Tugas Mereview Jurnal Nkt

Oleh Muhammad Shabir Shabir

2 MB 5 tayangan 0 unduhan
 


Bagikan artikel

Transkrip Tugas Mereview Jurnal Nkt

NAMA : NIM : RISNA 15 420 014 PENGARUH INTERAKSI HARA NITROGEN DAN FOSFOR TERHADAP PERTUMBUHAN TANAMAN JAGUNG (Zea Mays L) PADA TANAH REGOSOL DAN LATOSOL1 [The Effect of Interaction of Nitrogen and Phosphorus Nutrients on Maize (Zea Mays L.) Grown In Regosol and Latosol Soils] Arifin Fahmi2B*, Syamsudin3, Sri Nuryani H Utami4 dan Bostang Radjagukguk4 2 Balai Penelitian Pertanian Lahan Rawa, Banjarbaru, Kalimantan Selatan 3 Balai Penelitian dan Pengkajian Teknologi Pertanian Sulawesi Selatan 4 Jurusan Tanah, Fakultas Pertanian, Universitas Gadjah Mada *e-mail: fahmi_nbl@yahoo.co.id N Materi telaahan Uraian Penjelasan Materi o. Bagian dalam Jurnal Publikasi A. Pendahuluan Latar Nitrogen (N) dan Fosfor (P) merupakan unsur hara yang sangat dibutuhkan oleh Belakang: tanaman dalam jumlah yang besar. Nitrogen merupakan anasir penting dalam pembentukan klorofil, protoplasma, protein, dan asam-asam nukleat. Unsur ini mempunyai peranan yang penting dalam pertumbuhan dan perkembangan semua jaringan hidup (Brady and Weil, 2002). Fosfor merupakan komponen penting penyusun senyawa untuk transfer energi (ATP dan nukleoprotein lain), untuk sistem informasi genetik (DNA dan RNA), untuk membran sel (fosfolipid), dan fosfoprotein (Gardner et al., 1991; Lambers etal, 2008). Nitrogen pada umumnya diserap tanaman dalam bentuk NH 4+ atau NO3", yang dipengaruhi oleh sifat tanah, jenis tanaman dan tahapan dalam pertumbuhan tanaman. Pada tanah dengan pengatusan yang baik N diserap tanaman dalam bentuk ion nitrat, karena sudah terjadi perubahan bentuk NH 4+menjadiNO3, sebaliknya pada tanah tergenang tanaman cenderung menyerap NH 4+(Havlin et al., 2005). N adalah unsur yang mobil, mudah sekali terlindi dan mudah menguap, sehingga tanaman seringkali mengalami defisiensi. Tanaman menyerap P dalam bentuk ortofosfat primer (H 2PO4) dan sebagian kecil dalam bentuk ortofosfet sekunder (HPO 4) (Barker and Pilbeam, 2007). Bentuk P dalam tanah dapat dibagi dalam dua kategori, yaitu organik dan anorganik. Proporsi kedua bentuk P tersebut sangat bervariasi. Nilai P-organik dilaporkan antara 580% (Richardson et al, 2005; Hao et al, 2008). Kekahatan unsur hara N dan P adalah masalah yang umum pada hampir semua jenis tanah, secara umum petani memberikan pupuk N dan P secara bersamaan untuk dapat menghasilkan produk optimum dari pertaniannya dimana jumlah yang diberikan untuk kedua unsur tersebut berbeda-beda sesuai dosis anjuran yang mereka ketahui. Kesalahan pemberian dosis salah satu unsur hara akan menyebabkan kurang optimumnya hasil yang diperoleh. kurangnya pemberian pupuk N makan akan menjadi faktor pembatas P dan pada kondisi demikian tanggapan tanaman terhadap pemupukan N sangat bergantung pada ketersediaan unsur N didalam tanah (Havlin et al, 2005). Menurut Wang et al. (2007) dan Homer (2008) bahwa kondisi pertumbuhan tanaman yang baik akibat tercukupinya hara N akan menyebabkan tanaman mampu menyerap P lebih efektif. Rumusan Berdasarkan adanya saling keterkaitan yang sifatnya interaksi positif ataupun negatif Masalah : dari setiap unsur hara dengan unsur hara lainnya serta adanya pengaruh dari lingkungan terhadap interaksi tersebut di dalam tanah maka kiranya perlu dipelajari interaksi antara N dan P pada tanaman jagung di tanah latosol dan regosol. Tujuan : Tujuan dari percobaan ini adalah untuk mengetahui pengaruh interaksi pemberian pupuk N dan P terhadap pertumbuhan tanaman jagung di tanah regosol dan latosol serta untuk mengetahui bentuk interaksi antara pupuk N dan P yang diberikan secara bersamaan pada tanaman jagung. Hipotesis : Adanya pengaruh interaksi antara hara N dan P pada pertumbuhan tanaman jagung ( Zea mays L B. Metode Penelitian Tempat : Waktu : Rancangan Percobaan Rancangan Lingkungan : Rancangan Perlakuan : Faktor 1 : Taraf /level : Ulangan/ Kelompok : Satuan Unit Percobaan : Uji lanjut: Variabel yang diamati : Bahan : Alat : C Hasil dan Pembahasan dilaksanakan di Rumah Kaca, Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta. 'Diterima: 12 Mei 2010 - Disetujui: 14 September 2010 Percobaan ini menggunakan rancangan acak ( RAK ) kelompok dengan 3 ulangan. Perlakuan dalam percobaan ini adalah kombinasi pemupukan nitrogen (N) dan pemupukan fosfor (P) untuk masing-masing jenis tanah, sehinga jumlah satuan percobaan adalah 12 pot untuk masing-masing jenis tanah. Sebelum diberi perlakuan setiap pot diberi 10 ml pupuk basal, yang berisi: CaSO 4 (50 kg ha1), MgSO4 (50 kg ha"1), K2SO4 (225 kg ha"1), ZnSO4.7H2O (14 kg ha"1), CuSO4.5H2O (14 kg ha"1), dan MoO.H2O (125 kg ha"1). RAK ( Rancangan Acak Kelompok ) adalah suatu rancangan acak yang dilakukan dengan mengelompokkan satuan percobaan kedalam grup-grup atau kelompok yang homogen dan kemudian menetukan perlakuan secara acak di dalam masing-masing kelompok. pada percobaan ini perlakuan terdiri dari 1 faktor. kombinasi pemupukan N dan P N 0 P 0 = kontrol N0P1 = 10 ml larutan 40 mg N ml" (N = amonium nitrat, 627 kg ha"1 ) N l P O = 9 ml larutan 20 mg P ml"1 (P = Ca(H2PO4)2 setara 1.008 kg superfosfat ha"1 ) N 1 P 1 = N + P=10ml (Larutan 40 mg N ml"1 + 9 ml larutan 20 mg P ml"1 ) 3 kelompok 12 satuan percobaan Pada penelitian ini menggunakan uji BNT( Beda Nyata Terkecil ). BNT ini digunakan sebagai acuan dalam menentukan apakah rata-rata dua perlakuan berbeda. Uji DMRT ( Ducab Multiple Range Test ) uji BNT menggunakan satu nilai pembanding terhadap nilai rata-rata perlakuannya sedangkan DMRT nilai pembandingnya banyak ( tergantung banyaknya perlakuan ). Pengamatan ini dilakuan dengan interval 1 MST yang meliputi tinggi tanama (cm ), dan pengamatan selanjutnya yaitu dikakan pada 7 MST dan parameter yang diamati yaitu berat kering trubus (BKTR ), berat kering total (BKTOT ), berat kering akar ( BKAK ), serta berat kering nisbah trubus dan akar ( BKT/BKA ). Selama percobaan juga dilakuakan pengamatan visual untuk mengetahui dampak dari kekahatan hara yang di uji pada kedua jenih tanah yang dilakukan analisis. 1. benih jagung 2. tanah latosol dan regosol 3. pupuk basal dan pupuk N dan P 1. pot plastik 2. saringan 3. timbangan A. Interaksi N dan P terhadap tinggi tanaman jagung di tanah regosol dan latosol Tabel 2. Pengauh interaksi nitrogen dan fosfor terhadap tinggi tanaman tanaman jagung pada tanah regosol dan latosol ( angka yang ditampilkan adalah nilai rata-rata dari setiap perlakuan ) Angka-angka yang di ikuti huruf yang sama pada kolom masing-masing jenis tanah menunjukan tidak berbeda nyata menurut ujui BNT 5%. Hasil analisis sidik ragam pada table 2 menunjukan bahwa interaksi pemupukan N dan P tidak berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan tinggi tanaman jagung di tanah regosol pada 2 minggu pertaman, tetapi 3 MST-7 MST diketahui bahwa interaksi pemupukan N dan P berpengaruh nyata pada perlakuan N1P1 dibandingkan NOPO. Sedangkan pada tanah latosol hasil analisis sidik ragama menunjukan bahwa hanya perlakuan N1P1 secaa konsisten berpengaruh nyata pada pada pertumbuhan tinggi tanaman jagung ada 2 MST-5 MST di bandingkan NOPO. Sedangkan pada 1,6 dan &MST tidak terjadi perbedaan. B. Interaksi N dan P terhadap BKTR, BKAK,BKT OT DAN BKT/BKA tanaman jagung di tanah regosol dan regosol Table 3. pengaruh interaksi Nitrogen dan Fosfor terhadap BKTR, BKAK,BKTOT DAN BKT/BKA tanaman jagung pada tanah regosol dan latosol ( angka yang ditampilkan adalah nilai rata-rata dari setiap perlakuan ) angka-angka yang diikuti huruf yang sama pada kolommasing-masing jenis tanah menunjukan tidak berbeda nyata menurut uji BNT 5%. Berdasarkan analisi sidik ragam pada table 3 diketahui bahwa BKTR, BKAK dan BKTOT tanaman jagung hanya dipengaruhi oleh perlakuan N1P1 pada tanah regosol. Pada tanah latosol perlakuan N1P1 berpengaruh nyata pada BKTR, BKAK dan BKTOT dibangingkan perlakuan control pada tanaman jagung, sedangkan perlakuan N0P1 dan N1P0 hanya berpengaruh nyata pada BKT/BKA. Pemberian hara N dan P dalam bentuk pupuk secara bersamaan menyebabkan adanya interaksi positif terhadap BKTOT tanaman. Table 4. hasil pengamatan secara visual gejala kekahatan N dan P tanaman jagung pada tanah regosol dan latosol N1P0 kenampakan gejala tanaman tanah regosol tanah latosol tanaman kerdil dan batang kurus, berwarna tanaman kerdil dan batang kuru ungu kemerahan, daun tua berwarna kuning ungu kemerahan, daun tua berw keunguan, dan daun muda agak kuning. keunguan, dan daun muda agak batang tanaman kerdil, batang kurus, daun daun muda kuning dan pada uju muda berwarna kuning pucat dan batang terlihat menguning tua dan men agak normal. nekrosisi tanaman agak normal dibanding tanaman pada tanah latosol, daun tua berwarna daun hijau tetapi daun tuaagak k keunguan dan batang agak keunguan berwarna keunguan,batang kuru N1P1 daun agak hijau muda, daun tua sebagia mati/layu perlakuan NOPO C. Gejala visual kekahatan N dan P pada tanaman jagung di tanah regosol dan latosol D Simpulan dan Saran 1. Kesimpulan 2. saran N0P1 tanaman terlihat segar dengan s dan daun yang agak lebar dan hi Dari hasil percobaan yang dilakukan dapt disimpulkan beberapa hal, bahwa pemberian pupuk N dan P secara bersamaan pada tanaman jagung di tanah regosol dan latosol memberikan pengaruh yang nyata terhadap pertumbuhan tanaman, seperti tinggi tanaman, berat kerng trubus, berat kering akar, berat kering total hal ini dapat pula diamati secara fsiologis dari kondisi pertanaman karena tanaman mengalami kekahatan hara trsebut. Sifat tanah seperti kandungan Al, kadar lempung dan Ph tanah mempengaruhi respon tanaman terhadap pemupukan dimana tingginya kelarutan Al dan kadar lempung cenderung menyebabkan ganguan pertumbuhan tanaman Pemberian pupuk N dan P pada tanah regosol dan latosol secara bersamaan menunjukkan interaksi positif dari biomassa tanaman jagung. Sebaiknya dilakukan percobaan verivikasi dan lanjutan di lapangan sengan perlakuan yang sama dengan menambahkan faktor perlakuan dosis pupuk dan pemberian bahan organic agar didapatkan dosis pemupukan optimum denga atau tanpa tambahan bahan organic.

Judul: Tugas Mereview Jurnal Nkt

Oleh: Muhammad Shabir Shabir


Ikuti kami