Akuntansi

Oleh Ayunnda Ringgi

145,2 KB 5 tayangan 0 unduhan
 
Bagikan artikel

Transkrip Akuntansi

13 PENYUSUNAN CASH FLOW Dosen Pembimbing: Drs. Tulus Suryanto Disusun Oleh Kelompok 8 Shofy Hakimah 1311030020 Yunita 1311030029 Ario Gentur L 1111030041 Fak / Jur / Semt / Kel : Tar / MPI / III / A FAKULTAS PENDIDIKAN DAN KEGURUAN INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI (IAIN) RADEN INTAN LAMPUNG 2014 13 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Sebuah perusahaan pada awalnya hanya memikirkan keuntungan yang besar dan cepat dengan melakukan apapun untuk mencapai target yang diinginkan oleh perusahaan tanpa memikirkan dampak dimasa yang akan datang. Tetapi lambat laun perusahaan juga menyadari bahwa setiap kegiatan yang dilakukan harus memperhitungkan resiko yang dihadapi. Untuk dapat mengetahui kinerja setiap perusahaan harus menyajikan suatu laporan keuangan pada satu periode. Laporan keuangan digunakan sebagai dasar untuk menentukan atau menilai posisi keuangan perusahaan, dimana hasil analisis tersebut digunakan oleh pihak – pihak yang berkepentingan untuk mengambil suatu keputusan. Selain itu laporan keuangan akan dapat menilai kemampuan perusahaan untuk memenuhi kewajiban – kewajibannya, struktur modal usaha, keefektifan penggunaan aktiva, serta hal – hal lainnya yang berhubungan dengan keadaan finansial perusahaan. Untuk itu setiap perusahaan diwajibkan menyusun laporan arus kas dan menjadikan laporan tersebut sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan untuk setiap periode penyajian laporan keuangan. Laba bersih yang dihasilkan suatu perusahaan belum menjamin bahwa perusahaan tersebut memiliki uang kas yang cukup. Untuk menjalankan operasi, melakukan investasi, dan membayar hutang, perusahaan benar-benar harus memiliki kas bukan memiliki laba bersih. Karena itu, bagi investor sangat penting untuk menganalisis sampai sejauh mana efesiensi perusahaan dalam mengelola kasnya. Tujuan utama laporan arus kas adalah menyajikan informasi yang relevan tentang penerimaan dan pengeluaran kas suatu perusahaan selama satu periode. Dengan dibuatnya laporan arus kas, setiap perusahaan dapat memprediksi kemajuan perusahaan di setiap tahun berjalan dan perusahaan tidak mengalami kerugian seta kebangkrutan. Dimana hal ini dapat dilihat dari penyajian laporan arus kas yang disusun oleh bagian keuangan untuk mengevaluasi seluruh kegiatan yang telah dilakukan oleh perusahaan. Apabila perusahaan telah melakukan hal tersebut, 13 diharapkan perusahaan akan tetap bertahan walaupun terkadang kondisi ekonomi tidak stabil keadaannya. Berdasarkan latar belakang masalah yang telah diuraikan maka penulis ingin membahas lebih lanjut tentang penyajian laporan arus kas. Sebab informasi yang diperoleh, diharapkan dapat menjadi alternatif untuk mengambil keputusan bagi perusahaan. 13 BAB II PEMBAHASAN A. Pengertian Cash Flow Uang tunai atau kas (chas) merupakan saldo sisa dari arus kas masuk dikurangi arus kas keluar yang berasal dari periode-periode sebelumnya. Arus kas bersih (net cash flow), atau cukup disebut arus kas, mengacu pada arus kas masuk dikurangi arus kas keluar pad periode berjalan. Cash flow (aliran kas) merupakan “sejumlah uang kas yang keluar dan yang masuk sebagai akibat dari aktivitas perusahaan dengan kata lain adalah aliran kas yang terdiri dari aliran masuk dalam perusahaan dan aliran kas keluar perusahaan serta berapa saldonya setiap periode. Definisi Menurut Drs. S. Munawir (1993 : 157), menyatakan bahwa Laporan arus kas ( Cash Flow Statement ) Atau Laporan Sumber dan Penggunaan kas disusun untuk menunjukkan perubahan kas selama satu periode dan memberikan alasan mengenai perubahan kas tersebut serta dengan menunjukkan dari mana sumber – sumber kas dan penggunaan – penggunaannya. Menurut Henry Simamora (2000 : 488), menyatakan bahwa Laporan Arus Kas ( Cash Flow Statement ) adalah laporan keuangan yang memperlihatkan pengaruh dari aktivitas – aktivitas operasi, pendanaan, dan investasi perusahaan terhadap arus kas selama periode akuntansi tertentu dalam suatu cara yang merekonsioliasi saldo awal dan akhir kas. Aliran kas(cash flow) pada awal investasi suatu perusahaan adalah untuk kebutuhan awal bisnis seperti tanah,alat-alat kantor,mobil untuk transportasi dan lain-lain.Aliran awal itu disebut pengeluaran(cash flow out). Hal utama yang perlu selalu diperhatikan yang mendasari dalam mengatur arus kas adalah memahami dengan jelas fungsi dana/uang yang kita miliki, kita simpan atau investasikan. Secara sederhana fungsi itu terbagi menjadi tiga yaitu : 1. Pertama, fungsi likuiditas, yaitu dana yang tersedia untuk tujuan memenuhi kebutuhan sehari-hari dan dapat dicairkan dalam waktu singkat relatif tanpa ada pengurangan investasi awal. 2. Kedua, fungsi anti inflasi, dana yang disimpan guna menghindari resiko penurunan pada daya beli di masa datang yang dapat dicairkan dengan relatif cepat. 13 3. Ketiga, capital growth, dana yang diperuntukkan untuk penambahan/ perkembangan kekayaan dengan jangka waktu relatif panjang. Aliran kas yang berhubungan dengan suatu proyek dapat di bagi menjadi tiga kelompok yaitu : a) Aliran kas awal (Initial Cash Flow) merupakan aliran kas yang berkaitan dengan pengeluaran untuk kegiatan investasi misalnya; pembelian tanah, gedung, biaya pendahuluan dsb. Aliran kas awal dapat dikatakan aliran kas keluar (cash out flow), b) Aliran kas operasional (Operational Cash Flow) merupakan aliran kas yang berkaitan dengan operasional proyek seperti; penjualan, biaya umum, dan administrasi. Oleh sebab itu aliran kas operasional merupakan aliran kas masuk (cash in flow) dan aliran kas keluar (cash out flow), c) Aliran kas akhir (Terminal Cash Flow) merupakan aliran kas yang berkaitan dengan nilai sisa proyek (nilai residu) seperti sisa modal kerja, nilai sisa proyek yaitu penjualan peralatan proyek. Fungsi dari cash flow antara lain adalah: 1) sebagai fungsi likuiditas dimana dana yang ada untuk tujuan/rencana memenuhi kebutuhan sehari-hari dan bisa dicairkan dalam waktu cepat tanpa ada pengurangan investasi awal. 2) berfungsi sebagai anti inflasi dimana dana yang disimpan untuk menghindari resiko turunnya daya beli di masa akan datang. B. Manfaat Cash Flow Adapun kegunaan dalam menyusun estimasi cash flow dalam perusahaan sangat berguna bagi beberapa pihak terutama manajement. Diantaranya: a) Memberikan seluruh rencana penerimaan kas yang berhubungan dengan rencana keuangan perusahaan dan transaksi yang menyebabkan perubahan kas, b) Sebagian dasar untuk menaksir kebutuhan dana untuk masa yang akan datang dan memperkirakan jangka waktu pengembalian kredit, c) Membantu menager untuk mengambil keputusan kebijakan financial, d) Untuk kreditur dapat melihat kemampuan perusahaan untuk membayar kredit yang diberikan kepadanya. C. Keterbatasan-keterbatasan Cash Flow 13 a. Komposisi penerimaan dan pengeluaran yang dimasukan dalam cash flow hanya yang bersifat tunai. b. Perusahaan hanya berpusat pada target yang mungkin kurang fleksibel c. Apabila terdapat perubahan pada situasi internal maupun eksternal dari perusahaan yang dapat mempengaruhi estimasi arus kas masuk dan keluar yang seharusnya diperhatikan, maka akan terhambat karena manager hanya akan terfokus pada budget kas misalnya; kondisi ekonomi yang kurang stabil, terlambatnya customer dalam memenuhi kewajibanya. Adapun kegunaan dalam menyusun Estimasi Cash Flow dalam perusahan sangat bergana bagi beberapa pihak terutama manajement diantaranya : a) Memberikan seluruh rencana penerimaan kas yang berhubungan dengan rencana keuangan perusahaan dan transaksi yang menyebabkan perubahan kas. b) Sebagian dasar untuk menaksir kebutuhan dana untuk masa yang akan datang dan memperkirakan jangka waktu pengembalian kredit. c) Membantu menager untuk mengambil keputusan kebijakan financial. d) Untuk kreditur dapat melihat kemampuan perusahaan untuk membayar kredit yang diberikan kepadanya. D. Langkah-Langkah Penyusunan Cash Flow Ada empat langka dalam penyusunan cash flow, yaitu : 1) Menentukan minimum kas 2) Menyusun estimasi penerimaan dan pengeluaran 3) Menyusun perkiraan kebutuhan dana dari hutang yang dibutuhkan untuk menutupi deficit kas dan membayar kembali pinjaman dari pihak ketiga. 4) Menyusun kembali keseluruhan penerimaan dan pengeluaran setelah adanya transaksi financial dan budget kas yang final. Cash flow memuat tiga bagian utama, yang terdiri dari: a. Cash in flow, pada bagian ini mengidentifikasi sumber-sumber dana yang akan diterima , jumlah dananya dan waktu dalam periode tersebut, yang akan dihasilkan berupa penjualan tunai, penjualan kredit yang akan menjadi piutang, hasil penjualan aktiva tetap dan penerimaan lainnya. Perincian kas ini terdiri dari dua sifat, yaitu kontinyu dan intermitan. b. Cash out flow, pada bagian ini berhubungan dengan pengidentifikasian semua kas yang sudah diantisipasi, antara lain pembelian barang dagang baku, pembayaran hutang, upah, 13 administrasi, dan pengeluaran lainnya. Cash out flow juga punya dua sifat yang sama yaitu kontinyu dan intermitan c. Financing (pembiayaan), pada bagian ini menunjukan besarnya net cash flow dan besarnya kebutuhan dana jika terjadi deficit. E. Metode Cash Flow Pengelolaan akuntansi keuangan dengan metoda cash flow (aliran kas) merupakan pendekatan pengelolaan keuangan yang praktikal dan sesuai untuk unit usaha kecil yang pola pengelolaan keuangannnya masih sederhana. Pengertian cash flow adalah aliran kas perusahaan yang secara riil diterima dan dikeluarkan oleh perusahaan untuk keperluan operasi, pendanaan, dan investasi. Aliran kas yang masuk ke perusahaan disebut dengan cash in flow, sedangkan aliran kas yang keluar dari perusahaan dinamai cash out flow. a. Operational Cash Flow (Aliran Kas Operasional) b. Financial Cash Flow (Aliran Kas Pendanaan) c. Investment Cash Flow (Aliran Kas Investasi) F. Penyusunan Laporan Arus Kas 1. Metode Langsung, yaitu menyajikan kelompok utama penerimaan kas bruto dan pembayaran kas bruto; 2. Metode tidak langsung, yaitu dimulai dengan laba rugi periode berjalan dan menyesuaikan laba rugi tersebut dengan transaksi non kas, akrual, dan tangguhan dari pos yang penghasilan atau pengeluaran dalam aktivitas inevestasi dan pendanaan. Contoh soal : PT. EMAK BAPAK NERACA KOMPARATIF 31 DES 2012 & 2011 2012 2011 Perubahan (naik/Turun) Aktiva Kas 20.000.000 10.000.000 10 jt/naik Piutang usaha 17.000.000 15.000.000 2 jt/naik Persediaan 10.000.000 8.000.000 2 juta/naik 13 Beban dbyr Dmuka 5.000.000 6.000.000 1 juta/turun Tanah 50.000.000 60.000.000 10juta/turun Gedung 65.000.000 65.000.000 0 Akm Peny Gedung (15.000.000) (10.000.000) 5juta/naik*a Peralatan 35.000.000 Akm Peny. Peralatan (15.000.000) (10.000.000) 5juta/naik*a Total 25.000.000 10juta/naik 172.000.000 169.000.000 Hutang Usaha 82.000.000 85.000.000 3juta/turun Hutang Obligasi 44.000.000 42.000.000 2juta/naik Saham Biasa 26.000.000 20.000.000 6 juta/naik R/E 20.000.000 22.000.000 2 juta/turun*b Total 172.000.000 169.000.000 Kewajiban dan Ekuitas Pemegang Saham PT. EMAK-BAPAK Laporan Laba Rugi Per 31 Desember 2012 (Dalam Rupiah) Pendapatan 45.000.000 HPP 10.000.000 Beban Operasi 8.000.000 Beban Bunga 6.000.000 24.000.000 Laba dari operasi 21.000.000 Beban pajak penghasilan 3.000.000 Laba Bersih 18.000.000*b 13 Jawab : 1. METODE LANGSUNG Memperinci arus kas actual dari kegiatan operasi entitas. Ketika metode ini digunakan maka informasi dapat diperoleh dari catatan akuntansi entitas atau dengan menyesuaikan penjualan, beban pokok penjualan, dan pos-pos lain dalam laporan laba rugi komprehensif. Entitas dianjurkan untuk menggunakan metode langsung dalam penyusunan arus kas dari aktifitas operasi. Metode ini menghasilkan informasi yang berguna dalam mengestimasi arus kas masa depan yang tidak dapat dihasilkan oleh metode tidak langsung. Keuntungan metode langsung adalah menyajikan penerimaan dan pembayaran kas operasi. Metode ini lebih konsisten dengan tujuan laporan arus kas untuk menyediakan informasi tentang penerimaan kas dan pembayaran kas dibandingkan dengan metode tidak langsung yang tidak melaporkan peneriman kas dan pembayaran kas operasi. PT. EMAK BAPAK (METODE LANGSUNG) Laporan Arus Kas Per 31 Des 2012 Kenaikan (penurunan) Kas A. Arus Kas Dari Kegiatan Operasi Penerimaan Kas dr pelanggan Pembayaran kas pd pemasok&karywn 43.000.000*c (12.000.000)*d Pembayaran bunga Pembayaran pajak penghasilan Kas Bersih yg ditrima dr keg. Oprasi (6.000.000) (3.000.000) B. Arus Kas dr Kegiatan Investasi 22.000.000 Penjualan tanah Pembelian perlatan Kas bersih yang digunakan o/ keg. Investasi C. Arus kas Pembiayaan Penebusan obligasi Penjualan saham biasa 10.000.000 (10.000.000) 0 13 Pembayaran deviden tunai 2.000.000 Kas bersih yg ditrima dr keg. Pembiayaan 6.000.000 Kenaikan bersih Kas (20.000.000)*e Saldo kas, 1 Jan 2012 (12.000.000) Saldo kas, 31 des 2012 10.000.000 10.000.000 0 Note : RUMUS a. Untuk menghitung Penerimaan dari pelanggan = Pendapatan penjualan – Kenaikan Piutang Usaha ATAU Pendapatan Penjualan + Penurunan Piutang Usaha Yaitu 45.000.000 – 2.000.000 = 43.000.000 b. Pembayaran kas kepada pemasok dan karyawan = HPP + B. Operasi + (jumlah penyusutan – kenaikan persediaan + penurunan beban dbyr dmk – penurunan hutang usaha) Jadi = 10.000.000+8.000.000 -(10.000.000-2.000.000+1.000.000-3.000.000) = 12.000.000*d c. Pembayaran deviden tunai = Kenaikan R/E – Laba Bersih ATAU Penurunan R/E + Laba Bersih jadi 18.000.000 – (-2.000.000) = 20.000.00 2. METODE TIDAK LANGSUNG (Metode Rekonsiliasi) Dengan metode ini arus kas operasi ditentukan dengan menyesuaikan laba rugi neto dipengaruhi oleh : a. Perubahan persediaan dan piutang usaha serta utang usaha selama periode berjalan; b. Pos nonkas, seperti penyusutasn, povisi, pajak tangguhan, keuntungan dan kerugian mata uang asing yang belum direalisasi, serta laba entitas asosiasi yang belum didistribusikan; c. Pos lain yang berkaitan dengan aktifitas investasi atau pendanaan, misalnya laba dari penjualan asset tetap. 13 Keuanggulan metode tidak langsung dengan metode langsung adalah metode tidak langsung berfokus pada perbedaan antara laba bersih dan arus kas bersih dari kegiatan operasi. Artinya metode tidak langsung memberikan hubungan yang bermanfaat antara laporan arus kas dan laporan laba rugi serta neraca. PT. EMAK BAPAK (METODE TDK LANGSUNG) Laporan Arus Kas Per 31 Des 2012 Kenaikan (penurunan) Kas D. Arus Kas Dari Kegiatan Operasi 18.000.000 Laba Bersih Peny. Untuk merekonsiliasi laba bersih thd kas bersih yg diterima dr keg. Operasi : Beban Penyusutan Kenaikan piutang usaha Kenaikan persediaan Penurunan beban dbyr dmk 10.000.000 *a (2.000.000) (2.000.000) 1.000.000 (3.000.000) Penurunan hutang usaha 4.000.000 22.000.000 Kas Bersih yg ditrima dr keg. Oprasi E. Arus Kas dr Kegiatan Investasi Penjualan tanah Pembelian perlatan 10.000.000 0 (10.000.000) 0 Kas bersih yang digunakan o/ keg. Investasi F. Arus kas Pembiayaan Penebusan obligasi Penjualan saham biasa 2.000.000 Pembayaran deviden tunai 6.000.000 Kas bersih yg ditrima dr keg. Pembiayaan (20.000.000)*b Kenaikan (Penurunan) bersih Kas (12.000.000) Saldo kas, 1 Jan 2012 10.000.000 Saldo kas, 31 des 2012 10.000.000 13 0 Note : RUMUS : a. Pembayaran deviden tunai = Kenaikan R/E – Laba Bersih ATAU Penurunan R/E + Laba Bersih jadi 18.000.000 – (-2.000.000) = 20.000.000 b. Beban Penyusutan 10.000.000 *a berasal dari kenaikan akumulasi gedung dan peralatan Yi 5.000.000 + 5.000.000 = 10.000.000 BAB III PENUTUP A. Kesimpulan Laporan arus kas berbeda dengan laporan laba rugi yang pada umumnya digunakan oleh para investor sebagai parameter kinerja perusahaan, bahkan beberapa kali peneliti telah menyatakan kritik terhadap laba bersih. Diantaranya adalah hasil penelitian yang dilakukan 13 oleh Genty, dkk (1985) dalam Tandelilin (2001 : 195) menyatakan bahwa : “informasi aliran kas merupakan informasi penting untuk menilai kinerja perusahaan dan untuk memprediksi kemungkinan kebangkrutan atau suksesnya perusahaan dimasa yang akan datang”. Dengan demikian, semakin bagus kondisi keuangan perusahaan maka kemungkinan para investor juga akan semakin tertarik untuk memiliki saham perusahaan. Selanjutnya akan berlaku hukum permintaan dan penawaran., dimana semakin tinggi permintaan maka harga saham juga akan semakin tinggi. DAFTAR PUSTAKA Aggarwal, R.K., Samwick, A.A., (1999). The other side of the Ambarish, R.,John, K., and William, J. (1987). Efficient signaling http://ekonomiteknik112081081.blogspot.com/2012/02/proses-pengambilan-keputusan.html K.R. Subramanyam, John J. Wild., Analisis Laporan Keuangan , 2010, Jakarta : Salemba Emapat

Judul: Akuntansi

Oleh: Ayunnda Ringgi

Ikuti kami