Jurnal Perkuliahan Sosiologi Antropologi

Oleh Dinda Karunia Lestari

267,6 KB 5 tayangan 0 unduhan
 


Bagikan artikel

Transkrip Jurnal Perkuliahan Sosiologi Antropologi

JURNAL HASIL PERKULIAHAN SOSIOLOGI ANTROPOLOGI GIZI NAMA : DINDA KARUNIA LESTARI NPM : P21331119022 DOSEN PENGAMPU : ADILITA PRAMANTI ANGGA PRASETYO ADI SARJANA TERAPAN GIZI DAN DIETETIKA GIZI POLITEKNIK KESEHATAN KEMENTERIAN KESEHATAN JAKARTA 2 JAKARTA 2020 PERTEMUAN I SOSIOLOGI ANTROPOLOGI GIZI Perbedaan Antropologi & Sosiologi Antropologi adalah konsumsi masyarakat dengan melihat budaya yang terkandung di dalamnya. Antropologi adalah ilmu yang mempelajari kehidupan manusia di bidang sosial, fisik, dan budaya. Contoh : Orang Jawa suka makan makanan yang manis dan orang Padang suka makan makanan yang pedas. Sosiologi adalah konsumsi masyarakat yang dipengaruhi oleh interaksi dan modernisasi antara individu dengan individu, kelompok dengan kelompok, maupun individu dengan kelompok. Sosiologi adalah ilmu yang memelajari kehidupan sosial di masyarakat. Contoh : Minuman boba di Jakarta. Kenapa Harus Mempelajari Sosiologi & Antropologi Gizi? Karena masih rendahnya nilai gizi masyarakat di daerah-daerah karena tingginya tingkat kemiskinan. Kondisi tersebut sangat dipengaruhi oleh banyak faktor, seperti faktor ekonomi, sosial budaya, kebiasaan dan kesukaan. Kondisi kesehatan termasuk juga pendidikan atau pengetahuan. 1. Kaitan antara antropologi dengan gizi masyarakat Jawab : Kebudayaan bahwa dengan makan nasuh saja sudah memenuhi kebutuhan 2. Apa saja hal yang mempengaruhi gizi masyarakat Jawab : Faktor lingkungan, ekonomi, pendidikan dan pengetahuan 3. Pentingnya antropologi dalam mempelajari gizi masyarakat Jawab : contohnya : orang Surabaya kalau makan harus dengan petis, sedangkan orang Jawa kalau makan harus dengan kecap 4. Kebudayaan konsumsi yang mempengaruhi gizi masyarakat Jawab : Perbedaan orang di kota dan desa dipengaruhi kerja, ekonomi, dan transportasi  Orang kota di Jerman kalau makan tidak bisa menunggu lama sehingga kalau makan roti & kopi sambil jalan.  Orang Perancis sering sarapan di Coffee Shop  Orang desa tidak perlu cepat-cepat/ketepatan jadi jarang ada yang fast food  Orang kota, modernisasi membutuhkan kecepatan dan ketetapan Tokoh Sosiologi dan Antropologi   Sosiologi : 1. August Comte 2. Emile Durkhem 3. Karl Max 4. Max Webber Antropologi 1. Claude Levi-Strauss 2. Ralph Linton : 3. Ruth Benedict 4. Koentjaraningrat Antropologi & Gizi:    Antropologi adalah salah satu cabang ilmu pengetahuan sosial yang mempelajari tentang budaya nasional suatu etnis tertentu. Gizi adalah elemen yang terdapat dalam makanan dan dapat dimanfaatkan secara langsung oleh tubuh seperti halnya karbohidrat, protein, lemak, vitamin, mineral dan air. Antropologi & sosiologi gizi adalah ilmu yang mempelajari pola makan yang dipengaruhi kebudayaan dan lingkungan, interaksi di dalam masyarakat. Pola makan masyarakat mempengaruhi nilai gizi suatu masyarakat. Sosiologi dan Antropologi Gizi Masyarakat Antropologi Gizi Masyarakat merupakan suatu kajian yang multidisiplin di dalam scientific. Antropologi Gizi Masyarakat merupakan suatu ilmu yang mengabungkan antara Antropologi dan Gizi. Sehingga menjadikan ilmu tersebut sebagai sistem yang efektif dalam menyelesaikan masalah gizi yang terjadi pada masyarakat saat ini. Fungsinya adalah mempelajari sedalam-dalamnya kebudayaan, etnik dan apa saja pengaruhnya, sehingga bila di bawa kedalam masalah gizi masyarakat sangat luas pengaruhnya dan kita bisa mengetahui apa pengaruh dari budaya dan struktur masyarakat terhadap gizi masyarakat itu sendiri. Faktor-Fakor Yang Mempengaruhi Status Gizi Masyarakat Perkotaan dan Pedesaan Sebagaimana dikemukakan oleh seorang ahli kesehatan masyarakat HL. Blum, yaitu : lingkungan, perilaku, pelayanan kesehatan dan herediter (keturunan ). Tiga faktor yang pertama, yaitu lingkungan yang mempengaruhi pola hidup sehat bagaimana antara masyarakat kota dan desa bisa hidup bersih, perilaku menjadi dasar penentu bagaimana masyarakat bisa terjauh dari penyakit agar mampu melakukan hidup sehat dan bersih dan pelayanan kesehatan adalah yang dominan.yang mempengaruhi kesehatan masyarakat yang bisa memberikan informasi tentang kesehatan. PERTEMUAN II KEBUDAYAAN DAN SISTEM KEBUDAYAAN INDONESIA Pengertian kebudayaan Kebudayaan adalah segala sesuatu yang terdapat dalam masyarakat ditentukan dan diwariskan dalam bentuk simbolik sehingga dengan cara ini manusia mampu berkomunikasi melestarikan, dan mengembangkan pengetahuan serta sikapnya terhadap kehidupan. Tujuannya adalah untuk beradaptasi dengan lingkungan kita ketika berinteraksi. Kebudayaan perulangan-perulangan yang muncul di dalam kehidupan manusia melalui struktur-struktur dalam masyarakat Pengertian Kebudayaan menurut para ahli   Kontjaraningrat Kebudayaan merupakan keseluruhan dan hasil yang harus didapatkan dalam belajar, rasa dan akal budi manusia, semua itu tersusun dalam kebiasaan masyarakat Selo Soemarjan Kebudayaan merupakan hasil karya cipta dan rasa masyarakat. Unsur-unsur kebudayaan 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. Sistem bahasa Sistem pengetahuan Sistem kekerabatan Sistem peralatan hidup Sistem ekonomi Sistem religi Sistem kesenian Sistem Bahasa Bahasa atau sistem perlembagaan manusia secara lisan maupun tertulis untuk berkomunikasi, ciri-ciri terpenting dari bahasa oleh suku bangsa yang bersangkutan beserta variasi dari bahasa itu. Sistem Pengetahuan Sistem pengetahuan dalam kultural universal berkaitan dengan sistem peralatan hidup dan teknologi karena sistem pengetahuan bersifat abstrak dan berwujud di dalam ide manusia. Sistem Kekerabatan Unsur budaya yang membentuk manusia menjadi masyarakat melalui berbagai kelompok sosial, kelompok masyarakat kehidupan di atur olwh adat istiadat dan aturanaturan mengenai berbagai macam kesatuan di dalam lingkungan. Sistem Peralatan Manusia selalu berusaha untuk mempertahankan hidupnya sehingga mereka akan selalu membuat peralatan atau benda tersebut. Sistem Ekonomi Cara mata pencaharian suatu kelompok masyarakat atau sitem perekonomian mereka untuk mencukupi kebutuhan hidupnya. sistem ekonomi pada masyarakat tradisional, antara lain :      Berburu dan meramu Bertenak Bercocok tanam di ladang Menangkap ikan Bercocok tanam menetap dengan sistem irigasi Sistem Religi Pengertian sistem kepercayaan lebih luas dari agama dan kepercayaan terhadap Tuhan YME. Sistem kepercayaan berkaitan dengan kekuatan di luar diri manusia. Kepercayaan terhadap dewa-dewa, animism, dinamisme, dan kepercayaan terhadap Tuhan YME adalah bukti unsur religi dalam kebudayaan. Dalam setiap kebudayaan akan ditemukan unsur ini walaupun dalam bentuk yang berbeda. Sistem Kesenian Kesenian berkaitan erat dengan rasa keindahan (estetika) yang dimiliki oleh setiap manusia dan masyarakat. Rasa keindahan inilah yang melahirkan berbagai bentuk seni yang berbeda-beda antara kebudayaan yang satu dan kebudayaan yang lain. Sistem Budaya Indonesia Sebagai totalitas nilai, tata sosial, dan tata laku masyarakat Indonesia. Fungsi : • • • Dalam keluarga Dalam masyarakat Dalam berbangsa dan bernegara Sistem Sosial Budaya Indonesia diperlukan untuk memahami kondisi sosial Indonesia. Mengapa demikian? Karena sistem sosial dan budaya masyarakat Indonesia sangat heterogen secara vertikal maupun horizontal. Indonesia merupakan negara yang memiliki susunan masyarakat dengan ciri plularitas yang tinggi. Akibat Heterogenitas Masyarakat Indonesia yaitu masyarakat menjadi rawan konflik. Terkait dengan Indonesia sebagai suatu state yang terintegrasi, memunculkan 2 pertanyaan ini : Faktor-faktor latent apakah yang sesungguhnya telah menyebabkan terjadinya konflik • Faktor-faktor apakah yang mengintegrasikan masyarakat Indonesia yang memiliki kondisi potensial konflik? Jawaban dari kedua pertanyaan tersebut adalah harus mengetahui dan memahami sistem sosial Indonesia. Sistem yaitu konsep yang menjelaskan, diantaranya mengenai : a. Suatu kompleksitas dari saling ketergantungan antar bagian-bagian, komponenkomponen, dan proses-proses yang melingkupi aturan-aturan tata hubungan yang dapat dikenali. b. Suatu tipe serupa dari saling ketergantungan antar kompleksitas dengan lingkungan sekitarnya. Pluralitas masyarakat Indonesia disebabkan oleh : 1. Keadaan geografis 2. Letak indonesia antara Samudra indonesia dan Samudra pasifik (pusat lalu lintas perdagangan dan persebaran agama) Iklim yang berbeda (berakibat plural secara regional) 3. Curah hujan dan kesuburan tanah yang berbeda (pluralitas, lingkungan ekologis) a. Wetrice cultivation (pertaniah sawah di Jawa dan Bali) b. Shifting cultivation (pertanian lading di luar Jawa. Untuk memahami Sistem Sosial dan Budaya Indonesia diperlukan penguasaan teori, karena Fungsi teori adalah memberi makna terhadap realitas sosial. PERTEMUAN III TEORI STRUKTURAL FUNGSIONAL DAN KONFLIK Teori Struktural Fungsional Teori Struktural Fungsional adalah sebuah teori yang berisi sudut pandang yang menafsirkan masyarakat sebagai sebuah struktur dengan bagian-bagian saling berkaitan. Konflik adalah kritik kepada struktural fungsional. Menurut Durkhem mengemukakan bahwa fakta sosial adalah perilaku manusia berdasarkan paksaan. Sistem atau sebuah tatanan dimasyarakat yang saling berhubungan dan bekerja untuk menciptakan dan mendukung tatanan,keseimbangan dinamis,dan stabilitas sosial. Salah satu teori menurut Tallcott Parson, menyatakan bahwa sistem atau tatanan dalam masyarakat sebagai sebuah keseluruhan sistem yang saling berhubungan dan bekerja untuk menciptakan dan mendukung tatanan, keseimbangan dinamis, dan stabilitas social. 1. Adaptasi : mampu adaptasi secara internal dan eksternal 2. Goal achievement : memiliki tujuan 3. Integrasi : mampu berintegrasi dengan diri sendiri dan orang lain 4. Latensi : pemeliharaan Fungsi tindakan Parson : a. Adaptasi : mampu menanggulangi situasi eksternal yang gawat b. Goal achievement : harus mendefinisikan dan mencapai tujuan yang sama c. Integrasi : mampu mengatur hubungan antarbagian yang menjadi komponennya d. Latensi : harus melengkapi, memelihara, dan memperbaiki motivasi individual maupun pola kultural. Fungsionalist Robert K Merton : Masyarakat merupakan sebuah sistem sosial yang terdiri atas bagian atau elemen saling berkaitan dan saling menyatu dalam keseimbangan. Tetapi perubahan yang terjadi pada satu bagian akan membawa perubahan pula terhadap bagian yang lain. Kenyataan yang diabaikan dalam pendekatan structural fungsional : a. Setiap struktur sosial mengandung konflik dan kontradiksi yang bersifat internal dan menjadi penyebab prubahan. b. Reaksi suatu sistem sosial terhadap perubahan yang datang dari luar (extra systemic change) tidak selalu bersifat Adjustive/tampak c. Suatu sistem social dalam waktu yang panjang dapat mengalami konflik sosial yang bersifat visious circle d. Perubahan-perubahan sosial tidak selalu terjadi secara gradual melalui penyesuaian, tetapi juga dapat terjadi secara revolusioner. Teori Konflik : 1. Perubahan sosial merupakan gejala yang melekat di setiap masyarakat 2. Konflik adalah gejala yang melekat pada setiap masyarakat 3. Setiap unsur didalam suatu masyarakat memberikan sumbangan bagi terjadinya disintegrasi dan perubahan-perubahan sosial 4. Setiap masyarakat terintegrasi diatas penguasaan atau dominasi oleh sejumlah orang atas sejumlah orang-orang yang lain Teori Konflik Dahredorf : Karena adanya assosiasi terkoordinasi secara imperative (Impetaratively Coordinated Associations / SCA) yang mewakili organisasi-organisasi yang berperan penting di dalam masyarakat. Realitas Sosial : Sistem social selalu berada dalam konflik yang terus menerus (Continual State Of Conflict). Konflik tercipta karena kepentingan yang saling bertentangan dalam struktur social. Kepentingan yang saling bertentangan merupakan refleksi dari perbedaan dalam distribusi kekuasaan antar kelompok yang mendominasi dan terdominasi. Kepentingan cenderung mempolarisasi kedalam dua kelompok kepentingan. Konflik bersifat dialektika (suatu konflik menciptakan suatu kepentingan yang baru, yang dibawah kondisi tertentu akan menurunkan konflik yang berikutnya), perubahan social adalah ciri atau karakter yang selalu berada dimana pun (ubiquitous feature) dalam setiap sistem social dan akibat dari konflik. a. Kelompok semu b. Kelompok kepentingan c. Kelompok konflik Tokoh-Tokoh : 1. Auguste Comte 2. Herbert Spencer 3. Emile Durkheim 4. Branislaw Malinowski 5. Redcilffe Brown 6. Talcot Parson PERTEMUAN IV BENTUK PENGENDALIAN KONFLIK DAN POLA PANGAN HARAPAN SEBAGAI PENGGANTI Bentuk Pengendalian Konflik 1. Konsiliasi (conciliation) Terwujud melalui Lembaga-lembaga tertentu yang memungkinkan tumbuhnya pola diskusi dan pengambilan keputusan diantara pihak-pihak yang berkonflik (dilakukan dengan damai) Lembaga-lembaga berfungsi efektif jika :  Bersifat otonom dengan wewenang untuk mengambil keputusan tanpa campur tangan pihak lain  Kedudukan Lembaga tersebut dalam masyarakat bersifat Monopolistis (hanya lembaga tersebut yang berfungsi demikian)  Peran lembaga harus mampu mengikat kelompok kepentingan yang berlawanan termasuk keputusan-keputusan yang dihasilkan. Prasyarat Kelompok Kepentingan untuk Konsiliasi :  Masing-masing kelompok sadar sedang berkonflik  Kelompok yang berkonflik terorganisir secara jelas  Setiap kelompok yang berkonflik harus patuh pada “Rule of the Games” 2. Mediasi (mediatation) Pihak yang berkonflik sepakat menunjuk pihak ketiga untuk memberi “nasehatnasehat” penyelesaian konflik. Tujuannya agar mengurangi irasional kelompok yang berkonflik. 3. Perwasitan (arbitration) Dilakukan atau terjadi jika pihak yang bersengketa bersepakat untuk menerima hairnya pihak ketiga yang akan memberikan “keputusan-keputusa” tertentu untuk mengurangi konflik Jika pengendalian konflik efektif maka : “Konflik akan menjadi kekuatan pendorong terjadinya perubahan-perubahan social yang terus berlanjut.” Pola Pangan Harapan Sebagai Pengganti Ketergantungan Pada Beras Pangan merupakan hal yang sangat penting dan strategis bagi keberlangsungan hidup umat manusia. Kebutuhan manusia akan pangan ialah hal yang sangat mendasar, sebab konsumsi pangan adalah salah satu syarat utama penunjang kehidupan. Kini pangan ditetapkan sebagai bagian dari hak asasi manusia yang penyelenggaraannya wajib dijamin oleh negara. Penyelenggaraan urusan pangan di Indonesia diatur melalui Undang-Undang Pangan Nomor 18 Tahun 2012 pengganti Undang-Undang Pangan Nomor 7 Tahun 1996. Dalam Undang-Undang Pangan ini ditekankan pemenuhan kebutuhan pangan di tingkat perorangan, dengan memanfaatkan potensi sumber daya alam, manusia, sosial, ekonomi dan kearifan lokal secara bermanfaat. Penganekaragaman pangan menjadi salah satu pilar utama dalam mewujudkan ketahanan pangan menuju kemandirian dan kedaulatan pangan. Dari segi fisiologis juga dikatakan, bahwa untuk dapat hidup sehat, aktif, dan produktif manusia memerlukan lebih dari 40 jenis zat gizi yang terdapat pada berbagai jenis makanan, sebab tidak ada satupun jenis pangan yang lengkap zat gizinya selain air susu ibu (ASI). Konsep Pola Pangan Harapan (PPH) Pola Pangan Harapan (PPH) adalah susunan beragam pangan atau kelompok pangan yang didasarkan atas sumbangan energinya, baik secara absolut maupun relatif terhadap total energi baik dalam hal ketersediaan maupun konsumsi pangan, yang mampu mencukupi kebutuhan dengan mempertimbangkan aspekaspek sosial, ekonomi, budaya, agama, cita rasa. PPH mencerminkan susunan konsumsi pangan anjuran untuk hidup sehat, aktif dan produktif. Dengan pendekatan PPH dapat dinilai mutu pangan berdasarkan skor pangan dari 9 bahan pangan. Ketersediaan pangan sepanjang waktu, dalam jumlah yang cukup dan hanya terjangkau sangat menentukan tingkat konsumsi pangan di tingkat rumah tangga. Selanjutnya pola konsumsi pangan rumah tangga akan berpengaruh pada komposisi konsumsi pangan (Depkes RI , 2010). Pola pangan masyarakat yang mengacu pada Pola Pangan Harapan dijadikan sebagai tolok ukur keberhasilan pelaksanaan program diversifikasi pangan. Program diversifikasi bukan bertujuan untuk mengganti bahan pangan pokok beras dengan sumber karbohidrat lain, tetapi untuk mendorong peningkatan sumber zat gizi yang cukup kualitas dan kuantitas, baik komponen gizi makro maupun gizi mikro (Widyakarya Nasional Pangan dan Gizi XI, 2010) Untuk implentasinya, telah dikeluarkan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 22 Tahun 2009 tentang Kebijakan Percepatan Penganekaragaman Konsumsi Pangan Berbasis Sumber Daya Lokal. Menjadi acuan bagi Pemerintah dan Pemerintah Daerah dalam melakukan perencanaan, penyelenggaraan, evaluasi, dan pengendalian kegiatan percepatan penganekaragaman konsumsi pangan berbasis sumber daya lokal. Di tingkat provinsi, kebijakan tersebut telah ditindaklanjuti melalui surat edaran atau Peraturan Gubernur (Pergub), dan di tingkat kabupaten/kota ditindaklanjuti dengan surat edaran atau Peraturan Bupati/Walikota (Perbup/Perwalikota). Mengenal Kebijakan Pangan Strategis   Potensi sumber daya pangan : Pemanfaatan lahan rumah dan budidaya tanaman pangan Potensi pangan lokal : - Mengurangi ketergantungan beras Meningkatkan potensi ekonomi lokal Mengenal beragam jenis makanan khas Indonesia Pariwisata Memenuhi Gizi Masyarakat     Kuantitas pangan Kualitas pangan Mencegah stunting Penyuluhan kepada masyarakat Diversifikasi pangan Diversifikasi pangan adalah suatu proses pemanfaatan dan pengembangan suatu bahan pangan sehingga penyediaannya semakin beragam. Latar belakang pengupayaan diversifikasi pangan adalah melihat potensi negara kita yang sangat besar dalam sumber daya hayati. Indonesia memiliki berbagai macam sumber bahan pangan hayati terutama yang berbasis karbohidrat. Setiap daerah di Indonesia memiliki karateristik bahan pangan lokal yang sangat berbeda dengan daerah lainnya. Divertifikasi pangan juga merupakan solusi untuk mengatasi ketergantungan masyarakat di Indonesia terhadap satu jenis bahan pangan yakni beras. Tujuan diversifikasi pangan rumah tangga yaitu untuk penganekaragaman dan pemenuhan gizi pada rumah tangga dari pangan pokok dan semua pangan lain. Keuntungan kebijakan diversifikasi pangan pada rumah tangga :    Dalam lingkup nasional pengurangan konsumsi beras memberikan dampak positif Konsumsi pangan akan merubah alokasi sumberdaya ke arah efisien Nutrisi untuk mewujudkan PPH Peran akademisi dalam kebijakan pangan    Melakukan penyuluhan Mewujudkan Tridarma Perguruan Tinggi Transformasi budaya dan nilai Model perilaku konsumsi pangan dan anak Yaitu analysis of children’s of food consumption behavior model atau model lund and Burk (Sianjur, 1982) Sianjur 1982 : 3 Tipe kebutuhan berkaitan dengan dorongan dasar (Motivasi)    Kebutuhan biogenik Kebutuhan psikogenik Kebutuhan sosiogenik Sedangkan menurut Wenkam Model 1969, Yang mempengaruhi struktur ekonomi (Habit konsumen) diantaranya : Fisik :     Produksi pangan Ketersediaan pangan Sumber daya makanan Jumlah pangan Sosial Budaya :     Etika Adat Kebudayaan Norma Kedua hal tersebut mempengaruhi struktur ekonomi (Habitat Konsumen) Teori Terbentuknya Pola Makan     Children’s Food Consumption Behavior Model : Lund & Burk (1969) Teori Kode dimensi ganda (Multi-dimensional code theory) Model Wenkam (1969) Hartog (1995) Lewin’s Motivational (Chanel Theory = Teori Alur Teori Saluran) 1. Semua pangan yang dikonsumsi bergerak selangkah demi selangkah melalu alur, yang sifat dan jumlahnya bervariasi antar budaya. 2. Terdapat pangan kekuatan yang menggerakkan pangan dalam alur, dan ada juga kekuatan yang dapat mendorong dan menghadang adalah rasa nolai sosial, manfaat bagi kesehatan. PERTEMUAN V ANALISIS JURNAL D4-A KELOMPOK 1 ( PENGETAHUAN LOKAL IBU TENTANG PENTINGNYA GIZI DAN SARAPAN PAGI BAGI ANAK ) Pengetahuan seorang ibu dibutuhkan dalam perawatan anaknya, dalam hal pemberian dan penyediaan makanannya, sehingga seorang anak tidak menderita kekurangan gizi. Kekurangan gizi juga dapat disebabkan karena pemilihan bahan makanan yang tidak benar. Pemilihan makanan ini dipengaruhi oleh tingkat pengetahuan ibu tentang bahan makanan. Ketidaktahuan dapat menyebabkan kesalahan pemilihan dan pengolahan makanan, meskipun bahan makanan tersedia. Pengetahuan gizi ibu bertujuan untuk meningkatkan penggunaan sumber daya makanan yang tersedia. Dari hasil tersebut dapat diasumsikan bahwa tingkat kecuckupan energi dan zat gizi pada anak relatif tinggi bila pendidikan ibu tinggi. Tingkat pengetahuan gizi yang tinggi dapat membentuk sikap yang positif terhadap pola sarapan pagi. Pada akhirnya pengetahuan akan mendorong seseorang untuk menyediakan makanan seharihari dalam jumlah dan kualitas gizi sesuai dengan kebutuhan. Sarapan pagi anak dipengaruhi oleh pengasuhnya dalam hal ini adalah ibu. Sarapan pagi bukan hanya penting untuk menunjang kebutuhan fisik, tapi juga mempengaruhi pencapaian prestasi belajar anak. Daya pikir dan daya mengingatnya menjadi lebih rendah. KELOMPOK 5 ( POLA MAKAN MIE INSTAN ) Pola makan mi instan, pada mahasiswa kos, meningkat sejalan aspek positif mi instan, yaitu mudah, cepat, murah, praktis, sehingga tidak mengganggu aktivitasnya. Beberapa mahasiswa mengemukakan kebiasaan itu sudah terjadi ketika masih ikut orang tua, dan ketika kos kebiasaan itu masih dilakukan. Hal ini berkaitan selera atau pilihan pribadinya. Kebiasaan makan terbukti merupakan yang paling menentang perubahan di antara semua kebiasaan. Kesukaan pribadi merupakan kenyataan lain yang juga membatasi keragaman makanan yang dikonsumsi. Data hasil wawancara pada maha-siswa antropologi, didapat variasi pola makan mi instan berdasarkan waktu dan kua-litas. Ada 6 variasi pola makan mi in-stan menurut waktu, yaitu: (1) pagi, (2) siang, (3) malam, (4) pagi dan siang, (5) pagi dan malam, dan (6) pagi, siang dan malam. Di samping itu juga terdapat 3 variasi poa makan mi instan menurut kualitas makanan, yaitu: (A) mi instan saja, (B) mi in-stan, nasi, dan/atau lauk, dan (C) mi instan dan lauk. Lauk di sini bisa berupa sayur, daging, dan/atau telur. Dalam konteks sosial-budaya, makanan adalah produk budaya yang dapat didistribusikan pada berbagai masyarakat. Makanan sebagai sistem budaya merupakan kegiatan ekspresif, yang berkaitan dengan aspek sosial, peranan simbolik, ekonomi, agama, kepercayaan, serta sanksi. KELOMPOK 7 (HUBUNGAN SARAPAN DAN SOSIAL BUDAYA DENGAN STATUS GIZI ANAK SD ) Sarapan pagi sebaiknya menyumbangkan energi 25 persen dari kebutuhan gizi harian sebagai pemenuhan gizi seimbang serta dapat mempengaruhi daya pikir dan aktivitas anak dalam masa petumbuhan. Sarapan pagi anak sekolah sangatlah penting karena dapat meningkatkan konsentrasi belajar dan stamina. Sarapan pagi juga untuk mencegah hipoglikemia, menstabilkan kadar glukosa darah dan mencegah dehidrasi setelah berpuasa sepanjang malam. Hubungan sosial budaya gizi dalam pilihan makanan tergantung pada norma budaya setempat. Menghidangkan makanan tergantung pada pola makan keluarga yang berasal dari kelompok etnis dan keagamaan yang sama dan menempati posisi sosial ekonomi yang sama. Kebiasaan makan juga berhubungan dengan jaringan sosial anggota kelompok. Kebiasaan menghidangkan makan dipengaruhi oleh pendidikan formal orang yang menyiapkan makanan. PERTEMUAN VI ANALISIS JURNAL D4-B KELOMPOK 3 (KAJIAN MAKANAN DALAM PERSPEKTIF ANTROPOLOGI) Didalam jurnal ini membahas tentang kebiasaan makan sebagai suatu bentuk tingkah laku berpola yang sangat terkait dengan kebudayaan, yang mencakup juga kepercayan dan pantangan makanan yang berkembang dalam sekelompok masyarakat. Dengan adanya kebudayaan yang berkembang dalam suatu kelompok masyarakat, hal itulah yang membedakan dengan kelompok masyarakat lainnya. Adanya makanan sangat berkaitan erat dengan sebuah kebudayaan yang ada pada suatu kelompok mayarakat, karena hal itulah yang akan meninmbulkan banyak kepercayaan yang dianut sehingga menimbulkan banyak pantangan pada suatu makanan yang juga akan berdampak pada gizi mereka. KELOMPOK 6 (DIMENSI ETIS TERHADAP BUDAYA MAKAN DAN DAMPAKNYA PADA MASYARAKAT) Memakan makanan yang diizinkan berani patuh dan taat pada norma budaya yang ada, tetapi sekaligus membawa “ keselamatan “ bagi dirinya agar tidak melakukan pelanggaran. Makanan dikategorikan menjadi makanan yang boleh dimakan dan tidak boleh dimakan. Makanan yang boleh dan tidak boleh dimakan belum tentu memiliki nilai gizi yang memadai. Oleh karena itu, kategori makanan menjadi pemicu akan munculnya berbagai hal seperti perilaku makan, perubahan gaya hidup, persepsi masyarakat, nilai keagamaan dan ekspesi simbolik. KELOMPOK 7 (HUBUNGAN SARAPAN DAN SOSIAL BUDAYA DENGAN STATUS GIZI ANAK SD PULAU SEMAU KABUPATEN KUPANG) Pola makan seseorang berkaitan dengan kebiasaan makannya. Sekitar 80 % tidak memiliki pantangan makanan, dan 20 % sisanya memliki pantangan. Penyebab adanya pantangan makanan dikarenakan kesehatan seseorang seperti: gatal gatal, sakit perut, sakit kepala, muntah dan batuk. Adanya faktor sosial budaya dengan status gizi ditandai dengan pandangan terhadap suatu makanan yang sudah berinteraksi selama bertahun-tahun dan turun-menurun. Hasil analisis bivariat sebanyak 35% siswa SD yang tidak memiliki pantanggan tetapi memliki status gizi kurus, karena pantangan makanan bukan merupakan faktor penyebab status gizi kurus. Rendahnya tingkat konsumsi makanan anak SD pulau Semau adalah penyebab status gizi kurus. Indonesia memiliki beraneka ragam suku dan budaya, sehingga indonesia mempunyai ragam makanan yang sangat beragam, dimulai dari cara mengolah, menyajikannya, dan mempunyai ciri khas masing-masing di tiap daerah. PERTEMUAN VII TEKNOLOGI PANGAN DAN MASYARAKAT KONSUMSI Awal Mula Teknologi Pangan Sejarah teknologi pangan dimulai ketika Nicolas Appert mengalengkan bahan pangan, sebuah proses yang masih terus berlangsung hingga saat ini. Namun ketika itu, Nicolas Appert mengaplikasikannya tidak berdasarkan ilmu pengetahuan terkait pangan. Teknologi pangan berdasarkan ilmu pengetahuan dimulai oleh Louis Pasteur ketika mencoba untuk mencegah kerusakan akibat mikroba pada fasilitas fermentasi anggur setelah melakukan penelitian terhadap anggur yang terinfeksi. Pasteur juga menemukan proses yang disebut pasteurisasi, yaitu pemanasan susu dan produk susu untuk membunuh mikroba yang ada di dalamnya dengan perubahan sifat dari susu yang minimal. Manfaat Teknologi Pangan • • • • Ketersediaan pangan Alam menghasilkan bahan pangan Kebutuhan manusia akan pangan adalah rutin. Teknik pengawetan juga memungkinkan untuk mendistribusikan bahan pangan secara merata ke seluruh penjuru dunia Bagaimana Olahan Hasil Teknologi Pangan Bisa Dinikmati? Prasarana Ekonomi Dan Komunikasi Transportasi sangat penting peranannya bagi daerah baik itu perdesaan atau daerah urban di negara-negara yang sedang berkembang, karena menyediakan akses bagi masyarakat untuk memenuhi kebutuhan barang dan jasa sehari-hari, serta meningkatkan kehidupan sosial ekonomi. Infrastruktur fisik terutama jaringan jalan sebagai pembentuk struktur ruang nasional memiliki keterkaitan yang sangat kuat dengan pertumbuhan ekonomi suatu wilayah maupun sosial budaya kehidupan masyarakat. Dalam konteks ekonomi, jalan sebagai modal sosial masyarakat merupakan tempat bertumpu perkembangan ekonomi, sehingga pertumbuhan ekonomi yang tinggi sulit dicapai tanpa ketersediaan jalan yang memadai. Pengolahan Hasil Pertanian • • • • Memperpanjang waktu dan jumlah persediaan Memudahkan penyimpanan dan distribusi Meningkatkan nilai tambah ekonomis dan nilai tambah sosial Meningkatkan nilai gizi Penyimpanan Pasca Panen • • • Mencegah susut bobot Memperlambat perubahan kimiawi yang tidak diinginkan Meningkatkan nilai ekonomii Masyarakat Konsumsi Masyarakat yang mengkonsumsi bukan hanya barang , namun juga jasa dan jasa yang saling berhubungan dengan manusia. Masyarakat Konsumsi adalah masyarakat yang mengkonsumsi bukan hanya barang , namun, juga jasa dan jasa yang saling berhubungan dengan manusia. Pola konsumsi masyarakat individu yang mengkonsumsi jasa bukan untuk kebutuhan, melainkan eksistensi. Didalam eksistensi tersebut terdapat statifikasi social. Masyarakat yang mengubah nilai guna paten menjadi nilai eksistensi. Seperti contohnya, seseorang hanya minum di kedai kopi yang mahal bukan untuk memenuhi kebutuhannya akan haus, tetapi hanya ingin memenuhi kebutuhan eksistensi yang bisa menaikkan status social orang tersebut. Dengan meminum kopi yang mahal, ia berharap pandangan dirinya di mata orang lain itu meningkat. Ciri-Ciri Masyarakat Konsumsi • • Tidak pernah mengkonsumsi objek itu sendiri dalam nilai gunanya Objek selalau dimanipulasi sebagai tanda yang memebedakan status antara dengan individu Terbentuknya Gaya Hidup Pada Masyarakat Konsumsi • • • Pertumbuhan pusat-pusat perbelanjaan serta kompleks-kompleks rekreasi dan gaya hidup rekreatif, mulai dari kafe-kafe ‘bergaya’ tertentu hingga bangunan-bangunan Disneyworld. Peningkatan berbagai bentuk kegiatan Belanja, mulai dari pemesanan lewat pos, mal-mal hingga penjualan di atas mobil dan toko barang-barang bekas. • Peningkatan penekanan pada gaya, desain, dan penampilan barang-barang. Teknologi dan Kebiasaan Makan Kebiasaan makan didefinisikan sebagai perilaku seseorang atau sekelompok orang untuk memnuhi kebutuhan makan yang melibatkan sikap, kepercayaan, dan pilihan makanan (Irwan, 2004). Pada usia remaja, kebiasaan makan dipengaruhi oleh lingkungan, teman sebaya, kehidupan sosial, dan kegiatan yang dilakukannya di luar rumah (soekantri 2006) Kebiasaan makan adalah tingkah laku manusia dalam memenuhi kebutuhan makan yang meliputi sikap, kepercayaan, dan pemilihan makanan, bukan merupakan bawaan dari lahir namun merupakan hasil pembelajaran. Faktor dalam Kebiasaan Makan     Tingkat ekonomi Pengaruh teman sebaya Suasana dalam keluarga Kemajuan insdustri makanan atau teknologi Pengaruh teknologi dalam kebisaan makan Masyarakat Digital :   Setiap aktivitas manusia akan digerakkan melalui serangkaian teknologi digital. Relasi yang terbangun di antara individu adalah relasi pertukaran digital. Masyarakat Satu Dimensi :   Suatu masyarakt yang seluruh aspek kehidupanya diarahkan kepada satu tujuan, meskipun banyak memperoleh kemudahan tetapi teralienasi. Manusia telah direpresi oleh masyrakat keseluruhan dan kekuasaan teknologi telah membuat masayrakat kehilangan kesadaran kritisnya. Perilaku Makan Perilaku makan adalah tingkah laku yang dapat diamati yang dilakukan oleh Individu dalam rangka memenuhi kebutuhan makan. Perkembangan teknologi diantaranya teknologi pengolahan dan teknologi informasi, telah mengakibatkan perubahan pola makan, terutama di negara maju dan masyarakat kota besar di negara berkembang. Mereka mulai menyadari pentingnya makanan sehat, aman, bergizi dan halal. Trend perubahan pola makan ini berpengaruh pula pada teknologi pengolahan makanan di negara berkembang. Produsen termasuk Usaha Kecil Menengah (UKM) akhirnya berlomba-lomba untuk memenuhi harapan konsumen. Pengaruh teknologi terhadap perilaku makan    Perdangan makanan global (global trade) Akses listrik dan alat elektronik Teknologi pengolahan pangan  Modernisasi dan globalisasi PERTEMUAN IX INOVASI SOSIAL Inovasi adalah sebuah ide atau gagasan baru yang harus di rasakan oleh semua masyarakat Inovasi dikatakan sebuah ide atau metode atau produk yang kemudian dirasakan oleh masyarakat yang baru konsep perubahan social itu terjadi di tengah-tengah kehidupan kita sehari-hari. yang dominan itu adanya proses pembaharuan. Inovasi berkembang di era pembangunan, dengan merubah hal – hal lama pada perilaku masyarakat dari yang tidak bisa atau tidak mengetahui cara menggunakkan hp atau media sosial menjadi bisa menggunakan hp atau media sosial yang bertujuan untuk memperbaiki mutu hidup, yang dilihat dari beberapa aspek ekonomi, budaya, ideology. Inovasi merupakan suatu proses dari tidak pembaharuan menjadi pembaharuan. Inovasi berhubungan dengan adanya pembaharuan kebudayaan, teknologi, dan ekonomi yang dinamis. Contoh : harga masker yang menjadi mahal karena kepanikan kita. Discovery adalah penemuan terhadap sesuatu yang sebenarnya telah ada sebelumnya. Contoh : penemuan benua amerika yang sudah diketahui oleh orang sekitar, tetapi orang daerah lain tidak tahu. Invensi merupakan penemuan/temuan yang benar – benar baru ditemukan. Contoh : pembelajaran online di jurusan gizi. Inovasi bisa dapat terbentuk dari discovery dan invensi. Inovasi membutuhkan masyarakat yang siap menggunakan. Inovasi dalam sosiologi dapat dilihat dari sosial, fakta sosial. Inovasi dihubungkan antara 3 hal: adanya pembaharuan kebudayaan, teknologi, perokonomian yang menjadi dinamis dan berubah bentuk yang mampu merubah masyarakatnya. Mutu hidup ada banyak aspek yaitu ekonomi, social, budaya, ideologi. Pesan pembangunan tersebut harus mendorong yang mengakibatkan memiliki sifat pembaharuan disebut sebagai innovativness. Dilain definisi, inovasi adalah sebuah sikap, yang dimiliki oleh seseorang untuk mencapai tujuan. Ada upaya pencapaian tujuan, dilakukan dengan cara yang disepakati bersama khusunya caracara yang merusak tatanan social tidak dianggap sebagai inovasi. Jadi sesuatu yg berdampak buruk namanya bukan inovasi. Rasionalitas merupakan bagian dari ilmu sosiologi terapa, bagaimana si modal inovasi yang bisa diterapkan di perkembangan masyarakat. The sociology of innovation: sebuah fenomena. Yang menonjol dengan kegiatan inovasi adalah, ekonomi. Telah mengeksplorasi yang namanya ekonomi, perkembangan di sosiologi. Dalam inovasi terdapat langkah – langkah yang bertujuan untuk menuju inovasi tanpa adanya langkah atau cara yang jauh dari norma sekitar. Menurut Benjamin Inovasi sosial tentang bagaimana inovasi muncul karena adanya solidaritas dan kepercayaan, adanya pasar, pencipta, dan pengguna. Contoh: aplikasi gotomeeting yang marak digunakan, karena pasar yang membutuhkan hal ini untuk tetap belajar. Deforestasi yang dilakukan untuk kepentingan secara umum. Perubahan Sosial Konsep perubahan sosial terjadi ditengah kehidupan kita sehari-hari dan itu mempengaruhi kehidupan kita. Salah satunya yaitu proses pembaharuan. Inovasi juga bisa diartikan sebagai suatu proses dari hal yang dikatakan tidak pembaharuan menjadi pembaharuan. Pembaharuan tersebut dari penggunaan modal, energi, dan sumber-sumber alam lainnya. Inovasi juga tidak lepas dari fakta sosial yang penting dan tidak boleh kita abaikan, dan makhluk social itu bersifat dinamis. Seperti contohnya, fakta bahwa adanya virus Corona ini merupakan fakta yang menyakitkan, tapi kita tidak boleh mengabaikan fakta tersebut, justru fakta tersebut bisa membuat kita menjadi lebih pintar dan lebih baik. Ada 3 hal yang dikaikan dengan inovasi yaitu : a. Pembaharuan kebudayaan b. Teknologic c. Perekonomian yang menjadi dinamis dan berubah bentuk Teori fakta sosial pertama kali diperkenalkan pada abad ke-19 oleh sosiolog Perancis yang bernama Emile Durkheim. Durkheim menyatakan bahwa sosiologi harus menjadi 'ilmu dari fakta sosial' yaitu membicarakan sesuatu yang umum yang mencakup keseluruhan masyarakat dan berdiri sendiri serta terpisah dari manivestasi individu. Fakta sosial ini diartikan sebagai gejala sosial yang abstrak, misalnya hukum, struktur sosial, adat kebiasan, nilai, norma, bahasa, agama, dan tatanan kehidupan lainnya yang memiliki kekuasaan tertentu untuk memaksa bahwa kekuasaan itu terwujud dalam kehidupan masyarakat di luar kemampuan individu sehingga individu menjadi tidak tampak. Dalam buku “Rules of Sociological Method”, Durkheim menulis: "Fakta sosial adalah setiap cara bertindak, baik tetap maupun tidak, yang bisa menjadi pengaruh atau hambatan eksternal bagi seorang individu." Dan dapat diartikan bahwa fakta sosial adalah cara bertindak, berfikir, dan merasa yang ada diluar individu dan sifatnya memaksa serta terbentuk karena adanya pola di dalam masyarakat. Artinya, sejak manusia dilahirkan secara tidak langsung ia diharuskan untuk bertindak sesuai dengan lingkungan sosial dimana ia dididik dan sangat sukar baginya untuk melepaskan diri dari aturan tersebut. Fakta sosial penting dipahami dan tidak diabaikan. Contoh : fakta baru yang terlihat setelah pembelajaran online seperti tidak perlu mengeluarkan dana untuk pergi kuliah. Struktur sosial mempengaruhi perilaku yang dapat membantu kita untuk menjelaskan proses inovasi. Buku “Masyarakat Risiko Menuju Modernitas Baru” – Ulirch Beck Didalam buku itu beliau menjelaskan bagaimana proses perubahan klasik menuju modern itu banyak hal-hal yang berisiko terhadap dia. Contohnya : pada jaman dahulu banyak masyarakat yang makan makanan hewan liar, dan ketika jaman sekarang adanya dampak yang ditimbulkan ketika manusia memakan makanan hewan liar yaitu adanya virus COVID-19. Pola inovaasi sangat dipengaruhi dan didorong dari modernisasi, kapital dan pengetahuan. 1. Modernisasi, bagaimana kita bergantung ketika kita mengikuti masyarakat barat padahal kita mempunyayi budaya sendiri. 2. Kapital, Membuat kebutuhan ekologi berubah menjadi kebutuhan untuk masyarakat. 3. Pengetahuan, para ilmuan berlomba-lomba/berbondong-bondong untuk menemukan vaksin untuk Covid -19. Ketigsa elemen saling berkaitan. Inovasi tercipta kalau dalam ilmu sosiologi itu “Crisis teori of though” artinya manusia berpikir kalau terjepit/kepepet. Contohnya : bagaimana kita harus belajar online seperti sekarang sedangkan dosen lain belum mengerti cara penggunaan belajar online. Sehingga, banyak dosen belajat menggunakan aplikasi gotomeeting untuk kelancaran dalam mengajar mahasiswa. Pemetaan dari inovasi dalam perspektif sosiologi Pendekatan sosiologi menjelaskan tentang struktur sosial yang mempengaruhi proses dan produk dari sebuah aktivitas inovatif. Wawasan sosiologis kita saling mengingatkan bahwa struktur sosial itu mempengaruhi perilaku yang dapat membantu kita untuk mengetahui apa itu inovasi. Studi inovasi merupakan sebuah rutinitas sosial yang terjadi terus menerus. yang juga struktur sosial yang menyediakan cara untuk menghubungkan antara sistem sosiologis pada inovasi proses organisasi yang berkaitan dengan teknologi. Inovasi di tingkat organisiasi kemudian membentuk inovasi di tingkat rutinitas-rutinitas sosiologis dan progress-progress organisasi dan sebagainya. Jadi organisasi seperti di Poltekkes Jakarta 2 tidak terlepas keputusan-keputusan yang memiliki dari otoritas. Contohnya : ada dekan, wakil dekan, rektor dan sebagainya. Itu merupakan pemeta dari inovasi dalam sebuah perspektif sosiologi. Tipe-Tipe Inovasi Tipe-tipe inovasi di dapatkan dari studi. Jadi harus ada penelitian yang sebagaian besar inovasi itu dipengaruhi oleh perubahan-perubahan kebutuhan ekonomi. Bahwa inovasi tersebut mendorong aktivitas-aktivitas ekonomi yang mana konsep inovasi ini merupakan inovasi rekombinasi. Rekombinasi ini sudah digunakan secara luas dalam bentuk usaha-usaha masyarakat serta memberikan penjelasan kepada kita bahwa inovasi itu sebagian besar pendekatannya itu ekonomi dan juga manajemen untuk menceritakan sebuah fenomena sosial. 1. Stump Peter Inovasi terjadi karena adanya perubahan kebutuhan. Seperti contohnya pada sosiologi gizi, kita menceritakan tantang proses dan tingkatan-tingkatan pada tahapan inovasi. Inovasi itu mendorong aktivitas-aktivitas ekonomi. Dan inovasi pendekatan rekombinasi sifat terbuka itu termasuk dalam aktivitas ekonomi. 2. Givilan Penemuan-penemuan yang ada didalam masyarakat yang memiliki penemuan yang aktif. Contoh : penemuan penyebab utama dari virus Corona, yang kemudian data tersebut dipakai untuk diolah sehingga tercipta social distancing. 3. Utterback Menjelaskan bahwa pola aktivitas membuat perusahaan di masyarkat dipengaruhi oleh teknologi. Terutama yg berkaitan dengan manufaktur dan industri. Hal tsb membuka pintu ke focus yang lebih besar dari inovasi produk ke inovasi pemikiran. Teknologi berkaitan dengan bagaimana cara membuat produk tersebut. Inovasi selalu mengunci kata teknologi. 4. Raw Dalam bukunya dijelaskan tentang bagaimana sebuah Lembaga atau orang baru, seperti contohnya BPOM, dan rantai toko itu kemudian menjadi sebuah media yang mencontohkan inovasi yang beragam dalam ruang lingkupnya. Padahal, BPOM dan rantai toko itu merupakan dua institusi yang berbeda, tetapi mereka berdua menjadi bersama dan satu untuk menciptakan inovasi-inovasi pada level tertentu. Tahapan-Tahapan dalam Proses Inovasi Robert 1988 Mendefinisikan bahwa yang namanya penemuan itu merupakan eksploitasi. Bahwa penemuan itu mengeksploitasi ketidakpahaman manusia. Inovasi itu sama dengan invensi + eksploitasi. Eksplorasi peran yang kemudian dimainkan oleh struktur jaringan tertentu yang merekombinasi antara unsur inovasi dan eksploitasi tersebut. Contohnya : saat kita melakukan kuliah via online, itu kita sedang tereksploitasi, dan mengeksploitasi saat kita melakukan rutinitas-rutinitas aktivitas sosial di masyarakat. Kesimpulan Sosiologis memandang inovasi memang tidak merata dan cukup variatif dan cenderung lebih bebas dalam menjelaskan tahapan dan level dalam proses inovasi, seperti membicarakan kekurangan, atau yang lain. Secara umum, sosiologi berfokus kepada peran dalam masyarakat, ada proses, serta ada inovasi yang selalu digunakan. Jika suatu hal hanya digunakan hanya di beberapa orang tertentu maka itu bukan inovasi. Tidak ada teknologi yang dihasilkan tanpa adanya pemikiran dari sosiologi. PERTEMUAN X REKAYASA SOSIAL DAN DINAMIKA GIZI Social adalah spesies tertentu baik hewan maupun manusia hidup bersama dalam koloni atau kelompok yg terorganisir. Seperti semut atau banteng mempunyai koloni, jadi terorganisir satu sama lain, berkaitan, dan peduli dengan hubungan timbal balik dan kesejahteraan individu. Yang dimana kita mempelajari individu antar individu atau inidividu antar keompok yang nantinya akan menyebabkan kesejahteraan social. Misalnya melakukan kerja bakti di lingkungan sekitar, jika lingkungan bersih akan membuat semua warga menjadi sehat dan nyaman. Engineering/Rekayasa adalah suatu upaya merekayasa suatu objek social dengan segala perencaanan yang matang untuk mencapai kesejahteraan sosial. Tujuannya untuk memprediksi jangka panjang. Prediksi tersebut bisa menjadi scenario planning. Misalnya, pertama kali virus Corona muncul di Wuhan, Indonesia sudaj mulai merencanakan dan memprediksi apakah virus tersebut akan masuk ke Indonesia dan membuat planning apa yang akan dilakukan jika virus tersebut muncul di Indonesia. Ketika virus Corona masuk ke Indonesia, dalam jangka waktu dua bulan Indonesia sudah mempunyai plan/rencana dan sudah melakukan rekayasa. Contohnya seperti membuat disinfektan, social distancing, dll agar saat virus itu masuk ke Indonesia, kita sudah tidak takut. Menurut para ahli : 1. Less dan Presley Tokoh sosiolog mengartikan social engineering adalah upaya yang mengandung unsur perencanaan, yang diimplementasikan hingga diaktualisasikan di dalam kehidupan nyata.5 Menurut tinjauan sejarah, munculnya istilah social engineering adalah ketika rezim orde baru, digunakan sebagai proses internalisasi nilai – nilai P4 dan berada pada posisi puncak tiraninya sekitar tahun 1986. Tujuan dari rekayasa social sendiri berujung dan bermuara pada transformasi social atau realita social, yang didukung oleh nilai humanisasi yang tinggi. Rekayasa sosial merupakan perencanaan sosial yang muaranya pada transformasi sosial, didukung dengan internalisasi nilainilai humanisasi yang tinggi. Rekayasa sosial merupakan hasil akhir dari kegiatan sosial yang dilakukan dimasa ini. Seringkali kita memaknai rekayasa adalah suatu upaya negatif, hal ini dikarenakan kita terjebak dalam satu situasi kekuasaan atau kegiatan-kegiatan praktis rekayasa dilakukan oleh elite-elite politik yang mempunyai tujuan untuk kepentingan pribadi atau golongan tertentu. 2. Jalaludin Rahmat Akan tetapi Jalaludin Rahmat membawa nuansa baru tentang pemaknaan istilah tersebut menuju ke dalam perubahan positif (transformasi) yang pada akhirnya mengatasi berbagai masalah sosial yang muncul. Dan ada satu hal yang menarik bahwa suatu perubahan tidak akan muncul ketika kita masih terjebak dalam kesalahan berfikir. Artinya bahwa sumber daya manusia merupakan salah satu kekuatan inti untuk perubahan, karena perubahan sosial terjadi secara alamiah atau bisa jadi ke arah yang tidak diinginkan, Transformasi sosial lebih menekankan pada perubahan menuju kualitas hidup yang lebih baik atau perubahan menuju masyarakat adil, demokratis, dan egaliter. Rekayasa sosial (social engineering) adalah suatu upaya dalamrangka transformasi sosial secara terencana “ social planning ”, istilah ini mempunyai makna yang luas dan pragmatis. Obyeknya adalah masyarakat menuju suatu tatanan dan sistem yang lebih baik sesuai dengan apa yang dikehendaki oleh sang perekayasa atau the social engineer. Maka upaya rekayasa ini muncul berawal dari problem sosial, yaitu ketidak seimbangan antara das sollen dengan das sein,atau apa di kita cita-citakan di masyarakat tidak sesuai dengan apa yang terjadi. Rekayasa sosial adalah upaya untuk mempengaruhi sikap popular baik kelompok swasta atau pemerintah. Masyarakat terdorong untuk mengikuti arahan dari kelompok swasta atau pemerintah, bukan karena kemauan mereka. Prinsipnya membangun interaksi antar ilmu dalam proses peningkatan kesejahteraan public. Rekayasa social membangun aspek-aspek pada ilmu social, politik, ekonomi, dll. Rekayasa social bukan murni dalam ilmu sosiologi, tetapi merupakan interdisiplin dari ilmu pengetahuan, karena porses social membutuhkan interaksi antar individu maupun kelompok untuk mengubah suatu perilaku. Maka dari itu sosiologi menggunakan rekayasa social untuk mengubah perilaku masyarakat. Rekayasa social membangun interelasi antara ilmu kemasyarakatan, ilmu ekonomi, ilmu politik, dll. Secara akademik, rekayasa social merupakan dalam tingkatan mezzo dalam ilmu sosiologi dan bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan public. Rekayasa social memerlukan interaksi yang dapat mengubah konstruksi masyarakat dalam suatu hal terhadap hal yang baru. Dan sosiologi menggunakan rekayasa social sebagai alat untuk mengubah perilaku masyarakat secara umum dan dibutuhkan oleh engineer. Rekayasa sosial merupakan rekayasa kebijakan sosial masyarakat/kebijakan public. Contoh yang sering dilakukan oleh pemerintah yaitu rekayasa kebijakan contohnya di Jawa Timur ada kambing yang mau melahirkan itu merupakan untuk meningkatkan kesejahteraan dan mengurangi kemiskinan atau masyarakat yang hampir miskin). Contoh lain kebijakan pemberian pelayanan rekayasa social pelayanan public yaitu dirubahnya jam KRL dari jam 06.00-06.20, yang mengenai infrastruktur sehingga jalanan ditutup dan dihimbau untuk ke jalan lain karena ada perubahan jalan. Contoh lainnya yaitu ketika naik haji atau pesawat orang Madura melihat pesawat tidak akan dipakai lagi, maka orang Madura akan menjualnya. Orang lain yang melihat seperti itu akan merekaysa tentang itu menjadi “bahwa orang Madura tidak seperti itu”. Contoh lagi kota banyuwangi yang dibilang menjadi “kota wisata” Pandangan-pandangan yang melekat pada diri kita tersebut yang harus diubah, bahwa mereka sebenarnya tidak seperti itu. Tahapan Rekayasa Sosial  Perencanaan Partisipatif Pemerintah daerah mempunyai kewenangan dalam merencakan rekayasa sosial di daerahnya. Dulu yang mengatur pemerintahan pusat, tapi sekarang pemerintahan daerah. Contohnya, dulu saat zaman Presiden Soeharto, pembangunan itu harus dikontrol dan diambil alih oleh pemerintah pusat, tapi dengan adanya system disentralisasi, pemerintah daerah yang lebih berwenang atas daerahnya dan pemerintah itu menjadikan rekayasa social untuk mensejahterakan masyarakatnya. Jadi kewenangan besar untuk melaksanakan kebijakan dan program pembangunan itu sesuai dengan aspirasi masyarakat. Juga adanya proses partisipatif antara pemerintah daerah dengan masyarakat yaitu aspiratif untuk menyampaikan pendapat. Contohnya, di suatu daerah ingin menghidupkan adanya poskamling, dan sasaran untuk menghidupkan poskamling itu anak muda. Agar anak muda tersebut ingin menghidupkan dan nyaman dengan poskamling, maka diberi wifi di poskamling, tetapi diadakan iuran untuk membayar wifi tersebut atau jika ada yang ingin memberi sumbangan juga dipersilahkan.  Mendorong perencana agar terfokus pada masyarakat (Plan for People) Mendorong kelompok perencana untuk lebih terfokus kepada masyarakat. Atau mendorong engineer lebih terfokus terhadap individu pada masyarakat. mendorong engineer terfokus pada individu di dalam masyarakat. Cotnoh penuntasan gizi buruk di wilayah Indonesia timur (individu) dan penuntasan kemiskinan di daerah tertentu (masyarakat). Medianya untuk melakukan rekayasa bisa cetak atau media.  Media Perantara Bisa menggunakan media cetak/media elektronik sebagai alat untuk engineer.  Perencanaan harus bekerja sama dengan masyarakat sebagai basis untuk perencanaan Contoh : SDGs dan MDGs yang ada unsur penyetaraan gender. Isu Feminis/ Gender SDGs/MDGs masuk kedalam ranah gender, melahirkan ketimpangan kalau tidak sesuai atau tidak seimbang, ada steorotype bahwa laki-laki itu harus bekerja di pabrik, dan perempuan itu harus bekerja di domestic. Jika dilakukan rekayasa social, maka dibalik stereotype tersebut, menjadi wanita juga berhak bekerja diluar, dan laki-laki juga boleh bekerja dibagian domestic. Pengaruh kesetaraan gender, adanya strategi untuk mewujudkan kesetaraan dan kesejahteraan gender, contohnya didalam proses perumusan kebijakan biasanya aspek gender tidak muncul/dilupakan karena yg membuat belum mengerti relasi gender dengan rekayasa sosial sangat penting dilakukan untuk mewujudkan kesetaraan pembangunan dalam aspek gender. Pertanyaan Fadhia : awal mula adanya rekayasa social karena adanya perubahan social terlebih dahulu baru bisa disebut rekayasa social? Iya, bisa dikatakatan rekayasa social suatu penanggulangan untuk menangani masalah didalam masyarakat. Kenapa di rekayasa social ada kesetaraan gender? Karena stereotype perempuan harus melakukan pekerjaan dirumah, dll. Dengan adanya rekayasa social ini, diharapkan bisa mengubah stereotype tadi bahwa sebenarnya perempuan juga boleh kerja di luar, dll. Pertanyaan Fadhia : Apakah teori konflik merubah struktur dan tatanan yang dianggap mendominasi berubah menjadi tatanan baru, dapat digunakan dalam menganalisis rekayasa social? Iya, bisa. Teori konflik sendiri merubah tatanan yang sudah ada karena itu mendominasi dan yang jahat terhadap pihak-pihak yang tidak diuntungkan. Berarti ada engineer yang membuat atau merekayasa bahwa ketika kita mengadakan konflik, pasti aka nada perubahan dan ending nya sudah diperkirakan. Jadi dari awal sudah direkayasakan terhadap masyarakat atau kelompok. Contohnya yaitu, misalnya ketua kelas A, tidak disukai oleh anggota-anggota kelasnya. Jadi, anggota-anggota itu berbincang dan akhirnya setuju untuk mengadakan perubahan kepemimpinan/perubahan ketua kelas. Dan akhirnya, ketua kelas A digulingkan dari kekuasaannya. Interaksi Tingkah Laku Sosial dan Lingkungan Engineer dan sosiolog punya pandangan berbeda, dan engineer mempelajari perubahan yang ada dimasyarakat. Sosiolog hanya memandang dari sudut interaksi tanpa melihat cara yang dapat dilakukan untuk melakukan perubahan dan sosiolog itu menganalisi, sedangkan engineer merencanakan bagaimana ia merubah perilaku masyarakat. Contohnya, pada daerah yang banyak sampah sosiolog yang hanya memandang pengelolaan sampah itu kurang, kalo engineer juga merencakan bagaimana cara merubah perilaku masyarakat. Ekologi manusia merupakan interaksi manusia dengan alam, semakin besar jumlah penduduk mempengaruhi kondisi lingkungan. Dampak positif yang bisa didapat dari virus Corona, bagaimana kita bisa memanfaatkan makanan sehingga meminamilisir produksi makanan yg berlebihan, contoh seperti kita dihari biasa, bisa makan 3-5 kali sehari, tetapi dengan adanya virus Corona, makan semakin sedikit. Kerja rekayasa sosial dalam fenomena sosial  Hubungan interaksi social Hubungan manusia yang makin mengurangi ruang di public, seperti adanya sosial media sebagai ruang chat. Engineer membuat pola interaksi manusia menjadi berubah.  Manusia membangun telepati dengan implant gadget Adanya perencanaan implant gadget pada manusia. Kalau di hewan dipasang guna menjaga kepunahan dengan memperhatikan aktivitasnya. Protocol kiyoto, ktt bumi, perjanjian paris. Kerja engineering pada social thinking, public spare di dalam masyarakat itu semakin hari semakin tidak ada. Ada perencanaan bahwa suatu saat nanti tubuh kita akan dipasang implant gadget untuk mengetahui aktivitas yang dilakukan. Donlad trump saat menang pemilihan presiden, ada 300 meme tentang Hilton yang menghacurkan Hilton. Contoh lain, yaitu perang dagang antara cina dan amerika dimana cina menghabisi produksi ulang gadget yang berasal dari cina untuk menghancurkan produksi ekonomi di cina karena di cina menggunakan home made dengan tujuan untuk mengurangi biaya produksi pembangunan sebuah pabrik. Contoh lain lagi saat pilpres, di social media diarahkan untuk kelompok x atau y jika tidak masuk ke salah satu kelompok tersebut maka dianggap golput. Protokol Kyoto, KTT Bumi, dan Perjanjian Paris Indonesia    Protokol Kyoto adalah sebuah amendemen terhadap Konvensi Rangka Kerja PBB tentang Perubahan Iklim (UNFCCC), sebuah persetujuan internasional tentang pemanasan global. Negara-negara yang meratifikasi protokol ini berkomitmen untuk mengurangi emisi/pengeluaran karbon dioksida dan lima gas rumah kaca lainnya, atau bekerja sama dalam perdagangan emisi jika mereka menjaga jumlah atau menambah emisi gas-gas tersebut, yang telah dikaitkan dengan pemanasan global. KTT Bumi atau yang juga dikenal dengan nama Konferensi PBB tentang Lingkungan dan Pembangunan (UNCED), KTT Rio dan Konferensi Rio, merupakan salah satu konferensi utama Perserikatan Bangsa Bangsa yang diadakan di Rio de Janeiro, Brasil dari tanggal 3 Juni sampai 14 Juni 1992. Persetujuan Paris atau Paris Agreement adalah dalam Konvensi Kerangka Kerja Perubahan Iklim Perserikatan Bangsa-Bangsa atau United Nations Framework Convention on Climate Change (UNFCCC) mengenai mitigasi emisi gas rumah kaca, adaptasi, dan keuangan. Diharapkan persetujuan ini efektif tahun 2020. Persetujuan ini dinegosiasikan oleh 195 (seratus sembilan puluh lima) perwakilan negara-negara pada Konferensi Perubahan Iklim PBB ke-21 di Paris, Prancis. Setelah proses negosiasi, persetujuan ini ditandatangani tepat pada peringatan Hari Bumi tanggal 22 April 2016 di New York, Amerika Serikat. Hingga Maret 2017, 194 negara telah menandatangani perjanjian ini dan 141 diantaranya telah meratifikasi perjanjian tersebut. Indonesia merupakan salah satu negara yang menandatangani perjanjian ini pada 22 April 2016. Gerakan Sosial Gerakan sosial atau social movements merupakan interdisiplin ilmu social, ilmu politik dan lainnya dalam upaya untuk menentang atau mendorong perubahan kebijakan public, perubahan politik dan social secara luas, baik di tingkat local, nasional, maupunglobal . Misalnya di Indonesia, tumbangnya rezim otoritarian Orde Baru Suharto mei1998 kiranya tidak biasa dilepaskna dari peran Gerakan social, khususnya Gerakanmahasi swa yag pada gilirannya menghantarkan bangsa ini ke dalam kondisi yang lebihdemokratis. Adapun yang terjadi di Paris, Prancis, saat bulan April masyarakat Parismelakukan demonstrasi di Kota Paris dekat Menara Eiffel ditujukan kepada pihak peme rintahan Paris untuk menuntut gaji. Jadi, Gerakan social merupakan Gerakan dari bentuk reka yasa social, karena Gerakan social akan menimbulkan perubahan budaya, perubahan masyara kat baik masyarakat Prancis yang terkekang oleh rajanya sehinggakaum miskin itu naik ke pemerintahan. Gerakan sosial merupakan gerakan acak perorangan yang secara emosional bereaksi terhadap situasi diluar kendali mereka. Seperti contohnya, adanya turmoil, keributan, kericuhan dan kekacauan. Kericuhan tidak mempunyai tujuan, sedangkan gerakan sosial mempunyai tujuan. Rekayasa dalam bidang gizi salah satunya kebijakan pemerintah. Misalnya penurunan angka kematian yang tinggi dan penerimaan anak sd yang meningkat, dengan kebutuhan anak SD yang memerlukan status gizi anak yang penting dalam rekayasa pembangunan dalam bidang gizi. Fokus rekayasa gizi yang telah dilakukan adalah pada stunting yang disebabkan oleh malnutrisi dan terkena infeksi yang jika dipandang dalam sisi sosiologis anak menjadi minder, berkurangnya kemampuan mencari pekerjaan dll. Kedua, fokus pemerintah selanjutnya adalah tubuh kurus yang disebabkan oleh penurunan berat badan yang secara tepat maka di bilik-bilik gym atau tempat olahraga diadakan bilik konsultasi gizi agar setiap manusia memenuhi gizi yang cukup. Ketiga, obesitas pada orang dewasa yang ada di US, yang dipandang dalam ilmu sosiologis dapat menimbulkan efek minder sehingga timbul adanya bullying akan bentuk fisik. Pemberian vibes positif yang mendukung rekayasa gizi seperti ajakan atau dukungan untuk memerangi permasalahan gizi, mempraktekan aktivitas yang dapat mendukung pemenuhan gizi sebagai rekayasa gizi. Obesitas di amerika disangka sangka terjadi karena kentang yang mereka makan, padahal setelah diteliti kembali obsitas berasal dari gula yang mereka minum. Ketika kita sudah mengonsumsi gula itu bakalan merasa addict/kecanduan dengan gula tersebut. Karena hal itu mereka sampe sekarang masih banyak yang obesitas. Munculnya obesitas itu juga disebabkan karena biasanya kebiasaan makan pagi mereka disuguhkan pancake yang ditambahkan dengan maple sirup. Karena hal itu, membuat orangorang Amerika mempunyai kebiasaan mengonsumsi makanan dengan maple sirup. Padahal maple sirup itu memiliki kandungan yang sangat berbahaya untuk tubuh. Contoh lain orang jawa sebagian besar kena magh (asam lambung) karena memiliki pola sarapan yang salah yaitu minum kopi pagi-pagi lalu setelah itu makan makanan manis. Teori Mcdonaldisasi (George Ritzer) McDonald merupakan makanan cepat saji yang berdiri pertama di US. Sebuah fenomena yang mempengaruhi kontruksi masyarakat sebagai faktor ketergantungan yg memengaruhi sendi-sendi sosial masyarakat. Mengambil konsep makanan cepat saji untuk menjelaskan realitas didalam masyrakat bahwa adanya perubahan social dalam masyarakat. Ritzer mencoba menganalisis dengan mengaitkan realitas yang ada didalam masyarakat. Dan menemukan 4 komponen dalam teori Mcdonalisasi     Efisiensi Pada dasarnya manusia selalu menginginkan proses instan dan selalu berupaya menghindari hal-hal yang rumit, (seperti didalam psikoanalisis segment fraud : manusia mencari enaknya sendiri), Contohnya yaitu, saat kita tidak mau memasak tetapi lebih memilih untuk memesan makanan lewat go-food/grab-food. Bentuk efisiensi diambil dari proses produksi McDonald. McDonald yang mempunyai sistem yang sama, maka pekerja harus mengikuti sistem tersebut agar pekerjaannya menjadi efisien. Kalkulasi McDonald berfokus pada kuantitas atau porsi dari layanan yang ditawarkan. Masyarakat melakukan perhitungan kuantitas dan kualitas untuk memilih makanannya, sehingga dapat menghemat waktu dan biaya Kalkulasi seseorang yang sedang bekerja dikantor akan cenderung memilih makanan yang sudah tersedia karena menghemat waktu dan biaya, mereka menghitung kalkulatif biaya, waktu, dll. Aspek kuantitatif dari produksi yang dijual (ukuran, biaya) akan menjadi setara dengan kualitas. Seperti contohnya, makanan yang kita makan ditempatnya/direstoran akan sama dengan makanan yang kita bungkus dan makan dirumah, baik dari segi harga, rasa, dll. Prediktabilitas Restoran cepat saji akan menjamin bahwa hasil produksi di setiap kedai menghasilkan rasa yang sama, rasa scramble eggs di NY akan sama dengan scramble eggs di Jakarta Hal ini sama dengan teori one dimension man oleh Herbert Marcuse. Jadi seperti saat manusia suka sama McDonald maka akan berdampak rasa beda ketika makan bukan McDonald yang buat. Control Diberikan kepada orang-orang yang masuk ke dunia McDonald. Contoh sistem dari makanan cepat saji untuk buru-buru makan dan pergi dan digantikan oleh pengunjung lain. Jadi ada kontrol bukan atas dasar kemauan kita tapi atas dasar kemauan management. Ada cara yang dilakukan untuk mendukung control tersebut. Contoh ketikia kita di warteg bisa menambah makanan sesuka kita, tapi di restoran cepat saji tidak bisa. Data kita gampamg dikontrol oleh pemerintah. Semua kegiatan kita atau perilaku kita bukan atas dasar kemauan kita tetapi atas dasar control yang dibuat oleh pemerintah atau swasta. Ketika di restoran cepat saji menunya terbatas dibandingkan warteg. Dan itu terjadi pada realitas social masyarakat. Kita tidak bisa membeli makanan lain seperti diwarteg bukan atas kemauan kita, tetapi atas sistem dari resto cepat saji itu sendiri. Konsep resto cepat saji digunakan oleh pemerintah maupu swasta yang sudah kita rasakan sekarang. Manusia sekarang menjadi mudah untuk diprediksi (prediktabilitas). Menyisipkan konsep transformasi kultural terhadap negara yang menjadi tempat operasinya, yang tentunya gaya hidup American style. Dinamika Gizi 1. Demografi Dipengaruhi oleh urbanisasi masyarakat dari daerah pedesaan ke kota, menjadi faktor masyarakat mengalami gizi buruk. Karena dengan menambahnya populasi orang yang tinggal di perkotaan, memperkecil lapangan pekerjaan. Dan jika seseorang tidak mempunyai pekerjaan yang layak, maka akan menjadi miskin dan jika miskin maka akan tidak memerlukan kebutuhan gizinya dan terjadi gizi buruk. Atau disebabkan oleh gaji yang dihasilkan tidak mencukupi gaji untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Juga adanya kesenjangan kelas, contohnya orang yang kaya dapat memenuhi semua kebutuhannya karena memiliki penghasilan yang cukup. Mereka juga bisa membeli makanan sehat dan bergizi. Sedangkan orang yang miskin atau kekurangan penghasilan akan mengalami gizi buruk karena tidak terpenuhi kebutuhan gizinya. 2. Pengetahuan Pengetahuan masyarakat mengenai gizi dan sekaitannya masih tergolong kurang. Karena masih tingginya angka orang yang terkena gizi buruk. Hal ini juga berkaitan dengan tingkat kemiskinan seseorang. Jika seseorang itu miskin, maka ia akan sulit untuk mencapai pengetahuan di jenjang yanag tinggi. 3. Berubahnya makanan pokok pada masyarakat daerah karena adanya pembangunan pemerataan gizi Misalnya, di daerah garut yang banyak penanaman buah tapip masyarakatnya masih banyak yang jarang konsumsi buah. 4. Lifestyle makanan pada remaja Lifestyle atau pola hidup dan pola makanan pada remaja juga berpengaruh dengan dinamika gizi. Karena, anak remaja sekarang banyak yang lebih memilih untuk konsumsi makanan cepat saji atau junk food dibandingkan makanan yang sehat dan bergizi. Hal ini juga dipengaruhi oleh faktor modernisasi.

Judul: Jurnal Perkuliahan Sosiologi Antropologi

Oleh: Dinda Karunia Lestari


Ikuti kami