Jurnal Gina Nurrohmah 2015

Oleh Gina Ghie

126,4 KB 2 tayangan 0 unduhan
 


Bagikan artikel

Transkrip Jurnal Gina Nurrohmah 2015

1 PENGARUH OBJEK WISATA SITUS KARANGKAMULYAN SEBAGAI PENINGGALAN KERAJAAN GALUH TERHADAP PERKEMBANGAN EKONOMI MAYARAKAT DI DESA KARANGKAMULYAN KECAMATAN CIJEUNGJING KABUPATEN CIAMIS Gina Nurrohmah Jurusan Pendidikan Sejarah, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Siliwangi Tasikmalaya Email : ginanur10@yahoo.com ABSTRAK GINA NURROHMAH (2015). Pengaruh Objek Wisata Situs Karangkamulyan Sebagai Peninggalan Kerajaan Galuh Terhadap Perkembangan Ekonomi Mayarakat Di Desa Karangkamulyan Kecamatan Cijeungjing Kabupaten Ciamis. Program Studi Pendidikan Sejarah Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan. Universitas Siliwangi Tasikmalaya. Penulisan skripsi ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Situs Karangkamulyan terhadap perkembangan ekonomi masyarakat di Desa Karangkamulyan, Kecamatan Cijeungjing Kabupaten Ciamis. Peneitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif. Metode deskriptif kualitatif yang dimaksud adalah sebuah metode penelitian dalam sebuah ruang lingkup dengan tujuan membuat deskriptif tentang kondisi terkini yang dituangkan dalam bentuk kata-kata secara sistematis bukan dengan angka yang berdasarkan analisis kasus yang terjadi saat itu secara factual dan akurat. Tahaptahap metode in imeliputi tahap pra-lapangan, tahap lapangan, tahap analisis data dan tahap penulisan laporan. Teknik penelitian yang digunakan adalah observasi, wawancara dan dokumentasi. Populasi dan sampel pada penelitian ini yaitu petugas Situs Karangkamulyan dan masyarakat sekitarnya yang berprofesi sebagai pedagang. Situs Karangkamulyan merupakan objek wisata peninggalan Kerajaan Galuh yang menyimpan beberapa benda yang dianggap memiliki keterkaitan dengan peristiwa-peristiwa yang terjadi pada masa Prabu Adimulya Permadanikusuma. Beberapa hal yang melatarbelakangi Situs Karangkamulyan dijadikan sebagai objekwisata adalah Situs Karangkamulyan menyimpan peninggalan-peninggalan Kerajaan Galuh yang menarik perhatian bagi masyarakat secara luas. Situs Karangkamulyan memberikan pengaruh terhadap perkembangan ekonomi mayarakat. Berdasarkan hasil penilitian ini, perekonomian masyarakat sekitar Situs Karangkamulyan mengalami perkembanan ekonomi relatif stabil seiring dengan perkembangan pembangunan Situs Karangkamulan. Kata kunci : Objek Wisata Situs Karangkamulyan 2 EFFECT OF TOURISM WEBSITE AS A LEGACY KARANGKAMULYAN GALUH KINGDOM OF ECONOMIC DEVELOPMENT IN THE VILLAGE KARANGKAMULYAN SOCIETY DISTRICT DISTRICT CIJEUNGJING CIAMIS Gina Nurrohmah Department of History Education, the Faculty of Education University of Siliwangi Tasikmalaya Email : ginanur10@yahoo.com ABSTRACT GINA NURROHMAH (2015). Influence Attractions Karangkamulyan As World Heritage Galuh Kingdom Citizens Against Economic Development District of Cijeungjing Karangkamulyan In the village of Kudat district. History Education Studies Program Faculty of Teacher Training and Education. Siliwangi University Tasikmalaya. This thesis aims to investigate the influence Karangkamulyan site on the economic development of society in Karangkamulyan Village, District Cijeungjing Kudat district. This study uses descriptive qualitative research methods. Qualitative descriptive method in question is a research method in a scope with the aim of making descriptive about current conditions set forth in the form of words systematically rather than numbers based on the analysis of the case when it is factual and accurate. The stages of the method in imeliputi pre-field, phase field, the data analysis phase and report writing phase. Research techniques used were observation, interviews and documentation. Population and sample in this research that the officers Karangkamulyan site and the surrounding community who work as traders. Karangkamulyan site is a tourist attraction that holds the relics of the kingdom Galuh some objects that are considered to have relevance to the events that occurred during the King Adimulya Permadanikusuma. Several factors were behind World Karangkamulyan objekwisata is used as a site Karangkamulyan save relics Galuh Kingdom of interest to the society at large. Site Karangkamulyan give effect to the economic development of society. Based on the results of this research, the economy experienced a community around World Karangkamulyan perkembanan relatively stable economy with the development of the construction site Karangkamulan. Keywords: Attractions Site Karangkamulyan 3 I. Pendahuluan Situs Karangkamulyan adalah sebuah situs purbakala bersejarah dan situs arkeologi yang terletak di Desa Karangkamulyan, Kecamatan Cijeungjing, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, Indonesia. Situs ini merupakan peninggalan dari zaman Kerajaan Galuh yang bercorak Hindu-Buddha. Bila kita tinjau dari sudut pandang sejarah, memang kita tidak bisa menolak bahwa Kerajaan Galuh itu pernah ada serta nama yang disebutkan seperti tokoh Permanadikusumah dan Ciung Wanara itu adalah seorang raja yang memerintah pada masa Kerajaan Galuh sekitar abad ke-8 Masehi. Apabila kita telusuri lebih jauh kawasan yang luasnya kurang lebih 25 Ha ini menyimpan berbagai benda-benda yang letaknya tidak berdekatan tetapi menyebar dengan bentuknya yang berbeda-beda, berada dalam sebuah tempat berupa struktrur bangunan terbuat dari tumpukan batu yang bentuknya hampir sama serta memiliki sebutan khusus, yaitu sebutan seharihari yang dihubungkan dengan peristiwa-peristiwa yang terjadi didalam kisah Ciung Wanara. Secara fisik Situs Karangkamulyan menyerupai sebuah taman yang sangat luas dengan pepohonan yang lebat seperti hutan. Situs budaya Karangkamulyan saat ini bukan hanya milik Kabupaten Ciamis, tetapi juga milik nasional karena sudah termasuk Benda Cagar Budaya (BCB) yang dilindungi oleh Undang-undang. Di samping dilindungin oleh undang-undang, pemerintah mengangkat pula juru pelihara Pegawai Negeri Sipil (PNS), yang bertugas menjaga dan memelihara Situs Karangkamulyan dimaksud agar kondisinya dapat dipertahankan. Setelah ditetapkan sebagai Situs Cagar Budaya, Situs Karangkamulyan kini menjadi salah satu objek wisata bersejarah dan objek wisata alam di Kabupaten Ciamis yang menarik untuk dikunjungi dan dilakukan penelitian untuk mendapatkan data mengenai alasan Situs Karangkamulyan dijadikan sebagai objek wisata. Situs Karangkamulyan juga memberikan dampak terhadap kehidupan masyarakat diantaranya terhadap perekonomian masyarakat sekitarnya. Beberapa bukti tersebut dapat dilihat dari banyaknya pedagang yang berjualan di sekitar situs sehingga menjadi ladang usaha bagi masyarakat, namun besar kecilnya pendapatan perlu dilakukan penelitian terlebih dahulu agar selanjutnya dapat dianalisis tingkat perkembangan ekonomi masyarakat. Rumusan Masalah pada penilitian ini adalah : 1. Apakah yang menjadi alasan Situs Karangkamulyan dijadikan sebagai objek wisata ? 2. Bagaimana pengaruh keberadaan Situs Karangkamulyan terhadap perkembangan ekonomi masyarakat Desa Cijeungjing ? Tujuan Penelitian adalah : 1. Untuk mengetahui alasan Situs Karangkamulyan dijadikan sebagai objek wisata. 2. Untuk mendapatkan informasi mengenai pengaruh keberadaan Situs Karangkamulyan terhadap perkembangan ekonomi masyarakat Desa Cijeungjing. 4 Kegunaan Penelitian adalah : 1. Kegunaan Teoritis Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi bahan tambahan untuk melengkapi penelitian yang telah ada, khususnya tentang pengaruh keberadaan Situs Karangkamulyan terhadap perkembangan ekonomi masyarakat di Desa Karangkamulyan. 2. Kegunaan Praktis Manfaat praktis penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi kepada para pembaca khususnya bagi penulis untuk lebih mengetahui dan memahami pengaruh keberadaan Situs Karangkamulyan terhadap perkembangan ekonomi masyarakat di Desa Karangkamulyan. II. Kajian Teoritis Menurut Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 5 Tahun 1992 Tentang Benda Cagar Budaya BAB I Pasal 1, dalam Undang-Undang ini yang dimaksud dengan Benda cagar budaya adalah benda buatan manusia, bergerak atau tidak bergerak yang berupa kesatuan atau kelompok, atau bagian-bagian atau sisa-sisanya, yang berumur sekurang-kurangnya 50 (lima puluh) tahun, atau mewakili masa gaya yang khas dan mewakili masa gaya sekurang-kurangnya 50 (lima puluh) tahun, serta dianggap mempunyai nilai penting bagi sejarah, ilmu pengetahuan, dan kebudayaan; benda alam yang dianggap mempunyai nilai penting bagi sejarah, ilmu pengetahuan, dan kebudayaan. Sedangkan situs adalah lokasi yang mengandung atau diduga mengandung benda cagar budaya termasuk lingkungannya yang diperlukan bagi pengamanannya. Perkembangan ekonomi adalah proses perubahan kondisi perekonomian suatu sistem secara berkesinambungan menuju keadaan yang lebih baik selama periode tertentu. Pertumbuhan ekonomi dapat diartikan juga sebagai proses kenaikan kapasitas produksi suatu perekonomian yang diwujudkan dalam bentuk kenaikan pendapatan nasional. Adanya perkembangan ekonomi merupakan indikasi keberhasilan pembangunan ekonomi. III. Metode Penelitian Berdasarkan beberapa teori mengenai penelitian deskriptif kualitatif, maka dapat disimpulkan bahwa metode penelitian deskriptif kualitatif adalah sebuah metode penelitian dalam sebuah ruang lingkup dengan tujuan membuat deskriptif tentang kondisi terkini yang dituangkan dalam bentuk kata-kata secara sistematis bukan dengan angka yang berdasarkan analisi kasus yang terjadi saat itu secara dan akurat. Jenis penelitian deskriptif kualitatif yang digunakan pada penelitian ini dimaksudkan untuk menjelaskan, meringkaskan berbagai kondisi Situs Karangkamulyan, kemudian mengangkat ke permukaan mengenai pengaruh keberadaan situs Karangkamulyan terhadap perkembangan ekonomi masyarakat disekitarnya. Dalam penelitian deskriptif kualitatif ada beberapa pendekatan yang digunakan dalam melakukan penelitian. Namun dalam penilitian ini digunakan pendekatan emik. Pendekatan emik, menurut 5 IV. Duranti (1997:172) mengacu pada sudut pandang suatu masyarakat dalam memperlajari dan makna terhadap satu tindakan, atau membedakan dua tindakan. Hasil Penelitian dan Pembahasan A. Sejarah Kerajaan Galuh Kerajaan Galuh adalah suatu kerajaan Sunda di pulau Jawa, yang wilayahnya terletak antara Sungai Citarum di sebelah barat dan Sungai Ci Serayu juga Cipamali (Kali Brebes) di sebelah timur. Didirikan oleh Wretikandayun. Wretikandayun mempunyai tiga anak laki-laki yaitu Rahiyang Sempakwaja, Rahiyang Kidul atau Jantaka dan Rahiyang Mandiminyak. Setelah menguasai Galuh selama ystem puluh tahun (612-702). Wretikandayun menuntjuk Rahiyang Mandiminya sebagai pemilik tahta kerajaan Mandiminyak memegang dua pemerintahan yaitu di Kalingga Utara dan Galuh namun untuk mengindari hal-hal yang tidak diinginkan maka Mandiminyak mempercayakan kekuasaanya di Kalingga Utara kepada istrinya Parwati. Mandinyak menjadi penguasa Kalingga Utara sejak 674-702 Masehi dan mulai menjadi Raja Galuh pada 702 Masehi pada usia 78 tahun. Pada tahun 709 Masehi, Mandiminyak menyerahkan kekuasaannya kepada Bratasena. Bratasena berkuasa di Galuh sejak tahun 709-716 Masehi. Sanjaya anaknya dinikahkan dengan Teja Kencana Hayupurnawangi cucu Tarusbawa. Mereka dikaruniai anaka yaitu Tamperan atau Bramawijaya. Bratasena tidak disukai oleh Purbasora karena Sena merupakan anak hasil hubungan terlarang antara ibu dengan pamannya, sehingga Purbasora sebagai putra sah Sempakwaja dengan Rababu beranggapan bahwa Sena tidak pantas menjadi penguasa Kerajaan Galuh. Purbasora kemudian menyusun rencana untuk merebut kekuasaan dari tangan Sena. Maka terjadilah perang saudara. Saat itu seluruh penghuni keratin gugur, bahkan Purbasora dan keluarganya pun gugur. Pada awalnya Sanjaya hanya ingin menuntut balas namun karena keberhasilannya merebut Galuh maka Sanjaya menjadi Raja Galuh. Namun karena tokoh Galuh yang tidak menyukai Sanjaya. Sanjaya kemudian menyerahkan kekuasaannya pada cucu Purbasora yaitu Permadanikusuma, kemudian Permadanikusuma menikah dengan Naganingrum dan dikaruniai seorang anak yaitu Sutasoma atau Sang Manarah atau yang sering disebut sebagai Ciung Wanara. Saat Kerajaan Galuh dibawah kekuasaan Tamperan, Sang Manarah pada saat itu berusia 14 tahun, ibunya Naganingrum menjadi istri kedua Tamperan kerena kedudukannya ditukar, Pangrenyep menjadi permaisuri dan adik tirinya Sang Maranah yaitu Banga berusia 9 tahun. Manarah sering tinggal bersama buyutnya, Ki Balangantrang di Geger Sunten, dari buyutnya inilah Manarah mengetahu bahwa ayahnya dibunuh oleh suruhan Tamperan. Dengan segala kekuatan yang diberikan oleh Ki Balangantrang, Manarah mempersiapkan diri untuk menyerang Galuh sebagai bukti pembalasan terhadap kematian ayahnya. Saat itu Kerajaan Galuh tengah mengadakan acara sambung ayam sehingga pada 6 saat itu anarah bisa menyerang Galuh dengan leluasa karena sebagain besar orang tengah menyaksikan acara sambung ayam. Penyerangan ini berhasil hingga Tamperan dan Pangrenyep ditawan. Peperangan pun pecah dengan dasar balas dendam. Saat peperangan berlangsung, seorang tokoh tua Resiguru Demunawan menghentikan peperangan dengan melakukan musyawarah di Keraton Galuh. Dari hasil musyawarah tersebut didapatkan hasil bahwa bekas wilayah kekuasaan Tamperan dibagi dua. Kerajaan Galuh diserahkan kepada Manarah sedangkan Kerajaan Sunda diserahkan kepada Tarusbawa yaitu Banga yang status kedudukannya dibawah Kerajaan Galuh.peristiwa tersebut terjadi tahun 739 Masehi. Jika kita melihat silsilah Kerajaan Galuh, Ciung Wanara merupakan Raja ke-7 yang memerintah Kerajaan Galuh selama 44 tahun. Menurut urutannya, Kerajaan Galuh dipimpin oleh : 1. Kerajaan Galuh pada masa Wretikandayun (612-702 M) 2. Kerajaan Galuh pada masa MandiMinyak (702-709 M) 3. Kerajaan Galuh pada masa Bratasenawa (709-716 M) 4. Kerajaan Galuh pada masa Purbasora (716-723 M) 5. Kerajaan Galuh pada masa Sanjaya (725-732 M) 6. Kerajaan Galuh pada masa Adimulya Permanadikusumah (732 M) 7. Kerajaan Galuh pada masa Tamperan (732-739 M) 8. Kerajaan Galuh pada masa Ciung Wanara (739-783 M) 9. Sang Manisri/ Prabu Dharmasakti Wirajayeswara (783-799 M) 10.Sang Tariwulan/ Prabu Kretayasa Dewakusalesywara (799-806 M) 11.Sang Welengan/ Prabhu Brajanagara Jayabhuana (806-813 M) 12.Prabu Linggahbumi (813-852 M) 13.Rakeyan Wuwus/ Prabhu Gajah Kulon (852-891 M) (Djaja Sukardja, 2002;39) B. Situs Karangkamulyan sebagai peninggalan Kerajaan Galuh Situs Karangkamulyan merupakan peninggalan zaman purbakala, sejarah dan keagamaan. Kekunaannya sebagian besar merupakan kekunoan dari masa pra sejarah. Karangkamulyan artinya tempat yang mulia atau tempat yang dimuliakan. Para sejarawan dapat menyimpulkan bahwa agama yang dianut pada masa Kerajaan Galuh adalah agama Hindu karena berdasarkan Carita Parahyangan yang menyebutkan bahwa pemujaan yang umum dilakukan oleh Raja Galuh adalah sewabakti ring batara upati. Upati berasal dari bahasa Sansekerta utpati atau utpata, yaitu nama lain untuk Yama, dewa pencabut nyawa agama Hindu dari mazhab Siwa. (Nugroho Notosusanto, 1993:358). Karangkamulyan merupakan peninggalan Kerajaan Galuh pada masa pemerintahan Prabu Adimulya Permadanikusumah. Karangkamulyan merupakan tempat singgasana Sang Prabu dan tempat dilahirkannya Ciung Wanara. Peninggalan yang ditemukan di kawasan situs merupakan bukti bahwa dalam lokasi tersebut pernah ada peradaban masa Kerajaan Galuh pada masa pra-sejarah,masa Hindu-Budha dan masa Islam. 7 Di dalam kawasan Situs Karangkamulyan yang diperkirakan seluas 25 ha terdapat beberapa tempat yang diduga merupakan jejak Kerajaan Galuh pada masa pemerintahan Prabu Adimulya Permadanikusuma. Menurut Bapak Agus Abdul Haris peninggalan Kerajaan Galuh tersebut diantaranya : 1. Pangcalikan 2. Sanghyang Bedil 3. Penyabungan Ayam 4. Lambang Peribadatan 5. Panyandaan 6. Makam Adipati Panaekan 7. Cikahuripan 8. Pamangkonan 9. Patimuan 10.Keramik-keramik C. Situs Karangkamulyan sebagai Objek Wisata Karangkamulyan atau Ciung Wanara adalah situs cagar budaya yang isinya berupa peninggalan kerajaan galuh yang di dalamnya kita dapat mengkaji karakteristik kerajaan galuh. Tempat ini berada di Ciamis tepatnya di kecamatan Cijeunjing yang menyajikan panorama yang indah. Tempat ini selain indah dipandang dan dikunjungi juga kaya dengan wawasan kesejarahan di tatar Sunda khususnya wawasan tentang Kerajaan Galuh. Situs budaya Karangkamulyan saat ini bukan hanya milik Kabupaten Ciamis, tetapi juga milik nasional karena sudah termasuk Benda Cagar Budaya (BCB) yang dilindungi pemerintah. Situs ini pun dilindungi oleh UU BCB no.5 tahun 1992, salah satu bunyi UU BCB No.5 tahun 1992 pasal 26 adalah ‘’barang siapa yang dengan sengaja merusak benda Cagar Budaya dan situs serta lingkungannya atau membawa, memindahkan benda Cagar Budaya tanpa izin pemerintah akan dipidana penjara selama 10 tahun dan denda seratus juta”. Itulah bentuk perhatian pemerintah kepada situs Karangkamulyan ini. Di samping dilindungi oleh undang-undang, pemerintah mengangkat pula juru pelihara Pegawai Negeri Sipil (PNS), yang bertugas menjaga dan memelihara situs-situs dimaksud agar kondisinya dapat dipertahankan. Peninggalan purbakala ini letaknya terpencar-pencar, serta memiliki sebutan khusus, yaitu sebuatan sehari-hari yang dihubungkan dengan peristiwa yang terjadi di dalam kisah Ciung Wanara. Peninggalan-peninggalan yang terdapat di Situs Karangkamulyan dapat digolongkan sebagai berikut : 1. Kebudayaan material Kebudayaan material mengacu pada semua ciptaan masyarakat yang nyata, konkret. Termasuk dalam kebudayaan material ini adalah temuantemuan yang dihasilkan dari suatu penggalian arkeologi seperti batu-batu yang ditemukan di kawasan Situs Karangkamulyan serta piring-piring kramik yang ditemukan pada jaman dinasti Cina. Peninggalan berupa 8 batu-batu yang ditemukan di kawasan situs tersebut tersimpan di Museum Karangkamulyan. Bentuk peninggalan berupa batu-batu, seperti Tugu Batu yang digunakan sebagai alat pemujaan pada masa Megalitikum, batu Pipisan dan Batu Gandek yang digunakan untuk mengolah biji-bijian. Selain itu juga piring-piring keramik peninggalan Cina yang diduga dahulu para pedagang Cina pernah melintas di sungai sekitar kawasan Situs Karangkamulyan. 2. Kebudayaan nonmaterial Kebudayaan nonmaterial adalah ciptaan-ciptaan abstrak yang diwariskan dari generasi ke generasi, misalnya berupa dongeng, cerita rakyat, dan lagu atau tarian tradisional. Dalam hal ini, cerita rakyat yang berkembang di masyarakat tentang kisah Ciung Wanara menjadi bukti perwujudan sebuah budaya. Cerita rakyat atau mitos yang terkenal adalah apabila kita dapat menyentuh tonjolan yang ada pada pohon di tengahtengah kawasan lokasi penyambungan ayam dengan mata tertutup, maka segala keinginan akan terkabul. Kebiasaan ini masih sering dilakukan oleh pengunjung situs. Mitos lain yang berkembang di masyarakat juga apabila kita membasuh wajah dengan air Cikahuripan, maka akan awet muda. 3. Sistem kepercayaan Sistem keyakinan ini akan mempengaruhi dalam kebiasaan. Wujud dari kepercayaan yang berkembang di masyarakat adalah adanya kegiatan berziah di lokasi Pangcalikan setiap malam Jumat Kliwon. Bagi beberapa warga mempercayai dengan berziah atau berdoa di sekitar makam akan mendapatkan berkah dalam hidup mereka. Namun Agus Abdul Haris selaku kuncen meluruskan niat baik masyarakat yang ingin berziarah agar lantas tidak melanggar aturan ajaran agama Islam. Berziarah dengan maksud memuja atau memuji batu yang berada di situs tersebut merupakan perbuatan musrik, agar tidak terjadi seperti itu maka tugas kuncen adalah meluruskan niat agara maksud berziarah hanya untuk mendoakan leluhur dan berterima kasih terhadap apa yang telah diwariskan ke generasi sekarang. D. Pengaruh Situs Karangkamulyan terhadap Perekonomian Mayarakat Desa Karangkamulyan Dari aspek ekonomi, Situs Karangkamulyan memberikan dampak besar terhadap perekonomian masyarakat Desa Karangkamulyan karena sebagian besar warga Desa Karangkamulyan menjadi pedagang tetap di kawasan situs.pemerintah mengutmakan bagi warga asli Desa Karangkamulyan untuk menjadi pedagang di sana. Meski banyak pedagang yang memiliki pegawai dari luar daerah. Perkembangan pembangunan Situs Karangkamulyan membawa dampak pula terhadap perkembangan perekonomian masyarakat. Jika pada awalnya sebelum Pemerintah membangunkan kios permanen bagi pedagang, pendapatan masih sangat minim. Kemudian berkembang menjadi objek wisata, pendapatan mengalami kenaikan karena jumlah pengunjung meningkat. 9 Apalagi setelah dibangunnya Gong Perdamaian Dunia dan fasilitas penunjang lainnya, pengunjung mengalami kenaikan sehingga pendapat dalam setiap minggu pun relatif tinggi. Meskipun dalam setiap tahunnya pendapat tidak tentu, namun pasti selalu ada penghasilan. Biasanya setiap hari Sabtu-Minggu, Jumat Kliwon, penghasilan meningkat karena jumlah pengunjung juga banyak. Namun setiap harinya juga tetap ada yang berkunjung ke situs meskipun hanya sekedar untuk istirahat dan makan di beberapa kios. Saat ini Situs Karangkamulyan telah menjadi ladang usaha terutama bagi masyarakat sekitar. Pedagang yang berada di kawasan situs merupakan asli warga Desa Karangkamulyan. Kios yang dibangun oleh Pemerintah Kabupaten Ciamis sengaja untuk memfasilitasi masyarakat agar terlihat nyaman dan rapi. Menu makan pun sengaja disamakan dengan pedagang lain dengan maksud apabila di satu kios habis maka pilihannya ada di kios lain. Situs Karangkamulyan juga sering digunakan sebagai tempat diadakannya perlombaan mewarnai gambar siswa Taman Kanak-kanak se-Kabupaten Ciamis. Setiap hari Sabtu banyak komunitas pecinta burung yang mengadakan festival burung dari berbagai daerah seperti Bandung, Bogor, Garut, Tasikmalaya dan Pangandaran. Bahkan setiap libur sekolah atau libur hari-hari besar nasional, banyak pengunjung yang datang. Berdasarkan penuturan beberapa narasumber yang sebagaian besar merupakan pedagang yang berjualan di kawasan Situs Karangkamulyan, maka dapat disimpulkan bahwa keberadaan Situs Karangkamulyan membawa dampak terhadap perkembangan ekomoni masyarakat di sekitarnya terlebih pembangunan situs dari periode ke periode mengalami peningkatan. Meskipun jika dilihat tingkat kesejahteraanya relatif sedang namun pedagang di kawasan situs menggantungkan hidupnya pada Situs Karangkamulyan, karena pedagang hanya berjualan di sana dan tidak memiliki pekerjaan lain sebagai pemasukan lainnya. Berdasarkan data pengunjung objek wisata Situs Karangkamulyan tahun 2011-2014 dapat diperoleh kesimpulan bahwa setiap tahunnya jumlah pengunjung mengalami penurunan. Hal ini disebabkan oleh beberapa alasan diantaranya banyaknya objek wisata lain yang baru di Kabupaten Ciamis, meskipun perkembangan yang signifikan terjadi di Situs Karangkamulyan namun dalam kurun waktu 4 tahun terakhir, jumlah pengunjung mengalami penurunan. Sejak dijadikan sebagai objek wisata, pengunjung tidak pernah berhenti melakukan wisata ke Situs Karangkamulyan. Meskipun dalam sedang dalam proses pembangunan, namun pengunjung selalu berdatangan. Pengunjung yang datang tidak semua memasuki wilayah situs, ada yang hanya melakukan istirahat sambil melakukan sembahyang shalat pada waktu shalat, dan hanya ingin mampir makan sejenak, sehingga setiap harinya pedagang melayani pembeli. Apabila dilihat data jumlah pengunjung Situs Karangkamulyan tahun 2011-2014 mengalami penurunan, namun itu tidak menjadi penentu 10 jumlah pemasukan bagi masyarakat yang sebagaian besar menjadi pedagang di sekitar situs. Berdasarkan data yang diperoleh dari narasumber, dapat dianalisis bahwa tidak semua pengunjung memberikan pemasukan terhadap masyarakat sekitar. Dari analisis tersebut dapat disimpulkan bahwa setiap tahunnya ekonomi masyarakat sekitar situs mengalami peningkatan meskipun tidak signifikan karena setiap harinya banyak pengunjung yang berkontribusi terhadap pemasukan bagi pedagang di sekitar situs. V. Simpulan dan Saran A. Simpulan Beberapa alasan lain yang menjadi latar belakang dijadikannnya Situs Karangkamulyan sebagai objek wisata adalah peninggalanpeningglannya yang memiliki keterkaitan dengan Kerajaan Galuh pada masa pemerintahan Prabu Adimulya Permadanikusuma dan anaknya Ciung Wanara menjadi daya tarik bagi pengunjung karena banyaknya mitos dan cerita rakyat yang berkembang di masyarakat. Dalam perkembangan perekonomian dapat diwujudkan dengan banyaknya pedagang tetap yang berjualan di sekitar kawasan Situs Karangkamulyan. Sebagian besar pedagang menggantungkan hidupnya pada Situs Karangkamulyan karena mereka tidak memiliki pekerjaan lan selain berjualan. Seiring dengan perkembangan pembangunan Situs Karangkamulyan, usaha perbaikan yang yang telah dilakukan Pemkab Ciamis membawa dampak pula terhadap perkembangan perekonomian masyarakat sekitar. Dampak tersebut tidak hanya dirasakan oleh pedagang asli Desa Karangkamulyan yang sudah menetap selama belasan tahun, namun bagi pedagang lain yang berasal dari luar daerah yang sudah mengantongi izin berjualan di Situs Karangkamulyan. B. Saran Bagi mahasiswa diharapkan skripsi ini dapat menambah pengetahuan kesejarahakan khususnya sejarah Lokal di Kabupaten Ciamis dimaksudkan untuk pengembangan ilmu pengatahuan. Dalam pengembangan kebijakan diharapkan Pemerintah untuk terus memperhatikan pengembangan Situs Karangkamulyan sebagai salah satu aset Pemerintah Daerah sehingga dapat memberikan pemasukan yang meningkat bagi masyarakat sekitarnya. Bagi seluruh masyarakat khusunya di Kabupaten Ciamis untuk selalu menjaga apapun bentuk peninggalan-peninggalan pada zaman dulu terutama Situs Karangkamulyan sebagai peninggalan Kerajaan Galuh di mana itu merupakan leluhur masyarakat Ciamis. Menjaga peninggalan dapat berupa pelestarian budaya dan benda-benda peninggalannya maupun dengan tetap menjaga tradisi atau adat yang diwariskan oleh nenek moyang kita. 11 VI. Daftar Pustaka Arikunto, Suharsimi. (1996). Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek. Jakarta:PT. Rineka Cipta. Duranti, A. 1997. Linguistic Anthropology. Cambridge: Cambridge University Press. Moleong, Lexy J. (2007). Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: Remaja Rosda Karya. Sugiyono. (2009). Metode Penelitian Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif dan R & D. Bandung: Alfa Beta . Sukardja, H. Djadja. (2002). Situs Karangkamulyan. Ciamis: H. Djadja Sukardja S. Cet-2. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 5. (1992). Tentang Benda Cagar Budaya.

Judul: Jurnal Gina Nurrohmah 2015

Oleh: Gina Ghie


Ikuti kami