Jurnal Kai Riska Pdf

Oleh Riska Septiani

190,8 KB 4 tayangan 0 unduhan
 


Bagikan artikel

Transkrip Jurnal Kai Riska Pdf

IMPLEMENTASI PERUBAHAN ATAS PENGEMBANGAN PT. KAI GUNA MEMPERTAHANKAN EKSISTENSIYA DI MASA PANDEMI COVID-19 RISKA SEPTIANI Fakultas Ekonomi Bisnis dan Ilmu Sosial Universitas Pelita Bangsa, Cikarang Septia567@gmail.com Abstrak Perubahan merupakan suatu fenomena yang tidak bisa dihindari dalam kehidupan organisasi, meskipun banyak yang berpendapat bahwa kecepatan dan besaran perubahan telah meningkat secara signifikan beberapa tahun belakangan ini. Penelitian yang dilakukan The Institute of Management tahun 1991 menunjukkan bahwa 90% organisasi menjadi lebih ramping dan datar. Pada tahun 1992 dilaporkan bahwa 80% manajer merespon dengan merestruktur perusahannya dalam lima tahun terakhir. Oleh karena itu, kita melihat bahwa dalam waktu yang relatif pendek, kebanyakan organisasi dan pekerjaannya telah mengalami perubahan secara substansial tentang apa yang mereka lakukan dan bagaimana mereka melakukannya (Burnes, 2000:250). PT-KAI sebagai salah satu Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang bergerak dalam bidang transportasi yaitu kereta api merupakan salah satu perusahaan yang berhasil dalam mengembangkan perusahaannya. Hal ini ditunjukkan dengan semakin meningkatnya jumlah penumpang dari tahun ke tahun dan juga semakin membaiknya sistem manajemen maupun sistem pelayanan pada PT-KAIPerubahan yang diamati dalam penulisan ini ialah perubahan yang dialami oleh PT. KAI yang mengharuskan perusahaan ini terus beradaptasi. Tujuan penulisan ini adalah unuk mengetahui sejauh mana perubahan yang dialami oleh PT. KAI guna tetap mempertahankan eksistensinya di masyarakat. Kata Kunci : Perubahan, PT. KAI, Tujuan Penulisan. Abstract Change is an unavoidable phenomenon in organizational life, although many argue that the speed and magnitude of change has increased significantly in recent years. Research conducted by The Institute of Management in 1991 showed that 90% of organizations are becoming leaner and flatter. In 1992 it was reported that 80% of managers responded by restructuring their company in the last five years. Therefore, we see that in a relatively short period of time, most organizations and their jobs have undergone substantial changes in what they do and how they do it (Burnes, 2000: 250). PT-KAI as one of the State-Owned Enterprises (BUMN) which is engaged in transportation, namely trains, is one of the companies that has succeeded in developing its company. This is indicated by the increasing number of passengers from year to year and also the improvement of the management system and service system at PT-KAI. The changes observed in this paper are the changes experienced by PT. KAI which requires this company to continue to adapt. The purpose of this paper is to determine the extent of changes experienced by PT. KAI in order to maintain its existence in society. Keywords: Change, PT. KAI, Purpose of Writing. 1. PENDAHULUAN BUMN merupakan salah satu organisasi milik negara yang memiliki peranan yang penting bagi pembangunan nasional. Selain memberikan manfaat bagi pemerintah, BUMN juga memberikan banyak manfaat bagi masyarakat untuk mendapatkan pelayanan publik yang cepat, murah, dan efisien. Bagi pemerintah, BUMN ini sangat penting dalam perekonomian nasional, bukan hanya sebatas organisasi yang bergerak dalam produksi barang atau jasa, namun juga organisasi yang memiliki peran strategis dalam memberikan pelayanan umum. Pelayanan umum yang diberikan oleh BUMN adalah konsekuensi dari peran serta kehadiran negara dalam mensejahterakan serta memberikan berbagai macam kemudahan bagi masyarakat luas. BUMN bergerak dalam berbagai macam bidang yang dimana diberikan kewenangan dalam mengelola kepentingan sektor kolektif . seperti pengelolaan administrative perbankan semacam bank BNI, Mandiri atau pemenuhan kebutuhan bahan bakar semacam Pertamina, dan serta pengelolaan pangan. PT-KAI sebagai salah satu bentuk Badan Usaha Miliki Negara (BUMN) yang bergerak dalam bidang transportasi diakui memiliki inovasiinovasi guna pengembangan organisasi yang sudah tak bisa diragukan lagi. Dilansir dari web kompas.com, pada tahun 2012, PT-KAI terpilihin menjadi BUMN terbaik dengan mendapatkan tiga penghargaan yaitu, masing-masing dalam kategori Inovasi Pelayanan Publik BUMN, Inovasi Manajemen BUMN, dan CEO BUMN Terbaik atas nama Ignatius Jonan. Sementara itu, untuk kategori Inovasi Produk Jasa, PT KAI meraih peringkat kedua. Meskipun begitu, dalam keberjalannya PT-KAI banyak mengalami kendala-kendala yang harus dihadapi seperti pada saat terjadi perang tatif murah pada maskapai penerbangan di Indonesia yang mengakibatkan turunnya jumlah penupang kereta api. Kereta Api menjadi alat transportasi alternatif, meskipun usianya sudah sangat tua. Kereta Api hadir bersamaan dengan kolonialisme Belanda. Pemerintah Belanda membawa teknologi lokomotif ke Indonesia untuk mengangkut hasil bumi dari praktik kerja paksa. Jalur kereta api dibangun berates kilometer di pulau Jawa. Selepas berakhirnya kekuasaan kolonial dan diraihnya kemerdekaan Indonesia. Kereta Api digunakan tidak hanya untuk mengangkut barang tetapi juga manusia. Pemerintah Indonesia membangun berbagai jalur rel kereta api di Jawa dan Sumatera. Lokomotif kereta api pun dirubah sedemikian rupa dengan sentuhan modern, muncul berbagai ragam lokomotif baru seperti krl atau trem yang menjadi salah satu alat transportasi primadona bagi masyarakat kota. Kecepatan kereta api dan akses jalur ekslusif menyebabkan efektifitas waktu yang dimiliki kereta api sangat baik untuk mengejar waktu. Biaya tranportasi kereta yang tidak begitu mahal dan dapat dijangkau oleh kalangan menengah juga menjadi keunggulan. Era modern yang konsumtif dan sangat dinamis, menyebabkan kereta api tidak lekang oleh waktu. Dengan berbagai terobosan dalam hal fasilitas dan kekuatan lokomotif itu sendiri. Dibandingkan transportasi darat lain semacam bus, angkot atau kendaraan pribadi seperi mobil dan motor yang memakan waktu lebih khsusnya di perkotaan. Biaya yang dikeluarkan juga lebih tinggi, bukan hanya biaya bahan bakar tetapi juga perawatan. Kereta api dirancang untuk menempuh perjalanan sangat jauh antar kota, antar provinsi atau bahkan di negara uni eropa kereta dapat lintas negara. Sedangkan motor misalnya yang paling banyak dimiliki, dirancang untuk perjalanan dekat dan sedang. Meski begitu, kereta api bukan tanpa kekurangan. PT-KAI selaku BUMN tentu memiliki kewajiban memberikan pelayanan sebaik mungkin, mengingat kebutuhan kolektif akan transportasi massal kereta api kewenangan pengelolaannya dibawah PT. KAI. Misalnya pelayanan ticketing yang kacau terlebih dalam masa penuh calon penumpang. Seperti yang pernah terjadi pda beberapa tahun lalu di stasiun Kota Besar semacam Jabodetabek. Sebenarnya kekurangan yang dirasakan oleh PT. KAI bukan hanya terletak pada permasalahan ticketing namun juga kondisi yang memperkecil jumlah kuota penumpang guna meminimalisir menyebarkan pandemi covid-19. Dari pemaparan diatas penulis mencoba menjelaskan beberapa perubahan yang terjadi pada PT. KAI dalam mempertahankan eksistensinya pada masyarakat di era Pandemi Covid19. 2. METODE PENELITIAN Penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan metode deksriptif. Menurut Bogdan dan Taylor (dalam Moleong, 2005:4), penelitian kualitatif adalah penelitian yang menghasilkan data deksriptif yang berupa kata-kata atau lisan objek yang diamati. Metode ini dilakukan dengan tidak menggunakan angka-angka, tetapi menggunakan penghayatan terhadap interaksi antarkonsep yang sedang dikaji secara empiris. Metode deskriptif dapat diartikan sebagai prosedur pemecahan masalah yang diselidiki dengan menggambarkan atau melukiskan keadaan atau objek penelitian berdasarkan fakta-fakta yang tampak atau sebagaimana adanya. 3. HASIL DAN PEMBAHASAN A. PT. KAI - Latar Belakang PT. KAI PT. Kereta Api (Persero) merupakan salah satu badan penyediaan jasa transportasi darat yang memegang peran vital dalam pelayanan transportasi massal. Perusahaan ini sudah berdiri sejak tanggal 17 Juni 1864, hingga sekarang PT.Kereta Api Indonesia (Persero) menjadi salah satu transportasi yang masih tetap di gunakan oleh masyarakat indonesia khususnya di Kota Bandung. Kereta Api yang dikelola oleh PT.KAI (Persero) yang melayani daerah- daerah lokal salah satunya adalah KRD (Kereta Rel Diesel) PATAS (cepat terbatas) yang menghubungkan antara stasiun Bandung-Rancaekek Cicalengka (Pulang-Pergi) merupakan salah satu angkutan masal yang sudah dioperasikan penggunaanya sejak tahun 1984 Kereta api ini cenderung menjadi pilihan masyarakat dikarenakan berbagai faktor seperti waktu tempuh yang cepat, dapat mengangkut penumpang dalam jumlah yang banyak dibandingkan dengan jenis alat angkut darat yang lainnya, bagasi yang luas sehingga memungkinkan penumpang leluasa membawa barang-barang yang cukup banyak, dan ongkos yang relatifsangat murah jika dilihat dari kondisi perekonomian masyarakat Indonesia saat ini. PT.Kereta Api (Persero) merupakan perusahaan negara yang diberi hak monopoli untuk mengelola usahanya. Statusnya sebagai perusahaan publik milik Negara maka misi utamanya adalah memberikan pelayanan kepada masyarakat umum. Sebagaimana di ketahui terhitung pada tanggal 1 september 2012 adanya kebijakan tentang kenaikan tarif bayar Kereta Rel Diesel Patas Trayek Padalarang-Cicalengka, Penaikan tersebut didasarkan pada telegram Direksi No.D6/133 tertanggal 13 Juni 2012. Dimana Kebijakan itu adalah rangkaian konsep dan asas yang menjadi pedoman dan dasar rencana dalam pelaksanaan suatu pekerjaan, kepemimpinan, dan cara bertindak. Seperti yang di kemukakan sebelumnya pada tanggal 1 september 2012 adanya kebijakan tentang kenaikan tarif Kereta Rel Diesel Patas Trayek Padalarang- Cicalengka Penaikan tersebut didasarkan pada telegram Direksi No.D6/133 tertanggal 13 Juni 2012. Tarifsebesar Rp 10.000 berlaku untuk trayek terjauh dari Padalarang ke Cicalengka atau sebaliknya. Sedangkan untuk tujuan tertentu disesuaikan dengan jarak tempuh. Dan bagi pengguna kereta patas AC di kenakan tarif Rp. 15.000 yang semulanya di kenakan Rp 10.000 Keputusan kenaikan tarif di sebabkan karna PT. KAI (Persero) ingin terus meningkatkan biaya operasional dan perawatan sarana dan keterbatasan dana yang diberikan pemerintah pada PT.KAI Selain itu PT KAI(Persero) sudah cukup lama tidak mangalami kenaikan sejak tahun 2000 lalu. Bahkan pada tahun 2009 tarif kereta api sempat di turunkan. Kenaikan tarif juga sangat diperlukan karena bertujuan untuk peningkatan pelayanan, Sebab akan ada sejumlah fasilitas yang ditingkatkan seperti keamanan, kipas angin, kebersihan toilet dll. Kebijakan tersebut mendapat perhatian bagi banyak khal layak khususnya bagi pengguna jasa kereta api KRD PATAS jurusan Padalarang Bandung-Rancaekek Cicalengka. Tetapi sampai saat ini fasilitas yang ada cenderung standar dan stagnan seperti tidak tersedianya toilet, over kapasitas tempat duduk di jam sibuk berangkat dan pulang kantor, sampai mogok atau keterlambatan jadwal keberangkatan dan kedatangan jadwal KRD PATAS itu sendiri, juga dalam segi keamanan masih kurang, dalam pembelian tiket keretapun kurang kondusif. Jadi semenjak kebijakan kenaikan tarif itu di tetapkan belum ada perubahan yang signifikan yang dirasakan penumpang baik dari segi fasilitas, keamana dan kenyamana. Padahal semua itu sangatlah penting sesuai dengan ketetapan pelayanan yang baik mengingat pelayanan yang baik itu adalah visi utama dari perusahaan Badan Usaha Milik Negara ini. Karena pelayanan yang baik merupakan hak dari pada pengguna jasa Kereta api. Jika pelayanan baik secara otomatis pengguna jasa pun akan merasa puas, akan tetapi jika tarif dinaikan tetapi pelayanan masih stagnan otomatis pelanggan takan merasakan kepuasan karna tarif yang di tentukan belum sesuai dengan pelayanan yang diberikan. - Kondisi PT. KAI saat Pandemi Covid-19 Kinerja sektor transportasi menurun signifikan akibat adanya pembatasan perjalanan di masa pandemi COVID-19. Di bidang perkeretaapian, PT Kereta Api Indonesia (KAI) hanya bisa menjual tiket sebanyak 70 persen dari kapasitas normal. Direktur Utama PT KAI Didiek Hartyanto mengatakan situasi pandemi tidak lantas mengendurkan semangat insan KAI. Situasi penuh tantangan ini, kata dia, malah menjadi momentum bagi KAI untuk bertransformasi menjadi lebih baik. Transformasi tersebut, jelas Didiek, didukung penerapan nilai 'AKHLAK', yakni Amanah, Kompeten, Harmonis, Loyal, Adaptif, dan Kolaboratif. Selain itu, bertepatan dengan peringatan ulang tahun ke-75, KAI meluncurkan logo baru yang memiliki makna sebagai semangat baru bagi KAI dalam melayani dan memacu KAI untuk terus berkembang. "Semangat dan energi baru yang muncul dari logo ini, akan memacu seluruh insan KAI untuk terus berinovasi dalam menghadirkan berbagai peningkatan pelayanan bagi para pelanggan," ungkap Didiek dalam keterangan tertulis, Rabu (28/10/2020). B. Perubahan PT KAI Seusai Proklamasi Kemerdekaan Indonesia dikumandangkan pada 17 Agustus 1945, karyawan perusahaan kereta api yang tergabung dalam Angkatan Moeda Kereta Api (AMKA) mengambil alih kekuasaan perkeretaapian dari Jepang. Pada tanggal 28 September 1945, kekuasaan perkeretaapian berada di bawah tangan bangsa Indonesia yang ditegaskan oleh pembacaan pernyataan sikap oleh Ismangil dan sejumlah anggota AMKA, sehingga sudah tidak ada campur tangan oleh Jepang. Maka pada tanggal 28 September 1945, ditetapkan sebagai Hari Kereta Api serta dibentuknya Djawatan Kereta Api Repoeblik Indonesia (DKARI). Nama DKARI kemudian diubah menjadi Perusahaan Negara Kereta Api (PNKA). Nama itu diubah lagi menjadi Perusahaan Jawatan Kereta Api (PJKA) pada tanggal 15 September 1971. Pada tanggal 2 Januari 1991, nama PJKA secara resmi diubah menjadi Perusahaan Umum Kereta Api (Perumka) dan semenjak tanggal 1 Juni 1999diubah menjadi PT Kereta Api Indonesia (Persero) sampai sekarang. Perubahan logo pada PT KAI diinstruksikan oleh Ignasius Jonan selaku Direktur Utama PT KAI yang baru untuk mengawali langkah PT KAI ke dalam tingkat yang lebih tinggi lagi. Beliau bertanggungjawab atas kinerja PT KAI dan ingin menyebarkan semangat baru kepada semua insan PT KAI. Selama ini beliau melihat PT KAI cenderung bergerak lambat dan stagnan karena masih dibantu oleh dana negara, sehingga sulit untuk berkembang. Beliau merasa sudah saatnya PT KAI bergerak mandiri. Oleh karena itu, semangat “Bangun dan Lari!” segera disuarakan oleh beliau untuk menyadarkan semua insan PT KAI bahwa sudah sepantasnya PT KAI sebagai perusahaan jasa kereta api terbesar bergerak cepat dan mandiri tanpa bantuan pemerintah. Penyuaraan semangat baru ini ditandai dengan perubahan logo yang diresmikan pada tanggal 28 September 2011, tepat pada hari ulang tahun PT KAI yang ke 66. - Tujuan Perubahan PT. KAI a. Untuk meningkatkan kualitas b. Dapat menghadapi persaingan sehingga perusahaan dapat bertahan dan tetap ada dalam interaksi dalam lingkungan luar c. Perubahan lingkungan, teknologi dan layanan C. Proses Perubahan PT. KAI Dalam melakukan perubahan teknologi yang dilakukan PT KAI untuk penjualan tiketnya yaitu menggunakan sistem ‘Self Check In’ atau cetak tiket secara mandiri, ada beberapa hambatan yang dihadapi oleh perubahan ini, diantaranya adalah : a. Sistem ‘Self Check In’ atau cetak tiket secara mandiri belum menyeluruh di semua stasiun di seluruh Indonesia, hanya ada di beberapa stasiun besar saja. b. Sistem ‘Self Check In’ belum tersosialisasikan di semua kalangan masyarakat. c. Banyak pengguna kereta api yang masih bingung menggunakan sistem ini, dikarenakan memang karena sistem ini masih tergolong baru dan butuh pembelajaran untuk semua masyarakat yang akan menggunakannya. 4. KESIMPULAN Perubahan merupakan suatu fenomena yang tidak bisa dihindari dalam kehidupan organisasi, meskipun banyak yang berpendapat bahwa kecepatan dan besaran perubahan telah meningkat secara signifikan beberapa tahun belakangan ini. Penelitian yang dilakukan The Institute of Management tahun 1991 menunjukkan bahwa 90% organisasi menjadi lebih ramping dan datar. BUMN merupakan salah satu organisasi milik negara yang memiliki peranan yang penting bagi pembangunan nasional. Selain memberikan manfaat bagi pemerintah. PT-KAI sebagai salah satu bentuk Badan Usaha Miliki Negara (BUMN) yang bergerak dalam bidang transportasi diakui memiliki inovasiinovasi guna pengembangan organisasi yang sudah tak bisa diragukan lagi. Dilansir dari web kompas.com, pada tahun 2012, PT-KAI terpilihin menjadi BUMN terbaik dengan mendapatkan tiga penghargaan yaitu, masing-masing dalam kategori Inovasi Pelayanan Publik BUMN, Inovasi Manajemen BUMN, dan CEO BUMN Terbaik atas nama Ignatius Jonan. Kinerja sektor transportasi menurun signifikan akibat adanya pembatasan perjalanan di masa pandemi COVID-19. Di bidang perkeretaapian, PT Kereta Api Indonesia (KAI) hanya bisa menjual tiket sebanyak 70 persen dari kapasitas normal. Transformasi tersebut, jelas Didiek, didukung penerapan nilai 'AKHLAK', yakni Amanah, Kompeten, Harmonis, Loyal, Adaptif, dan Kolaboratif. Selain itu, bertepatan dengan peringatan ulang tahun ke-75, KAI meluncurkan logo baru yang memiliki makna sebagai semangat baru bagi KAI dalam melayani dan memacu KAI untuk terus berkembang. Perubahan logo pada PT KAI diinstruksikan oleh Ignasius Jonan selaku Direktur Utama PT KAI yang baru untuk mengawali langkah PT KAI ke dalam tingkat yang lebih tinggi lagi. Beliau bertanggungjawab atas kinerja PT KAI dan ingin menyebarkan semangat baru kepada semua insan PT KAI. 5. DAFTAR PUSTAKA Beckhard, R. 1969. Organizational development: Strategies and models. Reading, MA: Addison-Wesley Cameron, Kim S., Robert E. Quinn (1999) Diagnosing and Changing Organizational Culture: Based on the Competing Values Framework. Reading, Massachusetts: Addison Wesley. KAI, PT. 2018. Challenging and Optimizing: Driving Forward Through Strategic Focus. Annua Report, PT. Kereta Api Indonesia (PERSERO) Boeree. George. 2005. Sejarah Psikologi. Jogjakarta: Prismasop Kompas.com (29 Maret 2021). PT KAI Terpilih sebagai BUMN Terbaik. Diakses dari https://tekno.kompas.com/read/2012/1 2/07/0314117/pt.kai.terpilih.sebagai.b umn.terbaik Sarjana,manajemen (29 Maret 2021). Manajemen Perubahan di PT. Kereta Api Indonesia (PT.KAI). diakses dari http://sarjana- manajemen.blogspot.com/2017/06/ma najemen-perubahan-di-pt-kereta-api Agapita Sri Haryanti. 2006. Analisis Faktor - Faktor yang Menjadi Prediktor Organisasi Pembelajaran Untuk Meningkatkan Kinerja Karyawan (Study Kasus Pada PT. Gramedia Pustaka Utama Jakarta).Tesis. Semarang : Undip Akhmad Supardi 2007. Analisis Implementasi Learning Orgnization Dalam Upaya Mendukung Peningkatan Kinerja Karyawan di PT KH. Tidak dipublikasikan (Tesis). Bandung : Unpad..

Judul: Jurnal Kai Riska Pdf

Oleh: Riska Septiani


Ikuti kami