Intervensi Training Review Jurnal

Oleh Fennisa Arfah

183,9 KB 4 tayangan 0 unduhan
 


Bagikan artikel

Transkrip Intervensi Training Review Jurnal

INTERVENSI TRAINING REVIEW JURNAL Disusun Oleh : Nama Lengkap : Fennisa Arfah NPM : 158600357 Kelompok :1 FAKULTAS PSIKOLOGI UNIVERSITAS MEDAN AREA T. A 2018/2019 CRITICAL JOURNAL Judul PELATIHAN DAN MOTIVASI SEBAGAI PREDIKTOR KINERJA KARYAWAN DEPARTEMEN PRODUKSI PT. Y BATAM Jurnal 124-435-1-SP Download http://publikasi.mercubuana.ac.id/index.php/Jurnal_Mix/ article/view/124 Volume dan Halaman Volume IV, No. 3, Dan Hal. 323-333 Tahun 2014 Penulis Sri Langgeng Ratnasari Reviewer Fennisa Arfah (15.860.0357) Tanggal 7 Oktober 2018 Tujuan Penelitian Tujuan penelitian ini untuk: (1) mengetahui dan menganalisis pengaruh pelatihan terhadap kinerja karyawan Departemen Produksi PT. Y Batam.;(2) mengetahui dan menganalisis pengaruh motivasi terhadap kinerja karyawan Departemen Produksi PT. Y Batam. (3) mengetahui dan menganalisis pengaruh pelatihan dan motivasi terhadap kinerja karyawan Departemen Produksi PT. Y Batam. Subjek Penelitian Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh karyawan Departemen Produksi PT. Y Batam, sebanyak 147 orang, dengan sampel sebanyak 108 karyawan. Teknik sampling menggunakan simple random sampling. Metode Penelitian Pendekatan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif, sementara jenis penelitiannya adalah survei sedangkan metodenya yakni deskriptif analitis dengan alat analisis data menggunakan regresi liner berganda. Assesment Data Data dikumpulkan melalui pengisian angket atau kuesioner. Penelitian ini menggunakan data primer yang 2 dikumpulkan dengan menggunakan kuesioner mengenai motivasi, pelatihan dan kinerja karyawan. Variabel penelitian ini terdiri dari variabel bebas (X) yaitu Pelatihan dan Motivasi serta variabel terikat (Y) yaitu kinerja karyawan. Pengukuran variabel pelatihan, motivasi, dan kinerja karyawan dilakukan dengan menggunakan skala Likert yaitu: Kategori Sangat Setuju = 5; Kategori Setuju = 4; Kategori Kurang Setuju = 3; Kategori Tidak Setuju = 2; dan Kategori Sangat Tidak Setuju = 1. Adapun indikator pelatihan adalah: (a) materi pelatihan; (b) metode pelatihan; (c) instruktur; (d) peserta; (e) waktu pelatihan; (f) fasilitas pelatihan. Motivasi kerja adalah energi yang menggerakkan diri karyawan yang terarah atau tertuju untuk mencapai tujuan organisasi perusahaan. Indikator variabel motivasi adalah: (a). kebutuhan berprestasi; (b). kebutuhan berinteraksi; (c). kebutuhan berkuasa. Indikator Kinerja adalah: (a) kualitas; (b) kuantitas; (c) tanggung jawab; (d) inisiatif; (e) kerjasama; (f) ketaatan. Kuesioner pada penelitian ini terlebih dahulu diuji validitas dan reliabilitasnya. Dari 36 daftar pertanyaan dalam kuisioner yang dijawab dan dikembalikan responden, kemudian ditabulasi nilai-nilainya sebagai data dasar penelitian. Pengujian reliabilitas dilakukan dengan menggunakan teknik analisis Cronbach Alpha. Program yang digunakan untuk menguji validitas dan reliabilitas kuesioner sebagai instrumen penelitian adalah dengan software Statistical Program For Social Science (SPSS) versi 22. Uji validitas yang digunakan dalam penelitian ini adalah uji validitas butir. Pengujian reliabilitas berkaitan dengan 3 adanya kepercayaan terhadap instrumen. Suatu instrumen dapat memiliki tingkat kepercayaan yang tinggi (konsisten) jika hasil dari pengujian menunjukkan hasil yang tetap. Pada penelitian ini, butir instrumen yang valid diuji reliabilitasnya dengan pengujian reliabilitas dilakukan dengan menggunakan Cronbach Alpha. Langkah Penelitian 1. Peneliti terlebih dahulu mengidentifikasi teori dari setiap variable yang akan ditelitih, yang bertujuan untuk memnuat indicator-indikator yang akan menjadi penilaian dari penelitian ini. 2. Peneliti mencari Hubungan antar variabel dalam penelitian ini, Pelatihan, Motivasi dan Kinerja Karyawan. 3. Memberikan kuesioner berdasarkan Assesment data diatas, dan dengan pengaturan diatas. 4. Kemudian, peniliti melakukan analisis, Sehingga mendapatkan Hasil Uji Reliabilitas Variabel X1, X2, dan Y, seperti berikut : Variabel Nilai Kesimpulan Reliabilitas Motivasi ( X1) 0.620 Reliabel Pelatihan ( X2) 0.919 Reliabel Kinerja ( Y ) 0.832 Reliabel Metode analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis Regresi Linier Berganda. Untuk menguji hipotesis yang diajukan, yaitu bahwa pelatihan dan motivasi berpengaruh signifikan baik secara parsial maupun simultan terhadap kinerja karyawan Departemen Produksi PT. Y Batam yang dilakukan dengan uji-t dan uji F. Dengan analisis regresi akan dapat dilihat variabel 4 manakah yang paling dominan dalam mempengaruhi kinerja karyawan yaitu dengan melihat nilai koefisien beta-nya dan persamaannya adalah sebagai berikut: Y = a + b1X1 + b2X2 + e Keterangan: Y = Kinerja; X1 = Pelatihan; X2 = Motivasi7u 5. Kemudian, peneliti melakukan uji regresi linier berganda secara lengkap dari masing-masing variable, sehingga peneliti mendapatkan hasil dan mengetahui hipotesis yang ditolak maupun ditrerima. 6. Kemudian, peneliti menguji pengaruh pelatihan dan motivasi secara parsial terhadap kinerja karyawan Departemen Produksi PT. Y Batam dengan menggunakan uji-t. 7. Selanjutnya, peneliti menguji pengaruh pelatihan dan motivasi secara simultan terhadap kinerja karyawan Departemen Produksi PT. Y Batam dengan menggunakan uji F. 8. Setelah melakukan uji normalitas, kemudian dilanjutkan dengan uji multikolinearitas. Yang diikuti dengan uji heteroskedastisitas. 9. Sehingga, peneliti mendapatkan kesimpulan yang jelas dari penelitian ini. Hasil Penelitian Hasil penelitian terlihat bahwa semua variabel bebas (pelatihan dan motivasi) mempunyai pengaruh terhadap variabel Y (Kinerja). Hal ini sesuai dengan pendapat Mc Clelland dalam Mangkunegara (2012) yang mengemukakan bahwa ada hubungan positif antara motif berprestasi dengan pencapaian kinerja. Yang mana motif berprestasi adalah suatu dorongan dalam diri karyawan untuk melakukan suatu kegiatan dengan sebaik- baiknya agar mampu mencapai kinerja dengan predikat terpuji. 5 Begitupun juga dengan penelitian yang dilakukan oleh Lubis (2008) menggambarkan adanya pengaruh antara pelatihan dan motivasi terhadap kinerja baik secara parsial maupun secara simultan. Hal ini disebabkan pelatihan dan motivasi yang diberikan oleh perusahaan kepada para karyawannya akan menunjang karyawan untuk meningkatkan kinerjanya sehingga mencapai tujuan perusahaan. Hasil penelitian ini juga memperkuat hasil penelitian Karjantoro (2004), Sulistyohadi (2004), Noor (2012), Agusta dan Susanto (2013), Imran (2013) yang menemukan bahwa pelatihan berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan, Motivasi kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan, Pelatihan dan Motivasi Kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan. Pelatihan akan membentuk dan menambah kemampuan kerja seorang karyawan untuk menyelesaikan tugas pekerjaannya dengan cepat dan tepat, Latihan kerja akan menambah dan meningkatkan keterampilan kerja. Motivasi yang baik kepada karyawan akan meningkatkan kinerja karyawan, sehingga akan berdampak positif bagi pertumbuhan perusahaan, sedangkan kinerja merupakan hasil kerja yang dihasilkan oleh karyawan atau perilaku nyata yang ditampilkan sesuai dengan peranannya dalam perusahaan. Kekuatan Penelitian Dalam penelitian ini, dibahas dengan telitih apa yang dimaksud dengan pelatihan, motivasi, dan kinerja. Dalam peneitian ini juga dibahas hubungan setiap variabelnya, dimana adanya hubungan yang erat antar variable. Dalam penelitian ini dengan jelas cara pengambilan datanya dengan membedakan setaip variable sesuai kebutuhan. 6 Dalam penelitian in juga dijelaskan pentingnya masingmasing variable, guna untuk kemajuan perusahaan, dan pengaruh-pengaruh yang ditimbulkan untuk perusahaan dari variable-variabel yang ditelitih. Kelemahan Penelitian Namun, pada penelitian ini tidak dijelaskan pelatihan apa yang dibuat dan digunakan oleh peneliti. Peneliti hanya menjelaskan kuesioner-kuesioner yang digunakan untuk pengambilan data. Peneliti juga tidak menjelaskan motivasi yang seperti apa diberikan kepada karyawan. Sehingga dalam penelitian ini tidak dijelaskan dengan spesifik dan detail pelatihan dan motivasi apa yang diberikan oleh peneliti kepada karyawan dalam menghasilkan data-data akhir yang akan di akumulasikan dalam hasil dari penelitian ini. Kesimpulan 1. Pelatihan secara parsial mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap kinerja karyawan Departemen Produksi PT. Y Batam dengan perolehan nilai t hitung = 3,119 dengan nilai probabilitas t (Sig) adalah sebesar 0,002 (Sig.0,002 <α0,05). 2. Motivasi secara parsial mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap kinerja karyawan Departemen Produksi PT. Y Batam dengan perolehan nilai t hitung = 3,444 dengan nilai probabilitas t (Sig) adalah sebesar 0,001 (Sig.0,001 <α0,05). Ketiga. Berdasarkan hasil uji F (Simultan) diperoleh nilai F hitung sebesar 17,818 dengan Sig.0,000 < α 0,05, menunjukkkan bahwa Ho ditolak dan Ha diterima, berarti pelatihan (X1), dan motivasi (X2) berpengaruh secara signifikan terhadap kinerja (Y) pada taraf α = 0,05 pada karyawan Departemen Produksi PT. 7 Y Batam. Dengan demikian, maka dapat disimpulkan bahwa pelatihan dan motivasi berpengaruh secara signifikan terhadap kinerja karyawan Departemen Produksi PT. Y Batam. Hal ini berarti pelatihan yang diberikan oleh perusahaan kepada para karyawannya memiliki peran penting dalam meningkatkan kinerja karyawan dan motivasi juga dapat meningkatkan kinerja karyawan Departemen Produksi PT. Y Batam. HUBUNGAN ANTARA JURNAL DENGAN INTERVENSI TRAINING Training adalah wadah/ kesempatan untuk belajar. Training adalah seperangkat proses yang berkelanjutan dalam meningkatkan karyawan dan sistem organisasi. Dalam jurnal ini, peneliti menggunakan pelatihan untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan sikap, yang dimana hal-hal tersebut berguna untuk meningkatkan produktivitasan kerja karyawan yang akan membuat kemajuan dan pengembangan untuk perusahaan. Yang telah kita pelajari bahwa intervensi training dibuat ketika kita telah melihat adanya suatu kebutuhan atau adanya penurunan kinerja dari karyawan, maka dari itu pada tahap awal, kita mengadakan analisis need, dimana mencari akar permasalahan yang terjadi. Didalam jurnal ini ada dua treatment atau perlakuan yang diberikan, yang pertama adalah motivasi, dan yang kedua adalah pelatihan. Motivasi diberikan ketika supervisor (Bagian SDM/Manajerial) melihat tidak adanya dorongan untuk berkembang, dimana dorongan-dorongan tersebut dapat diakibatkan oleh lingkungan kerja, diri individunya sendiri, maupun dorongan dari luar. Maka dari itu ketika motivasi rendah maka, diberikan pandangan, bimbingan, maupun konseling. Yang kedua adalah pelatihan, dimana ketika supervisor (Bagian SDM/Manajerial) melihat adanya kekurangan pengetahuan, keterampilan, maupun attitude. Maka akan diberikan suatu perlakuan melalui kegiatan pelatihan yang dapat dibaut oleh perusahaan itu sendiri maupun bagian HR & GA. 8 Didalam jurnal ini menjelaskan bahwa faktor yang paling dominan berpengaruh terhadap kinerja karyawan adalah pelatihan. Dimana telah membuktikan bahwa, pelatihan adalah cara yang paling efektif dalam merubah ataupun menambah perilaku maupun kemampuan seseorang. Sehingga intervensi training sangat penting untuk membuat pelatihan yang efektif dan sesuai dengan kebutuhan yang ada. Karena, pelatihan yang efektif adalah pelatihan yang dapat mencapai tujuan dari pembuatan pelatihan itu sendiri. Sehingga, untuk mencapai tujuan tersebut, kita harus mengikuti langkah-langkah yang telah kita pelajari dalam intervensi training. Dimana, pelatihan kerja dilakukan untuk meningkatkan kemampuan yang ada dalam diri Karyawan. Dengan demikian karyawan dapat memperbaiki kelemahankelemahan yang ada dan semakin menigkatkan kelebihan- kelebihan yang dimiliki karyawan. Jadi, pelatihan kerja merupakan suatu hal yang perlu dipertimbangkan perusahaan apabila perusahaan ingin tetap memiliki karyawan yang berkualitas dan mampu mencapai hasil kerja yang optimal dalam meningkatkan kinerjanya. Karena, pelatihan merupakan sarana untuk menciptakan suatu lingkungan dimana para pegawai dapat memperoleh atau mempelajari sikap, kemampuan serta keahlian pengetahuan dan perilaku spesifik yang berkaitan dengan pekerjaannya. 9

Judul: Intervensi Training Review Jurnal

Oleh: Fennisa Arfah


Ikuti kami