Jurnal Analisis Proses Bisnis

Oleh Aldelin Opishella Bunga

250 KB 3 tayangan 0 unduhan
 


Bagikan artikel

Transkrip Jurnal Analisis Proses Bisnis

Nama : Aldelin Opishella Bunga Npm : 6019210067 Kelas : A Psikologi Bisnis JURNAL ANALISIS PROSES BISNIS PADA PT. X Oleh : Aldelin Opishella Bunga 6019210067 FAKULTAS PSIKOLOGI UNIVERSITAS PANCASILA 1 Nama : Aldelin Opishella Bunga Npm : 6019210067 Kelas : A Psikologi Bisnis PROSES BISNIS PADA PT.X Abstrak PT. X perusahaan yang bergerak dibidang roti terbesar di Indonesia. Pada pemodelan proses pada PT. X adalah suatu teknik atau cara untuk memahami, mendesain dan menganalisa suatu proses bisnis, dimana manfaatnya untuk membantu institusi atau perusahaan memahami proses bisnisnya dengan baik, mengidentifikasi permasalahan seperti critical path atau bottleneck yang mungkin terjadi, mengembangkan, mendokumentasikan serta mengkomunikasikannya pada semua pemangku kepentingan bisnis. Sehingga perusahaan dapat meningkatkan performance dari pengelolaan proses bisnisnya. Secara umum BPMN cenderung menggambarkan proses dari pandangan seorang analisis bisnis. BPMN tidak dibuat dengan tujuan untuk dibuat programnya. BPMN perlu disempurnakan (misalnya ke proses BPEL) sebelum bisa dibuat pedoman pemrograman. Alasan inilah, BPMN digunakan oleh analisis bisnis dengan tujuan bukan untuk implementasi tapi lebih ke arah penyajian kebutuhan yang akan diberikan kepada analisis IT dan software development. Umumnya, BPMN dipakai untuk menghasilkan “BPEL code” yang akan diperbaiki oleh developer sehingga dapat dibuat implementasinya. I. Pendahuluan PT. X merupakan salah satu perusahaan roti dengan merek dagang terbesar di Indonesia. Perusahaan ini berdiri pada tahun 1995 sebagai sebuah perusahaan penanaman modal asing dengan nama PT. X Perkembangan perusahaan ini semakin meningkat dengan semakin meningkatnya permintaan konsumen. Bisnis roti yang dijalani perusahaan ini semakin berkembang, terbukti dengan adanya pembangunan pabrik baru di beberapa tempat, seperti pembangunan tiga pabrik sekaligus di Semarang (Jawa Tengah), Medan (Sumatera Utara), dan Cikarang (Jawa Barat) pada tahun 2011 serta pembangunan dua pabrik di Palembang (Sumatera Selatan) dan Makassar (Sulawesi Selatan).Beberapa produk antara lain Roti Tawar Spesial 6 Slices, roti tawar keju, sandwich isi coklat, sandwich isi krim peanut, chiffon cup cake strawberry, chiffon cup cake pandan, chiffon cup cake coklat, roti isi mix fruit, roti isi krim coklat vanilla, roti isi krim coklat, roti isi krim keju, dan beberapa varian produk lainnya. 2 Nama : Aldelin Opishella Bunga Npm : 6019210067 Kelas : A Psikologi Bisnis Keunggulan bersaing dapat dicapai dengan meningkatkan kinerja proses bisnis yang ada dalam perusahaan. Kinerja proses bisnis yang lebih efektif dan efisien akan mampu mengurangi biaya operasional dan memberikan value bagi pelanggan sehingga perusahaan dapat terus bertahan. Proses bisnis adalah apa yang dilakukan perusahaan dalam memberikan layanan atau produk kepada pelanggan (Dumas et al., 2018). Hal pertama yang perlu dilakukan untuk meningkatkan kinerja proses bisnis adalah dengan menganalisis proses bisnis yang ada. Analisis proses bisnis perlu dilakukan oleh perusahaan agar dapat mengevaluasi proses bisnis yang ada sehingga diketahui area perbaikan proses yang perlu dilakukan di masa datang. Area perbaikan proses bisnis yang tepat akan mampu meningkatkan kinerja proses bisnis. Tahapan awal yang penting dalam analisis proses bisnis adalah melakukan identifikasi proses bisnis yang sedang berjalan saat ini dan kemudian memetakannya atau membuat pemodelannya. Proses bisnis dapat dilakukan dengan menggunakan BPMN (Business Process Modelling Notation) (Nurhayati & Setiadi, 2017). BPMN menyediakan notasi pemodelan proses bisnis yang terstandarisasi sehingga diagram proses bisnis dapat lebih mudah dibaca dan dipahami dengan cepat oleh semua pihak yang terlibat dalam bisnis. Proses bisnis yang ada pada PT. X meliputi serangkaian aktivitas yang melibatkan beberapa fungsi bisnis dalam perusahaan. Kompleksitas proses bisnis yang ada sampai saat ini belum digambarkan dalam suatu pemodelan. Padahal identifikasi dan pemodelan proses bisnis merupakan tahapan awal dalam membangun keunggulan bisnis. Dengan mengidentifikasi dan membuat pemodelan proses bisnis maka akan diketahui dengan jelas organisasi serta teknis dalam lingkup proses bisnis yang sedang berjalan (As-Is Model) sehingga kedepannya dapat meningkatkan kinerja proses bisnis (Brocke & Rosemann, 2014). Salah satu proses bisnis inti pada PT. X adalah proses pemenuhan order. Melakukan pemodelan pada proses bisnis tersebut merupakan salah satu upaya dalam meningkatkan kinerja proses bisnis perusahaan. Pada bukunya, Dumas, M., La Rosa, M., Mendling, J., & Reijers, H. A. (2013). Mengatakan bahwa Business Process Management (BPM) adalah seni dan ilmu untuk melihat dan mengawasi bagaimana pekerjaan dilakukan dalam sebuah organisasi guna memastikan hasil yang konsisten serta pemanfaatan peluang untuk memperbaiki, dalam konteks “Memperbaiki”. Memiliki arti yang berbeda tergantung pada tujuan organisasi itu sendiri. Maka proses bisnis sangatlah penting bagi PT X. Contoh umum dari sebuah perbaikan misalnya mengurangi biaya, 3 Nama : Aldelin Opishella Bunga Npm : 6019210067 Kelas : A Psikologi Bisnis mengurangi waktu produksi, serta mengurangi tingkat kesalahan, namun tidak melupakan keunggulan kompetitif, BPM atau business process management adalah cara mengelola seluruh rantai acara, aktivitas serta keputusan yang akan menambah value bagi organisasi tersebut. LANDASAN TEORI II. Proses Bisnis Menurut Dumas, et al (2018) proses bisnis adalah apa yang dilakukan perusahaan dalam memberikan layanan atau produk kepada pelanggan. Perancangan proses dan penerapannya mempengaruhi kualitas dan efisiensi layanan yang dirasakan pelanggan. Sebuah organisasi bisa mengungguli organisasi lain yang menawarkan jenis layanan serupa jika memiliki proses bisnis dan menerapkannya dengan lebih baik. Ini berlaku tidak hanya untuk proses pelayanan pelanggan, tetapi juga untuk proses internal seperti proses pengadaan modal yang dilakukan untuk tujuan memenuhi kebutuhan internal. Analisis value chain menurut Porter dalam McGee (2015) mengklasifikasikan proses bisnis menjadi dua kategori yaitu primary activities (proses bisnis inti) dan support activities (proses bisnis pendukung). Primary activities terdiri dari inbound logistic, operation, outbound logistic, marketing and sales, dan service. Sedangkan support activities meliputi procurement, human resource management, technology development, firm infrastructure. Primary activies 1) Inbound Logistic Aktifitas yang berhubungan dengan pengadaan masukan dan sumber daya yang tepat secara kualitas dan kuantitas untuk bisnis. 2) Operation Aktifitas yang berhubungan dengan cara mentransformasikan masukan menjadi produk atau jasa yang dibutuhkan oleh konsumen. Hal ini termasuk sumber daya dan bahan baku dalam menghasilkan sebuah produk dan jasa. 3) Outbond Logistic 4 Nama : Aldelin Opishella Bunga Npm : 6019210067 Kelas : A Psikologi Bisnis Aktifitas yang berhubungan dengan cara pemberian ke tangan konsumen, baik secara langsung maupun melalui jaringan distribusi. 4) Sales and Merketing Aktifitas yang berhubungan dengan cara pemberian ke tangan konsumen dan pengarahan agar konsumen tertarik dengan produk atau jasa perusahaan. 5) Service Aktifitas yang berhubungan dengan mempertahankan pemberian nilai dengan memastikan konsumen mendapatkan kepuasan produk mulai dari pembelian pertama. Support Activities 1) Infrastructure Berhubungan dengan fungsi-fungsi pendukung organisasi, seperti akuntansi, hukum, manajemen keuangan. 2) Human Resource Management Aktifitas yang berhubungan dengan peraturan sumber daya manusia yang dimulai dari perekrutan karyawan, kompensasi, hingga pemberhentian karyawan. 3) Tehnology Development Berkaitan dengan teknologi yang digunakan dalam menunjang aktifitas rantai nilai sebuah organisasi dalam menstraformasikan masukan menjadi sebuah produk atau jasa. 4) Procurement Aktifitas yang berhubungan dengan perolehan masukan yang digunakan untuk proses produksi. III. Business Process Management Life Cycle Menurut Dumas, et al (2018) daur hidup manajemen proses bisnis terdiri dari beberapa tahapan yaitu dimulai process identification, process discovery, process analysis, process redesign, process implementation dan process monitoring. Dengan menerapkan tahapan-tahapan tersebut maka sebuah organisasi akan dapat membawa organisasi untuk memperbaiki proses bisnisnya dan berarti dapat merespon (beradaptasi) terhadap perubahan yang terjadi baik lingkungan internal maupun eksternal. Keenam tahapan tersebut dapat disederhanakan menjadi 5 Nama : Aldelin Opishella Bunga Npm : 6019210067 Kelas : A Psikologi Bisnis tiga tahapan kunci yang utama yaitu pemodelan proses yang sedang berjalan (As-Is), pemodelan proses yang diinginkan (To-Be), dan yang ketiga adalah proses eksekusinya. Tahapan pertama dimulai dengan membuat pemodelan proses bisnis yang sedang berjalan (As-Is). Dari hasil pemodelan tersebut kemudian dianalisis sehingga menghasilkan suatu pemodelan yang menggambarkan proses perbaikan (To-Be). Tahap terakhir adalah mengimplementasikan To-be Model tersebut. IV. Business Process Modeling Notation (BPMN) Menurut Nurhayati & Setiadi (2017) BPMN adalah singkatan dari Business Process Modeling Notation, yaitu suatu metode pemodelan proses bisnis, dan juga sebagai alat desain pada system yang berbasis peran (message-based). Tujuan utama dari BPMN adalah menyediakan notasi yang mudah digunakan dan bisa dimengerti oleh semua orang yang terlihat dalam bisnis. Terdapat 4 dari elemen-elemen dalam BPMN, yaitu : 1. Flow Objects terdiri dari event, activities, dan gateway. 2. Connecting Objects biasa digunakan untuk menghubungkan flow object melalui beberapa jenis arrows. 3. Swimlanes terdiri dari pool dan lane. 4. Artifacts dapat dimasukkan kedalam model dimana model tersebut dianggap sesuai dalam rangka untuk menampilkan informasi lebih lanjut terkait seperti data yang diproses atau komentar - komentar lain (D. Rahmawati, 2017). 6 Nama : Aldelin Opishella Bunga Npm : 6019210067 Kelas : A Psikologi Bisnis V. Teknik Pengumpulan Data Data dalam penulisan ini diambil dengan menggunakan metode studi pustaka. Dalam metode tersebut, data bersumber dari literatur yang terdapat pada sumber berupa buku, jurnal, dan artikel-artikel terkait baik cetak, elektronik, maupun online. Studi kepustakaan merupakan kajian teoritis, referensi serta literatur ilmiah lainnya yang berkaitan dengan budaya, nilai dan norma yang berkembang pada situasi sosial yang diteliti (Sugiyono,2012). Meskipun merupakan sebuah penelitian, penelitian dengan studi literatur tidak harus turun ke lapangan dan bertemu dengan responden. Data-data yang dibutuhkan dalam penelitian dapat diperoleh dari sumber pustaka atau dokumen. Menurut (Zed, 2014), pada riset pustaka (library research), penelusuran pustaka tidak hanya untuk langkah awal menyiapkan kerangka penelitian (research design) akan tetapi sekaligus memanfaatkan sumber-sumber perpustakaan untuk memperoleh data penelitian. VI. Kesimpulan Identifikasi dan pemodelan proses bisnis merupakan tahap awal dalam siklus manajemen proses bisnis. Tahap ini sangat penting karena pemodelan proses bisnis yang sedang berjalan (As-is Model) menjadi dasar untuk dilakukan analisis proses bisnis. Dari hasil penelitian diidentifikasi proses bisnis inti yang ada pada PT. Nippon Indosari Corpindo, Tbk. terdiri dari proses pemasaran, pemenuhan order, dan layanan konsumen. Pemodelan proses bisnis inti pada PT. Nippon Indosari Corpindo, Tbk diidentifikasi proses yang paling krusial yaitu proses pemenuhan order. Proses tersebut dibuat pemodelan yang sedang berjalan (As-Is Model) dengan diagram proses bisnis menggunakan elemen BPMN. 7 Nama : Aldelin Opishella Bunga Npm : 6019210067 Kelas : A Psikologi Bisnis VII. Saran Berdasarkan hasil penelitian tentang pemodelan proses bisnis PT. Nippon Indosari Corpindo, Tbk peneliti mencoba memberikan saran yaitu: Perusahaan seharusnya membuat pemodelan proses bisnis agar dapat diketahui aspek apa saja yang menjadi kendala sekaligus penunjang meningkatnya kemajuan perusahaan. Seperti mengidentifikasi keinginan konsumen kemudian secepatnya memnuhi order dari konsumen dan menambah keanekaragaman jenis produk agar dapat menambah permintaan konsumen yang terus meningkat. REFERENSI Dumas, M., La Rosa, M., Mendling, J., & Reijers, H. A. (2018). Introduction to business process management. In Fundamentals of Business Process Management (pp. 1-33). Springer, Berlin, Heidelberg. Nurhayati, L., & Setiadi, D. (2017). Pemodelan Proses Bisnis (Studi Kasus PD. Simpati Sumedang). Infoman's: Jurnal Ilmu-ilmu Manajemen dan Informatika, 11(1), 40-50. Vom Brocke, J., & Rosemann, M. (Eds.). (2014). Handbook on business process management 1: Introduction, methods, and information systems. Springer. Sugiyono (2012), Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R&B. Bandung: Alfabe. Zed, M.(2014). Metode Penelitian Kepustakaan. Jakarta: Yayasan Obor. Heryanto, D., & Asih, V. S. (2018). Business Process Model and Notation (BPMN) Donat Madu Cihanjuang. INTERNAL (Information System Journal), 1(1), 11-18. 8

Judul: Jurnal Analisis Proses Bisnis

Oleh: Aldelin Opishella Bunga


Ikuti kami