Akuntansi

Oleh Eric Rattu

33 tayangan
Bagikan artikel

Transkrip Akuntansi

BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Sistem Informasi merupakan suatu kombinasi teratur dari orang-orang, hardware,
softwarejaringan komunikasi dan sumber daya data yang mengumpulkan, mengubah,dan
menyebarkan informasi dalam sebuah organisasi. Sistem Informasi adalah satu kesatuan data
olahan yang terintegrasi dan saling melengkapi yang menghasilkanoutput baik dalam bentuk
gambar, suara maupun tulisan. Sistem informasi adalah sekumpulan komponen pembentuk
sistem yang mempunyai keterkaitan antara satukomponen dengan komponen lainnya yang
bertujuan menghasilkan suatu informasidalam suatu bidang tertentu. Tetapi Pengertian Sistem
Informasi Secara umum merupakan kegiatan atau aktifitas yang melibatkan serangkaian proses
dan berisi informasi- informasi yang digunakan untuk mencapai tujuan. SISKO mampu
memberikan kemudahan pihak pengelola menjalankan kegiatannya dan meningkatkan
kredibilitas dan akuntabilitas dalam berbagai bidang.
Proses penggunaan teknologi informasi dan komunikasi merupakan dasar yang muncul
dan dikenal sebagai Informatika Masyarakat. Masyarakat informatika melibatkan diri lebih dari
sekedar pengadopsian teknologi informasi dan komunikasidi dalamnya, tetapi ikut dalam
penerapan teknologi informasi dan komunikasi demi keuntungan masyarakat lokal. Masyarakat
informatika tidak hanya menghadapkan teknologi, tetapi juga gagasan sosial yang dikenal
sebagai modal sosial. Masyarakat informatika juga memperkenalkan dimensi baru ke dalam
konsep pembagian masyarakat berdasarkan modal budaya dan kelas sosial yang menstratifikasi
masyarakat. Michael Gurstein, (Gurstein, 2000), mendeskripsikan masyarakat informasidengan
cara berikut: Masyarakat Informatika adalah aplikasi teknologi informasi dankomunikasi untuk
memungkinkan proses masyarakat dan pencapaian tujuan masyarakat yang mencakup
pembagian digital di dalam maupun antar masyarakat.
Masyarakat informatika muncul sebagai kerangka untuk mendekati Sistem Informasi
secara sistematis dari perspektif masyarakat dan sejajar dengan SistemInformasi Manajemen
dalam pengembangan strategi dan teknik untuk manajemen penggunaan dan aplikasi sistem
informasi masyarakat. Masyarakat informatika mengatasi hubungan antara teori akademik
danpenelitian, masalah kebijakan dan pragmatis yang timbul dari puluhan ribu
“JaringanMasyarakat”, “Pusat Teknologi Masyarakat”, Telecentre, Pusat Komunikasi
Masyarakat, dan Telecottage yang saat ini berada secara global. Sebagai satu bidang akademik,
masyarakat informatika mengambil sumber daya dan partisipan dari serangkaian latar belakang,
termasuk Ilmu Komputer, Manajemen, Ilmu Informasi dan Perpustakaan, Perencanaan,
Sosiologi, Pendidikan, Kebijakan Sosial, dan penelitian Pedesaan, Regional, dan Pembangunan.
Sebagai suatu praktik, masyarakat informatika merupakan kepentingan bagi mereka yang
perhatian dengan Pengembangan Masyarakat dan Ekonomi Lokal di Negara Berkembang
maupun Maju dan memiliki hubungan dekat dengan mereka yang bekerja di bidang-bidang
seperti Pembangunan Masyarakat, Pembangunan Ekonomi Masyarakat, Informatika Kesehatan
Berbasis Masyarakat, Pendidikan Dewasa dan Lanjutan. Masyarakat informatika adalah bagian
dari struktur masyarakat di dunia yang muncul dan memiliki peran di sejumlah tingkat
fundamental dalam masyarakat yang berkembang. Masyarakat informatika dapat dideskripsikan
1

sebagai penggunaan teknologi informasi dan komunikasi untuk praktik masyarakat, yang
didefinisikan oleh Glen (1993) sebagai Penyampaian Layanan Masyarakat, dan Tindakan
Masyarakat.Khususnya, Praktik Masyarakat semakin dianggap fundamental untuk masalahmasalah sosial karena masyarakat di suatu tempat menghadapi dunia perdagangan modern yang
kurang menjadi subyek negara/ bangsa. Komunikasi telah memainkan peranan penting dalam
mengembangkan dan mempertahankan kesehjateraan masyarakat secara geografis sepanjang
sejarah. Informatika Masyarakat adalah sebuah fenomena terkini pada masyarakat jaringan
modern, dapat dilacak pada pemrakarsa komunikasi masyarakat akhir 1980 sampaiawal 1990.
Sejak permulaan, tujuan utama teknologi masyarakat adalah untuk menggunakan prasarana,
aplikasi, dan layanan informasi dan komunikasi untuk memberdayakan dan melestarikan modal
sosial masyarakat lokal (jaringan, organisasi,kelompok, aktivitas, dan nilai yang mendasari
kehidupan masyarakat). Namun, terkadang terdapat beberapa pihak dalam masyarakat yang
kurangtepat menggunakan teknologi informasi secara bijak. Hal itu terlihat pada beberapa
penyalahgunaan mereka dalam beberapa hal yang tidak sesuai dengan nilai, dan norma yang ada
dalam masyarakat. Pentingnya pengetahuan etis dalam penggunaan teknologi inormasi menjadi
kajian lanjut yang perlu dipelajari demi tercapainya tujuan awal teknologi informasi untuk
mempermudah kehidupan manusia.

B. Tujuan
1. Setelah mengikuti pelatihan jaringan Pendidikan Nasional diharapkan mampu
berketerampilan mengoprasikan Komputer yang berdiri sendiri ( Stand alone) dan
komputer yang terhubung dengan jaringan lokal komputer ( LAN).
2. Mengidentifikasi komponen sistem komputer.
3. Menjalankan computer

2

BAB II
PEMBAHASAN
Etika dalam penggunaan komputer sedang mendapat perhatian yang lebih besar daripada
sebelumnya. Masyarakat secara umum memberikan perhatian terutama karena kesadaran bahwa
komputer dapat menganggu hak privasi individual. Dalam dunia bisnis salah satu alasan utama
perhatian tersebut adalah pembajakan perangkat alat lunak yang menggerogoti pendapatan
penjual perangkat lunak hingga milyaran dolar setahun. Namun subyek etika komputer lebih
dalam daripada masalah privasi dan pembajakan. Komputer adalah peralatan sosial yang penuh
daya, yang dapat membantu atau mengganggu masyarakat dalam banyak cara. Semua tergantung
pada cara penggunaannya.
A. MORAL, ETIKA DAN HUKUM
Moral ialah tradisi kepercayaan mengenai perilaku benar atau salah. Etika ialah satu set
kepercayaan, standart atau pemikiran yang mengisi suatu individu, kelompok dan masyarakat.
Hukum adalah peraturan perilaku yang dipaksakan oleh otoritas berdaulat, seperti pemerintah
pada rakyat atau warga negaranya.
Penggunaan komputer dalam bisnis diarahkan oleh nilai-nilai moral dan etika dari
para manajer, spesialis informasi dan pemakai dan juga hukum yang berlaku.
Hukum paling mudah diiterprestasikan karena berbentuk tertulis. Dilain pihak etika
dan moral tidak didefinisikan secara persis dan tidak disepakati oleh semua anggota
masyarakat.
B. PERLUNYA BUDAYA ETIKA
Hubungan antara CEO dengan perusahaan merupakan dasar budaya etika. Jika
perusahaan harus etis, maka manajemen puncak harus etis dalam semua tindakan dan katakatanya. Manajemen puncak memimpin dengan memberi contoh. Perilaku ini adalah budaya
etika.
Tugas manajemen puncak adalah memastikan bahwa konsep etikanya menyebar di seluruh
organisasi, melalui semua tingkatan dan menyentuh semua pegawai. Para eksekutif mencapai
penerapan ini melalui suatu metode tiga lapis, yaitu :
 Corporate credo ialah pernyataan ringkas mengenai nilai-nilai yang ditegakkan
perusahaan.
 Program etika ialah suatu sistem yang terdiri dari berbagai aktivitas yang dirancang untuk
mengarahkan pegawai dalam melaksanakan corporate credo.
 Kode etik perusahaan.

3

C. ETIKA DAN JASA INFORMASI
Etika komputer adalah sebagai analisis mengenai sifat dan dampak sosial teknologi
kompuetr, serta formulasi dan justifikasi kebijakan untuk menggunakan teknologi tsb secara etis.
(James H. Moor) Manajer yang paling bertanggungjawab terhadap etika komputer adalah CIO.
Etika komputer terdiri dari dua aktivitas utama yaitu :
o CIO harus waspada dan sadar bagaimana komputer mempengaruhi masyarakat.
o CIO harus berbuat sesuatu dengan menformulasikan kebijakan-kebijakan yang
memastikan bahwa teknologi tersebut secara tepat.
Namun ada satu hal yang sangat penting bahwa bukan hanya CIO sendiri yang
bertanggungjawab atas etika komputer. Para manajer puncak lain juga bertanggungjawab.
Keterlibatan seluruh perusahaan merupakan keharusan mutlak dalam dunia end user computing
saat ini. Semua manajer di semua area bertanggungjawab atas penggunaan komputer yang etis di
area mereka. Selain manajer setiap pegawai bertanggungjawab atas aktivitas mereka yang
berhubungan dengan komputer.
Alasan
pentingnya
etika
komputer
yaitu
Menurut James H. Moor ada tiga alasan utama minat masyarakat yang tinggi pada
komputer, yaitu :
1. Kelenturan logika : kemampuan memprogram komputer untuk melakukan apapun
yang kita inginkan
2. Faktor transformasi : komputer dapat mengubah secara drastis cara kita melakukan
sesuatu.
3. Faktor tak kasat mata : semua operasi internal komputer tersembunyi dari
penglihatan.
Faktor ini membuka peluang pada nilai-nilai pemrograman yang tidak terlihat, perhitungan rumit
yang tidak terlihat dan penyalahgunaan yang tidak terlihat.
D. HAK SOSIAL DAN KOMPUTER
Masyarakat memiliki hak-hak tertentu berkaitan dengan penggunaan komputer, yaitu :
1. Hak atas komputer :
a. Hak atas akses komputer
b. hak atas keahlian komputer
c. hak atas spesialis komputer
d. hak atas pengambilan keputusan komputer
2. Hak atas informasi :
a. Hak atas privasi
b. Hak atas akurasi

4

c. Hak atas kepemilikan
d. Hak atas akses
Kontrak sosial jasa informasi
Untuk memecahkan permasalahan etika komputer, jasa informasi harus masuk ke dalam
suatu kontrak sosial yang memastikan bahwa komputer akan digunakan untuk kebaikan sosial.
Jasa informasi membuat kontrak dengan individu dan kelompok yang menggunakan atau yang
mempengaruhi oleh output informasinya. Kontrak ini tidak tertulis tetapi tersirat dalam segala
sesuatu yang dilakukan jasa informasi. Kontrak tersebutb, menyatakan bahwa :
a) Komputer tidak akan digunakan untuk sengaja mengganggu privasi orang
b) Setiap ukuran akan dibuat untuk memastikan akurasi pemrosesan komputer
c) Hak milik intelektual akan dilindungi
d) Komputer dapat diakses masyarakat sehingga anggota masyarakat terhindar dari
ketidaktahuan informasi.
E. RENCANA TINDAKAN UNTUK MENCAPAI OPERASI KOMPUTER YANG ETIS
1. Donn Parker dari SRI International menyarankan agar CIO mengikuti rencana sepuluh
langkah dalam mengelompokkan perilaku dan menekankan standar etika dalam perusahaan,
yaitu :
Formulasikan kode perilaku.
2. Tetapkan aturan prosedur yang berkaitan dengan masalah-masalah seperti penggunaan jasa
komputer untuk pribadi dan hak milik atas program dan data komputer
3. Jelaskan sanksi yang akan diambil thd pelanggar, seperti teguran, penghentian dan tuntutan
4. Kenali perilaku etis
5. Fokuskan perhatian pada etika melalui program-program seperti pelatihan dan bacaan yang
diisyaratkan
6. Promosikan UU kejahatan komputer dengan memberikan infoemasikan kepada karyawan
7. Simpan suatu catatan formal yang menetapkan pertanggungjawaban tiap spesialis informasi
untuk semua tindakannya, dam kurangi godaan untuk melanggar dengan program-program
seperti audit etika.
8. Dorong penggunaan program-program rehabilitasi yang memperlakukan pelanggar etika
dengan cara yang sama seperti perusahaan mempedulikan pemulihan bagi alkoholik
9. Dorong partisipasi dalam perkumpulan informasi
10. Berikan contoh.
Menempatkan etika komputer dalam perspektif
Berbagai masalah sosial yang gawat ada sekarang ini, karena pemerintah dan organisasi
bisnis gagal untuk menegakkan standar etika tertinggi dalam penggunaan komputer. Sepuluh
langkah yang dianjurkan Paker dapat diikuti CIO di perusahaan manapun untuk mengantisipasi
penerapan etika jasa informasi. Organisasi SIM dipercayakan pada program komputer, pasokan,
5

data, dokumentasi, dan fasilitas yang terus meningkat ukuran dan nilainya. Kita harus
memelihara standar kinerja, keamanan dan perilaku yang jelas membantu kita dalam memastikan
integritas dan perlindungan berbagai aktiva ini. Karena itu, hal-hal berikut ini harus digunakan
sebagai panduan dalam melaksanakan kegiatan kerja. Namun keberhasilan program ini
tergantung pada kewaspadaan tiap anggota organisasi SIM pada nilai aktiva yang dipercayakan
kepadanya. Harus disadari bahwa pelanggaran kepercayaan ini mengakibatkan tindakan
pendisiplinan, termasuk pemberhentian. Secara khusus para karyawan harus :
a.
Melakukan semua kegiatan tanpa kecurangan. Hal ini mencakup pencurian atau
penyalahgunaan uang, peralatan, pasokan, dokumentasi, program komputer, atau waktu
komputer.
b.
Menghindari segala tindakan yang mengkompromikan integritas mereka. Misalnya
pemalsuan catatan dan dokumen, modifikasi program dan file produksi tanpa ijin, bersaing bisnis
dengan organisasi, atau terlibat dalam perilaku yang mungkin mempengaruhi perusahaan atau
reputasinya. Para karyawan tidak boleh menerima hadiah dari pemasok, agen dan pihak-pihak
seperti
itu.
c. Menghindari segala tindakan yang mungkin menciptakan situasi berbahaya. Termasuk
membawa senjata tersembunyi di tempat kerja, mencederai orang lain atau mengabaikan standar
keselamatan
dan
keamanan.
d. Tidak menggunakan alkhohol atau obat terlarang saat bekerja dan tidak bekerja di bawah
pengaruh alkhohol atau obat terlarang atau kondisi lain yang tidak bugar untuk bekerja.
e. Memelihara hubungan yang sopan dan profesional dengan para pemakai, rekan kerja dan
penyelia. Tugas pekerjaan harus dilaksanakan sesuai dengan permintaan supervisor dan
manajemen serta harus sesuai dengan standar keamanan bekerja. Setiap penemuan pelanggaran
perilaku
atau
keamanan
harus
segera
dilaporkan.
f.
Berpegang
pada
peraturan
kerja
dan
kebijakan
pengupahan
lain.
g. Melindungi kerahasiaan atau informasi yang peka mengenai posisi persaingan perusahaan,
rahasia
dagang
atau
aktiva.
h.
Melakukan praktek bisnis yang sehat dalam mengelola sumber daya perusahaan seperti
sumber daya manusia, penggunaan komputer, atau jasa luar.
Menerapkan teori pengambilan keputusan pemasaran yang etis pada sistem informasi.
Softlifting ialah istilah untuk penggandaan ilegal perangkat lunak komputer. Tidak ada teori dari
sistem informasi untuk mengatur perilaku tidak etis tersebut. Namun ada satu teori dari
pemasaran dapat diterapkan yaitu teori yang dikembangkan oleh S.D. hunt dan S.J. Vitell. Teori
ini mencakup dua komponen kunci dari pengambilan keputusan yang etis, yaitu
1.

Komponen deontologis

Teori deontologis mengasumsikan bahwa ada satu set peraturan atau panduan untuk
mengarahkan perilaku etis. Aturan-aturan ini dapat didasarkan pada keyakinan agama, intuisi
atau faktor lain.
2. Komponen teleologis
Teori telelogis mengukur derajat kebenaran atau kesalahan berdasarkan konsekuensinya.
Konsekuensi tersebut dapat dilihat dari sudut pandang apa yang terbaik bagi individu yang
melakukan tindakan atau apa yang terbaik bagi masyarakat secara keseluruhan.
6

BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Etika komputer mengharuskan CIO untuk waspada pada etika penggunaan komputer dan
menempatkan kebijakan yang memastikan kepatuhan pada budaya etika. Manajer-manajer lain
dan semua pegawai yang menggunakan komputer atau yang terpengaruh oleh komputer turut
bergabung dengan CIO dalam tanggung jawab ini.
a. Masyarakat mementingkan etika komputer karena tiga alasan dasar, yaitu :
Logika kelenturan komputer
b. Komputer mengubah cara hidup dan kerja kita
c. Proses komputer tersembunyi dari penglihatan karena nilai-nilai pemograman yang tidak
terlihat.
1) Masyarakat memiliki hak tertentu berkaitan dengan komputer, yaitu :
Hak atas komputer :
– Hak atas akses komputer
– Hak atas keahlian komputer
– Hak atas spesialis komputer
– Hak atas pengambilan keputusan komputer
2) Hak atas informasi :
– Hak atas privasi
– Hak atas akurasi
– Hak atas kepemilikan
– Hak atas akses

7

DAFTAR PUSTAKA

Donn B. Parker, “Ethics for Information Systems Personnel” Journal of
Information Systems Management 5 (Summer 1988), 46.
Sumber lain :
http://ajie-informatikajay.blogspot.com/2010/01/makalah-learning-implikasi-etis-dari.html
http://Lamtiurs.blogspot.com/2008/03/etika-teknologi-informasi-komunikasi.html.diunduh 09
Maret 2012.http://penerapanetikateknogi-informasi.pdf. diunduh 09 Maret 2012.
Implikasi etis etika informasi from Taqwa nuddin
http://vijevastar.blogspot.com/2008/06/implikasi-etis-dari-teknologi-informasi.html

8

Judul: Akuntansi

Oleh: Eric Rattu


Ikuti kami