Jurnal Membangun Karakter Bangsa.docx

Oleh Dita M E Y L I N D A Hafsari

222,2 KB 4 tayangan 0 unduhan
 


Bagikan artikel

Transkrip Jurnal Membangun Karakter Bangsa.docx

PERAN PENDIDIKAN DALAM MEMBANGUN KARAKTER GENERASI MUDA SEBAGAI AGEN PERUBAHAN DI ERA GLOBAL Dita Meylinda Hafsari1) (10318012) , Safari Hasan, S.IP., MMRS2) 1) Ilmu Kesehatan Masyarakat, Institut Ilmu Kesehatan Bhakti Wiyata Kediri 2) Staf Pengajar Institute Ilmu Kesehatan Bhakti Wiyata Kediri Jl Gambiran kota 23, Kediri, Jawa Timur Indonesia 55283 Email : Ditameylinda01@gmail.com1), safarihasan81@gmail.com2) Abstrak – Makalah mengenai “Pendidikan membangun pendidikan yang diimplementasikan pada kurikulum di tingkat karakter generasi muda sebagai agen perubahan di zaman satuan pendidikan yang memuat pelajaran normatif, adaptif, global” bertujuan untuk Mengembangkan kemampuan gen- produktif, muatan lokal, dan pengembangan diri. Pendidikan erasi muda menjadi manusia yang mandiri, kreatif, karakter bangsa di sekolah yang diimplementasikan pada berwawasan kebangsaan, juga menananmkan jiwa kete- pendidikan pengembangan diri antara lain; melalui kegiatan ladanan, kepemimpinan, dan tanggung jawab generasi muda kegiatan ekstrakurikuler di sekolah, semisal : pengurus OSIS, sebagai generasi penerus bangsa. Karakter Bangsa adalah Pramuka, PMR, PKS, KIR, Olahraga, Seni, Keagamaan dan kualitas perilaku kolektif kebangsaan yang khas baik yang lainnya. Dengan kegiatan ekstrakurikuler ini sangat menyen- tercermin dalam kesadaran, pemahaman, dan perilaku tuh, mudah dipahami, dan dilakukan siswa sebagai bagian berbangsa dan bernegara sebagai hasil olah pikir, olah hati, penyaluran minat dan dilakukan siswa sebagai bagian olah rasa, perilaku berbangsa dan bernegara Indonesia yang penyaluran minat dan bakat yang dapat dikembangkan seba- berdasarkan nilai-nilai Pancasila, norma UUD 1945, keber- gai perwujudan pendidikan karakter bangsa. agaman dengan prinsip Bhineka Tunggal Ika, dan komitmen terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia. Untuk mewujudkan pendidikan karakter bangsa dapat dilakukan melalui pendidikan formal, non formal, dan informal yang saling melengkapi dan mempercayai dan diatur dalam peraturan dan undang-undang. Contoh pada pendidikan formal: Pendidikan formal dilaksanakan secara berjenjang dan pendidikan tersebut mencakup pada pendidikan umum, kejuruan, akademik, profesi, evokasi keagamaan dan khusus. Dalam pelaksanaan pendidikan karakter bangsa dapat dilakukan melalui jenjang Abstract – Paper about "Education builds the character of the young generation as agents of change in the global age" aims to develop the ability of young people to become independent, creative, nationalistic people, as well as to exemplify the spirit of example, leadership and responsibility of the younger generation as the next generation nation. The character of the Nation is the characteristic quality of a collective nationality that is well reflected in the awareness, understanding, and behavior of the nation and state as a result of thought, though 1 the heart, the sense of feeling, the behavior of the Indonesian mewujudkan itu semua, kita masih menghadapi berbagai nation and state based on the values of Pancasila , norms of masalah nasional yang tidak kunjung selesai. Seperti masalah the 1945 Constitution, diversity with the principle of Unity in pada aspek politik, aspek ekonomi, dan aspek sosial budaya,). Diversity, and commitment to the Unitary State of the Masalah-masalah politik, ekonomi, dan sosial budaya juga da- Republic of Indonesia. To realize national character pat diselesaikan dengan SDM. Namun untuk menyelesaikan education can be carried out through formal, non-formal, and masalah-masalah tersebut dan menghadapi berbagai persain- information education that complement and trust and are gan peradaban yang tinggi untuk menjadi Indonesia yang regulated in regulations and laws. Examples of formal lebih maju diperlukan revitalisasi dan penguatan karakter education: Formal education is carried out in stages and the SDM yang kuat. Salah satu aspek yang dapat dilakukan untuk education includes general education, vocational, academic, mempersiapkan karakter SDM yang kuat adalah melalui pen- professional, religious and special evacuation. In the didikan. Pendidikan merupakan alat utama yang berfungsi implementation of national character education can be untuk membentuk dan membangun karakter bangsa ,sesuai carried out through the level of education that is implemented fungsinya maka pendidikan merupakan objek yang harus in the curriculum at the education unit level which contains ditinjau nor-mative, adaptive, productive, local content, and self- mengembangkan daya nalar kritis-kognitif, juga merupakan development lessons. National character education in schools upaya berkelanjutan untuk membangun dan membentuk that is implemented in self-development education, among karakter. Penanaman nilai-nilai akhlak, moral dan budi pekerti others; through extracurricular activities in schools, such as: sebagaimana tertuang dalam undang-undang pendidikan OSIS administrators, Scouts, PMR, PKS, KIR, Sports, Art, nasional Republik Indonesia nomor 20 tahun 2003 harus Religious and others. With this extracurricular activity, it is menjadi dasar utama dalam pola pelaksanaan dan evaluasi very touching, easy to understand, and carried out by students sistem pendidikan nasional. as part of channeling interest and is carried out by students as part of channeling interests and items that can be developed as national character-education and education. Kata Kunci – Bangsa, Karakter, Pendidikan Keywords – Nation, Character, Education 1. Pendahuluan kembali. Pendidikan, di samping untuk 1.2 Rumusan Masalah 1. Apa yang dimaksud pendidikan karakter ? 2. Apa manfaat dan tujuan diterapkannya pendidikan berkarakter bagi generasi muda ? 3. Bagaimana Proses Pembentukan karakter ? 4. Bagaimana peran pendidikan dalam membangun karakter bangsa Indonesia ? 1.1 Latar Belakang 1.3 Tujuan Bangsa Indonesia adalah bangsa yang besar karena didukung oleh sejumlah fakta positif yaitu posisi geopolitik 1. Mengembangkan potensi hati nurani generasi penerus yang sangat strategis, kekayaan alam dan keanekaragaman sebagai manusia dan warga Negara yang memiliki nilai hayati, kemajemukan sosial budaya, dan jumlah penduduk nilai karakter bangsa. yang besar. Oleh karena itu, bangsa Indonesia memiliki pelu- 2. Mengembangkan Kebiasaan dan perilaku generasi ang yang sangat besar untuk menjadi bangsa yang maju, adil, penerus yang terpuji dan sejalan dengan nilai-nilai dan makmur, berdaulat, dan bermartabat. Namun demikian, untuk tradisi budaya yang religious. 2 3. Menanamkan keteladanan, kepemimpinan dan tanggung 1.4.4 Pengertian Pendidikan Karakter Menurut jawab generasi muda sebagai generasi penerus bangsa. a). Menurut Suyanto 1.4 Tinjauan Pustaka 1.4.1 Para Ahli Pendidikan karakter adalah cara berfikir dan berprilaku yang Pengertian Pendidikan Pendidikan adalah suatu usaha sadar dan sistematis dalam mengembangkan potensi peserta didik. Menurut wikipedia Pendidikan adalah pembelajaran pengetahuan, keterampilan, dan kebiasaan sekelompok orang yang diturunkan dari satu menjadi ciri khas tiap individu untuk hidup dan bekerja sama, baik dalam lingkup keluarga, masyarakat, bangsa, maupun Negara b). Menurut Kertajaya generasi ke generasi berikutnya melalui pengajaran, pelatihan, atau penelitian. Pendidikan sering terjadi di bawah bimbingan orang lain, tetapi juga memungkinkan secara otodidak. Pendidikan karakter adalah ciri khas yang dimiliki oleh suatu benda atau individu. Ciri khas tersebut adalah asli dan mengakar pada kepribadian benda atau individe tersebut, serta 1.4.2 Pengertian Karakter merupakan “mesin” yang mendorong bagaimana seseorang bertindak, bersikap, berucap, dan merespon sesuatu. Karakter atau watak adalah sifat batin yang memengaruhi segenap pikiran, perilaku, budi pekerti, dan tabiat yang dimiliki manusia atau makhluk hidup lainnya. Lebih lengkap lagi Karakter adalah nilai-nilai yang khas, baik watak, akhlak atau kepribadian seseorang yang terbentuk dari hasil internalisasi berbagai kebijakan yang diyakini dan dipergunakan sebagai cara pandang, berpikir, bersikap, berucap dan bertingkah laku dalam kehidupan sehari-hari. 1.4.3 Pengertian Pendidikan Karakter c). Menurut Kamus Psikologi Menurut kamus psikologi pendidikan karakter adalah kepribadian ditinjau dari titik tolak etis atau moral, misalnya kejujuran seseorang, dan berkaitan dengan sifat-sifat yang relatif tetap. (Dali Gulo, 1982). d). Thomas Lickona Pendidikan karakter adalah suatu usaha yang disengaja un- Pendidikan Karakter adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana serta proses pemberdayaan potensi dan tuk membantu seseorang sehingga ia dapat memahami, memperhatikan, dan melakukan nilai-nilai etika yang inti. pembudayaan peserta didik guna membangun karakter pribadi atau kelompok yang unik baik sebagai warga negara. Dalam kamus lain Pendidikan 1.4.5 Fungsi Pendidikan Karakter Karakter merupakanbentuk kegiatan manusia yang di dalamnya terdapat suatu tindakan yang mendidik diperuntukkan bagi generasi selanjutnya.1 Fungsi pendidikan karakter adalah untuk mengembangkan potensi dasar seorang anak agar berhati baik, berperilaku baik, serta berpikiran yang baik. Dengan fungsi besarnya untuk memperkuat serta membangun perilaku anak bangsa yang multikultur. Selain itu pendidikan karakter juga berfungsi meningkatkan peradaban manusia dan bangsa yang baik di 1 http://dedi26.blogspot.com/2013/06/pendidikan-karakter-bangsa.html diakses 28 Oktober 2018 dalam pergaulan dunia. Pendidikan karakter dapat dilakukan 3 bukan hanya di bangku sekolah, melainkan juga dari bergai dan tindakan untuk melaksanakan nilai-nilai tersebut, baik ter- media yang meliputi keluarga, lingkungan, pemerintahan, hadap Tuhan Yang Maha Esa (YME), diri sendiri, sesama, dunia usaha, serta media teknologi. lingkungan, maupun kebangsaan sehingga menjadi manusia insan kamil. 1.4.6 Realisasi Pendidikan Karakter Secara umum untuk mewujudkan pendidikan karakter dapat dilakukan melalui pendidikan formal, non formal, dan informal. Saling melengkapi dan mempercayai dan diatur dalam peraturan dan undang-undang. Pendidikan formal dilaksanakan secara berjenjang dan pendidikan tersebut mencakup pada pendidikan umum, kejuruan, akademik, profesi, evokasi keagamaan dan khusus. Dalam pelaksanaan pendidikan karakter dapat dilakukan melalui jenjang pendidikan yang diimplementasikan pada kurikulum di tingkat satuan pendidikan yang memuat pelajaran normatif, adaptif, produktif, muatan lokal, dan pengembangan diri. Pendidikan karakter di sekolah yang diimplementasikan pada pendidikan pengembangan diri antara lain; melalui kegiatan kegiatan ekstrakurikuler di sekolah, semisal : pengurus OSIS, Pramuka, PMR, PKS, KIR, Olahraga, Seni, Keagamaan dan lainnya. Dengan kegiatan ekstrakurikuler ini sangat menyentuh, mudah dipahami, dan dilakukan siswa sebagai bagian penyaluran minat dan dilakukan siswa sebagai bagian penyaluran minat dan bakat yang dapat dikembangkan sebagai perwujudan pendidikan karakter bangsa. 2. Pembahasan 2.1 Pendidikan Membangun Karakter Dalam pendidikan karakter di sekolah, semua komponen harus dilibatkan, termasuk komponen-komponen pendidikan itu sendiri, yaitu isi kurikulum, proses pembelajaran dan penilaian, kualitas hubungan, penanganan atau pengelolaan mata pelajaran, pengelolaan sekolah, pelaksanaan aktivitas atau kegiatan ko-kurikuler, pemberdayaan sarana prasarana, pembiayaan, dan ethos kerja seluruh warga dan lingkungan sekolah. Saat ini pendidikan karakter sedang menjadi isu utama dalam dunia pendidikan di Indonesia, harapannya melalaui pendidikan karakter tersebut mamapu menjadi landasan utama dalam mewujudkan Indonesia yang lebih baik dalam berbagai bidang dalam bernegara, banyak orang tahu jalan untuk naik, namun banyak yang tidak tahu jalan untuk turun (Suwido Tono 2000:123). Dalam proses pembentukan sikap atau karakter yang lebih baik untuk setiap anak bangsa memang harus didik sejak lahir, permasalahan mengenai karakter setiap orang memang merupakan hubungannya dengan fitrah ilahi, namun untuk mewujudkan hal tersebut dibutuhkan suatu pendukung yaitu lingkungan. Lingkungan yang baik maka sangatlah mungkin untuk menciptakan setiap individu yang baik pula. Unsur terpenting dalam membangun karakter adalah pikiran karena pikiran, yang di dalamnya terdapat seluruh program yang terbentuk dari pengalaman hidupnya, merupakan pelopor segalanya. Program ini kemudian membentuk sistem kepercayaan yang akhirnya dapat membentuk pola berpikirnya Karakter merupakan nilai-nilai perilaku manusia yang yang bisa mempengaruhi perilakunya. Jika program yang ter- berhubungan dengan Tuhan Yang Maha Esa, diri sendiri, tanam tersebut sesuai dengan prinsip-prinsip kebenaran uni- sesama manusia, lingkungan, dan kebangsaan yang terwujud versal, maka perilakunya berjalan selaras dengan hukum alam. dalam pikiran, sikap, perasaan, pekataan, dan perbuatan Hasilnya, perilaku tersebut membawa ketenangan dan kebaha- berdasarkan norma-norma agama, hukum, tata karma, budaya giaan. Sebaliknya, jika program tersebut tidak sesuai dengan dan adat istiadat. Pendidikan karakter adalah suatu sistem prinsip-prinsip hukum universal, maka perilakunya membawa penanaman nilai-nilai karakter kepada warga sekolah yang kerusakan dan menghasilkan penderitaan. Oleh karena itu, meliputi komponen pengetahuan, kesadaran atau kemauan, pikiran harus mendapatkan perhatian serius. 4 karakter bangsa. Beliau berharap dengan pengamalan budaya ini dapat menyaring persepsi dan pandangan-pandangan yang 2.2 Pendidikan Membangun Karakter Bangsa mengikis karakter. Di tengah derasnya arus informasi, menganggap bahwa masyrakat Indonesia cenderung tidak tertarik Pendidikan untuk pembangunan karakter pada dasarnya mencakup pengembangan substansi, proses dan suasana atau lingkungan yang menggugah, mendorong dan memudahkan seseorang untuk mengembangkan kebiasaan baik dalam kehidupan sehari-hari. Kebiasaan ini tumbuh dan berkembang lagi pada buku dan bacaan-bacaan. Masyarakat Indonesia lebih tertarik kepada gambar dan tayangan-tayangan, hal ini mempengaruhi persepsi kita sebagai bangsa Indonesia. Diharapkan pendidikan Indonesia kembali pada budaya gemar membaca buku.2 dengan didasari oleh kesadaran, keyakinan, kepekaan dan sikap orang yang bersangkutan. Dengan demikian, karakter 2.3 Proses Pembentukan Karakter bersifat inside-out, dalam arti bahwa perilaku yang berkem- 2.3.1 Pengenalan bang menjadi kebiasaan baik ini terjadi karena adanya doron- Maksud dari pengenalan ini adalah seorang anak diperke- gan dari dalam, bukan karena adanya paksaan dari luar. Ada nalkan tentang hal – hal positif / hal – hal yang baik dari orang yang menyatakanan bahwa ’turis’ Indonesia yang lingkungan, maupun keluarga. Contohnya anak diajarkan ten- bepergian ke Singapura atau Jepang akan berperilaku tertib di tang kejujuran, tenggang rasa, gotong royong, bertanggung jalan raya atau di tempat-tempat umum, karena aturan yang jawab sangat tegas dan keras di sana. Namun, saat pulang kembali menanamkan hal positif dalam memorinya. dan sebagainya. Tahapan ini bertujuan untuk ke Indonesia, mereka kembali pada kebiasaan lama, yaitu ’liar’ di jalan raya, tidak peduli tata-krama dan aturan lalu lin- 2.3.2 tas. Jadi, perilaku tertib di Singapura atau Jepang bukanlah Selanjutnya adalah pemahaman, maksud dari pemahaman karakter orang-orang yang bersangkutan. Peranan Pendidikan disini adalah kita memberikan pengarahan atau pengertian Nasional Dalam Pembangunan Karakter Bangsa bahwa pen- tentang perbuatan baik yang sudah kita kenalkan kepada si didikan kebangsaan bila dilihat dari kacamata pertahanan se- anak. Tujuannya agar dia tahu dan mau melakukan hal terse- buah negara, dapat dibagi menjadi dua bagian, yaitu pen- but dalam keluarga ataupun dalam masyarakat. Pemahaman didikan militer dan non militer. Di negara maju seperti Jepang, mereka menerapkan pertahanan rakyat semesta atau 2.3.3 wajib militer. Dalam wajib militer ini tidak hanya diberikan Setelah si anak telah paham tentang perbuatan baik yang pelatihan fisik saja namun diberikan juga pendidikan bela ne- telah kita ajarkan langkah yang selanjutnya adalah penerapan. gara yang menanamkan pembentukan karakter sebuah bangsa. Maksud dari penerapan disini adalah kita memberikan kesem- Melihat pendidikan dan pertahanan sebuah bangsa selalu patan pada anak untuk menerapkan perbuatan baik yang telah berkaitan, karena dengan pendidikan kebangsaan yang baik kita ajarkan. Penerapan akan tercipta suatu kebhinekaan, dimana hal tersebut akan menjadi modal pertahanan sebuah negara. setiap percikan bu- 2.3.4 Pengulangan / Pembiasaan daya merupakan bagian dari ke-Indonesiaan untuk mengisi ulang jati diri bangsa Indonesia. menghimbau seluruh peserta Rembuk Nasional menjaga nilai-nilai budaya bangsa Indonesia, termasuk bahasa. Hal ini menjadi penting karena melihat 2 Kiki, Handini (2012) “Peran Pendidikan dalam Membangun Karakter Bangsa” Sumber : http://orzava.blogspot.com/2012/03/peran- pen- didikan-dalam-membangun.html diakses 28 Oktober 2018 bahasa sebagai suatu proses pertama transformasi nilai-nilai 5 Maksud dari pengulangan disini adalah setelah si anak telah 2.4.5 Sikap-sikap dominan dalam diri seseorang yang se- paham dan menerapkan perbuatan baik yang telah kita ke- cara keseluruhan mencitrai dirinya adalah apa yang nalkan kemudian kita lakukan pembiasaan, dengan cara disebut sebagai karakter atau kepribadian. melakakuan hal baik tersebut secara berualang ulang agar si Proses pembentukan mental tersebut menunjukan keterkaitan anak terbiasa melakukan hal baik tersebut. antara fikiran, perasaan dan tindakan. Dari akal terbentuk pola fikir, dari fisik terbentuk menjadi perilaku. Cara berfikir men- 2.3.5 Pembudayaan Pembudayaan disini harus diikuti dengan adanya peran serta masyarakat untuk ikut melakukan dan medukung terciptanya jadi visi, cara merasa menjadi mental dan cara berprilaku menjadi karakter. Apabila hal ini terjadi terus menerus akan menjadi sebuah kebiasaan.3 pembentukan karakter baik yang telah diterapkan dalam masyarakat maupun di dalam keluarga. Adanya hukuman jika 2.5 Peran Pendidikan dalam Membangun Karakter Bangsa tidak ikut pembudayaan tersebut akan memunculkan motivasi Pendidikan merupakan alat utama yang berfungsi untuk untuk ikut dan berperan serta dalam pembudayaan karakter membentuk dan membangun karakter bangsa. Saat ini bangsa yang baik dan positif dalam masyarakat. Indonesia sedang mengalami krisis multi dimensi, sesuai 2.3.6 fungsinya maka pendidikan merupakan objek yang harus dit- Internalisasi Menjadi Karakter Karakter seseorang akan semakin kuat jika ikut didorong injau kembali. Karena rapuhnya karakter suatu bangsa, pasti- adanya suatu ideologi atau believe. Jika semua sudah tercapai lah diawali dan disebabkan oleh rapuhnya pendidikan karak- maka akan ada kesadaran dalam diri seseorang untuk ter di bangku-bangku akademik. Pendidikan, di samping un- melakukan hal yang baik tersebut tanpa adanya paksaan atau tuk mengembangkan daya nalar kritis-kognitif, juga meru- dorongan untuk melakukannya. Selain itu adanya faktor inter- pakan upaya berkelanjutan untuk membangun dan memben- nal dalam masyarakat atau keluarga akan mempengaruhi tuk karakter. Penanaman nilai-nilai akhlak, moral dan budi karakter seseorang. pekerti sebagaimana tertuang dalam undang-undang pendidikan nasional Republik Indonesia nomor 20 tahun 2003 harus menjadi dasar utama dalam pola pelaksanaan dan eval- 2.4 Tahap-Tahap Pembentukan Karakter uasi sistem pendidikan nasional. "Pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk Karakter setiap manusia terbentuk melalui 5 Tahap yang sal- watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam ing berkaitan. Lima tahapan itu adalah : rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk 2.4.1 2.4.2 2.4.3 Adanya nilai yang diserap seseorang dari berbagai berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia sumber, seperti agama, ideologi, pendidikan dll. yang berilmu, beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Nilai membentuk pola fikir seseorang yang secara Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, keseluruhan keluar dalam bentuk rumusan visi. mandiri dan menjadi warga negara yang demokratis serta Visi turun ke wilayah hati membentuk suasana jiwa bertanggung jawab." (pasal 3 UU. Sisdiknas thn. 2003). yang secara keseluruhan membentuk mentalitas. 2.4.4 Tujuan pendidikan nasional sebagaimana tertera pada un- Mentalitas mengalir memasuki wilayah fisik dan melahirkan tindakan yang secara keseluruhan disebut sikap. dang-undang, secara jelas telah meletakkan dasar-dasar yang 3 https://afidburhanuddin.wordpress.com/2015/01/17/tahapan-pembentukankarakter/ diakses 28 Oktober 2018 6 kuat dalam menopang karakter dan jati diri bangsa. Tetapi terjadi dalam masyarakat sehingga peserta didik kurang dalam penyelenggaraannya telah mengalami degradasi, yaitu mampu memecahkan masalah-masalah moral yang terjadi terkikisnya nilai-nilai kearifan lokal oleh kuatnya arus pen- dalam masyarakat. Oleh karena itu diperlukan adanya suatu didikan global, kecerdasan kognitif menjadi ukuran yang lebih upaya untuk memperbaiki pola pembelajaran terutama dari dominan untuk menentukan keberhasilan dalam menempuh konvensional ke pembelajaran kontekstual. pendidikan. Akibatnya, tata krama, etika dan moral generasi bangsa tereduksi dalam sebuah nilai-nilai sempit cognitive 2.5.2 Pendidikan nonformal oriented. Pendidikan tidak hanya ditempuh secara formal, namun juga nonformal dan informal. Ketiga jalur pendidikan ini Pendidikan juga ditumbuhkembangkan di luar pendidikan memiliki peran penting dalam pembentukan karakter bangsa. formal, Karena pendidikan adalah proses yang sistemik, tidak masyarakat, dan agamawan. Hal itu sejalan dengan model mungkin keberhasilan pendidikan diraih maksimal, tanpa ker- pembelajaran tempo dulu di masa-masa awal digalakkannya jasama dan keterlibatan semua pihak. pendidikan di Tanah Air. Pendidikan di masa lampau umum- 2.5.1 Pendidikan formal yang memfungsikan peran-peran sosial dari nya belum memerlukan pendidikan dalam arti formalisme Sekolah berperan penting dalam menanamkan dan mem- pendidikan yang mendorong tumbuhnya kompetisi kecerdasan bekali nilai-nilai bagi seorang anak. Di sekolah para anak satu sama lain, tetapi yang menjadi pusat dan syarat pen- berinteraksi dan bersosialisasi dengan teman dan guru-gu- didikan ialah berupa kesejahteraan rumah tangga, atau dengan runya. Sekolah, merupakan laboratorium sosial bagi anak. kata lain, pendidikan berpusat pada kesejahteraan dan keu- Bahkan anak-anak lebih menyerap nilai-nilai dari teman se- tuhan hidup bersama antara ibu dan bapak. Telah menjadi adat bayanya, dari orangtuanya, ketika orangtua tidak dapat kebiasaan yang turun-temurun bahwa di pundak ibu dan ba- mendekati anak-anaknya dengan pendekatan yang tepat. paklah tanggung jawab atas segala hal ihwal kehidupan Sekolah harus berperan sebagai pembangun karakter (charac- anaknya. Dengan kebiasaan itu, para ibu dan bapak merasa ter builder), dan tidak hanya sekedar menyebar pengetahuan harus bertindak sebagai contoh (kaca benggala) untuk anak (transfer of knowledge). Sekolah bukanlah semata-mata per- cucu dan keturunan mereka selanjutnya. siapan anak di masa depan, tetapi sekolah harus dijadikan kehidupan itu sendiri, jadi pada saat di sekolahlah penanaman 2.5.3 Pendidikan informal nilai-nilai harus secara efektif dijalankan melalui kegiatan pembelajaran di dalam kelas maupun diluar kelas sehingga proses pendidikan dan pembudayaan berjalan dengan beriringan. Keluarga merupakan pendidikan yang pertama dan utama. Dalam lingkungan keluargalah seorang anak pertama kali mendapatkan bekal berupa nilai-nilai tentang baik dan buruk Metode pembelajaran yang digunakan umumnya disebut dalam kehidupan. Orangtua sangat berperan penting dalam sebagai pendidikan moral, yang terintegrasi ke dalam dua menanamkan nilai-nilai dasar bagi bangunan budi pekerti, mata pelajaran, yakni Pendidikan kewarganegaraan (PKn) etika dan moralitas anak kelak dalam kehidupannya. Kelu- dan pendidikan agama. Namun, dalam praktiknya terasa arga merupakan salah satu pilar penting bangsa dalam mem- masih tampak kurang pada keterpaduan model dan strategi bangun warga negara yang berkualitas dan berintegritas. Seo- pembelajarannya. Siswa lebih diorientasikan pada penguasaan rang anak yang cukup mendapatkan kasih sayang dan bekal materi yang tercantum dalam kurikulum atau buku teks, dan nilai yang cukup di rumah maka akan tenang, nyaman dan kurang mengaitkan dengan isu-isu moral esensial yang sedang mantap secara nilai di luar rumah. Tetapi ketika di rumah 7 tidak mendapatkan apa yang dibutuhkannya, di luar rumah kegiatan kemanusiaan; menjunjung tinggi nilai kemanu- akan menyerap apapun yang didapatkannya , yang menjadi siaan. permasalahan adalah, ketika nilai-nilai yang ada di luar sangat 3. merusak jiwanya bahkan kehidupannya. Bangsa yang Mengedepankan Persatuan dan Kesatuan BangsaKomitmen dan sikap yang selalu mengutamakan Perhatian yang cukup dan kasih sayang yang intens serta persatuan dan kesatuan Indonesia di atas kepentingan suasana yang dialogis antara anak dan orangtua adalah salah pribadi, kelompok, dan golongan merupakan karakteris- satu upaya yang efektif, untuk menjadikan para anak lebih tik pribadi bangsa Indonesia. Karakter kebangsaan seseo- percaya pada orangtua dan keluarganya. Perlu dibangun rasa rang tecermin dalam sikap menempatkan persatuan, ke- saling percaya antara seluruh anggota keluarga sehingga satuan, kepentingan, dan keselamatan bangsa di atas ke- merasa nyaman dan dihargai. Pendidikan baik formal, nonfor- pentingan pribadi atau golongan; rela berkorban untuk mal maupun informal, tetap masih dibutuhkan, yang justru kepentingan bangsa dan negara. kita berharap terjadi simbiosis mutualistis, saling dukung di 4. Bangsa yang Demokratis dan Menjunjung Tinggi antara ketiganya. Dengan menegakkan pendidikan yang Hukum dan Hak Asasi Manusia Karakter kerakyatan berkarakter, kita optimistis kualitas pendidikan nasional kita seseorang tecermin dalam perilaku yang mengutamakan kian lebih baik, yang salah satunya ditandai dengan berku- kepentingan masyarakat dan negara; tidak memaksakan rangnya angka kriminalitas, kasus korupsi, dan perbuatan kehendak asusila.4 musyawarah untuk mufakat dalam mengambil keputusan kepada orang lain; mengutamakan untuk kepentingan bersama. 2.6 Karakter yang Berlandaskan Falsafah Pancasila 5. aan Karakter berkeadilan sosial seseorang tecermin an- Karakter yang berlandaskan falsafah Pancasila artinya tara lain dalam perbuatan yang mencerminkan sikap dan setiap aspek karakter harus dijiwai ke lima sila Pancasila se- suasana kekeluargaan dan kegotongroyongan. cara utuh dan komprehensif yang dapat dijelaskan sebagai berikut : 1. Bangsa 2.7 Ciri-Ciri Karakter Bangsa Indonesia yang Ber-Ketuhanan Yang Maha Esa Karakter Ber-Ketuhanan Yang Maha Esa seseorang ter- 1. Saling menghormati & saling menghargai cermin antara lain hormat dan bekerja sama antara 2. Rasa kebersamaan & tolong menolong pemeluk agama dan penganut kepercayaan, saling 3. Rasa persatuan dan kesatuan sebagai suatu bangsa menghormati kebebasan menjalankan ibadah sesuai den- 4. Rasa gan agama dan kepercayaannya itu; tidak memaksakan agama dan kepercayaannya kepada orang lain. 2. Bangsa yang Mengedepankan Keadilan dan Kesejahter- 5. kehidupan bermasyarakat, Adanya moral, akhlak yang dilandasi oleh nilai-nilai agama 6. tara lain dalam pengakuan atas persamaan derajat,hak, dan kewajiban; saling mencintai; tenggang rasa; tidak se- dalam berbangsa & bernegara Bangsa yang Menjunjung Kemanusiaan yang Adil dan Beradab Karakter kemanusiaan seseorang tercermin an- peduli Adanya perilaku dalam sifat-sifat kejiwaan yang saling menghormati & saling menguntungkan 7. mena-mena; terhadap orang lain; gemar melakukan Adanya kelakuan dan tingkah laku yang senantiasa menggambarkan nilai-nilai agama, nilai-nilai hukum dan nilai-nilai budaya 4 http://orzava.blogspot.com/2012/03/peran-pendidikan-dalam-membangun.html diakses 28 Oktober 2018 8. Sikap dan perilaku yang menggambarkan nilai-nilai kebangsaan. 8 atau kelompok yang unik baik sebagai warga negara. Fungsi pendidikan karakter adalah untuk mengembangkan potensi dasar seorang anak agar berhati baik, berperilaku baik, serta berpikiran yang baik. Dengan fungsi besarnya untuk mem2.8 Nilai-Nilai yang Membangun Karakter Bangsa Indonesia 1. Nilai Kejuangan 2. Nilai Semangat 3. Nilai Kebersamaan / Gotong royong 4. Nilai Kepedulian / Solidaritas 5. Nilai Sopan santun 6. Nilai Persatuan & Kesatuan 7. Nilai Kekeluargaan 8. Nilai Tanggung Jawab perkuat serta membangun perilaku anak bangsa yang multikultur. Selain itu pendidikan karakter juga berfungsi meningkatkan peradaban manusia dan bangsa yang baik di dalam pergaulan dunia. Pendidikan tidak hanya ditempuh secara formal, namun juga nonformal dan informal. Ketiga jalur pendidikan ini memiliki peran penting dalam pembentukan karakter bangsa. Karena pendidikan adalah proses yang sistemik, tidak mungkin keberhasilan pendidikan diraih maksimal, tanpa kerjasama dan keterlibatan semua pihak. 2.9 Faktor-Faktor dalam Membangun Karakter Bangsa In1. donesia Pendidikan Formal Sekolah berperan penting dalam menanamkan dan mem- 1. Ideologi 2. Politik bekali nilai-nilai bagi seorang anak. Di sekolah para anak 3. Ekonomi berinteraksi dan bersosialisasi dengan teman dan guru-gu- 4. Sosial Budaya runya. Sekolah, merupakan laboratorium sosial bagi anak. 5. Agama Bahkan anak-anak lebih menyerap nilai-nilai dari teman se- 6. Normatif ( Hukum &Peraturan Perundangan ) bayanya, dari orangtuanya 7. Pendidikan 8. Lingkungan 9. Kepemimpinan 2. Pendidikan Nonformal 5 Pendidikan juga ditumbuhkembangkan di luar pendidikan 3. Penutup formal, yang memfungsikan peran-peran sosial dari masyarakat, dan agamawan. Hal itu sejalan dengan model 3.1 Kesimpulan pembelajaran tempo dulu di masa-masa awal digalakkannya pendidikan di Tanah Air. Pendidikan di masa lampau umum- Berdasarkan makalah yang telah terpapar diatas, adapun kesimpulannya sebagai berikut : nya belum memerlukan pendidikan dalam arti formalisme pendidikan yang mendorong tumbuhnya kompetisi kecerdasan satu sama lain, tetapi yang menjadi pusat dan syarat pen- Pendidikan Karakter adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana serta proses pemberdayaan potensi dan pembudayaan generasi guna membangun karakter pribadi didikan ialah berupa kesejahteraan rumah tangga, atau dengan kata lain, pendidikan berpusat pada kesejahteraan dan keutuhan hidup bersama antara ibu dan bapak 5 http://pembangunankarakterbangsa.blogspot.com/p/pembangunan-karakter-bangsa.html 9 Pembudayaan disini harus diikuti dengan adanya peran serta masyarakat untuk ikut melakukan dan medukung terciptanya pembentukan karakter baik yang telah diterapkan dalam 3. Pendidikan Informal masyarakat maupun di dalam keluarga. Keluarga merupakan pendidikan yang pertama dan utama. 6. Internalisasi Menjadi Karakter Dalam lingkungan keluargalah seorang anak pertama kali mendapatkan bekal berupa nilai-nilai tentang baik dan buruk Karakter seseorang akan semakin kuat jika ikut didorong dalam kehidupan. Orangtua sangat berperan penting dalam adanya suatu ideologi atau believe. Jika semua sudah tercapai menanamkan nilai-nilai dasar bagi bangunan budi pekerti, maka akan ada kesadaran dalam diri seseorang untuk etika dan moralitas anak kelak dalam kehidupannya. Kelu- melakukan hal yang baik tersebut tanpa adanya paksaan atau arga merupakan salah satu pilar penting bangsa dalam mem- dorongan untuk melakukannya. bangun warga negara yang berkualitas dan berintegritas. Karakter yang berlandaskan falsafah Pancasila artinya seProses Pembentukan Karakter : 1. Pengenalan tiap aspek karakter harus dijiwai ke lima sila Pancasila secara utuh dan komprehensif yang dapat dijelaskan sebagai berikut : 1. Ber-Ketuhanan Yang Maha Esa cermin antara lain hormat dan bekerja sama antara nalkan tentang hal – hal positif / hal – hal yang baik dari pemeluk agama dan penganut kepercayaan, saling lingkungan, maupun keluarga menghormati kebebasan menjalankan ibadah sesuai dengan agama dan kepercayaannya itu; tidak memaksakan Pemahaman agama dan kepercayaannya kepada orang lain. Selanjutnya adalah pemahaman, maksud dari pemahaman disini adalah kita memberikan pengarahan atau pengertian yang Karakter Ber-Ketuhanan Yang Maha Esa seseorang ter- Maksud dari pengenalan ini adalah seorang anak diperke- 2. Bangsa 2. Bangsa yang Menjunjung Kemanusiaan yang Adil dan tentang perbuatan baik yang sudah kita kenalkan kepada si Beradab Karakter kemanusiaan seseorang tercermin an- anak tara lain dalam pengakuan atas persamaan derajat,hak, 3. dan kewajiban; saling mencintai; tenggang rasa; tidak se- Penerapan Maksud dari penerapan disini adalah kita memberikan ke- mena-mena; terhadap orang lain; gemar melakukan sempatan pada anak untuk menerapkan perbuatan baik yang kegiatan kemanusiaan; menjunjung tinggi nilai kemanu- telah kita ajarkan. siaan. 4. Pengulangan / Pembiasaan 3. Bangsa yang Mengedepankan Persatuan dan Kesatuan Maksud dari pengulangan disini adalah setelah si anak BangsaKomitmen dan sikap yang selalu mengutamakan telah paham dan menerapkan perbuatan baik yang telah kita persatuan dan kesatuan Indonesia di atas kepentingan kenalkan kemudian kita lakukan pembiasaan, dengan cara pribadi, kelompok, dan golongan merupakan karakteris- melakakuan hal baik tersebut secara berualang ulang agar si tik pribadi bangsa Indonesia. Karakter kebangsaan seseo- anak terbiasa melakukan hal baik tersebut rang tecermin dalam sikap menempatkan persatuan, ke- 5. Pembudayaan satuan, kepentingan, dan keselamatan bangsa di atas ke- 10 pentingan pribadi atau golongan; rela berkorban untuk kepentingan bangsa dan negara. 4. Bangsa yang Demokratis dan Menjunjung Tinggi Hukum dan Hak Asasi Manusia Karakter kerakyatan Rachmawati, yunia sari. (2012) “Pembangunan Karakter seseorang tecermin dalam perilaku yang mengutamakan Bangsa” , Sumber : :http://pembangunankarakter- kepentingan masyarakat dan negara; tidak memaksakan bangsa.blogspot.com/p/pembangunan-karakter- kehendak bangsa.html didownload tanggal 01 november 2018 pukul kepada orang lain; mengutamakan musyawarah untuk mufakat dalam mengambil keputusan 23.46 WIB untuk kepentingan bersama. 5. Bangsa yang Mengedepankan Keadilan dan Kesejahter- Biodata Penulis aan Karakter berkeadilan sosial seseorang tecermin antara lain dalam perbuatan yang mencerminkan sikap dan Dita Meylinda Hafsari, merupakan mahasiswa Jurusan Ilmu suasana kekeluargaan dan kegotongroyongan. Kesehatan Masyarakat IIK Bhakti Wiyata Kediri tahun 2018. Daftar Pustaka Safari Hasan, S.IP,MMRS, memperoleh gelar Sarjana Ilmu Politik (S.IP) dari Jurusan Ilmu Administrasi Negara FISIP Depdiknas, 2003, Undang-undang No. 20 tahun 2003, Sistem Pendidikan Nasional, www.depdiknas.go.id Universitas Airlangga Surabaya, lulus tahun 2007. Memperoleh gelar Magister Manajemen Rumah Sakit (MMRS) dari program Pasca Sarjana Magister Manajemen Rumah Sakit Gunawan, Sumodiningrat. (2011), Strategi Umum Pembangu- Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya Malang, lulus nan Karakter Bangsa, Konferensi Guru Besar II di tahun 2011. Saat ini menjadi Dosen di IIK Bhakti Wiyata Surabaya 04 Maret 2009, di : BUKU-KGB-2, AUP, 2011 Kediri. Kiki, Handini (2012) “Peran Pendidikan dalam Membangun Karakter Bangsa” Sumber : http://orzava.blogspot.com/ 2012/03/peran- pendidikan-dalam-membangun.html Kusuma, Wijaya. “Pembentukan Karakter Positif Anak Usia Dini” Di download tanggal 28 Oktober 2018 pukul 12.10 WIB Sumber http:// www.wijayakusuma.wordpress.com/2013/11/06/pembentukan-karakter-positif-anak-sejak-dini/. Mandala, Dian. “Pembentukan Karakter melalui Pendidikan”. Di download tanggal 28 Oktober 2018 pukul 12.09 WIB. Sumber http://www.stp.dianmandala.org/ 2011/09/16/pembentukan-karakter-melalui-pendidikanoleh-dalifati-ziliwu/. 11 12

Judul: Jurnal Membangun Karakter Bangsa.docx

Oleh: Dita M E Y L I N D A Hafsari


Ikuti kami