Jurnal Lintang Ayu Zahara

Oleh Lintang Ayu

278,9 KB 4 tayangan 0 unduhan
 


Bagikan artikel

Transkrip Jurnal Lintang Ayu Zahara

Lintang Ayu Zahara / Economic Education Analysis Journal 3 (1) (2016) EEAJ 3 (1) (2016) Economic Education Analysis Journal http://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/eeaj PENGARUH METODE MENGAJAR GURU, MOTIVASI BELAJAR, DAN DISIPLIN BELAJAR TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN OTOMATISASI PERKANTORAN KELAS X ADMINISTRASI PERKANTORAN SMK NEGERI 1 DUKUHTURI TEGAL TAHUN AJARAN 2015/ 2016. Lintang Ayu Zahara, Nanik Suryani Jurusan Pendidikan Ekonomi, Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Semarang, Indonesia Info Artikel ______________ Sejarah Artikel: Diterima November 2016 Disetujui November 2016 Dipublikasikan Desember 2016 ______________ Keywords: Teaching Methods of The Teacher, Learning Motivation, and Learning Dicipline. ____________________ Abstrak ____________________________________________________________ Hasil belajar dipengaruhi oleh berbagai faktor baik faktor internal maupun faktor eskternal. Hasil belajar siswa diambil dari nilai ulangan harian, dari total keseluruhan siswa yang berjumlah 64 sebanyak 33 siswa (48,4375%) memperoleh nilai di bawah KKM yaitu 75. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah terdapat pengaruh metode mengajar guru, motivasi belajar, dan disiplin belajar terhadap hasil belajar siswa Pada Mata Pelajaran Otomatisasi Perkantoran Siswa Kelas X Administrasi Perkantoran SMK Negeri 1 Dukuhturi Tegal Tahun Ajaran 2015/2016 baik secara simultan maupun parsial. Penelitian ini termasuk penelitian kuantitatif , dengan jumlah populasi 64 siswa kelas X Administrasi Perkantoran SMK Negeri 1 Dukuhturi Tegal dan menggunakan cara sampling jenuh. Metode pengumpulan data menggunakan observasi, dokumentasi dan kuesioner. Sedangkan metode analisis data menggunakan analisis deskriptif dan regresi linier berganda. Hasil analisis regresi linier ganda penelitian ini yaitu Y= 4,437 + 0,495X1 + 0,415X2 + 0,469X3 + e. Ada pengaruh secara simultan sebesar 38,232, sedangkan pengaruh secara parsial metode mengajar guru sebesar 6,553%, motivasi belajar sebesar 7,784%, dan disiplin belajar sebesar 11,902%. Abstract ______________________________________________________________ The result of learning is influenced by various factors, internal and external. The result of learning students taken scored of daily test, from total of 64 students, 33 pupils (48,4375%) scored below the KKM, 75. The purpose of this research is to find out whether there is influence Teaching Methods of Teacher, Learning Motivation and the Learning Dicipline toward Learning Outcomes of the Office Otomatitation Subject at Class X AP SMK Negeri 1 Dukuhturi Tegal simultaneously as well as partial. This research included quantitative research, with a total population 64 of grade X office administration SMK Negeri 1 Dukuhturi Tegal and uses taken in sampling jenuh. Methods of data collection uses observation, documentation and questionnaires. While the methods of data analysis uses descriptive and multiple linear regression analysis. The results of multiple regression analysis of this study was Y= 4,437 + 0,495X1 + 0,415X2 + 0,469X3 + e. there was a simultaneous effect was 38,232, while the partial effect was 6,553% of teaching methods of teacher, learning motivation was 7,784%, and the learning discipline was 11,902%. © 2016 Universitas Negeri Semarang  p ISSN 2252 - 6544 Alamat korespondensi: Gedung C6 Lantai 1 FE Unnes Kampus Sekaran, Gunungpati, Semarang, 50229 e ISSN 2502-356X E-mail: zlintangayu@yahoo.co.id 1 Lintang Ayu Zahara / Economic Education Analysis Journal 3 (1) (2016) kurang optimal. Hal ini dapat dilihat pada tabel masih banyak siswa yang belum tuntas mencapai KKM yang ditetapkan sekolah yaitu 75. Hasil belajar Otomatisasi Perkantoran merupakan kaitan berbagai komponen dalam menangani informasi, mulai dari input hingga distribusi dengan memanfaatkan bantuan teknologi secara optimal dan campur tangan manusia secara minimal. Namun untuk mendapatkan hasil belajar Otomatisasi Perkantoran yang baik bukanlah hal yang mudah, tetapi membutuhkan usaha yang optimal. Berdasarkan sumber informasi dari data hasil belajar ulangan harian (UH) pada mata pelajaran Otomatisasi Perkantoran terdapat 16 siswa dari jumlah siswa di dalam kelas sebanyak 32 siswa kelas X AP 1 yang belum mencapai KKM dengan persentase 50%, dan 17 siswa dari jumlah siswa di dalam kelas sebanyak 32 siswa kelas X AP 2 yang belum mencapai KKM dengan persentase 46,875%. Hal ini membuktikan bahwa Otomatisasi Perkantoran harus dioptimalkan dengan lebih baik lagi. Faktor ekstern yang mempengaruhi hasil belajar siswa yang lain adalah metode yang digunakan guru dalam mengajar. Menurut Sardiman (2012:47) Mengajar adalah menyampaikan pengetahuan pada anak didik. Menurut pengertian ini berarti tujuan belajar dari siswa itu hanya sekedar ingin mendapatkan atau menguasai pengetahuan. Sedangkan metode mengajar guru suatu hal yang dapat berpengaruh terhadap kesiapan belajar siswa. Suatu proses belajar mengajar dikatakan baik, apabila proses tersebut dapat membangkitkan kegiatan belajar yang efektif. Jurnal internasional oleh Tom Bourner, (1997), PENDAHULUAN Sekolah Menengah Kejuruan Negeri 1 Dukuhturi Tegal merupakan sekolah menengah kejuruan yang bergerak dalam Bidang Keahlian Bisnis Dan Manajemen. SMK Negeri 1 Dukuhturi Tegal memiliki tiga Kompetensi Keahlian, yaitu Kompetensi Keahlian Akuntansi, Kompetensi Keahlian Administrasi Perkantoran, dan Kompetensi Keahlian Pemasaran/ Penjualan. Sekolah ini sudah menerapkan kurikulum 2013 mulai tahun 2015. Hasil belajar merupakan perubahan perilaku yang diperoleh peserta didik setelah mengalami kegiatan belajar (Rifa’i dan Anni:69). Perolehan aspek-aspek perubahan perilaku tersebut tergantung apa yang dipelajari siswa. Perumusan tujuan siswa itu, yakni hasil belajar yang diinginkan pada diri siswa, lebih rumit karena tidak dapat diukur secara langsung. Sedangkan belajar dilakukan untuk mengusahakan adanya perubahan perilaku pada individu yang belajar. Perubahan perilaku itu merupakan perolehan yang menjadi hasil belajar, selain hasil belajar kognitif yang diperoleh peserta didik. Salah satu indikator keberhasilan dalam suatu pendidikan adalah hasil belajar siswa yang baik. Berdasarkan observasi yang telah dilaksanakan pada tanggal 11 April 2016 diperoleh data hasil belajar siswa mata pelajaran otomatisasi perkantoran kelas X Jurusan Administrasi Perkantoran SMK Negeri 1 Dukuhturi Tegal Tahun ajaran 2015/ 2016. “Teaching methods for learning outcomes”, Education + Training, menyatakan bahwa: metode mengajar yang beragam akan berpengaruh pada hasil belajar yang dicapai Berdasarkan tabel di atas hasil belajar otomatisasi perkantoran kelas X AP masih 2 Lintang Ayu Zahara / Economic Education Analysis Journal 3 (1) (2016) agar efektif dan efisien. Sedangkan metode mengajar menurut Hamalik (2013:44) mengajar merupakan menyampaikan pengetahuan kepada siswa didik atau murid di sekolah. Penelitian terdahulu oleh Umi Khasanah dan Andian Ari Istiningrum (2012) “Pengaruh persepsi siswa tentang metode mengajar guru dan disiplin belajar terhadap prestasi belajar akuntansi siswa kelas x program keahlian akuntansi SMK N 1 Pengasih tahun ajaran 2011/2012 dengan motivasi belajar sebagai pemoderasi” menyatakan bahwa: persepsi siswa tentang metode mengajar guru berpengaruh positif dan signifikan terhadap prestasi belajar akuntansi. Hal ini ditunjukkan dengan harga rx1y 0,851 thitung 18,820, dan r2x1y 0,851 yang berarti bahwa variasi naik atau turunnya nilai prestasi belajar akuntansi dipengaruhi oleh variabel persepsi siswa tentang metode mengajar guru sebesar 85,1% dan selebihnya sebesar 14,9% dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak diteliti. Kegiatan belajar mengajar tanpa memperhatikan pemakaian metode akan mempersulit guru dalam mencapai tujuan pengajaran. Berdasarkan hasil angket yang dilakukan pada tanggal 9 Mei 2016, peneliti menyebar angket kepada responden sebanyak 30 siswa kelas X AP dengan rincian 15 dari kelas X AP 1 dan 15 dari kelas X AP 2. Bahwa guru dalam menyampaikan materi pelajaran, khususnya dalam keterampilan mengajar sudah baik, metode yang digunakan guru membuat siswa lebih mudah menyerap materi yang diajarkan, dan guru dapat membantu kesulitan siswa dalam proses belajar mengajar. Sedangkan hasil pengamatan langsung yang dilakukan pada tanggal 10 Mei 2016 di SMK Negeri 1 Dukuhturi Tegal, saya mengamati ketika guru mata pelajaran otomatisasi perkantoran sedang berlangsung mengajar di kelas. Ketika guru otomatisasi perkantoran mengajar hanya menggunakan metode ceramah dan praktik saja, sehingga menurut saya agar ditambah lagi variasi dalam mengajarnya. Dimana guru otomatisasi perkantoran dalam mengajar cukup baik akan tetapi kurang adanya variasi dalam mengajar, sehingga perlu ditambahkan lagi dalam variasi belajar mengajarnya. Dari hasil pengamatan, diduga metode mengajar guru mempengaruhi hasil belajar siswa. Selain metode mengajar guru hal yang berpengaruh terhadap hasil belajar adalah motivasi belajar. Menurut Sumadi Suryabrata dalam Djaali (2008:101) motivasi adalah keadaan yang terdapat diri seseorang yang mendorongnya untuk melakukan aktivitas tertentu guna pencapaian suatu tujuan. Motivasi memiliki dua komponen, yaitu komponen dalam dan luar. Komponen dalam ialah kebutuhan-kebutuhan yang ingin dipuaskan. Sedangkan komponen luar adalah tujuan yang hendak dicapai (Hamalik, 2013:159). Motivasi merupakan faktor yang sangat penting dalam belajar guna mencapai hasil belajar yang diharapkan. Penelitian terdahulu oleh Yusuf Mappeasse (2009) “ pengaruh cara dan motivasi belajar terhadap hasil belajar Programmable Logic Controller (PLC) siswa kelas III jurusan listrik SMK Negeri 5 Makassar”, menyatakan bahwa: cara belajar dan motivasi belajar secara bersama-sama mempunyai pengaruh yang positif. Koefisien determinasi (R square) sebesar 0,212 atau 21,2%, artinya variabel cara belajar dan motivasi belajar dapat menjelaskan perubahan hasil belajar PLC siswa kelas III SMK Negeri 5 Makassar sebesar 21,2%. Berdasarkan hasil angket yang dilakukan pada tanggal 9 Mei 2016, peneliti menyebar angket kepada responden sebanyak 30 siswa kelas X AP dengan rincian 15 dari kelas X AP 1 dan 15 dari kelas X AP 2. Bahwa motivasi belajar siswa tekun dalam menghadapi tugas siswa selalu langsung mengerjakan PR, apabila ada materi yang kurang jelas siswa langsung bertanya kepada guru, dalam menghadapi kesulitan belajar siswa mempelajari materi otomatisasi perkantoran dengan berdiskusi bersama teman-teman, dan siswa merasa senang ketika mengikuti pelajaran otomatisasi pelajaran. Sedangkan berdasarkan hasil pengamatan langsung yang dilakukan pada tanggal 10 Mei 2016 di SMK Negeri 1 Dukuhturi Tegal, motivasi belajar yang berlangsung di kelas cukup baik dan siswa antusias ketika mengikuti mata pelajaran otomatisasi perkantoran akan tetapi ada beberapa siswa yang kurang antusias mengikuti pelajaran karena guru tersebut kalau 3 Lintang Ayu Zahara / Economic Education Analysis Journal 3 (1) (2016) mengajar bikin ngantuk apalagi disaat mengajar di jam-jam terakhir, sehingga kurang adanya motivasi yang dilakukan oleh guru mata pelajaran otomatisasi perkantoran. Dari hasil pengamatan, diduga motivasi belajar mempengaruhi hasil belajar siswa. Selain motivasi belajar hal yang berpengaruh terhadap hasil belajar dari peserta didik adalah disiplin belajar. Menurut Maman Rachman dalam Tu’u (2004:32) mengartikan disiplin sebagai upaya mengendalikan diri dan sikap mental individu atau masyarakat dalam mengembangkan kepatuhan dan ketaatan terhadap kepatuhan dan tata tertib berdasarkan dorongan dan kesadaran yang muncul dari dalam hatinya. Jurnal penelitian terdahulu oleh Hendra Anto Permana (2015) “Pengaruh self regulated learning lingkungan keluarga dan disiplin belajar terhadap hasil belajar mata pelajaran pengantar akuntansi kelas X Akuntansi SMK PL Tarcisius Semarang tahun ajaran 2014/2015”, menyatakan bahwa hasil uji parsial (uji t) yang menunjukkan adanya pengaruh positif dan signifikan antara variabel disiplin belajar terhadap variabel hasil belajar mata pelajaran pengantar akuntansi dengan nilai t hitung sebesar 3,062 dan signifikan 0,003 sehingga H4 diterima. Sedangkan berdasarkan hasil pengamatan yang dilakukan pada tanggal 10 Mei 2016 di SMK Negeri 1 Dukuhturi Tegal, pada saat saya datang ke sekolah melihat para siswa berpakaian seragam dengan rapih, ruangan kelas dan halaman sekolah yang bersih, suasana pembelajaran hening yang terdengar hanya suara guru yang menjelaskan karena semua siswa nampak menyimak, akan tetapi ada beberapa siswa yang mengobrol sendiri ketika diajar di kelas. Hal ini menandakan masih ada beberapa siswa yang belum disiplin ketika suasana belajar sedang berlangsung di kelas. Dari hasil pengamatan, diduga motivasi belajar mempengaruhi hasil belajar siswa. Dari data yang telah diuraikan di atas metode mengajar guru, motivasi belajar dan disiplin belajar di SMK Negeri 1 Dukuhturi Tegal sudah baik akan tetapi hasil belajar siswa masih rendah. Berdasarkan uraian di atas penulis bermaksud untuk mengadakan penelitian mengenai “Pengaruh Metode Mengajar Guru, Motivasi Belajar, dan Disiplin Belajar terhadap Hasil Belajar Pada Mata Pelajaran Otomatisasi Perkantoran Kelas X Administrasi Perkantoran SMK Negeri 1 Dukuhturi Tegal Tahun Ajaran 2015/ 2016”. Berdasarkan uraian latar belakang diatas, maka dirumuskan pertanyaan dalam penelitian ini sebagai berikut : 1. Adakah pengaruh secara simultan metode mengajar guru, motivasi belajar, dan disiplin terhadap hasil belajar di SMK N 1 Dukuhturi Tegal tahun ajaran 2015/ 2016 ? 2. Adakah pengaruh metode mengajar guru terhadap hasil belajar di SMK N 1 Dukuhturi Tegal tahun ajaran 2015/ 2016 ? 3. Adakah pengaruh motivasi belajar terhadap hasil belajar di SMK N 1 Dukuhturi Tegal tahun ajaran 2015/ 2016 ? 4. Adakah pengaruh disiplin belajar terhadap hasil belajar di SMK N 1 Dukuhturi Tegal tahun ajaran 2015/ 2016 ? 5. Bagaimana pengaruh metode mengajar guru, motivasi belajar, dan disiplin terhadap hasil belajar di SMK N 1 Dukuhturi Tegal tahun ajaran 2015/ 2016 ? Landasan teori yang dicantumkan pada hasil belajar menurut Rifa’I dan Anni (2012:69). “Hasil Belajar merupakan perubahan perilaku yang diperoleh peserta didik setelah mengalami kegiatan belajar. Sedangkan menurut Suprijono (2009:5-6) dalam Thobroni dan Mustofa (2011:22) “Hasil belajar adalah pola-pola perbuatan, nilai-nilai, pengertian-pengertian, sikap-sikap, apresiasi, dan keterampilan. Kemudian untuk metode mengajar guru menurut Djamarah (2010:158) mengungkapkan metode adalah strategi yang tidak bisa ditinggalkan dalam proses belajar mengajar. Sedangkan Sardiman (2012:47) mengajar pada dasarnya merupakan suatu usaha untuk menciptakan kondisi atau sistem lingkungan yang mendukung dan memungkinkan untuk berlangsungnya proses belajar. Dan menurut Slameto (2003:65) mengatakan metode mengajar adalah suatu cara/ jalan yang harus dilalui di dalam mengajar. Selanjutnya untuk motivasi belajar menurut Hamalik (2013:158) motivasi adalah perubahan energi dalam diri (pribadi) 4 Lintang Ayu Zahara / Economic Education Analysis Journal 3 (1) (2016) seseorang yang ditandai dengan timbulnya perasaan dan reaksi untuk mencapai tujuan. Sedangkan menurut Sumadi Suryabrata dalam Djaali (2008:101) Motivasi adalah keadaan yang terdapat dalam diri seseorang yang mendorongnya untuk melakukan aktivitas tertentu guna pencapaian suatu tujuan. Kemudian disiplin belajar menurut Rasdi dan Maman (2000:97) disiplin adalah kesadaran yang berkenaan dengan pengendalian diri seseorang terhadap bentuk-bentuk aturan. menunjukkan minat-minat terhadap bermacam-macam masalah, ulet dalam menghadapi kesulitan belajar, dan lebih senang bekerja mandiri. Selanjutnya variabel (X3) motivasi belajar dengan indikator ketaatan terhadap tata tertib sekolah, ketaatan terhadap kegiatan belajar di sekolah, ketaatan dalam mengerjakan tugas-tugas pelajaran, dan ketaatan terhadap kegiatan belajar di rumah. Variabel terikat (Y) dalam penelitian ini adalah hasil belajar dengan menggunakan hasil ulangan harian siswa. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini adalah metode angket, observasi, dan dokumentasi. Metode Angket ini digunakan untuk memperoleh data tentang metode mengajar guru, motivasi belajar, disiplin belajar, 0,05 dengan bantuan program SPSS For Windows Release 19. Untuk uji validitas dan reliabilitas instrumen menggunakan teori menurut Ghozali (2011: 53) yang menyatakan pada uji validitas bahwa “uji signifikansi dilakukan dengan membandingkan nilai r hitung dengan r table untuk degree offreedom (df) = n-2. Apabila r hitung > r tabel maka instrumen dikatakan valid, dan sebaliknya apabila rhitung < r tabel maka instrumen dikatakan tidak valid. Sedangkan untuk uji reliabilitas menurut Ghozali (2011:48) menyatakan bahwa, “Suatu konstruk atau variabel dikatakan reliabel jika memberikan nilai Cronbach’s Alpha > 0,70. Jika nilai Cronbach’s > 0,70 maka kuesioner yang diuji coba terbukti reliabel”. Reliabilitas menunjukkan pada tingkat keandalan (dapat dipercaya) dari suatu indikator yang digunakan dalam penelitian. Uji reliabilitas menggunakan software SPSS 19, angket (kuesioner) dikatakan reliabel jika r hitung lebih besar dari 0,70. Metode analisis data dalam penelitian ini yaitu analisis regresi linier berganda pada analisis regresi linier berganda adalah hubungan secara linier antara dua atau lebih variabel independen (X1, X2, …Xn) dengan variabel dependen (Y). Analisis ini untuk mengetahui arah hubungan antara variabel independen dengan variabel dependen apakah masing-masing variabel independen berhubungan positif atau negatif dan untuk METODE Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif. Lokasi penelitian dilaksanakan di SMK Negeri 1 Dukuhturi Tegal. Metode penelitian menurut Sugiyono (2013:12) menjelaskan, “Metode survey digunakan untuk mendapatkan data dari tempat tertentu yang alamiah (bukan buatan), tetapi peneliti melakukan perlakuan dalam pengumpulan data”. Data dalam penelitian ini akan diolah dan hasilnya berupa angka dengan analisis deskriptif persentase, alat untuk mengolah menggunakan SPSS. Penentuan jumlah sampel yaitu menggunakan teknik Sampling Jenuh, dimana teknik penentuan sampel bila semua anggota populasi digunakan sebagai sampel. Karena dalam jumlah populasi relatif kecil, kurang dari 30 orang atau penelitian yang ingin membuat generalisasi dengan kesalahan yang sangat kecil. Dimana semua anggota dijadikan sampel. Penentuan jumlah sampel yang mewakili populasi secara keseluruhan menggunakan pendapat Slovin dalam Ferdinand (2009) pemakaian rumus tersebut mempunyai asumsi bahwa populasi berdistribusi normal dengan kesalahan pengambilan sampel 10%, sehingga diperoleh 64 siswa sebagai sampel dalam penelitian ini. Variabel yang akan diukur dalam penelitian ini adalah metode mengajar guru (X1), dengan indikator metode sebagai alat ekstrinsik, metode sebagai strategi pengajaran, dan metode sebagai alat untuk mencapai tujuan. Variabel motivasi belajar (X2) dengan indikator tekun menghadapi tugas, 5 Lintang Ayu Zahara / Economic Education Analysis Journal 3 (1) (2016) memprediksi nilai dari variabel dependen apabila nilai variabel independen mengalami kenaikan atau penurunan. Sedangkan pada uji hipotesis yaitu: uji simultan, uji parsial, koefisien determinasi simultan dan koefisien determinasi parsial. Uji pengaruh simultan digunakan untuk mengetahui apakah variabel independen secara bersama-sama atau simultan mempengaruhi variabel dependen (Ghozali, 2011:177). Uji F dilakukan untuk mengetahui apakah semua variabel metode mengajar guru, motivasi belajar, dan disiplin belajar mempunyai pengaruh terhadap variabel hasil belajar. Penggunaan hipotesis (uji F) dalam penelitian ini menggunakan bantuan program SPSS. Cara yang digunakan untuk uji F yaitu: dengan melihat probabilitas signifikan dari nilai F pada tingkat signifikan sebesar 5%. Kemudian pada Uji parsial digunakan untuk mengetahui pengaruh masing-masing variabel independen terhadap variabel dependen (Ghozali, 2011:178). Pengujian hipotesis secara parsial ini dimaksudkan untuk menguji keberartian pengaruh dari masing-masing variable bebas yaitu Metode Mengajar Guru (X1), Motivasi Belajar (X2), dan Disiplin Belajar (X3) terhadap Hasil Belajar Siswa (Y). Penggunaan hipotesis (uji t) menggunakan bantuan program SPSS. Caranya dengan membandingkan nilai probabilitas dengan taraf signifikansi 5% (0,05). Selanjutnya koefisien determinasi simultan maksudnya adalah koefisien determinasi akan mengukur seberapa jauh kemampuan model dalam menerangkan variasi variabel dependen (hasil belajar), jika nilai R2 kecil maka kemampuan variabel independen (metode mengajar guru, motivasi belajar, dan disiplin belajar) dalam menjelaskan variabel terikat (hasil belajar) sangat terbatas. Namun jika nilai R2 mendekati 1 maka kemampuan variabel independen (metode mengajar guru, motivasi belajar, dan disiplin belajar) memberikan hampir semua informasi yang dibutuhkan untuk memprediksi variabel terikat (hasil belajar). Kemudian Koefisien Determinasi Parsial (r2) Koefisien determinasi parsial (r2) digunakan untuk mengetahui sejauh mana sumbangan dari masing-masing variabel bebas, jika variabel lainnya konstant terhadap variabel terikat, maka semakin besar sumbangannya terhadap variabel terikat. Untuk membantu proses pengolahan data secara tepat dan cepat, maka pengolahan data dapat dilakukan dengan menggunakan program SPSS 19 (Statistical Productand Service Solution) dengan menggunakan program SPSS. Pada uji asumsi klasik pada uji normalitas Ghozali, 2011:16) menyatakan bahwa, “Uji normalitas ini bertujuan untuk menguji apakah dalam model regresi, variabel penggunaan atau residual memiliki distribusi normal”. Model regresi yang baik adalah memiliki distribusi data normal atau mendekati normal. Pengujian normalitas didapat dari grafik normal probability plot. Apabila variabel berdistribusi normal, maka penyebaran plot akan berada disepanjang garis 45°. Selain menggunakan grafik normal probabilty dapat menggunakan uji statistik lainnya yaitu dengan uji statistikan non parametrik Kolmogrov-Smirnov (K-S). Variabel X (metode mengajar guru, motivasi belajar, dan disiplin belajar) dan Y (hasil belajar) dalam penelitian ini dikatakan terdistribusi normal apabila signifikansi > 0.05. Pada uji multikolinieritas bertujuan untuk menguji apakah dalam model regresi ditemukan adanya korelasi antar variabel bebas. Model yang baik seharusnya tidak terjadi korelasi antara variabel independen. Ada tidaknya multikolinieritas di dalam model regresi dideteksi dengan melihat besarnya Variance Inflation factor (VIF) dan nilai tolerance. Jika nilai VIF kurang dari10 dan nilai tolerance-nya lebih dari 0,10 maka disimpulkan tidak ada multikolinieritas antar variable dalam regresi (Ghozali 2011:105). Perhitungan uji multikolinieritas dalam penelitian ini menggunakan program SPSS. HASIL DAN PEMBAHASAN Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini dengan menggunakan analisis regresi linier berganda. Hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini ada 4, yaitu: 1) ada pengaruh positif dan signifikan metode 6 Lintang Ayu Zahara / Economic Education Analysis Journal 3 (1) (2016) mengajar guru, motivasi belajar, dan disiplin belajar mempunyai pengaruh terhadap hasil belajar. 2) ada pengaruh positif dan signifikan metode mengajar guru terhadap hasl belajar. 3) ada pengaruh positif dan signifikan motivasi belajar terhadap hasil belajar. 4) ada pengaruh positif dan signifikan disiplin belajar terhadap hasil belajar. Hasil analisis regresi berganda dengan menggunakan bantuan komputer Dukuhturi Tegal sebesar 0,495. Selanjutnya Koefisien Regresi Motivasi Belajar (X2) = 0,415. Jika variabel motivasi belajar mengalami peningkatan sebesar 1 point, sedangkan variabel metode mengajar guru dan disiplin belajar adalah konstan, maka akan menyebabkan kenaikan hasil belajar di SMK Negeri 1 Dukuhturi Tegal sebesar 0,415. Kemudian Koefisien Regresi Disiplin Belajar b Tabel 1. Hasil Uji Analisis Regresi Berganda ANOVA Model 1 Regression Residual Total Sum of Squares 6499.523 3400.086 9899.609 df Mean Square 2166.508 56.668 3 60 63 F 38.232 Sig. .000a a. Predictors: (Const ant), Disiplin belajar, Motiv asi belajar, Met ode mengajar guru b. Dependent Variable: Hasil belajar siswa program SPSS For Windows Release 19 diperoleh hasil sebagai berikut: Tabel di atas menunjukkan bahwa persamaan regresi berganda yang diperoleh adalah: Y=4,437+0,495X1+0,415X2 + 0,469X3 Persamaan regresi berganda di atas mempunyai makna sebagai berikut: Konstanta = 4,437. Jika variabel metode mengajar guru, motivasi belajar, dan disiplin belajar adalah 0, maka hasil belajar SMK Negeri 1 Dukuhturi Tegal sebesar 4.437. Artinya jika mengajar guru, motivasi belajar, dan disiplin belajar tidak ada maka hasil belajar SMK Negeri 1 Dukuhturi Tegal akan mengalami kenaikan sebesar 4,437. Sedangkan Koefisien Regresi Metode Mengajar Guru (X1) = 0,495. Jika variabel metode mengajar guru mengalami peningkatan sebesar 1 point, sedangkan variabel motivasi belajar dan disiplin belajar adalah konstan, maka akan menyebabkan kenaikan hasil belajar di SMK Negeri 1 (X3) = 0,469. Jika variabel disiplin belajar mengalami peningkatan sebesar 1 point,sedangkan metode mengajar guru dan motivasi belajar adalah konstan, maka akan menyebabkan kenaikan hasil belajar di SMK Negeri 1 Dukuhturi Tegal sebesar 0,469. Uji F dimaksudkan untuk mengetahui adanya pengaruh mengajar guru, motivasi belajar, dan disiplin belajar terhadap hasil belajar di SMK Negeri 1 Dukuhturi Tegal. Uji hipotesis berdasarkan uji simultan, uji parsial, koefisien determinasi simultan, dan koefisien determinasi parsial. Uji Simultan (Uji F): apabila signifikansi < 0,05 maka hipotesis alternatif (Ha) diterima, sedangkan apabila signifikansi > 0,05 Ha ditolak hasil uji simultan dapat dilihat pada tabel dibawah ini: Tabel 2. Hasil Uji Simultan (Uji F) Coeffici entsa Model 1 (Constant) Metode mengajar guru Motiv asi belajar Disiplin belajar Unstandardized Coef f icients B Std. Error 4.437 6.470 .495 .232 .415 .185 .469 .165 a. Dependent Variable: Hasil belajar siswa 7 Standardized Coef f icients Beta .269 .274 .349 t .686 2.133 2.247 2.844 Sig. .495 .037 .028 .006 Lintang Ayu Zahara / Economic Education Analysis Journal 3 (1) (2016) Berdasarkan Tabel 2 di atas adalah tabel Anova yang menunjukkan bahwa nilai F hitung sebesar 38.232 dengan signifikansi sebesar 0,000 < 0,05 berarti H1 yang menyatakan ada pengaruh metode mengajar guru, motivasi belajar, dan disiplin belajar terhadap hasil belajar “diterima”. Sedangkan Uji Parsial (Uji T): apabila signifikansi < 0,05 atau t hitung > t tabel maka hipotesis alternatif (Ha) diterima, sedangkan apabila signifikansi > 0,05 atau t hitung < t tabel maka Ha ditolak. Hasil uji parsial dapat dilihat ada tabel di lihat dibawah ini: motivasi belajar terhadap hasil belajar “diterima”. Pengaruh disiplin belajar terhadap Tabel 3. Hasil Uji Parsial (Uji t) Coeffici entsa Model 1 (Constant) Metode mengajar guru Motiv asi belajar Disiplin belajar Unstandardized Coef f icients B Std. Error 4.437 6.470 .495 .232 .415 .185 .469 .165 Standardized Coef f icients Beta .269 .274 .349 t .686 2.133 2.247 2.844 Sig. .495 .037 .028 .006 a. Dependent Variable: Hasil belajar siswa hasil belajar ditunjukkan nilai t hitung sebesar 2,844 dengan taraf signifikansinya sebesar 0,000 < 0,05 berarti bahwa H4 yang menyatakan ada pengaruh disiplin belajar terhadap hasil belajar “diterima”. Hasil uji t yang tercantum pada tabel diatas dapat dijelaskan sebagai berikut : Pengaruh metode mengajar guru terhadap hasil belajar ditunjukkan dengan nilai t hitung sebesar 2,133 dengan taraf signifikansinya sebesar 0,000 < 0,05 berarti H2 yang menyatakan ada metode mengajar guru terhadap hasil belajar “diterima”. Pengaruh motivasi belajar terhadap hasil belajar ditunjukkan nilai t hitung sebesar 2,247 dengan taraf signifikansinya sebesar 0,000 < 0,05 berarti bahwa H3 yang menyatakan ada motivasi belajar terhadap hasil belajar “diterima”. Pengaruh disiplin belajar terhadap hasil belajar ditunjukkan nilai t hitung sebesar 2,844 dengan taraf signifikansinya sebesar 0,000 < 0,05 berarti bahwa H4 yang menyatakan ada pengaruh disiplin belajar terhadap hasil belajar “diterima”. Hasil uji t yang tercantum pada tabel diatas dapat dijelaskan sebagai berikut : Pengaruh metode mengajar guru terhadap hasil belajar ditunjukkan dengan nilai t hitung sebesar 2,133 dengan taraf signifikansinya sebesar 0,000 < 0,05 berarti H2 yang menyatakan ada metode mengajar guru terhadap hasil belajar “diterima”. Pengaruh motivasi belajar terhadap hasil belajar ditunjukkan nilai t hitung sebesar 2,247 dengan taraf signifikansinya sebesar 0,000 < 0,05 berarti bahwa H3 yang menyatakan ada Koefisien Determinasi Simultan Analisis koefisien determinasi dilakukan untuk mengetahui seberapa besar kontribusi variabel bebas metode mengajar guru, motivasi belajar, dan hasil belajar terhadap hasil belajar di SMK Negeri 1 Dukuhturi Tegal. Hasil pengujian dengan perhitungan analisis regresi linier berganda menggunakan bantuan komputer program SPSS dan lebih jelasnya dapat dilihat pada tabel 4.4 sebagai berikut: Dari tampilan output SPSS model summary besarnya adjusted R square adalah 0.639, hal ini berarti 0,639 x 100% = 63,9% variasi hasil belajar dapat dijelaskan oleh variasi dari tiga variabel independen metode mengajar guru, motivasi belajar, dan hasil belajar. Sedangkan sisanya (100% - 63.9% = 36,1%) dijelaskan oleh variabel lain diluar model regresi dalam penelitian ini. 8 Lintang Ayu Zahara / Economic Education Analysis Journal 3 (1) (2016) pengujian dengan perhitungan analisis regresi linier berganda menggunakan bantuan komputer program SPSS For Windows Release 19 Hasil pengujian akan dijelaskan pada tabel 5 sebagai berikut: Koefisien Determinasi Parsial Besarnya kontribusi masing-masing variabel independen terhadap variabel dependen secara parsial diketahui melalui koefisien determinasi parsial (r2). Hasil Tabel 5. Hasil Uji Koefisien Determinasi Parsial (r2) Model Summaryb Model 1 R .810a R Square .657 Adjusted R Square .639 St d. Error of the Estimate 7.52782 a. Predictors: (Constant), Disiplin belajar, Motiv asi belajar, Metode mengajar guru b. Dependent Variable: Hasil belajar siswa Tabel Coefficient kolom Correlations Partial dapat diketahui besarnya menunjukkan koefisien determinasi parsial (r2) untuk variabel metode mengajar guru (X1) adalah sebesar 0,06553 (0,2652). Nilai tersebut dikalikan 100% untuk mengetahui besarnya nilai koefisien determinasi parsial (r2) adalah 6,553%. Hal ini berarti variabel metode mengajar guru (X1) mampu menjelaskan variabel minat membaca (Y) sebesar 93,447%, sedangkan sisanya dijelaskan oleh variabel lain. Koefisien determinasi parsial (r2) untuk variabel motivasi belajar (X2) adalah sebesar 0,07784 (0,2792). Nilai tersebut dikalikan 100% untuk mengetahui besarnya nilai koefisien determinasi parsial (r2) adalah 7,784%. Hal ini berarti variabel motivasi belajar (X2) mampu menjelaskan variabel hasil belajar sebesar 92,216%, sedangkan sisanya dijelaskan oleh variabel lain. Koefisien determinasi parsial (r2) untuk variabel disiplin belajar (X3) adalah sebesar 0,11902 (0,3452). Nilai tersebut dikalikan 100% untuk mengetahui besarnya nilai koefisien 2 determinasi parsial (r ) adalah 11,902%. Hal ini berarti variabel disiplin belajar (X3) mampu menjelaskan variabel hasil belajar sebesar 88,098%, sedangkan sisanya dijelaskan oleh variabel lain. Analisis Deskriptif Variabel metode mengajar guru termasuk dalam kategori baik dengan persentase 76,5%. Hal tersebut menunjukkan bahwa metode mengajar guru di SMK Negeri 1 Dukuhturi Tegal sudah melakukan kewajibannya dengan baik dan sesuai dengan indikator-indikator metode mengajar guru yang telah diterapkan. Dari 3 indikator tersebut memberikan informasi bahwa setiap indikator memiliki kriteria tinggi, dengan rincian persentase yaitu untuk indikator metode sebagai alat motivasi ekstrinsik sebesar 79% dalam kriteria baik, indikator metode sebagai strategi pengajaran sebesar 74,3% dalam kriteria baik, dan untuk indikator metode sebagai alat untuk mencapai tujuan sebesar 76% dalam kriteria baik. Variabel motivasi belajar dalam penelitian ini dibagi dalam 4 indikator, yaitu secara keseluruhan dilihat dari indikatorindikator secara umum sebesar 76,7% termasuk dalam kategori baik. Hal ini berarti siswa kelas X jurusan Administrasi Perkantoran SMK Negeri 1 Dukuhturi Tegal sudah memiliki motivasi yang baik. Dari 4 indikator tersebut memberikan informasi bahwa setiap indikator memiliki kriteria baik, dengan rincian persentase yaitu untuk indikator tekun menghadapi tugas sebesar 77,4% dalam kriteria baik, indikator menunjukkan minat terhadap bermacammacam masalah sebesar 77,9%, indikator ulet dalam menghadapi kesulitan belajar sebesar 77,6% dalam kriteria baik, dan untuk indikator Lebih senang mengerjakan bekerja mandiri sebesar 72,5% dalam kriteria baik. Secara keseluruhan dilihat dari indikator-indikator secara umum sebesar 79,3% termasuk dalam kategori Baik. Hal ini berarti siswa kelas X jurusan Administrasi Perkantoran SMK Negeri 1 Dukuhturi Tegal sudah memiliki disiplin yang baik. Dari 4 indikator tersebut memberikan informasi 9 Lintang Ayu Zahara / Economic Education Analysis Journal 3 (1) (2016) bahwa setiap indikator memiliki kriteria baik, dengan rincian persentase yaitu untuk indikator ketaatan terhadap tata tertib sekolah sebesar 82,6% dalam kriteria baik, indikator ketaatan terhadap kegiatan belajar di sekolah sebesar 81,3% dalam kriteria baik, indikator ketaatan dalam mengerjakan tugas-tugas sebesar 75,3% dalam kriteria baik, dan untuk indikator Ketaatan terhadap kegiatan belajar di rumah 76,7% dalam kriteria baik.Selanjutnya dapat kita bahas berdasarkan hasil olah data persamaan regresi linier berganda menunjukkan persamaan Y=4,437+0,495X1+0,415X2+0,469X3 +e. Persamaan tersebut menunjukkan bahwa metode mengajar guru sebesar 0,495, motivasi belajar sebesar 0,415, dan disiplin belajar sebesar 0,469 pada konstanta 4,437. Apabila metode mengajar guru, motivasi belajar, dan disiplin belajar 0 maka hasil belajar adalah 4,437. Pada variabel X1 berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa metode mengajar guru yang terdiri dari indikator metode sebagai alat motivasi ekstrinsik, metode sebagai strategi pengajaran, dan metode sebagai alat untuk mencapai tujuan berpengaruh positif terhadap hasil belajar di SMK Negeri 1 Dukuhturi Tegal. Berdasarkan hasil uji hipotesis yang telah dilakukan, terdapat pengaruh yang signifikan antara variabel metode mengajar guru terhadap terhadap hasil belajar di SMK Negeri 1 Dukuhturi Tegal. Hasil penelitian ini menunjukkan nilai t hitung 4,437 dengan nilai taraf signifikansinya 0,000. Dengan demikian taraf signifikansi (0,000) < (0,05), sehingga Ha diterima dan Ho ditolak. Hal ini sependapat denga teori yang dikemukakan oleh Djamarah (2010:46) bahwa metode adalah suatu cara yang dipergunakan untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Dalam kegiatan belajar mengajar, metode diperlukan oleh guru dan penggunaannya bervariasi sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai setelah pengajaran berakhir. Hasil deskripsi data penelitian menunjukkan bahwa metode mengajar guru tergolong dalam kriteria baik. Ada indikator yang sebaran datanya masih rendah apabila dilihat dari penilaian jawaban. Indikator yang memiliki persentase terendah yaitu metode sebagai strategi pengajaran. Metode sebagai strategi pengajaran rendah karena kurang dalam variasi-variasi dalam mengajar, sehingga perlu ditingkatkan lagi agar guru lebih berfikir kreatif. Selanjutnya berdasarkan hasil penelitian menunjukkan Hasil analisis deskriptif rata-rata motivasi belajar sebesar 76,7% yang termasuk dalam kriteria baik. Variabel motivasi belajar yang diukur melalui 4 indikator yaitu tekun menghadapi tugas, menunjukkan minat terhadap bermacammacam masalah, ulet dalam menghadapi kesulitan belajar, dan lebih senang mengerjakan bekerja mandiri secara umum termasuk dalam kriteria baik. Dari ke empat indikator variabel motivasi belajar tersebut yang paling tinggi kontribusi terhadap hasil belajar yaitu menunjukkan minat terhadap bermacam-macam masalah, sedangkan indikator yang memberikan kontribusi paling rendah adalah lebih senang mengerjakan bekerja mandiri. Lebih senang mengerjakan bekerja mandiri paling rendah karena masih ada beberapa siswa yang belum bisa berupaya mencari sendiri materi otomatisasi perkantoran yang tidak ada atau belum guru sampaikan di kelas. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa Skor rata-rata analisis deskriptif variabel disiplin belajar sebesar 79,3% termasuk dalam kriteria baik. Variabel disiplin belajar yang diukur melalui 4 indikator yaitu ketaatan terhadap tata tertib sekolah, ketaatan terhadap kegiatan belajar di sekolah, ketaatan dalam mengerjakan tugas-tugas, dan ketaatan terhadap kegiatan belajar di rumah. Dari ke empat indikator variabel disiplin belajar tersebut yang paling tinggi kontribusi terhadap hasil belajar yaitu ketaatan terhadap tata tertib sekolah, sedangkan indikator yang memberikan kontribusi paling rendah adalah ketaatan terhadap kegiatan belajar di rumah. Ketaatan terhadap hasil belajar paling rendah karena masih ada beberapa siswa ketika di rumah ada yang tidak mempelajari materi pelajaran yang belum dipahami ketika diajarkan guru di sekolah. Hal ini sependapat dengan teori yang dikemukakan oleh Maman Rachman dalam Tu’u (2004:32) disiplin merupakan sebagai upaya mengendalikan diri dan sikap mental individu atau masyarakat dalam mengembangkan kepatuhan dan ketaatan terhadap peraturan dan tata tertib berdasarkan dorongan dan kesadaran yang muncul dari dalam hatinya. Disiplin belajar sangatlah 10 Lintang Ayu Zahara / Economic Education Analysis Journal 3 (1) (2016) penting dan dibutuhkan oleh setiap siswa, dalam tata kehidupannya berdisiplin maka siswa dalam mengerjakan tugas akan tepat waktu dan saat berangkat sekolah selalu disiplin. UCAPAN TERIMAKASIH Penulis mengucapkan terima kasih kepada: 1. Prof. Dr. Fathur Rokhman, M. Hum., Rektor Universitas Negeri Semarang atas kesempatan yang telah diberikan kepada penyusun untuk melakukan penelitian di Universitas Negeri Semarang. 2. Dr. Wahyono, M. M., Dekan Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Semarang yang telah memberikan kemudahan administrasi perijinan selama pelaksanaan penelitian. 3. Dr. Ade Rustiana, M. Si, Ketua Jurusan Pendidikan Ekonomi Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Semarang yang telah memberikan kemudahan administrasi perijinan selama pelaksanaan penelitian. 4. Dra. Nanik Suryani, M. Pd., Dosen Pembimbing yang telah memberikan bimbingan dan arahannya dengan penuh kesabaran dan tanggung jawab, terimakasih atas ilmu, nasehat, dan nilai kehidupan yang telah diberikan. 5. Seluruh Dosen Universitas Negeri Semarang yang telah mendidik dan mengajar penyusun selama menjadi mahasiswa. 6. Drs. Ubaidillah, selaku Kepala SMK Negeri 1 Dukuhturi Tegal yang telah memberi ijin untuk melakukan penelitian. 7. Siswa-siswi kelas X Administrasi Perkantoran SMK Negeri 1 Dukuhturi Tegal yang telah membantu menjadi responden dalam pengisian kuesioner penelitian. SIMPULAN Berdasarkan hasil analisis dan pembahasan dalam penelitian ini, maka dapat diambil kesimpulan sebagai berikut: 1) Ada pengaruh secara simultan antara pengaruh metode mengajar guru, motivasi belajar, dan disiplin belajar terhadap hasil belajar siswa pada mata pelajaran otomatisasi perkantoran kelas X Administrasi Perkantoran SMK Negeri 1 Dukuhturi Tegal Tahun Ajaran 2015/2016 sebesar 63,9%. Sehingga kenaikan metode mengajar guru, motivasi belajar, dan disiplin belajar terhadap hasil belajar otomatisasi perkantoran. 2) Ada pengaruh positif metode mengajar guru terhadap hasil belajar siswa pada mata pelajaran otomatisasi perkantoran kelas X Administrasi Perkantoran SMK Negeri 1 Dukuhturi Tegal Tahun Ajaran 2015/2016 dengan kontribusi parsial sebesar 6,553%. Jadi semakin baik metode mengajar guru maka hasil belajar otomatisasi perkantoran juga semakin baik. 3) Ada pengaruh positif motivasi belajar terhadap hasil belajar siswa pada mata pelajaran otomatisasi perkantoran kelas X Administrasi Perkantoran SMK Negeri 1 Dukuhturi Tegal Tahun Ajaran 2015/2016 dengan kontribusi parsial sebesar 7,784%. Jadi semakin baik motivasi belajar maka hasil belajar otomatisasi perkantoran juga semakin baik. 4) Ada pengaruh positif disiplini belajar terhadap hasil belajar siswa pada mata pelajaran otomatisasi perkantoran kelas X Administrasi Perkantoran SMK Negeri 1 Dukuhturi Tegal Tahun Ajaran 2015/2016 dengan kontribusi parsial sebesar 11,902%. Jadi semakin baik motivasi belajar maka hasil belajar otomatisasi perkantoran juga semakin baik. 5) Metode Mengajar Guru kelas X Administrasi Perkantoran SMK Negeri 1 Dukuhturi Tegal sebesar 76,5% dalam kriteria baik. Motivasi belajar kelas X Administrasi Perkantoran SMK Negeri 1 Dukuhturi Tegal sebesar 76,7% dalam kriteria baik. Disiplin belajar kelas X Administrasi Perkantoran SMK Negeri 1 Dukuhturi Tegal sebesar 79,3%. DAFTAR PUSTAKA Bourner, Tom. 1997. "Teaching methods for learning outcomes”. Jurnal Internasional. University of Brighton. United Kingdom. Djaali, H. 2008. Psikologi pendidikan. Jakarta: Bumi Aksara. Ghozali, Imam. 2011. Aplikasi Analisis Multivariate dengan Program IBM SPSS 19. Semarang: Badan Penerbit Universitas Diponegoro. Hamalik, Oemar. 2013. Proses Belajar Mengajar. Jakarta: PT Bumi Aksara. 11 Lintang Ayu Zahara / Economic Education Analysis Journal 3 (1) (2016) Khafid, Muhammad dan Suroso. (2007). Pengaruh Disiplin Belajar dan Lingkungan Keluarga Terhadap Hasil Belajar Ekonomi. Economic education analysis journal. Pusat Pengembangan MKU-MKDK Unnes. Riyani, Esti. (2015). “Pengaruh Motivasi dan Fasilitas Belajar Terhadap Hasil Belajar Siswa Mata Pelajaran Ips Ekonomi Kelas VIII SMP Negeri 1 Karangreja Purbalingga”. Economic education analysis journal. Khasanah, Umi dan Ari Istiningrum, Andian. 2012. “Pengaruh Persepsi Siswa Tentang Metode Mengajar Guru Dan Disiplin Belajar Terhadap Prestasi Belajar Akuntansi Siswa Kelas X Program Keahlian Akuntansi SMKN 1 Pengasih Tahun Ajaran 2011/2012 dengan motivasi belajar sebagai pemoderasi”. Jurnal. Yogyakarta: Universitas Negeri Yogyakarta. Sardiman. 2012. Interaksi dan Motivasi Belajar Mengajar. Jakarta: Rajawali Pers. Thobroni, Muhammad dan Arif Mustofa. 2011. Belajar dan Pembelajaran: Pengembangan Wacana dan Praktik Pembelajaran dalam Pembangunan Nasional. Jogjakarta: Ar-Ruzz Media. Mappeasse, Muh. Yusuf. 2009. “Pengaruh Cara Dan Motivasi Belajar Terhadap Hasil Belajar Programmable Logic Controller (PLC) Siswa kelas III Jurusan Listrik SMK Negeri 5 Makassar”. Jurnal. Makassar: Universitas Negeri Makassar. Tu’u, Tulus. 2004. Peran Disiplin Pada Perilaku dan Prestasi Siswa. Jakarta: Grasindo Rifa’i, Achmad dan Anni, Catharina Tri. 2012. Psikologi Pendidikan. Semarang: 12 Lintang Ayu Zahara / Economic Education Analysis Journal 3 (1) (2016) 13

Judul: Jurnal Lintang Ayu Zahara

Oleh: Lintang Ayu


Ikuti kami