Akun Akuntansi

Oleh Dwi Pande

23 tayangan
Bagikan artikel

Transkrip Akun Akuntansi

PENGERTIAN AKUN DAN PENGGOLONGAN AKUN DALAM
AKUNTANSI
1.

AKUN

Akun merupakan tempat mencatat transaksi keuangan yang memengaruhi
keseimbangan harta, utang, dan modal. Akun dibedakan menjadi dua, yaitu akun
riil dan akun nominal. Akun riil merupakan jenis akun yang tercatat di neraca,
seperti harta, utang, dan modal. Akun nominal merupakan akun yang tercatat di
laporan laba atau rugi, seperti pendapatan dan beban.
1.1

PENGGOLONGAN AKUN
Dalam kegiatan dunia usaha setiap hari transaksi terjadi sangat kompleks

baik dalam jenis maupun dalam jumlahnya. Kita tahu bahwa makin besar suatu
perusahaan dengan bidang usahanya maka semakin banyak dan beragam pula
transaksi yang terjadi. Dalam hal ini agar memudahkan pencatatan setiap transaksi
keuangan dibukukan menurut jenis masing-masing. Misalnya setiap penerimaan
dan pengeluaran uang dibukukan dalam suatu lembaran yang disebut akun
(perkiraan) dengan nama akun kas. Akun atau perkiraan adalah suatu formulir
yang digunakan sebagai tempat mencatat transaksi keuangan yang sejenis dan
dapat merubah komposisi harta, kewajiban dan modal perusahaan. Akun
digolongkan menjadi 2 (dua) kelompok:
A.

Akun Riil/Akun Dalam Neraca (Balance sheet accounts)
Akun riil disebut juga akun neraca yang sifatnya permanen. Artinya, tetap

berkelanjutan dari satu periode pembukuan ke periode pembukuan berikutnya.
1.

Harta/Aktiva (Assets)
Harta atau aktiva adalah setiap sumber daya yang dimiliki perusahaan

yang berguna pada waktu sekarang dan waktu yang akan datang. Atau dengan
kata lain, aktiva adalah sumber-sumber ekonomis yang dimiliki perusahaan dan
masih akan mendatangkan manfaat di kemudian hari . Penggolongan harta
berdasarkan likuidasinya (kemudahan untuk dicairkan atau diuangkan) antara lain:
a.

Harta Lancar (Current Assets)
Harta lancar adalah harta yang tingkat likuidasinnya tinggi, artinya harta

tersebut dapat dengan segera berubah dalam waktu kurang dari satu tahun atau

1

kekayaan lain yang dapat dicairkan menjadi uang tunai serta habis dipakai dalam
jangka waktu kurang dari satu tahun. Harta lancar antara lain:
1.

Kas (Cash), adalah jumlah uang tunai yang tersedia di tangan (cash on
hand) atau di bank (cash in bank) dicairkan menjadi uang tunai atau habis
dipakai dalam jangka waktu kurang dari satu tahun (dalam siklus normal
perusahaan). Misalnya, uang tunai, cek, dan giro bank kecuali deposito.

2.

Surat-surat berharga (Market able securities) adalah saham atau obligasi
yang dimiliki perusahaan-perusahaan dan setiap saat siap diperjualbelikan.
Misalnya, saham dan obligasi.

3.

Piutang wesel atau wesel tagih (Notes receivable) adalah hak tagih atas
janji tertulis yang menyatakan sanggup untuk membayar pada waktu
tertentu dengan jumlah tertentu.

4.

Piutang usaha atau piutang dagang (Account Receivable) adalah tagihan
kepada pihak lain. Tagihan ini timbul akibat penjualan barang atau jasa
secara kredit.

5.

Persediaan barang dagangan (Merchandise inventory) adalah jumlah
barang yang dibeli perusahaan untuk dijual kembali dengan tujuan untuk
mencari laba.

6.

Persediaan barang (Inventory of supplies) adalah sejumlah barang yang
dimiliki oleh perusahaan untuk dipakai dalam kegiatan usaha ciri utama
adalah bahwa perelngkapan ini proses pemakaiannya sekaligus habis atau
tidak sekaligus habis, dan diperkirakan masa penggunaannya relatif s
ingkat, kurang dari satu tahun.

b.

Harta Investasi (Investment Assets) atau Investasi Jangka Panjang
(Long Term Investment)
Harta investasi adalah penanaman modal dalam jangka panjang (lebih dari

satu tahun) terhadap perusahaan lain,Misalnya :
1.

Investasi dalam saham (investment in stock), investasi dalam obligasi
(investment in bond), dan surat berharga lainnya.

2.

Investasi dalam bentuk dana yang akan digunakan pada masa mendatang
(untuk kepentingan ekspansi).
2

3.

Investasi dalam bentuk aktiva lainnya (tanah, dengan rencana penggunaan
di masa yang akan datang

.
c.

Harta Tetap Berwujud (Tangible Fixed Assets)
Harta tetap berwujud adalah harta kekayaan perusahaan yang digunakan

untuk operasional usaha. Sifat pemakaiannya relatif tetap dan jangka waktu
pemakaiannya tahan lama atau lebih dari satu tahun. Harta tetap berwujud antara
lain:
1.

Peralatan (Equipment) adalah harta yang digunakan untuk operasional
perusahaan yang manfaat pemakaiannya relatif tahan lama dan biasanya
terdiri dari berbagai jenis barang.

2.

Bangunan (Building) adalah bangunan yang siap digunakan untuk
operasional usaha.
Akumulasi penyusutan harta tetap (Accumulated depreciation of fixed
assets) adalah pengelompokkan nilai penyusutan aktiva tetap akibat
manfaatnya berkurang setiap kali digunakan.

3.

Tanah (Land) adalah tanah tempat usaha.

4.

Perabot dan perlengkapan (Furniture and fixture).

5.

Peralatan lainnya serta hak atas tanah ataupun sumber-sumber lainnya.

d.

Harta Tetap Tidak Berwujud (Intangible Fixed Assets)
Aktiva yang tidak berwujud adalah aktiva yang tidak memiliki bentuk dan

wujud fisik (abstrak) tetapi memiliki nilai yang dicerminkan oleh hak atau hak
istimewa atau posisi yang menguntungkan perusahaan dalam memperoleh
pendapatan.
Aktiva tidak berwujud ini digunakan oleh perusahaan dan tidak
dimaksudkan untuk dijual kembali dalam rangka kegiatan perusahaan serta
memiliki masa manfaat yang relatif permanen.
Berdasarkan masa manfaatnya, aktiva ini diklasifikasikan menjadi dua,
yaitu:
1.

Aktiva yang tidak berwujud, yang masa manfaatnya dibatasi oleh Undangundang, Peraturan Pemerintah, atau oleh sifat aktiva itu sendiri, seperti:
3

a.

Hak Paten (Patens) adalah hak untuk memproduksi atau
menggandakan suatu penemuan agar memberikan penghasilan bagi
pemilik hak.

b.

Hak cipta (Copyright) adalah hak yang diberikan kepada seseorang
karena menciptakan sesuatu yang belum dikenal sebelumnya.

c.

Hak monopoli suatu usaha (Franchise) adalah hak yang diberikan
kepada seseorang atau perusahaan untuk menggunakan barang atau
nama pemberi hak.

2.

Aktiva yang tidak berwujud yang masa manfaatnya tidak terbatas, seperti:
a.

Good will adalah nama baik perusahaan yang merupakan suatu
kelebihan untuk memperoleh keuntungan atau laba lebih baik
dibandingkan dengan perusahaan lain.

b.

Merek dagang (Trade mark) yaitu hak yang diberikan oleh
pemerintah kepada perusahaan atau seseorang untuk menggunakan
suatu merk tertentu yang dilindungi hukum.

e.

Harta Lain-lain (The Other Assets)
Harta lain-lain adalah harta tetap perusahaan yang belum/tidak digunakan

dalam operasional perusahaan antara lain, pembelian tanah untuk cadangan
perusahaan dan bangunan yang masih dalam proses.
2.

Kewajiban / Utang (Liabilities)
Kewajiban merupakan utang perusahaan yang harus dibayar kepada pihak

lain dalam jangka waktu tertentu atau tuntutan (klaim) seseorang atau kelompok
perorangan terhadap kekayaan perusahaan, kewajiban digolongkan dengan urutan
berdasarkan jangka waktu pelunasan. Kewajiban terdiri dari kewajiban lancar dan
kewajiban jangka panjang.
a.

Kewajiban lancar (Current Liabilities) / Utang Jangka Pendek (Short

Term Liabilities) Kewajiban lancar adalah utang yang harus dilunasi dalam
jangka waktu kurang dari satu tahun. Kewajiban lancar antara lain:
1.

Utang wesel atau wesel bayar (notes payable) adalah surta janji pengakuan
bersedia untuk membayar sejumlah uang tertentu pda waktu tertentu
kepada siapa saja yang tercantum dalam surta tersebut atau yang ditunjuk.
4

2.

Utang dagang atau utang usaha (account payable) adalah segala pembelian
barang dagangan maupun barang yang digunakan untuk operasional usaha
secara kredit.

3.

Beban yang masih harus dibayar (accerued expenses) adalah kewajiban
yang timbul karena perusahaan telah menerima jasa dari pihak lain pada
waktu satu periode tetapi belum dibayar. Contoh : utang gaji, utang pajak,
dan utang bunga.

4.

Pendapatan yang diterima di muka (unearned revenue) adalah kewajiban
yang timbul karena perusahaan menerima uang yang lebih dahulu
sedangkan penyerahan barang atau jasa dilakukan pada periode
mendatang. Contoh : sewa diterima di muka dan komisi diterima di muka.

5.

Porsekot pendapatan (deferred revenue)

b.

Kewajiban jangka panjang (Long Term Liabilities/Debt) Kewajiban jangka

panjang adalah utang yang akan dilunasi dalam jangka waktu lebih dari satu tahun
dengan pembayaran baik diangsur maupun sekaligus. Kewajiban jangka panjang
antara lain:
1.

Utang obligasi (bond payable) adalah kewajiban yang timbul karena
perusahaan menerbitkan surat-surat obligasi.

2.

Utang hipotek (mortgage payable) adalah kewajiban yang harus dijamin
dengan harta tidak bergerak, misalnya tanah dan bangunan.

3.

Kredit investasi adalah kewajiban yang timbul karena perusahaan
memperoleh pinjaman dari pihak lain untuk melakukan investasi.

c.

Kewajiban lain-lain (Other liabilities) Kewajiban lain-lain adalah utang

yang tidak dapat secara layak diklasifikasikan sebagai kewajiban lancar maupun
kewajiban jangka panjang. Misalnya, utang kepada pemilik saham.
3.

Modal (Capital)

Modal adalah hak milik atau kekayaan pemilik (owners equity) dalam perusahaan,
yaitu sebesar selisih antara total aktiva dengan kewajiban perusahaan. Modal
untuk perusahaan perseroan disebut kekayaan pemegang saham (stockholders
5

equity). Modal juga dapat diartikan sebagai kewajiban perusahaan membayar hak
pemilik bila diperlukan, misalnya ketika ada anggota yang keluar atau perusahaan
dilikuidasi (dibubarkan). Contoh akun modal adalah:
1.

Modal pribadi

2.

Modal saham (untuk PT)

3.

Laba yang ditahan

4.

Modal simpanan (untuk koperasi atau modal anggota)

B.

Akun nominal / Akun dalam laporan laba/rugi
Akun nominal adalah akun yang digunakan untuk mencatat sumber-

sumber penghasilan dan penyebab terjadinya beban-beban, dari satu kesatuan
ekonomi untuk menunjukkan suatu jumlah penghasilan atau kerugian bersih pada
satu periode tertentu. Laporan ini sering disebut dengan “laporan rugi /laba atau
Ikhtisar rugi/laba, profit dan loss statement, earning statement dan income
statement”.
Secara umum, urutan klasifikasi akun nominal dalam laporan rugi/laba
dapat dikelompokkan menjadi:
1.

Pendapatan (Income, Revenue)
Pendapatan adalah peningkatan jumlah aktiva atau penurunan kewajiban

perusahaan, yang timbul dari penyerahan barang atau jasa atau kegiatan usaha
yang lain di dalam satu periode akuntansi. Tidak termasuk dalam pengertian
pendapatan adalah peningkatan aktiva atau penurunan kewajiban perusahaan yang
timbul dari adanya pembelian harga, investasi oleh pemilik diperolehnya
pinjaman, dan koreksi laba/rugi periode yang lalu.
Pendapatan yang berasal dari penyerahan barang dagangan (untuk
Perusahaan Dagang) atau pendapatan yang berasal dari penyerahan barang hasil
produksi (untuk Perusahaan Manufaktur) umumnya menggunakan istilah
“penjualan”, sedangkan istilah “pendapatan usaha/jasa” umumnya digunakan
untuk menyatakan pendapatan yang berasal dari penyerahan jasa (Perusahaan
Jasa).

6

Berdasarkan sumber pendapatan tersebut diperoleh, pendapatan dapat
dikelompokkan menjadi:
1.

Pendapatan Usaha, yaitu pendapatan yang diperoleh dari hasil usaha
pokok atau utama perusahaan, yaitu berupa pendapatan jasa/usaha (Fees
Income), penjualan/barang dagangan atau barang hasil produksi (sales
income).

2.

Pendapatan di Luar Usaha/Pendapatan Lain-lain (The Other Income), yaitu
pendapatan yang diperoleh dari hasil di luar usaha pokok atau utama
perusahaan. Misalnya:

2.

a.

Pendapatan bunga

b.

Pendapatan sewa (rent income)

c.

Penjualan aktiva tetap (gain on sales of fixed assets)

Beban usaha (beban operasi)
Beban

operasi

(Operating-expense)

adalah

beban-beban

yang

berhubungan dengan aktivitas usaha pokok perusahaan. Umumnya beban ini
dikelompokkan menjadi dua, yaitu:
1.

Beban Penjualan(selling-expense)
Yaitu beban-beban yang terjadi sehubungan dengan aktivitas penjualan

dan pemasaran barang/jasa.
Misalnya:
b.

Beban Gaji Bagian Penjualan (Sale Salaries)

c.

Beban Komisi Penjualan (Sales Commission)

d.

Beban Iklan (Advertising Expense)

e.

Beban Supplies (Supplies Expense), dll.

2.

Beban Umum dan Administrasi (General and Administrative Expense):

Yaitu beban-beban yang terjadi sehubungan dengan aktifitas perusahaan dalam
bidang administrasi dan beban-beban umum.
Misalnya:
a.

Gaji Bagiam Umum dan Administrasi (Office Salaries)

b.

Beban Jasa Profesional (Profesional Service Exp)
7

c.

Beban Asuransi (Insurance Expense)

d.

Beban Telepon, Listrik, dan Air (Telephone, Electric, and Water Expense)

e.

Beban Supplies Kantor (Office Supplies Expense)

f.

Beban Penyusutan Gedung, dll

Bagan akun

8

2.

PROSES PENCATATAN AKUN
Proses pencatatan ini merupakan awal dari siklus akuntansi. Sebelum kita
membahas lebih lanjut tahap-tahap dalam proses ini, akan dibahas terlebih dahulu
pengertian dan karakteristik akun. Seperti halnya kita mencatat materi pelajaran
pada buku catatan per subjek pelajaran, perusahaan juga melakukan hal yang
sama. Begitu banyak transaksi keuangan yang terjadi setiap harinya pada suatu
perusahaan. Transaksi keuangan tersebut akan dicatat berdasarkan kesamaan sifat
dan jenisnya. Transaksi keuangan yang memiliki kesamaan sifat dan jenis akan
dicatat pada satu buku. Catatan-catatan inilah yang disebut akun. Kalau
dianalogikan, materi pelajaran yang dicatat pada buku catatan itulah yang disebut
akun. Istilah lainnya, akun merupakan terjemahan dalam bahasa akuntansi dari
transaksi-transaksi keuangan yang terjadi pada suatu perusahaan. Jadi dalam
mencatat transaksi keuangan dalam sistem akuntansi digunakanlah akun-akun.

3.

KARAKTERISTIK AKUN

Karakteristik akun disini maksudnya adalah letak saldo normal akun. Artinya,
apabila saldo suatu akun bertambah atau berkurang, maka dimana kah akun tersebut
dicatat (debit atau kredit). Hal ini sesuai dengan prinsip pencatatan dalam akuntansi
atau yang lebih dikenal double entry system (sistem pencatatan berganda). Dimana
setiap transaksi minimal akan mempengaruhi dua akun, satu akun di debit dan satu akun
lagi di kredit. Sehingga jumlah saldo debit akan selalu sama dengan kredit. Pemahaman
terhadap karakteristik akun ini sangat diperlukan dalam membuat jurnal. Berikut
karakteristik akun seperti dijelaskan pada tabel dibawah ini:

AKUN

DEBIT

KREDIT

Aset

Saldo Bertambah

Saldo
Berkurang

Hutang

Saldo Berkurang

Saldo
Bertambah

Modal

Saldo Berkurang

Saldo
Bertambah

Pendapatan

Saldo Berkurang

Saldo
Bertambah

Beban

9

Judul: Akun Akuntansi

Oleh: Dwi Pande


Ikuti kami