Perbandingan Metodologi Riset Jurnal

Oleh Muhamad Rizki Sulistyo

150,1 KB 4 tayangan 0 unduhan
 


Bagikan artikel

Transkrip Perbandingan Metodologi Riset Jurnal

PERBANDINGAN METODOLOGI RISET PADA JUDUL PENGGUNAAN INTRANET – CHAT UNTUK PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA BERBALAS PUISI DI SEKOLAH DASAR KELAS RENDAH SEBAGAI ALTERNATIF PENCEGAHAN PERILAKU BRUTAL, NETWORKED LEARNING DENGAN STRATEGI PROBLEM SOLVING PADA MATA PELAJARAN SIMULASI DIGITAL, DAN HUBUNGAN ANTARA SELF KONTROL DAN INTERNET ADDICTION DISORDER PADA MAHASISWA JURUSAN TEKNOLOGI PENDIDIKAN ANGKATAN 2016 UNIVERSITAS NEGERI MALANG MUHAMAD RIZKI SULISTYO 180121600540  PENGGUNAAN INTRANET – CHAT UNTUK PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA BERBALAS PUISI DI SEKOLAH DASAR KELAS RENDAH SEBAGAI ALTERNATIF PENCEGAHAN PERILAKU BRUTAL Nama Peneliti : Ferril Irham Muzaki Latar Belakang Masalah Penelitian : Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi di Indonesia pada umumnya telah membawa dampak yang sangat luas dalam proses belajar di sekolah, lebih khusus lagi pembelajaran di kelas rendah sekolah dasar. Gagasan kontroversi tentang Internet di SD lebih khususnya di sekolah dasar memiliki perdebatan dari pihak yang pro maupun pihak yang kontra dengan perkembangan yang ada di dunia elektronik dewasa ini. Pihak yang pro dengan perkembangan internet untuk pembelajaran berasumsi bahwa internet merupakan kebutuhan dasar yang meski dimiliki oleh setiap individu. Pendapat ini berasumsi bahwa internet memiliki landasan hukum yang kuat dalam melakukan keadaan maupun perubahan. Lian (2017:115) menyatakan bahwa dalam hal ini, pengembangan prinsip dasar akan terbentuknya internet bagi peserta didik di Sekolah Dasar (SD) merupakan wahana untuk pengembangan ide maupun pencarian sumber informasi. Pihak yang kontra dengan internet untuk peserta didik di lingkungan Sekolah Dasar (SD) berasumsi bahwa perkembangan teknologi saat ini amat memerlukan data dan fakta yang berkembang di kalangan masyarakat. Dalam hal ini publik meski mendapat pengetahuan bahwa internet juga memiliki dampak negatif yang tidak kalah banyaknya. Hampir dipastikan bahwa perkembangan internet meski memiliki dampak berupa keberadaan pemahaman bahwa perkembangan teknologi informasi dan komunikasi memberi dampak kepada akses informasi yang belum perlu kepada anak usia Sekolah Dasar. Tujuan Penelitian : Diperlukan alternatif dalam menanggulangi perilaku brutal di kalangan peserta didik SD kelas rendah. Pengembangan untuk pencegahan perilaku brutal inilah yang meski diperlukan untuk mencegah tindak perilaku brutal pada peserta didik usia SD di kelas rendah. Hal ini dirancang untuk mencegah perilaku brutal di kalangan warga. Metode Penelitian : Menulis Puisi Responden Penelitian : Siswa SD kelas rendah Alat Ukur Penelitian : Uraian Puisi ditulis dengan tata bahasa akurat (kesalahan antara 1-3) Puisi ditulis dengan tata bahasa kurang akurat (kesalahan antara 3-6) Puisi ditulis dengan tata bahasa tidak akurat (kesalahan lebih dari 6) Tidak membuat puisi Point 5 4 3 1 Data Hasil Penelitian : Penilaian terhadap karakter peserta didik erat kaitannya dengan kemampuan dan keterampilan peserta didik tersebut dalam memahami kejadian yang terjadi dikalangan masyarakat. Simpulan : Pendapat tentang puisi, merupakan salah satu cara untuk mencegah brutalitas yang akhirakhir ini sering meresahkan publik. Dalam hal ini brutalitas prilaku yang terjadi pada tingkat SD kelas rendah yang memberikan tantangan kepada pendidik untuk meredamnya. Puisi merupakan wahana ekspresi yang memiliki manfaat untuk penyaluran emosi sekaligus mencegah prilaku brutal pada peserta didik di SD kelas rendah. Dalam merancang kemandirian peserta didik, diekspektasikan bahwa kemampuan untuk mencerminkan kondisi yang telah ada. Dalam hal ini keterampilan dan kemampuan untuk merencanakan proses pembelajaran lebih mudah. Disarankan kepada peserta didik untuk dirancang materi yang seimbang dengan tindakan brutal berikut konsekuensi logis yang menyertainya.  NETWORKED LEARNING DENGAN STRATEGI PROBLEM SOLVING PADA MATA PELAJARAN SIMULASI DIGITAL Nama Peneliti : Maharani Lelasari, Punaji Setyosari, Saida Ulfa Latar Belakang Masalah Penelitian : Keterbatasan laboratorium komputer menjadi salah satu kendala dalam pelaksanaan pembelajaran Simulasi Digital di tingkat Sekolah Menengah Kejuruan yang sebagian besar dilaksanakan melalui praktik. Hampir setiap siswa di kelas memiliki smartphone dengan spesifikasi yang baik, dengan memanfaatkan smartphone dan laptop serta jaringan internet, pembelajaran jaringan dapat diterapkan untuk mendukung pembelajaran Simulasi Digital materi Komunikasi dalam Jaringan. Sehingga pembelajaran dapat dilakukan dengan baik tanpa memerlukan laboratorium komputer yaitu dengan melatih siswa untuk berkomunikasi secara langsung dalam jaringan melalui proses pemecahan masalah. Tujuan Penelitian : Penggunaan strategi problem solving bertujuan agar terciptanya pembelajaran jejaring yang bermakna melalui pemecahan masalah, berkolaborasi dan mengajukan pertanyaan dengan memanfaatkan fitur course, assignment dan discussion pada Schoology. Metode Penelitian : Penelitian dan pengembangan produk pembelajaran jejaring ini dikembangkan dengan menggunakan model pengembangan Lee & Owens (2004). Responden Penelitian : Pembelajaran jejaring (networked learning) melalui strategi problem solving pada mata pelajaran Simulasi Digital dilaksanakan pada siswa kelas X jurusan Multimedia semester genap pada tahun ajaran 2017/2018. Alat Ukur Penelitian : Pada tahapan pengembangan terdapat lima tahapan yang akan dilakukan yaitu: (1) tahap analisis, (2) tahap desain, (3) tahap pengembangan, (4) tahap implementasi atau penerapan, dan (5) tahap evaluasi. Data Hasil Penelitian : Dari hasil uji coba terhadap ahli materi, secara keseluruhan dapat diperoleh hasil persentase sebesar 77 %. Sehingga termasuk dalam kategori 76 % - 100 %, dapat dikatakan materi dan konten dalam pembelajaran jejaring dengan strategi problem solving untuk mata pelajaran simulasi digital kelas X dinyatakan dalam kualifikasi valid. Simpulan : Desain pembelajaran jejaring (networked learning) dengan strategi problem solving dikembangkan pada pembelajaran Simulasi Digital untuk mengatasi keterbatasan laboratorium di sekolah, dengan memanfaatkan smartphones yang dimiliki oleh siswa, maka pembelajaran jejaring (networked learning) dapat mendukung pembelajaran Simulasi Digital khususnya materi komunikasi dalam jaringan. Dengan pembelajaran jejaring siswa bisa menguasai seluruh aspek pembelajaran. Berdasarkan seragkaian uji coba yang sudah dilakukan, produk ini telah dinyatakan valid, layak dan efektif sebagai produk pembelajaran untuk mata pelajaran Simulasi Digital. Sehingga dapat dimanfaatkan untuk diterapkan atau diimplementasikan di sekolah.  HUBUNGAN ANTARA SELF KONTROL DAN INTERNET ADDICTION DISORDER PADA MAHASISWA JURUSAN TEKNOLOGI PENDIDIKAN ANGKATAN 2016 UNIVERSITAS NEGERI MALANG Nama Peneliti : Mufidatun Lila Anggraeni, Henry Praherdhiono, Sulthoni Latar Belakang Masalah Penelitian : Dikutip dari Surahman (2017:27) bahwa internet memiliki kemampuan atau dampak positif yang timbul seperti akses informasi dan komunikasi yang cepat, mudah serta efisien. Dan juga pada proses pengiriman dokumen, promosi di jejaring sosial semakin berkembang dengan pesat. Selain itu juga, kemampuan internet memudahkan pekerjaan manusia di berbagai bidang. Namun dibalik kemampuan internet, ada beberapa orang yang terkena dampak negatif dari penggunaan internet. Dampak negatif internet kebanyakan dikalangan pelajar. Misalnya saja, bermain game online hingga berjam-jam, ataupun menjelajahi sosial media hingga lupa waktu, atau bahkan dampak yang paling negatif adalah membuka situs-situs pornografi. Tujuan Penelitian : Penelitian ini merupakan penelitian untuk mengertahui hubungan antara Self kontrol dan Internet Addiction Disorder pada mahasiswa jurusan Teknologi Pendidikan angkatan 2016 Universitas Negeri Malang. Metode Penelitian : Dalam penelitian ini menggunakan metode penelitian korelasional yang tergolong penelitian kuantitatif Responden Penelitian : Peneliti memilih subyek pada penelitian ini yaitu mahasiswa Jurusan Teknologi Pendidikan angkatan 2016 yang terdiri dari 3 offering. Jumlah responden dalam penelitian ini sebanyak 86 mahasiswa yang terdiri dari offering A sebanyak 32 mahasiswa, offering B sebanyak 31 mahasiswa, dan offering C sebanyak 35 mahasiswa. Alat Ukur Penelitian : Angket/kuesioner merupakan instrument penelitian yang diisi oleh 86 mahasiswa yang menjadi subyek penelitian. Sebelum diuji cobakan kepada subyek, instrumen penelitian ini sudah melalui uji validitas dan reliabilitas menggunakan uji statistic menggunakan software SPSS. Data Hasil Penelitian : Berdasarkan hasil dari data yang telah di kelola oleh peneliti, diketahui bahwa variabel self kontrol mahasiswa, diketahui bahwa nilai pada variabel self kontrol mahasiswa memiliki rata-rata tertinggi 4,31 pada pernyataan “kritikan yang diberikan oleh orang lain berguna bagi saya untuk bersikap lebih baik lagi”. Pernyataan tersebut dapat diartikan bahwa mahasiswa Teknologi Pendidikan angkatan 2016 mampu memilih stimulus yang berguna bagi dirinya. Sedangkan rata-rata terendah pada self kontrol terletak pada pernyataan “Jika saya bertemu dengan teman, saya menyapanya terlebih dahulu” dan memiliki rata-rata 3,36. Pernyataan tersebut dapat diartikan bahwa mahasiswa Teknologi Pendidikan angkatan 2016 apabila mengontrol perilaku atas situasi yang di hadapinya dengan penuh pertimbangan. Untuk variabel di IAD mahasisswa memiliki rata-rata tertinggi 4,31 dengan peryataan “dari hari kehari kebutuhan berinternet semakin meningkat”. Pernyataan tersebut dapat diartikan bahwa mahasiswa Teknologi Pendidikan angkatan 2016 kebutuhan berinternetnya semakin hari semakin bertambah. Sedangkan rata-rata terendah IAD terletak pada pernyataan “Saya merassa masalah dapat saya alihkan saat berinternet” dengan rata-rata 3,36. Pernyataan tersebut dapat diartikan bahwa mahasiswa Teknologi Pendidikan angkatan 2016 masih mempertimbangkan jika internet merupakan suatu solusi dalam melarikan diri dalam suatu masalah. Simpulan : Berdasarkan hasil pada penelitian tentang Hubungan antara Self Kontrol dan Internet Addiction Disorder pada mahasiswa Teknologi Pendidikan angkatan 2016, diketahui bahwa Ha diterima dan Ho ditolak dengan kata lain kedua variabel dalam penelitian memiliki hubungan positif yaitu sebesar 61,2%. Dan terdapat 38% faktor lain yang berhubungan tetapi tidak terdapat pada penelitian ini. Dalam penelitian ini juga didapatkan hasil tentang aktivitas penggunaan internet pada mahasiswa yaitu, tentang bermain game, akses jejaring sosial, aplikasi chatting, aplikasi ecommers, dan penggunaan situs website tertentu. mahasiswa laki-laki lebih cenderung dominan bermain game daripada mahasiswa perempuan. Sedangkan mahasiswa perempuan lebih cenderung dominan menggunakan internet untuk berinteraksi secara online melalui sosial media.  DAFTAR PUSTAKA Muzaki, F. I. (2018). PENGGUNAAN INTRANET–CHAT UNTUK PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA BERBALAS PUISI DI SEKOLAH DASAR KELAS RENDAH SEBAGAI ALTERNATIF PENCEGAHAN PERILAKU BRUTAL. Edcomtech Jurnal Kajian Teknologi Pendidikan, 3(1), 16. Lelasari, M., Setyosari, P., & Ulfa, S. (2019). NETWORKED LEARNING DENGAN STRATEGI PROBLEM SOLVING PADA MATA PELAJARAN SIMULASI DIGITAL. JINOTEP (Jurnal Inovasi dan Teknologi Pembelajaran) Kajian dan Riset dalam Teknologi Pembelajaran, 5(1), 15-23. Anggraeni, M. L., Praherdhiono, H., & Sulthoni, S. (2019). HUBUNGAN ANTARA SELF KONTROL DAN INTERNET ADDICTION DISORDER PADA MAHASISWA JURUSAN TEKNOLOGI PENDIDIKAN ANGKATAN 2016 UNIVERSITAS NEGERI MALANG. Jurnal Kajian Teknologi Pendidikan, 2(2), 131-139.

Judul: Perbandingan Metodologi Riset Jurnal

Oleh: Muhamad Rizki Sulistyo


Ikuti kami