Review Jurnal Sulistiyawati Bawinto

Oleh Sulistiyawati Bawinto

41,3 KB 3 tayangan 0 unduhan
 


Bagikan artikel

Transkrip Review Jurnal Sulistiyawati Bawinto

JUDUL : UNIVERSALISME ISLAM DAN TOLERANSI NAMA JURNAL : PEMIKIRAN ABDURRAHMAN WAHID TENTANG UNIVERSALISME ISLAM DAN TOLERANSI VOLUME & HALAMAN : Vol.10, Hal. 423-444 TAHUN : 2016 PENULIS : NGAINUN NAIM EMAIL : naimmas22@gmail.com KAMPUS : IAIN TULUNG AGUNG, JAWA BARAT REVIEW : SULISTIYAWATI BAWINTO (182022032) TANGGAL : 26 NOVEMBER 2018 Artikel ini membahas tentang pemikiran Abdurrahman Wahid tentang Universalisme Islam dan toleransi. Pemikiran tentang universalisme islam dan toleransi penting dibahas di tengah menguatnya gerakan islam radikal di Indonesia. Sebagai seorang yang intelektual terkemuka di Indonesia, pemikiran Abdurrahman Wahid sangat kaya. Pemikirannya banyak dikaji, diteliti, diapresiasi dan dikembangkan dalam berbagai kehidupan. Abdurrahman Wahid sudah banyak yang dihasilkan. Realitas ini menunjukkan bahwa pemikiran Abdurrahman Wahid memiliki relevansi untuk direkonstruksi kembali. Salah satu aspek yang penting dalam kerangka rokonstruksi tersebut adalah aspek membangun kehidupan sosial kemasyarakatan yang harmonis. Masyarakat Indonesia memiliki tingkat keanekaragaman yang tinggi. Sebagai bangsa yang multi, yaitu multi-etnis, multi-iman, dan multi-ekspresi kultural dan politik, dibutuhkan strategi yang tepat dalam mengeola keanekaragaman tersebut. Pemikiran, strategi, dan aksi yang mencegah atau paling tidak meminimalisir terjadinya konflik menjadi agenda penting yang harus dilaksanakan secara konsisten. Keadaban ini mampu diwujudkan jika seseorang memilki salah satunya perspektif positif konstruksi dalam memandang orang lain. salah satu pemikiran Abdurrahman Wahid terkait dengan persoalan ini adalah universalisme islam. Menurut As’ad Said Ali, universalisme islam sebagaimana pemikiran Abdurrahman Wahid merupakan nilai-nilai yang ada dalam islam. Disebut sebagai nilai yang universal karena menjadi tujuan syariat Isam. Nilai ini terdapat dalam perlindungan terhadap lima hak dasar manusia, yaitu perlindungan atas hak hidup, hak beragama, hak berpikir, hak kepemilikan, dan hak berkeluarga. Mempertegas pernyataan tersebut, Abdurrahman Wahid menyatakan bahwa dimensi universalisme islam bukan sekedar sebagai jargon semata. Ajaran universalisme islam telah teruji sejarah dan berkontribusi dalam membangun nilain-nilai kemanusiaan yang bermartabat. Abdurrahman Wahid menegaskan bahwa, “Universalisme tercermin pada ajaran-ajaran yang memilki kepedulian terhadap unsur-unsur kemanusiaan yang diimbangi dengan kearifan yang muncul dari keterbukaan peradaban islam sendiri. Universalisme islam memiliki konsekunesi terhadap budaya partikular yang ada di sekitar. Hal ini bermakna bahwa islam adalah agama yang memiliki pemahaman secra baik terhadap budaya lokal, bukan agama yang memusuhi dan menghilangkan budaya lokal. Upaya ini kemudian diformulasikan secara baik oleh Abdurrahman Wahid dalam istilah yang unik, yaitu “pribumisasi Islam”. Konflik dalam berbagai bentuk telah menjadi bagian dari dinamika sejarah panjang ngsa Indonesia. Membangun kesadaran terhadap realitas keanekaragaman merupakan satu aspek enting yang harus terus ditum uhsuburkan. Toleransi secara sederhana dapat dimaknai sebagai sikap membolehkan atau membiarkan ketidaksepakatan dan tidak menolak terhadap perbedaan. Toleransi seharusnya tidak hanya berhenti pada tataran wacana. Ia harus diturunkan menjadi aktivitas dalam kehidupan nyata. Ada perspektif penting berkaitan dengan toleransi, yaitu perspektif self esteem. Perspektif ini menyatakan bahwa kunci penting toleransiterletak pada bagaimana mempersepsi diri dan orang lain. hal ini sejalan dengan konsep toleransi yang mengandaikan nilai bersama sehingga agama-agama yang berbeda dapat hidup berdampingan dengan damai.

Judul: Review Jurnal Sulistiyawati Bawinto

Oleh: Sulistiyawati Bawinto


Ikuti kami