Tugas Review Jurnal Mrp

Oleh Frastafa Dinda

38,7 KB 4 tayangan 0 unduhan
 


Bagikan artikel

Transkrip Tugas Review Jurnal Mrp

A. Judul Penelitian Jurnal Penelitian Kualitatif atau deskriptif B. Nama Penulis Stevany Carter Wuwung C. Nama Jurnal Manajemen Rantai Pasok Produk Cengkeh Pada Desa Wawona Minahasa Selatan II. Latar Belakang Masalah Suatu keunggulan bersaing dapat bergantung pada hubungan yang strategis jangka panjang yang dekat dengan sedikit pemasok, pengusaha harus mencari integrasi dari strategi yang dipilih pada rantai pasokan secara menyeluruh.Keberhasilan yang diraih tidak luput dari ketekunan dari para sumber daya manusia yang berdedikasi, inovatif, dan selalu memiliki keinginan untuk maju. Kerja sama tim, integritas, dapat saling menghargai diutamakan dalam lingkungan kerja. Pengusaha harus memutuskan sesuatu strategi rantai pasokan dalam rangka memperoleh barang dari luar, salah satu strategi adalah pendekatan bernegosiasi dengan banyak pemasok mengadu pemasok satu dengan yang lainnya. Kedua membangun hubungan kemitraan jangka panjang dan untuk memuaskan pelanggan dengan strategi ini para pemasok menanggapi tentang permintaan untuk penawaran produk cengkih membebani pemasok. Hubungan seperti ini dapat berujung pada kontrak yang berlaku selama siklus produk tersebut harapan para pemasok dan pembeli dapat berkolaborasi,sehingga menjadi semakin efisien dan terus mengurangi harga hasil dari hubungan seperti itu biasanya adalah jumlah pemasok yang lebih sedikit tetapi dapat mempertahankan hubungan jangka panjang. Para pengusahadapat menyediakan berbagai jasa seperti pembayaran upah, perekrutan karyawan,perancangan produk, pengujian atau pendistribusianproduk yang hasilnya adalah kinerja yang luar biasa termasuk keahlian manajemen khusus penanaman modal yang rendah, fleksibilitas dan kecepatan hasilnya adalah efisien. Tujuan Penelitian Tujuan penulisan ini adalah untuk mengetahuidan Menganalisa bagaimana alur kerja yang efisien untuk mempercepat manajemenrantai pasokan produk cengkeh sampai ke tangan konsumen dan mendapatkan keuntungan lebih besar dari padapengeluaran oleh pengusaha produk cengkeh Metode Penelitian Metode yang digunakan adalah metode kualitatif dengan menggunakan metode survey yaitu dengan menggambarkan menjelaskan dan menginterprestasikan suatu fenomena yang terjadi pada suatu objek. Data yang diperoleh dari penelitian tersebut menghasilkan data primer dan data sekunder. Data primer meliputi data yang diperoleh langsung dari petani du desa Tumpaan dengan cara memberikan kuesioner kepada pemasok untuk konsumen yang telah selesai bertransaksi dan juga wawancara langsung dengan pemasok local. Sedangkan data sekunder diperoleh dari literature yang ada missal internet dan media informasi yang berhubungan dengan obyek penelitian tersebut. Metode pengumpulan data dilakukan secara : - Observasi Wawancara Dokumentasi Hasil dan Pembahasan Berdasarkan penelitian yang dilakukan dapat disimpulkan hasil bahwa biaya merupakan suatu masalah yang tidak asing bagi setiap orang individu di dalam suatu perusahaan dalam memproduksi barang dan jasa yang memerlukan pengeluaran yang harus dikorbankan tersebut merupakan pengorbanan nilai barang. Kebutuhan akan data dan biaya berbeda-beda dan biaya yang mungkin dihitung berdasarkan kondisi dan tjuan yang berbeda-beda sera untuk keperluan pihak-pihak yang bebeda pula. Biaya yang diekluarkan haruslah berdasarkan kepada fakt yang bersangkutan sehingga kemungknan perusahaan mengambil keputusan yang tepat. Dengan demikian maka dapatlah dikatakan bahwa peranan biaya adalah masalah yang sangat utama attau penting bagi perusahaan tabpa biaya yang dikeluarkan oleh perusahaan dalam menunjang aktivitasnya dengan baik sehingga dapat menghambat perusahaan dalam mencari keuntungan. Sehingga dapat disimpulkan bahwa masalah biaya sangatlah diperlukan untuk menjalankan kegiatan dengan baik. Pembahasan Manfaat Manajemen rantai pasok : a. b. c. d. Kepuasan pelanggan Meningkatkan pendapatan Menurunkan biaya Pemanfaatan asset semakin tinggi Kesimpulan Manajemen Rantai Pasokan petani masih menggunakan metode barter atau tukar barang dengan dana awal diberikan kepada petani kemudian di olah menjadi dalam bentuk pupuk,alat paras, konsumsi, bahan bakar. Apabila petani sudah mendapatkan hasil pertanian lalu diberikan kepada pemilik perkebunan dengan harga yang rendah lalu dijual kembali kepada pengepul di manado dengan harga yang tinggi. Para pengusaha menggunakan metode timbale balik barang dan jasa sebagai disposisi sirkulasi proses produksi dari barang mentah menjadi bahan jadi dari berupa bibit unggul cengkeh menjadi buah cengkeh yang mempunyai nilai jual yang rendah kepada pemilik perkebunan dalam satuan liter kemudian dijual kembali dalam satuan kilogram kepada pengepul dengan harga jual yang tinggi. Saran Para pengusaha sebaiknya dapat memberikan bantuan dana atau modal untuk emningkatkan kapasitas usaha para petani, sehingga terjadi peningkatan produksi pertanian dan dapat meningkatkan penjualan bagi para pengusaha itu sendiri.

Judul: Tugas Review Jurnal Mrp

Oleh: Frastafa Dinda


Ikuti kami