Critical Review Jurnal Option

Oleh Lilik Mardiani

98,8 KB 3 tayangan 0 unduhan
 


Bagikan artikel

Transkrip Critical Review Jurnal Option

1. JUDUL Pola-Pola Perilaku Eksekutif Berkaitan Dengan Tahapan Penawaran Opsi Saham: Uji Komprehensif Di Sekitar Tanggal Hibah. Disusun oleh NUR FADJRIH ASYIK Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Indonesia (STIESIA) Surabaya. 2. LATAR BELAKANG Program opsi saham karyawan (POSK) atau dikenal dengan employee stock option plans (ESOP)1 adalah salah satu bentuk kompensasi yang diberikan kepada karyawan, terutama karyawan eksekutif, untuk menghargai eksekutif atas kinerja jangka panjang perusahaan. Hal penting berkaitan dengan opsi saham yang dihibahkan kepada eksekutif adalah bahwa hampir seluruh opsi dihibahkan dengan harga pengambilan (exercise price) sama dengan harga saham pada tanggal hibah. Beberapa penelitian empiris menunjukkan bahwa harga saham bergerak sebagai reaksi investor terhadap informasi akuntansi yang dilaporkan perusahaan, salah satu di antaranya adalah laba (Ball dan Brown, 1968). Secara empiris, laba digunakan sebagai alat ukur kinerja manajemen yang lebih baik daripada aliran kas (Dechow, 1994). Laba sebagai pengukur kinerja sekaligus alat dalam pengambilan keputusan memiliki fleksibilitas yang diberikan oleh prinsip akuntansi berterima umum (PABU). Manajemen diindikasi melakukan pengelolaan laba dengan menurunkan harga pasar saham untuk sementara waktu sebelum tanggal hibah dalam rangka mengurangi harga pengambilan opsi mereka (Chauvin dan Shenoy, 2000; Balsam et al., 2003, Asyik, 2006) dan meningkatkan harga pasar mendatang pada tanggal pengambilan (Yermack, 1997; Asyik, 2006) dalam rangka memaksimumkan untung yang akan diperoleh. Karena opsi saham secara khas (typically) dihibahkan dengan harga pengambilan sama dengan harga saham pada tanggal hibah, manajemen secara oportunistik mengelola penyaatan4 pengungkapan informasi untuk meningkatkan nilai hibah (Asyik, 2006). Jika eksekutif dapat mempengaruhi penyaatan hibah, mereka kemungkinan menyaati hibah agar terjadi: (1) sesudah penurunan harga saham atau (2) sebelum peningkatan harga saham. Pada bulan Oktober 1995, Financial Accounting Standards Board (FASB) mengeluarkan Statement of Financial Accounting Standard (SFAS) No. 123 yang merekomendasi perusahaan mengakui nilai wajar kompensasi saham sebagai jumlah rupiah kompensasi dalam laporan keuangan dan menggunakan model penghargaan opsi (option pricing model) dalam menghitung nilai opsi saham. Pada tanggal 4 September 1998, Ikatan Akuntan Indonesia (IAI) mengeluarkan Standar Akuntansi Keuangan (SAK) yang berlaku efektif tanggal 1 Oktober 1998, dan melalui Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) No. 53, opsi saham yang ditawarkan kepada karyawan diukur dan diakui sebesar nilai wajar opsi saham yang bersangkutan. Nilai wajar opsi saham diestimasi menggunakan model penghargaan opsi (model Black Scholes/model binomial). Model penghargaan opsi mengharuskan perusahaan membuat beberapa estimasi di antaranya: (1) perioda opsi saham harapan, (2) volatilitas (volatility) harga saham harapan, (3) suku bunga bebas risiko harapan, dan (4) dividend yield harapan. Isu akuntansi utama penelitian ini adalah bagaimana pola-pola perilaku pengelolaan laba eksekutif untuk setiap tahapan penawaran opsi saham. Tujuan penelitian ini adalah menguji pengelolaan laba atas penawaran opsi saham dan menggambarkan pola-pola perilaku pengelolaan laba eksekutif untuk setiap tahapan penawaran opsi saham. Motivasi penelitian ini adalah mengembangkan penelitian Asyik (2006, 2007) dengan menentukan pola-pola perilaku eksekutif berkaitan dengan penawaran opsi saham. Dari segi penelitian/akademik, penelitian ini memberi kontribusi pada penelitian akuntansi dengan mengidentifikasi pengukuran lain (seperti jumlah opsi saham, penyaatan publikasi laporan keuangan, dan penyaatan penawaran POSK) perusahaan kemungkinan mengatur untuk mengelola laba. Dari segi teori, hasil penelitian ini diharapkan bermanfaat dalam pengembangan ilmu yang akan memperkuat model hubungan prinsipal dan agen (teori agensi). Dari segi kebijakan, hasil penelitian berkaitan dengan pengaturan informasi ini diharapkan memberi pertimbangan pada kalangan regulator dalam menetapkan peraturan terkait dengan bursa efek, khususnya tentang pengungkapan informasi. 3. TUJUAN DAN MANFAAT Tujuan penelitian ini adalah menguji pengelolaan laba atas penawaran opsi saham dan menggambarkan pola-pola perilaku pengelolaan laba eksekutif untuk setiap tahapan penawaran opsi saham. Penelitian ini memberi kontribusi pada penelitian akuntansi dengan mengidentifikasi pengukuran lain (seperti jumlah opsi saham, pernyaatan publikasi laporan keuangan, dan penyaatan penawaran POSK) perusahaan kemungkinan mengatur untuk mengelola laba. Dari segi teori, hasil penelitian ini diharapkan bermanfaat dalam pengembangan ilmu yang akan memperkuat model hubungan prinsipal dan agen (teori agensi). Dari segi kebijakan, hasil penelitian berkaitan dengan pengaturan informasi ini diharapkan memberi pertimbangan pada kalangan regulator dalam menetapkan peraturan terkait dengan bursa efek, khususnya tentang pengungkapan informasi. 4. TINJAUAN TEORI Opsi saham merupakan hak beli saham dengan harga tertentu yang umumnya diberikan kepada para eksekutif perusahaan karena jasanya mengoperasikan perusahaan dalam jangka waktu tertentu. Program opsi saham karyawan (employee stock option plan atau yang disingkat ESOP) merupakan suatu program yang bertujuan untuk memberikan kesempatan kepada para karyawan khususnya para eksekutif untuk memiliki saham perusahaan melalui pemberian opsi saham karena jasa-jasanya kepada perusahaan. Opsi saham menjadi lebih bernilai ketika harga pasar saham meningkat melebihi harga pengambilan dan sebaliknya kurang bernilai jika harga saham menurun dibawah harga pengambilan. Apabila eksekutif yang memiliki hak atas opsi tersebut hampir pasti mengambil haknya, praktis eksekutif tersebut telah memiliki saham tersebut saat itu. Opsi saham diakui sebesar nilai wajar dan untuk menghitung nilai wajar opsi, beberapa model penghargaan opsi diperkenankan yakni Black Scholes dan Model Binomial sebagaimana yang dikemukakan di dalam SFAS No. 123. Dibawah akuntansi nilai wajar, nilai opsi saham dihitung pada tanggal hibah dan dialokasikan selama periode opsi. Beberapa studi kompensasi eksekutif menemukan hubungan antara program insentif jangka panjang dan perubahan kinerja. Penelitian mengenai program kinerja berbasis akuntansi (Larcker, 1983 dalam Yermack, 1997) dan program opsi saham (DeFusco et al., 1990) konsisten dengan interpretasi bahwa kompensasi insentif mungkin memotivasi manajer membuat keputusan superior. Sebagai alternatif, manajer mungkin memiliki pengaruh terhadap kompensasi dan menggunakan kekuasaan (power) yang dimiliki untuk memperoleh lebih banyak pembayaran berbasis kinerja atas kenaikan harga saham. 5. HASIL PENELITIAN Statistik Deskriptif Deskripsi variabel penelitian ini terbagi dalam 2 kelompok berdasarkan perioda penawaran opsi saham yaitu sebelum POSK dan sesudah POSK. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perusahaan secara umum melakukan pengelolaan laba, dan manajemen lebih memilih kebijakan akrual yang menaikkan laba sesudah tanggal hibah opsi saham. Deviasi standar seluruh variabel nilainya relatif kecil (berkisar 0,014 sampai 0,515), hal tersebut menunjukkan bahwa perilaku pengelolaan laba berkaitan dengan program opsi saham karyawan tidak terlalu bervariasi. Hasil Pengujian dan Pembahasan Hipotesis 1 dan 2 Hasil analisis hipotesis 1 yang menguji dampak penyaatan publikasi laporan keuangan di sekitar tanggal penawaran opsi saham pada pengaruh opsi saham pada pengelolaan laba Bukti empiris mendukung hipotesis penelitian 1 (H1) bahwa pengaruh hibah opsi saham pada tingkat pengelolaan laba semakin besar dengan adanya pengelolaan penyaatan publikasi laporan keuangan di sekitar saat penawaran hibah opsi. Penelitian ini konsisten dengan dengan studi Aboody dan Kasznik (2000) dan Baker et al. (2002). Gambar 1 menunjukkan bahwa lereng tahap 1 lebih curam dibanding tahap 2, hal tersebut menunjukkan bahwa sedikit saja terdapat tambahan jumlah opsi yang ditawarkan pada tahap 1 menyebabkan perubahan akrual diskresioner yang makin besar dibandingkan tahap 2. Dengan demikian bukti mendukung hipotesis penelitian 2 (H2) bahwa perilaku pengelolaan laba menurun akan makin kuat pada tahap awal penawaran opsi saham. Hasil Pengujian dan Pembahasan Hipotesis 3, 4, 5, dan 6 Hasil analisis hipotesis 3, 4, dan 5 yang menguji dampak faktor model penghargaan opsi pada pengaruh opsi saham terhadap pengelolaan laba. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sesudah diinteraksikan dengan variabel hibah, faktor volatilitas harga saham signifikan pada tingkat 5%. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa H03 dapat ditolak, namun tidak berhasil menolak hipotesis H04 dan H05. Bukti empiris mendukung hipotesis penelitian 3 (H3) bahwa pengaruh hibah opsi saham pada tingkat pengelolaan laba semakin besar dengan adanya pengelolaan faktor volatilitas harga di dalam model penghargaan opsi. Hasil konsisten dengan penelitian Johnston-Wilson (2003). Hasil Pengujian Jenis Industri Penelitian ini menguji apakah terdapat perbedaan perilaku pengelolaan laba berkaitan dengan opsi saham antara perusahaan kategoris keuangan dan non keuangan. Hasil pengujian sebelum POSK sebagaimana dalam lampiran 3 menunjukkan bahwa koefisien D Indst (β3) dan koefisien interaksi DInd*HB (β5) sebesar -0,029 dan 2,751 dengan p-value sebesar 0,660 dan 0,323, dengan demikian secara statistis tidak signifikan. Hal ini menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan baik konstanta maupun lereng diantara kedua regresi (keuangan dan non keuangan).

Judul: Critical Review Jurnal Option

Oleh: Lilik Mardiani


Ikuti kami