Akuntansi

Oleh Alfian Sage

27 tayangan
Bagikan artikel

Transkrip Akuntansi

Alfian bagus cahyo sukiswono
120422425829
AKUNTANSI DASAR
MAKALAH
UNTUK MEMENUHI TUGAS MATAKULIAH
Bahasa Indonesia Keilmuan
yang dibina oleh Bapak Pidekso Adi

UNIVERSITAS NEGERI MALANG
FAKULTAS EKONOMI
JURUSAN AKUNTANSI
Mei 2013

Pendahuluan
Latar belakang
Akuntansi adalah suatu proses mencatat, mengklasifikasi, meringkas, mengolah dan
menyajikan data, transaksi serta kejadian yang berhubungan dengan keuangan sehingga dapat
digunakan oleh orang yang menggunakannya dengan mudah dimengerti untuk pengambilan
suatu keputusan serta tujuan lainnya.
Akuntansi berasal dari kata asing accounting yang artinya bila diterjemahkan ke dalam
bahasa indonesia adalah menghitung atau mempertanggungjawabkan. Akuntansi digunakan
di hampir seluruh kegiatan bisnis di seluruh dunia untuk mengambil keputusan sehingga
disebut sebagai bahasa bisnis. Fungsi utama akuntansi adalah sebagai informasi keuangan
suatu organisasi. Dari laporan akuntansi kita bisa melihat posisi keuangan sutu organisasi
beserta perubahan yang terjadi di dalamnya. Akuntansi dibuat secara kualitatif dengan satuan
ukuran uang. Informasi mengenai keuangan sangat dibutuhkan khususnya oleh pihak manajer
/ manajemen untuk membantu membuat keputusan suatu organisasi.
Rumusan masalah
1. Apa pengertian akuntansi?
2. Apa saja siklus akuntansi?
Tujuan
1.

Menjelaskan tentang pengertian akuntansi?

2. Menjelaskan tentang macam-macam siklus akuntansi?

1.

Pengertian Akuntansi
Akuntansi adalah sebuah sistem informasi yang menyediakan laporan-laporan bagi

pihak-pihak yang berkepentingan (stakeholders) mengenai aktivitas ekonomi dan kondisi
sebuah perusahaan. Akuntansi dapat didefinisikan sebagai suatu proses pencatatan,
pengukuran, dan penyampaian informasi ekonomi agar dapat dipakai sebagai dasar
pengambilan keputusan atau kebijaksanaan. Pihak-pihak yang berkepentingan (pemangku
kepentingan) terhadap laporan keuangan suatu perusahaan antara lain penanam dana atau
modal yang membutuhkan informasi tentang posisi keuangan dan masa depan perusahaan,
kreditur dan supplier (pemasok) perusahaan akan menilai sehat tidaknya keuangan
perusahaan dan menilai risiko terhadap kredit yang akan diberikan kepada perusahaan.
Akuntansi juga mengenal adanya spesialisasi seperti halnya dengan ilmu sosial
lainnya. Bidang spesialisasi akuntansi antara lain meliputi: Akuntansi Keuangan, Auditing,
Akuntansi Biaya, Akuntansi Manajemen, Akuntansi Perpajakan, Sistem Akuntansi, Akuntansi
Anggaran, Akuntansi Pemerintahan dan Akuntansi Sosial. Akuntansi terdiri dari tiga pilar
utama, yaitu :
a.Input (masukan) ; Berupa transaksi, yaitu peristiwa bisnis yang bersifat keuangan.
b.Proses (prosedur) ; Meliputi berbagai fungsi mulai dari pengidentifikasian transaksi sampai
dengan penyajian informasi keuangan. Proses utama akuntansi adalah pencatatan yang terdiri
dari 2 (dua) fungsi yaitu penjurnalan, dan pemindah-bukuan.
c.Output (Keluaran) ; Berupa informasi keuangan, salah satu output akuntansi yang banyak
dikenal adalah laporan keuangan yang terdiri dari laporan keuangan, perubahan modal, arus
kas, dan neraca. Akuntansi perusahaan jasa
perusahaan jasa adalah perusahaan yang aktivitasnya dibidang jasa.
2.

Siklus Akuntansi

1). PENCATATAN
Adalah tahap akuntansi yang paling awal yang terdiri dari beberapa kegiatan yaitu
identifikasi dan pengukuran, pencatatan kedalam jurnal dan penggolongan kedalam rekening
buku besar. Setiap transaksi keuangan diidentifikasikan dan diukur dalam nilai rupiah yang
dituangkan dalam bukti transaksi sebagai dokumen sumber pencatatan. Berdasarkan
dokumen sumber tersebut dicatat kedalam sebuah buku harian yang disebut junal dengan
dasar buku jurnal kemudian digolong-golongkan kedalam rekening-rekening yang
bersangkutan. Kumpulan dari semua rekening disebut buku besar.

2). PENGIKHTISARAN
Adalah kelanjutan setelah tahap pencatatan selesai dikerjakan. Dalam tahap ini
terdapat beberapa bagian kegiatan yaitu penyusunan daftar saldo, pembuatan jurnal
penyesuaian dan jika diperlukan ada kegiatan penyusunan kertas kerja, dilanjutkan dengan
penyusunan jurnal penutup dan terakhir penyusunan daftar saldo setelah penutupan. Yang
termasuk dalam pengikhtisaran yaitu :
a)

Penyusunan Daftar Saldo (Neraca Saldo)
Adalah daftar yang memuat nama rekening buku besar beserta jumlah saldonya pada

akhir periode akuntansi yang diperlukan. Jadi , sumber pencatatan daftar saldo ini adalah
rekening-rekening buku besar. Tujuannya disamping untuk mengikhtisarkan atau meringkas
transaksi keuangan yang sudah dicatat , juga untuk mengoreksi atau mengontrol
keseimbangan persamaan akuntansi setelah terjadinya transaksi . jika ternyata jumlah debit
dan jumlah kredit dari daftar saldo tersebut sama besarnya, maka dapat dikatakan pencatatan
transaksi yang telah dilakukan sudah benar.
b)

Ayat Jurnal Penyesuaian (AJP)
Adalah catatan harian yang dibuat untuk mengoreksi jumlah-jumlah saldo rekening

yang belum sesuai dengan keadaan yang sebenarnya. Apabila setelah dikoreksi ternyata
daftar saldo tersebut sudah benar dan sudah sesuai dengan keadaan sebenarnya, maka
berdasarkan daftar saldo tersebut dapat langsung disusun laporan keuangan. Jadi, tujuan
pembuatan jurnal penyesuaian adalah untuk menyesuaikan atau membetulkan jumlah-jumlah
rekening yang belum sesuai dengan keadaan yang sebenarnya.
c)

Kertas Kerja (Neraca Lajur)
Adalah konsep penyusunan laporan keuangan. Kertas kerja bersifat optional, artinya

dibuat hanya kalau diperlukan. Apabila berdasarkan data daftar saldo dan jurnal penyesuaian
yang ada cukup sederhana maka sangat besar kemungkinan tidak diperlukan penyusunan
kertas kerja, tetapi langsung disusun laporan keuangan. Oleh karena itu, langkah penyusunan
kertas kerja ini tidak termasuk dalam siklus akuntansi.
d)

Jurnal Penutupan
Adalah pemindahan saldo rekening nominal ke rekening modal yang dilakukan pada

akhir periode akuntansi atau pencatatan yang dibuat untuk mengenolkan saldo rekening
nominal. Pemindahan saldo rekening modal melalui rekening ikhtisar R/L, kecuali rekening
mengambilan pribadi langsung ke rekening modal. Setelah jurnal penutupan diposting atau
dipindahkan ke buku besar maka semua rekening nominal akan bersaldo nol atau tidak

bersaldo, sedangkan rekening yang bersaldo adalah rekening riil. Sumber penyusunan junal
penutupan adalah saldo buku besar rekening nominal.
e)

Daftar Saldo Setelah Penutupan (Neraca Saldo Setelah Penutupan)
Adalah daftar saldo-saldo rekening buku besar setelah pencatatan jurnal penutupan

kedalam buku besar. Tujuannya untuk mengoreksi pencatatan yang telah dilakukan sampai
dengan jurnal penutupan dan juga sebagai dasar pembukuan periode berikutnya. Daftar saldo
setelah penutupan tersebut akan menjadi daftar saldo awal untuk periode berikutnya.
3). PELAPORAN
Adalah tahap akhir proses akuntansi yang akan menghasilkan laporan keuangan yang
sangat diperlukan oleh para pemakai. Laporan keuangan ini disusun bersumber dari daftar
saldo dan jurnal penyesuaian untuk perusahaan yang cukup sederhana. Sedangkan untuk
perusahaan yang cukup besar maka sebagai dasar untuk menyusun laporan keuangan adalah
kertas kerja. Setiap perusahaan pada akhir periode sekurang-kurangnya harus menyusun
laporan keuangan berupa “Laporan Rugi Laba” dan “Neraca” karena laporan rugi laba dan
neraca merupakan “wajah” dari suatu perusahaan. Untuk menunjukkan perusahaan secara
keseluruhan maka laporan tersebut harus dilengkapi dengan Laporan Perubahan Posisi
Keuangan dan Catatan-catatan yang melengkapi laporan tersebut.
Didalam tahap ini terdapat kegiatan pembuatan jurnal pembalik yang sebenarnya
merupakan kegiatan persiapan awal untuk melakukan pencatatan transaksi pada periode
akuntansi berikutnya. Tujuan pembuatan jurnal pembalik ini adalah untuk menghilangkan
rekening riil yang timbul pada saat pembuatan jurnal penyesuaian. Disamping itu juga
bertujuan untuk menjaga konsistensi sistem pencatatan yang dianut bagi pembukuan periode
berikutnya. Dasar penyusunan jurnal pembalik adalah rekening buku besar atau jurnal
penyesuaian.
4). BUKTI PEMBUKUAN
Agar suatu transaksi dapat dicatat harus dibuat bukti transaksi (dokumen sumber), dan
berdasarkan bukti transaksi tersebut dibuatkan bukti pembukuan (Voucher). Selanjutnya,
bagian akuntansi mencatat transaksi tersebut berdasarkan pembukuan bukti pembukuan.

Persamaan dasar H = U + M
Harta (assets):
Merupakan sumberdaya yang dimiliki oleh perusahaan yang akan memberikan nilai
ekonomis pada masa yang akan datang.


Harta (assets):


Kas (cash)



Piutang usaha (account receivable)



Piutang wesel (notes receivable)



Perlengkapan (supplies)



Beban beban dibayar dimuka (prepaid expenses)



Tanah (land)



Gedung (building)



Peralatan (equipment)



Mesin (machine)

Utang (liabilitiy)
Merupakan hak (klaim) terhadap harta dari pihak selain pemilik.


Utang usaha (accounts payable)


Utang wesel (notes payable)



Utang gaji (salary payable)



Utang bunga (interest payable)



Utang sewa (rent payable)



Utang pajak (tax payable)



Utang Obligasi (bonds payable)



Utang sewa guna usaha (lease obligation)



Dll.

Modal (owners equity)
Merupakan sisa hak terhadap harta (SD) suatu perusahaan setelah dikurangi dengan pihak
ketiga (liability). Dipengaruhi oleh:


Revenues


Expenses



Investment



Prive/ drawing/ withdrawal

Kejadian: peristiwa yang berpengaruh terhadap aktifa, kewajiban dan modal
Aktiva


Aktiva lancar : kas, piutang, beban dibayar dimuka, dan perlengkapan



Aktiva tak lancar : tanah, gedung, kendaraan, mesin, dan peralatan



Investasi



Aktiva tetap



Aktiva tak berwujud



Aktiva lain-lain

Kewajiban


Kewajiban lancar



Kewajiban jangka panjang



Kewajiban lain-lain

Modal


Modal saham



Agio saham



Laba ditahan

Dalam sebuah korporasi akun yang sering muncul adalah saham biasa, modal disetor,
deviden tambahan, dan laba ditahan
Transaksi: kegiatan yang melibatkan transfer atau pertukaran antara dua jenis entitas
Basis akuntansi menyatakan saat pengakuan atas transaksi yang merupakan dasar pencatatan
transaksi tersebut.
Terdapat 2 (dua) basis akuntansi yaitu basis kas dan basis akrual.
Basis Kas
Suatu transaksi yang diakui dan dicatat berdasarkan saat kas diterima dan dikeluarkan.
Basis Akrual. Suatu transaksi diakui dan dicatat berdasarkan pengaruh transaksi pada saat
kejadian dan dicatat serta dilaporkan pada periode yang bersangkutan. Beberapa bukti
transaksi yang biasanya terjadi di suatu perusahaan yang digunakan sebagai dokumen sumber
pencatatan antara lain :
1. Kuitansi atau bukti penerimaan kas, merupakan dokumen surat tanda penerimaan uang
yang ditandatangani oleh penerimaan uang dan diberikan kepada yang membayar uang
tersebut. Bagian kanan dari lembar kuitansi diberikan kepada pihak yang membayar dan
bagian kiri digunakan sebagai arsip bagi penerima uang.

2. Faktur, adalah bukti pembelian atau penjualan yang dilakukan secara kredit. Bukti
transaksi pembelian biasanya disebut faktur pembelian demikian pula bukti transaksi
penjualan dinamakan faktur penjualan.
3. Cek, adalah surat perintah tertulis dari pemegang rekening kepada bank untuk membayar
sejumlah uang tertentu pada orang yang namanya tertulis pada surat cek tersebut. Cek
diterbitkan oleh suatu bank, dan diberikan kepada nasabahnya yang mempunyai simpanan
dalam jumlah tertentu di bank tersebut. Jika pengeluaran uang dilakukan dengan cek
maka strook yang tertinggal dalam buku cek dapat digunakan sebagai bukti transaksi.
4. Bilyet giro, pemilik rekening giro selain menggunakan cek dapat juga menggunakan bilyet
giro sebagai alat pembayaran. Bilyet giro merupakan surat perintah dari nasabah suatu bank
yang bersangkutan untuk memindahbukukan sejumlah uang dari rekeningnya kedalam
rekening pihak yang namanya tertulis pada bilyet giro pada bank yang sama atau bank lain.
Dengan demikian penerima bilyet giro tidak dapat menerima dalam bentuk uang.
Setiap transaksi ditulis didebet(sisi kanan) dan kredit(sisi kiri).
Debet adalah ayat jurnal akuntansi yang menghasilkan kenaikan asset, penurunan
kewajiban, dan penurunan kekayaan bersih
Kredit adalah kebalikan dari debet
Prinsip jurnal
Debet

Kredit

Asset +

Asset

-

Beban +

Beban

-

Kewajiban -

Kewajiban +

Modal

Modal

-

Pendapatan -

+

Pendapatan +

Akun: kumpulan catatan atas transaksi sejenis
Akun rill

: akun yang muncul pada neraca

Akun nominal: akun yang muncul pada laporan laba rugi
(media untuk pengelompokkan transaksi)


Metode T



Metode 4 kolom

Jurnal umum: buku pencatatan awal dimana transaksi dan kejadian lainnya dicatat awal
Bagan Akun (Chart of Account): daftar nomor akun yang dipakai oleh lembaga
Neraca saldo: daftar semua akun terbuka dalam buku besar serta saldonya
Tujuannya: -untuk membuktikan kesamaan sistematis dari bedet kredit setelah posting
dilakukan
-untuk mendeteksi kesalahan dalam membuat ayat jurnal dan posting disamping
bermanfaat untuk menyusun laporan keuangan
Ayat jurnal penyesuaian: jurnal yang dibuat akhir periode akuntansi untuk memperbaharui
semua akun menurut akuntansi aktual agar laporan keuangan yang tepat bisa dibuat
Untuk memastikan bahwa prinsip pengakuan pendapatan dan penandingan tidak dilanggar
Jenis ayat jurnal penyesuaian:


perlengkapan



penyusutan



biaya dibayar dimuka



biaya yang masih harus dibayar



pendapatan diterima dimuka



pendapatan yang masih harus diterima



prive

Posting: proses pemindahan dari jurnal umum kebuku besar
Buku besar: buku yang mengandung akun dari jurnal umum kebuku besar
Neraca lajur: kertas berkolom yang digunakan untuk menyesuaikan saldo akun dan
menyusun laporan keuangan
Secara umum neraca lajur yang digunakan adalah neraca lajur 10 kolom yang
meliputi: (1) Kolom pertama dan kedua (neraca saldo), (2) Kolom ketiga dan keempat
(penyesuaian), (3) Kolom kelima dan keenam (neraca saldo setelah penyesuaian), (4) Kolom
ketujuh dan kedelapan (Laba Rugi), dan (4) Kolom kesembilan dan sepuluh (neraca).
Jurnal penutup: proses formal yang dipakai untuk mengurangi semua akun nominal menjadi
nol dan menentukan atau mentransfer akun laba rugi kedalam akun ekuitas. Jurnal penutup
dibuat bila perusahaan akan memulai pembukuan untuk periode yang baru. Maksud dari
jurnal ini adalah untuk menghindari terjadinya pencampuran transaksi yang sama dari periode
sebelumnya, misalnya transaksi pendapatan, biaya dan modal.

Tahap-tahap dalam proses penutupan adalah sebagai berikut:
1.

Pertama; menutup akun-akun biaya ke akun perantara yang dinamakan "Ikhtisar Laba

Rugi". Setiap akun yang dikreditkan adalah sebesar saldo debetnya dan sebagai imbangannya
akun ikhtisar Laba Rugi dikredit dengan jumlah yang sama. Dengan adanya jurnal penutup
ini seluruh akun biaya tidak akan bersaldo lagi.
2.

Kedua; menutup akun-akun pendapatan ke akun ikhtisar Laba Rugi. Setiap akun

pendapatan akan didebet sebesar jumlah saldo kreditnya, sebaliknya akun ikhtisar Laba Rugi
dikreditkan dengan jumlah yang sama.
3.

Ketiga; menghitung saldo akun ikhtisar Laba Rugi, selanjutnya menutupnya ke akun

ekuitas atau saldo laba. Bila akun ikhtisar Laba Rugi bersaldo kredit (berarti jumlah kredit
atau pendapatan lebih besar dari jumlah debetnya atau biaya-biaya) ini berarti perusahaan
memperoleh laba atau keuntungan. Begitu pula sebaliknya bila akun ikhtisar Laba Rugi
bersaldo debet ini menandakan perusahaan menderita kerugian.
4.

Keempat; menutup akun prive atau dividen ke akun ekuitas atau akun saldo laba.
Neraca saldo setelah penutupan: terdiri dari aktiva, kewajiban, dan modal

memperlihatkan jumlah debet kredit yang sama diposting ke akun ikhtisar laba rugi
Ayat jurnal pembalik: dibuat pada awal periode akuntansi berikutnya dan merupakan
kebalikan dari ayat jurnal penyesuaian. Jurnal pembalik adalah jurnal yang digunakan untuk
memindahkan akun permanen ke akun temporer. Bentuk jurnal ini merupakan kebalikan dari
jurnal penyesuaian. Akun-akun yang bersaldo debet dan kredit pada jurnal penyesuaian, akan
dibalik pada jurnal balik dengan jumlah yang sama, namun tidak merupakan suatu keharusan
dalam proses akuntansi bahwa setiap jurnal penyesuaian harus dilakukan jurnal balik, jurnal
penyesuaian yang perlu dibalik adalah jurnal penyesuaian yang terdapat pada akun-akun
tertentu atau pos-pos transitoris.
Laporan keuangan: laporan yang mencerminkan pengumpulan tabulasi dan ikhtisar
akhir dari data akuntansi. Laporan keuangan terdiri dari lima jenis yaitu neraca, laporan laba
rugi, laporan perubahan modal, perubahan arus kas dan catatan atas laporan keuangan.
1.Neraca adalah daftar yang sistematis dari aktiva, utang dan modal pada tanggal tertentu,
yang biasanya dibuat pada akhir bulan atau akhir tahun. Aktiva biasanya disusun berdasarkan
urutan likuiditasnya. Atas dasar ini aktiva dapat dibedakan menjadi aktiva lancar dan aktiva
tidak lancar, utang juga diurutkan berdasarkan likuiditasnya yaitu berdasarkan cepat tidaknya
utang akan dilunasi, sedangkan modal diurutkan berdasarkan kekekalan atau keawetannya.
2.Laporan laba rugi adalah laporan yang memuat ikhtisar pendapatan dan beban suatu
perusahaan untuk periode tertentu, sehingga dari laporan ini dapat dihitung laba yang

diperoleh atau rugi yang dialami suatu perusahaan. Pos-pos pendapatan dan beban disusun
menurut besar-kecilnya. Semakin besar pos pendapatan dan beban berarti besar pos tersebut
mendapat perhatian dari pembaca laporan.
3.Laporan modal adalah laporan yang menunjukkan ikhtisar perubahan modal untuk periode
tertentu, mungkin satu bulan atau satu tahun. Dari laporan ini dapat diperoleh sebab-sebab
perubahan modal selama periode tertentu.
4.Laporan arus kas adalah laporan yang menggambarkan arus masuk dan arus keluar dari kas
(uang dan rekening giro). Arus kas dapat bersumber dari operasi, investasi dan pendanaan
atau financing. Pemakai laporan menggunakan laporan ini untuk dapat mengevaluasi
perubahan aktiva bersih perusahaan.
5.Catatan atas laporan keuangan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari ke empat
jenis laporan keuangan. Catatan atas laporan keuangan ini biasanya berupa penjelasan atau
suplemen dari pos-pos laporan keuangan.
Jurnal Khusus
Pada umumnya di dalam perusahaan banyak terjadi transaksi yang sifatnya rutin dan
frekuensi terjadinya sangat tinggi. Transaksi rutin ini biasanya meliputi: penjualan kredit,
pembelian kredit, penerimaan kas, pengeluaran kas dan sebagainya. Dengan buku jurnal dua
kolom ternyata pencatatan transaksi rutin menjadi tidak efisien dan tidak praktis, terutama
dalam hal posting dari buku jurnal ke buku besar. Karena itu transaksi rutin yang sering
terjadi sebaiknya dicatat dalam buku jurnal tersendiri yang disebut dengan buku jurnal
khusus. Dengan adanya jurnal khusus maka biasanya ada beberapa akun yang memerlukan
perincian misalnya Piutang Dagang dan Utang Dagang. Akun-akun untuk perincian ini
membentuk satu buku besar tersendiri yang disebut dengan buku besar pembantu (subsidiary
ledger), sedangkan buku besar yang akan digunakan untuk menyusun daftar saldo disebut
dengan buku besar kendali (controlling account)
Jurnal khusus yang biasanya memiliki oleh suatu perusahaan dagang antara lain:
1.

Jurnal Penjualan (Sales Journal).

2.

Jurnal Pembelian (Purchase Journal).

3.

Jurnal Penerimaan Kas (Cash Receipt Journal).

4.

Jurnal Pengeluaran Kas (Cash Disbursment Journal).

5.

Jurnal Retur dan Keringanan Penjualan (Sales Return and Allowance Journal).

6.

Jurnal Retur dan Keringanan Pembelian (Purchase Return and Allowance

Journal).

Transaksi yang tidak dapat dicatat dalam buku jurnal di atas akan dicatat dalam buku
Jurnal umum (General Journal) yang dapat merupakan buku jurnal biasa (dua kolom) atau
berkolom banyak (columnar journal). Tentu saja tiap perusahaan tidak harus menyediakan
seluruh jurnal khusus di atas tetapi harus disesuaikan dengan kebutuhan. Suatu perusahaan
mungkin cukup mempunyai satu jurnal yaitu jurnal umum saja karena transaksi yang terjadi
masih sederhana. Bila perusahaan makin maju dan transaksinya makin kompleks maka
mungkin diperlukan beberapa jurnal khusus. Yang jelas adalah bahwa suatu perusahaan
selalu menyediakan jurnal umum.
Jurnal koreksi
Selama melakukan pencatatan transaksi kedalam jurnal, kesalahan pencatatan sangat
mungkin terjadi. Kesalahan ini bisa terletak pada jurnal maupun pada saat pemindahaan
kebuku besar (posting). Kesalahan pada saat mencatat jurnal tidak begitu sulit
memperbaikinya. Asal caranya bukan menghapus karena akan menimbulkan kecurigaan.
Cara memperbaiki kesalahan pada jurnalcukup mencoret pada angka yang salah. Angka
tersebut tetap harus terlihat. Kemudian mencatat angka yang seharusnya. Kesalahan setelah
posting tidak bisa seperti memperbaiki pada jurnal. Untuk memperbaikinya harus dibuat
jurnal koreksi. Kemungkinan kesalahan yang terjadi adalah salah memasukkan angka, salah
memasukkan perkiraan, dan salah memasukkan angka dan perkiraan
Buku besar pembantu
Akuntansi perusahaan dagang
Perusahaan dagang adalah perusahaan yang aktivitasnya membeli barang kemudian
menjual kembali barang tersebut.
Metode persediaan ada dua yaitu perpetual dan physical. Perbedaan mendasar pada
kedua metode tersebut adalah pada perpetual setiap mutasi harus dicatat sedangkan pada
metode physical tidak. Untuk mengetahui saldo akhir persediaan Pada metode physical akhir
periode biasanya dilakukan perhitungan fisik persediaan.
Metode perpetual jika terjadi pembelian barang dicatat pada perkiraan persediaan
barang dagang. Pada saat terjadi penjualan maka dicatat perkiraan penjualan disebelah kredit.
Sebelah debet kas dan piutang dagang, tergantung penjualan tunai atau kredit dan juga
membuat harga pokok.
Perpetual

persediaan barang dagang

Metode physical jika terjadi pembelian dicatat pada perkiraan pembelian. Pada saat
terjadi penjualan maka dicatat pada perkiraan penjualan tanpa membuat harga pokok
Physical

pembelian

persediaan barang dagang

Pembelian
Metode physical dicatat diperkiraan pembelian. Hal yang berhubungan dengan
pembelian adalah pengembalian barang dagang(retur pembelian) dan potongan pembelian
Penjualan
Dicatat diperkiraan penjualan. Penjualan tunai dicatat diperkiraan kas sedangkan
penjualan kredit dicatat diperkiraan piutang dagang. Hal yang berhubungan dengan penjualan
adalah pengembalian barang dagang(retur penjualan) dan potongan penjualan
Kesimpulan dan Saran
Sepanjang perekonomian Negara menggunakan uang sebagai alat pembayaran maka
akuntansi selalu berperan penting. Oleh karena itu, berbagai organisasi, seperti misalnya
perusahaan, lembaga pemerintahan, yayasan, organisasi kemasyarakatan, bahwa toko kecilpun membutuhkan akuntansi. Konsekuensinya, anda perlu mengetahui logika dan cara kerja
akuntansi, bahkan dapat mengembangkan akuntansi yang sesuai kebutuhan anda.
Maka dari itu dalam kegiatan transaksi,kita harus mencatat setiap pengeluaran dan
pemasukan dari modal yang dikeluarkan,supaya tidak terjadi penyelewengan anggaran
Perusahaan.
Daftar Rujukan
Ikatan Akuntan Indonesia. (2004). Standar Akuntansi Keuangan. Jakarta: Salemba Empat.
Alam S.2006. Ekonomi Akuntansi, esis Jakarta.
Raharjo, Sri. 1994. Akuntansi Dasar. Kanisius Yogyakarta.

Judul: Akuntansi

Oleh: Alfian Sage


Ikuti kami