Tugas Jurnal Penulisan Ilmiah-

Oleh Noorman Wijaksana

220,5 KB 3 tayangan 0 unduhan
 


Bagikan artikel

Transkrip Tugas Jurnal Penulisan Ilmiah-

Atom Indonesia- ISKI Jurnal Komunikasi Analisis Framing Pemberitaan RAPBN 2017 dan APBN-P 2016 Kementerian PUPR di kompas.com dan bisnis.com Noorman Wijaksana1, Listya Adi Andarini2 1,2 Biro Komunikasi Publik, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat noormanwijaksana@gmail.com, 2listya@gmail.com 1 INFO Kata Kunci: Analisis Framing Media Online Anggaran Kementerian PUPR PENDAHULUAN ABSTRAK Media online saat ini berlomba-lomba untuk menyampaikan pemberitaan secara cepat, hal ini menjadi kelebihan media online dibandingkan dengan media konvensional seperti surat kabar. Namun, sama halnya dengan media konvensional, ideologi dan kepentingan media juga berpengaruh terhadap kecenderungan dalam pemberitaan media online. Dalam penelitian ini dimaksudkan untuk mengetahui framing dari situs media online kompas.com dan bisnis.com mengenai Rencana APBN (RAPBN) 2017 dan APBN-Perubahan (APBN-P) 2016 untuk Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), terutama pasca dibacakannya RUU tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Tahun Anggaran 2017 serta Nota Keuangannya dalam rapat paripurna DPR oleh Presiden RI Joko Widodo pada 16 Agustus 2016. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kualitatif intepretatif dengan data yang diambil dari situs media online kompas.com dengan judul “Peroleh Anggaran Terbesar, Ini Proyek yang Dibangun Kementerian PU-Pera Tahun Depan” (Rabu, 17 Agustus 2016 | 17:08 WIB) dan bisnis.com dengan judul “Pemangkasan Anggaran: Kementerian PUPR Bakal Lakukan Penghematan Rp2 Triliun” (Kamis, 18 Agustus 2016 03:44 WIB). Pemberitaan tersebut muncul pasca jumpa pers sejumlah Menteri pada 16 Agustus di gedung Ditjen Pajak, mengenai penjelasan pemerintah atas penyampaian RUU tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Tahun Anggaran 2017 serta Nota Keuangannya oleh Presiden Joko Widodo dalam rapat paripurna DPR. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa berita kompas.com lebih menunjukkan akan apa yang akan dilakukan oleh Kementerian PUPR di tahun 2017, sedangkan berita bisnis.com lebih fokus pada pemangkasan anggaran di tahun 2016. Jurnal Komunikasi - ISKI Presiden Joko Widodo pada 16 Agustus 2016 menyampaikan keterangan pemerintah atas RUU tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Tahun Anggaran 2017 serta Nota Keuangannya dalam rapat paripurna DPR. Setelah pembacaan pidato tersebut, ditenggarai sejumlah Menteri yang dipimpin oleh Menteri Keuangan mengadakan jumpa pers, untuk menginformasikan kepada masyarakat mengenai makna dan turunan dari kebijakan pemerintah seperti yang telah disampaikan oleh Presiden Joko Widodo. Diketahui bersama bahwa sektor infrastruktur menjadi sorotan karena merupakan prioritas dari pemerintahan Kabinet Kerja Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla. Hal ini dibuktikan dengan anggaran Kementerian PUPR menjadi K/L tertinggi dalam mendapatkan alokasi anggaran selama 2 tahun berturut-turut. Banyak program yang menjadi prioritas utama dari Kabinet Kerja berada di bawah program kerja Kementerian PUPR. Diantaranya adalah program satu juta rumah, pembangunan 65 bendungan, pengembangan kawasan perbatasan, pembangunan 1000 km jalan tol, pemecahan permasalahan konektivitas jalan di kawasan timur Indonesia dan juga program 100 persen pelayanan air minum, 0 persen kawasan kumuh dan 100 persen akses terhadap sanitasi. Oleh sebab itu setiap kenaikan maupun pemotongan anggaran akan berpengaruh terhadap pencapaian target dari programprogram prioritas tersebut. Media massa online yang memberitakan turut memberitakan mengenai RAPBN 2017 dan APBN-P 2016 adalah kompas.com dengan judul “Peroleh Anggaran Terbesar, Ini Proyek yang Dibangun Kementerian PU-Pera Tahun Depan” (Rabu, 17 Agustus 2016 | 17:08 WIB) dan bisnis.com dengan judul “Pemangkasan Anggaran: Kementerian PUPR Bakal Lakukan Penghematan Rp2 Triliun” (Kamis, 18 Agustus 2016 03:44 WIB). Meskipun kedua situs tersebut sama-sama mengangkat pemberitaan mengenai alokasi RAPBN 2017 dan APBN-P 2016 untuk Kementerian PUPR, namun tentunya perbedaan ideologi atau cara pandang (frame) yang digunakan oleh wartawan maupun dari media massa tersebut. Ideologi atau cara pandang (frame) ini kemungkinan dapat mempengaruhi wartawan dalam mengkonstruksi fakta dan hal ini dapat dilihat dari gaya penulisan berita. Frame bisa dikatakan sebagai cara bercerita yang menghadirkan konstruksi makna peristiwa-peristiwa yang berkaitan dengan objek suatu wacana (dalam Eriyanto, 2005: 255). Tidak hanya media massa televisi dan media cetak seperti koran dan majalah yang di dalamnya terdapat frame. Media massa baru yakni situs berita yang dapat diakses melalui internet juga mengandung frame di dalamnya. Teori Analisis Framing (Frame Analysis Theory) adalah salah satu metode analisis teks yang berada dalam kategori penelitian konstruksionis. Paradigma ini memandang realitas kehidupan sosial bukanlah realitas yang natural, tetapi hasil dari konstruksi (dalam Eriyanto, 2005: 37). Realitas itu ada, karena dihadirkan oleh konsep subjektif wartawan. Realitas tercipta lewat konstruksi, sudut pandang tertentu dari wartawan. Pengkonstruksian berita dan isi pesan pada sebuah berita yang disajikan menarik untuk dikaji dan ditelah lebih lanjut untuk mengetahui perbedaan dari kedua media online tersebut. Oleh karena itu peneliti tertarik untuk mengetahui frame dari kedua situs yang memberitakan tentang alokasi RAPBN 2017 dan APBNP 2016 untuk Kementerian PUPR. LANDASAN TEORI Konsep Analisis Framing Konsep framing sering digunakan untuk menggambarkan proses seleksi dan menonjolkan aspek tertentu dari realita oleh media. Framing dapat dipandang sebagai penempatan infomasiinformasi dalam konteks yang khas sehingga isu tertentu dapat dialokasikan lebih besar dari pada isu yang lain (Nugroho, Eriyanto, Surdiasis, 1999:20). Gagasan framing pertama kali dilontarkan oleh Baterson tahun 1955 (Sobur, 2002: 161). Mulanya frame dimaknai sebagai struktur konseptual atau perangkat kepercayaan yang mengorganisir pandangan politik, kebijakan dan wacana serta yang menyediakan kategorikategori standar untuk mengapresiasi realitas. Konsep tersebut kemudian dikembangkan lebih jauh oleh Goffman pada tahun 1974 yang mengandaikan frame sebagai kepingan-kepingan Atom Indonesia perilaku yang membimbing individu dalam membaca realitas. (Sobur, 2002:162). Ada dua aspek dalam framing. Pertama, memilih fakta/realitas. Proses memilih fakta ini didasarkan pada asumsi, wartawan tidak mungkin melihat peristiwa tanpa perspektif. Dalam memilih fakta ini selalu terkandung dua kemungkinan yaitu apa yang dipilih (included) dan apa yang dibuang (excluded). Bagian mana yang ditekankan dalam realitas? Penekanan aspek tertentu itu dilakukan dengan memilih angle tertentu, memilih fakta tertentu, dan melupakan fakta yang lain. Intinya, peristiwa dilihat dari sisi tertentu.Akibatnya, pemahaman dan konstruksi atas suatu peristiwa bisa jadi berbeda antara satu media dengan media lainnya. Media yang menekankan aspek tertentu, memilih fakta tertentu akan menghasilkan berita yanag bisa jadi berbeda kalau media menekankan aspek atau peristiwa yang lain. gambar itu ditekankan dalam teks sehingga lebih menonjol dibandingkan bagian lain dalam teks. Itu dilakukan lewat pengulangan, penempatan yang lebih menonjol atau menghubungkan dengan bagian lain dalam teks berita, sehingga bagian itu lebih menonjol, lebih mudah diingat, dilihat dan lebih mempengaruhi khalayak. Secara luas pendefinisian masalah ini menyertakan di dalamnya, konsepsi dan skema interpretasi wartawan. Pesan secara simbolik menyertakan sikap dan nilai. Ia hidup, membentuk, dan menginterpretasikan makna di dalamnya. Teori Framing Model Robert N Entman Entman melihat framing dalam dua dimensi besar: seleksi isu dan penekanan atau penonjolan aspek-aspek tertentu dari realitas/isu. Penonjalan adalah proses membuat informasi menjadi lebih bermakna, lebih menarik, berarti, atau lebih diingat oleh khalayak. Dalam praktiknya, framing dijalankan oleh media dengan menyeleksi isu tertentu dan mengabaikan isu yang lain; dan menonjolkan aspek dari isu tersebut dengan menggunakan berbagai strategi wacanapenempatan yang mencolok (menempatkan diheadline depan atau dibagian belakang), pengulangan, pemakaian grafis untuk mendukung dan memperkuat penonjolan, pemakaian label tertentu ketika menggambarkan orang/peristiwa yang diberitakan, asosiasi terhadap symbol budaya, generalisasi, simplifikasi, dan lain-lain. Semua aspek itu dipakai untuk membuat dimensi tertentu dari konstruksi berita menjadi bermakna dan diingat oleh khalayak. Frame berita timbul dalam dua level. Pertama, konsepsi mental yang digunakan untuk memproses informasi dan sebagai karakteristik dari teks berita. Kedua, perangkat spesifik dari narasi berita yang dipakai untuk membangun pengertian mengenai peristiwa. Frame berita dibentuk dari kata kunci, metafora, konsep, simbol, citra yang ada dalam narasi berita. Karenanya, frame dapat dideteksi dan diselidiki dari kata, citra dan gambar tertentu yang memberi makna tertentu dari teks baru. Kosa kata dan Definisi Media Online Media massa saat ini menjadi bertambah keluarga dengan kemunculan media online. Ada berbagai pendapat mengenai media online, sebenarnya termasuk ke dalam media cetak atau elektronik atau media online berdiri sendiri sehingga media massa bukan terbagi menjadi dua melainkan terbagi menjadi tiga yaitu media cetak, media elektronik dan media online. Werner J. Severin dan James W. Tankhard dalam teori komunikasi: Sejarah, Merode, dan Terapan di Media Massa (2005:458) mengutip dari McLuhan mengatakan, media online adalah gagasan baru dalam bermedia, namun media baru masih mengikut pada media lama dan bahkan sering memanfaatkan media lama sebagai tolak ukur dalam segi isi yang diterapkan di internet. Media Online Media online adalah sebutan umum untuk sebuah bentuk media yang berbasis telekomunikasi dan multimedia yang berbasis komputer dan internet. Di dalamnya terdapat portal, website (situs web), radio-online, TVonline, pers online, mail-online, dll. Karakteristik Media Online Media Online memiliki beberapa karakteristik umum yaitu : a. Kecepatan (aktualisasi) informasi Kecepatan atau peristiwa yang terjadi di lapangan di-upload ke dalam situs atau web online, tanpa harus menunggu hitungan menit, jam atau hari, seperti yang terjadi pada media elektronik atau media cetak yang harus menunggu hitungan menit, jam, bahkan hari. Dengan demikian mempercepat distribusi informasi ke pasar (pengakses), dengan jangkauan global lewat jaringan internet, dan dalam waktu bersamaan, dan umumnya Jurnal Komunikasi - ISKI informasi yang ada tertuang dalam bentuk data dan fakta bukan cerita. b. Adanya pembaruan (updating) informasi Infomasi disampaikan secara terus menerus, karena adanya updating informasi. Penyajian yang bersifat realtime ini menyebabkan tidak adanya waktu yang diistimewakan (prime time) karena penyediaan informasi berlangsung tanpa putus, hanya tergantung kapan pengguna mau mengaksesnya c. Interaktivitas Salah satu keunggulan media online ini yang paling membedakan dirinya dengan media lain adalah fungsi interaktif. Model komunikasi yang digunakan media konvensional biasanya bersifat searah (linier) dan bertolak dari kecenderungan sepihak dari atas (top-down) d. Personalisasi Pembaca atau pengguna semakin otonom dalam menentukan informasi mana yang ia butuhkan. Media online memberikan peluang kepada setiap pembaca hanya mengambil informasi yang relevan bagi dirinya, dan menghapus informasi yang tidak ia butuhkan. Jadi selektivitas informasi dan sensor berada di tangan pengguna (self control) Bagaimana suatu masalah/isu dilihat? Sebagai apa? Atau sebagai masalah apa? b. Diagnose Cause (perkiraan masalah dari sumber masalah) Apa penyebebab dari suatu masalah, siapa atau actor yang dianggap sebagai penyebab mereka? c. Make Moral Judgement (pembuatan keputusan moral) Nilai moral apa yang akan disajikan untuk menjelaskan masalah? Nilai moral apa yang dipakai untuk melegitimasi suatu tindakan? d. Treatment Recommendation (penyelesaian masalah) Penyelesaaian apa yang ditawarkan untuk mengatasi masalah/isu? Jalan apa yang ditempuh untuk mengatasi masalah. METODOLOGI PENELITIAN ANALISA DAN PEMBAHASAN Tipe penelitian yang akan dilakukan ialah interpretatif dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Dari segi Define Problem, Bisnis.com menyoroti masalah pemangkasan anggaran ini dilihat Penelitian ini menggunakan pendekatan permasalahan dengan analisis framing dengan model Entman, Entman mengemukakan bahwa framing melibatkan ‘seleksi’ (selection) dan ‘penonjolan’ (salience). Framing model Entman mendefinisikan persoalan-persoalan, mendiagnosa penyebab, membuat penilaian moral, dan menyarankan perbaikan-perbaikan. Frame menggunakan textual devices seperti kata-kata tertentu, frase-frase tertentu, membuat referensi konstektual tertentu, memilih gambar-gambar atua film tertentu, memberikan contoh-contoh yang tipikal, atau merujuk pada sumber tertentu. Data yang telah terkumpul akan dianalisis secara kualitatif yaitu digambarkan dengan katakata atau kalimat dengan menggunakan instrument analisis framing dengan model Entman melalui empat perangkat yaitu a. Define Problems (Definisi Masalah) Analisis data pada penelitian ini menggunakan konsep framing yang menekankan pada penonjolan kerangka pemikiran, perspektif, dan konsep tentang memaknai pemberitaan RAPBN 2017 dan APBN-P 2016 Kementerian PUPR di media online pada tanggal 17 dan 18 Agustus 2016 yang dilakukan oleh Kompas.com dan Bisnis.com. Berdasarkan Judul : Pemangkasan Anggaran: Kementerian PUPR Bakal Lakukan Penghematan Rp2 Triliun Berdasarkan frase yang diulang permasalahan muncul adalah Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara 2017 dan APBNP 2016 Kementerian PUPR Pokok permasalahan: Penerimaan pajak yang tidak sesuai target membuat Kementerian Keuangan harus memangkas anggaran Sedangkan Kompas.com, lebih cenderung pada apa yang akan dilakukan dalam alokasi RAPBN 2017 hal ini dapat dilihat dari Judul : Peroleh Anggaran Terbesar, Ini Proyek yang Dibangun Kementerian PU-Pera Tahun Depan Atom Indonesia Berdasarkan frase yang diulang permasalahan muncul adalah Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara 2017 dan APBNP 2016 Kementerian PUPR pemerintah tetap berkomitmen untuk menjaga belanja prioritas di tahun depan, sehingga Kementerian PU-Pera tetap mendapatkan alokasi terbesar. Pokok Permasalahan: Alokasi RAPBN 2017 untuk Kementerian PUPR Dilihat dari segi Treatment Recommendation, Bisnis.com menampilkan statement dari Menteri Keuangan Sri Mulyani yaitu menerangkan bahwa sejumlah kementerian di sektor infrastruktur pada tahun depan masih memperoleh pagu anggaran terbesar dan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), tahun 2017 akan mendapatkan anggaran Rp105,6 triliun. Selanjutnya berdasarkan Diagnose Causes, Bisnis.com tertulis mengenai Kementerian Keuangan yang akan memangkas Rp133 triliun anggaran pemerintah pusat pada APBN-P 2016. Menghadapi hal tersebut Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat akan melakukan penghematan anggaran sebesar Rp2 triliun atas rencana pemangkasan anggaran jilid kedua yang diwacanakan oleh Kementerian Keuangan. Sedangkan Diagnose Causes Kompas.com, memnuliskan bahwa RAPBN 2017 Kementerian PUPR sebesar Rp 105,6 Triliun dan menampilkan akar dari masalah tersebut adalah angka RAPBN 2017 naik signifikan dibandingkan dengan APBN-P 2016 serta APBN-P 2016 yang tidak luput dari pemotongan anggaran. Berdasarkan Make Moral Judgement, Bisnis.com menampilkan statement yang memberikan jawaban atas akar masalah dari Menteri PUPR yaitu bahwa Tahun depan akan berfokus pada pembangunan infrastruktur dan konektivitas antar daerah. Statement yang diambil juga dari Menteri Keuangan Sri Mulyani yaitu Fokus anggaran 2017 adalah untuk pembangunan infrastruktur. Kompas.com berdasarkan penelitian dari segi Make Moral Judgement mengutip Menteri PUPR Menteri PUPR bahwa dalam menghadapi alokasi RAPBN 2017 yang meningkat, alokasi RAPBN 2017 untuk Kementerian PUPR akan diperuntukkan pembangunan infrastruktur prioritas, seperti konektivitas, kedaulatan pangan, sertaperumahan dan permukiman. Serta Statement Menteri Keuangan Sri Mulyani, yang menyatakan meskipun mengalami pemotongan anggaran pada APBNP 2016, Sedangkan statement Menteri PUPR yaing disoroti adalah mengenai Pagu anggaran untuk masing-masing direktorat jenderal terbesar tahun 2017: Ditjen Bina Marga sebesar Rp42T, Ditjen Cipta Karya Rp18T, Ditjen Sumber Daya Air Rp34T, dan Ditjen Penyediaan Perumahan Rp9T. Kompas.com dilihat dari segi reatment Recommendation lebih merinci menjelaskan apa yang akan dilakukan dalam pengelolaan RAPBN 2017 yaitu membangun infrastruktur konektivitas seperti jalan tol, jalan nasional, jalan perbatasan, serta jembatan. Pembangunan jalan tol diantaranya yakni transJawa, trans-Sumatera, trans-Kalimantan, dan trans-Papua. Total pembangunan jalan baru termasuk jalan tol dan jalan perbatasan itu yakni sepanjang 796 kilometer (km). Kementerian PU-Pera juga akan membangun jembatan sepanjang 7.898 meter (m). Sementara itu, infrastruktur kedaulatan pangan yang akan dibangun antara lain pembangunan jaringan irigasi seluas 72.000 hektare (Ha), pembangunan 38 waduk (9 baru dan 29 lanjutan), dan 102 embung. Kementerian PU-Pera juga akan melakukan rehabilitasi jaringan irigasi seluas 216.000 Ha, dan membangun atau meningkatkan sarana dan prasarana pengelolaan air baku sebesar 7,09 meter per detik. Jurnal Komunikasi - ISKI "Untuk infrastruktur perumahan dan permukiman kami akan membangun 11.400 unit rumah susun untuk MBR, dan penyaluran bantuan uang muka untuk MBR sebanyak 124.250 unit," kata Basuki. Kementerian PU-Pera juga akan membangun 1.900 unit rumah khusus dalam rangka penanganan paska-bencana/konflik, maritim, daerah tertinggal, dan perbatasan negara. Sebanyak 109.500 unit rumah swadaya juga akan dibangun untuk mengurangi backlog dan rumah tidak layak huni. Basuki menambahkan, pemerintah juga akan menyalurkan bantuan pembiayaan untuk pembangunan 375.000 unit rumah umum (rumah tapak dan rusunami) melalui Kredit Pemilikan Rumah Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (KPR FLPP). "Yang lainnya adalah pembangunan SPAM (Sistem Penyediaan Air Minum) dan kawasan perbatasan di 9 PLBN (Pos Lintas Batas Negara)," Setelah dilakukan proses pengamatan melalui perangkat framing Robert N Entman dapat dilihat bahwa kompas.com dan bisnis.com sama-sama menampilkan berita sesuai fakta yang ada itu terlihat dari pemilihan berita yang diangkat dan penulisan fakta yang ditampilkan. Keduanya mengutip 2 narasumber yang sama yaitu Menteri PUPR Basuki Hadimuljono dan Menteri Keuangan Sri Mulyani. Dari peristiwa yang sama, kompas.com lebih mengedepankan tentang apa yang akan dilakukan Kementerian PUPR di tahun 2017 sedangkan bisnis.com lebih fokus pada masalah pemangkasan anggaran di tahun 2016. PENUTUP Kesimpulan Berdasarkan hasil analisis tentang pembingkaian berita yang dilakukan terhadap Kompas.com dan Bisnis.com dalam pemberitaan mengenai RAPBN 2017 dan APBN-P 2016 Kementerian PUPR di media online, maka dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut: 1. Kompas.com dan bisnis.com sama-sama menampilkan berita sesuai fakta yang ada itu terlihat dari pemilihan berita yang diangkat dan penulisan fakta yang ditampilkan . 2. Dari peristiwa yang sama, kompas.com lebih mengedepankan tentang apa yang akan dilakukan Kementerian PUPR di tahun 2017 sedangkan bisnis.com lebih fokus pada masalah pemangkasan anggaran di tahun 2016. Saran-saran Sesuai dengan kesimpulan diatas, maka penulis memberikan saran-saran sebagai berikut: 1. Media sebagai alat penyampaian pesan haruslah selalu menjaga objektivitas dalam menyampaikan pemberitaan dengan menampilkan berita sesuai dengan faktanya. 2. Kompas.com dan bisnis.com sebagai portal berita onine besar di Indonesia harus tetap memperhatikan realitas berita yang ada. REFERENSI 1. Eriyanto, Analisis framing: Konstruksi, Ideology, dan Politik Media, Yogyakarta: LKiS (2002) Atom Indonesia Pemangkasan Anggaran: Kemente- Define Problem rian PUPR Bakal Lakukan Penghematan Rp2 Triliun Kamis, 18/08/2016 03:44 WIB Bisnis.com, JAKARTA—Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat menyatakan mampu melakukan self-blocking atau penghematan sendiri sebesar Rp2 triliun atas rencana pemangkasan anggaran jilid dua yang diwacanakan oleh kementerian keuangan. Seperti yang diketahui Menteri Keuangan Sri Mulyani memutuskan untuk memangkas Rp133 triliun anggaran pemerintah pusat dan Diagnose Causes transfer daerah pada APBN-P 2016, dengan rincian belanja kementerian dan lembaga dikurangi Rp 65 triliun serta belanja daerah dipangkas Rp 68,8 triliun. Pasalnya dia memprediksi penerimaan pajak melenceng Rp 219 triliun dari target Rp 1.355 triliun dalam APBN-P 2016. Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Basoeki Hadimoeljono mengatakan pihaknya telah mendapatkan instruksi dari pemerinMake Moral tah pusat mengenai kriteria pemotonJudgement gan anggaran kembali. Dia memastikan kategori itu bukan untuk belanja modal melainkan untuk perjalanan dinas dan belanja operasional yang tidak prioritas. “Itu Self blocking, kira-kira Rp2 triliunan masih bisa kita. Untuk belanja operasional.Bahkan terkait subsidi rumah untuk MBR tidak akan,” Treatment Recommendation katanya Sementara itu pada RAPBN 2017 Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyatakan telah memberikan jatah pagu anggaran kepada 15 Kementerian/Lembaga (K/L) di Berdasarkan Judul : Pemangkasan Anggaran: Kementerian PUPR Bakal Lakukan Penghematan Rp2 Triliun Berdasarkan frase yang diulang permasalahan muncul adalah Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara 2017 dan APBNP 2016 Kementerian PUPR Pokok permasalahan: Penerimaan pajak yang tidak sesuai target membuat Kementerian Keuangan harus memangkas anggaran - Kementerian Keuangan akan memangkas Rp133 triliun anggaran pemerintah pusat pada APBN-P 2016. - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat akan melakukan penghematan anggaran sebesar Rp2 triliun atas rencana pemangkasan anggaran jilid kedua yang diwacanakan oleh Kementerian Keuangan. Menteri PUPR: - Tahun depan akan berfokus pada pembangunan infrastruktur dan konektivitas antar daerah. Sri Mulyani: - Fokus anggaran 2017 adalah untuk pembangunan infrastruktur. Sri Mulyani: - Sejumlah kementerian di sektor infrastruktur pada tahun depan masih memperoleh pagu anggaran terbesar. - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), tahun 2017 akan mendapatkan anggaran Jurnal Komunikasi - ISKI RAPBN 2017. Dia menyebut, pagu belanja negara di RAPBN 2017 mencapai Rp2.070,5 triliun, terdiri dari belanja pemerintah pusat Rp 1.310,4 triliun serta transfer daerah dan dana desa Rp760,8 triliun. Anggaran pemerintah pusat salah satunya mengalir ke belanja K/L sebesar Rp758,4 triliun atau turun dari APBNP tahun ini Rp 767,8 triliun. Salah satu fokus anggaran tersebut adalah untuk pembangunan infrastruktur. Oleh karenanya dia melanjutkan sejumlah kementerian di sektor infrastruktur pada tahun depan masih memperoleh pagu anggaran terbesar. Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) lanjutnya, pada tahun depan akan mendapatkan anggaran Rp105,6 triliun. Basoeki pun mengungkapkan tahun depan akan berfokus pada pembangunan infrastruktur dan konektivitas antar daerah. Lewat berbagai program itu, Basoeki memerinci pagu anggaran untuk masin-masing direktorat jendral terbesar di kementerian PUPR adalah Ditjen Bina marga sebesar Rp42 triliun, ditjen cipta karya sebesar 18 triliun, ditjen sumber daya air sebesar Rp34 triliun, dan direktorat jenderal penyediaan perumahan senilai Rp9 triliun. Pemerintah juga berniat melakukan pembangunan jalan tol sepanjang 37 km tahun depan menggunakan APBN. Sementara kebutuhan untuk dana lahan pada 2017 yang akan masuk dalam LMAN diperkirakan mencapai Rp20 triliun dengan rincian Rp16 triliun untuk dirjen bina marga, 50 miliar untuk ditjen cipta karya, dan Rp3,9 Rp105,6 triliun. Menteri PUPR: - Pagu anggaran untuk masingmasing direktorat jenderal terbesar tahun 2017: Ditjen Bina Marga sebesar Rp42T, Ditjen Cipta Karya Rp18T, Ditjen Sumber Daya Air Rp34T, dan Ditjen Penyediaan Perumahan Rp9T. Atom Indonesia triliun untuk ditjen Sumber Daya Air KOMPAS.COM Peroleh Anggaran Terbesar, Ini Proyek yang Dibangun Kementerian PUPera Tahun Depan DEFINE PROBLEMS Berdasarkan frase yang diulang permasalahan muncul adalah Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara 2017 dan APBNP 2016 Kementerian PUPR Rabu, 17 Agustus 2016 | 17:08 WIB JAKARTA, KOMPAS.com Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPera) memperoleh alokasi anggaran belanja terbesar diantara DIAGNOSE CAUSES Kementerian/Lembaga yang lain dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2017. Pemerintah mengalokasikan anggaran belanja untuk kementerian di bawah komando Basuki Hadimuldjono itu hingga Rp 105,6 triliun. Angka ini naik signifikan dibandingkan alokasi belanja Kementerian PU-Pera dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan (APBNP) 2016 yang sebesar Rp 97,1 triliun. Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan, dalam kebijakan efisiensi belanja APBNP 2016, sebetulnya Kementerian PU-Pera juga tak luput dari pemotongan. Berdasarkan Judul : Peroleh Anggaran Terbesar, Ini Proyek yang Dibangun Kementerian PU-Pera Tahun Depan Pokok Permasalahan: Alokasi RAPBN 2017 untuk Kementerian PUPR - MAKE JUDGEMENT RAPBN 2017 Kementerian PUPR sebesar Rp 105,6 Triliun. Angka RAPBN 2017 naik signifikan dibandingkan dengan APBN-P 2016. APBN-P 2016 tidak luput dari pemotongan anggaran. MORAL Menteri PUPR Menghadapi alokasi RAPBN 2017 yang meningkat, alokasi RAPBN 2017 untuk Kementerian PUPR akan diperuntukkan pembangunan infrastruktur prioritas, seperti konektivitas, kedaulatan pangan, sertaperumahan dan permukiman. Sri Mulyani Meskipun mengalami pemotongan anggaran pada APBNP 2016, pemerintah tetap berkomitmen untuk Jurnal Komunikasi - ISKI Namun pemerintah tetap berkomitmen untuk menjaga belanja prioritas di tahun depan, sehingga Kementerian PU-Pera tetap mendapatkan alokasi terbesar. Menteri PUPera Basuki mengatakan pihaknya belum tahu berapa besar pemotongan belanja APBNP 2016. Yang pasti, alokasi RAPBN 2017 akan diperuntukkan pembangunan infrastruktur prioritas, seperti konektivitas, kedaulatan pangan, serta perumahan dan permukiman. "Seperti yang disampaikan Presiden Jokowi, tadi siang, untuk pembangunan infrastruktur yang menjadi tanggungjawab PU-Pera ada tiga, yaitu konektivitas, kedaulatan pangan, serta perumahan dan permukiman," kata Basuki ditemui usai konferensi pers RAPBN 2017, Selasa malam (16/8/2018). Basuki memaparkan, rencananya anggaran belanja 2017 diperuntukkan membangun infrastruktur konektivitas seperti jalan tol, jalan nasional, jalan perbatasan, serta jembatan. Pembagunan jalan tol diantaranya yakni trans-Jawa, trans-Sumatera, transKalimantan, dan trans-Papua. Total pembangunan jalan baru termasuk jalan tol dan jalan perbatasan itu yakni sepanjang 796 kilometer (km). Kementerian PU-Pera juga akan membangun jembatan sepanjang 7.898 meter (m). menjaga belanja prioritas di tahun depan, sehingga Kementerian PU-Pera tetap mendapatkan alokasi terbesar. TREATMENT RECOMENDATION Menteri PUPR Rencananya anggaran belanja 2017 diperuntukkan membangun infrastruktur konektivitas seperti jalan tol, jalan nasional, jalan perbatasan, serta jembatan. Pembangunan jalan tol diantaranya yakni trans-Jawa, trans-Sumatera, transKalimantan, dan trans-Papua. Total pembangunan jalan baru termasuk jalan tol dan jalan perbatasan itu yakni sepanjang 796 kilometer (km). Kementerian PU-Pera juga akan membangun jembatan sepanjang 7.898 meter (m). Sementara itu, infrastruktur kedaulatan pangan yang akan dibangun antara lain pembangunan jaringan irigasi seluas 72.000 hektare (Ha), pembangunan 38 waduk (9 baru dan 29 lanjutan), dan 102 embung. Kementerian PU-Pera juga akan melakukan rehabilitasi jaringan irigasi seluas 216.000 Ha, dan membangun atau meningkatkan sarana dan prasarana pengelolaan air baku sebesar 7,09 meter per detik. "Untuk infrastruktur perumahan dan permukiman kami akan membangun 11.400 unit rumah susun untuk MBR, dan penyaluran bantuan uang Atom Indonesia Sementara itu, infrastruktur kedaulatan pangan yang akan dibangun antara lain pembangunan jaringan irigasi seluas 72.000 hektare (Ha), pembangunan 38 waduk (9 baru dan 29 lanjutan), dan 102 embung. Kementerian PU-Pera juga akan melakukan rehabilitasi jaringan irigasi seluas 216.000 Ha, dan membangun atau meningkatkan sarana dan prasarana pengelolaan air baku sebesar 7,09 meter per detik. "Untuk infrastruktur perumahan dan permukiman kami akan membangun 11.400 unit rumah susun untuk MBR, dan penyaluran bantuan uang muka untuk MBR sebanyak 124.250 unit," kata Basuki. Kementerian PU-Pera juga akan membangun 1.900 unit rumah khusus dalam rangka penanganan paska-bencana/konflik, maritim, daerah tertinggal, dan perbatasan negara. Sebanyak 109.500 unit rumah swadaya juga akan dibangun untuk mengurangi backlog dan rumah tidak layak huni. Basuki menambahkan, pemerintah juga akan menyalurkan bantuan pembiayaan untuk pembangunan 375.000 unit rumah umum (rumah tapak dan rusunami) melalui Kredit Pemilikan Rumah Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (KPR FLPP). muka untuk MBR sebanyak 124.250 unit," kata Basuki. Kementerian PU-Pera juga akan membangun 1.900 unit rumah khusus dalam rangka penanganan paska-bencana/konflik, maritim, daerah tertinggal, dan perbatasan negara. Sebanyak 109.500 unit rumah swadaya juga akan dibangun untuk mengurangi backlog dan rumah tidak layak huni. Basuki menambahkan, pemerintah juga akan menyalurkan bantuan pembiayaan untuk pembangunan 375.000 unit rumah umum (rumah tapak dan rusunami) melalui Kredit Pemilikan Rumah Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (KPR FLPP). "Yang lainnya adalah pembangunan SPAM (Sistem Penyediaan Air Minum) dan kawasan perbatasan di 9 PLBN (Pos Lintas Batas Negara)," pungkas Basuki. Jurnal Komunikasi - ISKI "Yang lainnya adalah pembangunan SPAM (Sistem Penyediaan Air Minum) dan kawasan perbatasan di 9 PLBN (Pos Lintas Batas Negara)," pungkas Basuki.

Judul: Tugas Jurnal Penulisan Ilmiah-

Oleh: Noorman Wijaksana


Ikuti kami