Jurnal 2 Ratnna

Oleh Ratnawati 31

90,2 KB 4 tayangan 0 unduhan
 


Bagikan artikel

Transkrip Jurnal 2 Ratnna

1 NAMA : RATNAWATI NPM : 1613053005 SEMESTER : IV (EMPAT)/GENAP A MATAKULIAH : PENDIDIKAN IPA SD DOSEN PENGAMPU : 1. Drs. Supriyadi, M. Pd 2. Ika Wulandari, UT, M. Pd Tugus Mandiri : Menganalisis Jurnal Penelitian Ilmiah Internasional dalam Metode, Strategi, Model dan Pendekatan Pembelajaran IPA SD tentang “ Contextual Teaching and Learning of Science in Elementary Schools” diajukan untuk memenuhi salah satu tugas mata kuliah Pendidikan IPA SD Abstrak Contextual Teaching and Learning (CTL) mengintegrasikan penyelidikan, masalah dan pembelajaran berbasis proyek, pembelajaran kooperatif, dan penilaian otentik. Studi kasus dilakukan pada 21 guru yang menggunakan CTL untuk mengajar sains di sekolah dasar untuk beragam kelompok anak-anak. Temuan menunjukkan bahwa kondisi yang mendorong penerapan strategi CTL adalah interaksi kolaboratif dengan siswa, tingkat aktivitas yang tinggi dalam pelajaran, hubungan dengan konteks dunia nyata, dan integrasi konten sains dengan konten dan bidang keterampilan lainnya. Selanjutnya, strategi CTL yang terbaik dilaksanakan ketika guru menggunakannya bersama dengan teknik manajemen kelas yang baik. Kata kunci : Pendidikan Anak Usia Dini Pendidikan Guru SD Layanan Pendidikan Khusus Bidang Keterampilan Penilaian Otentik 2 Kajian Judul Jurnal Deskripsi Contextual Teaching and Learning of Science in Elementary Schools Masalah Utama Pengajaran dan Pembelajran kontektual mengintegrasikan penyelidikan, masalah dan pembelajaran berbasis proyek, pembelajaran kooperatif, dan penilaian otentik Pertanyaan Penelitian Kajian Pustaka Apakah pengajaran dan pembelajraan kontektual dapat mengatasi hambatan pengimplementasian saat mengajarkan ilmu pengetahuan terhadap anak-anak dari beragam latar belakang? Strategi Pengajaran dan Pembelajaran Kontekstual (CTL), Pendekatan CTL , Mempelajari pembelajaran, Pembelajaran berbasis masalah, Pembelajaran kooperatif Pembelajaran berbasis proyek, dan Penilaian autentik . Metode Dalam penelitian ini terdapat tiga sd sebegai objek kasus yaitu, Penelitian Wilson Elementary School kelas 1, Baker Elementary School kelas 2 dan Sekolah Dasar Taft, Kelas 4. Metode studi kasus digunakan di sini untuk menyediakan informasi tentang keadaan yang memfasilitasi dan menghambat pelaksanaan. Metode sample adalah metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu, 21 guru sebagai subjek penerapan pembelajaran kontesktual yang terdiri dari 20 guru wanita dan satu guru pria. Empat dari wanita itu adalah orang Amerika Afrika, dan satu lagi Hispanik / Latin; itu guru lainnya adalah Anglo American. Mereka berusia antara 22 hingga 48 tahun (M = 32,1 tahun; SD = 6,7) dan dalam pengalaman mengajar dari satu tahun hingga 27 tahun (M = 8,3; SD = 5,2). Semua guru memiliki gelar sarjana; di samping itu, empat punya gelar master dan satu memiliki gelar doktor. Semua guru yang berpartisipasi diterima kredit pengembangan profesional yang diperlukan untuk mempertahankan sertifikasi guru negara. Serta terdapat tiga sekolah sebagai objek penerapan pembelajaran kontekstual yaitu, Wilson Elementary School kelas 1, Baker 3 Elementary School kelas 2 dan Sekolah Dasar Taft, Kelas 4. Teknik sample yang digunakan adalah teknik random sampleling Metode pembelajaran kontekstual (teknik instruksi kelompok KWL Dengan menggunakan teknik KWL, para siswa berbagi apa mereka tahu (K), apa yang mereka inginkan (W) ketahui, dan di akhir pelajaran, mereka Ekspresikan apa yang telah mereka pelajari (L) untuk menimbulakan berbagai pertanyaan dari siswa, metode proyek, metode demonstrasi, metode tanya jawab serta penilaian menggunakan portofolio. Hasil Penelitian Semua 21 guru menggunakan strategi terpadu CTL di kelas mereka, dengan kebanyakan menggunakan strategi dengan baik dan sering, sebagaimana dioperasionalkan oleh penilaian analitik rubrik (Doran, Chan, & Tamir, 1998). Rubrik, berdasarkan CTL terintegrasi strategi dan kondisi yang lebih menekankan Pendidikan Sains Nasional Standar (NRC, 1996, hal. 52), disajikan pada Tabel 2. Pada bagian berikut, untuk ekonomi presentasi, kami menjelaskan secara rinci pelajaran dari tiga guru — Ms. Anderson, Ms. Morton, dan Ms. Roberts — yang mewakili mayoritas. Kesimpulan Sebagai kesimpulan, studi kasus guru yang dilaporkan di sini menunjukkan bahwa angka kondisi mendorong penerapan strategi CTL ketika mengajar sains di sekolah dasar. Kondisi ini termasuk interaksi kolaboratif dengan siswa, tingkat aktivitas yang tinggi dalam pelajaran, koneksi ke dunia nyata konteks, dan integrasi konten sains dengan konten dan bidang keterampilan lainnya. Selanjutnya, strategi CTL yang terbaik dilaksanakan ketika guru menggunakannya dalam hubungannya dengan teknik manajemen kelas yang baik. Secara bersama-sama, the Temuan dari studi kasus ini mendukung pandangan bahwa implementasi CTL strategi 4 dapat membantu guru sekolah dasar menghadapi tantangan yang dihadapi mereka saat mengajarkan ilmu kepada anakanak. Daftar Pustaka Shwan, dkk. 2004. Contextual Teaching and Learning of Science in Elementary Schools. Diakses melalui URL: https://www.example.edu/paper.pdf. pada tanggal 24 April 2018, pukul 21:54 wib

Judul: Jurnal 2 Ratnna

Oleh: Ratnawati 31


Ikuti kami