Jurnal Ramadhanti 09 Juli

Oleh Herini Yulistya

463,4 KB 4 tayangan 0 unduhan
 


Bagikan artikel

Transkrip Jurnal Ramadhanti 09 Juli

PERBEDAAN KUALITAS LAYANAN KESEHATAN RAWAT JALAN DI KLINIK YONKES 1/1 KOSTRAD DAN KLINIK PEITA SEHAT DI POMAD, KABUPATEN BOGOR 1) Ramadanti dan 2) Benny Osta Nababan 1) Alumni Program Studi Manajemen, STIE Dewantara Jl. Raya Pemda Bojong Depok Baru III Karadenan Cibinong Bogor, Jawa Barat 16913, Indonesia Email: rdanti001@gmail.com 2) Dosen Tetap Program Studi Manajemen, STIE Dewantara Jl. Raya Pemda Bojong Depok Baru III Karadenan Cibinong Bogor, Jawa Barat 16913, Indonesia Email: benny.osta@dewantara.ac.id ABSTRACT The purpose of this study (1) to compare the independent variables of the 1 st Kostrad Yonkes clinic and Pelita Sehat Clinic; (2) determine the independent variables of the differences between the two clinics; (3) knowing the behavior of users of the Yonkes 1/1 Kostrad clinic and Pelita Sehat Clinic services; (4) determine how much the dependent variable (patient) can be explained by the independent variable with its discriminant model; (5) determine whether there is a difference in health services between the Yonkes 1/1 Kostrad Clinic and Pelita Sehat Clinic; (6) determine the independent variables included in the Yonkes 1/1 Kostrad and Pelita Clinic healthy groups so that they are positive about the attributes of the independent variables; (7) determine whether the discriminant model is able to classify / predict respondents correctly for discriminant analysis. The results obtained from this study are: (1) The variables used in this study are overall valid and reliable, (2) the use of service quality on average is more satisfied with service at the Yonkes clinic, (3) there are differences in consumer perception, which means health service users compared the% of perception variables before making a FKTP move. Keywords: Service difference, discriminant analysis of service quality, clinic, Bogor ABSTRAK Tujuan dari penelitian ini (1) membandingkan variabel bebas klinik Yonkes 1/1 kostrad dan Klinik Pelita Sehat; (2) menentukan variabel bebas dari perbedaan antara kedua klinik; (3) mengetahui perilaku pengguna layanan klinik Yonkes 1/1 Kostrad dan Klinik pelita Sehat; (4) menentukan seberapa besar variabel terikat (pasien) dapat dijelaskan oleh variabel bebasnya dengan model diskriminannya; (5) menentukan apakah terdapat perbdaan layanan kesehatan antara Klinik Yonkes 1/1 Kostrad dan Klinik Pelita Sehat; (6) menentukan variabel bebas yang masuk grup klinik Yonkes 1/1 Kostrad dan Klinik Pelita sehat sehingga bersikap positif terhadap atribut variabel bebas; (7) menentukan apakan model diskriminan tersebut mampu melakukan klasifikasi/prediksi responden dengan tepat untuk analisis diskriminan. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini yaitu : (1) Variabel yang digunakan dalam penelitian ini secara keseluruhan valid dan reliabel, (2) penggunaan kualitas layanan secara rata-rata lebih puas dengan pelayanan di klinik Yonkes, (3) ada perbedaan persepsi konsumen yang artinya pengguna layanan kesehatan membandingkan % variabel persepsi sebelum melakukan perpindahan FKTP Kata Kunci : Perbedaan layanan , analisis diskriminan kualitas layanan , klinik, Bogor 1. PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah kesehatan telah menjadi kebutuhan pokok bagi masyarakat. Dengan meningkatnya taraf hidup masyarakat, maka semakin meningkat pula tuntutan masyarakat akan kualitas kesehatan. Hal ini menuntut penyedia jasa pelayanan kesehatan seperti rumah sakit untuk meningkatkan kualitas pelayanan yang lebih baik, tidak hanya pelayanan yang bersifat penyembuhan penyakit tetapi juga mencakup pelayanan yang bersifat pencegahan (preventif) untuk meningkatkan kualitas hidup serta memberikan kepuasan bagi konsumen selaku pengguna jasa kesehatan. Oleh karena itu, Klinik dituntut untuk selalu menjaga kepercayaan konsumen dengan meningkatkan kualitas pelayanan agar kepuasan konsumennya meningkat. Pihak Klinik perlu secara cermat menentukan kebutuhan konsumen sebagai upaya untuk memenuhi keinginan dan meningkatkan kepuasan atas pelayanan yang diberikan (Sinambela dkk dalam Herdiyansyah 2018 : 49). Suatu pelayanan dikatakan baik oleh pasien, ditentukan oleh kenyataan apakah jasa yang diberikan bisa memenuhi kebutuhan pasien, dengan menggunakan persepsi pasien tentang pelayanan yang diterima (memuaskan atau mengecewakan, juga termasuk lamanya waktu pelayanan) Tabel 1.1 jumlah kunjungan pasien rawat jalan di klinik Yonkes 1 kostrad Bulan Jumlah September 2019 Oktober 2019 November 2019 Desember 2019 Januari 2020 Februari 2020 6.005 6.039 6.148 6.236 6.266 6.277 bulan September 2019 sebesar 6.005 menjadi 6.277 di bulan februari 2020, data kunjungan tersebut telah tersystem otomatis setiap bulannya ketika pasien melakukan pendaftaran, pasien lama atau pasien baru akan terinput otomatis ketika melakukan pengambilan antrian. Tabel 1.2 Jumlah pengunjung terdaftar di klinik yonkes No Tahun Jumlah pengunjung terdaftar 1 2017 147 2 2018 5.236 3 2019 5.417 Jumlah 10.800 Sumber : Data base rkeam medis peserta rawat jalan klinik yonkes 1 kostrad 2020 Dari data pendaftaran tahun 2017 sampai dengan 2019 bisa kita lihat klinik terjadi peningkatan pengunjung pada tahun 2017 berikut ke tahun 2019 dengan jumlah 147 pasien sampai 5.417 pasien, pasien yang sudah terdaftar tidak akan di input ke dalam data base hanya pasien yang baru saja yang akan di input ke dalam data base klinik, setiap harinya pendafataran mengalami peningkatan yang cukup signifikan hal ini di sebabkan terjadinya kualitas pelayanan yang cukup baik di lingkungan klinik memberikan pelayanan dengan kualitas terbaik. Tabel 1.3 Jumlah pengunjung terdaftar di klinik pelita sehat Bulan Jumlah September 2019 7.320 Oktober 2019 7.100 November 2019 7.025 Desember 2019 6.005 Januari 2020 6.001 Februari 2020 5.928 Sumber : Data pasien kunjungan setiap 1 bulan di klinik pelita sehat 2020 Dari data kunjungan perbulan di atas terdapat penurunan dari bulan desember 2019 sebesar 6.005 menjadi 5928 di bulan februari 2020, data kunjungan tersebut telah Sumber : Data pasien kunjungan setiap 1 bulan di klinik yonkes 1 kostrad 2020 Dari data kunjungan perbulan di atas terdapat peningkatan yang signifikan dari 2 tersystem otomatis setiap bulannya ketika pasien melakukan pendaftaran, pasien lama atau pasien baru akan terinput otomatis ketika melakukan pengambilan antrian. 1.2. Rumusan Masalah Berdasarkan uraian yang dikemukakan pada latar belakang, maka rumusan masalah pada penelitian ini adalah bagaimana perbedaan kualitas layanan kesehatan Rawat Jalan di Klinik Yonkes 1 Kostrad dan Klinik Pelita Sehat? 1.3. Tujuan Penelitian Berdasarkan perumusan masalah yang telah di uraikan di atas, maka tuuan dan penelitian yang akan di lakukan yaitu: 1. Untuk membedakan variable bebas (tangibel, reliability, responsiviness, assurance, empathy) pengguna jasa di klinik yonkes 1 kostrad dan klinik pelita sehat. 2. Untuk menemukan variable bebas (tengibel, reliability, responsiviness, assurance, empathy) dari perbedaan klinik yonkes 1 kostrad dan klinik pelita sehat. 3. Untuk mengetahui pengguna jasa di klinik yonkes 1 kostrad dan klinik pelita sehat 4. Untuk menentukan seberapa besar variable terikat (klinik) dan dapat dijelaskan oleh variable bebasnya (tengibel, reliability, responsiviness, assurance, empathy) oleh model diskriminannya. 5. Untuk menentukan variable bebas (tengibel, reliability, responsiviness, assurance, empathy) yang masuk menggunakan jasa klinik yonkes 1 kostrad dan klinik pelita sehat sehingga bersikap positif terhadap atribut variable bebas. 6. Untuk menentukan apakah model diskriminan tersebut mampu melakukan klasifikasi atau prediksi responden dengan tepat untuk analisis diskriminan. 2. TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Landasan Teori 2.1.1. Kualitas (X) Kotler dalam herdiansyah (2018 : 49) mengatakan bahwa “ Quality is the totality of features and characteristic of a produc or service that bear on is ability to satisfy stated or implied needs “ kualitas adalah keseluruhan ciri serta sifat dari suatu produk atau pelayanan yang berpengaruh pada kemampuannyan untuk memuaskan kebutuhan yang dinyatakan atau tersirat, kualitas tidak dapat dipisahkan dari produk dan jasa atau pelayanan. B.Pelayanan Sedangkan Sampara Lukman dalam Herdiansyah (2018) berpendapat bahwa pengertian pelayanan adalah “Suatu kegiatan atau urutan kegiatan yang terjadi dalam interaksi langsung antar seseorang dengan orang lain atau mesin secara fisik, dan menyediakan kepuasan pelanggan”. C.Jasa Kotler & Keller (2012;214) Jasa merupakan setiap kegiatan, manfaat atau performance yang ditawarkan satu pihak kepada pihak lain yang bersifat intangible serta tidak menyebabkan perpindahan kepemilikan apapun yang mana dalam produksinya terikat maupun tidak dengan produk fisik. Menurut Lovelock dan Gumesson (2010:15) menetapkan bahwa ” jasa (servieces) adalah bentuk suatu nyewa menyewa yang dapat memberikan suatu manfaat” D.Karakteristik Jasa Berikut ini diulas mengenai dimensi kualitas layanan/jasa menurut Parasuraman Zeithaml et.al (dalam herdiyansyah 2018 : 63) menyatakan bahwa kualitas layanan di bagi menjadi sepuluh yaitu: Tangibles, Reliability, Rseponsiveness, Copetence, Courtesy, Credibility, Feel Secure, Access, communication, Understanding, lalu di sederhanakan menjadi 5 dimensi Parasuraman menyusun dimensi pokok yang menjadi faktor utama penentu kualitas layanan jasa sebagai berikut: a) Tangibel (Berwujud) Kemampuan suatu klinik dalam menujukan eksistensinya dalam kepada pihak eksternal. Penamilan, kemampuan, sarana dan prasarana fisik perusahaan yang dapat diandalkan keadaan lingkungan merupakan bukti nyata dari pelayanan yang dierikan oleh pemberi jasa. Hal meliputi fasilitas fisik, peralatan atau perlengkapan, harga, waktu tunggu dan penampilan personal dan material tertulis. kesopanan atau kebaikan dari personal serta kemampuan untuk mendapatkan kepercayaan dan keinginan. e) Empathy(Empati/simpati) Memberikan perhatian yang tulus dan bersifat individual atau pribadi yang diberikan kepada setiap pasien dengan berupa memahami keinginan pasien. Dimna setiap klinik diharapkan memiliki pengertian dan pengetahuan tentang pelanggan, memahamikebutuhan pelanggan secara spesifik, serta memiliki waktu pengoprasian yaitu mencakup menjaga dan memberikan tingkat perhatian secara individu atau pribadi terhadap kebutuhan-kebutuhan konsumen. b) Reliability (kehandalan) Kemampuan klinik dalam memberikan pelayanan sesuai yang dijanjikan secara akurat dan terpercaya, kinerja harus sesuai dengan yang diharapkan pelanggan yang berarti ketepatan waktu pelayanan yang sama untuk semua pelanggan tanpa kesalahan sikpa yang simpatik dan akurasi yang tinggi. Hal ini meliputi kemampuan untuk mewujudkan pelayanan yang dijanjikan dengan handal dan akurat. 2.1.2 Pengertian Pengambilan Keputusan (Y) Pengertian keputusan adalah merupakan suatu pemecahan masalah sebagai suatu hukum situasi yang dilakukan melalui pemilihan suatu alternatif dari beberapa alternative (Hasan: 2002: 9). Pengertian pengambilan keputusan adalah suatu proses pemilihan alternatif terbaik dari beberapa alternatif secara sistematis untuk ditindaklanjuti yang digunakan sebagai suatu cara pemecahan masalah. “Keputusan adalah seleksi terhadap dua pilihan alternatif atau lebih. Dengan kata lain pilihan harus tersedia ketika seseorang akan mengambil keputusan.” (Schiffman, 2008: 485) dikutip dari (Lukasyanti, 2006: 17) Keputusan seorang pembeli juga dipengaruhi oleh ciriciri kepribadiannya termasuk: usia, pekerjaan, keadaan ekonomi, perilaku konsumen akan menentukan proses pengambilan keputusan dalam melakukan pembelian. Menurut Kotler (2004:204) ada beberapa tahap dalam mengambil keputusan untuk melakukan pembelian, antara lain: 1. Pengenalan masalah 2. Pencarian Informasi c) Responsiviness (Respon/Ketanggapan) Suatu kebijakan untuk membantu memberikan pelayana yang cepat(Responsif) dan tepat terhadap pelanggan dengan menyampaikan informasi yang jelas tidak menunggu pasien dengan persepi negatif dalam kualitas layanan hal ini kemauan untuk membantu para konsumen dengan menyediakan pelayanan yang cepat dan tepat. d) Assurance (Jaminan) Pengetahuan kesopan santunan dan kemampuan para pegawai klinik untuk menumbuhkan rasa percaya para pasien kepada klinik. Hal ini meliputi pengetahuan, kemampuan, dan 4 3. Penilaian alernatif 4. Keputusan pengguna jasa 5. Perilaku setelah menggunakan jasa 2.2 Kerangka Pemikiran 3. METODOLOGI PENELITIAN 3.1. Jenis Penelitian Dalam penelitian ini peneliti menggunakan metode kuantitatif dengan desain komparatif. Pengertian komparatif menurut sugiyono (2014:54) adalah penelitian yang membandingkan satu variabel atau lebih pada dua atau lebih sampel yang berbeda, atau dua waktu yang berbeda. 3.2. Variabel Penelitian Variabel merupakan sesuatu yang menjadi objek pengamatan penelitian, sering juga diebut dengan factor yang berperan dalam penelitian. Menurut sugiyono (2009:60) variable dalah segala sesuatu yang berbentuk apa saja yang di tetapkan oleh peneliti untuk dipelajari sehingga diperoleh informasi tentang hal tersebut, kemudia di Tarik kesimpulannya. Dalam pnelitian ini, terdapat 2 macam variable yaitu: 1. Variabel independent atau variable bebas Variable independent atau bebas adalah variable yang mempengaruhi variable dependen baik secara positif atau negatif. Sekaran dan Bougie (2013:70) . Yang termasuk variable independent atau bebas dalam penelitian ini adalah a. tengibel b. reliability c. responsiviness d. assurance e. empathy 2. variable dependen atau terikat variable dependen atau terikat adalah variable yang menjadi perhatian utama dalam penelitian. Sekaran dan Bougie (2013:69) . Variabel dependen (terikat) yaitu variabel yang dipengaruhi atau yang menjadi akibat karena adanya variabel bebas. Sugiyono (2013:61)Yang termasuk variabel dependen atau terikat dalam penelitian ini adalah keputusan pasien (Y) dalam kategori keputusan pasien menggunakan Klinik Yonkes dan Klinik Pelita Sehat. 3.3. Lokasi dan Waktu Penelitian Lokasi yang telah di teliti yaitu di sekitaran Klinik Yonkes1/1 Kostrad, jalan cimandala sukaraja kabupaten bogor. Sedangkan waktu penelitian dimulai pada bulan September 2019 3.4. 3.4.1. Populasi dan Sampel Populasi poulasi dalam penelitian ini ialah pasien rawat jalan yang pernah berobat di klinik yonkes dan klinik pelita sehat. 3.4.2. Sampel Sampel adalah “Bagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi tersebut”. Sugiyono(2013:188) diambil dari populasi harus betul-betyl representative ( mewakili ) Teknik sampel yang dipakai adalah rumus Slovin adalah sebuah rumus atau formula untuk menghitung jumlah sampel minimal apabila perilaku dari sebuah populasi tidak diketahui secara pasti. Rumus ini pertama kali diperkenalkan oleh Slovin pada tahun 1960, Sampel yang di gunakan untuk penelitian ini adalah pasien dari klinik yonkes yang sudah melakukan pindah FKTP dari klinik sebelumnya, Sampel yang di gunakan untuk penelitian ini adalah pasien dari klinik yonkes yang sudah melakukan pindah FKTP dari klinik sebelumnya, jumlah pasien kunjungan dari tahun 20172020 bulan februari sebanyak 10.800 pasien. Adapun pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan purposive sampling. Teknik dengan tingkat kesalahan 10% perhitungannya sebagai berikut: pertanyaan yang ada, dan ditunjukan kepada tiap orang yang memenuhi syarat. 3. Studi kepustakaan yanitu dengan mengumpulkan data dari buku-buku internet dn literatur yang berhubungan dengan masalah yang diteliti Pertanyaan dalam kuesioner dibuat dengan menggunakan skala likert. 3.6. Teknik Analisis Data Teknik analisis data adalah proses penyederhanaan data kedalam bentuk yang lebih mudah di baca dan diimplementasikan (Sugiyono,2014). Analisis ini meliputi pengolahan data pengoperasin data dan penemuan hasil . Teknik analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis diskriminan dengan software SPSS 23. Keterangan : N = jumlah populasi n = jumlah sampel e = persentase kelonggaran ketidak pastian karena kesalahan pengambilan sampel yang dapat di tolelir atau di ragukan. Berdasarkan rumusan tersebut di peroleh umlah sampel (n) sebagai berikut : 4. HASIL DAN PEMBAHASAN 4.1 4.2 Validitas dan Reabilitas 4.2.1 Validitas Klinik Yonkes dan Klinik Pelita Sehat Validitas digunakan untuk menguji sedikit atau tidaknya data dalam penelitian ini, uji validitas dilakukan pada 2 klinik jadi perbandingan dikatakan valid jika nilai r hitung > dari r tabel (0,195) secara rinci uji validitas klinik yonkes 1 kostrad disajikan pada tabel 4.1 = = Hasil Penelitian = 99,09 Dibulatkan menjadi 100 Maka sampel yang akan di teliti sebanyak 100 orang dari pasien yang pernah berkunjung ke klinik pelita sehat dan klinik yonkes. Tabel 4.1 Uji Validitas Klinik Yonkes N o 3.5. Teknik Pengumpulan Data Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan cara yaitu: 1. wawancara adalah metode pengumpulan data dengan cara bertanya secara langsung kepada responden yaitu pengguna layanan 2. menggunakan cara menyebar kuesioner kepada responden dengan daftar Variabel r hitung Ta nd a r Tabel Valid/Tid ak Valid tengibel (X.1) 1 pertanyaan 1 .787** > 0,195 Valid 2 pertanyaan 2 .862** > 0,195 Valid 3 pertanyaan 3 .836** > 0,195 Valid 4 pertanyaan 4 .849** > 0,195 Valid 5 pertanyaan 5 .840** > 0,195 Valid 6 pertanyaan 6 .843** > 0,195 Valid reponsivinnes (X.2 6 1 pertanyaan 1 .849** > 0,195 Valid 2 pertanyaan 2 .872** > 0,195 Valid 3 pertanyaan 3 .893** > 0,195 Valid 4 pertanyaan 4 .919** > 0,195 Valid 1 pertanyaan 1 .790** > 0,195 Valid 2 pertanyaan 2 .868** > 0,195 Valid 3 pertanyaan 3 .924** > 0,195 Valid 4 pertanyaan 4 .881** > 0,195 valid 5 pertanyaan 5 .879** > 0,195 Valid 6 pertanyaan 6 .774** > 0,195 Valid Reliability (X.3) Anssurance (X.4) 1 pertanyaan 1 .938** > 0,195 Valid 2 pertanyaan 2 .931** > 0,195 Valid 3 pertanyaan 3 .935** > 0,195 Valid 4 pertanyaan 4 .953** > 0,195 Valid Empathy (X.5) 1 pertanyaan 1 .862** > 0,195 Valid 2 pertanyaan 2 .915** > 0,195 Valid 3 pertanyaan 3 .879** > 0,195 Valid 4 pertanyaan 4 .719** > 0,195 Valid 5 pertanyaan 5 .859** > 0,195 Valid keputusan pasien (Y) 1 pertanyaan 1 .643** > 0,195 Valid 2 pertanyaan 2 .801** > 0,195 Valid 3 pertanyaan 3 .773** > 0,195 Valid 4 pertanyaan 4 .855** > 0,195 Valid 5 pertanyaan 5 .857** > 0,195 Valid Sumber : Data yang diolah penulis dengan SPSS , 2020 Validitas klinik pelita sehat disajikan pada tabel 4.2 Tabel 4.2.Uji Validitas Klinik Pelita Sehat N o 1 2 3 4 5 6 Variabel pertanyaan 1 pertanyaan 2 pertanyaan 3 pertanyaan 4 pertanyaan 5 pertanyaan 6 1 2 3 4 pertanyaan 1 pertanyaan 2 pertanyaan 3 pertanyaan 4 1 2 3 4 5 6 pertanyaan 1 pertanyaan 2 pertanyaan 3 pertanyaan 4 pertanyaan 5 pertanyaan 6 1 pertanyaan 1 Tand r hitung a Tengibel (X.1) .776** > .889** > .913** > .866** > .884** > .887** > Reponsivinnes (X.2 .856** > .835** > .931** > .925** > Reliability (X.3) .700** > .847** > .872** > .910** > .827** > .776** > Anssurance (X.4) .910** > r Tabe l Valid/Ti dak Valid 0,195 0,195 0,195 0,195 0,195 0,195 Valid Valid Valid Valid Valid Valid 0,195 0,195 0,195 0,195 Valid Valid Valid Valid 0,195 0,195 0,195 0,195 0,195 0,195 Valid Valid Valid valid Valid Valid 0,195 Valid 2 3 4 pertanyaan 2 pertanyaan 3 pertanyaan 4 1 2 3 4 5 pertanyaan 1 pertanyaan 2 pertanyaan 3 pertanyaan 4 pertanyaan 5 1 2 3 4 5 pertanyaan 1 pertanyaan 2 pertanyaan 3 pertanyaan 4 pertanyaan 5 .935** > .950** > .944** > Empathy (X.5) .804** > .868** > .813** > .690** > .752** > keputusan pasien (Y) .658** > .550** > .686** > .807** > .824** > 0,195 0,195 0,195 Valid Valid Valid 0,195 0,195 0,195 0,195 0,195 Valid Valid Valid Valid Valid 0,195 0,195 0,195 0,195 0,195 Valid Valid Valid Valid Valid Sumber : Data yang diolah penulis dengan SPSS , 2020 Penafsiran tabel validitas berdasarkan hasil uji validitas pada tabel diatas dapat diketahui bahwa korelasi antar butir dengan skor total > 0,195 maka instrument tersebut dinyatakan Valid. Dan jika nilai r tabel dari semua indicator lebih besar dari nilai r tabel = 0,195 dengan α = 0,1 maka koefisien korelasi tersebut signifikan oleh karena itu dapat disimpulkan bahwa semua pertanyaan pada kuesioner dalam penelitian ini adalah valid. Item yang mempunyai korelasi positif dengan kriterium (skor total) serta korelasi yang tinggi, menunjukan bahwa item tersebut mempunyai validasi yang tinggi pula. 4.2.2 Reliabilitas Untuk melihat konsisten jawaban dari masing-masing pertanyaan setiap variabel maka dilakukan uji reliabilitas yang di sajikan pada tabel 4.9 Tabel 4.3 Uji Reliabilitas N o Variabel Cronbach's alpha tan da r tabe l Tingkat Reliabilitas Klinik Yonkes 1 .912 > .905 > 3 Tengibel Reliabilit y Responsiv innes .924 > 4 Assurance .955 > 5 Empathy Keputusa n .902 > .840 > 2 6 0,6 00 0,6 00 0,6 00 0,6 00 0,6 00 0,6 00 Reliabel Reliabel Reliabel Reliabel Reliabel Reliabel 2.Tests of Equality of Group Means Tabel 4.5 Tests of Equality of Group Means Klinik Pelita Sehat 1 .935 > .910 > 3 Tengibel Reliabilit y responsivi nnes .939 > 4 Assurance .951 > 5 Empathy Keputusa n .822 > .730 > 2 6 0,6 00 0,6 00 0,6 00 0,6 00 0,6 00 0,6 00 Reliabel Tests of Equality of Group Means Reliabel Reliabel 1 198 .000 Reliabel Total X2 .637 112.666 1 198 .000 Total X3 .654 104.710 1 198 .000 Total X4 .624 119.210 1 198 .000 Total X5 .475 218.594 1 198 .000 Total Y .626 118.344 1 198 .000 Sumber : Data diolah oleh Penulis dengan SPSS, 2020 Significansy :  Sig > 0,1 tidak ada perbedaan antar grup  Sig < 0,1 ada perbedaan antar grup Pada variabel X1,X2,X3,X4,X5 dan Y menunjukan sig < 0,1. Dengan angka : 0,000. Yang artinya ada perbedaan antar grup . sehingga dapat di implementasikan: kualitas tengibel,reliability,responsiviness,assurance dan empathy yang baik menjadi alas an pengguna jasa melakukan pindah FKTP dari klinik lain ke Klinik Yonkes 1 Kostrad. 2. Variables Entered/Removed Tabel 4.6 Variables Entered/Removed Menjelaskan data yang terbaca, data yang hilang dan jumlah dataPada hasil tersebut, tabel analysis Case Processing Summary di sajikan pada tabel 4.4 Tabel 4.4 Analysis Case Processing Summary Variables Entered/Removeda,b,c,d Analysis Case Processing Summary Total Sig. 101.954 1. Analysis Case Processing Summary Excluded df2 .660 4.2.3 Analisis Diskriminan Valid df1 Total XI Reliabel N F Reliabel Sumber : data yang diolah oleh penulis dengan SPSS, 2020 Seperti yang terlihat pada tabel semua pernyataan pada kuesioner dinilai reliabel karena nilai Cronboch’Alpha Based on Standarized Item pada setiap Variabel > 0,6. Unweighted Cases Wilks' Lambda Min. D Squared Percent 200 99.5 Missing or out-of-range group codes 0 .0 At least one missing discriminating variable 0 .0 Both missing or out-ofrange group codes and at least one missing discriminating variable 1 .5 Total 1 .5 201 100.0 St ep Ente red Statis tic 1 Total X5 4.37 2 2 Total Y 4.54 7 Betw een Grou ps Yonk es and Pelita Yonk es and Pelita Exact F Statis tic df 1 df2 Sig. 218.5 94 1 198.0 00 8,12 E31 113.0 51 2 197.0 00 2,00 E30 Sumber : Data yang diolah oleh penulis dengan SPSS 2020 Dari data tersebut kita dapat mengetahui pengguna jasa Klinik Yonkes dan pengguna jasa lainnya memiliki perilaku yang berbeda karena sig < 0,1 dengan angka nol koma di atas 20 kali yang artinya perpindahan mereka ke pengguna jasa Sumber : Data yang di olah oleh penulis dari SPSS, 2020 Tabel di atas menunjukan tidak ada data yang hilang karena jumlah total N tidak ada yang kurang dengan jumlah data valid. 8 Klinik Yonkes dari Klinik pelita di pengaruhi oleh tengibel, reability, resposiviness, assurance, dan empathy. 3.Tabel Eigenvalues Tabel 4.7 Tabel Eigenvalues Eigenvalues Canoni % of Funct Eigenv Cumul cal Varia ion alue ative % Correla nce tion a 1 1.148 100.0 100.0 .731 First 1 canonical discriminant functions were used in the analysis. Sumber : Data yang diolah oleh penulis dengan SPSS, 2020 Lihat canonical correlation : 0,731 di kuadratkan menjadi 0,5344 = 53,44% variance dari variabel Y (zeithlam dalam herdiansyah) dapat di jelaskan oleh model diskriminan (tengibel, reliability, resposiviness, assurance, empathy) 4.Wilks’ lambda Tabel 4.8 Wilks’ lambda Wilks' Lambda Test of Function(s) Wilks' Lambda Chi-square Df Sig. 1 .466 150.588 2 .000 Sumber : Data yang diolah oleh penulis dengan SPSS,2020 Pada model diskriminan Wilks’ lambda, Sig < 0,1 dengan angka : 0,000. Yang artinya terdapat perbedaan yang signifikan antara kedua grup pengguna jasa Klinik Yonkes dan Klinik Pelita sehat pomade pada model diskriminan. Total XIa .647 Total X2a .594 Sumber : Data yang diolah oleh penulis dari SPSS,2020 Tabel 4.10 Functions at Group Centroids KLINIK Function 1 Yonkes 1.066 Pelita -1.066 Unstandardized canonical discriminant functions evaluated at group Sumber : Data yang diolah oleh penulis, 2020 1) Pada tabel function at grup centroids dapat kita lihat pada klinik pelita sehat memiliki tanda angka (-) dan klinik yonkes memiliki tanda angka (+) dapat disimpulkan bahwa pasien lebih tertarik pada responsiviness atau ketanggapan petugas kepada pasien yang akan menggunakan jasa pelayanan tersebut, karena pasien lebih merasa dihargai 2) Standardized canonical discriminant function coefficients Berguna untuk menganalisis responden yang diteliti akan termasuk kedalam kelompok mana yaitu kelompok pertama adalah pengguna layanan di klinik yonkes 1 kostrad dan pengguna layanan ke dua adalah klinik peita sehat. 6.Standardized canonical discriminant function coefficients Tabel 4.11 Standardized canonical discriminant function coefficients Standardized Canonical Discriminant Function Coefficients 5.Structur Matrix Tabel 4.9 Structur Matrix Structure Matrix Function 1 Total X5 .981 Total X4a .797 Total X3a .794 Total Y .722 Function 1 X2.1 .256 X3.1 -.382 X5.3 .224 X5.4 .727 Sumber : data yang diolah oleh penulis dengan SPSS, 2020 X2.1 = (Reliability) Kecermatan dalam melayani pelanggan sangat baik X3.1 = (Responsiviness) Pegawai merespon setiap pelanggan/pemohon yang ingin mendapatkan pelayanan sangat baik X5.3 = ( Empathy) petugas melayani dengan tidak diskriminan (membeda-bedakan) X5.4 = ( Petugas melayani dan menghargai setiap pelanggan dengan baik 2 16 84 100 1 99.0 1.0 100.0 2 16.0 84.0 100.0 1 99 1 100 2 16 84 100 1 99.0 1.0 100.0 2 16.0 84.0 100.0 % Count Crossvalidatedb % Sumber : Data yang diolah oleh penulis dengan SPSS, 2020 Lihat dari data original Klinik Klinik Yonkes 1 = 99.0 Klinik Pelita 2 = 16.0 Total Responden = 200 (100+100) Sehingga ketetapan model untuk analisis diskriminan : ( 99+16) / 200 = 99,08 = Model Diskriminan = tengibel 5. KESIMPULAN DAN SARAN = assurance = reliability 5.1 Kesimpulan Kesimpulan yang diperoleh dari penelitian ini yaitu: 1. Variabel yang digunakan dalam penelitian ini secara keseluruhan valid dan reliabel sehingga data yang diperoleh dapat digunakan dalam Analisis diskrimian pengguna jasa klinik yonkes dan klinik pelita sehat. 2. Nilai kepuasan pasien rawat jalan secara rata-rata lebih puas pengguna layanan klinik yonkes yang ditunjukan oleh nilai rata-rata kepuasan 130,25 point sedangkan pelayanan klinik pelita sebesar 104,37 3. Ada 5 perbedaan persepsi pasien terhadap penggunaan jasa klinik yonkes dan klinik pelita pada variabel kualitas layanan yaitu tangible,reliability,responsiviness,assura nce dan empathy yang akan membandingkan 5 variabel tesebut sebelum menggunakan jasa layanan. 4. Variabel terikat (X) dapat dijelaskan oleh variabel bebas (tangibel, reliability, responsiviness, assurance, empathy) sebesar artinya semua variabel bebas berpengaruh positif terhadap variabel terikat (Y) keputusan pasien. = empathy = resposivinnes = keputusan pasien Jadi = 0,256 X2.1 + 0,224 X5.3 + 0,727 X5.4 dapat disimpulkan dari model klinik yonkes bahwa : jika kualitas jasa riability meningkat satu satuan maka perbedaan jasa layanan klinik yonkes 0,256 point, jika empathy (petugas melayani dengan sopan) meningkat satu satuan menjadi 0,224 point, jika empathy (petugas melayani dengan tidak diskriminan) meningkat satu satuan menjadi 0,727 point, Z2 = -0,382 X3.1 terdapat kepada klinik pelita sehat yang menjelaskan pegawai merespon setiap pelanggan yang ingin mendapatkan pelayanan. 7.Classification Resultsa,c Tabel 4.12 Classification Resultsa,c Classification Resultsa,c Predicted Group Membership 1 2 KLINIK Original Count 1 99 1 Total 100 10 5. Variabel bebas yang termasukpengguna jasa layanan klinik yonkes 1/1 kostrad adalah ( reliability,empathy) karena memiliki tanda positif (+). Untuk variabel bebas yang termasuk pasien pengguna jasa layanan klinik pelita sehat memiliki tanda negatif (-). 5.2 Saran Rekomendasi yang dapat diberikan dari penelitian ini yaitu: 1. pasien pengguna jasa layanan lebih puas menggunakan jasa layanan di klinik yonkes berdasarkan uji rata-rata persepsi dan pilihan konsumen. Sehingga penyedia jasa diharapkan dapat memberikan kepuasan kepada pasiennya seperti yang telah klinik yonkes berikan. 2. Kepala klinik sebaiknya memperhatikan ke 5 hal kualitas pelayanan ini agar dapat selalu memperhatikan bahkan meningkatkan jumlah pengunjungnya. DAFTAR PUSTAKA Brady & Cronin dalam Herdiyansyah.2018.Edisi Revisi. Kualitas Pelayanan. Yogyakarta. Gava Media. Denny.2013.Pendekatan Diskriminan.salemban Empat. Jakarta. Dwiyanto.2006.Kualitas Pelayanan Publik. Gasperz dalam Herdiyansyah. 2018. Edisi Revisi. Kualitas Pelayanan. Yogyakarta.Gava Media. Ghozali, imam 2013. AplikasiAnalisis Multivrian dengan program IBM SPSS 21, Edisi7. Universitas Diponegoro, Semarang. ---------- Garvin dalam Herdiansyah. 2018. Edisi Revisi. Kualitas Pelayanan. Yogyakarta.Gava Media. ---------- Goeths Davis, dalam Herdiyansyah. 2018. Edisi Revisi. Kulaitas Pelayanan. Yogyakarta. Gava Media Ghozali, I. 2011. Aplikasi Analisis Multivariate dengan program SPSS. Edisi kedua. Badan Penelitian Universitas Diponorogo, Semarang. Kementrian Kesehatan RI. No28. Ayat 01.2011. Indonesia: Klasifikasi dan Perijinan Rumah Sakit. Jakarta:Kementrian Kesehatan Republik Indonesia. Kementrian Kesehatan RI. No 09. 2014. Indonesia: Klasifikasi dan perbedaan klinik.Jakarta:Kementrian Kesehatan Republik Indonesia. Kotler, P dalam Herdiyansyah. 2018. Edisi Revisi. Kualitas Pelayanan. Yogyakarta. Gava Media. ----------- 2012. Marketing Management. Edisi 14 Global Edition. Pearson. Jakarta. Lembaga Administrasi Negara.2003.dalam Herdiyansyah.2018.Edisi Revisi. KualitasPelayanan..Yogyakarta. Gava, Media. Lopiyoadi. Rambat. 2013. Edisi Ke 3. Manajemen Pemasaran Jasa: Berbasis Kopetensi. Jakarta: Salembang Empat. Lukman dalam Herdiyansyah. 2018. Edisi Revisi. Kualitas Pelayanan. Yogyakarta. Gava Media. Moenir, A.S.2008.Manajemen Pelayanan Umum. jakarta: Bumi Askara. Sinambela, L. P, dkk dalam Herdiyansyah . 2018. Edisi Revisi. Kualitas Pelayanan Publik..Yogyakarta. Gava Media. Supriyanto dan Ernawaty. 2010. Pemasaran Industri Jasa Kesehatan. Yogyakarta. Andi Sugiarto dalam Herdiyansyah. 2018. Edisi Revisi. Kualitas Pelayanan Publik. Yogyakarta.Gava Media Sugiyono. 2014.Metode Penelitian Administrasi di lengkapi dengan metode R&D. Alfabeta. Bandung -------------. 2009. Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R&D. Alfabeta, Bandung. -------------. 2014. Metode Penelitian Pendidikan Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif Dan R&D.Bandung, Alfabeta. -------------. 2013. Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R&D. CV. Alfabeta. Bandung. Sujarweni, V.W. 2014. Metode Penelitian: Lengkap, Praktis, dan Mudah Dipahami. Pustaka Baru. Prress, Yogyakarta. Santoso.2010. Analisis diskriminan. Salemban Empat. Jakarta Schiffman & Kanuk.dalam Herdiyansyah.2018.Edisi Revisi. Kualitas Pelayanan. Yogyakarta.Gava Media. Tijiptono dalam Herdiyansyah. 2018. Edisi Revisi. Kualitas Pelayanan Publik. Yogyakarta.Gava Media. Undang-Undang Republik Indonesia. No 44 tahun 2009. Tentang Rumah Sakit. Wijaya. 2011. Manajemen Pemasaran Jasa: Berbasis Kopetensi. Jakarta: Salembang Empat. Widarjono, A. 2010. Analisis Statistika Multivarian Terapan. UPP STIM YKPN,Yogyakarta. Zeithaml, Parasuraman, and Berry dalam Herdiansyah. 2018. Edisi Revisi. Kualitas Pelayanan. Yogyakarta. Gava Media. Sumber lain: TNI.mild.Id. Sejarah Rumah Sakit Bantuan Yonkes 1/1 Kostrad. Wikepedia.Sejarah Klinik Pelita Sehat Pasien terdaftar Klinik Yonkes 1/1 Kostrad Pasien terdaftar Klinik Pelita Sehat 12

Judul: Jurnal Ramadhanti 09 Juli

Oleh: Herini Yulistya


Ikuti kami