12 04 692 Jurnal

Oleh Iqbal Priatama

519,3 KB 4 tayangan 0 unduhan
 


Bagikan artikel

Transkrip 12 04 692 Jurnal

PENGARUH WORD OF MOUTH TERHADAP PROSES KEPUTUSAN PEMBELIAN PRODUK HOUSE OF ADITY (Studi Kasus Pada Konsumen House of Adity di Bandung) Ratri Werdiningsih Institut Manajemen Telkom ABSTRAK Persaingan bisnis dibidang fashion yang semakin ketat menuntut perusahaan untuk terus berinovasi agar memiliki keunggulan disbanding perusahaan lain yang sejenis. Saat ini word of mouth dianggap sebagai salah satu media promosi yang natural, jujur dan meyakinkan karena pada dasarnya calon konsumen memiliki pengetahuan terbatas terhadap suatu produk, maka mereka akan lebih memilih mendengarkan apa yang dikatakan oleh teman / kerabat yang telah merasa puas dengan kualitas produk yang dimiliki dibandingkan dengan mendengarkan pendapat para ahli atau melalui iklan. Ketika seorang konsumen merasa puas setelah mengkonsumsi suatu produk atau jasa maka secara tidak langsung mereka berada pada suatu tingkat kepuasan emosional. Kepuasan emosional inilah yang menghasilkan word of mouth yang diharapkan mampu mempromosikan dan merekomendasikan kepada konsumen lain. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui seberapa besar pengaruh word of mouth terhadap proses keputusan pembelian baik secara parsial maupun simultan. Penelitian ini dilakukan di House of Adity dengan jumlah sampel 72 orang responden. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif yaitu metode dengan memberikan gambaran secara sistematis, factual dan akurat mengenai fakta-fakta dan korelasi antara variabel yang diteliti. Penelitian ini menggunakan teknik convinience sampling dengan menggunakan alat pengumpulan data melalui kuesioner. Berdasarkan hasil uji hipotesis secara simultan word of mouth berpengaruh positif dan sigifikan terhadap proses keputusan pembelian produk House of Adity, hal ini dibuktikan dengan ≥ dengan sebesar 8,487 dan sebesar 2,527. Berdasarkan hasil uji hipotesis secara parsial didapat dimensi pesan yang paling berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian pada produk House of Adity dengan nilai sebesar 3297 lebih besar dari nilai 1668 dan nilai uji signifikansi sebesar 0,002 yang mana signifikansi ini lebih kecil dari signifikansi yang digunakan (0,05). Berdasarkan koefisien determinasi didapat bahwa variabel word of mouth mampu menerangkan keputusan pembelian sebesar 19,7 %dan sisanya 80,3% dipengaruhi oleh faktor laintidak dimasukkan dalam penelitian ini. Kata kunci :Word of mouth (opinion leader, pesan), Proses keputusan pembelian LATAR BELAKANG Persaingan bisnis fashion terus berkembang dengan pesat. Berkembangnya konsep budaya belanja masyarakat yang semakin kuat menyebabkan banyak pebisnis muda yang terus mengembangkan diri. Begitu antusiasnya setiap pebisnis menjadikan persaingan yang ketat antar pebisnis kian terlihat dengan menjamurnya butik di kota Bandung sehingga menjadikan kota ini semakin kental dengan sebutan kota mode. Karena respon yang positif dari para pecinta fashion, Bandung yang kreatif dan fashionable menjadikannya kota yang banyak menjadi sasaran buruan para fashioners ini. Word of mouth seringkali menjadi peran penting yang paling depan dalam pemasaran. Ketika seorang pelanggan berbicara dengan yang lainnya tentang beberapa aspek dari produk yang dibeli ataupun layanan yang diberikan, maka informasi ini akan berpengaruh baik pada perilaku mereka ataupun juga pada kepuasan mereka terhadap layanan itu. Word of mouth itu sendiri bisa muncul melalui dua sumber, yang pertama sumber dari konsumen atau biasa disebut organic word of mouth yang artinya word of mouth yang terjadi secara alami ketika seseorang yang merasa senang dan puas pada sebuah produk, maka mereka memiliki hasrat alami untuk membagi dukungan dan antusiasme mereka kepada oranglain. Sedangkan yang kedua adalah amplified word of mouth yang artinya word of mouth yang terjadi by design oleh perusahaan. Word of mouth jenis ini terjadi ketika pemasar/perusahaan melakukan kampanye yang dirancang untuk mendorong atau mempercepat word of mouth pada konsumen misalnya pemberian komentar mengenai produk melalui jejaring sosial yang dikelola oleh perusahaan itu sendiri sehingga perusahaan dapat mengontrol penyebaran word of mouth diantara konsumen. House of Adity sebagai suatu usaha yang bergerak dibidang fashion, berusaha untuk memenuhi kebutuhan masyarakat yang kian berkembang dalam hal penampilan, sehingga informasi yang disampaikan konsumen kepada calon konsumen lainnya adalah informasi yang baik dan menguntungkan bagi perusahaan. Tempat yang jauh dari keramaian bukanlah satu halangan bagi pengelola butik untuk menjadi dikenal para pemburu fashion. House of Adity yang berada di Jalan Taman Cibeunying ini eksis kurang lebih 7 tahun, Alasan membuka diwilayah ini karena tempat ini lebih representatif buat membangun image CV. Cantik Kreasi. Sebab dalam hal mendesain kebaya, House of Adity memerlukan tempat yang dapat membuat konsumennya tidak hanya sekedar datang, memesan, lalu pulang tapi juga dapat mengobrol dan bersantai sehingga dapat mendekatkan antara konsumen dan pemilik yang pada akhirnya diharapkan dapat menjadi alat penyebar word of mouth positif ke orang lain atau juga menjadi konsumen pembeli ulang untuk dirinya sendiri. Walaupun lokasi perusahaan tidak strategis namun dasar seseorang mengkonsumsi suatu produk biasanya didasarkan pada pengalaman konsumen sebelumnya yang telah menggunakan produk tersebut. Bagi House of Adity, word of mouth dinilai efektif sebagai salah satu media promosi karena komunikasi dari mulut ke mulut dinilai lebih meyakinkan karena dasar dari seorang sumber rujukan menginformasikan sebuah produk karena ia puas terhadap kinerja produk tersebut. Selain itu word of mouth biayanya relatif lebih jujur dan alami dibanding jenis promosi lain. Konsumen yang merasa puas akan menyebarkan informasi tersebut kepada konsumen lainnya, sehingga menguntungkan House of Adity dan juga bagi calon konsumen. RUMUSAN MASALAH Atas dasar latar belakang diatas, maka penelitian ini mempunyai perumusan masalah sebagai berikut : Seberapa besar pengaruh word of mouth terhadap proses keputusan pembelian konsumen pada House of Adity ? TUJUAN PENELITIAN Berdasarkan uraian di latar belakang dan perumusan masalah, maka tujuan yang ingin dicapai dari penelitian ini adalah : Untuk mengetahui besarnya pengaruh word of mouth terhadap proses keputusan pembelian konsumen pada House of Adity TEORI Pemasaran menurut Philip Kotler (2007) yang dikemukakan oleh Buchory dan Saladin (2010:1) bahwa “Marketing is a societal process by which individuals and groups obtain what they need and want through creating, offering, and freely exchanging products and services of value with others”. Artinya :Pemasaran merupakan suatu proses sosial yang mana baik individu maupun kelompok yang terlibat dalam proses tersebut memperoleh apa yang mereka butuhkan dan inginkan dengan cara menciptakan, menawarkan, dan mempertukarkan produk atau jasa yang bernilai dengan pihak lain. Word of Mouth marketing merupakan bagian dari strategi promosi dalam kegiatan pemasaran yang menggunakan “orang ke orang“ yang puas untuk meningkatkan kesadaran produk dan menghasilkan tingkat penjualan tertentu. Komunikasi dari mulut ke mulut menyebar melalui jaringan bisnis, sosial dan masyarakat yang dianggap sangat berpengaruh (Ali Hasan 2010: 230). Keputusan pembelian menurut Kotler & Armstrong (2008:181) adalah tindakan dari konsumen untuk mau membeli atau tidak terhadap suatu produk. Keputusan pembelian adalah keputusan pembeli tentang merek mana yang akan dibeli. KERANGKA PEMIKIRAN Menurut Kotler dan Armstrong (2008:375), terdapat dua dimensi word of mouth yaitu : a. Opinion Leader (Pemimpin opini) Menurut Prasetijo dan Ihalauw (2005:203) opinion leader adalah seseorang yang mempunyai pengetahuan lebih tentang suatu produk dan pendapatnya dibutuhkan oleh konsumen yang tidak (atau sedikit) mempunyai pengetahuan tentang produk tersebut b. Pesan Kotler & Armstrong (2008:375) mengatakan “Message is the set of symbols that the sender transmits” yang artinya bahwa pesan adalah suatu ekspresi simbolis dari pemikiran sang pengirim Sedangkan menurut Kotler & Keller (2009:235), beberapa tahapan proses pengambilan keputusan pembelian adalah sebagai berikut : 1. 2. 3. Pengenalan kebutuhan Pencarian informasi Evaluasi alternatif 4. 5. Keputusan pembelian, dan Perilaku pasca pembelian. Dalam penulisan skripsi ini , terdapat dua variable yaitu word of mouth dan keputusan pembelian. Variabel keputusan pembelian disebut sebagai variable dependen (variable terikat) dan faktor word of mouth sebagai variable independent (variable bebas). Untuk lebih jelasnya dapat dilihat dalam bagan model berikut Proses Keputusan Pembelian Word of Mouth (Y) (X) Pengenalan Kebutuhan Pencarian Informasi Opinion Leadership (X1) Evaluasi Alternatif Pesan (X2) Keputusan Pembelian Perilaku Pascapembelian HIPOTESIS Berdasarkan kerangka pemikiran yang telah diuraikan diatas, maka penulis membuat hipotesis terhadap maslah penelitian sebagai berikut: Ho : Tidak ada pengaruh antara variabel word of mouth yang diterima dengan variabel keputusan pembelian terhadap produk House of Adity Ha : Terdapat pengaruh antara variabel word of mouth yang diterima dengan variabel keputusan pembelian terhadap produk House of Adity Dari hipotesis utama diatas maka akan diturunkan menjadi hipotesis turunan sebagai berikut : Ho1 : Tidak terdapat pengaruh dimensi opinion leader dari variabel word of mouth terhadap keputusan pembelian Ha1 : Terdapat pengaruh dimensi opinion leader dari variabel word of mouth terhadap keputusan pembelian Ho2 : Tidak terdapat pengaruh dimensi pesan dari variabel word of mouth terhadap keputusan pembelian Ha2 : Terdapat pengaruh dimensi pesan dari variabel word of mouth terhadap keputusan pembelian PENGUMPULAN DATA DAN PENGOLAHAN DATA Pengumpulan data menggunakan kuesioner yang disebar kepada konsumen House of Adity. Dan untuk menentukan ukuran sampel dari suatu populasi, ada bermacam-macam cara yang dikemukakan para ahli, diantaranya dengan menggunakan metode Slovin yang dikutip (Umar, Husein 2010:146) sebagai berikut: n= keterangan : n : ukuran sampel N: ukuran populasi e : persen kelonggaran ketidaktelitian karena kesalahan pengambilan sampel yang masih dapat ditolerir atau diinginkan Dalam penelitian ini jumlah populasi yang diketahui sebanyak 250 konsmen, tingkat kesalahan (sampling error) ditentukan sebesar 10%, maka diperoleh: n= n= 250 1+250 (0,1)² n = 71,4 =72 Dibulatkan menjadi 72, jadi dalam penelitian ini ukuran sampel ditetapkan sebesar 72 Responden. Dan jenis nonprobability sampling yang dipilih oleh penulis adalah convinience sampling. Menurut Sumarwan et al (2011:94) convinience sampling yaitu suatu metode yang memilih responden berdasarkan kemudahan atau kenyamanan peneliti dalam mendapatkan dan menemukan contoh untuk di pilih. Dan dalam penelitian ini sampel yang dipilih adalah konsumen yang telah melakukan pembelian produk House of Adity. HASIL DAN PEMBAHASAN Dalam penelitian ini yang menjadi responden adalah member House of Adity, yaitu sebanyak 72 orang ( dari 300 member ). Kemudian dari hasil pengumpulan data melalui penyebaran kuesioner kepada responden tersebut, dapat diketahui beberapa karakteristik responden yang diteliti dan selengkapnya disajikan sebagai berikut : Karakteristik Responden Berdasarkan Jenis Kelamin 9 Perempuan Laki-laki 63 Sumber : Hasil pengolahan data Gambar 1.1 Karakteristik Berdasarkan Jenis Kelamin Gambar 4.1 merupakan data hasil survei berdasarkan jenis kelamin responden. Dilihat dari hasil pengumpulan data melalui kuesioner, dapat diketahui bahwa jumlah responden perempuan ternyata lebih dominan daripada responden laki-laki, dimana jumlah responden perempuan terdapat 63 orang atau sebesar 87.5%, sedangkan jumlah responden laki-laki sebanyak 9 orang atau sebesar 12.5% dari responden. Karena target pasar produk House of Adity pada dasarnya diperuntukkan untuk gender tertentu, jumlah ini menunjukan bahwa jenis kelamin mempengaruhi konsumen dalam mengunjungi House of Adity. Karakteristik Responden Usia Responden < 17 tahun 9 8 4 30 22 17 tahun s/d 22 tahun 23 tahun s/d 26 tahun 27 tahun s/d 30 tahun Sumber : Hasil pengolahan data Gambar 1.2 Karakteristik Berdasarkan Usia Responden Gambar 4.2 merupakan hasil data survei berdasarkan usia responden. Dari data diatas menunjukkan bahwa 30 orang atau sebesar 42% dari konsumen House of Adiy adalah kelompok remaja yang berusia 17 tahun s/d 23 tahun, 22 orang atau sebesar 30% adalah konsumen House of Adity kelompok usia 23 tahun s/d 26 tahun, 9 orang atau 13% konsumen House of Adity adalah kelompok usia 27 tahun s/d 26 tahun, dan sisanya 8 orang atau 11% serta 4 orang atau 5% konsumen House of Adity adalah kelompok usia lebih dari 30 tahun dan kurang dari 17 tahun. Dari data diatas dapat dilihat bahwa usia konsumen yang melakukan pembelian produk House of Adity di dominasi oleh konsumen dengan usia 17 tahun hingga 22 tahun dan 23 tahun hingga 26 tahun. Hal ini karena pada usia remaja, seorang konsumen lebih konsumtif untuk dapat memiliki produk-produk fashion yang menunjang aktivitas harian mereka serta produk penunjang kebutuhan lainnya seperti kebaya yang bisa digunakan untuk wisuda maupun menikah. Karakteristik Responden Berdasarkan Pekerjaan 6 4 Pelajar/Mahasiswa 7 Swasta 41 14 PNS/BUMN Ibu Rumah Tangga Lainnya Sumber : Hasil pengolahan data Gambar 1.3 Karakteristik Berdasarkan Pekerjaan Gambar 4.3 merupakan hasil data survei berdasarkan pekerjaan responden. Dari data diatas menunjukkan bahwa 41 orang atau sebesar 57% dari konsumen House of Adity adalah konsumen yang berprofesi sebagai pelajar atau mahasiswa, 14 orang atau sebesar 19% konsumen House of Adity adalah konsumen yang berprofesi sebagai pegawai swasta, 7 orang atau sebesar 10% konsumen House of Adity adalah konsumen yang berprofesi sebagai PNS/BUMN, 6 responden atau sebesar 8% konsumen House of Adity adalah konsumen yang berprofesi sebagai seorang ibu rumah tangga dan 4 orang atau sebesar 5% konsumen House of Adity adalah konsumen yang berprofesi selain dari pelajar atau mahasiswa, pegawai swasta, pegawai negeri dan ibu rumah tangga.. Dari hasil diatas dapat dilihat bahwa jumlah konsumen yang mengunjungi House of Adity yang berprofesi sebagai pelajar atau mahasiswa lebih banyak daripada jumlah konsumen yang memiliki pekerjaan lainnya. Hal ini karena mereka lebih memiliki banyak waktu bila dibandingkan dengan para pekerja lainnya. Karakteristik Responden Berdasarkan Jumlah Penghasilan < 1.000.000 8 12 5 25 22 antara 1.000.000 3.000.000 antara 3.000.000 5.000.000 antara 5.000.000 7.000.000 Sumber : Hasil pengolahan data Gambar 1.5 Karakteristik Berdasarkan Jumlah Penghasilan Gambar 4.4 merupakan hasil data survei berdasarkan jumlah pengasilan konsumen House of Adity dalam satu bulannya. Dari data diatas menunjukkan bahwa 25 orang atau sebesar 35% konsumen House of Adity memiliki penghasilan antara 1.000.000 - 3.000.000 perbulan, 22 orang atau sebesar 30% konsumen House of Adity memiliki penghasilan antara 3.000.000 - 5.000.000, 12 orang atau sebesar 17% konsumen House of Adity memiliki penghasilan antara 5.000.000 - 7.000.000 , 8 orang atau sebesar 11% konsumen House of Adity memiliki penghasilan >7.000.000 dan sebanyak 5 orang atau sebesar 7% konsumen House of Adity memiliki penghasilan < 1.000.000. Dari hasil diatas dapat dilihat bahwa konsumen yang datang ke House of Adity adalah responden yang memiliki penghasilan antara 1.000.000 – 3.000.000 perbulan. Karakteristik Responden Berdasarkan Jumlah Berkunjung 0 7 1 kali 2 kali 38 27 3 kali 4 kali Sumber : Hasil pengolahan data Gambar 1.4 Karakteristik Berdasarkan Jumlah Berkunjung Gambar 4.5 merupakan hasil data survei berdasarkan jumlah berkunjung responden ke House of Adity. Dari data diatas menunjukkan bahwa 38 orang atau sebesar 52,7% konsumen House of Adity adalah konsumen yang telah berkunjung sekali, 27 orang atau sebesar 37,5% konsumen House of Adity adalah konsumen yang telah berkunjung 2 kali, 7 orang atau sebesar 9,3 % konsumen House of Adity adalah konsumen yang telah berkunjung 3 kali, namun tidak ada konsumen yang datang 4 kali. Dari hasil diatas dapat dilihat bahwa jumlah konsumen House of Adity yang telah berkunjung sebanyak 1 kali lebih banyak daripada konsumen yang telah berkunjung sebanyak jumlah kunjungan lainnya ke House of Adity. Perhitungan Regresi Linier Berganda Untuk mengetahui besar pengaruh variabel X ( Pengaruh word of mouth) terhadap variabel Y (Keputusan Pembelian) maka dilakukan analisis regresi linear berganda. Penulis menggunakan Software Statistical Program of Social Science (SPSS) versi 20.0 for windows Tabel 1.1 Analisis Regresi Linier Berganda Coefficients(a) Unstandardized Standardized Coefficients Coefficients Model B (Constant) Std. Error 1.901 .292 1OpinionLeader .127 .081 Pesan .225 .068 a. Dependent Variable: KeputusanPembelian t Sig. Beta 6.522 .000 .174 1.562 .123 .367 3.297 .002 Sumber : Hasil pengolahan data Berdasarkan hasil perhitungan pada tabel diatas dapat dibuat persamaan sebagai berikut : Y = 1,901+ 0,127 X1+ 0,225 X2 1. Constan 1,901 Konstanta sebesar 1,901 menyatakan bahwa tanpa ada kenaikan nilai variabel word of mouth yang terdiri dari opinion leader (X1) dan pesan (X2), maka nilai keputusan pembelian konsumen terhadap produk House of Adity (Y) adalah 1,901 atau sebesar 1,901 dimana nilai ini dipengaruhi oleh faktor lain selain faktor word of mouth. 2. : 0,127 Dengan nilai 0,127 tersebut dapat disimpulkan bahwa dimensi opinion leader memiliki pengaruh sebesar 12,7% terhadap keputusan pembelian produk House of Adity. Artinya seorang opinion leader dapat dipercaya dan paham dengan baik mengenai produk House of Adity dan mereka mampu memberikan informasi dan mendorong calon konsumen untuk berkunjung tetapi opinion leader kurang mampu merekomendasikan orang lain untuk menggunakan produk House of Adity. 3. : 0,225 Dengan nilai 0,225 tersebut dapat disimpulkan bahwa dimensi pesan memiliki pengaruh sebesar 22,5% terhadap keputusan pembelian produk House of Adiy. Dimensi pesan merupakan dimensi yang memiiki pengaruh lebih besaar dibanding dimensi opinion leader. Hal ini disebabkan karena informasi yang disampaikan kepada calon konsumen sangat jelas dan informasi yang disampaikan sesuai dengan kenyaaan ketika calon konsumen tersebut datang ke House of Adity. Koefisien Determinasi Untuk mengetahui besarnya pengaruh opinion leader dan pesan yang disampaikan terhadap keputusan pembelian produk House of Adity maka digunakan pula pengujian koefisien determinasi berikut ini : Tabel 1.2 Koefisien Determinasi Model Summary Model R R Square Adjusted R Square 1 .444a .197 a. Predictors: (Constant), Pesan, OpinionLeader b. Dependent Variable : Keputusan Pembelian .174 Std. Error of the Estimate .39280 Pada tabel 4.11 menunjukan besarnya koefisien determinasi atau R2 sebesar 0,197 atau sebesar 19,7%. Hal ini berarti variabel word of mouth yang terdiri dari opinion leader dan pesan mempunyai pengaruh terhadap variabel keputusan pembelian produk House of Adity sebesar 19,7% dan sisanya 80,3% dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak dimasukkan dalam penelitian ini Uji Pengaruh Simultan ( ) Untuk mengetahui apakah variabel-variabel bebas (X) di atas secara simultan berpengaruh positif terhadap variabel terikat (Y), maka digunakan . Hasil analisis data uji pengaruh simultan dengan menggunakan program Software Statistical Program of Social Science (SPSS) versi 20.0 for windows, dapat disajikan dalam tabel berikut : Tabel 1.3 Pengujian F Hitung ANOVA(b) Sum of Squares Model Regression 1 Mean Square df F 2.619 2 1.309 Residual 10.646 69 .154 Total 13.265 71 8.487 Sig. .001b a. Dependent Variable: KeputusanPembelian b. Predictors: (Constant), Pesan, OpinionLeader Kaidah keputusan dengan menggunakan uji F (tingkat kesalahan = 0,05) a. Apablia (n = 72, ) 2,257 , maka ditolak dan diterima. Artinya word of mouth secara simultan berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian produk House of Adity. b. Apabila (n = 72, ) 2,257 , maka diterima dan ditolak. Artinya word of mouth secara simultan tidak berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian produk House of Adity. Nilai dari pengolahan data pada penelitian ini adalah sebesar 8,487 dan nilai dari tabel distribusi f dengan = 0,05 dan nilai sebesar 2,257. Bila dilihat dari kaidah keputusan tersebut, maka nilai sebesar 8,487 lebih besar dari nilai yang sebesar 2,257. Dengan ini dapat dinyatakan bahwa ditolak, dan diterima. Uji signifikansi pada hasil output perhitungan data dengan SPSS versi 20.0 menunjukkan angka signifikansi (sig) 0,001 0,05 yang dapat diartikan bahwa pengaruh antara variabel X dan Y adalah signifikan. Maka kesimpulannya adalah word of mouth secara simultan berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian produk House of Adity Uji Parsial ( ttest) Uji-t digunakan untuk meneliti pengatuh word of mouth secara parsial terhadap keputusan pembelian produk House of Adity. Hasil analisis data uji parsial dengan menggunakan program Software Statistical Program of Social Science (SPSS) versi 20.0 for windows. Kaidah keputusan dengan menggunakan uji t (tingkat kesalahan = 0,05). a. Apabila (n = 72, = 0,05) 1,668 maka ditolak dan diterima. Artinya word of mouth yang terdiri dari opinion leader dan pesan secara parsial berpengaruh positif terhadap keputusan pembelian produk House of Adity. b. Apabila (n = 72, = 0,05) 1,668 maka diterima dan ditolak. Artinya word of mouth yang terdiri dari opinion leader dan pesan secara parsial tidak berpengaruh positif terhadap keputusan pembelian produk House of Adity. Dari hasil uji t akan diketahui pengaruh setiap variabel bebas ( independent variabel) terhadap variabel terikatnya (dependent variabel) sebagai berikut ini: 1. Pengaruh opinion leader (X1) terhadap keputusan pembelian produk House of Adity dapat dilihat pada tabel 4.10 nilai sebesar 1,562 lebih kecil dari nilai 1668, maka dapat dinyatakan bahwa diterima dan ditolak. Uji signifikansi pada hasil output perhitungan data dengan SPSS versi 20.0 menunjukkan hasil yang tidak signifikan dengan angka signifikansi t (Sig.t) sebesar 0,123 yang mana signifikansi ini lebih besar dari level signifikansi yang digunakan yaitu 0,05. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa opinion leader berpengaruh positif tetapi tidak signifikan terhadap keputusan pembelian produk House of Adiy. Hal ini membuktikan bahwa opinion leader kurang mampu untuk merekomendasikan untuk membeli produk House of Adity kepada calon pembeli. 2. Pengaruh pesan (X2) terhadap variabel keputusan pembelian dapat dilihat pada tabel 4.10 nilai sebesar 3,297 lebih besar dari nilai 1668, maka dapat dinyatakan bahwa ditolak dan diterima. Uji signifikansi pada hasil output perhitungan data dengan SPSS versi 20.0 menunjukkan hasil yang signifikan dengan angka signifikansi t (Sig.t ) sebesar 0,002 yang mana signifikansi ini lebih kecil dari signifikansi yang digunakan (0,05). Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pesan berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian produk House of Adity. Hal ini membuktikan bahwa informasi sudah jelas tersampaikan mengenai House of Adity dan sesuai dengan kenyataan pada saat calon konsumen berkunjung ke House of Adity. KESIMPULAN DAN SARAN 1. Kesimpulan Berdasarkan hasil penelitian yang telah dijelaskan pada bab sebelumnya, terdapat beberapa hal yang perlu diperhatikan sebelum menarik kesimpulan, yaitu tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat seberapa besar pengaruh word of mouth terhadap keputusan pembelian produk House of Adity. Setelah melalui proses pengumpulan data dan analisis hasil studi dengan menggunakan analisis deskriptif dan linier regresi dengan alat bantu software SPSS 20.0 for windows Evaluation Version untuk masing-masing pengukuran, berikut hasil kesimpulan penelitian : 1. Penilaian konsumen terhadap proses word of mouth mengenai produk House of Adity dinilai baik karena berada pada kategori baik yaitu dengan persentase 77,30 %. Dimana opionion leader mempunyai presentase sebesar 77,7% dan pesan mempunyai persentase 76,9%. 2. Keputusan pembelian produk House of Adity dinilai baik karena berada pada kategori baik yaitu sebesar 79,55%. Hal ini ditunjukan dengan besarnya usaha calon konsumen dalam melakukan proses pencarian informasi mengenai produk House of Adity dengan nilai persentase sebesar 83,15%. 3. Pengaruh word of mouth terhadap keputusan pembelian produk House of Adity adalah sebagai berikut : a. Berdasarkan hasil uji hipotesis secara simultan, word of mouth berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian produk House of Adity. Hal ini dibuktikan dengan dengan sebesar 8,487 sedangkan sebesar 2,527 dan tingkat signifikansi 0,00 (taraf signifikansi yang diterima = 5%). b. Berdasarkan hasil uji hipotesis secara parsial, pesan merupakan dimensi paling berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian produk House of Adity dengan nilai 3,297 lebih besar dari nilai yaitu 1,668 dan nilai uji signifikansi yang menunjukkan hasil signifikan dengan angka signifikansi t (Sig.t ) sebesar 0,002 yang mana signifikansi ini lebih kecil dari signifikansi yang digunakan (0,05). c. Berdasarkan hasil pengujian regresi berganda menunjukkan bahwa dimensi pesan berpengaruh positif terhadap keputusan pembelian produk House of Adity. Hal ini ditunjukkan dari nilai koefisien regresi sebesar 0,225. Sedangkan dimensi opinion leader berpengaruh positif tetapi tidak signifikan terhadap keputusan pembelian produk House of Adity. d. Berdasarkan koefisien determinasi didapat bahwa variabel word of mouth mampu menerangkan keputusan pembelian sebesar 19,7 %. Hal ini berarti variabel word of mouth yang terdiri dari opinion leader dan pesan mempunyai pengaruh terhadap variabel keputusan pembelian produk House of Adity sebesar 19,7% dan sisanya 80,3% dipengaruhi oleh faktor lain tidak dimasukkan dalam penelitian ini. e. Perbedaan hasil antara posisi garis kontinum dengan hasil regresi linier berganda pada variabel opinion leader dikarenakan pada garis kontinum perhitungan hanya dilakukan pada hasil kuesioner responden mengenai kemampuan opinion leader dalam memberikan informasi, sedangkan hasil dari regresi berganda menunjukan nilai pengaruh opinion leader terhadap proses keputusan pembelian produk. 2. Saran 2.1 Saran Untuk Perusahaan Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan serta kesimpulan yang telah dikemukakan, berikut ini beberapa saran yang diharapkan dapat dijadikan bahan masukan bagi perusahaan dalam mengembangkan dan meningkatkan penyampaian produknya melaui word of mouth. Adapun saransaran tersebut sebagai berikut : 1. Secara parsial dimensi pesan memiliki pengaruh yang positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian produk House of Adity. Maka diharapkan kepada perusahaan lebih meningkatkan kualitas dan produk untuk merangsang agar word of mouth positif mampu mendorong keputusan pembelian konsumen dengan membuktikan kebenaran informasi yang tersebar dengan keadaan yang sebenarnya. 2. Secara parsial dimensi opinion leader tidak berpengaruh secara signifikan terhadap keputusan pembelian produk House of Adity. Namun terkadang opinion leader ada pengaruhnya dalam proses keputusan pembelian calon konsumen, maka perusahaan diharapkan mampu menciptakan opinion leader yang terpercaya dengan cara memberikan kepuasan dalam hal pelayanan dan kesesuian model produk dengan harga yang ditawarkan dimana hal ini untuk menghindari terjadinya ketidakpuasan dan penyebaran word of mouth negative yang akan terjadi. 2.2 Saran Untuk Penelitian Lanjutan 1. Karena keterbatasan yang dimiliki oleh penulis, maka untuk penelitian selanjutnya disarankan untuk melakukan penelitian tidak hanya pada pengaruh proses word of mouth secara personal terhadap keputusan pembelian tetapi juga pengaruh electronic word of mouth terhadap keputusan pembelian. 2. Dikarenakan penelitian ini hanya meneliti tentang word of mouth yang terdiri dari opinion leader dan pesan saja, sedangkan masih terdapat faktor-faktor lain yang dapat mempengaruhi keputusan pembelian maka untuk penelitian selanjutnya disarankan untuk meneliti mengenai faktorfaktor lain yang dapat mempengaruhi keputusan pembelian yang tidak dimasukkan dalam penelitian ini. DAFTAR PUSTAKA A. Buku Arikunto, Suharsimi. (2010). Prosedur Penelitian, Suatu Pendekatan Praktik (Edisi revisi ). Jakarta: Rineka Cipta Buchory, Saladin. (2010). Manajemen Pemasaran. Bandung : Linda Karya Bungin, M. Burhan. (2011). Metodologi Penelitian Kuantitatif (Cetakan keenam, Edisi kedua). Jakarta : Kencana Prenada Media group Creswell, John. (2010). Reserch Design (edisi ketiga), Yogyakarta : Pustaka Pelajar Daryanto. (2011). Sari Kuliah Manajemen Pemasaran. Bandung : Satu Nusa Ghozali, Imam. (2011). Aplikasi Analisis Multivariate dengan Program IBM SPSS 19. Semarang : Universitas Diponegoro Hasan, Ali. (2010). Marketing dari Mulut ke Mulut. Yogyakarta : Medpress Husein, Umar. (2010). Riset Pemasaran Dan Perilaku Konsumen. Jakarta : PT. Gramedia Building Kotler, Philip & Amstrong, Gary. (2008). Prinsip-prinsip Pemasaran (Jilid 1, Edisi 12). Jakarta : Erlangga Kotler, Philip & Keller, Kevin Lane. (2009). Manajemen Pemasaran (Jilid 1, Edisi 13). Jakarta : Indeks Kotler, Philip & Keller, Kevin Lane. (2009). Manajemen Pemasaran (Jilid 2, Edisi 13). Jakarta : Indeks Mowen, John C. & Minor, Michael. (2002). Perilaku Konsumen (Jilid kedua, Edisi Kelima). Jakarta : Erlangga Prasetijo, Ristiyanti & Ihalauw, John J.O.I. (2005). Perilaku Konsumen. Yogyakarta : Andi Pratminingsih, Sri Astuti. (2006). Komunikasi Bisnis (Edisi pertama). Yogyakarta : Graha Ilmu Riduwan, (2010). Metode Dan Teknik Menyusun Proposal Penelitian (Cetakan Ketiga). Bandung : Alfabeta Rangkuti, Freddy. (2011). Riset Pemasaran (Cetakan kesepuluh). Jakarta : PT Gramedia Pusaka Utama Schiffman, Leon G & Kanuk, Leslie Lazar. (2008). Perilaku Konsumen (Edisi Ketujuh). Jakarta : Indeks Sekaran, Uma. (2007). Metodologi Penelitian Untuk Bisnis (Buku 1, Edisi 4). Jakarta : Salemba Empat Simamora, Bilson. (2004). Riset Pemasaran Falsafah, Teori dan Aplikasi (Edisi Pertama). Jakarta : PT Gramedia Pustaka Utama Sugiono. (2008). Metode Penelitian Statistika. Bandung : Alfabeta Sugiono. (2009). Statistika Untuk Penelitian (Cetakan ke-14). Bandung : Alfabeta Sugiono. (2010). Metode Penelitian Bisnis (Pendekatan Kuantitatif Kualitatif dan R & D). Bandung : Alfabeta Sugiono. (2011). Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R & D (Cetakan ke-14). Bandung : Alfabeta Suharyadi, Purwanto. (2009). Statistika Untuk Ekonomi dan Keuangan Modern. Bandung. Salemba empat Buku 1 dan 2 edisi 2 Sujarweni, Wiratna. (2008). Belajar Mudah SPSS untuk Penelitian skripsi, tesis, Disertasi&Umum (Edisi Lengkap). Yogyakarta : Global Media Informasi Sumardy. (2011). The Power of Word of Mouth Marketing. Jakarta. Gramedia Pustaka Utama Supramono & Haryanto, Jony Oktavian. (2005). Desain Proposal Penelitian Studi Pemasaran. Yogyakarta : Andi B. Jurnal Antinah. (2009). Komunikasi dari mulut ke mulut pengaruhnya terhadap loyaitas pelanggan pada Cipaganti Shuttle Trayek Bandung-Jakarta Cabang Dipatiukur di PT Cipaganti Citra Graha Bandung. 1-13 Amalia, Betty. (2011). Analisis Pengaaruh Electronic Word of Mouth terhadap keputusan konsumen memilih e-tiketing pesawat terbang. Juli 2011. 1-3 Brown, Jo & Broderick, J. Amanda (2007). Word of Mouth Communication Within Online Communities: Conceptualizing The Online Social Network. Vol. 21, 2007 . 2-20. Erida. (2009). Pengaruh kepuasan Konsumen dan Insentif Terhadap Perilaku Word of Mouth Konsumen Jasa Angkutan Penumpang Bis Antar Kota Antar Propinsi Kelas Eksekutif Di Bandung. Vol. 1, Januari-Juni 2009. 1-60 Grember D. Dwayne, Gwinner P. Kevin & Brown W. Stephen (2001). Generating Positive Word of Mouth Communication Through Customer Employee Relationships. Vol.12 no.1, January 2001. 44-58 Jony Oktavian, Haryanto & Yunita, A. (2011). Pengaruh Word of Mouth, Iklan dan Atribut produk Terhadap Keputusan Pembelian dan Loyalitas Konsumen. Vol.1, November 2010. Richins, L. Marsha (2009) Negarive Word of Mouth by Dissatisfied Consumers : A Pilot Study. Vol. 47 no.1, 2009. 68-78. C. Internet Ishak, Asmai. (2005). Pentingnya Kepuasan Konsumen dan Implementasi Strategi Pemasaran. [online]. http://journal.uii.ac.id/index.php/JSB/article/viewFile/975/884. [20 Maret 2012] Maulana, Anjar. (2010). Suka Manajemen. [online] http://sukamanajemen.blogspot.com/2010/11/produk-sepatu.html. [17 Mei 2012] . D. Sumber Lain Angga Mulya. (2010). Pengaruh Word of Mouth Communication Terhadap Keputusan Pembelian Konsumen pada Distro Wadezig Bandung. Skripsi Program S1 Universitas Padjajaran : tidak diterbitkan Berta Hannafi. (2010). Pengaruh Word Of Mouth Communication Terhadap Proses Pengambilan Keputusan Pembelian Konsumen Pada Tanaman Hias Di Kota Bandung (survei kepada konsumen Igzio Kebon, Jalan Cisaranten Kulon, Bandung). Skripsi Program S! Universitas Padjajaran : tidak diterbitkan Fieldha Rosa Yulita Wardhani. (2008). Pengaruh Word of Mouth Pada produk kredit Mikro Mandiri PT Bank Mandiri (Persero) Tbk Hub Jakarta Pulogadung Terhadap Minat Pengajuan Kredit Para Wirausahawan. Skripsi Program S1 Universitas Indonesia : diterbitkan Indra Wijaya. (2011). Pengaruh WOM (Word of Mouth) Terhadap Persepsi Konsumen dan Dampaknya Terhadap Keputusan Pembelian. Skripsi Program S1 Universitas Bina Nusantara : diterbitkan Odelio. (2009). Analisis Karakteristik yang Mempengaruhi Terciptanya Word of Mouth Marketing Pada Film Laskar Pelangi di Kalangan Mahasiswa/i S1 Reguler Fakultas Ekonomi Universitas Sumatera Utara Medan. Skripsi Program S1 Universitas Sumatera Utara : diterbitkan Wibowo et al. (2004). Analisa Pengaruh Word of mouth dan Perceived Value Product Terhadap Keputusan Pembelian Tata Rias Oriflame di UK. Petra. Skripsi Program S1 Universitas Kristen Petra : diterbitkan

Judul: 12 04 692 Jurnal

Oleh: Iqbal Priatama


Ikuti kami