Review Jurnal 4.docx

Oleh Hidayat Jamalul I

131,3 KB 2 tayangan 0 unduhan
 


Bagikan artikel

Transkrip Review Jurnal 4.docx

Nama : Hidayat Jamalul Ihsan NIM : L1C016062 Prodi : llmu Kelautan STATUS PEMANFAATAN SUMBERDAYA UDANG OLEH PERIKANAN SKALA KECIL DI WILAYAH PESISIR KABUPATEN CILACAP Sumberdaya perikanan merupakan salah satu aset alamiah yang dapat diekstraksi untuk memberikan manfaat bagi kehidupan manusia, baik manfaat dari aspek ekologi, ekonomi maupun sosial. Sebagai sumberdaya yang dapat pulih, maka dalam pemanfaatan sumberdaya perikanan dibutuhkan suatu tindakan yang bijaksana, agar sumberdaya tidak mengalami kerusakan atau kepunahan. Pengembangan ekonomi perikanan pada dasarnya berbeda dengan ekonomi produksi di sektor pertanian pada umumnya. Perbedaan utama terletak pada hak kepemilikan sumberdaya. Kegiatan perikanan memiliki ketergantungan yang tinggi pada penguasaan teknologi penangkapan ikan dan kondisi sumberdaya alam milik bersama (common property). Christy dan Scott (1965) mengemukakan bahwa, karena sifatnya yang open access, sumberdaya perikanan dapat digunakan oleh banyak individu. Setiap pengguna dapat memanfaatkannya secara tak terbatas untuk bersaing yang dapat berakibat pada kondisi lebih tangkap (overfishing) dan penggunaan sumberdaya yang inefisien. Hal ini karena pada kondisi open access, nelayan akan tetap memilih bertahan di sektor perikanan selama biaya rata-rata sama dengan penerimaan rata-rata. Hal ini bertentangan dengan perilaku maksimisasi profit dari seorang produsen yang umum diterangkan dalam teori ekonomi mikro, dimana produsen berusaha untuk menyamakan penerimaan marjinal dengan biaya marjinalnya. Dengan demikian tujuan pengelolaan perikanan perlu mempertimbangkan tujuan ekonomi yang berkaitan dengan kondisi ekonomi, tujuan sosial berkaitan dengan kesejahteraan nelayan dan tujuan pemeliharaan lingkungan yang berkaitan dengan tingkat pemanfaatan sumberdaya yang diiringi dengan pemeliharaan lingkungan perairan sebagai habitat sumberdaya perikanan tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk menduga status tingkat pemanfaatan stok sumberdaya perikanan oleh nelayan skala kecil di perairan Kabupaten Cilacap. Beberapa parameter stok ikan yang akan diduga adalah Maximum Sustainable Yield (MSY), Maximum Economic Yield (MEY) dan Open Acces equilibrium Yield (OAY). Analisis bioekonomi dilakukan dengan pendekatan model surplus produksi. Model surplus produksi pada dasarnya hanya berlaku untuk perikanan dengan spesies tunggal. Model surplus produksi dengan species tunggal memiliki banyak kelemahan, walaupun dalam perkembangannya masih dapat diterapkan pada perikanan multispesies yang mempunyai kesamaan parameter populasi dan wilayah penyebaran (Joko 2009; Zulbainarni et al. 2011). Berdasarkan perhitungan antara CPUE dengan trip penangkapan (effort) udang dihasilkan persamaan CPUE=63,86-0,0006E. Persamaan tersebut menunjukkan bahwa CPUE memiliki korelasi negatif dengan kegiatan penangkapan, karena upaya penangkapan udang (E) bernilai negatif. Semakin banyak kegiatan penangkapan udang yang dilakukan pada perairan Cilacap, maka semakin rendah nilai CPUE. Nilai CPUE akan berbanding lurus dengan tingkat produktivitas alat tangkap udang trammel net, apabila CPUE semakin berkurang maka produktivitas alat tangkap terhadap objek hasil tangkapan juga akan semakin berkurang. Demikian juga apabila nilai CPUE bertambah, maka alat tangkap yang digunakan memiliki produktivitas yang baik bagi objek tangkapannya. Persamaan diatas menunjukkan bahwa alat tangkap trammel net yang dioperasikan nelayan skala kecil di Kabupaten Cilacap produktivitasnya terus menurun walaupun jumlah trip penangkapan udang terus ditingkatkan. Hal ini menjelaskan bahwa produksi tidak hanya dipengaruhi oleh upaya penangkapan (trip), namun juga dipengaruhi oleh faktor-faktor lainnya seperti tenaga kerja, kondisi sumberdaya maupun modal (Panayotou 1982). Terbukti dari korelasi negatif persamaan CPUE, dimana setiap penambahan trip penangkapan (effort) sebesar E, nilai CPUE berkurang sebesar 0,0006 kali trip penangkapan (E) di Cilacap Persamaan CPUE di atas menjadi acuan dalam menghitung hasil tangkapan udang lestari dengan metode Schaefer. Persamaan tersebut menghasilkan nilai hasil tangkapan udang maksimum lestari (hmsy) sebesar 1.834 ton per tahun dan nilai upaya penangkapan udang maksimum lestari (Emsy) sebesar 57.443 trip pertahun. Apabila upaya tangkap melebihi jumlah upaya penangkapan maksimum lestari (E > Emsy), maka hasil tangkapan udang akan terus menurun, seperti digambarkan kurva schaefer (Gambar 2). Jika dibandingkan dengan hasil tangkapan udang tahun 2012, sebesar 1.953,8 ton dengan trip sebesar 68.420 maka kondisi aktual menunjukan produktivitas sudah melebihi produksi lestari. Rata-rata pemanfaatan stok udang di perairan wilayah pesisir Kabupaten Cilacap pada tahun 2011 dan 2012 telah melewati tingkat kelestarian sumberdaya (MSY). Adapun pada tahun 2009-2010 tingkat pemanfaatan jauh dibawah MSY. Jika diambil rata-rata produksi aktual dan upaya penangkapan udang selama dua tahun terakhir sebagai acuan kondisi pemanfaatan sumberdaya udang oleh nelayan skala kecil di Kabupaten Cilacap, maka produksi saat ini adalah 1.827,8 ton dan upaya penangkapan 69.090 trip alat tangkap per tahun. Upaya sedikit lebih tinggi melampaui upaya optimal secara biologis (FMSY) maupun upaya optimal secara ekonomi (FMEY) (Tabel 2). Jika mengacu pada kaidah yang biasa digunakan pada Kementerian Kelautan dan Perikanan bahwa total jumlah tangkapan ikan yang diperbolehkan (JTB) atau Total Allowable Catch (TAC) adalah 80 persen dari MSY, maka nilainya sebesar 1.467, 34 ton per tahun, yang berarti hasil tangkapan aktual sudah jauh melebihi dari yang diperbolehkan. Status pemanfaatan sumberdaya udang oleh nelayan skala kecil di Kabupaten Cilacap saat ini sudah melebih potensi lestarinya baik secara biologi maupun secara ekonomi. Hal ini berakibat tidak optimalnya manfaat ekonomi yang diperoleh nelayan. Apabila hal ini terus berlangsung maka economic resilience (resiliensi ekonomi) nelayan akan semakin terancam karena manfaat ekonomi tidak bisa lagi ditingkatkan. Walaupun manfaat ekonomi tidak dapat ditingkatkan lagi, namun karena didorong oleh tuntutan pemenuhan kebutuhan hidup, maka kondisi upaya penangkapan ikan akan dapat terus bertambah sampai pada titik upaya pada posisi open acces, dimana tidak ada lagi manfaat ekonomi yang bisa diperoleh. Apabila kondisi ini terus terjadi maka tekanan terhadap ketersediaan sumberdaya perikanan akan semakin terancam, sehingga ecology resilience (resiliensi ekologi) akan terlampaui. Nilai produksi saat telah melaumpaui MSY maupun MEY, namun belum melampaui OAY, sehingga perlu pengelolaan yang mengatur tingkat laju pemanfaatan sumberdaya udang bagi nelayan skala kecil di perairan pesisir Cilacap.

Judul: Review Jurnal 4.docx

Oleh: Hidayat Jamalul I


Ikuti kami