain
yang telah ditunjuk si pemberi amanat.
Ditinjau dari segi waktu, kegiatan inkaso memerlukan waktu beberapa hari tergantung
dari jarak bank yang menerbitkan warkat tersebut. Dengan demikian bagi inkaso yang
telah diterima hasilnya akan merupakan pengendapan dana bagi bank selama ia belum
dicairkan oleh si pemberi amanat .
2. Warkat Inkaso
Tidak semua warkat yang diterbitkan oleh bank dapat dimasukkan dalam kegiatan
inkaso. Warkat-warkat yang dapat diinkasokan terdiri dari:
1. Warkat inkaso tanpa lampiran
Yaitu warkat-warkat inkaso yang tidak dilampiri dengan dokumen-dokumen apapun
seperti cek, bilyet giro, wesel dan surat berharga lainnya.
2. Warkat inkaso dengan lampiran
Yaitu warkat-warat inkaso yang dilampirkan dengan dokumen-dokumen lainnya
seperti kwitansi, faktur, polis asuransi dan dokumen-dokumen penting lainnya.
Inkaso dilakukan antar cabang dari bank yang sama atau bank lain di mana inkaso
dilakukan melalui cabang bank sendiri yang berlokasi pada kota yang sama dengan
bank tertarik. Dalam proses inkaso, akan tercipta hubungan antar kantor antara cabang
pemberi amanat dan cabang penerima amanat yang akan langsung menghubungi bank
tertarik.Inkaso tidak dilakukan pada kota yang sama, karena warkat dari bank lain
yang berlokasi dalam kota yang sama cukup dilakukan melalui kliring.
Keuntungan bagi bank yang melakukan kegiatan inkaso keluar adalah sebagai sumber
untuk meningkatkan pendapatan bank dalam bentuk komisi dan pengendapan dan
1

2

juga sebagai cara untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat dan pangsa
pasar.
3. Mekanisme atau prosedur inkaso:
1. Terima slip permintaan inkaso dan warkatnya.
2. Periksa kelayakan warkat.
3. Cocokan kebenaran pengisian slip permintaan inkaso :
-nomor warkat.
-tanggal jatuh tempo warkat.
- nama kota tujuan inkaso.
- nominal.
-tujuan pengkreditan hasil inkaso.
-tandatangan penyetor.
4. Bubuhkan stamp teller & stamp kas keliling pada slip permintaan inkaso dan
pada lembar belakang warkat.
5. Berikan lembar copy nasabah kepada penyetor.
6. Sampaikan pesan kepada penyetor bahwa +3 hari kerja setelah tanggal efektif
agar mengubungi kembali, guna menanyakan hasil inkaso.
4. Jenis Inkaso
Bila ditinjau dari sifat kegiatannya, kegiatan inkaso ini dibagi menjadi dua jenis, yakni
inkaso keluar dan inkaso masuk .
1. Inkaso Keluar merupakan kegiatan untuk menagih suatu warkat yang telah
diterbitkan oleh nasabah bank lain. Di sini bank menerima amanat dari
nasabahnya sendiri untuk menagih warkat tersebut kepada seseorang nasabah
bank lain di kota lain.
Kegiatan inkaso keluardapat digambarkan dengan bagan sebagai berikut :
3

2. Inkaso Masuk merupakan tagihan yang masuk atas warkat yang telah diterbitkan

oleh nasabah sendiri.
Dalam hal pihak tertarik sebagai nasabah bank lain, kegiatan inkaso dapat
digambarkan sebagai berikut :

Baik inkaso masuk maupun inkaso keluar akan menciptakan hubungan antar kantor
antara bank pemberi amanat dan cabang penerima amanat. Dalam inkaso keluar, bank

pemberi amanat akan mendebet anak penerima amanat. Sedangkan dalam inkaso
masuk, bank penerima amanat akan mengkredit bank pemberi amanat.
Pada inkaso keluar, transaksi ini bersifat bersyarat dan oleh sebab itu harus dibukukan
dalam rekening administratif. Artinya, bank akan membayar sejumah uang kepada si
pemberi amanat, dalam hal ini nasabah, apabila hasil inkaso dinyatakan berhasil.
Dengan demikian, rekening administratif akan muncul di sebelah kredit.
5. Inkaso Keluar
Dalam kegiatan inkaso keluar, seluruh transaksi sebelum diperoleh kepastian berhasil
tidaknya akan dibukukan dalam rekeing administratif sebelah kredit dalam rekening
warkat inkaso yang diterima. Rekening ini akan tetap outstanding sampai inkaso
dinyatakan berhasil.
Sebagai contoh, apabila Tn. Ariel, nasabah giro Bank Kirin cabang Jakarta,
menyerahkan selembar giro yang diterbitkan oleh seseorang nasabah Bank KirinBandung sebesar Rp 45.000.000 untuk ditagihkan ke cabang Bandung dan hasilnya
agar dikreditkan ke dalam rekeningnya. Komisi ditetapkan sebesar 0,25%. Pada saat
menerima warkat untuk diinkaso ke cabang Bandung, Bank Kirin-Jakarta akan
membukukan:

K: Rekening Administratif Rupiah

Warkat Inkaso Yang Diterima
45.000.000

Rp

Apabila seminggu kemudian diterima berita per kawat bahwa inkaso dinyatakan
berhasil, dan untuk itu kepada nasabah dikenakan ongkos kawat sebesar Rp 10.000,
oleh Bank Kirin-Jakarta akan dibukukan sebagai berikut.

D: Rekening Administratif Rupiah

D: RAK-Cabang Bandung
K: Giro-Tuan Ariel

Warkat Inkaso Yang Diterima
45.000.000

Rp 45.000.000
Rp 44.877.500

Rp

K: Pendapatan Komisi Inkaso

Rp

112.500

K: Pendapatan Ongkos Kawat

Rp

10.000

Hasil inkaso tersebut langsung dibukukan ke dalam rekening nasabah setelah inkaso
dinyatakan berhasil. Bagi inkaso yang dilakukan untuk kepentingan bukan nasabah
bank, hasil inkaso dapat ditampung dalam rekening hasil inkaso yang dapat dibayar,
di mana rekening ini akanoutstanding hingga si pemberi amanat datang untuk
mencairkan hasil inkaso tersebut.
Sebagai contoh, apabila seseorang bernama Tn. Fauzi, yang bukan nasabah Bank
Kirin-Jakarta, datang menyerahkan selembar cek giro sebesar Rp 13.000.000 untuk
ditagihkan kepada seseorang nasabah Bank Kirin-Surabaya. Apabila inkaso behasil, ia
akan datang untuk mengambilnya secara tunai. Komisi ditetapkan 0,25% dan ongkos
kawat sebesar Rp 10.000. pada saat menerima warkat inkaso, Bank Kirin akan
membukukan:

K:Rekening Administratif Rupiah

Warkat Inkaso Yang Diterima
13.000.000

Rp

Pada saat hasil inkaso dinyatakan berhasil, Bank Kirin-Jakarta akan membukukan:

D: Rekening Administratif Rupiah

Warkat Inkaso Yang Diterima
13.000.000

Rp

D: RAK-Cabang Bandung
K: Giro-Tuan Fauzi

Rp 13.000.000
Rp 12.957.500

K: Pendapatan Komisi Inkaso

Rp

32.500

K: Pendapatan Ongkos Kawat

Rp

10.000

Rekening hasil inkaso yang dapat dibayar ini akan tetap outstanding hingga
nasabah datang untuk mengambil hasil inkaso tersebut. Dengan demikian hasil inkaso
yang outstanding merupakan dana murah yang akan mengendap beberapa lama dalam
bank.
Apabila beberapa hari kemudian Tn. Fauzi datang hendak mengambil hasil inkaso
tersebut, oleh Bank Kirin-jakarta akan dibukukan dengan ayat jurnal sebagai berikut:

D: Hasil Inkaso Yang Dapat Dibayar

Rp 12.957.500

K: Kas

Rp 12.957.500

6. Inkaso Keluar Berantai

Seringkali inkaso yang dilakukan oleh suatu bank adalah warkat dari bank lain yang
berlokasi pada kota yang berbeda. Dalam hal demikian, bank penerima warkat inkaso
akan memberi amanat kepada cabang sendiri yang berlokasi dalam kota yang sama
atau kota terdekat dengan bank pemilik atau penerbit warkat tersebut untuk menagih
sejumlah nilai yang tertera dalam warkat tersebut. Pelaksanaan inkaso oleh cabang
penerima amanat dapat dilakukan melalui kliring.
Bank pemberi amanat akan mengkreditkan rekening nasabah pemberi amanat setelah
inkaso berhasil dinyatakan berhasil.Sebagai contoh, apabila Tn. Yongki, nasabah giro
Bank Kirin-Jakarta memberikan amanat untuk menagihkan selembar cek giro pada
Bank JYP-Surabaya sebesar Rp 50.000.000, komisi sebesar 0,30% dan biaya kawat
sebesar Rp 20.000 diperhitungkan dari hasil inkaso. Pada saat menerima warkat
inkaso, Bank Kirin-Jakarta akan membukukan sebagai berikut:

K: Rekening Administratif Rupiah

Warkat Inkaso Yang Diterima
50.000.000

Rp

Pada saat Bank Kirin-Surabaya menerima warkat inkaso, akan dibukukan oleh cabang
Surabaya dengan jurnal sebagai berikut:

D: Bank Indonesia

Rp 50.000.000

K: Hutang Lainnya

Rp 50.000.000

Karena sifat transaksi kliring ini masih bersifat menunggu keberhasilan inkaso dengan
Bank JYP-Surabaya akan membebankan ongkos kawat Rp 10.000 dan membukukan:

D: Hutang Lainnya

Rp 50.000.000

K: RAK-Cabang Jakarta

Rp 49.990.000

K: Pendapatan Ongkos Kawat

Rp

10.000

Oleh Bank Kirin-Jakarta akan dibukukan:
D: Rekening Administratif Rupiah

Warkat Inkaso Yang Diterima
50.000.000

Rp

D: RAK-Cabang Surabaya

Rp 49.990.000

K: Giro-Rekening Tn. Yongki

Rp 49.820.000

K: Pendapatan Komisi Inkaso

Rp

150.000

K: Pendapatan Ongkos Kawat

Rp

10.000

BAB III
PENUTUP

KESIMPULAN

Jasa bank yang banyak dipergunakan oleh masyarakat adalah jasa penagihan atas
warkat dari bank lain yang telah diterbitkan oleh nasabahnya yang pada lokasi yang
berbeda. Jasa ini dikenal dalam dunia perbankan sebagai inkaso.

Tidak semua warkat yang diterbitan oleh bank dapat dimasukkan dalam kegiatan
inkaso. Warkat-warkat yang dapat diinkasokan terdiri dari:
1. Warkat inkaso tanpa lampiran
Yaitu warkat-warkat inkaso yang tidak dilampiri dengan dokumen-dokumen apapun
seperti cek, bilyet giro, wesel dan surat berharga lainnya.
2. Warkat inkaso dengan lampiran
Yaitu warkat-warat inkaso yang dilampirkan dengan doumen-dokumen lainnya seperti
kwitansi, faktur, polis asuransi dan dokumen-dokumen penting lainnya.

Jenis Inkaso
1. Inkaso keluar
2. Inkaso masuk

Judul: Akuntansi

Oleh: Ulfa Nurainihusna


Ikuti kami