Jurnal Hasil Perkuliahan Akhir

Oleh Safira Anindya Basalamah

357,8 KB 3 tayangan 0 unduhan
 


Bagikan artikel

Transkrip Jurnal Hasil Perkuliahan Akhir

JURNAL HASIL PERKULIAHAN SOSIOLOGI ANTROPOLOGI GIZI SAFIRA ANINDYA P21331119060 DOSEN PENGAMPU : Adilita Pramanti Angga Prasetyo Adi JURUSAN GIZI POLITEKNIK KESEHATAN KEMENTERIAN KESEHATAN JAKARTA II JAKARTA 2020 BAB I : PENGANTAR SOSIOLOGI DAN ANTROPOLOGI GIZI LATAR BELAKANG Masih banyak masyarakat di Indonesia kualitas gizinya sangat memprihatinkan. Hal ini dapat dilihat dari rendahnya nilai gizi masyarakat, gizi buruk, busung lapar di daerahdaerah karena tingginya tingkat kemiskinan. Kondisi tersebut dapat dipengaruhi oleh beberapa factor, seperti faktor ekonomi, sosial budaya, kebiasaan, dan kesukaan.  Sosiologi adalah ilmu yang mempelajari fakta sosial, dan fakta sosial bukanlah fakta individual. Fakta sosial adalah setiap cara bertindak yang umumnya terdapat dalam suatu masyarakat tertentu, yang sekaligus memiliki eksistensinya sendiri dengan cara dan dunianya sendiri, terlepas dari manifestasi manifestasi individu, misalnya kebiasaan, peraturan, norma (hukum) dan masyarakat yang merupakan contoh fakta sosial yang paling besar dan umum. (Emile Durkheim)  Sosiologi merupakan ilmu yang memusatkan perhatian pada segi segi kemasyarakatan yang bersifat umum dan berusaha untuk mandapatkan pola-pola umum darinya. (Soerjono Soekanto) Sosiologi Gizi adalah konsumsi masyarakat yang dipengaruhi oleh interaksi dan modernisasi.  Antropologi merupakan studi tentang umat manusia pada umumnya dengan mempelajari berbagai warna, bentuk, fisik masyarakat dan budaya yang dihasilkan. (Koentjaraningrat)  Antropologi adalah salah satu cabang ilmu pengetahuan sosial yang mempelajari tentang budaya masyarakat suatu etnis tertentu. Antropologi Gizi adalah konsumsi masyarakat dengan melihat budaya yang terkandung di dalammnya. Sosiologi Antropologi Gizi adalah Ilmu yang mempelajari pola makan pada masyarakat kota atau desa yg dipengaruhi oleh kebiasaan dan faktor lingkungan seperti lingkungan sosial, juga dipengaruhi oleh interaksi dalam masyarakat yang mempengaruhi status gizi pada masyarakat secara langsung atau tidak. SOSIOLOGI ANTROPOLOGI GIZI MASYARAKAT Kajian yang multidisiplin di dalam scientific sehingga menjadikan ilmu tersebut sebagai sistem yang efektif dalam menyelesaikan masalah gizi yang terjadi pada masyarakat sekarang. Fungsi : mempelajari sedalam-dalamnya kebudayaan, etnik dan apa saja pengaruhnya sehingga bila dibawa ke dalam masalah gizi masyarakat sangat luas pengaruhnya dan kita bisa mengetahui apa pengaruh dari budaya dan struktur masyarakat terhadap gizi masyarakat itu sendiri PERBEDAAN ANTROPOLOGI DAN SOSIOLOGI  Konsumsi masyarakat dengan melihat budaya yang terkandung didalamnya. Contohnya : makan mengunakan tangan  Konsumsi masyarakat yang dipengaruhi oleh interaksi dan modernisasi atau teknologi. Contohnya : mengajak teman memakan burger. TOKOH SOSIOLOGI DAN ANTROPOLOGI Tokoh Sosiologi : Tokoh Antropologi : 1. August Camte 1. Claude Levi Strauss 2. Emile Durkheim 2. Ralph Linton 3. Karl Max 3. Ruth Benedict 4. Max Webber 4. Koentjaraningrat SCIENCE of NUTRION. Adalah Suatu cabang ilmu pengetahuan kesehatan (kedokteran) yang berdiri sendiri yaitu Ilmu Gizi adalah Ilmu pengetahuan yang membahas sifat-sifat nutrien yang terkandung dalam makanan, pengaruh metaboliknya serta akibat yang timbul bila terdapat kekurangan zat gizi. ( Soekirman, 2000) PERAN PENTING SOSIOLOGI DAN ANTROPOLOGI GIZI Tingginya angka gizi buruk, kelaparan, produksi pangan lebih sedikit dari jumlah manusia, serta sulitnya membagi waktu makan pada masyarakat perkotaan dan tingkat gizi masyarakat pedesaan masih jauh dari seharusnya. Untuk mengatasi masalah yang terjadi saat ini di perlukannya suatu Antropolgi Gizi dalam mempelajari hal-hal yang menjadi penyebab dalam masalah gizi masyarakat. Sosiologi dan Antropologi Gizi erat kaitannya dengan Budaya Konsumsi Masyarakat. Dalam hal budaya konsumsi yang terjadi pada masyarakat pada saat ini, terdapat beberapa hal menarik yang perlu untuk di cermati. Contohnya, timbulnya suatu trend dalam masyarakat yang mengatakan " Kalau tidak makan nasi bukan makan namanya ". Padahal makanan lainnya seperti singkong, sagu, kacang-kacangan dan lain-lain, bisa di jadikan sebagai sumber makanan utama karena mengandung karbohidrat yang sangat baik untuk tubuh . FAKTOR-FAKTOR YANG MEPENGARUHI STATUS GIZI MASYARAKAT PERKOTAAN DAN PEDESAAN Sebagaimana dikemukakan oleh seorang ahli kesehatan masyarakat HL. Bloom (1974), Model :”Input to Health empat faktor yang mempengaruhi status kesehatan : Perilaku (Life Style), Lingkungan(Environment), Keturunan (Herediter), Pelayanan kesehatan(Health Care Service). Faktor-faktor tersebut saling berinteraksi dan saling ketergantungan dalam mempengaruhi status kesehatan individu maupun masyarakat. (Notoatmojo, 2011) antara masyarakat kota dan desa bisa hidup bersih, perilaku menjadi dasar penentu bagaimana masyarakat bisa terjauh dari penyakit agar mampu melakukan hidup sehat dan bersih dan pelayanan kesehatan adalah yang dominan.yang mempengaruhi kesehatan masyarakat yang bisa memberikan informasi tentang kesehatan. BAB II : KEBUDAYAAN DAN SISTEM SOSIAL BUDAYA Kebudayaan adalah segala sesuatu yang terdapat dalam masyarakat ditentukan dan diwariskan dalam bentuk simbolik sehingga dengan cara ini manusia mampu berkomunikasi melestarikan, dan mengembangkan pengetahuan serta sikapnya terhadap kehidupan. Kebudayaan perulangan - perulangan yang muncul didalam kehidupan manusia melaui struktur-struktur dalam masayrakat. MENURUT PARA AHLI Kebudayaan merupakan keseluruhan dari kelakuan dan hasil yang harus didapatkan dalam belajar,rasa dan akal budi manusia, semua itu tersusun dalam kehidupan masyarakat . (Kontjaraningrat) Kebudayaan merupakan hasil karya cipta dan rasa masyarakat. (Selo Soemarjan) UNSUR-UNSUR KEBUDAYAAN  Sistem Bahasa Bahasa atau sistem perlembagaan manusia secara lisan maupun tertulis untuk berkomunikasi , ciri ciri terpenting dari bahasa yang diucapkan oleh suku bangsa yang bersangkutan berserta variasii variasi dari bahasa itu.  Sistem Pengetahuan Sistem pengetahuan dalam kultural universal berkaitan dengan sistem peralatan hidup dan teknologi karena sistem pengetahuan bersifat abstrak dan berwujud didalam ide manusiaSistem pengetahuan .  Sistem Kekerabatan Unsur budaya yang membentuk manusia menjadi masyarakat melalui berbagai kelompok sosial, kelompok masyarakat kehidupan diatur oleh adat istiadat dan aturanaturan mengenai berbagai macam kesatuan didalam lingkungan.  Sistem Peralatan Manusia selalu berusahan untuk mempertahankan hidupnya sehingga mereka akan selalu membuat peralatan atau benda benda tersebut.  Sistem Ekonomi Cara mata pencaharian suatu kelompok masyarakat atau sistem perekonomian mereka untuk mencukupi kebutuhan hidupnya. Sistem ekonomi pada masyarakat tradisional, antara lain: 1. berburu dan meramu; 2. beternak; 3. bercocok tanam di ladang; 4. menangkap ikan; 5. bercocok tanam menetap dengan sistem irigasi.  Sistem Religi Pengertian sistem kepercayaan lebih luas dari agama dan kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa. Sistem kepercayaan berkaitan dengan kekuatan di luar diri manusia. Kepercayaan terhadap dewa- dewa, animisme, dinamisme, dan kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa adalah bukti unsur religi dalam kebudayaan. Dalam setiap kebudayaan akan ditemukan unsur ini walaupun dalam bentuk yang berbeda.  Kesenian Kesenian berkaitan erat dengan rasa keindahan (estetika) yang dimiliki oleh setiap manusia dan masyarakat. Rasa keindahan inilah yang melahirkan berbagai bentuk seni yang berbeda-beda antara kebudayaan yang satu dan kebudayaan yang lain.  Sistem Budaya Indonesia Sistem budaya indonesia sebagai totalitas nilai, tata sosial dan tata laku masyarakat Indonesia. SISTEM SOSIAL BUDAYA INDONESIA Konsep yang menjelaskan :  Suatu kompleksitas dari saling ketergantungan antar bagian-bagian, komponenkomponen, dan proses-proses yang melingkupi aturan-aturan tata hubungan yang dapat dikenali.  Suatu tipe serupa dari saling ketergantungan antar kompleksitas tersebut dengan lingkungan sekitarnya. Pluralitas masyarakat Indonesia disebabkan oleh :  Keadaan geografis  Letak Indonesia antara samudra Indonesia dan samudra Pasifik (pusat lalu lintas perdagangan dan persebaran agama)  Iklim yang berbeda (berakibat plural secara regional)  Curah hujan dan kesuburan tanah yang berbeda (pluralitas lingkungan ekologis) BAB III : TEORI STRUKTURAL FUNGSIONAL DAN KONFLIK ASUMSI STRUKTURAL FUNGSIONAL Masyarakat terintegrasi atas dasar kata sepakat para anggotanya terhadap nilai dasar kemasyarakatan yang menjadi panutannya. ANGGAPAN DASAR TEORI STRUKTURAL FUNGSIONAL  Masyarakat adalah suatu sistem dari bagian-bagian yang saling berhubungan.  Hubungan dalam masyarakat bersifat ganda dan timbal balik (Saling mempengaruhi)  Secara fundamental, sistem sosial cenderung bergerak kearah EQUILIBRIUM dan bersifat dinamis.  DISFUNGSI/KETEGANGAN SOSIAL/ PENYIMPANGAN pada akhirnya akan teratasi dengan sendirinya melalui PENYESUAIAN dan proses INSTITUSIONALISASI  PERUBAHAN-PERUBAHAN dalam SISTEM SOSIAL bersifat GRADUAL melalui PENYESUAIAN. Bukan bersifat REVOLUSIONER  Perubahan terjadi melalui 3 macam kemungkinan: 1. PENYESUAIAN SISTEM SOSIAL terhadap PERUBAHAN DARI LUAR (extra systemic change) 2. PERTUMBUHAN melalui PROSES DIFFERENSIASI STRUKTURAL DAN FUNGSIONAL 3. PENEMUAN BARU oleh ANGGOTA MASYARAKAT  Faktor terpenting dalam INTEGRASI adalah kosensus Teori Struktural Fungsional melihat masyarakat sebagai sebuah keseluruhan sistem yang saling berhubungan dan bekerja untuk meniptakan dan mendukung tatanan, keseimbangan dinamis dan stabilitas sosial. TEORI STRUKTURAL 1. Teori Tallcot Parson Sistem atau tatanan dalam masyarakat yang saling berkaitan. Melihat masyarakat sebagai sebuah keseluruhan sistem yang saling berhubungan dan bekerja untuk menciptakan dan mendukung tatanan, keseimbangan dinamis dan stabilitas sosial Struktur sosial  sistem sosial sub sistem Empat Fungsi Tindakan Parson (AGIL)  Adaption : menaggulangi situasi eksternal yang gawat secara internal dan eksternal  Goal Attainment : memiliki ujuan  Integration : mampu berintegrasi dengan diri sendiri dan dari luar, mampu mengatur hubungan antar bagian yang menjadi komponennya.  Latency : pemeliharaan, melengkapi, dan memperbaiki motivasi individual (menjaga kebiasaan). Contoh: Keluarga ; Sistem Pemerintahan ; Sistem Sosial ; Pendidikan ; Agama ; Ekonomi 2. Teori Robert K. Merton Masyarakat merupakan sebuah sistem sosial yang terdiri atas bagian atau elemen saling berkaitan dan saling menyatu dalam keseimbangan. Tetapi perubahan yang terjadi pada satu bagian akan membawa perubahan juga terhadap bagian yang lain. 3. Teori Dahredorf Karena adanya asosiasi terkoordinasi secara imperative (imperatively coordinated associations) yang mewakili organisasi-organisasi yang berperan penting dalam masyarakat. KENYATAAN YANG DIABAIKAN DALAM PENDEKATAN STRUKTURAL FUNGSIONAL  Setiap struktur sosial mengandung konflik dan kontradiksi yang bersifat internal dan menjadi penyebab perubahan  Reaksi suatu sistem sosial terhadap perubahan yang datang dari luar (extra systemic change) tidak selalu bersifat adjustive/tampak  Suatu sistem sosial dalam waktu yang panjang dapat mengalami konflik sosial yang bersifat berulang  Perubahan-perubahan sosial tidak selalu terjadi secara gradual melalui penyesuaian, tetapi juga dapat terjadi secara revolusioner. TEORI KONFLIK  Perubahan sosial merupakan gejala yang melekat di setiap masyarakat  Konflik adalah gejala yang melekat pada setiap masyarakat. Konflik terjadi karena adanya perbedaan dan kepentingan  Setiap unsur didalam suatu masyarakat memberikan sumbangan bagi terjadinya disintegrasi dan perubahan sosial  Setiap masyarakat terintegrasi diantara penguasaan atau dominasi oleh sejumlah orang atas sejumlah orang-orang yang lain. BENTUK PENGENDALIAN KONFLIK Konsiliasi (conciliation)  Mediasi (mediation)  Perwasitan (arbitration) FUNGSIONAL KONFLIK Sebagai katup penyelamat (savely valve), konflik realistis, dan non realistis, isu fungsional konflik, kondisi yang mempengaruhi konflik kelomok dalam dengan kelompok luar. TEORI KONFLIK DAHRENDORF Dahrendorf mengatakan bahwa kekuasaan dan otoritas merupakan sumber-sumber menakutkan,karena mereka yang memegangnya memiliki kepentingan untuk mempertahankan status quo. Dalam masyarakat selalu terdapat dua golongan yang berentangan yaitu antara penguasa dan yang dikuasai. Dahrendorf melihat yang terlibat kinflik adalah kelompok semu(quasi group), yaitu para pemegang kekuasaan atau jabatan dengan kepentingan yang sama yang terbentuk karena munculnya kelompok kepentingan. Adapun kelompok kepentingan adalah kelompok yang terdiri dari kelompok semu yang lebih luas. Kelompok kepentingan ini mempunyai struktur, organisasi, program, tujuan serta anggota yang jela. Kelompok kepentingan inilah yang menjadi sumber nyata timbulnya konflik. Teori konflik Dahrendorf adalah mata rantai antara konflik dan perubahan sosial. Konflik memimpin kearah perubahan dan pembangunan karena dalam konflik golongan yang terlibat konflik melakukan tindakan perubahan dalam struktur sosial. (sumber : Wirawan,I.B. 2012. Teori-teori sosial dalam tiga paradigma. Jakarta: Penamedia Gruop) BAB IV : SISTEM SOSIAL BUDAYA INDONESIA (2) POLA PANGAN HARAPAN SEBAGAI PENGGANTI KETERGANTUNGAN PADA BERAS KEBIJAKAN POLA MAKAN SISTEM SOSIAL BUDAYA INDONESIA (2) Bentuk Pengendalian Konflik 1. Konsiliasi Terwujud melalui lembaga – lembaga tertentu yang memungkinkan tumbuhnya pola diskusi dan pengambilan keputusan diantara pihak – pihak yang berkonflik. Dilakukan dengan cara damai. Lembaga – lembaga berfungsi efektif jika:  Bersifat otonom dengan wewenang untuk mengambil keputusan tanpa campur tangan pihak lain.  Kedudukan lembaga tersebut dalam masyarakt bersifat monopolistis (hanya lembaga tersebut yang berfungsi demikian).  Peran lembaga harus mampu mengikat kelompok kepentingan yang berlawanan. Termasuk keputusan – keputusan yang di hasilkan.  Harus bersifat demokratis. Prasyarat kelompok kepentingan untuk konsiliasi:    Masing-masing kelompok sadar sedang berkonflik. Kelompok-kelompok yang berkonflik terorganisasi secara jelas. Setiap kelompok yang berkonflik harus patuh pada rule of the game. 2. Mediasi Pihak yang berkonflik sepakat menunjuk pihak ketiga untuk memberi “nasehat nasehat” penyelesaian konflik. Tujuannya mengurangi irasionalitas kelompok yang berkonflik. 3. Perwasitan Dilakukan/terjadi jika pihak yang bersengketa bersepakat untuk menerima atau “terpaksa” menerima hairnya pihak ketiga yang akan memberikan “keputusankeputusan” tertentu untuk mengurangi konflik. Jika pengendalian konflik efektif, maka konflik akan menjadi kekuatan pendorong terjadinya perubahan – perubahan sosial yang terus berlanjut. Struktur Masyarakat Majemuk Indonesia  Masyarakat majemuk memiliki sub struktur dengan ciri yang sangat beragam sehingga disebut majemuk.  Masing – masing sub struktur berjalan dengan sistemnya masing –masing. Dalam struktur sosial terdapat sistem sosial. Dalam sistem sosial terdapat seperangkat kegiatan bersama yang memperlihatkan hubungan timbal balik yang disebut struktur. Sistem sosial dan struktur sosial tidak dapat dipisahkan. Struktur sosial memperlihatkan suatu hubungan yang konstan sebagai suatu kerangka. Sistem, memberikan sifat dan dinamika pada struktur secara keseluruhan. Indonesia adalah masyarakat majemuk yang ditandai oleh 2 ciri unik:   Majemuk secara horizontal; Majemuk secara vertical. Konsekuensinya adalah:  Dalam mengamati sistem sosial dan budaya serta realitas masyrakat Indonesia diperlukan minimal penguasaan 2 teori, yaitu; konflik dialektika dan structural fungsional.  Konflik dan konsensus adalah gejala yang melekat bersama-sama di masyarakat (David Lockwood) Masyarakat Majemuk Indonesia adalah suatu masyarakat majemuk yang masyarakatnya terdiri atas dua atau lebih elemen yang hidup sendiri – sendiri tanpa ada pembaruan satu sama lain dalam satu kesatuan politik (furnival). Ciri Masyarakat Majemuk Indonesia:  Dalam kehidupan politik, tidak ada kehendak bersama.  Dalam kehidupan ekonomi, tidak ada permintaan sosial yang dihayati bersama oleh seluruh elemen masyarakat (common social demand). Tidak adanya permintaan sosial yang dihayati bersama, menyebabkan karakter ekonomi yang berbeda.   Ekonomi majemuk → Masyarakat majemuk Ekonomi tunggal → Masyarakat homogen Akibatnya: Anggota masyarakat kurang memiliki loyalitas terhadap masyarakat sebagai keseluruhan, kurang memiliki homogenitas kebudayaan dan kurang memiliki dasar - dasar untuk saling memahami satu sama lain. Karakteristik Masyarakat Majemuk (Pierre L. Van Den Berghe)  Terjadsegmentasi kedalam bentuk kelompok – kelompok yang memiliki kebudayaan yang berbeda.  Memiliki struktur sosial yang terbagi-bagi ke dalam lembaga - lembaga yang non komplementer.  Kurang mengembangkan konsensus antar para anggotanya terhadap nilai-nilai yang bersifat dasar.  Relatif sering terjadi konflik.  Secara relatif, integrasi sosial tumbuh diatas paksaan dan saling ketergantungan dalam bidang ekonomi.  Adanya dominasi politik oleh suatu kelompok atas kelompok yang lain. Karakteristik masyarakat majemuk ini tidak bisa digolongkan ke dalam dua golongan masyarakat (modern dan tradisional) menurut Emile Durkheim. Terkait dengan ciri masyarakat majemuk:  Masyarakat majemuk tidak dapat disamakan dengan masyarakat yang memiliki unit-unit kekerabatan yang bersifat segmenter.  Masyarakat majemuk tidak dapat disamakan dengan masyarakat yang memiliki differensiasi atau spesialisasi yang tinggi Masyarakat yang memiliki unit kekerabatan yang bersifat segmenter adalah suatu masyarakat yang terbagi-bagi ke dalam berbagai kelompok berdasarkan garis keturunan tunggal, tetapi memiliki struktur kelembagaan yang bersifat homogen. Masyarakat yang memiliki diferensiasi / spesialisasi tinggi adalah suatu masyarakat dengan tingkat differensiasi fungsional yang tinggi dengan banyak lembaga-lembaga kemasyarakatan yang saling komplementer dan saling tergantung. Menurut Van Den Berghe: Solidaritas mekanis dan solidaritas organis sulit di tumbuhkan dalam masyarakat majemuk karena pengelompokan yang terjadi bersifat sesaat atas dasar kepentingan praktis. Faktor yang mengintegrasikan masyarakat majemuk:  Adanya konsensus diantara sebagian besar anggota masyarakat terhadap nilai – nilai kemasyarakatan yang bersifat fundamental.  Adanya berbagai masyarakat yang berasal dari berbagai kesatuan sosial(cross cutting affiliations) yang akan menyebabkan terjadinya loyalitas ganda (cross cutting loyalities) Kemungkinan yang terjadi pada masyarakat majemuk minimal ada dua tingkatan konflik yang mungkin terjadi:  Konflik bersifat ideologis Terwujud dalam bentuk konflik antara sistem nilai yang dianut oleh serta menjadi ideologi dari berbagai kesatuan sosial.  Konflik bersifat politis Terjadi dalam bentuk pertentangan di dalam pembagian status kekuasaan dan sumber – sumber ekonomi yang terbatas, diantara anggota masyarakat. Suatu integrasi sosial yang tangguh dapat berkembang apabila:  Sebagian besar anggota masyarakat bangsa bersepakat tentang batas – batas territorial dari negara sebagai suatu kehidupan politik.  Sebagian besar anggota masyarakat bersepakat mengenai struktur pemerintahan dan aturan – aturan dalam proses politik yang berlaku bagi seluruh masyarakat (William Liddle) . Konsep status dan peranan dalam melihat hubungan individu dengan sistem sosial: Status adalah suatu posisi dalam struktur sosial yang menentukan dimana seseorang menempatkan dirinya dalam suatu komunitas dan bagaimana ia diharapkan bersikap dan berhubungan dengan orang lain. Peranan adalah pola perilaku yang diharapka dari seseorang yang mempunyai status atau posisi tertentu dalam suatu organisasi atau masyarakat. Dalam suatu SISTEM SOSIAL, individu menduduki suatu tempat (status) dan bertindak (berperan) sesuai dengan norma-norma atau aturan-aturan yang dibuat oleh sistem. Diferensiasi Sosial Kalau kita memperhatikan masyarakat di sekitar kita, ada banyak sekali perbedaanperbedaan yang kita jumpai. Perbedaan-perbedaan itu antara lain dalam agama, ras, etnis, clan (klen), pekerjaan, budaya, maupun jenis kelamin. Perbedaan-perbedaan itu tidak dapat diklasifikasikan secara bertingkat/vertikal seperti halnya pada tingkatan dalam lapisan ekonomi, yaitu lapisan tinggi, lapisan menengah dan lapisan rendah. Perbedaan itu hanya secara horisontal. Perbedaan seperti ini dalam sosiologi dikenal dengan istilah Diferensiasi Sosial. Diferensiasi adalah klasifikasi terhadap perbedaan-perbedaan yang biasanya sama. Pengertian sama disini menunjukkan pada penggolongan atau klasifikasi masyarakat secara horisontal, mendatar, atau sejajar. Asumsinya adalah tidak ada golongan dari pembagian tersebut yang lebih tinggi daripada golongan lainnya. Pengelompokan horisontal yang didasarkan pada perbedaan ras, etnis (suku bangsa), klen dan agama disebut kemajemukan sosial, sedangkan pengelompokan berasarkan perbedaan profesi dan jenis kelamin disebut heterogenitas sosial. Ciri – Ciri yang Mendasari Diferensiasi Sosial  Ciri Fisik. Diferensiasi ini terjadi karena perbedaan ciri-ciri tertentu. Misalnya : warna kulit, bentuk mata, rambut, hidung, muka, dsb.  Ciri Sosial. Muncul karena perbedaan pekerjaan yang menimbulkan cara pandang dan pola perilaku dalam masyarakat berbeda. Termasuk didalam kategori ini adalah perbedaan peranan, prestise dan kekuasaan. Contohnya : pola perilaku seorang perawat akan berbeda dengan seorang karyawan kantor.  Ciri Budaya. Berhubungan erat dengan pandangan hidup suatu masyarakat menyangkut nilai-nilai yang dianutnya, seperti religi atau kepercayaan, sistem kekeluargaan, keuletan dan ketangguhan (etos). Hasil dari nilai-nilai yang dianut suatu masyarakat dapat kita lihat dari bahasa, kesenian, arsitektur, pakaian adat, agama, dsb. Bentuk – Bentuk Diferensiasi Sosial  Diferensiasi Ras. Ras adalah suatu kelompok manusia yang memiliki ciri-ciri fisik bawan yang sama. Diferensiasi ras berarti pengelompokan masyarakat berdasarkan ciri-ciri fisiknya, bukan budayanya.  Diferensiasi Suku Bangsa (Etnis). Menurut Hassan Shadily MA, suku bangsa atau etnis adalah segolongan rakyat yang masih dianggap mempunyai hubungan biologis. Diferensiasi suku bangsa merupakan penggologan manusia berdasarkan ciriciri biologis yang sama, seperti ras.Namun suku bangsa memiliki ciri-ciri paling mendasar yang lain, yaitu adanya kesamaan budaya. Suku bangsa memiliki kesamaan berikut : - ciri fisik - kesenian - bahasa daerah - adat istiadat  Diferensiasi Klen (Clan). Klen (Clan) sering juga disebut kerabat luas atau keluarga besar. Klen merupakan kesatuan keturunan (genealogis), kesatuan kepercayaan (religiomagis) dan kesatuan adat (tradisi). Klen adalah sistem sosial yang berdasarkan ikatan darah atau keturunan yang sama umumnya terjadi pada masyarakat unilateral baik melalui garis ayah (patrilineal) maupun garis ibu (matrilineal). Klen atas dasar garis keturunan ayah (patrilineal) antara lain terdapat pada Masyarakat Batak (dengan sebutan Marga), Masyarakat Minahasa (klennya disebut Fam), Masyarakat Ambon (klennya disebut Fam), Masyarakat Flores (klennya disebut Fam). Klen atas dasar garis keturunan ibu (matrilineal) antara lain terdapat pada masyarakat Minangkabau, Klennya disebut suku yang merupakan gabungan dari kampuang-kampuang.  Diferensiasi Agama. Diferensiasi agama merupakan pengelompokan masyarakat berdasarkan agama/kepercayaannya. Komponen-komponen agama, yaitu emosi keagamaan, sistem keyakinan, upacara keagamaan, tempat ibadah, umat. Dalam perkembangannya agama mempengaruhi masyarakat dan demikian juga masyarakat mempengaruhi agama atau terjadi interaksi yang dinamis. Di Indonesia, kita mengenal agama Islam, Katolik, Protestan, Budha dan Hindu. Disamping itu berkembang pula agama atau kepercayaan lain, seperti Khong Hu Chu, Aliran Kepercayaan, Kaharingan dan Kepercayaan-kepercayaan asli lainnya.  Diferensiasi Profesi. Diferensiasi profesi merupakan pengelompoka masyarakat yang didasarkan pada jenis pekerjaan atau profesinya. Profesi biasanya berkaitan dengan suatu ketrampilan khusus. Misalnya profesi dosen memerlukan keterampilan khusus, seperti : pandai berbicara, suka membimbing, sabar, dsb. Berdasarkan perbedaan profesi kita mengenal kelompok masyarakat berprofesi seperti guru, dokter, pedagang, buruh, pegawai negeri, tentara, dan sebagainya. Perbedaan profesi biasanya juga akan berpengaruh pada perilaku sosialnya. Contohnya, perilaku seorang guru akan berbeda dengan seorang dokter ketika keduanya melaksanakan pekerjaannya.  Diferensiasi Jenis Kelamin. Jenis kelamin merupakan kategori dalam masyarakat yang didasarkan pada perbedaan seks atau jenis kelamin (perbedaan biologis). Perbedaan biologis ini dapat kita lihat dari struktur organ reproduksi, bentuk tubuh, suara, dan sebagainya. Atas dasar itu, terdapat kelompok masyarakat laki-laki atau pria dan kelompok perempuan atau wanita.  Diferensiasi Asal Daerah. Diferensiasi ini merupakan pengelompokan manusia berdasarkan asal daerah atau tempat tinggalnya, desa atau kota. Terbagi menjadi masyarakat desa dan masyarakat kota. Perbedaan orang desa dengan orang kota dapat kita temukan dalam hal-hal berikut ini : perilaku,tutur kata, cara berpakaian, cara menghias rumah, dsb.  Diferensiasi Partai. Demi menampung aspirasi masyarakat untuk turut serta mengatur negara/ berkuasa, maka bermunculan banyak sekali partai. Diferensiasi partai adalah perbedaan masyarakat dalam kegiatannya mengatur kekuasaan negara, yang berupa kesatuan-kesatuan sosial, seazas, seideologi dan sealiran. Industrialisasi Industrialisasi yang terjadi saat ini telah membawa pengaruh dan dampak yang sangat besar bagi kehidupan manusia. Industri memberi mata pencaharian kepada berjuta-juta rakyat dalam bidang-bidang yang berbeda. Industri membuka peluang bagi banyak orang untuk mengembangkan kemampuannya. Industri mempunyai pengaruh baik langsung maupun tidak langsung. Misalnya secara industri telah membentuk perilaku, sikap, gaya hidup dan bahkan nilai-nilai dalam masyarakat. Revolusi Industri dan Munculnya Kapitalisme Industri Revolusi Industri adalah perubahan teknologi, sosioekonomi, dan budaya pada akhir abad ke-18 dan awal abad ke-19 yang terjadi dengan penggantian ekonomi yang berdasarkan pekerja menjadi yang didominasi oleh industri dan diproduksi mesin. Revolusi ini dimulai di Inggris dengan perkenalan mesin uap (dengan menggunakan batu bara sebagai bahan bakar) dan ditenagai oleh mesin (terutama dalam produksi tekstil). Perkembangan peralatan mesin logam-keseluruhan pada dua dekade pertama dari abad ke-19 membuat produk mesin produksi untuk digunakan di industri lainnya. Awal mulai Revolusi Industri tidak jelas tetapi T.S. Ashton menulisnya kira-kira 17601830. Tidak ada titik pemisah dengan Revolusi Industri II pada sekitar tahun 1850, ketika kemajuan teknologi dan ekonomi mendapatkan momentum dengan perkembangan kapal tenaga-uap, rel, dan kemudian di akhir abad tersebut perkembangan mesin bakar dalam dan perkembangan pembangkit tenaga listrik. Dampak Revolusi Industri Efek budayanya menyebar ke seluruh Eropa Barat dan Amerika Utara, kemudian mempengaruhi seluruh dunia. Efek dari perubahan ini di masyarakat sangat besar dan seringkali dibandingkan dengan revolusi kebudayaan pada masa Neolitikum ketika pertanian mulai dilakukan dan membentuk peradaban, menggantikan kehidupan nomadik. Istilah "Revolusi Industri" diperkenalkan oleh Friedrich Engels dan Louis-Auguste Blanqui di pertengahan abad ke-19. Era Industrialisasi di Indonesia  Era Industrialisasi di Indonesia: Periode Pendudukan Belanda Perkembangan industrialisasi di Indonesia, terbagi dalam empat periode, mulai dari tanam paksa hingga berakhirnya Pemerintahan Hindia Belanda, pendudukan Jepang hingga akhir Perang Dunia II, proklamasi hingga berakhirnya Orde Lama, serta masa Orde Baru hingga berakhirnya pembangunan Jangka Panjang I. Industrialisasi di Indonesia, berawal pada perkembangan industri di sektor perubahan, dan baru menjelang tahun 1900, pemerintahan Hindia Belanda saat itu mengalihkan kesektor lain. Perkembangan industrialisasi juga tidak terlepas dari peristiwa dunia, seperti ekspansi Jerman ke negara-negara Eropa, Perang Dunia I, serta Perang Asia Timur Raya.  Era Industrialisasi di Indonesia: Periode Pendudukan Jepang Kebijakan industri pada masa pendudukan Jepang beralih ke keperluan perang. Dalam masa ini dikembangkan satu kebijakan yaitu kebijakan Ekonomi Wilayah Selatan yang meliputi 2 wilayah, yaitu Hindia Belanda, Malaya, Baruto dan Filipina yang termasuk wilayah pertama, dan Indochina, dan Muangthai termasuk wilayah dua. Pada masa ini pula terjadi perubahan struktur industri, dimana pola industri dengan menghasilkan bahan baku untuk ekspor, berkembang menjadi industri pengolahan bahan baku menjadi bahan jadi untuk konsumsi sendiri.  Era Industrialisasi di Indonesia: Periode 20 Tahun Indonesia Merdeka Perkembangan industri di Indonesia, penggal waktu ketiga ditandai dengan trial dan error dalam pengembangan industri. Hal ini karena bangsa Indonesia memang belum memiliki pengalaman sendiri dalam mengelola industri. Pada penggal waktu ini ditandai dengan silih bergantinya pemerintahan, sehingga industri tidak berkembang kemudian dibuat Rencana Pembangunan Lima Tahun, yang disahkan DPR pada tahun 1958 dan berlaku surut hingga 1 Januari 1956. Tahun 1957 terjadi nasionalisasi pengusaha asing yang secara tidak langsung dimulainya militer masuk dalam dunia bisnis.  Era Industrialisasi di Indonesia: Periode Orde Baru Repelita sebagai ganti dari PNSB dimulai dengan target ambisius yaitu meningkatkan hingga 50% produksi dalam waktu 5 tahun. Repelita menekankan pada industri pertanian. Masa ini terjadi dalam tahap stabilisasi dan reformasi, bimbingan dan penyuluhan, konsolidasi industri kecil, Broad Spektrum, serta pembinaan terbesar. Repelita ini dibagi dalam Pembanguan Lima Tahun I hingga ke V. Pelita I ditandai dengan probahan proyek pembinaan industri kecil kerajinan rakyat. Pelita II ditandai dengan pemberian fasilitas kredit. Pelita III ditandai dengan keterkaitan industri kecil pada perekonomian nasional. Pelita IV ditandai dengan program bapak angkat dalam pemberian bahan baku. Pelita V peningkatan fungsi bapak angkat dalam pemasaran. POLA PANGAN HARAPAN SEBAGAI PENGGANTI KETERGANTUNGAN PADA BERAS Dasar Regulasi Pangan merupakan hal yang sangat penting dan strategis bagi keberlangsungan hidup umat manusia. Kebutuhan manusia akan pangan ialah hal yang sangat mendasar, sebab konsumsi pangan adalah salah satu syarat utama penunjang kehidupan. Kini pangan ditetapkan sebagai bagian dari hak asasi manusia yang penyelenggaraannya wajib dijamin oleh negara. Penyelenggaraan urusan pangan di Indonesia diatur melalui Undang-Undang Pangan Nomor 18 Tahun 2012 pengganti Undang-Undang Pangan Nomor 7 Tahun 1996. Dalam Undang-Undang Pangan ini ditekankan pemenuhan kebutuhan pangan di tingkat perorangan, dengan memanfaatkan potensi sumber daya alam, manusia, sosial, ekonomi dan kearifan lokal secara bermanfaat. Konsep Pola Pangan Harapan (PPH) Pola Pangan Harapan (PPH) adalah susunan beragam pangan atau kelompok pangan yang didasarkan atas sumbangan energinya, baik secara absolut maupun relatif terhadap total energi baik dalam hal ketersediaan maupun konsumsi pangan, yang mampu mencukupi kebutuhan dengan mempertimbangkan aspek-aspek sosial, ekonomi, budaya, agama, cita rasa. PPH mencerminkan susunan konsumsi pangan anjuran untuk hidup sehat, aktif dan produktif. Dengan pendekatan PPH dapat dinilai mutu pangan berdasarkan skor pangan dari 9 bahan pangan. Ketersediaan pangan sepanjang waktu, dalam jumlah yang cukup dan hanya terjangkau sangat menentukan tingkat konsumsi pangan di tingkat rumah tangga. Selanjutnya pola konsumsi pangan rumah tangga akan berpengaruh pada komposisi konsumsi pangan (Depkes RI , 2010). Pola pangan masyarakat yang mengacu pada Pola Pangan Harapan dijadikan sebagai tolok ukur keberhasilan pelaksanaan program diversifikasi pangan. Program diversifikasi bukan bertujuan untuk mengganti bahan pangan pokok beras dengan sumber karbohidrat lain, tetapi untuk mendorong peningkatan sumber zat gizi yang cukup kualitas dan kuantitas, baik komponen gizi makro maupun gizi mikro (Widyakarya Nasional Pangan dan Gizi XI, 2010) Diversifikasi pangan adalah suatu proses pemanfaatan dan pengembangan suatu bahan pangan sehingga penyediaannya semakin beragam. Latar belakang pengupayaan diversifikasi pangan adalah melihat potensi negara kita yang sangat besar dalam sumber daya hayati. Indonesia memiliki berbagai macam sumber bahan pangan hayati terutama yang berbasis karbohidrat. Setiap daerah di Indonesia memiliki karateristik bahan pangan lokal yang sangat berbeda dengan daerah lainnya. Diversifikasi pangan juga merupakan solusi untuk mengatasi ketergantungan masyarakat di Indonesia terhadap satu jenis bahan pangan yakni beras. Target 2014 Pemerintah melalui kementerian Pertanian pada 2014, mentargetkan secara nasional skor untuk PPH penganekaragaman pangan berbasis sumber daya lokal dapat mencapai (93.3). Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2012 Tentang Pangan member arahan bahwa untuk memenuhi pola konsumsi pangan yang beragam, bergizi seimbang dan aman serta mengembangkan usaha pangan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat dilakukan, antara lain: melalui penetapan kaidah penganekaragaman pangan, pengoptimalan pangan lokal, pengembangan teknologi dan sistem insentif bagi usaha pengolahan pangan lokal, pengenalan jenis pangan baru termasuk pangan lokal yang belum dimanfaatkan, pengembangan diversifikasi usaha tani dan perikanan, peningkatan ketersediaan dan akses benih dan bibit tanaman, ternak, dan ikan; pengoptimalan pemanfaatan lahan termasuk lahan pekarangan; penguatan usaha mikro, kecil dan menengah di bidang pangan; serta pengembangan industri pangan yang berbasis pangan lokal. Implementasi Untuk implentasinya, telah dikeluarkan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 22 Tahun 2009 tentang Kebijakan Percepatan Penganekaragaman Konsumsi Pangan Berbasis Sumber Daya Lokal. Menjadi acuan bagi Pemerintah dan Pemerintah Daerah dalam melakukan perencanaan, penyelenggaraan, evaluasi, dan pengendalian kegiatan percepatan penganekaragaman konsumsi pangan berbasis sumber daya lokal. Di tingkat provinsi, kebijakan tersebut telah ditindaklanjuti melalui surat edaran atau Peraturan Gubernur (Pergub), dan di tingkat kabupaten/kota ditindaklanjuti dengan surat edaran atau Peraturan Bupati/Walikota (Perbup/Perwalikota). Sebagai bentuk keberlanjutan program Percepatan Penganekaragaman Konsumsi Pangan (P2KP) Berbasis Sumber Daya Lokal tahun 2010, pada tahun 2013 program P2KP diimplementasikan melalui kegiatan: 1. Optimalisasi Pemanfaatan Pekarangan melalui konsep Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL); 2. Model Pengembangan Pangan Pokok Lokal (MP3L); 3. Sosialisasi dan Promosi P2KP KEBIJAKAN POLA MAKAN Potensi Sumber Daya Pangan   Pemanfaatan Lahan Rumah Budidaya Tanaman Pangan Potensi Pangan Lokal     Mengurangi Ketergantungan Beras Meningkatkan Potensi Ekonomi Lokal Mengenal Beragam Jenis Makanan Khas Indonesia Pariwisata Memenuhi Gizi Masyarakat     Kuantitas Pangan Kualitas Pangan Mencegah Stunting Penyuluhan Kepada Masyarakat Diversifikasi Pangan Rumah Tangga Proses pemilihan pangan tidak bergantung pada satu jenis pangan, dari aspek produksi,aspek pengolahan, aspek distribusi hingga proses konsumsi pada tingkat rumah tangga. Tujuan Diversifikasi Pangan pada Rumah Tangga Penganekaragaman dan pemenuhan gizi pada rumah tangga dari pangan pokok dan semua pangan lain. Keuntungan Kebijakan Diversifikasi Pangan pada Rumah Tangga  Dalam lingkup nasional pengurangan konsumsi beras memberikan dampak positif  Konsumsi pangan akan merubah alokasi sumber daya kearah efisien  Nutrisi untuk mewujudkan pola pangan harapan Pola Pangan Harapan Susunan keragaman pangan yang didasarkan pada sumbangan energi dari kelompok pangan utama pada tingkat ketersediaan maupun konsumsi pangan. Peran Akademisi dalam Kebijakan Pangan    Melakukan Penyuluhan Mewujudkan Tridarma Perguruan Tinggi Transformasi Budaya dan Nilai Model Perilaku Konsumsi Pangan dan Anak analysis of children’s of food consumption behavior model, atau Model Lund & Burk (Sianjur, 1982). Sianjur (1982) juga menjelaskan tentang tiga tipe kebutuhan yang berkaitan dengan dorongan dasar (motivasi):    Kebutuhan biogenic; Kebutuhan psikogenik; Kebutuhan sosiogenik. Teori Terbentuknya Pola Makan      Children’food consumtion behaviour model oleh: lund &Burk (1969) Teori Kode dimensi ganda (Multi-dimensional code theory) Model Wenkam (1969) Hartog (1995) Lewin’s motivational model (chanel theory = teori alur teori saluran )  Asumsi pertama Semua pangan yang dikonsumsi bergerak selangkah demi selangkahmelalui alur, yang sifat dan jumlahnya bervariasi antar budaya. Setiap alur diawasi seseorang yang disebut sebagai gatekeepers.  Asumsi kedua Terdapat beragam kekuatan yang menggerakkan pangan dalam alur, dan ada juga kekuatan yang menghadang masuknya pangan dalam alur Kekuatan yang dapat mendorong dan menghadang adalah rasa, nilai sosial, manfaat bagi kesehatan dan harga BAB V : PRESENTASI ANALISIS JURNAL D4-2A Kelompok 1A : Pengetahuan lokal ibu tentang pentingnya gizi dan sarapan pagi bagi anak.  Permasalahan : Pentingnya pendidikan ibu tentang gizi dan sarapan bagi anak.  Metode: Metode Kuantitatif  Penyelesaian Masalah : Memanfaatkan adanya penyuluhan kepada ibu.  Ringkasan : Sarapan pagi itu sangat penting untuk anak sekolah dan sebagai ibu kurang mengetahui pentingnya sarapan pagi. Kelompok 5A : Pola Makan Mie Instant pada mahasiswa  Permasalahan : Budaya atau kebiasaan pola makan mie instan di kalangan mahasiswa  Metode: Pendekatan sosial budaya dan metode Kuantitatif  Ringkasan : Pola makan pada mahasiswa kos yang memilih makan mie instant karena aspek positif pada mie Instant sehingga tidak megganggu aktivitas. Kelompok 7A : Hubungan sarapan dan sosial budaya dengan status gizi anak SD.  Permasalahan : Masalah gizi pada anak yaitu rendahnya asupan energi sarapan pagi pada anak sekolah dasar.  Penyelesaian Masalah : Observasi pada desain cross sectional.  Obyek Penelitian : Sumbangan energi sarapan pagi dan sosial budaya  Teori yang dipakai : Teori Planned Behaviour  Ringkasan : Sarapan pagi untuk anak menyumbangkan 25 % energi, selain itu 10 pesan dasar gizi seimbang antara lain yang membiasakan untuk mengonsumsi lauk pauk. BAB VI : PRESENTASI ANALISIS JURNAL D4-2B DAN TEKNOLOGI PENGOLAHAN PANGAN DAN MASYARAKAT KONSUMSI Kelompok 3 Analisis Jurnal: Kajian makanan dalam perspektif anthropologi Rangkuman : Didalam jurnal ini membahas tentang kebiasaan makan sebagai suatu bentuk tingkah laku berpola yang sangat terkait dengan kebudayaan, yang mencakup juga kepercayan dan pantangan makanan yang berkembang dalam sekelompok masyarakat. Dengan adanya kebudayaan yang berkembang dalam suatu kelompok masyarakat, hal itulah yang membedakan dengan kelompok masyarakat lainnya. Adanya makanan sangat berkaitan erat dengan sebuah kebudayaan yang ada pada suatu kelompok mayarakat, karena hal itulah yang akan meninmbulkan banyak kepercayaan yang dianut sehingga menimbulkan banyak pantangan pada suatu makanan yang juga akan berdampak pada gizi mereka. Kelompok 6 Analisis Jurnal: Dimensi etis terhadap budaya makan dan dampaknya pada masyarakat Rangkuman : Memakan makanan yang diizinkan berani patuh dan taat pada norma budaya yang ada, tetapi sekaligus membawa “ keselamatan “ bagi dirinya agar tidak melakukan pelanggaran. Makanan dikategorikan menjadi makanan yang boleh dimakan dan tidak boleh dimakan. Makanan yang boleh dan tidak boleh dimakan belum tentu memiliki nilai gizi yang memadai. Oleh karena itu, kategori makanan menjadi pemicu akan munculnya berbagai hal seperti perilaku makan, perubahan gaya hidup, persepsi masyarakat, nilai keagamaan dan ekspesi simbolik. Kelompok 7 Analisis Jurnal : Hubungan sarapan dan sosial budaya dengan status gizi anak SD pulau semau, kabupaten kupang Rangkuman : Pola makan seseorang berkaitan dengan kebiasaan makannya. Sekitar 80 % tidak memiliki pantangan makanan, dan 20 % sisanya memliki pantangan. Penyebab adanya pantangan makanan dikarenakan kesehatan seseorang seperti: gatal gatal, sakit perut, sakit kepala, muntah dan batuk. Adanya faktor sosial budaya dengan status gizi ditandai dengan pandangan terhadap suatu makanan yang sudah berinteraksi selama bertahun-tahun dan turun-menurun. Hasil analisis bivariat sebanyak 35% siswa SD yang tidak memiliki pantanggan tetapi memliki status gizi kurus, karena pantangan makanan bukan merupakan faktor penyebab status gizi kurus. Rendahnya tingkat konsumsi makanan anak SD pulau Semau adalah penyebab status gizi kurus. Indonesia memiliki beraneka ragam suku dan budaya, sehingga indonesia mempunyai ragam makanan yang sangat beragam, dimulai dari cara mengolah, menyajikannya, dan mempunyai ciri khas masing-masing di tiap daerah. GIZI TEKNOLOGI PANGAN Awal Mula Teknologi Pangan • Sejarah teknologi pangan dimulai ketika Nicolas Appert mengalengkan bahan pangan, sebuah proses yang masih terus berlangsung hingga saat ini. Namun ketika itu, Nicolas Appert mengaplikasikannya tidak berdasarkan ilmu pengetahuan terkait pangan. • teknologi pangan berdasarkan ilmu pengetahuan dimulai oleh Louis Pasteur ketika mencoba untuk mencegah kerusakan akibat mikroba pada fasilitas fermentasi anggur setelah melakukan penelitian terhadap anggur yang terinfeksi. • Pasteur juga menemukan proses yang disebut pasteurisasi, yaitu pemanasan susu dan produk susu untuk membunuh mikroba yang ada di dalamnya dengan perubahan sifat dari susu yang minimal. Manfaat Teknologi Pangan • Ketersediaan pangan • Alam menghasilkan bahan pangan • kebutuhan manusia akan pangan adalah rutin. • Teknik pengawetan juga memungkinkan untuk mendistribusikan bahan pangan secara merata ke seluruh penjuru dunia Prasarana Ekonomi dan Komunikasi • Transportasi sangat penting peranannya bagi daerah baik itu perdesaan atau daerah urban di negara-negara yang sedang berkembang, karena menyediakan akses bagi masyarakat untuk memenuhi kebutuhan barang dan jasa sehari-hari, serta meningkatkan kehidupan sosial ekonomi. • Infrastruktur fisik terutama jaringan jalan sebagai pembentuk struktur ruang nasional memiliki keterkaitan yang sangat kuat dengan pertumbuhan ekonomi suatu wilayah maupun sosial budaya kehidupan masyarakat. Dalam konteks ekonomi, jalan sebagai modal sosial masyarakat merupakan tempat bertumpu perkembangan ekonomi, sehingga pertumbuhan ekonomi yang tinggi sulit dicapai tanpa ketersediaan jalan yang memadai. Pengolahan Hasil Pertanian • Memperpanjang waktu dan jumlah persediaan • Memudahkan penyimpanan dan distribusi • Meningkatkan nilai tambah ekonomis dan nilai tambah sosial • Meningkatkan nilai gizi Penyimpanan Pasca Panen • Mencegah susut bobot • Memperlambat perubahan kimiawi yang tidak diinginkan • Meningkatkan nilai ekonomi BAB VII : TEKNOLOGI PENGELOLAAN PANGAN DAN MASYARAKAT KONSUMSI SEJARAH TEKNOLOGI PANGAN Sejarah teknologi pangan dimulai ketika Nicolas Appert mengalengkan bahan pangan, proses yang masih terus berlangsung hingga sekarang. Saat itu mengaplikasikannya tidak berdasarkan ilmu pengetahuan pangan. Teknologi pangan berdasarkan ilmu pengetahuan dimulai Louis Pasteur ketika mencoba mencegah kerusakan akibat mikroba pada fasilitas fermentasi anggur setelah melakukan penelitian terhadap anggur yg terinfeksi. Pasteurisasi = pemanasan susu dan produk susu untuk membunuh mikroba yang ada di dalamnya dengan perubahan sifat dari susu yang minimal. MANFAAT TEKNOLOGI PANGAN • Ketersediaan pangan • Alam menghasilkan bahan pangan • kebutuhan manusia akan pangan adalah rutin. • Teknik pengawetan juga memungkinkan untuk mendistribusikan bahan pangan secara merata ke seluruh penjuru dunia PRASARANA EKONOMI & KOMUNIKASI • Transportasi sangat penting peranannya bagi daerah (perdesaan atau daerah urban) di negara-negara yang sedang berkembng, karena menyediakan akses bagi masyarakat untuk memenuhi kebutuhan barang dan jasa sehari-hari, meningkatkan kehidupan social ekonomi. • Infrastruktur fisik terutama jaringan jalan sebagai pembentuk struktur ruang nasional memiliki keterkaitan yang sangat kuat dengan pertumbuhan ekonomi suatu wilayah maupun social budaya kehidupan masyarakat. Dalam konteks ekonomi, jalan sebagai modal sosial masyarakat merupakan tempat bertumpu perkembangan ekonomi, sehingga pertumbuhan ekonomi yang tinggi sulit dicapai tanpa ketersediaan jalan yang memadai. PENYIMPANAN PASCA PANEN  Mencegah susut bobot  Memperlambat perubahan kimiawi yang tidak diinginkan  Meingkatkan nilai ekonomi MASYARAKAT KONSUMSI Masyarakat yang mengkonsumsi bukan hanya barang, namun juga jasa dan jasa yang saling berhubungan dengan manusia CIRI-CIRI MASYARAKAT KONSUMSI  Tidak pernah mengkonsumsi objek itu sendiri dalam nilai gunanya  Objek selalu dimanipulasi sebagai tanda yang membedakan status Antara dengan individu TERBENTUKNYA GAYA HIDUP • Pertumbuhan pusat-pusat perbelanjaan, kompleks-kompleks rekreasi, gaya hidup rekreatif (kafe-kafe bergaya tertentu hingga bangunan-bangunan Disneyworld. ) • Peningkatan berbagai bentuk kegiatan • belanja, mulai dari pemesanan lewat pos, mal, penjualan di atas mobil dan toko barang bekas. • Peningkatan penekanan pada gaya, desain, dan penampilan barang-barang TEKNOLOGI & KEBIASAAN MAKAN • Kebiasaan makan didefinisikan sebagai perilaku seseorang / sekelompok orang untuk memnuhi kebutuhan makan yang melibatkan sikap, kepercayaan, dan pilihan makanan (Irwan, 2004) • Pada usia remaja, kebiasaan makan dipengaruhi oleh lingkungan, teman sebaya, kehidupan sosial, dan kegiatan yng dilakukan di luar rmh (soekantri 2006) • Kebiasaan makan adalah tingkah laku manusia dalam memenuhi kebutuhan makan yang meliputi sikap, kepercayaan, & pemilihan makanan, bukan merupakan bawaan dari lahir namun merupakan hasil pembelajaran FAKTOR DALAM KEBIASAAN MAKAN • Tingkat ekonomi • Pengaruh teman sebaya • Suasana dalam keluarga • Kemajuan insdustri makanan / Teknologi PERAN TEKNOLOGI DALAM MERUBAH KEBIASAAN MAKAN 1. Masyarakat digital  Setiap aktivitas manusia akan digerakkan melalui serangkaian teknologi digital.  Relasi yang terbangun di antara individu adalah relasi pertukaran digital. 2. Masyarakat 1 dimensi  Suatu masyarakt yang seluruh aspek kehidupanya diarahkan kepada satu tujuan, meskipun banyak memperoleh kemudahan tetapi teralienasi.  Manusia telah direpresi oleh masyarakat keseluruhan dan kekuasaan teknologi telah membuat masyarakat kehilangan kesadaran kritisnya. PERILAKU MAKAN Tingkah laku yang dpt diamati yang dilakukan oleh Individu dalam rangka memenuhi kebutuhan makan. TEKNOLOGI vs MAKANAN  Perkembangan teknologi diantaranya teknologi pengolahan dan teknologi informasi, telah mengakibatkan perubahan pola makan, terutama di negara maju dan masyarakat kota besar di negara berkembang. Mereka mulai menyadari pentingnya makanan sehat, aman, bergizi dan halal.  Trend perubahan pola makan ini berpengaruh pd teknologi pengolahan makanan di negara berkembang. Produsen termasuk UKM akhirnya berlomba-lomba untuk memenuhi harapan konsumen PENGARUH TEKNOLOGI TERHADAP PERILAKU MAKAN – Akses listrik dan alat elektronik – Teknologi pengolahan pangan – Modernisasi dan globalisasi Jurnal UI Masyarakat Konsumeris Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia atau KBBI (1991),kata konsumsi memiliki dua arti, yaitu pemakaian barang-barang hasil produksi, dan pemakaian barang-barang yang langsung memenuhi keperluan hidup manusia. Seseorang mengonsumsi suatu barang berarti bertujuan mengurangi atau menghabiskan daya guna barang tersebut, baik berupa benda maupun jasa, untuk memenuhi kebutuhan dan kepuasan secara langsung. Orang yang melakukan kegiatan konsumsi disebut dengan konsumen. Konsumen berarti pembeli dan pemakai dari barang-barang hasil produksi. Dari pengertian tersebut dapat dilihat bahwa konsumen mengeluarkan atau membelanjakan pendapatannya untuk memperoleh apa yang dibutuhkan, baik berupa barang-barang konsumsi maupun berupa jasa. Namun sangat disayangkan jika konsumen membeli barang atau jasa bukan karena kebutuhan melainkan karena keinginan, yang lama kelamaan akan menuju pola hidup yang konsumtif (Kushendrawati, 2006:56). Budaya konsumsi dilatarbelakangi oleh munculnya masa kapitalisme yang diusung oleh Karl Marx. Kapitalisme yang dikemukakan Marx adalah suatu cara produksi yang dijalankan oleh kepemilikan pribadi sebagai sarana produksi. Kapitalisme bertujuan untuk meraih keuntungan sebesar-besarnya, dengan cara mengeksploitasi para pekerja. Tahapan selanjutnya dalam merealisasikan keuntungan tersebut dalam bentuk uang, hasil produksi yang ada dijual, dan dipasarkan kepada masyarakat sebagai komoditas. Marx menjelaskan bahwa komoditas hanya memiliki dua aspek, yaitu: use value dan exchange value. Nilai guna atau use value tidak lain merupakan kegunaan suatu objek dalam pemenuhan kebutuhan tertentu, sedangkan exchange value menekankan pada nilai tukar yang terkait dengan nilai produk itu di pasar, atau objek yang bersangkutan (Lechte, 2001:352). Oleh karena itu, Marx menekankan pentingnya produksi dalam ekonomi. Namun, apa yang dinyatakan oleh Marx berbeda dengan Baudrillard. Baudrillard menyimpulkan bahwa konsumsilah yang menjadi inti dari ekonomi, bukan lagi produksi (Fadhilah, 2011:1). Konsumsi menurut Baudrillard memegang peranan penting dalam hidup manusia. Konsumsi membuat manusia tidak mencari kebahagiaan, tidak berusaha mendapatkan persamaan, dan tidak adanya intensitas untuk melakukan homogenisasi – manusia justru melakukan diferensiasi (perbedaan) yang menjadi acuan dalam gaya hidup dan nilai, bukan kebutuhan ekonomi (Lechte, 2001:354). Hal inilah yang terjadi pada masyarakat kita saat ini. Masyarakat seperti ini disebut Baudrillard sebagai masyarakat konsumeris. Mayarakat Konsumeris dan Gaya Hidup Masyarakat konsumeris adalah masyarakat yang menciptakan nilai-nilai yang berlimpah ruah melalui barang - barang konsumeris, serta menjadikan konsumsi sebagai pusat aktivitas kehidupan (Piliang, 2003:17). Masyarakat tidak lagi membeli suatu barang berdasarkan skala prioritas kebutuhan dan kegunaan, tetapi lebih didasarkan pada gengsi, prestise, dan gaya. Baudrillard berpendapat bahwa yang dikonsumsi oleh masyarakat konsumeris (consumer society) bukanlah kegunaan dari suatu produk melainkan citra atau pesan yang disampaikan dari suatu produk. Selain itu, Baudrillard juga berpendapat bahwa setiap individu dalam masyarakat konsumeris memiliki keinginan untuk terus melakukan pembedaan antara dirinya dengan orang lain. Gaya hidup selanjutnya merupakan cara-cara terpola dalam menginvestasikan aspekaspek tertentu kehidupan sehari-hari dengan nilai sosial atau simbolik; tapi ini juga berarti bahwa gaya hidup adalah cara bermain dengan identitas (Chaney, 1996:92). Gaya hidup adalah salah satu bentuk budaya konsumeris, karena gaya hidup seseorang dapat dilihat dari apa-apa yang dikonsumsinya, baik konsumsi barang atau jasa. Chaney mengemukakan bahwa gaya hidup telah menjadi ciri dalam dunia modern, sehingga masyarakat modern akan menggunakan gaya hidup untuk menggambarkan tindakannya sendiri dan orang lain. Chaney juga memberikan definisi gaya hidup sebagai pola-pola tindakan yang membedakan antara satu orang dengan orang lain. Gaya hidup merupakan bagian dari kehidupan sosial sehari-hari dunia modern. Salah satu gaya hidup yang terlihat pada saat ini adalah gaya hidup hedonis. Menurutnya, gaya hidup hedonis adalah suatu pola hidup yang aktivitasnya untuk mencari kesenangan, seperti lebih banyak menghabiskan waktu diluar rumah, lebih banyak bermain, senang pada keramaian kota, senang membeli barang mahal yang disenanginya, serta selalu ingin menjadi pusat perhatian. Terbentuknya gaya hidup pada masyarakat konsumeris saat ini didukung oleh beberapa faktor, antara lain: 1. Tersedianya sejumlah besar dan meningkat secara konstan berbagai jenis barang. 2. Kecenderungan semakin bertambahnya pertukaran dan interaksi manusia yang dimungkinkan melalui pasar. 3. Peningkatan berbagai bentuk kegiatan belanja, mulai dari pemesanan lewat pos, mal-mal hingga penjualan di atas mobil dan toko barang-barang bekas. 4. Pertumbuhan pusat-pusat perbelanjaan serta kompleks-kompleks rekreasi dan gaya hidup rekreatif, mulai dari kafe-kafe ‘bergaya’ tertentu hingga bangunanbangunan Disneyworld. 5. Semakin pentingnya pengemasan dan promosi dalam pembuatan, tampilan, dan pembelian barang-barang konsumen. 6. Gencarnya iklan-iklan dimedia khususnya televisi yang menawarkan sejumlah produk-produk kepada masyarakat. 7. Peningkatan penekanan pada gaya, desain, dan penampilan barang-barang. 8. Pemakaian kartu kredit pada saat berbelanja, yang memudahkan individu untuk tidak perlumembawa uang dalam jumlah yang besar. 9. Kemustahilan untuk menghindari pemilihan terhadap barang-barang konsumen dan pemuasan yang mengikutinya dalam transformasi diri melalui promosi gaya hidup. (Lury, 1996:44-54). Perkembangan Teknologi dan Media Iklan Perkembangan teknologi akhir-akhir ini sangat berkembang pesat. Mulai dari berkembangnya teknologi informasi seperti internet, mobile, serta telepon seluleryang terus menerus dipasarkan oleh para produsen produk tersebut. Perkembangan teknologi ponsel yang demikian cepatnya dan menghasilkan berbagai macam ponsel yang selalu berganti dengan menghadirkan berbagai macam fitur dan brand membuat masyarakat modern merasa tertinggal jika tidak membeli dan memiliki ponsel dengan model terbaru. Keadaan seperti ini pada akhirnya mendorong masyarakat menjadi semakin konsumtif oleh penggunaan ponsel sehingga terjebak pada konsumerisme (Putri, 2012:4). Menjamurnya produk-produk teknologi seperti smartphone, tidak terlepas dari peran iklan. Produsen produk apapun dapat mengiklankan berbagai macam produknya melalui segala media baik televisi, internet, dan telepon seluler. Menurut Baudrillard, seorang individu atau konsumen dalam masyarakat konsumeris tidak lagi mengonsumsi komoditas melainkan tanda dari suatu produk. Tanda itu berupa pesan dan citra yang disampaikan melalui iklan. Iklan dengan segala bentuk publikasinya dalam media massa menjadi sarana mengomunikasikan tanda kepada masyarakat sebagai konsumen. Iklan juga berfungsi untuk menghilangkan nilai guna atau use value dari suatu objek, sehingga konsumen tidak lagimengonsumsi suatu produk dari nilai kegunaannya melainkan mengonsumsi berdasarkan citra (image) produk tersebut(Murti, 2005:39). Hiperrealitas Iklan-iklan yang ditayangkan melalui media televise kemudian menciptakan realitasrealitas baru sehingga membentuk sebuah hiperrealitas. Menurut Baudrillard, hipperealitas menghapuskan perbedaan antara yang nyata (real) dan yang imajiner (Lechte, 2001:357). Hiperrealitas menciptakan satu kondisi yang di dalamnya terdapat kepalsuan dan berbaur dengan keaslian; masa lalu berbaur dengan masa kini; tanda melebur dengan realitas; dan fakta bersimpang siur dengan rekayasa. Kategori-kategori kebenaran, kepalsuan, keaslian, isu, realitas seakan-akan tidak berlaku lagi di dalam dunia seperti itu, sehingga membentuk kesadaran diri (self consciousness) yang pada dasarnya palsu (Sembiring, 2012:6). Iklan menggunakan realitas untuk membentuk realitas baru yang sebenarnya tidak terlalu berhubungan dengan keadaan sebenarnya, namun karena iklan ditayangkan secara berulang-ulang, sehingga realitas yang tidak berkaitan tadi (yang hanya ada dalam media iklan) diterima sebagai realitas yang sesungguhnya. Simulacra dan Simulacrum Baudrillard mendefinisikan simulasi sebagai proses penciptaan bentuk nyata melalui model-model yang tidak ada asal-usul atau referensi realitasnya, sehingga membuat manusia selalu merasa berada dalam dunia supernatural, ilusi, fantasi, dan khayalan yang menjadi tampak nyata. Baudrillard berpendapat bahwa dunia ini telah kehilangan keasliannya dan yang ada hanyalah simulasi. Simulasi merupakan dunia yang terbentuk dari hubungan berbagai tanda dan kode, tanpa ada referensi yang jelas. “Simulation is no longer that of a territory, a referential being, or a substance. It is the generation by models of a real without origin or reality: a hyperreal” (Baudrillard, 1994:1). Baudrillard menyebutkan bahwa Disneyland menjadi contoh dari simulacra, “Disneyland is a perfect model of all the entangled orders of simulacra. It is first of all a play of illusions and phantasms: the pirates, the frontier, the future world. This imaginary world is supposed to ensure the success of the operation” (Baudrillard, 1994:12). Menurut Baudrillard, Disneyland hadir sebagai representasi dari khayalan dan fantasi yang tidak pernah ada. Ia hadir sebagai simulacrum atau suatu bentuk imaginasi dimana kehadirannya pada realitas, untuk menyembunyikan kenyataan bahwa ia nyata bahkan lebih nyata daripada Amerika sendiri. BAB IX : INOVASI SOSIAL PENGERTIAN INOVASI Inovasi adalah suatu proses pembaruan dari penggunaan sumber-sumber alam, energi, dan modal, pengaturan baru dari tenaga kerja dan penggunaan teknologi baru yang semua akan menyebabkan adanya sistem produksi, dan dibuatnya produk-produk yang baru. Oleh karena itulah inovasi seringkali dihubungan antara pembaruan kebudayaan, teknologi dan juga pada perekonomian. Inovasi tidak muncul dengan sendirinya, ia membutuhkan solidaritas, kemauan, dan pasar untuk menerimanya. Pada dasarnya inovasi ditujukan untuk perbaikan mutu hidup yang mencakup aspek (ekonomi, sosial, budaya, dll) itu semua membuat sifat pembaharuan atau yang biasa disebut inovativeness. Inovasi juga bisa disebut sebagai penemuan namun berbeda dengan discovery dan invensi. Discovery merupakan penemuan yang sebelumnya sudah diketahui oleh orang seperti penemuan Benua Amerika, sedangkan invensi merupakan penemuan yang benar-benar baru yang baru ditemukan oleh manusia atau hasil kreasi manusia. Inovasi juga dikatakan sebuah ide, metode yang kemudian dirasakan oleh masyarakat sebagai suatu hal yang baru. Inovasi bisa merupakan hasil discovery dan invensi. Tujuan inovasi ialah membuat produk-produk. Dalam melakukan inovasi membutuhkan masyarakat yang siap menerima perubahan tersebut seperti app Go To Meeting yang dilakukan kuliah sosio-antropologi. Kebiasaan baru dapat mengubah perubahan sosial. Seperti saat ini dilakukan kuliah online di kampu-kampus. Contoh lain dari inovasi di lingkungan rumah: Adanya pompa penyurut banjir. PERUBAHAN SOSIAL Konsep perubahan social itu terjadi ditengah-tengah kehidupan kita sehari-hari. Yang dominan itu adanya proses pembaharuan. Masyarakat merupakan makhluk social yang dinamis. Inovasi tidak lepas dari fakta sosial, fakta sosial itu penting dan banyak orang yang cenderung mengabaikan fakta sosial. Inovasi dapat dikaitkan dengan 3 hal : 1) Pembaruan kebudayaan. Contoh: Sekarang kuliah menggunakan kuliah online 2) Teknologi. Contoh: kuliah menggunakan aplikasi Go To Meeting 3) Sistem perekonomian yang dinamis dan berubah bentuk Contoh: harga masker yang saat ini melonjak tajam karena banyaknya masyarakat yang membutuhkannya. Inovasi diperlukan adanya upaya pencapaian tujuan, dilakukan dengan cara yang disepakati Bersama. Dalam upaya inovasi khusunya cara-cara yang merusak tatanan sosial tidak dianggap sebagai inovasi. Jadi sesuatu yang berdampak buruk namanya bukan inovasi Dalam inovasi terdapat langkah – langkah yang bertujuan untuk menuju inovasi tanpa adanya langkah atau cara yang jauh dari norma sekitar. 1. Menurut Benjamin Inovasi Inovasi sosial tentang bagaimana inovasi muncul karena adanya solidaritas dan kepercayaan, adanya pasar, pencipta, dan pengguna. Contoh: aplikasi go to meeting yang marak digunakan, karena pasar yang membutuhkan hal ini untuk tetap belajar. Bagaimana perubahan teknologi itu terjadi? Dulu perang dunia kedunia Indonesia bergantung pada amerika, tidak hanya kita bergantung pada amerika tentang modern tetapi juga status gizi. Contoh lainnya adalah Indonesia juga sangat bergantung pada produk-produk luar negri seperti jepang yang merupakan Negara maju yang terkenal dengan hasil dibidang transportasi. Menurut teori sosiologis (The crisis teori of tought) manusia hanya berfikir ketika kepepet. Seperti kondisi saat ini karena adanya virus Covid-19. Covid-19 disebabkan oleh manusia yang memakan daging binatang liar. Pola inovaasi sangat dipengaruhi dan didorong dari modernisasi, pengetahuan, dan kapital 1) Modernisasi : Dari modernisasi bagaimana kita tergantung dengan master plan. Dikatakan modern apabila kita mampu mengikuti standar barat, padahal tidak sesuai dengan kebiasaan kita. 2) Pengetahuan : Berbagai negeri yang berlomba-lomba untuk menciptakan vaksin covid-19 sehingga menjadi dorongan untuk menjadi kapital. 3) Kapital : Kemajuan untuk kepentingan Dari ketiga hal itu saling berhubungan satu sama lain. TIPE-TIPE INOVASI Tipe-tipe inovasi didapatkan dari penelitian yang sebagian besar dipengearuhi oleh perubahanperubahan ekonomi kemudian inovasi mendorong oleh aktivitas-aktivitas ekonomi. Tokoh-Tokoh: 1. Utterback Menjelaskan bahwa pola aktivitas membuat perusahaan di masyarkat dipengaruhi oleh teknologi. Terutama yg berkaitan dengan manufaktur. Hal tersebut membuka pintu focus yang lebih besar dari inovasi produk ke inovasi pemikiran . Teknologi berkaitan dengan how to make a product. Inovosi selalu mengunci kata teknologi. Seperti orang-orang jadi bisa bikin handsanitizer ketika ada orang yang ngasih tau cara bikinnya 2. Raw Menjelaskan tentang bagaimana sebuah organisasi baru dan rantai took kemudian menjadi sebuah media yang mencontohkanpenemuan itu eksploitasi 3. Stump peter Mengatakan kalau inovasi terjad karena ada perubahan kebutuhan. Pada sosiologi gizi kita menceritakan proses dan tingkatan – tingkatan pada tahapan inovasi. 4. Givilan Membahas tentang penemuan-penemuan dalam masyaraka yang memiliki penemuan aktif. Seperti : penemuan penyebab utama dari corona, yang kemudian data tersebut dipakai untuk di olah sehingga tercipta social distancing. TAHAPAN-TAHAPAN (BUKU ROBERT) Inovasi = intenation/ penemuan Robert memecahkkan 4 langkah dalam menjelaskan tahapan-tahapan dalam inovasi. Menurutnya penemuan adalah mengekspolitasi pemikiran orang. Seperti kita belajar online padahal sebelumnya belum pernah. Inovasi : invention + exploitation. Eksplorasi adalah peran yang dimainkan oleh struktur jaringan tertentu yang merekombinasi inovasi kelompok-kelompok sosiologi. Inovasi menyebar melalui jaringan- sosial dan kekuatan dari kelembagaankelembagaan BAB 10 REKAYASA SOSIAL  Sosial adalah spesies tertentu dari suatu spesies baik hewan maupun manusia yang hidup bersama dalam koloni atau kelompok yang terorganisir. Yang berkaitan dengan hubungan timbal balik antar individu dan kesejahteraan individu.  Engineering atau rekayasa adalah suatu upaya merekayasa suatu objek sosial dengan rancangan yang matang untuk mencapai kesejahteraan sosial. Tujuannya memprediksi jangka panjang. ada scenario plan. Contoh dari scenario plan agar ketika virus muncul sudah tidak membuat panic masyarakat membuat disinfektan, membatasi ruang masyarakat untuk bergerak atau sosial distan  Tokoh sosiologi : 1. Less and Basrley upaya yang mengandung unsur perencanaan yang diimplementasikan atau diaktualisasikan dalam kehidupan nyata. Contoh : seseorang terbiasaan makan nasi, tetapi kondisinya sedang krisis nasi, maka rekayasa sosial merencanakan untuk mengubah makananya dengan bahan makanan lain dengan perilaku atau media yang ada di masyarakat tersebut. Rekayasa sosial muncul ketika orde baru, digunakan sebagai proses internalisasi nilai-nilai, seperti P4 yang merupakan salah satu bentuk rekayasa sosial merupakan konstruksi ulang. Suatu perubahan tidak akan muncul apabila kita masih ada di zona kesalahan berfikir.. Rekayasa sosial didukung internalisasi nilai-nilai humanisasi yang tinggi. . 2. Jalaludin Rahmat Pemaknaan rekayasa sosialnya berbeda dengan less and barsley (membawa perubahan positif) perubahan tidak akan muncul ketika kita masih terjebak di dalam kesalahan berfikir. Rekayasa sosial membawa perubahan yang positif yang pada akhirnya mengatasi masalah sosial yang ada di masyarakat. Sumber daya yang digerakan dalam perubahan sosial adalah sumber daya manusia, transformasi sosial menuju pada masyarakat adil demokratis dan egaliter  Rekayasa sosial mengacu pada sikap popular dalam skala besar. Rekayasa sosial bukan atas dasar keinginan masyarakat itu sendiri tetapi ada dorongan agar masyarakat mau mengikuti perubahan yang ada. Teori George Ritzer menguraikan masalah dengan istilah-istilah yang kurang begitu bagus Mcdonaldisasi (makanan cepat saji).  Rekayasa sosial membangun aspek aspek pada ilmu sosial, politik, ekonomi, dll. Rekayasa sosial bukan murni dalam ilmu sosiologi, tetapi merupakan interdisiplin dari ilmu pengetahuan, karena porses sosial membutuhkan interaksi antar individu maupun kelompok untuk mengubah suatu perilaku. Maka dari itu sosiologi menggunakan rekayasa sosial untuk mengubah perilaku masyarakat.  Sering dilakukan oleh pemerintah yaitu rekayasa kebijakan. Kebijakan pemberian pelayanan rekayasa sosial pelayanan public, yang mengenai infrastruktur (jalan ditutup dan disuruh ke jalan lain karena ada perubahan jalan). Ketika naik haji atau pesawat orang Madura melihat pesawat tidak akan dipakai lagi, maka orang Madura akan menjualnya. Orang lain yang melihat seperti itu akan merekaysa tentang itu menjadi “bahwa orang Madura tidak seperti itu”. Contoh lain kota Banyuwangi yang dulu dibilang tempat santet atau ilmu hitam menjadi “kota wisata”  Perencanaan yang dibuat oleh engineer dibuat atas dasar proses partisipatif antara pemerintah daerah dengan masyarakat melalui aspirasi yang mereka inginkan. Contoh dikampung dihidupkan lagi poskamling yang ingin didatangi oleh anak muda. Caranya di poskamling tersebut pasang wifi, kemudian anak mudanya boleh patungan sendiri untuk bayar wifi ataupun bisa sumbangan.  Plan for people, mendorong engineer terfokus pada individu di dalam masyarakat. Contoh penuntasan gizi buruk di wilayah Indonesia timur (individu) dan penuntasan kemiskinan di daerah tertentu (masyarakat). Medianya untuk melakukan rekayasa bias media cetak atau media elektronik.  Aspirasi masyarakat sebagai bentuk basis mereka melakukan perencanaan. Dalam isu feminist atau gender, rekayasa sosial sering dilakukan. Ketimpangan gender ada stereotip bahwa laki- laki bekerja disektor pabrik dan perempuan bekerja di sektor domestik. Tetapi dalam rekayasa sosial dibalik, bahwa laki-laki dan perempuan boleh sama-sama bekerja diluar.  Stereotip di dalam pembangunan, di dalam proses perumusan kebijakan dimana biasanya aspek gender tidak muncul atau dilupakan karena sebagian besar yang membuat kebijakan tersebut itu belum mengerti apa itu gender dan apa itu keadilan. Maka dari itu sosial engineering sangat dibutuhkakan dalam kesetaraan gender di dalam pembangunan.  Mengapa di rekayasa sosial bisa ada kesetaraan gender? Karena sebagian besar kebijakan-kebijakan yang ada di pemerintah itu tidak terlalu luas tentang gender. Contoh perempuan harus dirumah, dll. Dan engineer membuat rekayasa sosial di dalam arus kesetaraan gender untuk membuat relasi yang baik antara laki-laki dan perempuan. Jadi laki-laki tidak mendomminasi perempuan.  Para engineer dan para sosiolog memiliki kepribadian yang berbeda. Para engineer mempelajari perubahan yang harus di dapati oleh masyarakat dalam pembangunan fisik lingkungan di sekitarnya, karena basic rekayasa sosial bukan sosiologi murni. Mereka tidak melihat bagaimana berubah cara dan kontruksi di masyarakat. Contoh ketika ada masalah sampah di sekitar kita, orang sosiolog berbicara “oh berarti tingkat kesadaran masyarakat di dalam pemisahan sampah masih kurang”(menganalisis), sedangkan engineer melakukan perubahan agar masyarakt tidak melakukan hal itu lagi.  Interaksi lingkungan sebagai sebuah proses interaksi dengan lingkungan biasa disebut adaptasi pada manuasia atau ekologi manusia. Ekologi manusia merupakan hubungan interaksi antar manusia dengan alam. Contoh semakin besar jumlah penduduk akan mempengaruhi kualitas yang ada di brunei, contoh setelah adanya corona polusi di udara semakin berkurang, dengan adanya virus corona kita dapat meminimalisir makanan yang mengakibatkan dapat mengurangi kerja usus kita untuk memproduksi insulin untuk menghancurkan glukosa dalam darah untuk dijadikan energy (kita melakukan makan secukupnya dengan tujuan mengurangi produksi bahan makanan yang dari desa). Contoh : Protocol kiyoto, ktt bumi, perjanjian paris.  Kerja engineering pada sosial thinking, public spare di dalam masyarakat itu semakin hari semakin tidak ada. Ada perencanaan bahwa suatu saat nanti tubuh kita akan dipasang inplan gadget untuk mengetahui aktivitas yang dilakukan. Contoh perang dagang antara cina dan amerika dimana cina menghabisi produksi ulang gadget yang berasal dari cina untuk menghancurkan produksi ekonomi di cina karena di cina menggunakan home made dengan tujuan untuk mengurangi biaya produksi pembangunan sebuah pabrik. Contoh lain lnya saat pilpres, di sosial media diarahkan untuk kelompok x atau y jika tidak masuk ke salah satu kelompok tersebut maka dianggap golput. GERAKAN SOSIAL  Merupakan interdisiplin ilmu yang melibatkan ilmu sosial dan ilmu politik  Saat bulan april di paris ada Yellow Vest, mereka melakukan demonstrasi di kota paris atau menara Eiffel untuk menuntut gaji, jadi gerakan sosial merupakan gerakan dari bentuk rekayasa sosial, karena gerakan sosial akan menimbulkan perbubahan budaya, perubahan masyarakat baik masyarakat prancis yang terkungkung oleh rajanya sehingga kaum-kaum miskin naik ke pemerintah.  Teori konflik merubah struktur atau merubah tatanan yang dianggap mendominasi berubah menjadi tatanan baru.  Apakah teori konflik dapat digunakan untuk menganalisis rekayasa sosial? Teori konflik dapat digunakan untuk menganalisis rekayasa sosial. Karena ketika kita berkonflik maka ada perubahan sehingga terdapat engineer yang akan melakukan rekayasa Engineer membuat perencaan dan dengan adanya konflik dapat terjadi perubahan sosial. Konflik terjaadi ketika adanya kelompok yang dirugikan sehingga adanya gerakan sosial berupa demo sehingga merubah struktur sosial. Maka teori konflik dapat digunakan untuk menilai rekayasa sosial..  Gerakan dan kekacauan berbeda. Kekacauan tidak dilakukan oleh seseorang dan tidak memiliki tujuan. Gerakan sosial didorong dan direncanakan oleh seseorang yang dinamakan engineer dan mmemmpunyai tujuan untuk perubahan sosial  Keributan dengan gerakan sosial, keributan adalah hal yang ga direncanakan tanpa tujuan, sementara gerakan sosial memiliki tujuan dan mempunyai engineer yang merencanakan. - Debrevasi relative adalah keinginan seseorang tidak setara dengan kemampuan yang dimiliki. Contoh : 1) adanya demo dari petani yang merasa dia kekurangan apa yang mereka miliki untuk memenuhi keinginannya. - Kekerasan simbolik - Pemberontakan juga bisa terjadi karena adanya keadaan ekonomi, seperti pada tahun 1998 dengan adanya krisis moneter. - Pada titik ini, orang akan bergabung pada gerakan dengan harapan bisa mencapai keinginannya. - Rekayasa dalam bidang gizi salah satunya kebijakan pemerintah. Misalnya penurunan angka kematian yang tinggi dan penerimaan anak sd yang meningkat, dengan kebutuhan anak sd yang memerlukan status gizi anak yang penting dalam rekayasa pembangunan dalam bidang gizi. Fokus rekayasa gizi yang telah dilakukan adalah pada stunting yang disebabkan oleh malnutrisi dan terkena infeksi yang jika dipandang dalam sisi sosiologis anak menjadi minder, berkurangnya kemampuan mencari pekerjaan dll. Kedua, fokus pemerintah selanjutnya adalah tubuh kurus yang disebabkan oleh penurunan berat badan yang secara tepat maka di bilik2 gym atau tempat olahraga diadakan bilik konsultasi gizi agar setiap manusia memenuhi gizi yang cukup. Ketiga, obesitas pada orang dewasa yang ada di US, yang dipandang dalam ilmu sosiologis dapat menimbulkan efek minder sehingga timbul adanya bullying akan bentuk fisik. Pemberian vibes yang mendukung rekayasa gizi seperti ajakan atau dukungan untuk memerangi permasalahan gizi, mempraktekan aktivitas yang dapat mendukung pemenuhan gizi sebagai rekayasa gizi. Kehadiran teknologi dapat memmbantu proses rekayasa sosial  Obesitas terjadi pertama kali di amerika pada tahun 1970, masalahnya ketika kita mengkonsumsi gula akan merasa addict, pun sampai sekarang orang amerika masih banyak yang obesitas. Budaya breakfast di Amerika dengan pancake dengan maple syrup dan membuat kecanduan dengan maple syrup dalam segala makanan dan memunculkan masalah obesitas itu sendir TEORI McDONALDISASI (RITZER)  McDonaldisasi merupakan salah satu makanan cepat saji yang berdiri di Amerika. Oleh sebab itu mungkin Ritzer menggunakan kata McDonald untuk menejelaskan rasionalitas.  McDonaldisasi merupakan sebuah fenomena yang mempengaruhi instruksi masyarakat yang mempengaruhi kebiasaan masyarakat. Ritzer mengambil konsep dari makanan cepat saji untuk menjelaskan realitas yang ada dimasayarakat. Bahwa terdapat perubahan yang berkaitan dengan 4 komponen. Terdapat 4 kunci yang ada di dalam teori Ritzer : a. Efisiensi Pada dasarnya manusia selalu menginginkan proses instan dan menghindari hal-hal yang rumit (dalam buku Psyhcoanalysis Sigmund Freud) terjadi pada masyarakat dewasa ini, ketika kita tidak mau memasak tapi lebih memilih untuk gofood daripada kita masak sendiri. Efisiensi sendiri diambil dari proses produksi McDonald. Untuk berpindah dari satu titik ke titik yang lain, McDonald menawarkan cara terbaik untuk mengubah rasa lapar hingga kenyang. Ada proses yang dirancang sehingga McDonald di Indonesia dan di amerika sama kecepatannya dan ketetapannya. b. Kalkulasi Kalkulasi seseorang yang sedang bekerja di kantor lebih memilih untuk membeli makanan yang tersedia untuk menghemat waktu atau kalkulasi biaya, waktu, dll. Aspek kuantitaif dari produksi yang dijual (ukuran, biaya) akan menjadi setara dengan kualitas. Contoh lain, McDonald juga menawarkan bentuk kalkulasi penghematan waktu bahwa jika pergi makan ke McDonald lebih hemat waktu dibanding makan dirumah, selain itu kalkulasi waktu juga merupakan kunci sukses dari pelayanan Home-Delivery c. Prediktabilitas McDonald menawarkan kemampuan jaminan untuk produk dan pelayanan dari waktu ke waktu akan sama. Contoh scramble egg di new York sama dengan scramble egg yang ada dijakarta. Prediktabilitas yang ada dimasyarakat sama dengan teori One Dimension Man(Herbert Marcuse ). Contoh lainnya McDonald juga tidak memberikan kita kejutan, dimana kita akan sama sama tahu bahwa makanan yang kita makan hari ini rasanya dan kualitasnya akan tetap sama apabila kita makan lagi minggu depan dan hal inilah menjadi sebuah kenyamanan tersendiri. d. Kontrol Diberikan kepada orang-orang yang masuk ke dunia McDonald. Contoh sistem dari makanan cepat saji untuk buru-buru makan dan pergi dan digantikan oleh pengunjung lain. Jadi ada komtrol bukan atas dasar kemauan kita tapi atas dasar kemauan management. Ada cara yang dilakukan untuk mendukung kontrol tersebut. Contoh ketika kita di warteg bisa menambah makanan sesuka kita, tapi di McDonald bisa. Data kita gampamg dikontrol oleh pemerintah. Semua kegiatan kita atau perilaku kita bukan atas dasar kemauan kita tetapi atas dasar kontrol yang dibuat oleh pemerintah atau swasta. Ketika di restoran cepat saji menunya terbatas dari warteg. Dan itu terjadi pada realitas sosial masyarakat. Kita tidak bisa membeli makanan lain seperti diwarteg bukan atas kemauan kita, tetapi atas sistem dari resto cepat saji itu sendiri. Contoh lain kontrol dari management restoran adalah bangku dan meja yang tidak nyaman hal ini ditujukan agar konsumen cepat makan dan cepat pergi kemudian digantikan oleh konsumen lain. Dinamika Gizi di Indonesia Ada beberapa hal yang mempengaruhi dinamika gizi, mengapa masi ada gizi buruk karena adanya demografi, pengetahuan, perubahan makanan pokok pada daerah, ekonomi, budaya, pola asuh balita, kesejahteraan keliuarga, lifestyle makan pada remaja. Adanya kesenjangan kelas diantara masyarakat. Masyarakat kaya mampu mebeli makanan sehat atau bergizi sedangkan orang gamampu gabisa beli. Pengetahuan kita atau pun orang tua mengenai gizi anak masih kurang, di garut banyak menanam buah dan sayur tetapi mereka tidak mengkonsumsi buah dan sayur. BAB 11 DINAMIKA GIZI Ada beberapa hal yang mempengaruhi dinamika gizi, mengapa masi ada gizi buruk karena adanya demografi, pengetahuan mengenai gizi anak masih kurang, perubahan makanan pokok pada daerah, ekonomi, budaya, pola asuh balita, kesejahteraan keliuarga, lifestyle makan pada remaja. Adanya kesenjangan kelas diantara masyarakat. Masyarakat kaya mampu mebeli makanan sehat atau bergizi sedangkan orang gamampu gabisa beli. Pengetahuan kita atau pun orang tua mengenai gizi anak masih kurang, di garut banyak menanam buah dan sayur tetapi mereka tidak mengkonsumsi buah dan sayur. BAB 12 KETAHANAN PANGAN DAN KEDAULATAN PANGAN Ketahanan Pangan – Kedaulatan Pangan Ketahanan pangan lahir ketika konferensi pangan WHO tahun 1974, menjelaskan kondisi seseorang untuk memiliki akses ekonomi fisik terhadap nutrisi yang dibutuhkan. Menurut WHO/PBB Ketahanan pangan yaitu tentang bagaimana masyarakat mampu mengakses ekonomi dan fisik pangan dan nutrisi agar dapat terpenuhi. Ketika hal tersebut tidak terpenuhi, maka ketahanan pangan tidak akan tercapai. Ketahanan Pangan Tahun 1975-1978 Dilakukan di Indonesia dengan diadakannya revolusi hijau “penanaman tanaman padi” untuk memenuhi kebutuhan pangan bahkan sampai bisa di ekspor ke luar negeri. Perlu diketahui bahwa ketahanan pangan juga meliputi jangkauan terhadap air minum maupun air bersih yang mudah untuk diakses. Contoh : PLTU kekurangan air bersih, maka dapat dikatakan ketahanan pangan mereka lemah atau bahkan tidak memiliki ketahanan pangan sama sekali. Contoh kasus di Kendeng : Masyarakat disana menolak/melarang pembangunan pabrik semen karena di tempat tersebut terdapat gunung yang merupakan sumber air bersih. Dimensi Dalam Ketahanan Pangan 1. Ketersediaan pangan 2. Akses pangan 3. Penggunaan pangan 4. Stabilitas pangan Orang dapat dikatakan tidak cukup ketahanan pangan nya bisa dilihat dari ketersediaannya. Contoh : masyarakat kota atau metropolitan sebenarnya ketahanan pangan nya terganggu, karena ketika masyarakat desa tidak bisa mensupply bahan makanan ke kota, maka masyarakat kota akan terganggu. Masyarakat Jakarta rentan terhadap ketahanan pangan. Stunting Apabila masyarakat pada suatu wilayah masih banyak yang mengalami stunting, maka dapat dikatakan wilayah itu masih belum pada tataran ketahanan pangan, pangan mereka masih rentan. Apakah Ada Unsur Politis Dalam Ketahanan Pangan yang Dihasilkan WHO/PBB? Pada kenyataannya, ketahanan pangan ini sendiri merupakan project dari sebagian besar kapitalisme di dunia, terutama Eropa. Sedangkan di Indonesia sendiri, pada saat revolusi hijau yang dilakukan di Subang dan Indramayu, banyak bibit dan alat pertanian mereka diambil dari Jerman dan Swiss. Jadi, dapat dikatakan bahwa memang ada unsur kapitalis untuk mengendalikan pangan masyarakat secara global. Contoh lain yaitu padi yang ditanamkan, ada beberapa jenis yang dikhususkan untuk revolusi hijau. Jadi ada kerjasama internasional antara produksi pangan dengan kebijakan akan ketahanan pangan. Ketahanan Pangan Itu Penting, Mengapa? Karena ketika ketahanan pangan itu rentan, maka masyarakat akan kelaparan. Ketahanan pangan adalah project internasional. Contoh Zimbabwe/Kuba : Kuba adalah negara yang di embargo oleh Amerika. Sebagian besar dana yang disumbangkan itu tidak masuk ke Kuba. Ketahanan Pangan Menurut La Via Campesina Ketahanan pangan telah gagal untuk menjadi jalan keluar dari masalah kelaparan dunia. Terutama di masyarakat yang hidup di negara maju. Hal ini terjadi karena dana diambil dari IMF yang sebagian besar adalah hutang. Di sisi lain, ada kerjasama dengan perusahaan nasional sehingga dapat memperkaya perusahaan itu sendiri dengan adanya keuntungan. Indonesia sudah termasuk dalam negara maju menurut PBB pada bulan Januari/Februari Hal ini dapat dinyatakan karena Indonesia sudah tidak rentan lagi terhadap ketahanan pangan, tapi di sisi lain (Indonesia Timur) sebenarnya masih rentan karena pagan local mereka sudah habis yang terjadi karena hutan di Papua sudah di alih fungsikan untuk pariwisata dan untuk lahan transmigrasi. Masyarakat Papua sekarang bahkan sudah mengonsumsi beras yang bukan hasil dari penanaman mereka, tetapi mereka mengonsumsi nasi yang sudah dibungkus (nasi bungkus) yang diberikan oleh pemerintah. Hal ini menjadi masalah lingkungan di sana karena memperbanyak sampah. Indonesia Adalah Penghasil Sawit Terbesar Di Dunia Perjanjian Paris : sawit di Indonesia tidak memenuhi standard sawit internasional. Maka, dapat menjadi bukti bahwa ketahanan pangan di Indonesia sangat menguntungkan perusahaan transnasional di negara maju. Untuk mewujudkan ketahanan pangan, sebagian besar hutan di Papua dialih fungsikan untuk tempat penanaman padi. Tanpa adanya pertimbangan bahwa budaya asli orang Papua adalah mengonsumsi sagu. 1 pohon sagu bisa mencukupi makanan mereka selama 6 bulan kedepan. Sedangkan beras hanya sekitar 3-4 minggu. Hal ini membuktikan adanya “politik pangan” yang menguntungkan perusahaan trans-nasional. Food Sustainability Produk hewani, serat, nabati diolah dengan teknik khusus unutk menjaga lingkungan, kesehatan masyarakat, dan kesejahtraan hewan. Contoh : Citagelar tidak menggunakan pupuk kimia maupun alat atau mesin pertanian karena konsep sustainability sendiri adalah agar bisa diwariskan ke generasi-generasi berikutnya dan agar melimpah di generasi berikutnya. Pada hal ini, kelestarian pangannya lah yang dipertimbangkan. Kedaulatan Pangan Merupakan konsep tandingan dari ketahanan pangan. Ketahanan pangan : memusatkan agar masyarakat tidak rentan terhadap pangan itu sendiri. Kedaulatan pangan dimulai dari konferensi Milleni yang digagas oleh serikat Petani Internasional, mereka menganggap ketahanan pangan justru hanya menghasilkan kelaparan di sebagian masyarakat. 1. Konsep pemenuhan pangan melalui produk local Karena setiap wilayah memiliki konsep pemenuhan pangan yang berbeda (berbasis budaya) contoh : konsep Jawa (makan nasi) dan Papua (makan nasi hanya cukup 3-4minggu) maka jelas berbeda 2. Pemenuhan hak atas pangan yang berkualtas gizi baik dan sesuai secara budaya Ada unsur kebudayaan karena pangan bukan masalah urusan lapar atau tidak saja, tetapi ada unsur budaya yang harus tetap di lestarikan. 3. Menggunakan sistem pertanian yang berkelanjutan dan rama lingkungan Kedaulatan pangan selain berbasis budaya juga melihat bahwa sistem pertanian itu harus berkelanjutan dan ramah lingkungan spt food sustainability. Jadi, Kedaulatan Pangan merupakan gabungan food sustainability dan food security. Prinsip Kedaulatan Pangan 1. Pembaharuan Agrarian Karena ketika lahan tidak menjadi milik pribadi, maka ada kemungkinana politisasi thd pangan mereka. Contoh : kebijakan perhutanan sosial 2. Hak Akses Rakyat Terhadap Pangan Tidak lagi bagaimana masy sebagian umum hanya orangorang kaya, tetapi semua orang bisa mengakses pangan mereka 3. Penggunaan Sumber Daya Alam Secara Berkelanjutan Menggunakan alat-alat ramah lingkungan, tidak menggunakan modernisasi pertanian, tidak menggunakan pupuk kimia. 4. Pangan Untuk Pangan Mereka menanam bukan untuk dijual, tetapi untuk pangan mereka sendiri dan tidak sekedar komoditas yang diperdagangkan. 5. Pembatasan Pangan Untuk Koorperasi Penanaman pangan tidak seluruhnya dikuasai oleh koorperasi. 6. Pemberian Akses Ke Petani Kecil Untuk Perumusan Kebijakan Pertanian Di kebijakan pertanian, pemerintah memberi akses untuk oetani yang tidak memiliki lahan agar mereka tetap bisa bertani. 7. Kedaulatan Pangan Terhadap Gizi Tidak hanya melihat ketercukupan pangan dan unsur budaya nya tetapi juga melihat pangan itu tetap bergizi untuk masyarakat. 8. Hak Masyarakat Untuk Makanan Sehat dan Sesuai Dengan Budaya dan Teknologi Ramah Lingkungan dan Berkelanjutan Di Indonesia terlihat lebih mengutamakan ketahanan pangan, apakah memang dari pemerintah nya atau bagaimana? Masyarakat itu sendiri harus bisa mengembangkan pangan mereka sendiri, ahli gizi juga harus berperan dalam hal ini. Di Indonesia mungkin ada kerjasama oleh perusahaan trans-nasional sejak dahulu, jadi pemerintah sudah tidak bisa mengelak lagi. Dana dari IMF dan World Bank berperan untuk ketahanan pangan. Relasi Individu, Keluarga, dan Gender Dalam Perkembangan Gizi Revolusi hijau di Indonesia sangat merugikan di segi perempuan karena pada waktu itu sebagian besaar petani di Indonesia adalah perempuan. Ketika peran perempuan diganti traktor, penghasilan perempuan pun akan sangat menuurn. Maka, terdapat ketimpangan gender pada hal ini. Relasi Individu Interaksi manusia yang memunculkan banyak masalah, peran, dan struktur sosial. Contohnya perkuliahan yaitu adanya relasi dosen-mahasiswa (produksi pengetahuan) relasi kuasa, power of knowledge. Relasi kuasa memunculkan banyak masalah di dalam peran struktur sosial. Terjadi juga kekerasan simbolik, contohnya yaitu pemberian nilai mahasiswa. Relasi dalam keluarga Hubungan antara suami-istri bersifat saling membutuhkan dan saling mendukung, bukan terjadi penguasaan terhadap satu sama lain. Sedangkan anak-anak tergantung pada orangtuanya dalam pemenuhan kebutuhan afeksi dan sosialisasi. Karena keluarga adalah sistem terkecil dalam masyarakat, maka peran orangtua sangat penting. Matriarki : kekuasaan ada pada perempuan, banyak terjadi di masyarakat Minang atau di keluarga Inggris. Maka dari itu pemimpin di Inggris adalah perempuan, yaitu ratu Elizabeth. Patriarki : kekuasaan ada pada laki-laki, banyak di jumpai di masy Jawa dan sebagian masyarakat Indonesia. Egaliter : kesetaraan antara laki-laki dan perempuan, banyak dijumpai di masyarakat Eropa. Relasi Gender Gender sendiri bukan berarti pada jenis kelamin, tetapi peran secara sosial. Contoh : anggapan bahwa laki-laki harus bekerja di pabrik, perempuan di rumah. Gender sendiri merupakan konstruksi yang melekat dan dilekatkan secara sosial maupun kultural. Kedaulatan pangan dengan kondisi Indonesia, apakah bisa? Menurut saya belum bisa karena dapat dibuktikan sendiri dengan pengambilan keputusan pemerintah itu sendiri masih belum sesuai dengan prinsip kedaulatan pangan di nomor 2. Contohnya yaitu di Papua, pemerintah masih tidak dapat mengelak perjanjian dengan perusahaan trans-nasional yang mengharuskan lahan-lahan di Papua dijadikan tempat wisata dan laha untuk menanam padi. Padahal sudah diketahui bahwa masyarakat Papua terbiasa untuk mengonsumsi sagu, bukan padi. Mexico, Kuba, Jerman menggunakan sistem kedaulatan pangan. Menurut saya, ketahanan pangan di Indonesia sudah cukup untuk saat ini. Namun, munculnya Covid-19 pada saat ini membuat banyak masyarakat yang mengambil sikap untuk berbelanja bahan pangan secara berlebihan dan menyebabkan ketersediaan pangan di Indonesia menjadi sangat kurang sehingga bahan kebutuhan pokok pun harganya menjadi naik karena ketersediaan yang semakin menipis dibarengi dengan permintaan masyarakat melonjak tinggi. Contoh Keterkaitan Antara Ketiganya: Ketersediaan : petani jadi takut menanam dan keluar rumah sehingga ketersediaan pangan jadi berkurang. Akses : kemampuan kita untuk mendapat pangan, jadi kalau akses ditutup kita jadi susah mendapat pangan. Stabilitas : harga menjadi melonjak dibarengi dengan permintaan masyarakat yang melonjak tinggi. BAB 13 Relasi Individu, Keluarga, dan Gender Karena di eropa dan luar negeri banyak yang mengaitkan gizi dengan keluarga seperti gizi anak dll. Di afrika banyak malnutrisi karna banyak masalah dengan perempuan. Jadi relasi gender sangat penting dalam hal ini. Keakraban konflik, individu dengan individu lain terjadi kontak atau keterlibatan antar satu sama lain antar individu dengan klompok atau individu dengan individu. Setelah keakraban timbullah kelompok semu atau penting atau konflik. Setelah terjadi konflik menjadi konflik terbuka antar individu-individu lain. Pada tahapan itu ada beberapa konsep perjalanan relasi individu bisa terjadi 1. Teori Penetrasi Sosial Proses pengenalan satu sama lain hingga terjadi sebuah pertukaran atau penjajakan afektif. Seperti saat bertemu pertama kali dengan orang akan menanya nama, tempat tinggal, alamat rumah seperti hal general lainnya. Setelah itu bertukar afektif. Kasih saying disini terjadi bukan mengarah dalam seksualitas namun keterkaitan dalam keakraban. Seperti member apa yg dibutuhkan. Setelah afektif terjadi pertukaran stabil, terjadi pertukaran antar individu dalam hal yang menguntungkan. 2. Teori Pertukaran Individu selalu mengevaluasi hubungannya dengan orang lain dengan mempertimbangkan konsekuensi. Setiap tindakan orang pasti ada motifnya, motif ekonomi atau sosial. Ketika kita memberikan sumbangan kepada orang yang tidak mampu di jalan, kita mengharapkan imbalan terhadap diri kita suatu saat nanti kepada Tuhan. Maka semua perlakuan orng pasti ada motifnya. “Politic of Living” Ini bagaimana kita berpolitik pada kehidupan diri kita sendiri, kepada Tuhan dan lainnya. Maka semua yang dilakukan seseorang pasti tidak lepas dari motif. Dalam teori pertukaran sendiri terdapat 2 yaitu: 1. Pertukaran Afektif Kenyamanan, dan terkesan lebih santai. Seperti kita member bantuan kepada teman dan berharap Kembali. Namun dalam afektif tidak bersifat intim namun hanya sikap peduli saja. Ada rasa sungkan dan kasihan yang terasa dalam hal ini. 2. Pertukaran Seimbang Terjadi kejujuran yang total dan keintiman. Hingga munculnya spontanitas. Seperti mengatakan isi hati kepada lawan jenis. Pada tahap ini keintiman sangat tinggi dan akan merangsang kejujuran yg total. Dan individu mengutarakan perasaan yang akurat antar pasangan. Sehingga pertukaran tersebut sudah setingkat lebih dari pertukaran afektif.  Relasi social dalam perkembangan gizi Relasi social berpengaruh kepada relasi ekonomi maka secara tidak langsung hubungan dengan orang lain akan berpengaruh pada sistem ekonomi masyarakat tersebut yang mempengaruhi gizi di wilayah tersebut.  Relasi keluarga dalm perkembangan gizi Relasi keluargasangat penting bagi perkembangan gizi anak karena anak akan mendapatkan pendidikan jasmani, rohani serta gizinya. Peran keluarga penting dalam proses perkembangan gizi seseorang karena keluarga merupakan struktur terkecil di masyarakat.Pemenuhan gizi anak bukan hanya menjadi tanggung jawab ibu, melainkan ayah juga turut andil dalam perkembangan gizi anak. Kurang gizi disebabkan kemiskinan atau kurangnya tingkat pengetahuan gizi di masyarakat atau keluarga.  Relasi gender pada perkembangan gizi Perbedaan pola kebiasaan makanan antara pria dan wanita. Terjadi perbedaan perspektif dalam pemenuhan gizi pada pria & perempuan, ada kontruksi jika pria harus makan yang sehat karena akan menjadi kepala keluarga sedangkan wanita tidak. Proporsi makanan pria dan wanita melihat relasi gender berlaku di dalam proses relasi gender antara pria dan wanita. Pola konsumsi juga sangat penting dalam relasi gender Analisis Gender dalam Malnutrisi 1) Kontruksi masyarakat dalam kesetaraan gender. Banyak yg menganggap kekurangan nutrisi/stunting karena perempuan tidak dapat merawat anaknya dengan baik 2) Budaya patriarki di Indonesia Jika berbicara tentang relasi gender makanbudayaPatriarkiharusdihilangkandarimasyarakat agar relasi gender dapatseimbang. Misalnya dalam masyarakat Indonesia masih sangat kental budaya Patriarki. 3) Relasisosial Relasi social secara tradisional misalnya perempuan harus selalu mengikuti suami itu terjadi & dikontruksi secara massif dan hal itu diturunkan secara turun temurun. Nutrisi dan Gender Masalah gizi dan gender ada beberapa variable 1. Ketimpangan  Perempuan pada level subordinat dan tidak berdaya , yang menimbulkan menyalahgunakan kekuasaan oleh laki-laki yang merasa superior diatas perempuan.  Selanjutnya, banyak laki-laki yang merasa bahwa perempuan hanyalah pelengkap untuk dirinya. 2. Akseskontroluntuksumberdaya  Yang sering dilakukan oleh laki-laki, meskipun hal ini bisa dilakukan juga oleh perempuan. 3. Beban ganda pada perempuan  Beban tanggungjawab dengan pekerjaan dan kebutuhan keluarga.  Ketika alokasi makanan dan gizi hanya terpusat pada anak dan suami, dapat menyebabkan kurangnya pemenuhan gizi pada istri.  Sementara, terdapat penelitian yang membuktikan bahwa kepintaran seorang anak diturunkan dari ibunya. 4. Relasi kekuasan yang terjadi didalam masalah nutrisi 5. Malnutrisi pada anak  Pemenuhan gizi pada perempuan berkurang maka, anak akan menjadi BBLR sehingga ada kemungkinan kematian. BAB 14 INDIKATOR EKOLOGI Indikator ekologi adalag keberadaan suatu organism atau beberapa oragnisme yang berada pada suatu ekosistem tertentu dan menentukan keadaan fisik-sosial kebudayaan wilayah tersebut. contohnya manusia purba hidup dengan system ekonomi pada waktu itu. didalam indicator ekologi terdapat 2hukum yaitu: a) Hukum Minimum Leibig : Kebutuhan dasar yang terdapat di lingkungan tidak semuanya tersedia secara mencukupi (jumlahnya terbatas), sehingga manusia hanya dapat bertahan hidup pada factor tertentu di lingkungannya dalam keadaan minimum. jadi manusia hidup atau bertahan hidup ketika dia terdesak, missal, ketika ujian tersissa waktu 5 menit maka otak akan lebih mudah untuk berfikir disbanding sebelumnya. alam hanya menyediakan bahan-bahan yang sedikit. b) Hukum Toleransi Shelford: Manusia dapat bertaham hidup tidak hanya ditentukan oleh factor pembatas minimum saja, tetapi ditentukan oleh factor pembatas maksimum. contohnya ada orang biasa hidup dikondisi bawah, kemudia ian diperistri oleh saudagar maka social status orang tersebut akan naik dan akan menjadi culture shock. 1. 2. 3. 4. Contoh konsep bio eculture: Bioecocultur pada komoditas sagu. Di masyarakat Papua dia cadangan makanan dari 1 pohon sagu bisa sampai 6 bulan. Sumber energy, sagu sendiri dapat digunakan sebagai bioethanol/bahan bakar dari ethanol. Kekuatan nilai budaya, lumbung makanan. Contohnya di Badui mereka menyimpan mkanana mereka untuk makanan cadangan untuk keluarga mereka yang kekurangan pangan. Aspek ekologis. Sagu sendiri bisa digunakan sebagai penahan air laut dan mengurangi CO2. Paradigma dalam ekologi budaya Steward merupakan salah satu tokoh di ekologi, studi yang mempelajari suatu masyarakat antara adaptasi dengan lingkungan. Adaptasi hanya berlangsung di unsur budaya tertentu. Contoh: kebiasaan makan pada budaya tertentu. Berlangsung kebudayaan dengan lingkungan hidup di sekitarnya. Contoh di masyarakat ciptagelar ketika mereka ingin memanen merupakan suatu bentuk interaksi antara budaya dengan lingkungan sekitarnya Kebiasaanmakandanlingkunganhidup  Kebiasaan makan tidak terlepas dari kehidupan luar, factor ekonomi termanisfestasi pada kebiasaan makan. Contohnya: pada orang papua, mereka memiliki symbol tersendiri seperti hewan yaitu babi yang dimakan ketika ada hari peringatan tertentu.  Penegembangan kebiasaan makan tersebut berpengaruh pada pengembangan pangan tradisional dan local. Yang mempengaruhi keseimbangan pola konsumsi makan dengan lingkungan. Berdampak pada kelestarian lingkungan.  Tercipta kelestarian fungsi lingkungan Ketika dayalingkungan itu cukup akan berdampak pada kelestarian fungsi lingkungan, dan lingkungan akan menjadi stabil atau asri kembali karena tidak ada percepatan pertanian, tidak ada over consumption. Pengembangan pangan tersebutakan berdampak pada pola konsumsi pangandan daya lingkunan. Goalsnya tercipta kelestarian fungsi lingkungan. Food copying strategy Suaturespon jangka pendek dan segera terhadap menurunnya akses terhadap pangan. Respon suatu masyarakat secara jangka pendek terhadap akses pangan mereka. Contoh: orang merubah bentuk dan pola konsumsi tujuannya mempertahan pemenuhan konsumsicpangan, kesehatan, status dan mata pencaharian. Bentuk-bentuk food copying strategy yaitu mengurangi makanan kesukaan, membeli makanan yang lebih murah, meminjam makanan/uang untuk membeli pangan. Contoh: di pedesaan ketika orang tidak mempunyai cabai ia dapat meminta ke saudara/tetangga mereka. Membatasi konsumsi pribadi. The Growth merupakan gerakan sosial di dalam mengurangi krisis lingkungan pertumbuhan ekonomi yang berlebihan. The growth sendiri sedang dikembangkan disalah satu univ di Barcelona, banyak mengembangkan konsep-konsep Thegrowth terutama di bidang pangan. Karena banyakdari masyarakat memandang makanan sendiri itu tidak dijadikan sebagai bentuk bagian dari mereka tetapi hanya untukpemenuhan, contoh: saya makan karena saya lapar, namun bukan untuk pemenuhan gizi saya. Itu banyak pada masyarakat yang menganggap makanan itu bagian dari mereka sehingga terjadi over consumption dalam masyarakat. Over consumption terjadi seiring pertumbuhan ekonomi pada masyarakat. Slogan dari The growth menentang pertumbuhan ekonomi dan sosial. The growth menganggap kerusakan lingkungan itu bukan ditentukan dari seberapa banyak manusia itu dilahirkan tetapi bagaimana perilaku manusia itu mempengaruhi keberlanjutan atau keberlangsungan manusia. Teori Malthus yang mengganggap bahwa kerusakan lingkungan itu dikarenakan bertambahnya jumlah penduduk/demografi tetapi pertumbuhan jumlah penduduk itu bagian kecil dari perusakan lingkungan yang paling besar yaitu bagaimana interaksi manusia dengan alam apakah ia ekosentrism atau antroposentrism. Mereka menganggap hak kita sama dengan alam, kita harus bersikap adil kepada alam juga. Pertumbuhan the growth bukan mendekonstruksi pertumbuhan tetapi perilaku manusia yang menginginkan pertumbuhan tetapi tidak melihat keberlangsungan atau kelestarian lingkungan. Contoh the growth dalam konsumsi yaitu overconsumption. Konsep over consumption sendiri bukan makan yang berlebih dalam artian fisik tetapi banyak dari kita mengonsumsi suatu barang bukan atas suatu keinginan kita, kita hanya haus mata untuk mengonsumsi suatu barang. Ketika kita mengonsumsi suatu barang dan barang tersebut tidak sesuai dengan kebutuhan kita maka barang tersebutakan menjadi sampah. Overconsumption sendiri banyak terjadi contohnya di Bogor banyak sampah makanan yang dihasilkan dari kedai kopi, mereka menghasilkan sampah makanan seperti susu. Ketika kebutuhanakan susu itu tinggi maka yang terjadi yaitu inseminasi buatan yang tidak pro atau tidak mendukung kepada hewan seperti sapi. Kebutuhan pasar akan susu itu meningkat namun konsumsi pangannya menjadi over dan akhirnya akan menjadi sampah. The growth sebagai gerakan sosial dan politik paradigma dalam studi lingkungan 1) Ekosentrism alam sebgaai pusat paradigm atau pusat teori atau pusat pemikiran. 2) Antroposentirsm manusia sebagaipusat itu sendiri. The growth masuk didalam kategori ekosentrism, manusia dan alam mempunyai kedudukan yang sama. Antroposentrism melihat manusia sebagai salah satu sebab/tujuan/sentral dalam proses gerakan/proses penyelamatan lingkungan. The growth dalam gerakan sosial melihat bahwa gerakan yang dilakukan oleh masyarakat itu merupakan kesederhanaan ModernisasiEkologi Modernisasi ekologi merupakan dinamika proses perbaikan lingkungan di era modern. Modernisasi ekologi merupakan upaya adaptasi ulang masyarakat industri terhadap lingkungan hidupnya dengan menggunakan ilmu pengetahuan modern dan teknologi maju sehingga daya dukung alam meningkat dan pembangunan berkelanjutan terwujud. Perlunya perbaikan lingkungan secara fundamental melalui strategi berbasis inovasi dan teknologi untuk menciptakan penggunaan sumber daya alam yang efisien dan menciptakan co-benefits bagi ekologi dan ekonomi. Modernisasi ekologi menggarisbawahi bahwa rasionalitas ekologi diperlukan untuk mengimbangi rasionalitas ekonomi, sehingga kegiatan produksi dan konsumsi dapat memberikan manfaat bagi ekonomi dan sekaligus ekologi. Vegetarian dan Vegan sebagai gaya hidup Vegetarian merupakan orang yang tidak makan dari hewan tetapi tetap makan produk olahan dari hewan. Biasanya mereka karena diet, kesehatan atau masalah moral. Vegan merupakan orang yang tidak makan dari hewan maupun produk olahanannya, tetapi karena alasan moral yang menjadi tindakannya. BAB 15 PERSPEKTIF EKOLOGI DALAM PANGAN DAN NUTRISI Konsep Bio-Eco-Culture Dalam Pangan dan Gizi : Perspektif bisa dibilang baru di Indonesia karena masih belum banyak yang menggunakan perspektif ini dalam ke Perspektif ekologi ada yang dinamakan Bioecoculture dalam gizi 3 unsur penting : 1.Bio : Pangan atau zat gizi mengalami proses biologis atau secara alami setelah masuk dalam tubuh dan mempunyai pengaruh untuk proses tumbuh kembang dan kesehatan optimal secara produktif. Contoh: tubuh kita merupakan kerja produksi yang tidak berbayar. Kita tidak memberi upah atas kerja jantung atau ginjal. Proses tumbuhnya tanaman juga termasuk. Produksi alam yang tak berbayar. 2. Eco : pangan sebagai pelestari fungsi atau sebagai sustainability dan pengelola SDA 3. Culture : Faktor budaya yang menyangkut aspek sosial, ekonomi, politik, dan proses budaya yang lain. Contohnya: bagaimana negara negara maju sudah menganggap lingkungan itu bukan bagian dari produksi saja, namun juga bagian dari kehidupan mereka. Di filsafat jawa disebut ibu bumi. Di eropadisebut mother earth. Teori ecofeminis menganggap bahwa bumi itu adalah perempuan. Ketika ekstraksi sumber daya yang berlebih itu merupakan kerja sistem patriarki. Jadi culture sangat penting didalam hubungan alam dengan manusia didalam pemenuhan gizi. Proses budaya mempengaruh jenis pangan yang dikonsumsi. Bagaimana menngolahnya, bagaimana mengkonsumsinya, kapan dan dimana mereka makan. Setiap hubungan manusia dengan alam itu merupakan hubungan secara budaya. Alam tidak bekerja sendiri, manusia juga turut berpartisipasi untuk melestarikan SDA Di dalam bioecoculture, pangan local atau etnis membutuhkan lahan dan memiliki kualitas pencemaran lingkungan yang sedikit. Teori mengatakan pangan monokultur yang terjadi di dunia salah satunya bukan lagi untuk ketahanan pangan tetapi untuk menciptakan racun-racun yang baru. Contohnya penggunaan pupuk urea. Pangan local adalah salah satu wujud dari bioecoculture, bioecoculture itu sendiri sangat penting dalam pangan, penerapannya bisa diselarasaskan dengan produksi pangan kita. Kesempatan pangan melalui produksi pangan local dapat menciptakan gizi yang seimbang. Ketika alam itu bersih, maka kualitas produk pangan akan baik juga Dampak Ekologis Kekanekaragaman Hayati Secara sosiologis, politik beras menciptakan kerusakan lingkungan yang cukup parah Deep Ecology : Lingkungan dan alam memiliki hak mereka sendiri. Manusia dan alam memiliki hak yang sama dalam proses kehidupan. Monokultur tidak sustain pada lingkungan serta ketahanan pangan dalam masyarakat itu sendiri pun terganggu. Penggunaan pangan local sendiri secara emisi karbon mengurangi sekitar 2,7 gram di udara. Jadi, membuktikan bahwa dapat memperbaiki kualitas udara di daerah tersebut. Lingkungan hidup adalah sistem yang merupakan kesatuan ruang dengan semua benda, daya, keadaan dan makhluk hidup termasuk manusia dan perilakunya yang menentukan perikehidupan serta kesejahteraan manusia dan makhluk hidup lainnya (UU No 23 Tahun 1997 tentang Pengelolaan Lingkungan Hidup). Ilmu lingkungan mempelajari hubungan manusia dengan lingkungan hidup untuk memperoleh manfaat dengan upaya dan biaya tertentu. Contohnya adalah kawasan konversasi, modernisasi ekologi. Ekologi manusia mempelajari hubungan bagaimana hubungan alam dan manusia bisa selaras/seimbang. Sedangkan sosiologi lingkungan mempelajari tentang bagaimana perilaku manusia terhadap alam. Lingkungan hidup berdasarkan konsep ekologi manusia yatu: 1. Lingkungan alam Manusia memiliki 2 habitat yaitu area teritorial (area fisik yang ditinggali sekarang) dan culture area (situasi sosial yang ada di masyarakat). Begitu juga dengan hewan, mereka hidup di habitat aslinya misalkan hutan dan juga interaksinya dengan hewan lain. Contohnya adalah singa yang menerkam rusa karena rusa tersebut berada di wilyah kekuasaannya. 2. Lingkungan sosial (community interactions)  Competition  Predation  Parasitism  Coevolution  Succession  Climax Communities 3. Lingkungan budaya Lingkungan budaya dibagi menjadi material dan non-material. Material adalah sesuatu yang terlihat wujudnya dan fisiknya. Contohnya adalah bangunan, jalanan, sarana dan prasarana. Lingkungan budaya non-material adalah sesuatu yang tidak terlihat bentuk fisiknya namun dapat kita rasakan dampaknya. Contohnya adalah peraturan, adat istiadat, norma, hukum yang berlaku, dan sistem pemerintahan setempat. 4. Lingkungan buatan Lingkungan yang tercipta melalui campur tangan manusia. 5. Lingkungan biotik dan abiotik Lingkungan abiotik mencakup benda – benda mati di alam seperti tanah, air, udara dan sinar matahari. Lingkungan biotik mencakup makhluk hidup seperti flora, fauna dan manusia. Fungsi Lingkungan Hidup 1. Sebagai sumber daya ( barang dan jasa ) 2. Tempat kembalinya limbah ( udara, tanah, dan perairan) 3. Sebagai sumber kesenangan dan rekreasi Prinsip Ekosistem      Keanekaragaman hayati Keterkaitan dan ketergantungan Keteraturan dan keseimbangan dinamis Harmonisasi dan stabilitas Manfaat dan produktivitas Azas Ekosistem 1. Keanekaragaman Setiap individu memiliki fungsi dan peranan masing – masing (produsen, distrubutor, konsumen) sehingga suatu ekosistem akan mengalami keseimbangan yang stabil dan dinamis. 2. Kerja sama 3. Persaingan Tujuannya untuk mengontrol pertumbuhan suatu komponen yang terlalu cepat sehingga mengganggu keseimbangan ekosistem, mengawasi dinamika pertumbuhan suatu benda dalam menjaga stabilitas) 4. Interaksi Hubungan timbal balik antara masing – masing komponen dengan lingkungan sebagai penyedia sumber daya. 5. Kesinambungan Adanya kesinambungan dalam ekosistem karena adanya interkasi yang terjalin secara intense dan kesadaran akan saling membutuhkan antar komponen. Sistem Pangan dan Gizi Sub-sistem pangan 1. Produksi pangan Meliputi menghasilkan, menyiapkan, mengolah, membuat,mengawetkan, mengemas dan mengubah bentuk pangan. 2. Ketersediaan pangan Meliputi cadangan pangan yang bisa berasal dari komoditi impor dan ekspor 3. Distribusi pangan Meliputi aspek fisik (transportasi) dan aspek ekonomi Sub-sistem gizi 1. Status gizi/kesehatan  Gejala klinik/subklinik  Pertumbuhan/daya kerja  Gizi kurang/gizi lebih

Judul: Jurnal Hasil Perkuliahan Akhir

Oleh: Safira Anindya Basalamah


Ikuti kami