Jurnal Pertemuan Ke-12

Oleh Ardianto 268

96 KB 2 tayangan 0 unduhan
 


Bagikan artikel

Transkrip Jurnal Pertemuan Ke-12

JURNAL BELAJAR BELAJAR DAN PEMBELAJARAN Pertemuan ke-12 1. IDENTITAS JURNAL Nama : Ardianto NIM : 201710070311068 Dosen : Husamah, S.Pd.,M.Pd Kelas : Biologi IIB Pertemuan : IV (23 Maret 2018) Topik : Teori Belajar Neurosains 2. KONSEP PENTING YANG DIPELAJARI Setelah mengikuti perkuliahan ini ada beberapa konsep yang telah saya pahami, yaitu: a. Teori belajar neuroscience adalah teori belajar yang menekankan pada kinerja otak yaitu tentang bagaimana keseluruhan proses berfikir, proses berfikir juga mencakup hal yang luas dari proses berpikir tersebut menghasilkan pengetahuan, sikap, dan prilaku atau tindakan. Teori ini mempelajari mengenai otak dan seluruh fungsifungsi syaraf. Tugas dari neural (neural science) adalah menjelaskan perilaku manusia dari sudut pandang aktivitas yang terjadi di otak. Bagaimana bisa-bisanya otak yang tersusun dari jutaan sel-sel saraf individual bisa menghasilkan perilaku dan bagaimana sel-sel ini juga terpengaruh oleh kondisi lingkungan.yang berbasis mencari tau secara mandiri, menyelesaikan masalah, menemukan. b. Neurosains merupakan bidang ilmu yang mengkhususkan pada studi sainstifik dari sistem saraf. Komunitas atau perkumpulan Neurosains sudah sejak lama sekali. Beberapa hal yang dipelajari meliputi struktur, fungsi, sejarah evolusi, pengembangan, genetika, biokimia, fisiologi, farmakologi, informatika, komputasi neurosains dan patologi dari sistem syaraf. c. Secara umum, neurosains menakup semua bilang ilmu sainstifik yang terkait dengan sistem syaraf. Psikologi, sebagai studi sainstifik proses mental, dapat dianggap sebagai sub bidang neurosains, walaupun beberapa teori pikiran/tubuh tidak setuju dengan hal ini. Menurut mereka, psikologi adalah studi proses-proses mental yang dapat dimodelkan dengan berbagai macam prinsip dan teori abstrak, seperti perilaku dan kognitif tradisional, dan itu tidak terhubung dengan proses-proses syaraf. Istilah neurobiologi kadang dipakau sebagai ganti-nya sistem syaraf. 3. KONSEP YANG BELUM DIPAHAMI 1. Apakah teori ini dapat mengubah pola pikir manusia ? 4. IDENTIFIKASI PERMASALAHAN/PERTANYAAN BERSERTA PEMECAHANNYA 4.1 Permasalahan yang muncul pada diri-sendiri 1. Apakah teori ini dapat mengubah pola pikir manusia ? Jawaban : Tentu saja, Mindset atau pemikiran dapat diubah dengan proses neurosains yakni dengan cara terapi kognitif melalui kesadaran dan pemikiran yang positif agar tercipta mindset yang positif, seperti contohnya adalah merubah mindset tentang matematika. Terdapat mindset bahwa jago matematika hanya untuk orang terpilih saja, ada orang berbakat dalam bidang matematika dan ada yang tidak berbakat dalam matematika. 5. KEGIATAN PEMBELAJARAN Kegiatan pembelajaran berlangsung tanpa menunggu dosen.Kegiatan pembelajaran dalam kelas sangat kondusif, kegiatan di mulai dengan pemparan hasil diskusi oleh kelompok yang presentasi. Semua dengan hikmat mendengarkan dan memperhatikan pemaparan materi yang di lakukan di dalam kelas. Setelah pemaparan materi, di lanjutkan dengan diskusi dalam kelas dan saling lempar pertanyaan dan saling berdiskusi. Setelah berdiskusi lalu di lanjutkan dengan tambahan dari pak husamah hingga pelajaran selesai. 6. REFLEKSI DIRI Pada materi ini saya mendapat banyak sekali ilmu dan pengetahuan tentang teori ini. Dan saya juga dapat mengetahui Neurosains adalah satu bidang kajian mengenai sistem saraf yang ada di dalam otak manusia. Neurosains juga mengkaji mengenai kesadaran dan kepekaan otak dari segi biologi, persepsi, ingatan, dan kaitannya dengan pembelajaran. Bagi teori Neurosains, sistem syaraf dan otak merupakan bagian sangat penting bagi proses pembelajaran manusia.Neurosains dapat membuat hubungan antara proses kognitif yang terdapat di dalam otak dengan proses tingkah laku manusia yang akan dilakuakan secara fisik. Hal ini dapat diartikan bahwa setiap perintah yang diproses oleh otak akan mengaktifkan daerah-daerah penting otak3

Judul: Jurnal Pertemuan Ke-12

Oleh: Ardianto 268


Ikuti kami