Analisa Jurnal Sepsis 1

Oleh Andre Norsetiawan

45,8 KB 4 tayangan 0 unduhan
 


Bagikan artikel

Transkrip Analisa Jurnal Sepsis 1

ANALISA JURNAL 1. Judul penelitian dan tahun HUBUNGAN APGAR SKOR DAN BERAT BADAN LAHIR DENGAN SEPSIS NEONATORUM 2. Nama peneliti Winny Carolus Johnny Rompis Rocky Wilar 3. Lokasi Penelitian Di Sub Bagian Neonati RSUP Prof. Dr.R.D Kandou Manado 4. Alamat Jurnal Bagian Ilmu Kesehatan Anak Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi Manado Email: cchiwyn@yahoo.com 5. Tujuan Penelitian Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara Apgar skor dan berat badan lahir dengan sepsis neonatorum di Sub Bagian Neonati RSUP Prof.R.D Kandou Manado 6. Latar Belakang Menurut World Health Organization (WHO), terdapat 5 juta kematian neonatus setiap tahun dengan angka mortalitas neonatus ( kematian dalam 28 hari pertama kehidupan ) adalah 34 per 1000 kelahiran hidup, dan 98% kematian tersebut berasal dari Negara berkembang. Menurut WHO dikemukakan bahwa 36% dari kematian neonatus disebabkan oleh penyakit infeksi, diantaranya : sepsis, pneumonia, tetanus, dan diare . Sedangkan 23% kasus disebabkan oleh asfiksia, 7% kasus disebabkan oleh kelainan bawaan, 27% kasus disebabkan oleh bayi kurang bulan dan berat badan lahir rendah. Sepsis neonatal adalah sindrom klinik penyakit sistematik, disertai bakteremia yang terjadi pada bayi dalam satu bulan pertama kehidupan. Angka kejadian sepsis neonatal adalah 1-10 per 1000 kelahiran hidup, dan mencapai 13-27 per 1000 kelahiran hidup pada bayi dengan berat < 1500 gram. 7. Metodelogi Penelitian Metode penelitian ini adalah analitik observasional dengan studi prospektif yang dilakukan di Sub Bagian Neonati RSUP Prof. Dr.R.D. Kandou Manado. 8. Subjek Penelitian Populasi dari penelitian ini adalah semua bayi yang lahir di RSUP Prof. Dr.R.D Kandou Manado. Sampel penelitian ini adalah semua bayi tersangka sepsis yang dirawat di Sub Bagian Neonati RSUP Prof. DR.R.D Kandou Manado dengan jumlah sampel yang diperlukan sebanyak 50 sampel. 9. Hasil penelitian Pada penelitian ini didapatkan jumlah bayi dengan tersangka sepsis sebanyak 50 bayi, dimana 40 bayi sepsis dan 10 bayi tidak terbukti sepsis. Pada Apgar skor menit ke-1 menunjukkan bahwa tidak ada hubungan Apgar skor menit ke-1 dalam bentuk kategori rendah dan normal dengan kejadian sepsis. Tetapi berdasarkan data diperoleh persentase bayi dengan sepsis memiliki Apgar skor rendah lebih banyak dibandingkan bayi dengan tidak sepsis, dengan persentase sebesar 80%. Pada Apgar skor menit ke-5 menunjukkan tidak ada hubungan Apgar skor menit ke-5 dalam bentuk kategori rendah dan normal dengan kejadian sepsis. Tetapi, berdasarkan tabel diperoleh persentase bayi dengan sepsis memiliki Apgar skor rendah lebih banyak dibandingkan bayi dengan tidak sepsis, sebesar 62,5%. Berdasarkan berat badan lahir dengan sepsis menunjukkan tidak ada hubungan berat badan lahir dalam bentuk kategori rendah dan normal dengan kejadian sepsis. Tetapi dari tabel diperoleh bayi dengan sepsis memiliki berat badan lahir rendah lebih banyak yaitu sebesar 85,7%. Berdasarkan hubungan Apgar skor dan berat badan lahir dengan sepsis diperoleh bahwa bayi sepsis neonatorum memiliki Apgar skor rendah dan berat badan lahir rendah dengan persentase terbanyak dibandingkan bayi dengan Apgar skor normal dan berat lahir normal. 10. Kelebihan penelitian Pada penelitian ini didapatkan bahwa bayi dengan Apgar skor rendah dan bayi berat lahir rendah memiliki persentase lebih banyak pada sepsis neonatorum, sehingga dapat menindak lanjuti kejadian sepsis neonatorum. 11. Kekurangan Penelitian Pada penelitian ini kurang jelas mengenai seberapa besar hubungan antara Apgar skor dan bayi baru lahir terhadap kejadian sepsis. 12. Implikasi Penelitian Penelitian ini bermanfaat untuk menambah pengetahuan mengenai hubungan Apgar skor dan bayi baru lahir (BBL) dengan sepsis neonatorum serta sebagai bahan acuan untuk penelitian selanjutnya.

Judul: Analisa Jurnal Sepsis 1

Oleh: Andre Norsetiawan


Ikuti kami