Jurnal Fieldtrip Diagram Profil

Oleh Niken Agustin

447,6 KB 4 tayangan 0 unduhan
 


Bagikan artikel

Transkrip Jurnal Fieldtrip Diagram Profil

DIAGRAM PROFIL *Niken Agustin, Haura tasyriqiyah, Inayah Dinul Auliyah, Ika Nur Hasanah, , Melanita, Syalwa Ersadiwi, Abdul Bagas Alkatiri, Riyan Supriyatna, Muhammad Thariq Mulyana Program Study Biologi, Fakultas Sains dan Teknologi, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta *Corresponding Author: nikenagustin888@gmail.com Abstrak Kehadiran vegetasi pada suatu landscape akan memberikan dampak positif bagi keseimbangan ekosistem dalam skala yang lebih luas. Praktikum ini bertujuan untuk menggambarkan suatu arsitektur pohon dan mengidentifikasi lapisan tajuk pohon pada suatu ekosistem hutan. Praktikum dilakukan di kawasan hutan Taman Nasional Gunung Halimun Jawa Barat,dengan menggambarkan profil hutan dalam sebuah diagram vertical dan horizontal menentukan secara purposive sampling komunitas hutan berdasarkan keterwakilan ekosistem hutan. Dari data yang didapat dapat diketahui pohon paling tinggi didaerah plot yang kami ambil adalah pohon Tricilia dregeana dengan tinggi total 10,48 m, sedangakan spesies yang banyak ditemukan adalah pohon jenis Cibotium barometz atau pohon pakis yang berjumlah 4 individu dalam plot 10x40 m. Kawasan gunung Halimun Salak masih memiliki tingkat kerapatan vegetasi dan keanekaragaman jenis pohon cukup tinggi. Kata Kunci: Vegetasi, ekosistem, diagram vertical, diagram horizontal. hutan secara representative, digunakan metode yang paling umum untuk mengetahui stratifikasi vegetasi hutan yaitu diagram profil vertikal dan horizontal. Sedangkan diagram profil merupakan skala gambaran stratifikasi vegetasi dan penutupan kanopi vegetasi hutan. Diagram profil dibuat untuk menggambarkan struktur dan keanekaragaman vegetasi di suatu ekosistem. Selain itu juga memberikan gambaran mengenai bentuk permukaan lahan dan jenis tanah. Diagram profil yang umum dilakukan adalah diagram profil vertical dan horizontal. Diagram profil vertical dilakukan untuk mengetahui gambaran mengenai stratifikasi dan struktur vegetasi hutan, sedangkan diagram profil horizontal dilakukan untuk mengetahui gambaran tutupan lantai hutan oleh kanopi pohon (Baker,1999). Taman Nasional Gunung Halimun Salak (TNGHS) yang merupakan taman nasional yang terletak di Provinsi Jawa Barat. Secara geografis, Taman Nasional Gunung Halimun Salak terletak antara 6o 37′ – 6o PENDAHULUAN Kehadiran vegetasi pada suatu landscape akan memberikan dampak positif bagi keseimbangan ekosistem dalam skala yang lebih luas. Secara umum, peranan vegetasi dalam suatu ekosistem terkait dengan pengaturan keseimbangan karbon dioksida dan oksigen dalam udara, perbaikan sifat fisik, kimia dan biologis tanah, pengaturan tata air tanah dan lain-lain. Meskipun secara umum kehadiran vegetasi pada suatu area memberikan dampak positif, tetapi pengaruhnya bervariasi tergantung pada struktur dan komposisi vegetasi yang tumbuh pada daerah itu (Indriyanto, 2006). Menurut Baker (1999) Stratifikasi kanopi merupakan salah satu konsep tertua dalam ekologi hutan tropis. Konsep ini telah dikembangkan sejak permulaan abad ke-19, namun masih menjadi perdebatan mengenai metode yang digunakan untuk mengetahui gambaran stratifikasi vegetasi hutan. Setelah penelitian terdahulu melakukan berbagai penelitian mengenai metode yang tepat untuk menggambarkan vegetasi 1 53′ Lintang Selatan dan 106o 21’ – 106o 38’ Bujur Timur. TNGHS berjarak sekitar 100 km arah barat daya Kota Jakarta, 20 km arah barat daya Kota Bogor, dan 10 km arah utara Pelabuhan Ratu Taman nasional ini memiliki luas kawasan seluas 113.357 ha. Sebelumnya luas kawasan ini hanya 39.941 ha saat berstatus sebagai Hutan Lindung. Namun, sekarang diperluas dan mencakup wilayah kawasan hutan-hutan Gunung Salak, Gunung Endut, dan beberapa kawasan hutan lainnya. Dilihat dari bentuk kawasannya, TNGHS berbentuk menjari. Bentuk tersebut mengakibatkan batas yang mengelilingi taman nasional menjadi lebih panjang ( ). Praktikum ini bertujuan untuk menggambarkan suatu arsitektur pohon dan mengidentifikasi lapisan tajuk pohon pada suatu ekosistem hutan. kerja dalam praktikum ini adalah menggambarkan profil hutan dalam sebuah diagram vertical dan horizontal dengan menentukan secara purposive sampling komunitas hutan berdasarkan keterwakilan ekosistem hutan yang akan dipelajari sebagai petak contoh pengamata profil, dibuat petak contoh berbentuk jalur dengan arah tegak lurus kontur (gradient perubahan tempat tumbuh) dengan ukuran lebar 10 m dan panjang 30 m ukuran petak contoh dapat berubah tergantung pada kondisi hutan, lebar jalur dianggap (10 m) sebagai sumbu Y dan panjang jalur (30 m) sebagai sumbu X, semua pohon yang berdiameter ≥ 7 cm atau tinggi total ≥ 4 m yang ada dipetak contoh tersebut diberi nomor, dicatat nama jenis pohon dan diukur posisi masiing-masing pohom terhadap titik koordinat X dan Y,diukur diameter batang pohon setinggi dada, tinggi total, dan tinggi bebas cabang serta gambar bentuk percabangan dan bentuk tajuk, luas proyeksi (penutupan) tajuk terhadap permukaan tanah diukur paling tidak dari dua arah pengukuran, yaitu arah tajuk terlebar dan tersempit, bentuk profil vertical dan horizontal (penutupan tajuk) digambar pada kertas millimeter dengan skala yang memadai, ditentukan jenis dan julah pohon yang termasuk lapisan A, B, danC. METODOLOGI Praktikum ini dilakukan pada hari, Jum’at, di kawasan hutan Taman Nasional Gunung Halimun Salak (TNGHS) yang merupakan taman nasional yang terletak di Provinsi Jawa Barat. Alat dan bahan yang digunakan dalam praktikum ini adalah komunitas huan alam atau yang menyerupai hutan alam, alat ukur diameter pohon seperti pita 100 cm, meteran 10 atau 20 m, tali raffia, golok/parang, kertas millimeter, alat tulis dan tally sheet. Cara HASIL DAN PEMBAHASAN Gambar 1. Diagram profil 2 Gambar 2. Diagram Profil Horizontal Tabel 1. Faktor Fisik Faktor Fisik kecepatan angin kelembapan angin tekanan angin suhu angin kelembapan tanah pH tanah suhu tanah intensitas cahaya lokasi 0,0 m/s 85,8 Rh% 1058 bar 22,6°C 7 22°C 1,0 kilo lux S 06°49'46.1'' E106°55'44.0'' Berdasarkan hasil yang diperoleh diatas dapat diketahui dari plot sampling ukuran 10mx40m yang kami buat dikawasan hutan gunung bunder tepatnya kearah atas dari home stay didapati 7 jenis pohon yang berbeda diantaranya adalah Prunus domestica, Tricilia dregeana, Cyathea arborea L.,2 Tricilia dregeana, Prunus domestica, Gleditsia triachanthus,dan 7 individu Cibotium barometz. Praktikum ini dilakukan dengan melakukan pengukuran tinggi pohon tinggi pohon total, bebas cabang, diameter pohon dengan metode yang telah ditentukan sehingga dari data yang didapat kami dapat membuat gambaran diagram profil vertical kerapatan tajuk pohon terlihat dari atas yang menutupi lantai atau tanah dan gambaran digram profil horizontal kerapatan dan tinggi pohon terlihat dari samping. Dari data yang didapat dapat diketahui pohon paling tinggi didaerah plot yang kami ambil adalah pohon Tricilia dregeana dengan tinggi total 10,48 m, sedangakan spesies yang banyak ditemukan adalah pohon jenis Cibotium barometz atau pohon pakis yang berjumlah 4 individu dalam plot 10x40 m. Dari gambar 1 (gambar diagram profil vertical) dan gambar 2 (gambar diagram profil horizontal) dapat diketahui bahwa tingkat kerapatan pohon-pohon di kawasan gunung halimun salak ini cukup tinggi sehingga pohon satu dengan pohon lainnya kanopinya saling bersinggungan dan menutupi satu sama lain, sehingga banyak bagian lantai atau tanah yang tidak mendapatkan sinar matahari lebih karna tertutup kanopi. Rapatnya tajuk dan tumbuhan bawah pada habitat berhutan 3 vegetasi akan empengaruhi intensitas matahari yang masuk dan sampai ke lantai hutan, kerapatan vegetasi pada suatu lokasi juga akan berpengaruh pada keanekaragaman jenis reptile atau organisme-organisme lainnya karena adanya perbedaan kerapatan suatu vegetasi maka akan berpengaruh terhadap aspek lingkungan organisme termasuk tempat bernaung, adanya makanan, suhu dan kelembaban (Goin CJ, 1971). Didaerah yang kami jadikan plot ini (kearah atas dari home stay), termasuk kedalam hutan heterogen karna jenis atau spesies pohon yang dijumpai memiliki banyak keanekaragaman jenis, sedangkan didaerah plot kelompok lain (kearah bawah dari home stay), ada yang berupa hutan homogen karna dikawasan tersebut dijumpai 1 jenis pohon yang sangat mendominasi daerah tersebut inimembuktikan bahwa ada 2 jenis hutan yang dilindungi dikawasan taman nasional Gunung Halimun Salak yaitu hutan heterogen dan hutan homogen, sehigga tingkat kerapatan hutan dan keanekaragaman jenis hutan masih cukup tinggi. Manfaat dari hutan heterogen sendiri dapat dirasakan oleh lingkungan (Bumi), dan juga makhluk hidup baik yang hidup di dalam hutan maupun yang hidup di dalam hutan manfaat hutan heterogen adalah sebagai berikut: Sebangai pengatur tata air, sebagai sumber dari oksigen/ penghasil oksigen, dapat menyuburkan tanah, mencegah terjadinya tanah longsor, mencegah terjadinya erosi tanah, mencegah terjadinya banjir, sebagai rumah binatang dan juga tumbuh- tumbuhan, menyimpan cadangan air tanah, memenuhi berbagai kebutuhan manusia (Odum,E.P.,1983). Faktor fisik-kimia disuatu daerah sangat mempengaruhi keberadaan hutan, kerapatan vegetasi di suatu wilayah dan semakin tinggi sumber daya dan kerapatan vegetasinya pada suatu daerah maka tingkat keanekaraman flora dan fauna juga semakin meningkat. KESIMPULAN Berdasarkan pengamatan yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa kawasan gunung Halimun Salak masih memiliki tingkat kerapatan vegetasi dan keanekaragaman jenis pohon cukup tinggi, kerapatan antar pohon dan lebar tajuk saling bersinggungan dan menutupi satu sama lain, disana juga ditemukan jenis hutan heterogen dan hutan homogen. dari hasil pengamatan dalam plot dapat diketahui bahwa pohon jenis Cibotium barometz merupakan pohon yang sangat mendominasi keanekaragaman didaerah tersebut. DAFTAR PUSTAKA Baker, J.P & J.S. Wilson.1999.A quantitative technique for the identification of canopy stratification in tropical and temperate forests. Journal of Forest Ecology and Management . 127(2000):77-86. Goin CJ, Goin OB. 1971. Introduction to Herpetology. (37)1: 72-81. Indriyanto. 2006. Ekologi Hutan. Bumi Aksara: Jakarta. Odum,E.P.,1983.Basic Ecology.Philadelphia:Saunders. 4 LAMPIRAN No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Jenis Prunus domestica Tricilia dregeana Cyathea arborea L. Tricilia dregeana Prunus domestica Gleditsia triachanthus Cibotium barometz Cibotium barometz Cibotium barometz Cibotium barometz DBH (cm) Posisi Pohon (m) Y X Tinggi Pohon Proyeksi Tajuk Tt Tbc Kiri Kanan Depan Belakang 10.82 10 8 10.32 3.76 2 2 2 2 11.3 9 10 10.48 5.92 3 4.5 2 3.5 15.28 7 18 7.97 4.75 1 3 3 2 10.19 1 22 6.4 4.48 2 2.5 1 1.5 12.67 4 23 4.9 3.65 3 3 3 2.5 21.01 1 26 3.88 3.36 2 2.6 1 1 26.11 3 27 6.5 4.5 3 3 3 3 25.4 5 27 6.6 5.1 3 3 3 3 26.11 7 25 6.5 4.5 3 3 3 3 26.11 8 29 6.5 4.5 3.5 3 3.5 3.5 5

Judul: Jurnal Fieldtrip Diagram Profil

Oleh: Niken Agustin


Ikuti kami